eJournals System Universitas Mulawarman
Not a member yet
    4795 research outputs found

    Perbedaan Performa Produksi Ternak Kelinci Lokal Jantan Yang Diberi Feed Additive Tepung Daun Pepaya (Carica Papaya L.)

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan performa produksi (konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, konversi pakan, dan bobot hati) ternak kelinci lokal yang diberikan feed additive tepung daun pepaya dalam ransum. Perlakuan yang digunakan adalah pemberian ransum pakan dengan kadar tepung daun pepaya (TDP) yang berbeda tiap perlakuan. P0: tanpa penambahan TDP ; P1: kadar 2% ; P2: kadar 4% ; P3: kadar 8%. Analisis yang digunakan adalah Analysis of Variance (ANOVA). Jika terdapat pengaruh signifikan, dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan tepung daun papaya tidak berbeda nyata (

    Pengaruh Penambahan Karagenan (Euchema Cottoni) pada Taraf yang Berbeda Terhadap Kualitas Fisik Dan Kualitas Kimia Nugget Ayam

    Get PDF
    Karagenan merupakan bahan tambahan yang mengandung serat pangan sebagai pengikat, pencegah pelepasan air dan penstabil pada daging olahan restrukturisasi. Karagenan tidak hanya digunakan dalam industri pangan tetapi juga dalam industri minuman, industri kosmetik dan industri farmasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan karagenan pada produk olahan daging ayam berupa nugget ayam pada taraf berbeda terhadap mutu fisik dan mutu kimia nugget ayam. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2020 di Laboratorium Produksi dan Teknologi Ternak, Laboratorium Nutrisi Ternak dan Laboratorium Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Samarinda. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan dari 4 kali ulangan. Perlakuan yang dilakukan yaitu P0 = nugget ayam tanpa penambahan karagenan, P1 = nugget ayam dengan penambahan karagenan 2%, P2 = nugget ayam dengan penambahan karagenan 4%, P3 = nugget ayam dengan penambahan karagenan 6%, P4 = nugget ayam dengan penambahan karagenan 8%, P5 = nugget ayam dengan penambahan karagenan 10%. Data dianalisis dengan menggunakan ANOVA (Analysis of Variance) apabila terdapat perbedaan nyata maka dilanjutkan dengan uji BNT (Beda Nyata Terkecil) dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nugget ayam yang ditambahkan karagenan dengan taraf yang berbeda menunjukkan hasil yang berbeda nyata pada uji pH, uji kadar air, uji warna L* sebelum digoreng, L* setelah digoreng, a* setelah digoreng dan b* sebelum digoreng sedangkan pada uji ikatan air dan uji warna a* sebelum digoreng dan b* setelah digoreng menunjukkan hasil tidak berbeda nyata

    Empowering High School Students: The Impact of Group Self-Compassion Interventions on Anxiety Tendencies

    Get PDF
    Anxiety disorders are the most prevalent mental health issues among adolescents worldwide. These issues can make it hard for individuals to control their fear of future events, and they can lead to a decline in physical, cognitive, social relationships, and occupational functions. This study aims to assess the effectiveness of group intervention based on self-compassion principles in reducing anxiety levels among high school adolescents. Self-compassion involves having a kind and understanding attitude towards oneself when facing suffering. The intervention was conducted in a group setting because adolescents often find it easier to relate and learn from their peers. This study suggests that group intervention based on self-compassion principles can increase self-compassion levels and decrease anxiety levels in high school adolescents. However, the significance of the quantitative changes remains inconsistent. Factors such as participants’ intrinsic motivation, commitment to attendance, school support, group cohesiveness, and the facilitator’s role in improving therapeutic group dynamics need to be evaluated to enhance the effectiveness of this group intervention. Gangguan kecemasan merupakan masalah kesehatan mental yang paling umum di kalangan remaja di seluruh dunia. Gangguan ini dapat berdampak negatif bagi individu dalam mengendalikan rasa takut terhadap kejadian di masa depan, serta menyebabkan penurunan fungsi fisik, kognitif, hubungan sosial, dan pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas intervensi kelompok berbasis prinsip-prinsip self-compassion dalam mengurangi tingkat kecemasan di kalangan remaja SMA. Self-compassion atau dalam bahasa Indonesia disebut welas diri adalah sikap yang penuh kebaikan dan pengertian terhadap diri sendiri ketika menghadapi penderitaan. Intervensi pada penelitian ini dilakukan dalam kelompok karena remaja seringkali lebih mudah mengidentifikasi diri dan belajar dari teman sebaya. Penelitian ini menunjukkan bahwa intervensi kelompok berbasis prinsip-prinsip self-compassion dapat meningkatkan tingkat self-compassion dan menurunkan tingkat kecemasan pada remaja SMA. Namun, signifikansi perubahan secara kuantitatif masih inkonsisten. Faktor-faktor seperti motivasi intrinsik peserta, komitmen terhadap kehadiran, dukungan dari guru-guru sekolah, kohesivitas kelompok, serta peran fasilitator dalam meningkatkan dinamika kelompok yang terapeutik perlu dievaluasi untuk meningkatkan efektivitas intervensi kelompok ini

