eJournals System Universitas Mulawarman
Not a member yet
4795 research outputs found
Sort by
Analisis Kestabilan Lereng Menggunakan Metode Rock Mass Rating (RMR) Untuk Menentukan Faktor Keamanan Daerah Kaubun, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur
Analisis kestabilan lereng merupakan aspek penting dalam perencanaan rekayasa geoteknik, khususnya pada daerah yang memiliki potensi longsor. Salah satu metode yang sering digunakan untuk menilai kestabilan lereng adalah Rock Mass Rating (RMR). RMR adalah sistem klasifikasi batuan yang digunakan untuk mengevaluasi kualitas massa batuan dan mengidentifikasi potensi masalah kestabilan lereng. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kestabilan lereng dengan menggunakan metode RMR dalam rangka menentukan faktor keamanan lereng. Data yang digunakan dalam analisis meliputi karakteristik fisik dan mekanik batuan, seperti kuat tekan uniaxial, orientasi dan spasi rekahan, serta kondisi kelembaban dan keberadaan air tanah. Hasil dari perhitungan RMR digunakan untuk mengklasifikasikan kualitas batuan menjadi beberapa golongan, yang kemudian dihitung faktor keamanan lerengnya. Faktor keamanan ini dihitung dengan menggunakan analisis keseimbangan batas, yang mempertimbangkan gaya penggerak dan gaya penahan pada lereng. Berdasarkan klasifikasi RMR, lereng dengan nilai RMR tinggi (golongan I dan II) menunjukkan kestabilan yang lebih baik dengan faktor keamanan yang lebih besar dari 1,5, sedangkan lereng dengan nilai RMR rendah (golongan IV dan V) membutuhkan perkuatan dan pengelolaan drainase untuk mencegah potensi longsor. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang berguna dalam perencanaan lereng dan mitigasi risiko longsor, dengan memberikan pendekatan yang sistematis dan objektif untuk menentukan faktor keamanan lereng berdasarkan klasifikasi RMR
PENGARUH ECO ENZIM PADA PEMBUATAN SABUN CAIR DARI MINYAK JELANTAH
Penggunaan eco enzim dalam pembuatan produk rumah tangga semakin menarik perhatian karena potensinya dalam meningkatkan efisiensi produksi dan mengurangi dampak lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh eco enzim dalam pembuatan sabun cair dari minyak jelantah. Metode eksperimental dilakukan dengan memvariasikan konsentrasi eco enzim dalam formulasi sabun cair yang juga melibatkan bahan-bahan seperti kalium hidroksida (KOH) sebagai agen pengemulsi. Evaluasi dilakukan terhadap sifat fisikokimia dan aktivitas pembersihan sabun yang dihasilkan setelah proses pengadukan untuk memastikan homogenitas campuran. Selanjutnya, proses curing dilakukan untuk memastikan bahwa sabun telah mengeras dengan baik untuk menurunkan kadar alkali bebasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan eco enzim dalam pembuatan sabun cair menghasilkan peningkatan yang signifikan dalam kemampuan pembersihan, sambil juga mengurangi ketergantungan pada bahan kimia sintetis yang berpotensi merusak lingkungan. Temuan ini menyoroti potensi eco enzim sebagai alternatif yang ramah lingkungan dalam industri pembuatan sabun cair. Namun, penelitian lanjutan diperlukan untuk memperdalam pemahaman tentang mekanisme kerja eco enzim dan aplikasinya dalam formulasi produk rumah tangga lainnya agar dapat mengoptimalkan proses produksi dan mencapai efisiensi serta dampak lingkungan yang optimal. Kata Kunci: Sabun Cair, Eco Enzim, Minyak Jelantah, Asam Lemak Bebas, Saponifikasi
The Depiction of Liberal Feminism through the Main Character in the Novel Yellow Wife by Sadeqa Johnson
In this research, the researcher analyzed the main female character named Pheby. There are two aims in this research, they are to identify the forms of liberal feminism through Pheby's character and to analyse the historical moments that influence the female main character in the novel. The researcher conducted this research using the theory of liberal feminism by Rosemarie Tong, and the Sociological Perspective by Laurenson and Swingewood. The results of this research found three aspects of liberal feminism based on Tong's theory in the form of equal education, equal liberty, and equal rights. The historical moments that occur in the novel are reflected in liberal feminism as portrayed by the main female character.
