eJournals System Universitas Mulawarman
Not a member yet
    4795 research outputs found

    Pengaruh Edukasi Gizi terhadap Peningkatan Pengetahuan Remaja tentang Konsumsi Makanan Beragam dalam Upaya Penerapan 4 Pilar Gizi Seimbang

    Get PDF
    Permasalahan gizi yang saat ini terjadi akibat dari penerapan pola makan yang salah dimana banyak orang tidak mengamati keragaman konsumsi makanan yang berkaitan dengan kebutuhan tubuh terhadap energi dan proporsi makanan yang seimbang. Masalah lain yang sering terjadi pada remaja adalah mengonsumsi makanan dalam porsi besar dengan tinggi lemak dan karbohidrat tanpa memedulikan kandungan gizi didalamnya. Perilaku makan tersebut dapat berakibat buruk pada kesehatan remaja dengan timbulnya masalah gizi seperti kekurangan gizi serta kelebihan gizi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi gizi terhadap peningkatan pengetahuan remaja di SMPN 2 Karawang Barat tentang konsumsi makanan beragam dalam upaya penerapan 4 pilar gizi seimbang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian Non-Equivalent Group Control (Quasi Experiment) atau eksperimen semu yang dilaksanakan pada bulan November 2023. Analsisi data menggunakan uji paired-samples T-test. Hasil menyatakan bahwa tidak terdapat adanya hubungan yang signifikan antara pengaruh edukasi gizi terhadap peningkatan pengetahuan remaja tentang konsumsi makanan beragam. Penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas pengetahuan responden terhadap konsumsi makanan beragam berada pada tingkat pengetahuan yang tinggi bahkan sebelum dilakukannya edukasi

    Hubungan Konsumsi Kopi dan Garam Terhadap Kejadian Hipertensi pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Bengkuring Kota Samarinda

    Get PDF
    Hipertensi merupakan penyakit meningkatnya tekanan darah yang menjadi problematika dunia dan berdampak pada peningkatan angka kesakitan serta kematian. Hipertensi memiliki faktor pemicu yang dapat diubah dan tidak dapat diubah, faktor pemicu yang tidak dapat diubah adalah usia, jenis kelamin, riwayat keturunan, sedangkan pada faktor pemicu yang dapat diubah diantaranya adalah konsumsi kopi dan garam.World Health Organization secara global mengatakan bahwa dengan presentase sebesar 22% dari total penduduk dunia menderita hipertensi (WHO, 2021). Riset Kesehatan Dasar Riskesdas (Riskesdas) 2018 menunjukkan bahwa usia 55-75 tahun keatas menjadi peringkat I pertama dengan prevalensi hipertensi dengan catatan diagnosis oleh dokter.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsumsi kopi dan garam terhadap kejadian hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Bengkuring. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik dengan pendekatan case control, penentuan sampel penelitian ini menggunakan teknik non probability sampling dengan metode purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan SQ-FFQ secara langsung dengan jumlah sampel sebanyak 52 sampel yang  terdiri dari 26 kontrol dan 26 kasus. Data dianalisis menggunakan uji chi-square. Berdasarkan uji statistik ditemukan hasil dengan nilai P Value  konsumsi garam dengan hipertensi (P Value = 0,017 dan OR = 6.353 ) dan P Value konsumsi kopi dengan hipertensi (P Value = 0,082). Kesimpulannya bahwa terdapat hubungan konsumsi garam dengan kejadian hipertensi dan tidak terdapat hubungan konsumsi kopi dengan kejadian hipertensi. Hasil penelitian ini disarankan bagi penderita hipertensi maupun bukan penderita hipertensi untuk selalu melakukan pemeriksaan tekanan darah secara teratur dan membatasi konsumsi kopi serta mengurangi konsumsi garam sehingga dapat mengurangi potensi terjadinya komplikasi dan timbulnya penyakit lainnya

    Studi Penirisan Tambang Pada Pit Alam 4, Pt. Muara Alam Sejahtera Sub. PT. Bina Sarana Sukses, Kec. Lahat, Kab. Bandar Agung, Sumatera Selatan

