eJournals System Universitas Mulawarman
Not a member yet
    4795 research outputs found

    Eksplorasi Teknik dan Metode Penerjemahan Dialog Quest Story Karakter Nahida dalam Gim Genshin Impact

    Get PDF
    Di era globalisasi banyak sekali ditemukan produk-produk hasil penerjemahan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, termasuk salah satunya pada gim Genshin Impact dimana setiap karakter memiliki kisahnya masing-masing yang dikemas dalam bentuk Quest Story. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis teknik dan metode penerjemahan yang digunakan dalam dialog salah satu karakter yang bernama Nahida dalam Quest Story Sapientia Oromasdis Bagian II. Penelitian dilakukan menggunakan metode deskriptif kualitatif berdasarkan analisis tekstual pada dialog bahasa Inggris dan dialog bahasa Indonesia. Data dialog kemudian diolah dan dilakukan analisis terhadap teknik serta metode penerjemahan yang digunakan. Hasil analisis yang dilakukan pada total 254 dialog baik dalam versi bahasa Inggris dan bahasa Indonesia menunjukkan bahwa teknik kalke paling sering digunakan dalam menerjemahkan dialog karakter Nahida dengan jumlah kemunculan hampir setengah dari total data yang dianalisis, sedangkan metode penerjemahan semantis menjadi metode penerjemahan yang paling sering digunakan dengan persentase lebih dari setengah dari total data yang dianalisis. Meskipun penerjemahan yang dilakukan cenderung berorientasi pada bahasa sumber yaitu bahasa Inggris namun tetap mengutamakan aspek keterbacaan, budaya, dan keberterimaan hasil terjemahan dalam bahasa sasaran

    Pembuatan Edible Film dari Pati Eceng Gondok dan Kitosan Jamur Tiram (Pleuorotus Ostreatus)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan edible film berbasis pati eceng gondok dan kitosan yang diekstrak dari jamur tiram (Pleurotus ostreatus) dengan fokus pada karakterisasi sifat fisikokimia film yang dihasilkan. Kitosan diekstrak dari jamur tiram melalui proses deproteinasi, ekstraksi, dan pemutihan, kemudian dikarakterisasi menggunakan spektroskopi FTIR. Hasil analisis FTIR menunjukkan keberadaan gugus fungsi karakteristik kitosan pada pita serapan 3400-3200 cm⁻¹ (-OH dan -NH₂) dan 2920-2870 cm⁻¹ (C-H), mengkonfirmasi keberhasilan ekstraksi. Edible film dibuat dengan memvariasikan konsentrasi gliserol (1%, 2%, dan 3%) sebagai plasticizer. Hasil karakterisasi menunjukkan ketebalan film berkisar 0,15-0,19 mm, dengan peningkatan ketebalan seiring pertambahan konsentrasi gliserol. Kadar air film meningkat dari 9,0% pada konsentrasi gliserol 1% menjadi 24,0% pada konsentrasi 3%, sementara ketahanan air menurun dari 70% menjadi 58%. Formulasi optimal diperoleh pada konsentrasi gliserol 2% dengan karakteristik ketebalan 0,16 mm, kadar air 12%, dan ketahanan air 69%, memenuhi standar industri untuk aplikasi kemasan makanan. Penelitian ini mendemonstrasikan potensi pemanfaatan pati eceng gondok dan kitosan jamur tiram dalam pengembangan material kemasan biodegradable, memberikan alternatif berkelanjutan untuk kemasan konvensional sekaligus memanfaatkan sumber daya lokal yang melimpah. Kata kunci: edible film, pati eceng gondok, kitosan jamur tiram, gliserol, kemasan biodegradabl

