eJournals System Universitas Mulawarman
Not a member yet
4795 research outputs found
Sort by
Pengaruh Penggunaan Geotextile terhadap nilai Faktor Keamanan Lereng pada konstruksi Dinding Penahan Tanah kantilever Studi Kasus : Ruas Jalan Nasional Tanjung Selor – Malinau STA 88+140
Badan Jalan pada struktur tanah berbentuk lereng dengan kemiringan yang curam dapat mengalami kelongsoran. Apabila sudah terjadi longsor, maka diperlukan penanganan perkuatan lereng yang dapat berupa konstruksi dinding penahan tanah dengan bored pile dikombinasi dengan geotekstil. Geotekstil sering digunakan karena memiliki beberapa keunggulan, antara lain mudah dalam pelaksanaan serta dapat meningkatkan stabilitas lereng. Penggunaan konstruksi bored pile dikombinasi dengan geotekstil dilakukan di ruas Jalan Nasional Tanjung Selor – Malinau STA 88+140. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan factor keamanan lereng yang menggunakan konstruksi dinding penahan tanah dengan bored pile sebelum dan setelah diberi perkuatan geotekstil. Stabilitas lereng dianalisa dengan metode Elemen Hingga dengan dibantu Program Plaxis 2D. Dari hasil perhitungan didapat nilai faktor keamanan pada kondisi awal sebelum terjadi longsor sebesar 1,024. Nilai faktor keamanan pada saat longsor sebesar 1,00 yang diperoleh dengan analisis balik (back analisis). Nilai factor keamanan lereng dengan konstruksi bored pile sebesar 1,43 masih lebih kecil dari factor keamanan yang disyaratkan sebesar 1.5, dan Nilai factor keamanan setelah menggunakan perkuatan geotekstile sebesar 1,53. Maka dapat disimpulkan bahwa geotekstile dapat meningkatkan kestabilan lereng dengan memberikan sumbangan factor keamanan sebesar 0,10 (7%).
Akumulasi Modal Korrie Layun Rampan dalam Menembus Arena Sastra Indonesia
Penelitian ini bertujuan untuk membahas akumulasi modal Korrie Layun Rampan dalam menembus arena sastra Indonesia. Korrie merupakan salah seorang pengarang Indonesia yang terkenal dengan produktivitas dan karya-karyanya yang berkualitas. Pada 1976, ia pernah memenangkan sayembara penulisan roman Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) dengan novelnya yang berjudul Upacara. Hal inilah yang kemudian membuat Korrie mulai dikenal oleh publik sastra Indonesia. Penelitian ini menggunakan teori sosiologi sastra Pierre Bourdieu tentang arena produksi kultural, khususnya tentang modal dan arena. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat tiga modal yang digunakan Korrie untuk menembus arena sastra Indonesia, yaitu modal budaya, sosial, dan simbolik. Modal budaya berupa perpustakaan pribadi milik sang ayah, sering membawa warna lokal Dayak Benuaq dalam karya-karya yang ditulisnya, serta produktif dalam menulis karya-karya sastra yang berkualitas; modal sosial berupa bergabung dengan Persada Studi Klub (PSK), menjadi pengajar, wartawan, editor, redaktur, anggota DPRD Kutai Barat, serta bergabung dengan sejumlah komunitas sastra dan budaya; modal simbolik berupa legitimasi dari Dewan Kesenian Jakarta (DKJ), majalah Horison, serta berbagai penghargaan dan apresiasi yang diberikan kepadanya. Dengan mengakumulasi semua modal tersebut, posisi Korrie di arena sastra Indonesia pun kian kokoh dan spesifik.Kata kunci: modal, arena, sastra, Korrie Layun Rampan, Pierre Bourdie
Kelembagaan masyarakat dalam pengelolaan Hutan Adat di Desa Long Alango Kecamatan Bahau Hulu Kabupaten Malinau Provinsi Kalimantan Utara