    Local Culture-Based Learning in Improving Indonesian Literacy and Literature in Elementary Schools

    Get PDF
    This research aims to investigate the implementation of local culture-based learning in elementary schools, with a focus on the use of mother tongue and regional cultural content in Buleleng Regency. Qualitative research methods were used to collect data through interviews, observations and document analysis of teachers from various levels of teaching experience. The research results show that most teachers recognize the importance of developing teaching materials related to local culture, although challenges are still found in the use of regional languages and the development of relevant learning media. The implications of this research show that the integration of local culture in the curriculum can increase student motivation and learning outcomes and strengthen cultural identity in the context of formal education. It is hoped that the results of this research can provide guidance for the development of education policies that are more inclusive and oriented towards local wisdom at the basic education level. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi implementasi pembelajaran berbasis budaya lokal di sekolah dasar, dengan fokus pada penggunaan bahasa Ibu dan muatan budaya daerah di Kabupaten Buleleng. Metode penelitian kualitatif digunakan untuk mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen terhadap guru-guru dari berbagai tingkatan pengalaman mengajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar guru mengakui pentingnya pengembangan bahan ajar yang berhubungan dengan budaya lokal, meskipun masih ditemukan tantangan dalam penggunaan bahasa daerah dan pengembangan media pembelajaran yang relevan. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi budaya lokal dalam kurikulum dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa serta memperkuat identitas budaya dalam konteks pendidikan formal. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan panduan bagi pengembangan kebijakan pendidikan yang lebih inklusif dan berorientasi pada kearifan lokal di tingkat pendidikan dasar

    The Relationship of Age and Body Mass Index with Histopathological Features of Breast Carcinoma at RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda

    Get PDF
    Background : Breast carcinoma is a disease characterized by the uncontrolled growth of breast epitel cells. Breast carcinoma is the most common cancer in the world and Indonesia. Breast cancer is caused by many factors, including age and obesity.  Aim : This study aims to explain the relationship between age and body mass index with histopathological features of breast carcinoma at Abdul Wahab Sjahranie Hospital Samarinda. Methods : An analytical observational study with a cross-sectional approach was applied in this study. The research sample was taken from the anatomical pathology laboratory and medical record installation at Abdul Wahab Sjahranie Hospital Samarinda with a purposive sampling method. One hundred fifty-one samples were obtained from all breast cancer patients diagnosed histopathologically at RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda from the period 2020-2021 for this study. The data in this study were tested using the Chi-Square test. Result : The results showed that  the analysis between age with histopathological type and grading of breast carcinoma, respectively, obtained p-value = 0.129 and p-value = 0.174, while BMI with histopathological type and grading of breast carcinoma obtained p-value = 0.467 and p-value = 0.199. Conclusion : There was no relationship between age and body mass index with histopathological features of breast carcinoma

    RESPONSIVITAS PEMERINTAH DAERAH DALAM MENANGGULANGI RUMAH TIDAK LAYAK HUNI MELALUI PROGRAM BEDAH RUMAH DI KECAMATAN POLLUNG KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN

    Get PDF
    Permasalahan perumahan sampai saat ini terus menerus menjadi isu utama yang dihadapi oleh pemerintah Indonesia. Salah satu program yang dijalankan oleh pemerintah dalam upaya menanggulangi rumah tidak layak huni adalah program bedah rumah. Bedah rumah adalah program kesejahteraan sosial bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah atau fakir miskin untuk mewujudkan rumah yang layak huni. Penelitian ini bertujuan untuk melihat dan mendeskripsikan bagaimana responsivitas pemerintah daerah dalam menanggulangi rumah tidak layak huni melalui program bedah rumah di Kecamatan Pollung Kabupaten Humbang Hasundutan.Penelitian ini menggunakan teori pelayanan publik dan responsivitas untuk mengkaji pelaksanaan program bedah rumah dalam menanggulangi rumah tidak layak huni di Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbang Hasundutan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Data dan informasi yang didapat, dianalisis secara kualitatif dengan menggunakan pendekatan teori responsivitas menurut Zeithaml yang meliputi 6 indikator yaitu, kemampuan merespon, kecepatan melayani, ketepatan melayani, kecermatan melayani, ketepatan waktu dan kemampuan menanggapi.Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Responsivitas Pemerintah daerah dalam menanggulangi rumah tidak layak huni melalui program bedah rumah di kecamatan Pollung kabupaten Humbang Hasundutan sesuai dengan teori responsivitas menurut Zeithaml sudah baik namun belum maksimal. Karena dilihat dari ketepatan melayani belum sepenuhnya baik dan jauh dari kata sempurna dalam pelaksanaan program bedah rumah dengan adanya seleksi tidak transparan dan adil.Kata kunci: Responsivitas, Tidak Layak Huni, Bedah Rumah.

