eJournals System Universitas Mulawarman
Not a member yet
4795 research outputs found
Sort by
EVALUASI KONDISI PERKERASAN JALAN MENGGUNAKAN METODE PAVEMENT CONDITION INDEX (PCI) PADA PERKERASAN KAKU (Studi Kasus : Jalan Modern Poros SP 1 – Sebulu)
Meningkatnya volume lalu lintas, beban lalu lintas berlebih, drainase yang kurang baik, dan kurangnya daya dukung tanah dapat mempengaruhi kondisi perkerasan jalan yang mengakibatkan kerusakan perkerasan yang lebih cepat dari umur rencana. Hal tersebut terjadi pada Jalan Modern Poros SP1 – Sebulu. Untuk itu dilakukan penilaian terhadap kondisi perkerasan. Penelitian ini menggunakan metode Pavement Condition Index (PCI) untuk melakukan penilaian terhadap kondisi perkerasan jalan. Penelitian ini juga melakukan analisa masa layan berdasarkan lalu lintas untuk mengetahui sisa masa layan perkerasan. Metode PCI mengacu pada ASTM D 6433. Analisa terhadap sisa masa layan didapatkan dengan membandingkan nilai jumlah kelompok sumbu kendaraan berat aktual, dengan jumlah kelompok sumbu kendaraan berat rencana berdasarkan MDPJ 2017 menggunakan tebal perkerasan dilapangan. Dari hasil analisis pada Jalan Modern Poros SP 1 – Sebulu didapatkan kerusakan 43,47% spalling joint, 34,88% linear cracking, 5,15% corner break, 4,98% divided slab, 0,86% durability crack, 0,17% popouts, 0,17% polished aggregate, 2,41% punchout, 0,69% scalling, 5,67% shrinkage, dan 1,37% spalling corner. Nilai PCI rata-rata seluruh segmen adalah 75,15, dengan rating kondisi perkerasan Satisfactory. Hasil analisis menunjukkan bahwa Jalan Modern Poros SP 1 – Sebulu selama sisa tahun rencana dapat melayani 3.801.456,546 sumbu kendaraan berat selama 31 tahun dan kelompok sumbu kendaraan berat sampai tahun penelitian belum mempengaruhi terhadap kondisi perkerasan jalan
Pengaruh lama simpan terhadap kualitas organoleptik pada soygurt buah naga merah (Hylocereus polyrhizus)
Pada umumnya yogurt diolah dari susu hewani atau susu sapi, namun kemajuan bioteknologi yoghurt dapat juga dibuat dari susu nabati antara lain dari kacang kedelai, santan kelapa dan susu jagung. Soygurt adalah produk fermentasi yang melibatkan Bakteri Asam Laktat seperti bakteri Streptococcus thermophillus dan Lactobacillus bulgaricus untuk menyediakan molekul-molekul yang lebih sederhana agar dapat dicerna oleh tubuh dengan baik. Penambahan buah naga merah dan lama simpan soygurt ini mempengaruhi rasa, aroma dan tekstur yang dihasilkan sehingga dilakukan uji organoleptik pada soygurt buah naga merah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh lama simpan terhadap kualitas dan sifat organoleptik soygurt buah naga merah (Hylocerecus polyrhizus). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan faktor tunggal (penambahan buah naga). Parameter yang diamati adalah lama simpan dan sifat organoleptik (warna, rasa, aroma dan tekstur). Lama simpan sangat berpengaruh pada hasil organoleptik pada soygurt buah naga merah yaitu memiliki rasa asam yang sangat tinggi, sedikit kental pada hari pertama dan kedua namun pada hari ketiga dan keempat teksturnya lebih cair karena terdapat air atau carian pada bawah soygurt. Aroma seperti tahu basi dan asam. Warna dihasilkan oleh konsentrasi buah naga, susu kedelai dan susu skim yaitu pink tua saat hari pertama sampai hari ke tiga dan pink muda saat hari ke empat sampai hari ke lima. Warna ini diperoleh pada soygurt saat diinkubasi selama 16 jam pada suhu ruang