Identifikasi Bahan Pakan Lokal sebagai Pakan Konsentrat Ternak Kerbau di Pulau Lanting
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi dan nilai nutrisi bahan pakan lokal yang terdapat di Pulau Lanting sebagai pakan konsentrat ternak kerbau. Penelitian dilakukan di desa Pulau Lanting dan Laboratorium Nutrisi Ternak, Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Mulawarman pada bulan Februari hingga Maret 2023. Metode yang digunakan adalah observasi dan analisis proksimat kemudian dijabarkan secara deskriptif. Parameter penelitian diantaranya kadar air, bahan kering, kadar abu, kandungan lemak kasar, protein kasar, dan serat kasar. Hasil pengamatan diperoleh tiga bahan pakan lokal potensial yaitu rumput kumpai, tepung ikan kendia dan ampas kelapa. Ketiga bahan pakan tersebut memiliki kandungan (PK) rumput kumpai 5.86%; tepung ikan kendia 50.29%; dan ampas kelapa 5,13%. Hasil pengujian analisis menunjukan bahwa sampel yang diambil saat musim penghujan memiliki kandungan nutrisi yang dapat dikategorikan dalam pakan sumber energi dan sumber protein. Dengan potensi yang ada maka bahan pakan lokal di Pulau Lanting dapat dijadikan pakan alternatif bagi ternak kerbau
Generation Z: Person Organization-Fit, Life Balance and Psychological Empowerment for Work Totality
Human functioning in a professional environment is becoming more efficient; however, this is not always commensurate with increased objectivity. Today, members of Generation Z express concerns about various work disruptions, including negative impacts on mental health caused by unhealthy work environments, which are often characterized by disrupted deadlines. This condition often leads to delays and ultimately has an impact on overall performance. The purpose of this study was to determine the effect of person-organization-fit, work-life balance and psychological empowerment on the totality of work. This study uses a quantitative approach with multiple regression and adaptation of measuring instruments derived from previous studies, with the research subjects being Generation Z who work in the South Jakarta area. The sampling technique used was non-probability sampling, with a total of 208 respondents. The results of the study indicate that the totality of work is influenced by person-organization fit, work-life balance and psychological empowerment, with the greatest influence on work-life balance on the totality of work and the smallest influence on psychological empowerment on the totality of work of Generation Z, together person-organization fit, work-life balance and psychological empowerment affect the totality of work of Generation Z.
Fungsi manusia dalam lingkungan profesional menjadi semakin efisien; namun, hal ini tidak selalu sebanding dengan peningkatan objektivitas. Saat ini, anggota Generasi Z mengungkapkan kekhawatiran terkait berbagai gangguan pekerjaan, termasuk dampak negatif terhadap kesehatan mental yang disebabkan oleh lingkungan kerja yang tidak sehat, yang sering kali ditandai dengan tenggat waktu yang terganggu. Kondisi ini sering kali berujung pada penundaan dan akhirnya berdampak pada penurunan kinerja secara keseluruhan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh person organization-fit, keseimbangan hidup dan pemberdayaan psikologis terhadap totalitas kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan regresi berganda dan adaptasi alat ukur berasal dari penelitian sebelumnya, dengan subjek penelitian adalah generasi Z yang bekerja di kawasan Jakarta Selatan. Teknik sampling yang digunakan adalah non-probability sampling, dengan jumlah responden sebanyak 208 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa totalitas kerja di pengaruh oleh person-organization fit, keseimbangan kerja & hidup serta pemberdayaan psikologis, dengan pengaruh terbesar pada keseimbangan kerja & hidup terhadap totalitas kerja dan pengaruh terkecil pada pemberdayaan psikologi terhadap totalitas kerja generasi Z, secara bersama-sama person-organization fit, keseimbangan kerja & hidup pemberdayaan psikologis secara bersama-sama mempengaruhi totalitas kerja generasi Z
STRATEGI PEMASARAN UNTUK MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN DI MASA PANDEMI DAN ENDEMI PADA “OUTCAST BARBERSHOP" SAMARINDA
