eJournals System Universitas Mulawarman
Not a member yet
    4795 research outputs found

    Cublak-cublak Suweng Game: Can it Improve the Socio-emotional Development of Alpha Generation Children?

    Get PDF
    Games are a natural way for children to learn and develop physically, cognitively and socio-emotionally. Traditional games are a learning medium that has many benefits for children's development. This research aims to find out how the traditional game "Cublak-cublak Suweng" influences the socio-emotional development of Alpha generation children amidst the current dominance of digital technology. This research is a quantitative research with a one group pretest-posttest design. The research subjects were alpha generation children, who grew up with technological facilities, aged 7-10 years and lived in Malang City with a total of 12 children participating, using a purposive sampling technique. Data analysis used Wilcoxon statistical test analysis. The results showed that children who took part in the game "Cublak-cublak Suweng" showed significant improvements in socio-emotional skills such as empathy, cooperation, and emotional regulation compared to the control group. This research provides an understanding that traditional games are able to support the socio-emotional development of alpha generation children in the modern era. Thus, it is hoped that these findings can open the minds of educatorsand parents to consider traditional games as an approach in educating children.Permainan merupakan salah satu cara alami bagi anak-anak untuk belajar dan berkembang baik secara fisik, kognitif, dan juga sosio-emosional. Permainan tradisional merupakan media belajar yang memiiki banyak manfaat untuk perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana permainan tradisional "Cublak-cublak Suweng" mempengaruhi perkembangan sosio-emosional anak-anak generasi Alpha ditengah dominasi teknologi digital saat ini. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain one group pretest-postest. Subjek penelitian adalah anak-anak generasi alpha, yang tumbuh bersama fasilitas teknologi, berusia 7-10 tahun dan berdomisili di Kota Malang dengan jumlah total partisipan 12 anak, dengan Teknik sampling purposive. Analisis Data menggunakan analisis uji statistik Wilcoxon.Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang ikut serta dalam permainan "Cublak-cublak Suweng" menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan sosio-emosional seperti empati, kerjasama, dan regulasi emosi dibandingkan dengan kelompok kontrol. Penelitian ini memberikan pemahaman bahwa permainan tradisional mampu mendukung perkembangan sosio-emosional anak generasi alpha di era modern. Dengan demikian, diharapkan temuan ini dapat membuka wawasan para pendidik dan orang tua untuk mempertimbangkan permainan tradisional sebagai salah satu pendekatan dalam mendidik anak

    Improve Pre-Reading Skills of Children with Light Intellectual Impairment with Read Aloud Method