    ANALISIS DAYA DUKUNG LINGKUNGAN DI KABUPATEN KUTAI BARAT BERDASARKAN PERBANDINGAN KETERSEDIAAN SERTA KEBUTUHAN AIR

    Get PDF
    Beberapa potensi sumber daya alam yang ada di Kabupaten Kutai Barat yang tampak nyata di antaranya adalah batu bara, hasil kayu, dan perkebunan kelapa sawit yang perlu adanya daya dukung lingkungan untuk pembagian ruang dalam menentukan ketersediaan serta kebutuhan air yang ada di daerah Kutai Barat. Daya dukung lingkungan di suatu wilayah dapat dinilai dari beberapa pendekatan ataupun aspek, salah satu dari pendekatannya adalah ketersediaan air di suatu wilayah. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kebutuhan dan ketersediaan air di wilayah Kabupaten Kutai Barat, dan mengetahui status daya dukung lingkungan berdasarkan ketersediaan dan kebutuhan air di wilayah Kabupaten Kutai Barat. Kebutuhan air di Kabupaten Kutai Barat meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk, hingga tahun 2032 dengan jumlah penduduk 188.474 jiwa kebutuhan air di Kabupaten Kutai Barat sebesar 301.558.431,02 m3/tahun. Hasil penelitian dan perhitungan mengenai ketersediaan air pada tahun 2022 sebesar 6.548.271.434,03 m3/tahun. Status daya dukung air yang diperoleh dari perbandingan antara ketersediaan air dan kebutuhan air yang ada di wilayah Kabupaten Kutai Barat dan dengan proyeksi dari tahun 2022 sampai dengan tahun 2032 maka ketersediaan air di Kabupaten Kutai Barat dalam Kondisi Surplus atau masih mencukupi kebutuhan air yang ada hingga tahun 2032

    EVALUASI BANGUNAN PELINDUNG PANTAI MANGGAR SARI

    Get PDF
    Bangunan pelindung pantai, termasuk pemecah gelombang lepas pantai, geotube, dan tembok laut, dibangun di Pantai Manggar Baru untuk mengatasi erosi. Namun, setelah pembangunan, beberapa masalah tetap terjadi. Penelitian ini bertujuan menganalisis penyebab permasalahan, mengevaluasi efektivitas pelindungan yang ada, dan memberikan rekomendasi bangunan alternatif. Data sekunder dari Dinas Pekerjaan Umum Kalimantan Timur digunakan untuk mengevaluasi pergerakan sedimen dan efektivitas sistem pelindungan. Hasil analisis menunjukkan adanya transportasi sedimen sebesar 18.227,02 m³/tahun ke arah utara yang menyebabkan erosi. Bangunan Pantai yang dibangun tidak sepenuhnya efektif, terutama di dekat sungai, karena celah antara tembok laut, geotube, dan aliran sungai yang mengarah ke pantai. Akibatnya, erosi terus terjadi. Sebagai solusi, direkomendasikan mengganti geotube dengan tembok laut berbahan batu pecah dengan elevasi +5,5 m LLWL, panjang 30 m, dan lebar puncak 3 m untuk meningkatkan efektivitas pelindungan pantai

    ANALISIS MIKROFASIES BATUGAMPING DAERAH BATU CERMIN FORMASI BEBULUH, KOTA SAMARINDA, PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

    Get PDF
    Daerah penelitian berada di daerah Batu cermin, kelurahan Sempaja Utara, kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur. Daerah Batu Cermin merupakan salah satu penyumbang batugamping bahan bangunan untuk daerah Samarinda dan sekitarnya. Saat ini keberadaan batugamping dalam bentuk singkapan berangsur habis karena masifnya penambangan batugamping sehingga perlunya penelitian yang berfokus pada batugamping pada daerah tersebut sehingga informasi mengenai segala aspek yang mencakup batugamping dapat didokumentasikan melalui hasil penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama penelitian yaitu menentukan fasies dengan klasifikasi (Dunham, 1962) dan klasifikasi (Embry & Clovan, 1971) serta menentukan lingkungan pengendapan batugamping yang mengacu pada mengacu pada Standard Microfacies (SMF) menurut Flügel (1982) lalu dihubungkan dengan Zona Fasies menurut (Wilson, 1975). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deksriptif dan analisis. Metode deskriptif dilakukan untuk membuat prediksi dan mendapatkan manfaat dari suatu permasalahan yang akan dipecahkan, sedangkan untuk metode analisis yang digunakan adalah analisis petrografi, analisis mikrofasies, analisis dan analisis stratigrafi. Hasil pengamatan lapangan dan laboratorium melalui pendeskripsian diketahui pada daerah Batu Cermin tersusun atas satuan fasies batulanau, satuan fasies floatstone, satuan fasies wackestone, satuan fasies grainstone  dan satuan fasies batupasir. mengacu pada Standard Microfacies (SMF) menurut Flügel (1982) berada pada SMF 8 dan SMF 11 Jika dihubungkan dengan Facies Zone (FZ)  menurut (Wilson, 1975) Batugamping di daerah penelitian terendapkan pada lingkungan FZ 7 (Open Marine) dan FZ 6 (Platform Margin Sand Shoals)

    Perancangan Rumah Kompos dan Maggot pada Desain TPS 3R (Studi Kasus: Kantin PT X)

