eJournals System Universitas Mulawarman
Not a member yet
4795 research outputs found
Sort by
Gaining Effective Profitability with Training in Factory Overhead Cost Calculation for Printing Businesses
Inadequate information and the ineffective ability to distribute factory overhead costs to determine production costs might lead to lower-than-optimal earnings. This problem is the basis for this PKM action because the business owner's intended strategy is ineffective. This PKM activity wants to assist and boost efficiency in obtaining profits for printing entrepreneurs by developing knowledge and capacity to accurately calculate the cost of production, particularly factory overhead costs, to estimate a business's profit or loss each period. The approaches used in this PKM action include empowerment, instruction, and practice. On Saturday, September 7, 2024, the owner of a printing business and three of his employees participated in PKM offline. In line with evaluation findings, instruction, and practice boosted competency by 75%. This improved ability is the outcome of mistakes being identified through offline instruction and the PKM team suggesting fixing any difficulties that exist. This PKM action can maximize the annual profit gained for the printing business's long-term viability. This PKM was held so that the printing business may develop, improve, and actively contribute more to Indonesia's economic growth.Pengetahuan yang minim dan kemampuan mengalokasikan biaya overhead pabrik yang tidak efektif dalam menentukan harga pokok produksi dapat mengakibatkan laba yang diperoleh kurang optimal. Permasalahan tersebut menjadi dasar dilakukan kegiatan PKM ini karena strategi bisnis yang direncanakan oleh pemilik usaha menjadi tidak tepat. Kegiatan PKM ini bertujuan untuk membantu dan meningkatkan efisiensi dalam pencapaian laba bagi pelaku usaha percetakan dengan meningkatkan pengetahuan dan kemampuan dalam menentukan biaya produksi khususnya biaya overhead pabrik secara akurat untuk mengetahui besarnya laba maupun rugi suatu bisnis setiap periodenya. Metode dalam kegiatan PKM ini adalah pemberdayaan, pelatihan, dan praktik. Pelaku usaha percetakan dan tiga orang pegawainya mengikuti PKM secara luring pada Sabtu, 7 September 2024. Bersumber pada data evaluasi, setelah latihan dan praktik, kemahiran berkembang sebesar 75%. Kemahiran yang meningkat tersebut disebabkan kekeliruan bisa diketahui dalam pelatihan secara luring dan tim PKM menyampaikan rekomendasi untuk membenahi kekeliruan yang terjadi. Kegiatan PKM ini bisa mengoptimalkan pendapatan laba yang diperoleh setiap tahun berjalan untuk kelangsungan usaha percetakan. PKM ini diadakan agar usaha percetakan dapat berkembang, meningkat, dan berperan aktif dalam pertumbuhan perekonomian Indonesia
Strategy to Increase Sales through Rebranding and Diversification of Ginger Syrup "Dwi Dewii"
This article examines the strategy to increase the sales of "Dwi Dewii" ginger syrup in Kelurahan Bendo through rebranding and product diversification. Ginger syrup, known for its health benefits such as boosting immunity, faces challenges in marketing and sales, primarily due to conventional marketing strategies that only target adult consumers and are less appealing to younger audiences. This program aims to identify the gaps in current marketing strategies and develop new methods to enhance the product’s appeal and sales. The methodology used includes observation, interviews, and an analysis of existing packaging designs and marketing techniques. This community service project involved four lecturers and three students, collaborating with the primary partner, "Dwi Dewii" Ginger Syrup small-scale enterprise, and four other local small-scale enterprises producing traditional Blitar souvenirs in Kelurahan Bendo. The steps taken included redesigning the product packaging, providing training in digital marketing, and product diversification. Rebranding and diversification are expected to increase market appeal and broaden the consumer base, especially among younger demographics. The new packaging design aims to enhance the product's quality perception and attract a wider range