STUDI PENGEMBANGAN OLAHRAGA PRESTASI MENUJU INDUSTRI OLAHRAGA DALAM PENINGKATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) DI KALIMANTAN TIMUR
Artikel ini mendeskripsikan dan menganalisis peran komite olahraga nasional indonesia kalimantan timur mengenai pengembangan olahraga prestasi menuju industri olahraga dan untuk mengetahui keberlangsungan industri olahraga serta menganalisis upaya komite olahraga nasional indonesia kalimantan timur dalam menjalankan industri olahraga guna peningkatan pendapatan asli daerah (PAD). Riset ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif serta melakukan analisis data menggunakan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan KONI KALTIM dalam menjalankan tugasnya sebagai organisasi keolahragaan di bawah koordinasi pemerintah daerah saat ini belum menjalankan industri olahraga secara langsung dikarenakan saat ini sumber keuangan KONI KALTIM melalui dana hibah hanya berfokus untuk membiayai pembinaan olahraga prestasi. Peran KONI KALTIM dalam hal pengembangan olahraga prestasi menuju olahraga industry yakni sebagai fasilitator. Adapun Upaya pengembangan olahraga industri yakni: (1) Kemitraan yang saling menguntungkan, (2) Pembentukan Badan Khsusus Industri Olahraga yang memiliki garis koordinasi dengan KONI Provinsi, (3) Pembuatan sentra-sentra pembinaan serta pengembangan dalam industri olahraga, (4) Melaksanakan even-even olahraga tahunan sebagai salah satu pengembangan budaya olahraga, (5) Penguatan Regulasi Keolahragaan Daerah. Kata Kunci : koni kaltim, olahraga prestasi, industri olahrag
Fenomena Sarkasme Penggunaan Nama Binatang pada Politik Indonesia dalam Media Sosial X: Kajian Linguistik Forensik
Perbincangan politik seringkali memunculkan penggunaan bahasa kiasan yang menggambarkan figur politik dengan istilah binatang. Penelitian ini memiliki tujuan utama untuk mendeskripsikan bentuk dan makna sarkasme terkait penggunaan nama binatang dalam media sosial X, khususnya dalam konteks situasi politik. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data berupa kata, frasa, dan kalimat yang mengandung nama-nama binatang sebagai sarkasme dalam pernyataan pengguna media sosial X. Sumber data utama berasal dari cuitan postingan yang mencakup kata kunci seperti kadal gurun, kampret, cebong, dan tikus berdasi.Penelitian ini menggunakan teori semantik kontekstual sebagai teori yang memberikan pemahaman mendalam terhadap makna yang terkandung dalam penggunaan sarkasme nama binatang dalam konteks politik. Pemahaman semantik kontekstual menjadi dasar untuk mengungkapkan makna tersembunyi dan inti pesan yang ingin disampaikan oleh pengguna media sosial X. Lebih lanjut, penelitian ini berfokus pada analisis gaya bahasa sarkasme untuk memperkaya pemahaman terhadap bentuk-bentuk sarkasme yang digunakan. Meskipun tidak langsung digunakan, peran linguistik forensik dalam penelitian ini memandu analisis terhadap bahasa dalam kejahatan, terutama fokus pada teks politik di media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua bentuk utama sarkasme yang digunakan, yaitu sindiran dan ejekan. Sarkasme sindiran digunakan untuk menyindir tanpa serangan langsung, sementara sarkasme ejekan cenderung lebih tajam dan mengandung unsur penghinaan. Ditemukan pula penggunaan abreviasi ketika nama binatang dijadikan singkatan dari ide atau objek tertentu, sementara peyorasi muncul ketika sindiran menggunakan nama binatang dengan sifat merendahkan.
