eJournals System Universitas Mulawarman
Not a member yet
    4795 research outputs found

    Penguatan Kapabilitas: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Pada Anak

    Get PDF
    Health is the primary key to achieving human well-being. Therefore, maintaining physical and mental health is essential in daily life and should be instilled from an early age to develop strong and healthy character. Health is an optimal state of individual well-being in the biopsychosocial aspects (physical, mental, and social), enabling optimal growth and development throughout the lifespan.The purpose of implementing psychoeducation on strengthening the capabilities of clean and healthy living behavior is to increase knowledge, awareness and independence in children from an early age. This psychoeducation method uses an offline platform which was held on Saturday, June 15, 2024, in this activity collaborating with BPBD Malang, SDN 1 Slampearejo Jabung and involving grade 1 elementary school students with 37 respondents, where all respondents received materials and rewards. Based on the results of the SWOT analysis, students gained knowledge and are able to practice clean and healthy living behaviors by brushing their teeth, washing their hands with soap, and cutting their nails. The implication of this activity is to raise awareness among parents to instill, teach, set an example, and habituate their children to practice healthy behaviors in their daily lives.Kesehatan merupakan kunci utama dalam meraih kesejahteraan manusia, karena itulah menjaga kesehatan fisik dan mental merupakan hal mutlak dalam menjalani hidup sehari-hari dan perlu ditanamkan sejak dini untuk memiliki karakter yang kuat dan sehat. Sehat merupakan suatu keadaan individu Sejahtera secara optimal pada kondisi biopsikososial (fisik, mental, dan social) untuk mendapatkan pertumbuhan dan perkembangsan secara optimal dalam rentang kehidupan. Tujuan implementasi psikoedukasi tentang penguatan kapabilitas perilaku hidup bersih dan sehat adalah meningkatkan pengetahuan, keadasaran dan kemandirian pada anak sejak dini. Metode psikoedukasi ini dengan menggunakan platform luring atau offline yang diselenggarakan pada hari sabtu tanggal 15 Juni 2024, dalam kegiatan ini berkolaborasi dengan BPBD Malang, SDN 1 Slampearejo Jabung dan melibatkan peserta didik kelas 1 SD dengan jumlah responden 37 peserta didik, dimana seluruh responden memperoleh materi dan reward. Berdasarkan hasil analisis SWOT peserta didik memperoleh pengetahuan dan mampu menerapkan perilaku hidup yang bersih dan sehat dengan cara menggosok gigi, mencuci tangan menggunakan sabun dan memotong kuku. Implikasi dalam kegiatan ini adalah memberikan kesadaran kepada orang tua untuk menanamkan, mengajarkan, memberikan contoh dan membiasakan anak-anak berperilaku sehat dalam menjalani hidup sehari-hari

    Hubungan Konsumsi Air Hujan dengan Karies Gigi pada Masyarakat Kecamatan Sebuku Kabupaten Nunukan

    Get PDF
    Karies gigi adalah salah satu penyakit gigi dan mulut yang dapat dipengaruhi oleh kadar fluor. Sumber air minum seperti air hujan memiliki kandugan fluor yang rendah sehingga masyarakat yang mengkonsumsi air hujan lebih rentan mengalami karies gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi air dengan karies gigi. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan Cross sectional study. Dilaksanakan pada bulan Agustus-November 2022 dengan responden masyarakat Desa Harapan Kecamatan Sebuku Kabupaten Nunukan yang berjumlah 92 orang dan metode sampling Random sampling. Setiap responden diperiksa karies gigi dengan menggunakan indeks DMF-T dan mengisi kuisioner oleh responden. Analisis data menggunakan Pearson correlation dengan tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan rata-rata indeks DMF-T responden mengkonsumsi air hujan yaitu 3,26 kategori sedang dan hasil uji statistik diperoleh nilai p: 0.008 (p<0.05). Kesimpulan terdapat hubungan konsumsi air hujan dengan karies gigi masyarakat Desa Harapan Kecamatan Sebuku Kabupaten Nunukan.