of consumers. Product diversification is anticipated to improve customer satisfaction and boost sales volume. Furthermore, optimizing digital marketing through social media and e-commerce has proven effective in increasing visibility and consumer interaction, ultimately contributing to the economic growth of the partner small-scale enterprises.Artikel ini mengkaji strategi peningkatan penjualan produk sirup jahe "Dwi Dewii" di Kelurahan Bendo melalui pendekatan rebranding dan diversifikasi produk. Sirup jahe yang dikenal karena manfaat kesehatannya, seperti meningkatkan imunitas, menghadapi tantangan dalam hal pemasaran dan penjualan. Hal ini terutama disebabkan oleh strategi pemasaran konvensional yang hanya menjangkau kalangan usia dewasa dan kurang menarik bagi konsumen usia remaja. Program ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan dalam strategi pemasaran yang ada serta mengembangkan metode baru yang dapat meningkatkan daya tarik dan penjualan produk. Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan analisis terhadap desain kemasan serta teknik pemasaran yang sedang diterapkan. Kegiatan pengabdian ini melibatkan empat dosen dan tiga mahasiswa, yang bekerja sama dengan mitra utama, yaitu UMKM Sirup Jahe Merah "Dwi Dewii", serta empat UMKM lainnya yang memproduksi oleh-oleh khas Kota Blitar di Kelurahan Bendo. Langkah-langkah yang dilakukan mencakup perancangan ulang kemasan produk, pelatihan pemasaran digital, dan diversifikasi produk. Rebranding dan diversifikasi diharapkan mampu meningkatkan daya tarik pasar serta memperluas segmentasi konsumen, termasuk kalangan remaja. Desain kemasan baru dirancang untuk memperbaiki citra kualitas produk dan menarik perhatian konsumen yang lebih luas. Diversifikasi produk diharapkan dapat meningkatkan kepuasan pelanggan dan volume penjualan. Selain itu, optimalisasi pemasaran digital melalui media sosial dan e-commerce dinilai efektif dalam meningkatkan visibilitas dan interaksi dengan konsumen, yang pada akhirnya berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi mitra UMKM
PENGARUH PENAMBAHAN PEKTIN KULIT JERUK, KITOSAN, DAN PEPPERMINT OIL TERHADAP KARAKTERISTIK BIOPLASTIK
Plastik yang sulit terurai menimbulkan ancaman serius bagi lingkungan, namun hal ini dapat diatasi dengan penggunaan bioplastik yang mampu terdegradasi secara alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sifat fisik, mekanik, kimia, barrier dan optik dari bioplastik yang terbuat dari pektin kulit jeruk (dengan variasi 1 g, 2 g, dan 3 g), serta penambahan karagenan (0,8 g), kitosan (1% dan 2%), gliserol (1,5 ml), dan peppermint oil (0,5 ml dan 1 ml). Tahapan penelitian meliputi pembuatan larutan kitosan, pembuatan bioplastik, dan pengujian berbagai karakteristik bioplastik yang dihasilkan. Data dari pengujian kemudian dianalisis menggunakan metode ANOVA tiga arah. Hasil optimal diperoleh dengan kombinasi pektin 2 g, kitosan 1%, dan minyak peppermint 1 ml, dengan hasil sebagai berikut: ketebalan 0,208 mm, kuat tarik 1,89 MPa, elongasi 63,69%, elastisitas 0,0313 MPa, daya serap air 163%, kelarutan 25%, kadar air 20,13%, degradasi 31,28%, permeabilitas uap air 23 g/m²/hari, transparansi 85,67%, serta nilai warna L* 81,69, a* -2,99, dan b* 18,22
Optimizing Pre-Calculation Skills of Kindergarten B Children Through Educational Games
Preschool education is widely recognized for its important role in building the early stages of a child's development before entering formal education. One potential method to support cognitive skills in children is through traditional games, such as congklak. The aim of this study is to describe the effect of using the congklak media in improving pre-math skills in kindergarten children at TK Al-Baqy. The research method used is experimental to test the effectiveness of the congklak game in enhancing children's pre-math skills. The intervention was conducted over 30 days with four meeting sessions. The program in this experiment focuses on improving pre-math skills through the congklak game as the main stimulus. In this context, the independent variable applied is the congklak game, while the dependent variable is the children's pre-math