eJournals System Universitas Mulawarman
Not a member yet
4795 research outputs found
Sort by
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGGUNAAN E-GOVERNMENT PADA PELAYANAN PUBLIK (STUDI KASUS KABUPATEN MADIUN)
This study aims to determine the factors that influence the community in the use of e-Government in public services. The development of e-Government in Indonesia has been carried out for more than ten years, but the participation and index of e-Government development in Indonesia based on rankings in Southeast Asia is still low. So it is important in this study to test the independent hypothesis that was built to see the relationship between people's intentions to use e-Government. This research is the result of a questionnaire that has been given by the people of Madiun Regency. The number of research respondents as many as 99 respondents and processed using SmartPLS 3.0 Software. The results showed that of the five hypotheses tested, only two showed a positive relationship with public intentions to use e-Government services. The privacy security factor becomes one of the important roles in increasing public intention to use e-Government services. Meanwhile, trust in the government is a requirement for public participation to participate in the development of e-government services
Mbesan Wedding Tradition in Banyumas, Banjarnegara, Cilacap and Purbalingga (Study of Culture and Religion)
This article wants to reveal the phenomenon of wedding traditions that exist in the Karisedenan area of Banyumas (Banyumas, Banjarnegara, Cilacap and Purbalingga). This wedding tradition in called mbesan. In practice, this mbesan tradition before holding a wedding ceremony at the bride’s house (reception), there is an event such as praying for the bride and groom before sailing the ship of the next life. The mbesan tradition is carried out at the groom's house, but the two brides do not yet have a marriage contract. The purpose of writing this article is to inform the public that Indonesia is rich in traditions, one of which is the mbesan tradition which is the hallmark of the Banyumas area and its surroundings and the impact of this mbesan tradition. The method used in this research is qualitative with phenomenological, sociological and cultural approaches. The results of this study found that in the mbesan tradition which has become the customs of the people of Banyumas, Cilacap, Purbalingga and Banjarnegara there are sides that are not in accordance with Islamic teachings because in practice the bridegroom and bride carry out the event at the groom but both have not yet carried out the marriage contract
Kelayakan usaha tani Hutan Kemasyarakatan (HKM) pola monokultur dan agroforestri di Desa Air Terjun Kabupaten Kerinci
The Community Forest Area (HKm) of Air Terjun Village is an area that provides direct real benefits for farmers who are located around the community forest area and has natural wealth that can be developed to provide farmers with income for the family economy. This research was conducted in Air Terjun Village, Siulak District, Kerinci Regency. This research aims to determine the feasibility of a cinnamon monoculture business and a potato, coffee and cinnamon agroforestry business from the use of areas within community forests. Data collection was carried out using structured interviews using questionnaires. Determination of respondents was carried out using the Snowball method with data analysis using cost analysis, revenue analysis, income analysis, internal analysis of return and payback period analysis. The results of the research showed that the cultivation of cinnamon monoculture planting patterns and cinnamon, coffee and potato agroforestry in Air Terjun Village, Kerinci Regency had decent/profitable results. However, the profits and return on capital are faster in agroforestry planting patterns because the agroforestry planting pattern relies on 3 types of plants, whereas the monoculture planting pattern only relies on 1 type of plant
Valuasi ekonomi kawasan hutan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)