    Perlawanan Tokoh Utama Perempuan terhadap Budaya Patriarki dalam Naskah Film Dua Garis Biru Karya Gina S. Noer

    Get PDF
    Budaya dan tradisi masyarakat telah menormalisasi segala bentuk opresi terhadap perempuan, karena pemberlakuan budaya patriarki yang menganggap status laki-laki lebih tinggi dibanding perempuan. Berdasarkan kenyataan ini, terciptalah gerakan feminisme sebagai upaya memperjuangkan keadilan gender, salah satunya termanifestasi dalam naskah film Dua Garis Biru karya Gina S. Noer yang secara khusus menonjolkan perjuangan tokoh utama perempuan dalam menggaungkan keberadaannya lewat segala bentuk perlawanan terhadap budaya patriarki yang dialami di masyarakat. Penelitian kepustakaan ini membahas bentuk-bentuk budaya patriarki yang dialami tokoh utama perempuan dalam naskah film, serta caranya melawan setiap bentuk ketidakadilan gender lewat tinjauan feminisme dan pendekatan deskriptif kualitatif. Melalui deskripsi naskah film, didapati hasil bahwa tokoh utama perempuan mengalami berbagai bentuk ketidakadilan akibat statusnya sebagai perempuan di masyarakat patriarki, berupa marginalisasi, subordinasi, stereotipe, kekerasan verbal, hingga beban kerja berlebih. Namun, tokoh utama perempuan dalam naskah film secara aktif terlibat dalam mengatakan secara tegas pendapatnya tentang tiap keputusan yang dapat memengaruhi diri serta orang-orang sekitarnya. Pada akhirnya, perjuangan yang ia lakukan berhasil membebaskan dirinya dari kungkungan budaya patriarki dan mendeklarasikan dirinya sebagai individu yang konkret—diakui keberadaannya, mempunyai tujuan hidup, dan bebas menentukan jalan hidupnya sendiri._____________________________Society’s culture and tradition have normalized every kind of oppression to women, due to patriarch culture of making men’s status higher than women been applied. Based on this circumstances, feminist movement has been made as an attempt to stand up for gender equality, in which one has been manifested in Dua Garis Biru film script by Gina S. Noer that especially highlight female main lead struggles to echoing her existence by doing any kind of counterwork against the patriarch culture which people are projecting towards her. This literature research will uses feminism point of view and qualitative descriptive method to examine any kind of patriarch culture experienced by the female main lead in the film script, and how she fights against those gender inequality. Through the film script descriptions, the result showed that the female main lead has been experiencing several kinds of inequity in the society caused by her status as woman in the eye of patriarch, which are marginalization, subordination, stereotype, verbal violation, even excess workload. Hence the female main lead in the film script been actively involved in decisively spoke her own mind about every little decision which going to be impactful towards herself and others around her. At the end, her struggles which she had been through had liberated herself from the confinement of patriarch culture and she declared herself clearly as one actual human being—which her existence being acknowledged, having her own life purpose, and free to choose her choice in life

    Beberapa Catatan Pengaruh Ageratum conyzoides pada Beberapa Kultivar Padi Gogo Lokal

    Get PDF
    Suatu Percobaan untuk mengetahui pengaruh Ageratum conyzoides terhadap beberapa kultivar padi (O. sativa) lokal gogo, serta untuk mengetahui toleransi padi (O.sativa) lokal gogo terhadap pengaruh A. conyzoides telah dilakukan dengan sepuluh perlakuan kultivar padi gogo lokal, dan tiga ulangan berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Perlakuan tersebut adalah 060 (Jambu Putih), 077 (Sangkit Merah), 102 (Rumbia), 160 (Sanuk), 170 (Pandan Wangi), 172 (Pora), 002 (Serkap Putih), 164 (Tiloi), 141 (Pandan Putih), dan juga 121 (Terang Bulan). Setiap kultivar dikompetisikan dengan A. conyzoides. Kultivar 164 (Tiloi) dan 170 (Pandan Wangi) masing-masing tercatat sebagai tinggi tanaman tertinggi dan terendah. Produksi tertinggi dicapai oleh kultivar 170 (Pandan Wangi), serta 172 (Pora), dan terendah dihasilkan oleh kultivar 002 (Serkap putih). Analisis klaster berdasarkan produksi padi menunjukkan bahwa terdapat empat kelompok padi toleran yang bersaing dengan A. conyzoides. Yang pertama adalah (060) Jambu Putih, (077) Sangkit Merah, (102) Rumbia, (160) Sanuk, (002) Serkap Putih, (164) Tiloi, (141) Pandan Putih, (121) Terang Bulan, Kelompok yang kedua adalah (172) Pora, dan (170) Pandan Wangi. Kelompok yang ketiga adalah (102) Rumbia, (160) Sanuk, (141) Pandan Putih, dan (164) Tiloi, dan kelompok yang keempat berturut-turut adalah (077) Sangkit Merah, (060) Jambu Putih, (002) Serkap putih, dan (121) Terang bulan