skills or early counting abilities. The results of the study show that the application of the congklak game as an intervention method can improve basic counting skills in children, changing the way they view mathematics with a fun and experiential approach. Positive reinforcement during the learning process also proved effective in increasing the children's self-confidence and learning motivation. The implications of this study are that game-based approaches can be an innovative solution in overcoming children's learning difficulties, increasing their interest in mathematics, and strengthening the social and emotional skills that are essential in child development.Pendidikan prasekolah secara luas diakui memiliki peran penting dalam membangun tahap awal perkembangan anak sebelum memasuki pendidikan formal. Salah satu metode yang potensial untuk mendukung keterampilan kognitif pada anak-anak adalah melalui permainan tradisional, seperti congklak. Tujuan penelitian ini untuk Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh penggunaan media congklak dalam meningkatkan kemampuan pra-berhitung pada anak TK B di TK Al-Baqy. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen untuk menguji efektivitas permainan congklak dalam meningkatkan kemampuan pra-berhitung anak. Intervensi dilaksanakan selama 30 hari dengan durasi empat sesi pertemuan. Program dalam eksperimen ini berfokus pada peningkatan kemampuan pra-berhitung melalui permainan congklak sebagai stimulus utama. Dalam konteks ini, variabel independen yang diterapkan adalah permainan congklak, sementara variabel dependen adalah kemampuan pra-berhitung atau berhitung permulaan subjek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penerapan permainan congklak sebagai metode intervensi dapat meningkatkan kemampuan berhitung dasar pada anak-anak, mengubah cara mereka memandang matematika dengan pendekatan yang menyenangkan dan berbasis pengalaman. Penguatan positif selama proses pembelajaran juga terbukti efektif dalam meningkatkan rasa percaya diri dan motivasi belajar anak. Implikasi dari penelitian ini adalah pendekatan berbasis permainan dapat menjadi solusi inovatif dalam mengatasi kesulitan belajar anak-anak, meningkatkan minat mereka terhadap matematika, serta memperkuat keterampilan sosial dan emosional yang esensial dalam perkembangan anak
Psychological and Social Dynamics of Cyberbullying Victims: An Analysis of the Impact on Middle School Students
The advancement of communication technology has facilitated social interactions but has also opened the door to bullying behaviors that are harder to detect. Cyberbullying differs from conventional bullying as perpetrators can launch attacks through various social media platforms, forums, and messaging applications. This research aimed to analyze and understand the psychological and social dynamics experienced by victims of cyberbullying among middle school students, and to identify the impacts of these experiences on their emotional well-being, social interactions, and psychological development. A qualitative approach was used, allowing the researcher to grasp the dynamics experienced by the subjects. Victims of cyberbullying were found to experience similar negative effects, starting from disturbances at school that extended to social media. These negative impacts included feelings of deep hurt, loss of self-confidence, social rejection, and a desire for revenge. However, a positive impact was also identified, in the form of increased motivation to surpass the bully. The implications of this study highlight the need for more comprehensive school policies and proactive measures to effectively address cyberbullying.Perkembangan teknologi komunikasi semakin memudahkan interaksi sosial, namun di sisi lain juga membuka peluang bagi perilaku bullying yang lebih sulit terdeteksi. Cyberbullying berbeda dari bentuk bullying konvensional karena pelaku dapat melancarkan serangan melalui berbagai platform media sosial, forum, dan aplikasi pesan singkat. untuk menganalisis dan memahami dinamika psikologis dan sosial yang dialami oleh korban cyberbullying di kalangan peserta didik Sekolah Menengah Pertama, serta