Aspek ekologis, budaya, sosial, dan ekonomi, dapat digunakan untuk melihat manfaat hutan. Kajian terhadap penilaian ekonomi hutan dengan teknik valuasi ekonomi merupakan tujuan utama dari penelitian ini. Data sekunder merupakan data dasar yang digunakan dengan metode kuantitatif dari nilai moneter sumberdaya hutan. Teknik pengolahan data digunakan model Total Economic Value melalui Travel Cost Method dan Benefits Transfer. Hasil penelitian menunjukkan nilai ekonomi hutan lindung dan produksi di DI Yogyakarta adalah Rp 457.524.417.626,18 per tahun, yang terdiri dari nilai guna tidak langsung (51,32%) dari sumberdaya hutan (penyerapan karbon, produksi oksigen dan pencegahan erosi). Hutan memiliki manfaat intangible yang tinggi yang berarti pentingnya nilai lingkungan dari sumberdaya hutan. Keberlanjutan sumberdaya hutan tetap harus dipertahankan salah satunya melalui kebijakan daerah maupun pemangku kebijakan dalam pengalokasian sumberdaya hutan
Pengendalian serangan rayap tanah menggunakan ekstrak tanaman Jeringau (Acorus calamus L)
Kayu merupakan bahan berlignoselulosa yang dapat dirusak organisme perusak kayu. Oleh karena itu, beberapa kayu sebagai bahan bangunan perlu ditingkatkan keawetannya dengan menggunakan bahan kimia yang bersifat toksik atau repellent bagi organisme perusak kayu. Chromated Copper Arsenate (CCA) merupakan bahan pengawet kayu yang telah komersial, namun penggunaannya telah dilarang karena terbukti dapat memberikan dampak negatif pada manusia dan lingkungan. Salah satu alternatif pengganti merupakan bahan yang alami dari ekstrak bagian tertentu tanaman yang ramah lingkungan dan terbukti mampu bersifat toksik atau repellent terhadap organisme perusak kayu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi efektivitas ekstrak berbagai bagian tanaman jeringau (Acorus calamus L.) terhadap serangan rayap perusak kayu. Penelitian dilaksanakan dalam tiga tahap yaitu pengujian jumlah kadar ekstraktif terlarut n-heksan dan metanol dari bagian daun, batan, rimpang, dan akar tanaman jeringau. Ekstrak dengan konsetrasi 150 ppm diujikan ke rayap tanah untuk mendeteksi nilai mortalitas rayap. Penurunan berat kertas umpan menjadi salah satu penilaian efektivitas ekstrak terhadap rayap tanah. Hasil menunjukkan bahwa jumlah tertinggi ekstrak terlarut n-heksan dari ekstrak daun sebesar 2,82% sedangkan ekstrak terlarut metanol pada bagian rimpang sebesar 38,04%. Pengujian masing-masing ekstrak terhadap rayap tanah dengan pengumpanan selama 48 jam menunjukkan nilai mortalitas paling tinggi pada ekstrak bagian batang terlarut n-heksan sebesar 24,76% dan pada ekstrak bagian akar terlarut metanol sebesar 35,38%. Penurunan kertas umpan paling tinggi sebesar 4,24% dan 4,31% pada kontrol
Identification of Psychological Factors That Cause And How to Handle Suicide in South Korea Based on Psychological Autopsi
The suicide rate in South Korea is high among OECD countries with a total of 4657 suicides in Incheon city and only 1% participating in psychological autopsies. This article focuses on the psychological factors that cause suicide and the government's efforts to prevent suicide. The purpose of this study is to identify based on psychological factors regarding the causes and ways of handling suicides in South Korea seen based on the results of psychological autopsi. This research was conducted using a qualitative approach using the library research method. The results showed that the highest causes of suicide are mental health problems, physical health, financial problems. The most common methods of suicide are hanging and jumping from a height. The South Korean Government's efforts to reduce suicides The Ministry of Health and Welfare established the Korea Psychological Autopsy Center (Korea Foundation for Suicide Prevention) to establish evidence-based suicide prevention policies. The Korea Foundation for Suicide Prevention developed the Korean Psychological Autopsy Checklist (K-PAC), a semi-structured interview tool, by extracting common questions through a review of domestic and foreign literature and selecting items appropriate to the Korean situation. The implications of this study can be a reference for guidelines for other countries to address and prevent the high number of suicides in other countries, especially Indonesia. In addition, South Korea's preventive measures can be a morning focus for mental health survivors in IndonesiaTingkat bunuh diri di Korea Selatan tergolong tinggi diantara negara OECD yaitu total 4657 orang bunuh diri di kota Incheon dan hanya ada 1% yang berpartisipasi dalam autopsi psikologis. Artikel ini berfokus pada faktor psikologis penyebab terjadinya bunuh diri serta upaya pemerintah dalam mencegah bunuh diri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi berdasarkan faktor psikologis mengenai penyebab dan cara penanganan kasus bunuh diri di Korea Selatan yang dilihat berdasarkan hasil autopsi psikologis. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode kajian kepustakaan (library research). Hasil penelitian menunjukkan penyebab paling tinggi bunuh diri yaitu masalah kesehatan mental, kesehatan fisik, masalaah keuangan. Metode bunuh diri yang paling sering dilakukan adalah gantung diri dan lompat dari ketinggian. Upaya Pemerintah Korea Selatan untuk mengurangi kasus bunuh diri Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan mendirikan Pusat Autopsi Psikologi Korea (Korea Foundation for Suicide Prevention) untuk menetapkan kebijakan pencegahan bunuh diri berbasis bukti. Yayasan Korea untuk Pencegahan Bunuh Diri mengembangkan Daftar Periksa Autopsi Psikologi Korea (K-PAC), alat wawancara semi-terstruktur, dengan mengekstrak pertanyaan umum melalui tinjauan literatur domestik dan asing dan memilih item yang sesuai dengan situasi Korea. Implikasi penelitian ini dapat menjadi referensi pedoman bagi negara lain untuk mengatasi dan mencegah tingginya kasus bunuh diri khususnya Indonesia. Selain itu, tindakan preventif yang dilakukan Korea Selatan dapat menjadi fokus pagi para penyintas kesehatan mental di Indonesia
Perbedaan Performa Pertumbuhan Ayam Broiler Fase Starter Berdasarkan Penambahan Kombinasi Jenis Antikoksi Yang Berbeda
Koksidiosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh protozoa eimeria spp yanng menginfeksi saluran pencernaan ayam broiler. Tingkat patogenitas koksidiosis mencapai 80% - 90% karena penularan yang sangat cepat. Ciri-ciri ayam broiler yang terinfeksi koksidiosis seperti berkurangnya nafsu makan, lesu, pucat, hingga mengalami berak darah dan berakhir dengan angka mortalitas yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan antara 2 pakan yang mengandung kombinasi antikoksi P1 (monensine+diclazuril) dan P2 (antikoksi maduramycin+nicarbazin) terhadap performa pertumbuhan (konsumsi pakan, PBB, FCR, mortalitas dan Indeks performa) pada ayam broiler fase starter. Analisis yang digunakan pada pennelitian ini adalah uji T (independent sample t test) yang terdiri dari 2 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan pemberian P1 berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap semua variabel penelitian. Berdasarkan hasil rata-rata terbaik terjadi pada P1 yakni pemberian antikoksi monensine + diclazuril yang meliputi hasil rataan konsumsi pakan tertinggi ( 1021,03 g/ekor/3 minggu), hasil rataan pertambahan bobot badan tertinggi (822,30 g/ekor/3 minggu), hasil rataan feed conversion ratio terendah (1,24), hasil rataan mortalitas terendah (1,04) dan nilai rataan indeks performa tertinggi (313,99). Kesimpulan bahwa pemberian pakan dengan kandungan kombinasi antikoksi monensine + diclazuril memberikan performa yang baik terhadap konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, feed conversion ratio, mortalitas dan indeks performa pada ayam broiler fase starter
Pertumbuhan dan Hasil Microgreens Wheatgress Akibat Interval Waktu Pemberian Pupuk Organik Cair Limbah Cair Tahu dan Daun Gamal
This study aims to determine the effect and obtain the best time interval for applying liquid organic fertilizer (LOF) made from tofu liquid waste and gamal leaves to the growth and yield of wheatgrass microgreens. The research method used a complete randomized design (CRD) with six treatments and four repeats. Treatment consists of: control; LOF time interval for applying 1; 2; 3; 4; and once every 5 days. The results showed that LOF made from tofu liquid waste and gamal leaves at several intervals for applying had a significant effect on the coarseness of growth and the percentage of seed growing power, fresh weight of plants, dry weight of plants, and vitamin C levels, but had no significant effect on total leaf chlorophyll. LOF given at intervals of 3 days is the best time because it produces microgreens wheatgrass with a seed growth density of 93,50%, a percentage of seed growing power 99,50%, a fresh weight of the plant 18,75 g, a dry weight of of the plant 2,42 g, and vitamin C levels of 0,83 mg
How is Sexual Education in the View of Islamic Psychology?