Peran Badan pengelola maupun masyarakat adat dalam pengelolaan sumberdaya hutan sangat diperlukan dalam menjaga kelestarian sumber daya hutan sehingga fungsi hutan dapat dinikmati oleh generasi mendatang. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengurai dan menjelaskan potensi kelembagaan masyarakat dalam pengelolaan hutan adat Tana Ulen di Desa Long Alango Kecamatan Bahau Hulu. Penelitian ini menggunakan Metode studi kasus dimana data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi lapangan. Hasil penelitian menyebutkan bahwa keberadaan Badan pengelola hutan adat beserta lembaga adat mampu mengendalikan masyarakat sekitar hutan maupun oknum dari luar untuk tidak melakukan perambahan hasil hutan tanpa izin. Kebaradaan hutan adat dengan luas kurang lebih 11.000 hektar yang masuk dalam zona hutan adat tradisional Taman Nasional Kayan Mentarang merupakan suatu keuntungan bagi masyarakat lokal karena Pemanfaatan sumber daya alam yang ada dalam kawasan hutan hutan adat dapat dimanfaatkan seara terbatas untuk kepentingan bersama. Potensi kelembagaan masyarakat Desa Long Alango menggambarkan semangat juang dalam melestarikan sumber daya alam yang terkandung dalam kawasan hutan adat
Implementation of Milleu Teaching: Improving Receptive and Expressive Language Skills in Early Childhood with Language Delay
This study aims to determine the effectiveness of the implementation of the milieu teaching approach as an intervention to improve receptive and expressive language skills in early childhood experiencing language delays. The research design used a single-case experimental design. The subject of this study was a boy aged 4 years and 11 months who had a delay in language development. Data were collected through various assessments (interviews, observations, and formal psychological tests). The results showed that there were significant changes in expressive and receptive language skills after being given milieu teaching through A-B-A analysis. This means that milieu teaching is effective in improving the language skills of early childhood experiencing language delays. The practical implication is the importance of the role of parents in providing appropriate and consistent stimuli to children, as well as the importance of awareness of the influence of the environment on learning. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas implementasi pendekatan milleu teaching sebagai intervensi untuk meningkatkan kemampuan bahasa reseptif dan ekspresif anak usia dini yang mengalami keterlambatan bahasa. Desain penelitian menggunakan desain eksperimen kasus tunggal. Subjek penelitian ini adalah anak laki-laki berusia 4 tahun 11 bulan yang memiliki keterlambatan dalam perkembangan bahasa. Pengumpulan data dilakukan melalui berbagai asesmen (wawancara, observasi, dan tes formal psikologi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perubahan yang signifikan dalam kemampuan bahasa bahasa ekspresif dan reseptif setelah diberikan milleu teaching melalui analisis A-B-A. Artinya, milleu teaching efektif dalam meningkatkan kemampuan bahasa anak usia dini yang mengalami keterlambatan bahasa. Implikasi praktisnya adalah pentingnya peran orang tua dalam memberikan stimulus yang sesuai dan konsisten kepada anak, serta pentingnya kesadaran akan pengaruh lingkungan dalam pembelajaran.