    Get PDF
    The pre-reading ability is a fundamental skill that must be mastered to improve reading skills. Learning to read requires an understanding of symbols and theoretical comprehension, thus requiring strong imagination and memory. The learning process can be challenging to be quickly grasped by mildly intellectually disabled children with learning disabilities. Although the cognitive abilities of mildly intellectually disabled children may be slow, they can still be gradually developed with an effective learning process, such as the read-aloud method, to make children comfortable with reading activities, thus facilitating the gradual acceptance of pre-reading learning. This research aims to determine the influence of the read-aloud method on pre-reading abilities in mildly intellectually disabled children at SLB-C Autis Pelita Hati Palembang. The research method used is experimental quantitative. Sample selection is done using purposive sampling technique, with a sample size of 6 mildly intellectually disabled students. Data collection methods include interviews, observations, questionnaires, and measurements using a modified pre-reading ability assessment test assessed using the Guttman scale. The design used in this research is a repeated treatment design with a one-group pretest-posttest design. The data analysis technique used is the paired sample t-test. The hypothesis testing results show t = -18.634 and p = 0.000, indicating that p < 0.05, which means the hypothesis is accepted. This indicates that there is a difference between the pre-test and post-test results after the read aloud treatment, meaning that reading aloud influences the pre-reading abilities of children with mild hearing impairments.Kemampuan pra-membaca merupakan hal dasar yang harus dikuasai untuk meningkatkan kemampuan membaca. Dalam pembelajaran membaca membutuhkan pemahaman simbol dan pemahaman secara teoritis, sehingga membutuhkan daya imajinasi dan daya ingat yang kuat. Proses pembelajaran tersebut sulit untuk cepat diterima bagi anak tungarahita ringan yang memiliki keterbatasan intelektual. Meskipun kemampuan dalam berpikir anak tunagrahita ringan lambat, namun masih dapat dikembangkan secara perlahan dengan proses pembelajaran yang efektif yaitu dengan metode read aloud agar anak nyaman dengan kegiatan membaca sehingga perlahan proses belajar pra-membaca dapat mudah diterima. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh read aloud terhadap kemampuan pra-membaca pada anak tunagrahita ringan di SLB-C Autis Pelita Hati Palembang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kuantitatif eksperimental. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 6 siswa tunagrahita. Metode pengumpuan data melalui wawancara, observasi, angket dan alat ukur berupa modifikasi tes asesmen kemampuan pra-membaca dengan cara penilaian menggunakan skala guttman. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain perlakukan ulang dengan one group pretest-posttest design. Teknik analisis data menggunakan uji paired sample t-test. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan t = -18,634 dan p = 0,000 sehingga p< 0,05 yang berarti hipotesis diterima. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil pre-test dan post-test setelah treatment read aloud yang artinya read loud memiliki pengaruh terhadap kemampuan pra-membaca pada anak tungarhita ringan

    Let's Become A Humanist Communicator! The Importance of Interpersonal Communication Skills to Improve Group Cohesion

    Get PDF
    The adolescent phase is a very critical development spear in life. Adolescents who have entered the age of high school students have experienced several significant changes that include emotional, cognitive, and social. School life not only revolves around understanding the material and working on tasks individually, but also includes good social interaction. In response to this, students are required to be able to blend in well to achieve social interaction with peers. It is important to have attachment between students to avoid prolonged conflicts between students and student groups. However, there are still many cases of conflict that occur due to low adhesion between students at school. The purpose of this study is to improve group cohesiveness by providing interpersonal communication training. The assumption of this interpersonal communication training is that by improving the interpersonal communication skills of participants, it will increase group cohesiveness in participants as well. This study is experimental research conducted on 14 students of class X IPS 1. There was a significant difference between the cohesiveness score of the group before and after the training with a sig value = 0.009 (p > 0.05), which showed that there was an increase in the cohesiveness score of the group of trainees. Based on the results of the research found, there was a change in behavior in class X IPS 1 student to become more blended and have more attachment to each other in class so that the classroom atmosphere became more synergistic and harmonious.Fase remaja menjadi tombak perkembangan yang sangat kritis di kehidupan. Remaja yang sudah memasuki usia peserta didik SMA telah mengalami sejumlah perubahan signifikan yang mencakup emosi, kognitif, dan sosial. Kehidupan sekolah tidak hanya berputar pada pemahaman materi dan pengerjaan tugas secara individu, tetapi juga mencakup interaksi sosial yang baik. Menanggapi hal tersebut, siswa diharuskan mampu untuk berbaur dengan baik guna mencapai interaksi sosial dengan teman sebaya. Penting memiliki kelekatan antar siswa untuk terhindar dari konflik berkepanjangan antar siswa maupun kelompok siswa. Akan tetapi, masih banyak sekali kasus konflik yang terjadi akibat rendahnya kelekatan antar siswa di sekolah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kohesivitas kelompok dengan memberikan pelatihan komunikasi interpersonal. Asumsi dari pelatihan komunikasi interpersonal ini adalah dengan meningkatkan kemampuan komunikasi interpersonal peserta maka akan meningkatkan kohesivitas kelompok pada peserta pula. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang dilakukan terhadap 14 orang siswa kelas X IPS 1. Terdapat perbedaan yang yang signifikan antara skor kohesivitas kelompok sebelum pelatihan dan sesudah pelatihan dengan nilai sig = 0,009 (p > 0,05), hal ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan skor kohesivitas kelompok peserta pelatihan. Berdasarkan hasil penelitian yang ditemukan, terjadi perubahan perilaku pada siswa-siswa kelas X IPS 1 menjadi lebih berbaur dan lebih memiliki kelekatan antar satu sama lain di kelas sehingga suasana kelas menjadi lebih bersinergi dan rukun