This article discussed sex education based on Islamic psychology, an essential aspect of healthy physical and psychological development. Islamic psychology emphasized that sex education included not only biological aspects but also spiritual and moral dimensions. Sex education in Islam aimed to cultivate responsible behavior, self-respect, respect for others, and the preservation of purity and honor. The article reviewed various scientific publications on sex education based on Islamic psychology, aiming to explore fundamental principles, appropriate teaching methods, the prevention of deviant sexual behavior, and the protection of individuals from the negative impacts of media and environments that contradicted Islamic values. The methods used in this article included literature searches on Google Scholar, Connected Papers, and Science Direct, focusing on topics such as sex education, the Islamic perspective on sex, and Islamic psychology's view on sexuality. The research results were expected to provide insights for developing a holistic sex education curriculum grounded in Islamic values. This article also served as a guide for parents, educators, and the community in educating the younger generation. The implications of this approach included the need for a comprehensive and integrative education curriculum, training for educators, and support from families and the community in implementing sex education according to Islamic principles. Sex education within the framework of Islamic psychology not only imparted knowledge but also shaped noble and responsible character.Artikel ini membahas pendidikan seksual berdasarkan psikologi Islam, aspek penting dalam perkembangan individu sehat secara fisik dan psikologis. Pandangan psikologi Islam menekankan bahwa pendidikan seksual tidak hanya mencakup aspek biologis, tetapi juga dimensi spiritual dan moral. Pendidikan seksual dalam Islam bertujuan membentuk perilaku bertanggung jawab, menghargai diri sendiri dan orang lain, serta menjaga kesucian dan kehormatan. Artikel ini mengkaji berbagai literatur ilmiah yang membahas pendidikan seksual berbasis psikologi Islam, dengan tujuan mengeksplorasi prinsip dasar, metode pengajaran yang sesuai, pencegahan perilaku seksual menyimpang, dan perlindungan individu dari dampak negatif media serta lingkungan yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Metode yang digunakan dalam artikel ini meliputi penelusuran literatur dari Google Scholar, Connected Papers, dan Science Direct, dengan fokus pada topik pendidikan seksual, perspektif Islam terhadap seks, dan pandangan psikologi Islam terhadap seksualitas. Hasil penelitian diharapkan memberikan wawasan bagi pengembangan kurikulum pendidikan seksual holistik yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Artikel ini juga menjadi panduan bagi orang tua, pendidik, dan masyarakat dalam mendidik generasi muda. Implikasi dari pendekatan ini mencakup perlunya kurikulum pendidikan yang komprehensif dan integratif, pelatihan bagi pendidik, serta dukungan keluarga dan masyarakat dalam menerapkan pendidikan seksual sesuai prinsip Islam. Pendidikan seksual dalam kerangka psikologi Islam tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter luhur dan bertanggung jawab
Pendampingan Pembuatan Laporan Keuangan, Digital Marketing Serta Sosialisasi Pengurusan Perizinan Sertifikasi Halal UMKM Keripik Usus Ibu Parmiati
Business actors in Balikpapan face obstacles in financial records, product marketing through digital applications and obtaining halal certification permits. The purpose of this activity is to provide an effective understanding of financial records, product marketing strategies, and halal certification to business actors to increase product selling value. The Community Service Program (PKM), which starts from July 24, 2023, to October 24, 2023, is carried out through mentoring and training activities. The participants in the activity involved business actors in one of the urban villages in Balikpapan, namely MSMEs Intestinal Chips Mrs. Parmiyati. The evaluation of activities shows an increase in the understanding of business actors in financial records, digital marketing, and halal certification. The result obtained after the evaluation is carried out, the understanding of MSME actors is quite good. This is known from Mrs. Parmiyati's ability to carry out financial records and do Digital Marketing, while the management of halal certification has also been successful with the issuance of a Halal Certificate for her intestinal chip products.Pelaku usaha di Balikpapn menghadapi kendala dalam pencatatan keuangan, pemasaran produk melalui aplikasi digital dan pengurusan perizinan sertifikasi halal. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pemahaman efektif tentang pencatatan keuangan, strategi pemasaran produk, dan sertifikasi halal kepada pelaku usaha untuk meningkatkan nilai jual produk. Program pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang dimulai pada 24 Juli 2023 sampai dengan 24 Oktober 2023 ini dilakukan melalui kegiatan pendampingan dan pelatihan. Peserta kegiatan melibatkan pelaku usaha di salah satu kelurahan di Balikpapan, yaitu UMKM Keripik Usus Ibu Parmiati. Evaluasi kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman pelaku usaha dalam pencatatan keuangan, pemasaran digital dan sertifikasi halal. Hasil akhir yang didapatkan bahwa setelah dilakukan evaluasi adalah pemahaman pelaku UMKM sudah cukup baik. Hal ini diketahui dari sudah mampunya Ibu Parmiati melakukan pencatatan keuangan dan pembuatan Digital Marketing, sedangkan pengurusan sertifikasi halalnya juga sudah berhasil dengan telah terbitnya Sertifikat Halal produk keripik ususnya