    Analisis vegetasi dan potensi cadangan karbon pada Hutan Kemasyarakatan (Hkm) Oi Rida Lestari Kabupaten Bima

    Get PDF
    Perkembangan teknologi dan industri di era modern telah menyebabkan peningkatan emisi karbon, yang menjadi pemicu pemanasan global. Hutan memainkan peran penting sebagai penyerap dan penyimpan karbon. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi Indeks Nilai Penting (INP) serta potensi cadangan karbon pada Hutan Kemasyarakatan (HKm) Oi Rida Lestari di Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima. Pengambilan data dilakukan pada bulan November hingga Desember 2022, dengan intensitas sampling sebesar 1% yang tersebar di 38 plot contoh berukuran 20x20 meter. Plot contoh ditentukan menggunakan metode Systematic Sampling with Random Start. Data yang dikumpulkan mencakup jenis, diameter, dan tinggi pada tingkat pohon (plot 20x20 meter), tiang (subplot 10x10 meter), pancang (subplot 5x5 meter), dan semai (subplot 2x2 meter). Analisis vegetasi dilakukan untuk menghitung Indeks Nilai Penting (INP), sedangkan potensi biomassa dihitung menggunakan persamaan alometrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa INP tertinggi pada tingkat pohon dan tiang ditemukan pada jenis pulai (Alstonia scholaris) dengan nilai masing-masing 57,56% dan 48,46%. Untuk tingkat pancang, semai, dan tumbuhan bawah, nilai INP tertinggi berturut-turut ditemukan pada jenis sengon (Albizia chinensis) dengan 45,54%, legaran (Alstonia spectabilis) dengan 39,13%, dan kirinyuh (Chromolaena odorata) dengan 115,75%. Potensi cadangan karbon di HKm Oi Rida Lestari tercatat sebesar 158,76 ton/ha, dengan rincian kontribusi dari tingkat pohon rata-rata 145,54 ton/ha, tingkat tiang 9,29 ton/ha, tingkat pancang 3,39 ton/ha, tumbuhan bawah 0,20 ton/ha, dan tingkat seresah 0,34 ton/ha

    Agile Leadership and Innovative Work Behavior: The Mediating Role of Organizational Climate

    Get PDF
    In today's dynamic business environment, innovation is crucial for companies to meet constantly changing industry demands. This study examines the relationships between agile leadership, organizational climate, and innovative work behavior, with a particular focus on the mediating role of organizational climate. Conducted on 115 employees at a consulting firm in Indonesia, the research aims to validate hypotheses suggesting positive correlations among these variables and the mediating effect of organizational climate on the relationship between agile leadership and innovative work behavior. A correlational quantitative design, utilizing regression and structural equation modeling (SEM), was employed for data analysis. The findings indicate that agile leadership positively correlates with both organizational climate and innovative work behavior. Furthermore, organizational climate also shows a positive correlation with innovative work behavior. Significantly, the study demonstrates that organizational climate fully mediates the relationship between agile leadership and innovative work behavior, implying that the impact of agile leadership on innovative work behavior depends on the organizational climate. These results highlight the critical role of agile leadership and a supportive organizational climate in fostering innovative work behavior. Practically, organizations should focus on training leaders to develop agile skills and implementing policies that promote a positive organizational climate to enhance employee innovation. Future research should consider longitudinal designs and diverse organizational contexts to further validate these findings.Dalam lingkungan bisnis yang dinamis saat ini, inovasi sangat penting bagi perusahaan untuk memenuhi tuntutan industri yang terus berubah. Penelitian ini mengkaji hubungan antara kepemimpinan agile, iklim organisasi, dan perilaku kerja inovatif, dengan fokus khusus pada peran mediasi iklim organisasi. Penelitian ini dilakukan pada 115 karyawan di sebuah perusahaan konsultasi di Indonesia, dengan tujuan untuk memvalidasi hipotesis penelitian yakni adanya korelasi positif antara variabel-variabel penelitian dan adanya efek mediasi iklim organisasi pada hubungan antara kepemimpinan yang lincah dan perilaku kerja inovatif. Desain kuantitatif korelasional, menggunakan regresi dan pemodelan persamaan struktural (SEM) digunakan untuk analisis data. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan agile berkorelasi positif dengan iklim organisasi dan perilaku kerja inovatif. Selanjutnya, iklim organisasi juga menunjukkan korelasi positif dengan perilaku kerja inovatif. Secara signifikan, penelitian ini menunjukkan bahwa iklim organisasi sepenuhnya memediasi hubungan antara kepemimpinan agile dan perilaku kerja inovatif, yang menyiratkan bahwa dampak kepemimpinan agile pada perilaku kerja inovatif sangat bergantung pada iklim organisasi. Hasil ini menyoroti peran penting kepemimpinan agile dan iklim organisasi yang mendukung dalam mendorong perilaku kerja inovatif. Secara praktis, organisasi harus fokus pada pelatihan pemimpin untuk mengembangkan keterampilan agile dan menerapkan kebijakan yang mempromosikan iklim organisasi yang positif untuk meningkatkan inovasi karyawan. Saran untuk penelitian berikutnya sebaiknya mempertimbangkan desain longitudinal dan konteks organisasi yang beragam untuk lebih memvalidasi temuan dalam penelitian ini