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui, menganalisis dan mengevaluasi efektifitas penerapan strategi pemasaran dalam meningkatkan volume penjualan di masa pandemi dan endemi pada “Outcast Barbershop”. Penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan penelitian studi kasus dan datanya bersumber dari data primer dan sekunder. data primer didapatkan melalui hasil dari observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Adapun tahapan analisis data yang dilakukan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan terakhir verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menurut penulis bahwa volume penjualan pada “Outcast Barbershop” mengalami peningkatan karena strategi pemasaran yang di lakukan pada masa pandemi. Adapun hal yang mempengaruhi volume penjualan adalah kondisi serta kemampuan penjual dalam memasarkan produk dan jasa, kondisi pasar atau kebutuhan konsumen, modal untuk mengoperasikan usaha, kondisi organisasi perusahaan, promosi yang diberikan oleh perusahaan. Adapun kesimpulan dari penelitian ini adalah “Outcast Barbershop” menerapkan beberapa tindakan seperti menerapkan protokol kesehatan, memberikan harga yang terjangkau, hingga melakukan perpindahan tempat usaha ke kawasan strategis. Bauran pemasaran yang diterapkan pada masa endemic yang dilakukan oleh “Outcast Barbershop” seperti meningkatkan media sosial, pembaharuan fasilitas, hingga pembaharuan standar operasional prosedur
Analisis Sistem Akuntansi Penerimaan Kas Dari Piutang Pada UD. Mie Kalimantan
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis penerapan sistem akuntansi penerimaan kas dari pelunasan piutang pada UD. Mie Kalimantan telah sesuai dengan unsur-unsur pengendalian internal. Jenis penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Fokus dalam penelitian ini adalah sistem pengendalian internal, sistem akuntansi penerimaan kas dan piutang. Teknik analisis yang digunakan adalah dengan menggunakan unsur-unsur pengendalian internal dan berdasarkan simbol-simbol flowchart. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan hanya terdapat 1 unsur yang sesuai dengan unsur-unsur sistem pengendalian internal yaitu pada karyawan yang mutunya sesuai dengan tanggung jawabnya. Unsur-unsur sistem pengendalian yang pertama yaitu organisasi, kedua sistem otorisasi dan prosedur pencatatan, ketiga praktik yang sehat dan keempat yaitu karyawan yang mutunya sesuai dengan tanggung jawabnya. Dilihat dari tidak adanya pemisahan fungsi secara tegas seperti bagian administrasi, pimpinan dan manager sehingga tugas yang dijalankan tidak efektif. Prosedur penerimaan kas dari piutang pada UD. Mie Kalimantan kurang efektif karena adanya perangkapan dari fungsi yang ada, maka perlu adanya bagan alir
Factors that Influence Nurses Competence in Implementing 3S Nursing Care (SDKI, SLKI, SIKI)
Background: Competence of Indonesian nurses as caregivers using the 3S Nursing Care Standard (PPNI, 2013). Method: This study is a quantitative study with a Cross-sectional research design. Bivariate analysis using the Chi-Square Test and Multivariate Analysis using the Logistic Regression Test to analyze the most influential factors on nurse competence in implementing the 3S nursing care. Results: the majority of nurses are 20-30 years old, 77 respondents (67%). Age 31-40 years 33 respondents (28.7%) and Age 41-50 years 5 respondents (4.3%). Education level D3 as many as 63 respondents (54.8%), Nurses as many as 52 respondents (45.2%). A total of 85 respondents (71.3%) were at level PK 1, 27 respondents (23.5%) were at level PK 2, and 6 respondents (5.2%) were at level PK 3. Length of work of nurses 78 people with a work period of 1-5 years (67.8%), a work period of 6-10 years 30 respondents (26.1%) and 10-15 years there were 7 respondents (6.1%). Moderate knowledge 83 respondents (72.1%), 18 respondents had good knowledge (15.8%) and 14 people had poor knowledge (12.1%). Good motivation as many as 64 respondents (56%), moderate motivation 50 respondents (43.3%) and poor motivation 1 respondent (0.7%). Heavy workload as many as 64 respondents (55.7%), 41 respondents (36.7%) moderate workload and 10 respondents (7.6%) said light workload. Rewards and punishments were good as many as 102 respondents (88.7%), 13 respondents (11.3%) rewards and punishments were lacking. 