Description of Self-Control, Fanaticism and Verbal Aggressive Behavior Among K-pop Fans on Twitter
Anyone, including groups of teenagers who like K-pop on Twitter, can act aggressively. Aggressive behavior is common because they have no self-control and are very fanatical about the idols they love, which causes them to behave aggressively on any social media. The aim of this study was to determine whether the level of self-control and fanaticism of Korean Pop fans influences the frequency with which they engage in aggressive verbal behavior on Twitter. 330 active Twitter users who are K-pop fans participated in this research. This research uses quantitative methods and linear regression analysis to determine the extent to which self-control and fanaticism influence aggressive verbal behavior. The results showed that fanaticism and verbal aggressive behavior were positively correlated (coefficient = 3.176) and self-control and verbal aggressive behavior were negatively correlated (32.022). Other findings from this research include a 78% correlation between self-control and fanaticism and aggressive verbal behavior on Twitter.Siapapun, termasuk kelompok remaja yang menyukai K-pop di Twitter, bisa saja bertindak agresif. Perilaku agresif yang umum terjadi karena mereka tidak memiliki kontrol diri dan sangat fanatik terhadap idola yang mereka sayangi, yang menyebabkan mereka berperilaku agresif di media sosial manapun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah tingkat kontrol diri dan sikap fanatik penggemar Pop Korea mempengaruhi frekuensi mereka terlibat dalam perilaku verbal agresif di Twitter. 330 pengguna aktif Twitter merupakan penggemar K-pop yang berpartisipasi dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan analisis regresi linier untuk mengetahui sejauh mana kontrol diri dan fanatisme mempengaruhi perilaku verbal agresif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fanatisme dan perilaku agresif verbal berkorelasi positif (koefisien = 3,176) dan kontrol diri dengan perilaku agresif verbal berkorelasi negatif (32,022). Temuan lain dari penelitian ini antara lain adanya korelasi sebesar 78% antara kontrol diri dengan fanatisme terhadap perilaku verbal agresif di Twitter
Eksplorasi Jamur Endofit Pada Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata L.) dan Potensinya Sebagai Jamur Entomopatogen
Jagung merupakan salah satu komoditas hortikultura yang bernilai ekonomis cukup tinggi dan menjadi sumber pangan karbohidrat kedua setelah beras. Serangan hama dan patogen pada budidaya jagung menyebabkan penurunan produktivitas tanaman. Untuk mengendalikan serangan hama dapat dilakukan dengan memanfaatkan kemampuan antagonisme dari jamur endofit pada tanaman jagung manis.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, yaitu dengan cara mengidentifikasi jamur endofit yang terdapat pada bagian tanaman jagung manis dan menguji potensinya sebagai jamur entomopatogen terhadap ulat grayak (Spodoptera litura). Untuk menguji kebenaran potensi tersebut maka dilakukan Uji Postulat Koch terhadap larva mati yang telah ditularkan jamur endofit.Berdasarkan hasil penelitian, terdapat 5 isolat jamur endofit yang ditemukan pada tanaman jagung manis terdiri dari genus Trichoderma sp., Aspergillus sp., Gliocladium sp., Cladosporium sp. dan Rhizoctonia sp. Hasil uji jamur endofit terhadap ulat grayak (Spodoptera litura) menunjukkan kelima isolat tersebut dapat mematikan larva secara fisik yang mengalami perubahan warna tubuh dan mengering. Pada uji postulat koch dibuktikan bahwa kelima isolat tersebut tidak berpotensi sebagai jamur entomopatogen. Kata kunci : jamur endofit, entomopatogen, Spodoptera litura, Zea mays saccharata L
Identifikasi dan Uji Antagonis Trichoderma spp. Indigenus Beberapa Daerah Kalimantan Timur Terhadap Penyebab Penyakit Layu Tomat (Fusarium oxysporum)
Penyakit layu Fusarium oxysporum merupakan penyakit penting pada tanaman tomat. Pemanfaatan jamur antagonis Trichoderma sp. dalam pengendalian layu Fusarium tanaman tomat merupakan salah satu teknik Pengendalian Hama Terpadu (PHT) yang aman terhadap lingkungan. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengetahui Trichoderma spp. indigenus Kalimantan Timur berdasarkan karakter morfologi, dan mengetahui kemampuan Trichoderma spp. indigenus Kalimantan Timur dalam menekan pertumbuhan Fusarium oxysporum secara in vitro. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Hama Penyakit Tumbuhan Universitas Mulawarman. Identifikasi Trichoderma spp. berdasarkan karakter morfologi secara makroskopis maupun mikroskopis. Uji antagonis in vitro dilakukan dengan metode dual culture. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri atas tujuh perlakuan dan lima ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tujuh isolat Trichoderma spp. indigenus yang terdiri atas empat spesies, yaitu T. harzianum yang berasal dari Lempake Samarinda, Sindang Sari Samarinda, Kelinjau Kutai Timur dan Karang Joang Balikpapan, T. hamatum dari Bongan Kutai Barat, T. koningii dari Nenang Penajam Paser Utara (PPU) dan T. viride dari Nenang Penajam Paser Utara. Trichoderma spp. yang memiliki diameter laju pertumbuhan tertinggi adalah T. harzianum isolat Balikpapan (60,6 mm) dan terendah T. viride PPUS (2,79 mm). Trichoderma spp. dengan kerapatan spora tertinggi terdapat pada T. hamatum isolat Kubar (6,52 x 109 konidia g - 1 ) dan terendah T. viride isolat PPUS (1,79 x 109 konidia g -1 ). Pemanfaatan Trichoderma spp. juga dapat menekan pertumbuhan Fusarium oxysforum dengan persentase penghambatan tertinggi terdapat pada T. hamatum isolat Kubarr (64,85%), sedangkan terendah adalah T. viride isolat PPUS (40,95%)
The Self-Esteem of Dayak Ethnic Adolescents Reviewed from the Attachment Relationship of Parents
Self-esteem is an assessment of oneself in terms of positive and negative things. Self-esteem can also be influenced by attachment with parents, namely mother and father. The purpose of this study was to determine whether there is a significant relationship between parental attachment, namely mothers and fathers with late adolescents. This study uses quantitative methods with scales as the measuring instrument used. The first scale is the Armsden and Greenberg Inventory of Parent and Peer Attachment with an α value = 0.898 on maternal attachment and an α value = 0.931 on paternal attachment. The second scale is the Rosenberg Self Esteem Scale (RSES) with a value of α = 0.795. The results of this study indicate that there is a significant relationship between maternal attachment and late adolescent self-esteem, namely p = 0.000 (p < 0.05) with a correlation value (r) of 0.322 and also on paternal attachment with late adolescent self-esteem, namely p = 0.000 (p < 0.05) with a correlation value (r) of 0.380. The relationship between these variables has positive results, meaning that the higher the attachment with parents, the higher the self-esteem in late adolescents. The implication of this study can be used as a reference in changing the output of parenting in parents, especially father role attachment on self-esteem of late adolescents.Harga diri merupakan penilaian pada diri sendiri terkait hal positif maupun negatif. Harga diri juga dapat dipengaruhi oleh kelekatan dengan orangtua yaitu ibu dan ayah. Tujuan penelitian ini adalah untuk untuk mengetahui apakah terdapat hubungan yang signifikan antara kelekatan orangtua yaitu ibu dan ayah dengan remaja akhir. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan skala sebagai alat ukur yang digunakan. Skala pertama adalah Inventory of Parent and Peer Attachment Armsden dan Greenberg dengan nilai α = 0,898 pada kelekatan ibu dan nilai α = 0,931 pada kelekatan ayah. Skala kedua adalah Rosenberg Self Esteem Scale (RSES) dengan nilai α = 0,795. Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara kelekatan ibu dengan harga diri remaja akhir yaitu p = 0,000 (p < 0,05) dengan nilai korelasi (r) sebesar 0,322 dan juga pada kelekatan ayah dengan harga diri remaja akhir yakni p = 0,000 (p < 0,05) dengan nilai korelasi (r) sebesar 0,380. Hubungan antar variabel ini memiliki hasil yang positif, artinya semakin tinggi kelekatan dengan orangtua maka semakin tinggi pula harga diri pada remaja akhir. Implikasi dari penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi dalam mengubah output dari parenting pada orang tua khususnya kelekatan peran ayah pada harga diri remaja akhir
Model Kirkpatrick Sebagai Metode Mengukur Hasil Pelatihan Responsibility Dalam Berorganisasi