Kualitas air di berbagai klasifikasi tutupan lahan Taman Nasional Meru Betiri Desa Sanenrejo Kecamatan Tempurejo Kabupaten Jember Provinsi Jawa Timur
ialah salah satu sumber daya alam yang penting dan dibutuhkan oleh setiap makhluk untuk hidup yang dapat ditemukan disetiap tempat dipermukaan bumi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tutupan lahan disekitar sumber air beserta kualitas airnya dan mengetahui faktor yang mempengaruhi penggunaan sumber air di Taman Nasional Meru betiri. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif. Terdapat 3 kalsifikasi tutupan lahan yaitu hutan lahan kering sekunder dan lahan pertanian kering campur semak serta satu klasifikasi tutupan lahan di desa penyangga yaitu permukiman. Sampel air yang memiliki tutupan lahan hutan kering sekunder memiliki dua parameter yang tidak memnuhi standar baku mutu yaitu parameter padatan tersuspensi total dan total coliform, sampel air yang memiliki tutupan lahan pertanian kering campur semak memiliki tiga parameter yang tidak memenuhi standar baku mutu yaitu padatan tersuspensi total, chemical oxygen demand dan total coliform, serta sampel yang memiliki tutupan lahan permukiman memiliki tiga parameter yang tidak memenuhi standar baku mutu yaitu warna, chemical oxygen demand dan total coliform. Perbedaan penggunaan sumber air oleh masyarakat disebabkan oleh faktor ekonomi dimana jumlah pendapat masyarakat yang tinggi menggunakan sumber air yang berasal dari sumur sedangkan jumlah pendapat masyarakat yang rendah memilih menggunakan sumber air dari mata air langsung
Estimasi stok karbon tanah pada ekosistem mangrove di Muara Badak Ulu dan Salo Palai Kalimantan Timur
Pemanasan global terjadi akibat naiknya suhu permukaan bumi oleh adanya aktivitas antropogenik yang akan meningkatkan konsenterasi pada Gas Rumah Kaca (GRK). Salah satu GRK yang memiliki kontribusi tinggi dalam pemanasan global adalah karbon dioksida (CO2). Pada ekosistem mangrove penyimpanan karbon dapat terjadi 4 kali lebih tinggi dibandingkan dengan hutan terestrial, terutama pada bagian bawah permukaan mangrove. Penyerapan karbon pada tanah mangrove diperkirakan dapat berpotensi besar. Penelitian ini dilaksanakan kurang lebih 6 bulan efektif, yakni dimulai dari bulan Oktober 2022 hingga Maret 2023 dengan tujuan untuk mengetahui jumlah stok karbon tanah pada ekosistem mangrove di desa Muara Badak Ulu dan Salo Palai Kutai Kartanegara Kalimantan Timur. Kerapatan lindak (soil bulk density) dan kandungan karbon organik menjadi parameter utama untuk mengetahui nilai stok karbon tanah. Pengambilan sampel tanah mengacu pada rujukan profil tanah mangrove Indo-Pasifik dengan menggunakan metode transek survey dan plot berbentuk lingkaran. Dari hasil penelitian ini didapatkan nilai stok karbon tanah yang berada di interval kedalaman 50-100 cm memiliki stok karbon tanah yang tinggi. Stok karbon tanah pada ekosistem mangrove Kelurahan Muara Badak adalah rendah dengan total kisaran masing-masing stok karbon tanah sebesar 246,39 ton/ha di Muara Badak Ulu dan 267,94 ton/ha di Salo Palai
Pendapatan dari HHBK getah pinus dan kontribusinya terhadap pendapatan total masyarakat di Desa Uelincu Kecamatan Pamona Utara Kabupaten Poso
Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) merupakan bagian dari ekosistem hutan yang memiliki peran yang beragam terhadap lingkungan dan kehidupan manusia. Salah satu desa penghasil HHBK getah pinus di Kabupaten Poso, yaitu Desa Uelincu, Kecamatan Pamona Utara. Sebagian besar masyarakatnya desa Uelincu bahkan hampir keseluruhan, masyarakat desa ini sangat mengandalkan penghasilan dari getah pinus untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis pendapatan HHBK getah pinus serta mengetahui kontribusinya terhadap pendapatan total masyarakat. Dalam penelitian ini terdapat 30 sampel yang menjadi responden, yang mana sampel ini dipilih secara Purposive mewakili seluruh populasi untuk memberikan gambaran mengenai tujuan penelitian. Pengelolaan getah pinus memberikan keuntungan terhadap petani dengan pendapatan rata-rata Rp. 2.236.667 untuk sekali produksi dengan nilai kontribusi sebesar 61% dari pendapatan total masyarakat di Desa Uelincu, Kecamatan Pamona Utara, Kabupaten Poso
DEBUS (Early Bullying Detection) Training to Improve the Knowledge and Ability of Adolescent Cadres in Detecting Bullying Situations
Bullying is believed to be behavior that cannot be avoided and commonly occurs in school-aged children. Especially for children who are in poverty and living in slums, their risk of becoming aggressive and carry out bullying is higher due to the influence of their culture and environment. The research participants were members of the Sanggar Alang-alang community, most of whom live in Joyoboyo, which is a risky environment. The aim of this research is to form a cadre of teenagers who can detect bullying situations so that they can independently find out, analyze and report the situation to their caretaker or others with more authority. The research method is quasi experiment with a quantitative and qualitative approach. Quantitative data (n=7) was obtained from pre and post-test questionnaires to determine changes in knowledge after being given the intervention. Furthermore, qualitative data was obtained through semi-structured interview methods and case studies to determine field data, responses and implementation of the interventions provided. The intervention was carried out using psychoeducational training techniques given to selected teenagers from the members of the community. The results of the research showed that there was a significant difference in knowledge before and after the training (p=0.114). From the qualitative