    Get PDF
    ABSTRAK            Kantin PT X memiliki total sampah organik sebesar 12.589,9 Kg selama tahun 2023 dan dibuang langsung tanpa ada pengelolaan lebih lanjut. Untuk mengurangi beban sampah tersebut, maka direncanakan rumah kompos dan maggot. Direncanakan rumah kompos dan maggot ini akan mengelola sampah selama 10 tahun kedepan dengan jumlah sampah 78,85 kg/hari dan volume sebesar 0,375 m3/hari dengan menggunakan 3 skenario desain dalam pengelolaannya. Skenario 1 menggunakan timbulan sampah sebanyak 75% untuk rumah kompos: 25% untuk rumah maggot, skenario 2 menggunakan timbulan sampah sebanyak 50% untuk rumah kompos: 50% untuk rumah maggot, dan skenario 3 menggunakan timbulan sampah sebanyak 25% untuk rumah kompos: 75% untuk rumah maggot. Luas lahan yang didapat untuk skenario 1 sebesar 276 m2, skenario 2 sebesar 299 m2, dan skenario 3 sebesar 267 m2. Berdasarkan luas lahan paling kecil, maka desain yang terpilih ialah skenario 3 sebesar 267 m2. Kata Kunci: Sampah, Pengomposan, Maggot, Perancangan ABSTRACK The canteen of PT X generated a total of 12,589.9 kg of organic waste in 2023, which was directly disposed of without any further processing. To reduce this waste burden, it is planned to build a composting facility and a maggot farm. This facility is projected to manage the waste for the next 10 years, with a daily waste generation of 78.85 kg and a volume of 0.375 m³, using three design scenarios. Scenario 1 allocates 75% of the waste to composting and 25% to maggot farming; scenario 2 allocates 50% to each; and scenario 3 allocates 25% to composting and 75% to maggot farming. The available land area for scenario 1 is 276 m², for scenario 2 is 299 m², and for scenario 3 is 267 m². Based on the smallest land area, the selected design is scenario 3, which is 267 m2. Keywords: Waste, Composting, Maggot, Desig

    PEMURNIAN MINYAK JELANTAH MENGGUNAKAN ADSORBEN AMPAS KOPI

    Get PDF
    Minyak jelantah merupakan limbah yang berpotensi mencemari lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk memurnikan minyak jelantah menggunakan adsorben ampas kopi yang telah dimodifikasi. Modifikasi ampas kopi dilakukan dengan perendaman dalam larutan H3PO4 selama 24 jam dan pengadukan selama 1 jam. Setelah modifikasi, ampas kopi digunakan untuk mengaduk minyak jelantah dengan variasi waktu pengadukan minyak dan adsorben selama 5, 10, 15, 20, dan 25 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemurnian minyak jelantah dengan adsorben ampas kopi yang dimodifikasi berhasil menurunkan tingkat keasaman dan angka peroksida minyak jelantah, serta meningkatkan kualitas warna dan bau minyak. Analisis data mengindikasikan bahwa variasi waktu pengadukan memiliki pengaruh signifikan terhadap hasil pemurnian, dengan waktu pengadukan optimal sekitar 20 menit yang menghasilkan kualitas minyak terbaik. Metode ini juga berhasil mengurangi kontaminan seperti logam berat dan senyawa organik yang tidak diinginkan dalam minyak jelantah. Dengan demikian, ampas kopi yang dimodifikasi terbukti efektif sebagai adsorben dalam pemurnian minyak jelantah, memberikan dampak positif terhadap pengelolaan limbah yang berkelanjutan dan potensi penggunaan kembali minyak jelantah yang telah dimurnikan dalam berbagai aplikasi lainnya.Kata Kunci: Adsorben, Minyak Jelantah, Karbonisasi, Ampas Kopi, Asam Lemak Bebas

    Produksi Biolistrik Dengan Sistem Dual Chamber Microbial Fuel Cell Berbasis Substrat Kulit Nanas dan Pisang