    Get PDF
    AbstrakAir adalah Salah satu faktor yang mempengaruhi kegiatan penambangan. Air yang menggenangi lokasi penambangan merupakan masalah yang penting untuk ditangani bagi perusahaan penambangan. Hal ini dikarenakan air yang masuk ke lokasi penambangan dapat mengganggu aktivitas penambangan dan mengakibatkan terhambatnya produksi, Akibatnya terjadi penurunan produktivitas batubara yang dihasilkan. Permasalahan PT. Bina Sarana Sukses (PT.BSS) site PT. Muara Alam Sejahtera (PT.MAS) dalam kegiatan penirisan tambang yang mengakibatkan lamanya proses pemindahan air pada area sump yang meluap sehingga memperlambat kegiatan produksi, maka perlu adanya kajian ulang mengenai sistem penirisannya. Oleh karena itu, dilakukannya penelitian ini adalah mengkaji lebih lanjut dimensi sump, jumlah debit air, hingga jumlah pompa yang direkomendasikan. Pengumpulan data dilakukan untuk mengidentifikasi serta melakukan perbandingan antara data perencanaan dan data aktual di lapangan. Proses pengolahan data dilakukan dengan menggunakan aplikasi permodelan dan Microsoft Excel.Luas daerah tangkapan hujan (catchment area) PT.BSS seluas 60,02 hektar, dengan sumber air yang masuk pada area penambangan berasal dari air hujan, dilakukan perhitungan curah hujan rencana dengan PUH 10 tahun maka didapatkan debit limpasan sebesar m3/jam dan volume limpasannya sebesar 26.710,26 m3/hari. Menggunakan pompa multiflo MF 583HP dengan head total sebesar 83,85 m, debit pemompaan aktual sebesar 450,38 m3/jam, bekerja pada efisiensi 71% dan putaran pompa 1550RPM.Kata Kunci: Penirisan Tambang, Catchment Area, Debit Limpasan, Head Total, RPM

    Pemanfaatan Ampas Tebu sebagai Adsorben Ion Mineral untuk Menghilangkan Warna Keruh pada Air Sungai

    Get PDF
    Adsorpsi adalah proses pengumpulan suatu substansi pada permukaan padatan adsorben. Proses adsorpsi ini melibatkan dua komponen utama yaitu adsorben yang merupakan padatan dimana di atasnya terjadi pengumpulan substansi yang disisihkan dan adsorbat yaitu substansi yang akan disisihkan dari cairan. kadar mineral dapat menimbulkan efek gangguan terhadap kesehatan manusia, tergantung pada bagian mana dari kadar mineral tersebut yang terikat dalam tubuh serta besarnya dosis paparan. Pada penelitian ini dilakukan adsorpsi dengan proses aktivasi dan tanpa aktivasi sehingga dapat dilihat bahwa adsorben dengan proses aktivasi lebih efektif daripada adsorben tanpa aktivasi. Mineral Ca dan mineral Mg banyak terserap saat menggunakan adsorben dengan aktivasi dengan massa absorben sebesar 0,5 gram dikarenakan aktivasi dapat menyebabkan perluasan permukaan adsorben untuk menyerap kadar mineral. Sedangkan pada adsorben tanpa aktivasi hanya warna yang memudar untuk kandungan mineral dapat meningkat

    BACKUP VOLUME PEKERJAAN STRUKTUR PEMBANGUNAN GEDUNG PERAWATAN PANDURATA RSUD ABDUL WAHAB SYAHRANIE

    Get PDF
    Backup volume merupakan rincian perhitungan volume dari semua item pekerjaan. Data backup volume merupakan suatu hal yang sangat penting dan biasanya digunakan untuk mengetahui volume semua item pekerjaan, sebagai acuan untuk menghitung anggaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji backup volume pekerjaan struktur pada pembangunan gedung perawatan pandurata di RSUD Abdul Wahab Syahranie. Backup volume pekerjaan struktur merujuk pada perhitungan dan perencanaan cadangan material konstruksi yang diperlukan untuk mengantisipasi risiko dan memastikan kelancaran proyek. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi survei lapangan, analisis dokumentasi, dan wawancara dengan pihak terkait proyek konstruksi. Perhitungan backup volume dilakukan menggunakan aplikasi microsoft excel dan dibantu dengan DED (Detail Engineering Design) sebagai acuan dalam menghitung volume item pekerjaan. Volume yang dihitung adalah volume balok, volume kolom, dan volume pelat lantai yang masing - masing item pekerjaan tersebut dibagi menjadi perhitungan volume beton, perhitungan volume pembesian, dan perhitungan volume bekisting dari pekerjaan struktur pembangunan gedung perawatan Pandurata RSUD Abdul Wahab Syahranie di zona A, yang dimana gedung tersebut memiliki 8 lantai dan terbagi dalam 3 zona. Berdasarkan perhitungan tersebut, didapatkan hasil total keselurahan masing - masing volume yaitu, volume beton balok 1153,89 m3, volume pembesian balok 59044,85 kg, dan volume bekisting balok 5984,37 m2. Volume beton kolom 522,02 m3, volume pembesian kolom 46167,83 kg, dan volume bekisting kolom 458,93 m2. Volume beton pelat lantai 30,34 m3, volume pembesian pelat lantai 75,23 kg, dan volume bekisting pelat lantai 241,31 m