mengidentifikasi dampak yang timbul dari pengalaman tersebut terhadap kesejahteraan emosional, interaksi sosial, dan perkembangan psikologis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yang memungkinkan peneliti memahami gambaran dinamika subjek. korban cyberbullying mengalami dampak yang serupa dengan gangguan yang dimulai di lingkungan sekolah dan kemudian meluas ke media sosial. Dampak negatif yang dirasakan termasuk perasaan sakit hati, hilangnya kepercayaan diri, penolakan sosial, dan keinginan untuk membalas dendam. Namun, dampak positif berupa peningkatan motivasi untuk menjadi lebih baik dari pelaku juga ditemukan. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan perlunya kebijakan dan tindakan yang lebih komprehensif dari pihak sekolah dalam menangani cyberbullying secara proaktif
Analisis korelasi antara persepsi masyarakat dan indikator sosial kesehatan hutan rakyat (Studi kasus masyarakat Suoh, Lampung Barat)
Hutan rakyat di Kecamatan Suoh merupakan hutan rakyat yang didominasi oleh jenis tanaman perkebunan seperti kopi, coklat dan tanaman kehutanan. Hutan rakyat mampu memberikan manfaat baik secara ekologi, ekonomi, dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis korelasi antara persepsi masyarakat dan indikator sosial kesehatan hutan rakyat, studi kasus masyarakat Suoh, Kabupaten Lampung Barat. Metode yang digunakan yaitu dengan melakukan wawancara menggunakan panduan kuesioner kepada informan kunci dipilih sebanyak 30 orang dengan teknik purposive sampling yaitu pakar ahli dibidangnya tanpa harus memiliki gelar akademik. Kemudian melakukan analisis korelasi antara persepsi masyarakat dengan indikator sosial kesehatan hutan rakyat menggunakan analisis Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa korelasi antara persepsi masyarakat dengan indikator sosial kesehatan rakyat memiliki hasil yang tidak signifikan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat dua indikator yaitu pekerjaan dan partisipasi memiliki hasil koefisien korelasi yang searah (+). Dua indikator lainnya yaitu pendidikan dan kelembagaan koefisien korelasinya tidak searah (-). Hal ini dikarenakan indikator sosial kesehatan hutan tidak berhubungan dengan persepsi masyarakat dalam pengelolaan hutan rakyat
Preferensi Pakan dan Potensi Pohon Pakan Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) di Jalur Pendakian Kawinda To'i Taman Nasional Tambora
Jalur pendakian Kawinda To’i Taman Nasional Tambora menyimpan potensi sebagai habitat monyet ekor panjang. Menurut IUCN (2022) spesies monyet ekor panjang (Macaca Fascicularis) dinilai masuk kedalam daftar merah yang terancam punah. Tujuan penelitian yaitu, pertama untuk mengetahui preferensi pakan monyet ekor panjang di Jalur Pendakian Kawinda To’i Taman Nasional Tambora, kedua menganalisis struktur vegetasi pohon pakan monyet ekor panjang di Jalur Pendakian Kawinda To’i Taman Nasional Tambora. Metode yang digunakan untuk mengetahui preferensi pakan yaitu metode line transect, untuk mengetahui potensi pohon pakannya digunakan metode garis berpetak dengan jumlah petak menggunakan kaidah minimum spesies area. Analisis data yang digunakan yaitu deskriptif dan kuantitatif, data vegetasi dianalisis untuk mengetahui kerapatan, frekuensi, dominansi dan INP. Terdapat 2 jalur pengamatan dengan 9 jenis pohon pakan dengan jenis preferensi pakan yaitu jenis karau, dengan nilai kerapatan relatif vegetasi dari 0 hingga 65,79%, frekuensi relatif mulai dari 0 hingga 65,79%, dominansi relatif 0 hingga 70,93% dan INP mulai dari 0 hingga 202,51%
Analisis tingkat kesesuaian lahan dan finansial pembangunan tanaman energi kaliandra (Calliandra callothyrsus) di lokasi bekas tambang batubara PT Padangsubur Biomasa Kaltim
Metode analisis kesesuaian lahan, kelas kesesuaian lahan ditentukan oleh faktor fisik (karakteristik/kualitas lahan) pembatas terberat dalam menilai kelas kesesuaian lahan. Padangsubur Biomasa Kaltim, dari sisi iklim pada penanaman kaliandra merah (Calliandra calothyrsus) terdapat pada kelembapan udara dengan nilai 74,00%. Hal ini menyebabkan kesesuian lahan berada pada status kesesuian lahan S2 (Cukup Sesuai). Dari sisi media perakaran untuk penanaman kaliandra merah (Calliandra calothyrsus) dijumpai pada parameter kedalaman efektif. Adapun nilai kedalaman efektif 0), hasil perhitungan B/C diperoleh nilai sebesar 2,22 (B/C >1). Sedangkan hasil perhitungan IRR-nya diperoleh hasil sebesar 37% (IRR>i). Berdasarkan kriteria penilaian NPV yaitu suatu usaha dinyatakan layak apabila nilai NPV positif, B/C di atas 1 dan nilai IRR lebih besar dari Opportunity Cost of Capital