    Distribusi Kasus Celah Bibir dan Langit-Langit Berdasarkan Usia Pembedahan di Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2020-2022

    Get PDF
    Latar Belakang: Celah bibir serta langit-langit ialah malformasi kongenital kepala dan leher yang paling umum terjadi. Etiologi celah bibir dan/atau langit-langit telah dipelajari secara ekstensif bahwa anomali ini bersifat multifaktorial. Faktor risiko terjadinya celah yaitu seperti, jenis kelamin, faktor genetik yang dapat berinteraksi dengan faktor lingkungan selama kehamilan, dan riwayat keluarga. Presentasi klinis celah mulut bervariasi dan dapat diklasifikasikan sebagai celah langit-langit terisolasi atau celah bibir dengan ataupun tanpa celah langit-langit. Bayi dengan celah dapat melakukan operasi celah bibir apabila telah memenuhi kriteria “The Rules of Ten”, yaitu usia lebih dari 10 minggu atau 3 bulan, berat badan sekitar 4-5 kg atau lebih dari 10 pounds, dan hemoglobin lebih dari 10 g/dl. Perbaikan langit-langit dilakukan pada usia anak 10 sampai 12 bulan.  Tujuan: Menggambarkan distribusi kasus celah bibir dan/atau celah langit-langit menurut usia pembedahan di Provinsi Kalimantan Timur tahun 2020-2022. Metode: Jenis penelitian ini ialah penelitian deskriptif dengan teknik total sampling. Sampel penelitian ini diambil dari populasi berdasarkan kriteria inklusi yang telah ditentukan. Hasil: Distribusi kasus celah bibir dan/atau celah langit-langit pada tahun 2020-2022 memperlihatkan kelompok usia pembedahan lebih kerap dilakukan oleh kelompok usia balita (0-5 tahun) yakni 44 orang (57,15%). Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian ini, distribusi kasus celah berdasarkan usia saat dilakukan pembedahan banyak terjadi pada usia balita yaitu pada usia 0-5 tahun

    PENGARUH PEMANFAATAN LIMBAH SERBUK KAYU SEBAGAI BAHAN SUBSTITUSI AGREGAT HALUS DENGAN BAHAN TAMBAH SUPERPLASTICIZER PADA BETON

    Get PDF
    Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, banyak penelitian yang telah dilakukan untuk memperbaiki sifat-sifat beton terutama dari segi kekuatannya menahan beban dan kemudahan pengerjaannya. Beton umumnya tersusun dari empat bahan penyusun utama yaitu semen, pasir, agregat, dan air. Usaha untuk mengefisienkan biaya tanpa mengurangi mutu dan kuat tekan diantaranya dengan menggunakan serbuk kayu dan bahan tambah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh substitusi serbuk kayu terhadap volume agregat halus dengan bahan tambah superplasticizer dan menentukan  kuat tekan maksimumnya. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan perlakuan berupa serbuk kayu 1,5 %, 3 %, 6 %, 9 %, 12 % dan 15 % dengan umur perawatan 28 hari. Benda uji terdiri dari 24 silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Perencanaan adukan beton menggunakan metode SNI 7656-2012 dengan mutu beton yang direncanakan sebesar 20 MPa. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kuat tekan beton normal sebesar 18,26 MPa. Kuat tekan maksimum terjadi pada variasi beton normal yang ditambahkan superplasticizer 1% yang mengalami kenaikan sebesar 24,48 % terhadap nilai kuat tekan beton normal dengan nilai kuat tekan sebesar 22,73 MPa. Kemudian beton dengan variasi serbuk kayu 1,5 %, 3 %, 6 %, dan 9 % berturut-turut meningkatkan nilai kuat tekan yaitu 21,05 MPa, 19,39 MPa, 18,79 MPa, dan 18,67 MPa. Sedangkan pada beton dengan variasi serbuk kayu 12 % dan 15 % mengalami penurunan nilai kuat tekan yaitu 16,35 MPa dan 15,35 MPa