    Pengaruh metode pengeringan oven gas dan rumah pengering terhadap laju pengeringan dan kualitas daun katuk (Sauropus androgynus)

    Get PDF
    Penelitian ini mengkaji pengembangan rumah pengering yang memanfaatkan sinar matahari sebagai alternatif pengeringan konvensional (tanpa rumah). Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan model laju pengeringan daun katuk dengan dua kondisi, yaitu dengan dan tanpa pra-perlakuan blanching. Laju pengeringan yang digunakan adalah persamaan model Lewis dan Page. Sebagai perbandingan dilakukan percobaan secara paralel menggunakan pengering oven dengan membuat percobaan faktorial 2x3. Faktor pertama adalah pra-perlakuan pada bahan (blanching dan non-blanching), sedangkan faktor kedua adalah suhu pengeringan (60,70,dan 80oC). Percobaan ini disusun dalam Rancangan Acak Lengkap, masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Parameter yang diamati adalah yield dan kualitas daun katuk kering. Data yang diperoleh dari percobaan dengan pengering oven dianalisis dengan ANOVA, kemudian dibandingkan secara deskriptif dengan data dari percobaan menggunakan rumah pengering. Hasil penelitian menunjukkan kinerja rumah pengering (3 hari) untuk pengeringan daun katuk berada dalam kisaran kinerja pengering oven yang bekerja pada suhu 60-80 C (4 jam). Pra-perlakuan blanching memberikan yield dan kualitas daun katuk kering yang lebih baik pada proses pengeringan dengan bahan tanpa blanching. Desain rumah pengering yang digunakan pada penelitian ini direkomendasikan untuk dipergunakan pada pengeringan bahan daun-daunan

    Penggunaan pati sagu pregelatinisasi dan tepung kacang hijau dalam pembuatan crackers

    Get PDF
    Crackers merupakan makanan ringan yang populer dan biasanya terbuat dari tepung terigu. Pati sagu pregelatinisasi dan tepung kacang hijau dapat digunakan sebagai pengganti tepung terigu. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh rasio pati sagu pregelatinisasi dan tepung kacang hijau yang dapat menghasilkan crackers dengan respons hedonik terbaik. Penelitian eksperimental ini dilakukan menggunakan rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan (formula komposit pati sagu pregelatinisasi (S) dan tepung kacang hijau (K)), yaitu S 100%, S 80%, S 60%, S 40%. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak empat kali. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA dilanjutkan dengan uji DMRT, kecuali untuk data sensoris dianalisis dengan uji Friedman dilanjutkan dengan uji Dunn’s. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar sagu pregelatinisasi berpengaruh nyata terhadap kadar air, abu, protein, lemak, serat kasar, karbohidrat serta respons sensori hedonik untuk warna, rasa, kerenyahan dan penilaian keseluruhan. Tepung komposit dengan kadar sagu pregelatinisasi 60% dan tepung kacang hijau 40% (S 60%) mendapatkan respons sensoris hedonik terbaik, yaitu disukai oleh panelis untuk atribut warna, aroma, rasa dan kerenyahan. Crackers yang dihasilkan dari formula komposit S 60% mempunyai karakteristik kimia sebagai berikut, kadar air 1,58%, protein 6,13%, lemak 20,36%, serat kasar 4,64%, karbohidrat 68,91%, dan abu 2,84%