    Rancang Bangun Sistem Informasi Website Pergudangan Toko Mitra Mandiri Mebel Samarinda Berbasis Framework Laravel Dan Vue.Js Dengan Metode Waterfall

    Get PDF
    Toko Mitra Mandiri Mebel adalah sebuah toko furnitur di Samarinda yang menjual berbagai macam furnitur. Pendataan data furnitur masih dilakukan secara manual menggunakan buku yang menimbulkan kurangnya kinerja karyawan dan kontrol dari stok furnitur yang ada. Peningkatan kinerja karyawan dan kontrol stok furnitur dapat menggunakan sistem berbasis website agar pendataan dapat dilakukan dimana saja secara online. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang website sistem informasi pergudangan menggunakan framework Laravel dan framework Vue.Js. Perancangan ini dibuat menggunakan metode waterfall, yaitu metode pengembangan perangkat lunak yang memiliki tahapan beralur yang berjalan secara urut. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara pemilik toko dan observasi kegiatan toko secara langsung. Hasil dari penelitian ini adalah berhasil merancang website sistem informasi pergudangan menggunakan framework Laravel dan framework Vue.Js. pada toko Mitra Mandiri Mebel Samarinda yang berguna untuk mempermudah dan meningkatkan kinerja karyawan toko Mitra Mandiri Mebel dalam pendataan stok furnitur

    Aplikasi Proses Desinfeksi Air Minum Menggunakan Cuka Kayu Berbasis Limbah Serbuk Gergaji Sebagai Altenatif Bahan Desinfeksi

    Get PDF
    Pertumbuhan industri dan kebutuhan masyarakat akan memberikan dampak seperti munculnya patogen seperti bakteri Escherichia coli dalam air. Hal ini akan berkontribusi pada penurunan ketersediaan air bersih. Proses desinfeksi diterapkan untuk mengurangi dan membatasi jumlah bakteri Escherichia coli di dalam air. Cuka kayu yang mengandung fenol merupakan salah satu bahan alternatif yang dapat digunakan sebagai disinfektan. Penelitian ini mengkaji penggunaan cuka kayu dalam proses desinfeksi. Proses desinfeksi dievaluasi berdasarkan variasi konsentrasi cuka kayu dan waktu kontak selama proses desinfeksi terhadap analisis jumlah bakteri (MPN) dan analisis residu fenol. Cuka kayu dari limbah serbuk gergaji telah memenuhi kualitas dari segi parameter pH, warna dan transparansi yang mengacu pada The Japan Pyroligneous Liquor Association. Cuka kayu memiliki kandungan fenol sebesar 1.022,456 ppm. Peningkatan konsentrasi fenol dapat meningkatkan daya hambat pertumbuhan Escherichia coli hingga 99,816% sedangkan peningkatan waktu kontak memberikan hasil yang fluktuatif. Proses desinfeksi menggunakan cuka kayu menghasilkan konsentrasi Escherichia coli dan fenol yang berada di atas regulasi jika dibandingkan dengan gas klorin