6 rooms obtained data from Enggang 1 room which had the highest value with a percentage of 91%. The relationship between nurses' knowledge. Motivation and workload were related to the implementation of 3S nursing care (P-Value 0.000), while rewards and punishments (P-value 0.35>α=0.05) had no relationship with the implementation of 3S nursing care. The most influential factors in the implementation of nursing care were knowledge, motivation and workload based on the logistic regression test (P-value 0.000). Based on the results of this study, it is necessary to increase knowledge of 3S nursing care, increase work motivation and review the effective and efficient workload of nurses and broader research related to the implementation of nursing care
Implementation of Processed Sago (Kapurung) on Diabetes Mellitus Type 2 Patients
Introduction: Diabetes mellitus (DM) is a chronic metabolic condition characterized by either the pancreas' failure to make enough insulin or the body's inability to adequately use the insulin that is produced. Diabetes type 2 is linked to lifestyle patterns, emphasizing the importance of leading a healthy lifestyle, such as eating meals with a low Glycemic Index. Sago is one of the foods with a low glycemic index that can help lower blood glucose levels. The purpose of this study is to know implementation of processed sago (Kapurung) on diabetes mellitus type 2 patients Methods: The research methodology employed a descriptive method, with a case study approach conducted on four respondents who met the inclusion criteria of type 2 diabetes patients, female gender, aged 21-45 years. Results: The results showed that the first respondent (R1) had fasting blood sugar levels of 187 mg/dL, the second respondent (R2) had 116 mg/dL, the third respondent (R3) had 237 mg/dL, and the fourth respondent (R4) had 267 mg/dL after two hours of consuming processed sago. Conclusion: Patients with type 2 diabetes mellitus experienced changes in blood sugar levels after being administered processed sago; three responders had an increase in blood sugar levels, while one had a decreas
PENENTUAN POLA PENGUMPULAN DAN PENGANGKUTAN SAMPAH DI KELURAHAN LOK BAHU, KOTA SAMARINDA
Kota Samarinda merupakan wilayah urban dengan jumlah dan kepadatan penduduk yang cukup tinggi. Sebagaimana wilayah urban di Indonesia, Samarinda juga menghadapi tantangan besar terkait penanganan sampah kota. Hal ini terlihat dari makin besarnya peningkatan produksi sampah yang berujung pada besarnya volume sampah yang tidak terangkut. Ini tentunya menuntut penyelenggaraan pengelolaan sampah yang lebih baik. Salah satunya dari aspek pengumpulan dan pengangkutan sampah dari sumber hingga ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pola pengumpulan sampah dan pengangkutan sampah di Kelurahan Lok Bahu Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda melalui pendekatan zonasi berdasarkan pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum (Permen PU) No. 03/PRT/M/2013. Penelitian ini dilaksanakan di 10 RT di Kelurahan Lok Bahu Kecamatan Sungai Kunjang Kota Samarinda. Penelitian dilaksanakan dari bulan Februari-Maret 2024. Metode pengambilan data bersumber dari observasi dan wawancara. Selanjutnya dilakukan pengisian checklist kriteria mencakup pola pengumpulan sampah sesuai Permen PU No. 03/PRT/M/2013 tentang penyelenggaraan prasarana dan sarana persampahan dalam penanganan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah sampah rumah tangga. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini menunjukkan bahwa pola terbaik untuk pengumpulan dan pengangkutan sampah di area studi adalah pola komunal tidak langsung. Pola ini paling sesuai karena kondisi topografi yang datar dan aksesibilitas jalan yang memadai memungkinkan penempatan wadah komunal di lokasi strategis. Selain itu, kepadatan dan keteraturan pemukiman membuat pola komunal tidak langsung ideal untuk mengumpulkan sampah dari beberapa titik sebelum diangkut ke TPS, menjadikannya pilihan paling efektif untuk pengelolaan sampah di area stud