    Analisis sifat fisik, fitokimia dan sensoris minuman herbal batik raja

    Get PDF
    Pemanfaatan potensi bajakah dan bawang tiwai dalam minuman herbal merupakan salah satu alternatif untuk menghasilkan produk pangan khas Kalimantan. Bajakah dan bawang tiwai dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan minuman herbal yang dikombinasikan dengan bahan lain seperti kayu manis, serai, jahe, dan gula merah. Minuman herbal ini diberi nama Batik Raja diambil dari akronim bahan-bahan yang digunakan pada pembuatan minuman herbal. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui untuk mengetahui sifat fisik, fitokimia, dan sensoris pada minuman herbal Batik Raja. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap non faktorial dengan 5 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan yang digunakan yaitu perbandingan konsentrasi bajakah (B) dan bawang tiwai (T), yaitu B50:T10, B40:T20, B30:T30, B20:T40, dan B10:T50. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi bajakah dan bawang tiwai terbaik adalah B10:T50 yang mempunyai sifat fisik nilai pH 6,08, viskositas 1,31 mPa.s, intensitas warna 0,85 (pada 450 nm), dan total padatan terlarut 2,23 oBrix. Sifat fitokimianya menunjukkan kadar fenolik total 640,55 mg GAE/L, tanin total 415,21 mg TAE/L, dan total flavonoid 161,96 mg QE/L. Kadar maksimal bawang tiwai dalam herbal Batik Raja yang direkomendasikan berdasarkan sifat sensoris hedonik adalah 20 g (B40:T20) yang mendapat skor 4 (suka) untuk warna dan 3 (agak suka) untuk aroma dan rasa. Sedangkan respons sensoris mutu hedonik nya untuk warna 4 (oranye pekat), aroma 3 (beraroma bajakah dan bawang tiwai), dan rasa 3, (agak sepat)

    Pengaruh penambahan tepung sagu terhadap sifat kimia dan organoleptik boba

    Get PDF
    Boba adalah mutiara tapioka (bubble pearl)yang terdapat pada minuman teh susu yang berasal dari Negara Taiwan.Bahan utama pembuatan boba adalah tepung tapioka dan campuran gula aren. Pada penelitian ini pembuatan boba akan ditambahkan tepung sagu sebagai pencampuran bahan baku. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung sagu terhadap sifat kimia dan uji organoleptik boba serta menentukan jumlah tepung sagu yang tepat dalam pembuatan boba. Penelitian ini merupakan percobaan eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktor tunggal.Perlakuan dalam penelitian ini adalah jumlah penambahan tepung sagu (g) sebanyak 5 perlakuan yaitu 0, 20, 30, 40 dan 50 g dan 3 kali ulangan, data di analisis dengan sidik ragam dilanjutkan dengan Beda Nyata Terkecil. Data sensoris ditransformasi terlebih dahulu menjadi data interval dengan MSI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa boba dengan penambahan tepung sagu berpengaruh tidak nyata (p>0,05) terhadap respons hedonik warna, dan aroma, tetapi berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap respons hedonik rasa, tekstur, mutu hedonik warna, aroma, rasa, tekstur, sifat fisik (kekerasan gel), serta sifat kimia (kadar air, protein, karbohidrat terhitung sebagai pati dan gula reduksi)

    Evaluasi Program Pembangunan Mass Rapid Transit di Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta

    Get PDF
    Jakarta merupakan daerah yang menjadi pusat kegiatan pemerintahan, ekonomi, dan kebudayaan, Bodetabek atau Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi, merupakan area penyangga dari Jakarta yang sebagian besar dihuni oleh masyarakat urban perkotaan. Untuk menunjang mobilitas masyarakat kota Jakarta, fasilitas transportasi menjadi hal yang penting dan layak untuk diperhatikan. Meningkatkan infrastruktur dan menambah sarana transportasi umum perkotaan sebagai upaya utama dalam mengatasi permasalahan kemacean lalu lintas. Untuk mencapai tujuan tersebut Dinas Perhubungan Jakarta memiliki strategi untuk mengembangkan sistem angkutan umum masal dengan kebijakan untuk membangun Sistem Angkutan Umum Masal berbasis Rel melalui pembangunan MRT. MRT adalah Mass Rapid Transit yaitu angkutan cepat terpadu dimana merupakan sebuah sistem transportasi transit cepat berbasis rel. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi program pembangunan Mass Rapid Transit di Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta, dilihat dari segi efektifitas, efisiensi, kecukupan, responsivitas, dan ketepatan sehingga dari hasil evaluasi ini dapat menjadi perbaikan terhadap pembangunan program Mass Rapid Transit di Ibu Kota Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan menggunakan data sekunder.Kata Kunci : Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta, Evaluasi, Mass Rapid Transi

    4,239

    full texts

    4,795

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    eJournals System Universitas Mulawarman
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