Klasifikasi Tumor Otak dengan Resnet berdasarkan MRI
Tumor otak dapat dikategorikan sebagai kanker (ganas) atau non-kanker (jinak), dan pertumbuhannya dapat menimbulkan risiko kesehatan yang signifikan. Deteksi dini tumor otak sangat penting untuk penanganan yang efektif. Meskipun pencitraan resonansi magnetik (MRI) adalah metode yang efektif untuk mengidentifikasi tumor otak, terdapat tantangan dalam analisis hasil yang memerlukan tenaga medis terlatih. Oleh karena itu, penelitian ini mengembangkan metode otomatis menggunakan deep learning, khususnya arsitektur ResNet-50, untuk klasifikasi citra MRI. Dataset yang digunakan terdiri dari 7.023 gambar dengan empat kelas tumor: glioma, meningioma, normal, dan pituitary. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa model ResNet-50 mencapai akurasi 71,55% dan F1-Measure 0,6919, lebih baik dibandingkan dengan model base CNN yang memiliki akurasi 71,34% dan F1-Measure 0,6714. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan akurasi dan efisiensi deteksi otomatis tumor otak, serta memberikan kontribusi dalam manajemen klinis
An Overview of K-Pop Lovers' Self-Control in Purchasing K-Pop Merchandise
The increasing spread of the Kpop industry today has made many phenomena from various groups of fans, some of the problems that often arise are impulsive purchases of Kpop merch related to idols, the purpose of this study is to find out the picture of self-control in the purchase of kpop merch owned by 2 K-Pop fans with early adulthood who live in Sidoarjo, The method used in this study is a qualitative method with a phenomenological approach, using unstructured interviews that are open and very flexible. The analysis technique uses thematic analysis techniques in the form of coding, the method used to test the validity of the data in this study uses data triangulation and observational observations. The results of this study show an overview of aggressive behavior, fanaticism, hedonism, exceeding the budget limit set by oneself, long time memory as an influence on purchases, flexing, and social support. However, behind this behavior, there is still a process of self-control carried out by the subject such as limiting purchases, waiting for the next month to buy, buying pre-order to save, realizing oneself because it is just a desire, not tampering with damaged goods, hiding the device used to buy merchandise.Semakin menyebarnya industri Kpop dewasa ini menjadikan banyaknya fenomena dari berbagai kalangan penggemar, beberapa masalah yang sering muncul yaitu pembelian impulsif pada merch Kpop yang berhubungan dengan idola, tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran kontrol diri pada pembelian merch kpop yang dimiliki oleh 2 orang penggemar K-Pop dengan usia dewasa awal yang bertempat tinggal di Sidoarjo, metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, dengan menggunakan wawancara tidak terstruktur yang bersifat terbuka dan sangat fleksibel. Teknik analisa menggunakan teknik analisis tematik yang berbentuk coding, Metode yang digunakan untuk menguji keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi data dan juga perpanjagan pengamatan. Hasil penelitian ini menunjukan gambaran bahwa adanya perilaku agresif, fanatisme, hedonisme, melebihi batas anggaran yang ditetapkan olleh dirinya sendiri, long time memory sebagai pengaruh pembelian, flexing, dan dukungan sosial. Namun dibalik adanya perilaku tersebut masih adanya proses kontrol diri yang dilakukan oleh subjek seperti membatasi pembelian, menunggu bulan depan untuk membeli, membeli secara pre-order untuk menghemat, menyadarkan diri karena itu hanya keinginan, tidak mengotak-atik yang rusak, menyembunyikan perangkat yang digunakan untuk membeli merchandise