    ANALISIS FINANSIAL USAHA PERIKANAN TANGKAP BELAT DI KOTA BONTANG (Financial Analysis of Set Net Fisheries Business in Bontang City)

    Get PDF
    Indonesian capture fisheries have a responsibility as a source of economic growth, a provider of animal protein food and a source of employment. Bontang City is one of the cities in East Kalimantan with good potential for capture fisheries, from a variety of capture fisheries activities, one of the most widely used fishing gear is the splint. The purpose of this research is to discuss the financial analysis of mullet fishing business. This research uses a sampling method, namely purposive sampling with 30 fishermen respondents who use splint fishing gear in Bontang City. The analysis methods used are NPV, Net B/C, IRR, and Payback Period. The results obtained based on the analysis of the splint fishing business are feasible to continue, when viewed based on the NPV investment criteria, IRR, Net B / C Ratio, Payback Period. The NPV value obtained is Rp.42,119,332, IRR of 87%, Net B / C Ratio of 4.17 and payback period for 1 year 2 month

    Locus of Control and Psychological Capital: The Key to Success for Thrifting Entrepreneurs

    Get PDF
    Psychological capital is one of the important personal resources for entrepreneurs, especially when they are in a less conducive environment. In addition to psychological capital, locus of control is also an important element in influencing an entrepreneur in running his business. This study aims to determine the relationship between locus of control and psychological capital in thrifting entrepreneurs. This study used snowball sampling technique and involved 110 thrifting entrepreneurs. The data collection method used the IPC-Locus of Control Scale and Psychological Capital Questionnaire-24 (PCQ-24). Based on the results of data analysis using Spearman rank correlation coefficient, the correlation coefficient between internal locus of control and psychological capital is 0.235 with a p value of 0.007 (p < 0.05) and the correlation coefficient between external locus of control and psychological capital is -0.259 with a p value of 0.003 (p < 0.05). Thus, thrifting entrepreneurs with high internal locus of control tend to have high psychological capital. The effort that thrifting entrepreneurs can make to increase psychological capital is to believe that everything that happens to their business is dominated by internal factors such as their ability to manage their business plays an important role in the progress of their business.Psychological capital merupakan salah satu sumber daya pribadi yang penting bagi wirausahawan, terutama saat berada dalam lingkungan yang kurang kondusif. Selain psychological capital, locus of control juga merupakan elemen yang penting dalam mempengaruhi seorang wirausahawan dalam menjalankan usahanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara locus of control dengan psychological capital pada wirausahawan thrifting. Penelitian ini menggunakan teknik snowball sampling dan melibatkan wirausahawan thrifting sejumlah 110 orang. Metode pengumpulan data menggunakan Skala IPC-Locus of Control dan Psychological Capital Questionnaire-24 (PCQ-24). Berdasarkan hasil analisis data menggunakan Spearman rank correlation coefficient, didapatkan koefisien korelasi antara locus of control internal dengan psychological capital sebesar 0,235 dengan nilai p sebesar 0,007 (p < 0,05) dan koefisien korelasi antara locus of control eksternal dengan psychological capital sebesar -0,259 dengan nilai p sebesar 0,003 (p < 0,05). Dengan demikian, wirausahawan thrifting dengan locus of control internal tinggi cenderung memiliki psychological capital yang tinggi. Upaya yang dapat dilakukan wirausahawan thrifting untuk meningkatkan psychological capital adalah dengan meyakini bahwa segala sesuatu yang terjadi pada usahanya didominasi oleh faktor internal seperti kemampuannya dalam mengelola usaha berperan penting dalam kemajuan usahanya

    4,239

    full texts

    4,795

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    eJournals System Universitas Mulawarman
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