Masa remaja merupakan fase bagi tiap individu mempelajari banyak mengenai kehidupannya. Tidak jarang beberapa individu mengalami kesalahan dalam belajar dan membuat kenakalan remaja. Lepas dari tanggung jawab menjadi salah satu dari bentuk kenakalan remaja. Lepas dari tanggung jawab menjadi salah satu dari bentuk kenakalan remaja. Pelatihan dilaksanakan dalam upaya meningkatkan tanggung jawab dalam berorganisasi. Tujuan dari pelatihan ini yaitu mendorong siswa MAN 1 Samarinda meningkatkan sikap tanggung jawab dalam organisasi OSIS dan tugas tugas akademik. Metode pelatihan meliputi ice breaking, ceramah, dan diskusi serta dievaluasi menggunakan model 4 level kirkpatrik yang terdiri dari reaksi, kognitif, perilaku, dan hasil. Hasil dari pelatihan ini yaitu yang didapatkan dari pre-test sebesar 2872, kemudian untuk hasil skor keseluruhan dari post-test sebesar 2892. Maka penulis dapat simpulkan bahwa terdapat perbedaan yang nyata dan signifikan di antara hasil belajar yang ditampilkan pada hasil pre-test dan post-test. Implikasi dari pelatihan ini peningkatan produktivitas, perubahan sikap, peningkatan kemampuan, pengurangan individu yang tidak bertanggung jawab dalam organisasi serta implikasi juga dapat memicu penelitian baru yang perlu didalami.Adolescence is a phase for each individual to learn a lot about life. It is not uncommon for some individuals to experience mistakes in learning and create juvenile delinquency. Escape from responsibility is one of the forms of juvenile delinquency. Disengagement from responsibility is one of the forms of juvenile delinquency. The training was carried out in an effort to increase responsibility in the organisation. The purpose of this training is to encourage MAN 1 Samarinda students to improve their attitude of responsibility in the student council organisation and academic assignments. The training methods included ice breaking, lectures, and discussions and were evaluated using the 4-level kirkpatrik model consisting of reaction, cognitive, behaviour, and results. The results of this training were obtained from the pre-test of 2872, then for the overall score of the post-test of 2892. Then the author can conclude that there is a real and significant difference between the learning outcomes displayed in the pre-test and post-test results. The implication of this training is increased productivity, attitude change, increased ability, reduction of irresponsible individuals in the organisation and implications can also trigger new research that needs to be explored
Psikoedukasi Digital Parenting untuk Orangtua yang Memiliki Anak dan Remaja Pengguna Internet
Nowadays, technology and the Internet have become the primary needs of every human, including children and adolescents. However, internet excessive use can potentially lead to negative developments such as addiction. On the other side, internet use is closely linked to parenting practice at home. Thus, this community service activity aims to increase parents' understanding of Digital Parenting in accompanying their children in the developmental stages of childhood and adolescence. The methods are case presentations, interactive lectures, audiovisual, practices, group discussions, case analysis, and role-playing. This community service activity was carried out on September 16th, 2023, with Seri Mini Sharing Psychology (SMSP) Yogyakarta, a community that has a mission in social, charity, and community culture sectors. The results showed an improvement in parental understanding of Digital Parenting, which indicated an increasing score between the pre-test and post-test by 82% of participants. It can be concluded that this digital parenting psycho-education activity can be one of the solutions for parents to accompany their children when using the Internet.Teknologi dan internet merupakan kebutuhan utama bagi setiap individu saat ini, termasuk juga anak dan remaja, meskipun demikian penggunaan yang berlebihan dapat berpotensi terjadinya perkembangan yang negatif seperti adiksi atau kecanduan. Di sisi lain, penggunaan internet erat kaitannya dengan pengasuhan dan pendampingan orangtua di rumah. Dengan demikian, tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pemahaman orangtua tentang pengasuhan Digital Parenting dalam mendampingi putra putrinya yang berada pada tahapan perkembangan anak dan remaja. Metode kegiatannya meliputi pemaparan kasus, ceramah interaktif, audiovisual, praktik, diskusi kelompok, analisis kasus, dan bermain peran. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan pada tanggal 16 September 2023 bersama mitra Seri Mini Sharing Psikologi (SMSP) Yogyakarta yang merupakan komunitas yang bergerak di bidang sosial, amal, dan budaya masyarakat. Hasil menunjukkan terjadinya peningkatan pemahaman pada orangtua, yang ditunjukkan adanya peningkatan nilai antara pre-test dan post-test yang dialami 82% peserta. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan psikoedukasi Digital Parenting dapat menjadi salah satu solusi bagi orangtua dalam mendampingi anak dan remajanya saat menggunakan internet