data, the participants showed the ability to detect, identify and analyze bullying situations and behaviors. They were also enthusiastic about becoming supervisory cadres in the community to channel the knowledge and skills they have gained. Based on these results, the DEBUS (Detecting Bully at Early Age) training is effective in increasing knowledge about bullying and giving the participants skills to detect bullying situations.Bullying dipercayai sebagai perilaku yang tidak bisa dihindari dan biasa terjadi pada anak usia sekolah. Khususnya pada anak yang berada dalam kemiskinan dan hidup di lingkungan kumuh, risiko mereka untuk menjadi agresif dan melakukan bullying lebih tinggi karena pengaruh dari lingkungan dan budaya mereka. Partisipan penelitian adalah anggota komunitas Sanggar Alang-alang yang sebagian besar hidup di Joyoboyo yang merupakan lingkungan berisiko. Tujuan penelitian ini yaitu membentuk kader remaja yang bisa mendeteksi situasi bullying agar mereka bisa secara mandiri mengetahui, menganalisis dan melaporkan situasi tersebut ke pendamping atau orang yang lebih berwenang. Metode penelitian yang dilakukan adalah quasi experiment dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif (n=7) diperoleh dari kuisoner pre dan post-test untuk mengetahui perubahan pengetahuan setelah diberikan intervensi. Selanjutnya, data kualitatif didapatkan melalui metode wawancara semi terstruktur serta studi kasus untuk mengetahui data lapangan, respon dan implementasi dari intervensi yang diberikan. Intervensi dilakukan dengan teknik psikoedukasi pelatihan yang diberikan pada remaja terpilih dari anggota sanggar. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pengetahuan yang signifikan sebelum dan sesudah dilakukan pelatihan (p=0,114). Secara kualitatif, subjek menunjukkan kemampuan dalam deteksi, identifikasi, dan analisis situasi dan perilaku bullying. Mereka juga antusias untuk menjadi kader pengawas di sanggar untuk menyalurkan pengetahuan dan kemampuan yang mereka dapatkan. Berdasarkan hasil tersebut, pelatihan DEBUS (Deteksi Bully Sedari Dini) yang dilakukan efektif dalam meningkatkan pengetahuan tentang bullying serta memberikan subjek penelitian keterampilan untuk melakukan deteksi situasi bullying
Implementation of Enhanced Milieu Teaching Intervention on the Communication of Children with Autism
Communication is a crucial skill for every individual and needs to be developed from a young age. Communication facilitates learning and sharing of knowledge and experiences among individuals. For children, communication skills play a significant role in shaping their future behaviors and attitudes. Especially for children with autism, the ability to communicate is essential for fostering independence and participation in daily activities. This research aims to assist in developing communication skills in children with autism by enhancing various language aspects. The subject of this study is a four-year-old boy diagnosed with autism. The research adopts a single-case experimental design with an A-B-A structure, consisting of baseline 1, intervention, and baseline 2 phases. The intervention applied in this study is Enhanced Milieu Teaching (EMT). The research process began with establishing baseline 1 through data collection methods such as interviews, the administration of the VSMS psychological test, and observations (narrative observations in daily life and language milestones). Subsequently, the EMT intervention was implemented over nine sessions, with each session comprising two EMT treatment procedures. Following the completion of the intervention, baseline 2 was established through daily life observations of the subject during communication. The research results indicate an improvement in communication skills in children with autism through the Enhanced Milieu Teaching (EMT) intervention.Komunikasi merupakan kemampuan yang penting dimiliki oleh setiap individu dan perlu dikembangkan sejak usia kanak-kanak. Hal ini mengingat melalui komunikasi akan membantu antar individu saling belajar dan berbagi pengetahuan serta pengalaman, terutama bagi anak kemampuan komunikasi ini menjadi aspek yang penting mengingat kemampuan komunikasi sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi pembentukan sifat dan sikap anak di masa mendatang. Demikian juga pada anak dengan autisme, kemampuan komunikasi juga menjadi hal yang penting untuk dikembangkan karena akan membantu mempengaruhi kemandirian anak untuk berpartisipasi dalam kegiatan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk membantu mengembangkan kemampuan komunikasi pada anak autisme dengan meningkatkan aspek-aspek berbahasa. Subjek pada penelitian ini adalah seorang anak laki-laki berusia empat tahun yang terdiagnosa mengalami autisme. Jenis penelitian ini menggunakan single case experimental dengan desain A-B-A yang terdiri dari baseline 1, intervensi, dan baseline 2. Intervensi yang diterapkan pada subjek adalah enhanced milieu teaching (EMT). Intervensi diawali dengan menggali baseline 1 melalui pengumpulan data menggunakan wawancara, administrasi tes psikologi VSMS, serta observasi (naratif di keseharian dan milestone bahasa). Kemudian diterapkan intervensi enhanced milieu teaching (EMT) selama sembilan sesi dengan setiap sesi terdiri atas dua kali perlakuan prosedur EMT. Setelah intervensi selesai diberikan dilakukan penggalian baseline 2 melalui observasi keseharian subjek selama berkomunikasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan komunikasi pada anak dengan autisme melalui intervensi enhanced milieu teaching (EMT)
Is Students’ Academic Stress Influenced by Lack of Psychological Well-Being and Social Support?