    Optimizing Early Childhood Cognitive Development through Parental Stimulation

    Get PDF
    This research highlights the importance of parental caregiving in the cognitive development of children during early childhood, a period of rapid brain growth. Interaction with parents and a stimulating home environment significantly influence this development. Many parents lack understanding of effective ways to support their child's cognitive development, necessitating interventions that help enhance cognitive stimulation at home. This study reviews the literature to illustrate the effectiveness of positive parental stimulation in promoting early childhood cognitive development. The findings indicate that parental stimulation, such as a supportive home environment and positive interactions, is crucial for early cognitive development. Interventions that improve parenting practices are effective in enhancing children's cognitive abilities. A lack of stimulation can hinder a child's development, making supportive parenting programs essential. Home stimulation, positive interactions, and authoritative parenting styles are key to optimal cognitive development in children.Penelitian ini menyoroti pentingnya pengasuhan orang tua dalam perkembangan kognitif anak pada masa awal, saat otak berkembang pesat. Interaksi dengan orang tua dan lingkungan rumah yang stimulatif sangat memengaruhi perkembangan ini. Banyak orang tua kurang memahami cara efektif untuk mendukung perkembangan kognitif anak, sehingga diperlukan intervensi yang membantu meningkatkan stimulasi kognitif di rumah. Studi ini meninjau literatur untuk menggambarkan efektivitas stimulasi positif oleh orang tua dalam meningkatkan perkembangan kognitif anak usia dini. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa stimulasi orang tua, seperti lingkungan rumah yang mendukung dan interaksi positif, sangat penting untuk perkembangan kognitif anak usia dini. Intervensi yang meningkatkan praktik pengasuhan efektif dalam meningkatkan kemampuan kognitif anak. Kekurangan stimulasi dapat menghambat perkembangan anak, sehingga program pengasuhan yang mendukung sangat diperlukan. Stimulasi rumah, interaksi positif, dan gaya pengasuhan otoritatif adalah kunci untuk perkembangan kognitif anak yang optimal

    The Mediating Role of Work Motivation on the Influence of Work Life Balance and Work Motivation on Employee Performance in Generation Z

    Get PDF
    The purpose of this study was to examine the effect of Work Life Balance and Work Motivation on employee performance in Gen Z employees with the mediating role of Work Motivation. The population in this study were generation Z employees, namely employees born in 1995-2006 and working in private companies with a sample of 226 respondents. The sampling technique used in this study was purposive sampling technique. then CFA testing and path analysis were carried out using Mplus software. The results showed that all dimensions of Work Life Balance had no effect on Employee Performance, but Career Development had a significant effect on Employee Performance and Work Motivation proved to be a mediator between the influence of Career Development and Employee Performance. Therefore, it is recommended that companies pay more attention and learn how to improve employee career development in order to improve the performance of generation Z employees

    Handling Off-Task Behavior in Elementary School Students with Self-Management

    Get PDF
    Off-task behavior is the behavior of students spending most of the time to engage in behaviors that are not learning and individuals spend less time on the task or learning process. Symptoms appear in aspects of overt behavior such as making excessive movements that are not related to academic activities; issuing sentences/words outside the context of learning activities; choosing not to engage in a learning activity that is happening in learning. This study aims to evaluate the effectiveness of self-management to reduce off-task behavior. The participant of this study was a 3rd grade elementary school, he is a boy student who had low resilience in doing assignments and diverted to non-academic activities such as sleeping, playing with stationery, leaving the class to go to the toilet, playing with spit, biting fingers, daydreaming, and putting stationery in the mouth. The assessment conducted was an interview, behavioral observational of students in schools (BOSS), Wechsler Intelligence Scale for Children (WISC), Child Behavior Checklist (CBCL), Draw a Person (DAP), and House Tree Person (HTP). The results showed that the participants avoided doing tasks for a long duration and experienced problems in attention in class. The intervention consisted of four treatments with 16 sessions to reduce off-task behavior, so that on-task behavior increased. The result is that self-mangament intervention is effective in reducing the duration of off-task time, the subject can complete all his assignments to completion. Perilaku off-task adalah perilaku siswa menghabiskan sebagian besar waktu untuk terlibat dalam perilaku yang bukan belajar dan individu menghabiskan lebih sedikit waktu pada tugas atau proses belajar. Gejala muncul pada aspek perilaku yang tampak seperti melakukan gerakan berlebihan yang tidak terkait dengan kegiatan akademik; mengeluarkan kalimat/ kata-kata diluar konteks aktivitas pembelajaran; memilih untuk tidak terlibat dalam suatu aktivitas pembelajaran yang sedang terjadi dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektifitas self-management menurunkan perilaku off-task. Partisipan penelitian ini adalah seorang siswa laki-laki sekolah dasar kelas 3 yang memiliki ketahanan rendah dalam mengerjakan tugas dan mengalihkan pada kegiatan diluar akademik seperti tidur, bermain alat tulis, meninggalkan kelas untuk pergi ke toilet, memainkan ludah, menggigit jari, melamun, dan memasukan alat tulis kedalam mulut. Asesmen yang dilakukan adalah wawancara, behavioral observational of students in schools (BOSS), Wechsler Intelligence Scale for Children (WISC), Child Behavior Checklist (CBCL), Draw a Person (DAP), dan House Tree Person (HTP). Hasil menunjukan partisipan menghindari pengerjaan tugas dengan durasi yang lam dan mengalami permasalahan dalam atensi di kelas. Intervensi terdiri dari empat perlakuan dengan 16 sesi untuk menurunkan perilaku off-task, sehingga perilaku on-task meningkat. Hasilnya intervensi self-mangament efektif menurunkan durasi waktu off-task, subjek dapat menyelesaikan semua tugasnya hingga tuntas