    Optimalisasi Pola Peledakan Dan Delay Peledakan Terhadap Ground Vibration Akibat Aktivitas Peledakan Di Pit Blok Osor Timur Pt. Kartika Selabumi Mining Kabupaten Kutai Kartanegara

    Get PDF
    Blasting adalah salah satu dari kegiatan penambangan yang bertujuan untuk melepaskan batuan dari batuan induknya. Peledakan akan menimbulkan sejumlah bahaya yang salah satunya adalah ground vibration. Selama ini ground vibration dianggap sebagai waste energy yang dapat merusak dan menjadi atensi terhadap lingkungan dan area sekitar.Sehingga pada lokasi penelitian di Pit Blok Osor Timur yang dekat dengan perkampungan dengan jarak kurang lebih 300-700 m sangat pentung dilakukan pengukuran tingkat getaran yang mengarah ke perkampungan sehingga didapatkan hasil getaran yang ditimbulkan dari hasil proses peledakan yang dilakukan. Data diperoleh dengan pengambilan data lapangan dan sekunder. Hasil analisis dan simulasi pola echelon dengan waktu tunda yang digunakan adalah 67 ms surface delay dan control delay surface 176 ms dengan isian 36 kg menghasilkan nilai PPV 0,279 mm/s dengan jarak 500 m. Hubungan nilai scaled distance dan PPV aktual di lapangan dengan regresi power didapatkan nilai K = 47148 dan e = -2,399 dan pola row by row dengan waktu tunda 394 ms control surface delay, 176 ms surface delay, dan 67 ms surface delay dengan isian 36 kg menghasilkan nilai PPV 0,542 mm/s dengan jarak 500 m. Hubungan nilai scaled distance nya mendapatkan nilai K = 2047,2 dan e = -1,787. Rekomendasi untuk perusahaan adalah menggunakan pola echelon denggan adalah 67 ms surface delay dan control delay surface 176 m

    Transmisi Nilai-Nilai Hidup Berumah Tangga melalui Tradisi Pak Ponjen di Desa Blimbingrejo Nalumsari Jepara

    Get PDF
    This article aims to identify the meaning of Pak Ponjen tradition in Blimbingrejo Nalumsari Jepara village and the values of married life contained in the tradition. There are two issues raised in this study, including the meaning of Pak Ponjen tradition in Blimbingrejo Nalumsari Jepara village and the values of married life in Pak Ponjen in Blimbingrejo Nalumsari Jepara village. This paper is the result of qualitative research with a case study method conducted in Blimbingrejo Nalumsari Jepara village. The data in this study were collected through observation during the Pak Ponjen ceremony procession, interviews with Pak Ponjen tradition actors, and documentation of writings or documents related to the tradition. The results of this study show that the Pak Ponjen tradition is a form of gratitude from parents to God for completing their duties in raising children to the stage of marriage. That way, the children are ready to live their own lives without parental intervention. This tradition is also a medium for parents to teach their children the values of married life, including: harmony, hard work, caring, frugal living, filial piety, and independence