Academic stress experienced by students is the influence of peers, interactions with teachers and students, thus creating competition in the academic field. This is a common symptom experienced by every human being. This is caused by a lack of psychological well-being and social support, which makes teenagers feel stressed and disturbed in the learning process. In the learning prosecc, juvenile delinquency is also not far away, such as skipping lessons to look for a new atmosphere outside the classroom. The purpse of this research is to 1). Knowing whether psychological well-being affects students’ academic stress. 2). Is there any effect of social support on academic stress. This research is a quantitative researsvh with multiple linier regression research. The population in this studi were 1.396 students of grades X, XI, XII at SMA Antartika Sidoarjo, while the sample in this study used a non-probability purposive random sampling technique. Invistigation of this research sample uses the Issac and Michael tables and look at the error rate is 5%, then the sample used is 283 respondents consisting clas XI. Data collevtion techniques in this study used a likert scale. The dara analysis technique multiple regression techniques with the help off SPSS Statistics 25. The results of the analysis show that 51.6% of psychological well-being is higher, the lower the academic stress experienced and the higher the social support, the lower the academic stress experienced, and vice versa. In this research, the factors that influence academic stress are students’ psychological well-being, which makes them feel that learning is a coppetition and the lack of social support from family which puts pressure on students and interactions with friends.Stress akademik yang dialami oleh siswa merupakan pengaruh dari teman sebaya, interaksi dengan guru dan murid, sehingga membuat suatu persainagan dalam bidang akademik. Hal ini merupakan gejala umum yang dialami setiap manusia. Hal ini di sebabkan oleh kurangnya psychological well-being dan dukungan social, sehingga membuat remaja merasa tertekan dan terganggu dalam proses belajar. Dalam proses belajar juga tidak jauh dari kenakalan remaja seperti membolos Pelajaran untuk mencari suasana baru di luar kelas. Tujuan penelitian ini adalah untuk 1). Mengetahui apakah psychological well-being berpengaruh terhadap stress akademik siswa 2). Apakah ada pengaruh dukungan sosial terhadap stress akademik siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian regresi linier berganda. Populasi dalam penelitian ini adalalah 1.396 siswa kelas X, XI, XII di SMA Antartika Sidoarjo, sedangkan sampel pada penelitian ini menggunakan Teknik non-probability sampling jenis purposive random sampling. Penentuan sampel penelitian ini menggunkan tabel Isaac dan Michael dan melihat tingkat kesalahan pada tabel krejcie dengan taraf kesalahan 1%, 5%,10%, sehingga jika populasi 1.396 siswa, jika taraf kesalahan 5% maka sampel yang digunakan sebanyak 283 responden yang terdiri dari kelas XII. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan skala likert. Teknik analisis data menggunakan Teknik regrsi berganda dengan bantuan SPSS Statisrics 25. Hasil analisis menunjukkan bahwa 51.6% psychological well-being semakin tinggi maka semakin rendah stress akademik yang di alami dan jika dukungan sosial semakin tinggi maka semakin rendah stress akademik yang dialami, begitupun sebaliknya. Dalam penelitian ini faktor-faktor yang mempengaruhi stress akademik adalah psychological well-being pada diri siswa sehingga membuat dirinya merasa pembelajaran merupakan ajang perlombaan dan kurangnya dukungan social dari keluarga yang menekan siswa dan interaksi dengan teman