    Growing Young Entrepreneurs: Does Social Support Affect Their Entrepreneurial Intention?

    No full text
    In the field of Industrial and Organizational Psychology, an individual's career choice to become an entrepreneur is an impressive topic to study, especially in the productive age, because entrepreneurship is one of the prerequisites for reaching developed notions and helps reduce the unemployment rate. Numerous efforts have been attempted to develop and facilitate an increase in the number of entrepreneurs among students. Unfortunately, with the various existing facilities and programs, students enthusiasm in the field of entrepreneurship is not invariably followed by the creation of a sustainable business. There is a contributing factor in entrepreneurial intentions, i.e., social support. Thus, this research aims to investigate the role of social support in entrepreneurial intentions among Semarang State University students who are actively involved in education or entrepreneurial activities (N=377) using a purposive sampling technique. This study collected data using 11 items on the entrepreneurial intention scale and 10 items on the social support scale. Simple linear regression was used to evaluate the data. The outcome demonstrates that social support plays a significant positive role in entrepreneurial intention, p < 0.05, R2 = 0.379 with the equation Y' = 26,748 + 0.600 X. This indicates that the higher social support score influences an individual to have the greater entrepreneurial intention. Therefore, It is also envisaged that the findings of this study would be useful to different parties when planning or creating acceleration program for the development of young entrepreneurs, particularly for those from collectivist cultures.Pada bidang Psikologi Industri dan Organisasi, pemilihan karier individu menjadi seorang wirausaha menjadi topik yang menarik untuk diteliti, terutama pada usia produktif. Hal tersebut disebabkan karena kewirausahaan merupakan salah satu prasyarat untuk mencapai negara maju dan membantu mengurangi tingkat pengangguran. Berbagai upaya telah dijalankan untuk mengembangkan dan memfasilitasi peningkatan jumlah wirausaha pada mahasiswa. Sayangnya, dengan berbagai fasilitas dan program yang ada, ketertarikan mahasiswa dalam bidang kewirausahaan tersebut tidak selalu diikuti dengan penciptaan bisnis yang berkelanjutan. Terdapat faktor yang dapat berperan dalam intensi berwirausaha adalah dukungan sosial. Oleh karena itu, Penelitian ini memiliki tujuan untuk menguji peranan dukungan sosial terhadap intensi berwirausaha pada mahasiswa Universitas Negeri Semarang yang memiliki keterlibatan aktif dalam pendidikan ataupun aktivitas kewirausahaan (N=377) dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan 11 item skala intensi berwirausaha dan 10 item skala dukungan sosial. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan Regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan dukungan sosial berperan positif terhadap intensi berwirausaha nilai p < 0,05, R2 = 0,379 dengan persamaan Y’ = 26.748 + 0,600 X. Hal tersebut mengartikan apabila terjadi peningkatan dukungan sosial maka akan semakin tinggi intensi berwirausaha. Dengan demikian, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan berbagai pihak dalam menyusun ataupun mengembangkan program akselerasi penciptaan wirausaha muda, terutama pada individu dalam budaya kolektivis

    4,239

    full texts

    4,795

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    eJournals System Universitas Mulawarman
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