    PENGARUH WAKTU DAN KONSENTRASI ADSORBEN KULIT JAGUNG TERHADAP PENURUNAN KONSENTRASI LOGAM BERAT

    Get PDF
    Penyerapan (Adsorpsi) secara umum adalah suatu proses pemisahan bahan dari campuran gas atau cair, bahan yang harus dipisahkan ditarik oleh permukaan adsorben padat dan diikat oleh gaya-gaya yang berkerja pada permukaan tersebut. Karbon aktif (adsorben) merupakan material amorf berkarbon yang memiliki luas permukaan yang besar yang dibangun oleh struktur pori internalnya melalui proses karbonisasi dan aktivasi. Karbon aktif mengandung 85-95% karbon, dihasilkan dari bahan-bahan yang mengandung karbon dengan pemanasan pada suhu tinggi. Salah satu bahan yang dapat diolah menjadi karbon aktif ialah kulit jagung yang memiliki kandungan selulosa yang cukup tinggi sehingga dapat menyerap kandungan logam yang ada di dalam larutan. Penelitian ini menggunakan H 2O2 sebagai akivator karbon aktif kulit jagung terhadap adsorbsi kadar logam dalam larutan CuSo 4, mula-mula diketahui kadar awal larutan CuSo 4 sebesar 15 mg/L kemudian dilakukan adsorbsi menggunakan karbon aktif kulit jagung yang telah diaktivasi sehingga diperoleh hasil kadar CuSo4 sebesar 0,003 mg/L dengan penurunan sebesar 99%, hal ini dikarenakan karbon aktif kulit jagung ini memiliki kemampuan yang baik dalam penyerapan kandungan logam

    IMPLEMENTATION OF BIOGAS EQUIPMENT USING ARDUINO MEGA 2560 WITH SENSOR MQ-4

    Get PDF
    The biogas in the research that the authors do is a mixture of cow dung with 1: 2 water, where the biogas in this study is carried out by anaerobic fermentation or without air, a mixture of cow dung and water is put into the reactor and the fermentation process is carried out for 12 days to prove whether biogas In this study, gas will be stored in storage (biogas bag 1 and biogas bag 2. The research method used, namely conducting literature studies, exploration, determining equipment specifications, designing and implementing and testing. In designing this tool, it is able to produce gas from the biogas fermentation process, namely methane gas which can be detected by a functioning methane gas sensor. Where there is an increase in PPM testing between the first MQ-4 sensor from 5246.36 and the second MQ-4 sensor detected at 5667.23 PPM with the adjusted difference of 420.87 PPM, so the methane gas is tested with a stove and a lighter. The MQ-4 sensor measurement error results reached 5.63%. Keywords: Reaktor fixed dome, MQ-4, Gas Metana, Monitorin

    Uji Karakteristik Hasil Transesterifikasi Dari Ekstrak Biji Ketapang (Terminalia catappa Linn) Terhadap Pengaruh Variasi Waktu Dengan Katalis KOH

    Get PDF
    Tumbuhan yang berpotensi sebagai bahan bakar biodiesel adalah tumbuhan ketapang (Terminalia catappa Linn). Ketapang mengandung minyak sebesar 40,15% sehingga minyak biji ketapang memiliki prospek untuk dijadikan suatu pilihan baru dalam industri minyak nabati dan merupakan tanaman yang potensil karena memiliki kandungan asam lemak jenuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil ekstrak dari biji ketapang dan mengetahui nilai pH dan FFA hasil esterifikasi dan transesterifikasi. Metode yang dilakukan untuk menghasilkan minyak adalah ekstraksi dengan metode maserasi dengan massa 75gram biji ketapang dan variasi waktu 1,2,3,4,5 hari. Pada penelitian ini menunjukkan bahwa perendaman pada hari ketiga memiliki volume yang besar dengan nilai FFA yang tidak terlalu besar yaitu sebesar 39%. Ekstrak minyak biji ketapang memiliki nilai persen yield 44,29% - 60%. Dilanjutkan dengan proses esterifikasi, pada proses ini diperoleh hasil Uji FFA sebesar 1,81% dengan pH 4.  Hasil transesterifikasi diperoleh metil ester, menunjukkan nilai berat jenis 0,84 g/ml, kandungan asam lemak bebas (Persen FFA) 1,686 % dan pH 7. Kata Kunci: Ketapang, Persen Yield, Persen FFA, pH, Metil Este

    4,239

    full texts

    4,795

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    eJournals System Universitas Mulawarman
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