    Get PDF
    Microbial fuel cell (MFC) merupakan suatu sistem bioreaktor yang mengubah energi kimia dari senyawa organik menjadi energi listrik melalui reaksi katalis mikroorganisme dalam kondisi anaerob. Dual Chamber MFC merupakan jenis MFC dengan menggunakan dua chamber yang terdiri dari katoda dan anoda. Chamber katoda menggunakan larutan elektrolit aseptor elektron sedangkan chamber anoda digunakan sebagai pembiakan mikroba untuk menghasilkan elektron. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah kulit nanas dan pisang sebagai substrat pada sistem microbial fuel cell untuk menghasilkan biolistrik. Produksi biolistrik telah berhasil dilakukan pada melalui metode sistem Dual Chamber MFC menggunakan substrat limbah kulit nanas dan pisang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah kulit pisang mampu menghasilkan nilai kuat arus dan tegangan tertinggi masing – masing dengan nilai 1,317 V dan 0,875 mA. Selanjutnya, pada substrat limbah kulit nanas menghasilkan nilai kuat arus dan tegangan tertinggi masing – masing sebesar 1,225 V dan 0,903 mA. Semua data yang diperoleh menunjukkan adanya potensi biolistrik dari pemanfaatan limbah kulit nanas dan pisang menggunakan sistem Dual Chamber Microbial fuel cell

    Evaluasi kesesuaian penggunaan lahan terhadap kualitas lingkungan di Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara (Studi kasus kawasan rawan bencana longsor di Kota Tarakan)

    Get PDF
    Dinamika pembangunan di Kota Tarakan berkembang cukup pesat karena tingginya pertumbuhan penduduk yang berdampak pada meningkatnya kebutuhan lahan sebagai tempat beraktivitas sedangkan ketersediaan lahan sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian penggunaan lahan terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah yang berpengaruh pada perubahan kualitas lingkungan di Kota Tarakan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan menggambarkan data yang terkumpul secara sistematis mengenai kondisi atau fenomena tertentu berupa fakta-fakta, keadaan, sifat-sifat individu atau kelompok serta hubungan antara fenomena yang diteliti. Instrumen yang digunakan adalah dengan menggunakan teknik pengumpulan data spasial berupa peta dasar fisik, peta tematik dan peta rencana dengan bantuan analisis Sistem Informasi Geografis (SIG) yang bertujuan untuk dapat menggambarkan kondisi faktual di lapangan dan mengidentifikasi kesesuaian penggunaan lahan dengan kemampuan lahan dan juga Rencana Tata Ruang serta pengaruhnya terhadap perubahan kualitas lingkungan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kesesuaian penggunaan lahan diklasifikasikan sesuai, sesuai bersyarat dan tidak sesuai yang dalam pemanfaatannya terindikasi berpengaruh terhadap perubahan kualitas lingkungan, baik dampak positif maupun dampak negatif.

    ANALISIS METODE ELEKTROKOAGULASI PADA AIR ASAM TAMBANG DENGAN VARIASI TEGANGAN DAN JARAK ELEKTRODA

    Get PDF
    Air Asam Tambang (AAT) adalah air limbah pencemar lingkungan yang terbentuk karena adanya mineral FeS (pyrite) yang teroksidasi dab bersifat asam dengan nilai pH< 5). Air yang bersifat asam tersebut bila tidak dinetralkan akan menyebabkan terjadinya aliran air asam tambang ke lingkungan sekitarnya dan dapat menimbulkan pencemaran lingkungan dan berdampak langsung pada kualitas tanah dan air tanah karena pH air dan tanah di area tersebut menurun sangat tajam. Selain itu pada saat penambangan air tanah atau air hujan yang terkumpul di dalam kolam tambang selain bersifat asam juga seringkali mengandung zat padat tersuspensi (TSS), logam besi (Fe), dan logam mangan (Mn) dengan konsentrasi yang tinggi. Metode elektrokoagulasi adalah cara yang digunakan untuk menguraikan elektrolit oleh suatu arus listrik dalam sel elektrolisis melalui energi listrik diubah menjadi energi kimia yang berfungsi menurunkan tingkat keasaman pada air. Komponen yang terpenting dalam elektroagulasi adalah elektroda dan elektrolit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari tegangan dan jarak elektroda serta kondisi optimal berdasarkan tegangan elektroda (12 V; 20 V; 24 V) dan jarak elektroda (0,5 cm; 1 cm; 2 cm). Penentuan dilakukan dengan lama waktu pengoperasian 120 menit dengan pasangan plat Al-Al. Hasil yang didapatkan melalui penelitian ini ialah pada tegangan 24 volt dan jarak 0,5 cm. Hal ini karena semakin besar tegangan maka semakin cepat pula reaksi ion yang membentuk koagulan (Al(OH)3) dan semakin dekat jarak elektroda maka arus yang dihasilkan juga semakin besar, yang menyebabkan degadasi dari air limbah semakin efektif

    4,239

    full texts

    4,795

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    eJournals System Universitas Mulawarman
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