eJournals System Universitas Mulawarman
Not a member yet
    4795 research outputs found

    Preventing Juvenile Delinquency: Socializing the Negative Impact on Elementary School Students

    Get PDF
    Adolescents are expected to be the next generation capable of bringing positive change. However, adolescence is also a period of seeking recognition and self-existence, making them vulnerable to engaging in behaviour that violates norms and laws, commonly referred to as juvenile delinquency. Juvenile delinquency not only affects the individual but also those around them. Thus, efforts are needed to minimize such behaviours. This activity aims to provide elementary school students with an understanding of the negative impacts that can arise from juvenile delinquent behaviours, both for themselves and others around them. The participants were 52 fifth-grade elementary school students, 25 females and 25 males. Through the socialization activity, students learned about behaviours that fall under juvenile delinquency, the causes, the impacts on themselves and others, and applicable laws and sanctions related to juvenile delinquency. Several changes occurred in the participants' cognitive aspects before and after the material was presented. The socialization conducted served as an initial step to minimize juvenile delinquency. Future programs may focus on empowering teachers and parents to prevent and reduce juvenile delinquency. Remaja diharapkan untuk menjadi generasi penerus bangsa yang mampu membawa perubahan positif, namun masa remaja juga merupakan periode untuk mencari pengakuan dan eksistensi diri sehingga remaja rentan untuk melakukan hal-hal yang melanggar norma dan hukum yang berlaku, yang dikenal dengan kenakalan remaja. Kenakalan remaja tidak hanya berdampak pada diri remaja saja, namun juga orang lain di sekitarnya, sehingga diperlukan upaya untuk meminimalisir perilaku tersebut. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa-siswi sekolah dasar mengenai dampak negatif yang akan terjadi akibat perilaku-perilaku kenalakan remaja, baik untuk diri sendiri maupun orang sekitar. Peserta kegiatan merupakan siswa-siswa kelas V sekolah dasar yang berjumlah 52 orang, terdiri dari 25 perempuan dan 25 laki-laki. Melalui kegiatan sosialisasi, para siswa mendapatkan pengetahuan mengenai perilaku-perilaku yang termasuk dalam kenakalan remaja, faktor penyebab, dampak yang timbul akibat kenakalan remaja untuk diri sendiri dan orang lain, serta peraturan hukum yang berlaku sebagai sanksi atau kenakalan remaja. Terdapat beberapa perubahan yang terjadi sebelum dan sesudah pemberian materi terhadap aspek kognitif peserta. Sosialisasi yang telah dilakukan merupakan langkah awal dalam upayan meminimalisir kenakalan remaja. Program selanjutnya dapat berfokus pada upaya pemberdayaan guru dan orangtua dalam mencegah dan mengurangi kenakalan remaja

    Analisis Pengaruh Penggunaan Fly Ash Untuk Stabilisasi Tanah Dasar

    No full text
    Tanah lempung di wilayah dataran pantai Indonesia, seperti di Desa Tanjung Limau, Kecamatan Muara Badak, sering menjadi kendala dalam pembangunan infrastruktur karena sifat fisik dan mekanisnya yang buruk. Tanah di daerah ini termasuk subkelompok A-7-5 menurut klasifikasi AASHTO, dengan kadar air tinggi dan indeks plastisitas besar. Penelitian ini bertujuan memperbaiki sifat tanah melalui penambahan fly ash sebanyak 7,5%; 10%; 12,5%; 15%; 17,5%; 20%; 22,5%; 25%. Hasil menunjukkan bahwa penambahan fly ash menurunkan kadar air, berat jenis, dan indeks plastisitas, serta meningkatkan kepadatan tanah. Pengujian proctor modified menunjukkan nilai MDD tertinggi sebesar 1,587 gr/cm3 dan OMC sebesar 21,50% pada kadar fly ash 17,5%. Nilai CBR juga meningkat, dengan hasil optimal pada 17,5% fly ash, yaitu 27,59% (unsoaked) dan 3,68% (soaked). Namun, nilai CBR soaked masih belum memenuhi spesifikasi minimum sebesar 6%

    ANALISIS STRUKTUR ATAS JEMBATAN LENGKUNG RANGKA BAJA TIPE PARKER BENTANG 60 M KELAS A MENGGUNAKAN APLIKASI MIDAS CIVIL

    No full text
    Dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi peleburan besi dan baja serta seiring berkembangnya zaman yang menuntut inovasi ditemukannya berbagai metode dan software salah satunya adalah software midas civil. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gaya aksial terbesar pada setiap elemen yang terjadi akibat kombinasi pembebanan melalui software midas civil dan mengetahui besar tahanan tarik/tekan nominal yang terjadi akibat gaya aksial terbesar tersebut serta untuk mengetahui profil struktur rangka baja yang diperlukan pada struktur atas jembatan dalam menganalisis jembatan Sambera Desa Tanjung Limau, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara. Hasil perencanaan jembatan lengkung rangka baja dengan tipe parker  tinggi jembatan sebesar 10 meter, leber sebesar 9 meter dan panjang jembatan sebesar 60 meter dengan gaya aksial tekan sebesar  dan aksial tarik sebesar . Profil batang samping atas, batang samping bawah, dan batang samping tengah yaitu IWF 498432–45/70, profil gelagar memanjang yaitu IWF 356352–14/22, profil gelagar melintang yaitu IWF 458417–30/50, profil ikatan angin yaitu IWF 304301–11/17 dimana pembebanan yang direncanakan, hasil perhitungan komponen jembatan, serta perencanaan analisis software midas civil telah memenuhi syarat agar dapat memberikan jembatan lengkung rangka baja tipe parker yang aman, nyaman dan kokoh bagi penggunanya

    Impoliteness Strategies Used by Main Characters in Fury (2014) Movie

    No full text
    ABSTRAKBahasa merupakan sebuah hal penting dalam kehidupan manusia untuk berinteraksi satu sama lain. Sebagian orang hanya mengucapkan apa yang mereka inginkan dan terkadang menggunakan kata-kata yang tidak sopan. Penggunaan kata-kata tidak sopan oleh mereka adalah untuk mengejek orang lain, dan kata-kata tersebut tidak nyaman didengar oleh orang lain. Beberapa faktor menyebabkan orang bertindak tidak sopan, terutama dalam ucapan mereka, kekuasaan, usia, dan cara-cara lain yang membuat orang berpikir mereka memiliki lebih banyak kekuatan daripada yang lain. Berdasarkan hal tersebut, terdapat sebuah teori yang berfokus pada bagaimana orang menggunakan kata-kata tidak sopan sebagai strategi dalam berkomunikasi. Strategi ketidaksopanan yang dikemukakan oleh Jonathan Culpeper digunakan dalam penelitian ini untuk menjelaskan bagaimana ketidaksopanan digambarkan dalam film. Penelitian ini berfokus pada Film Fury (2014). Hasil penelitian ini menunjukkan bagaimana tokoh utama menggunakan strategi ketidaksantunan dalam percakapan, yaitu teknik strategi ketidaksantunan negatif. Don sebagai tokoh utama lebih banyak menggunakan strategi ketidaksantunan negatif dengan merendahkan, mencemooh, dan menyerang ruang pribadi orang lain sebagai strateginya untuk mendapatkan kekuasaan ketika berbicara dengan orang lain. Kata kunci: bahasa, tuturan, kata-kata tidak sopan, strategi ketidaksantunan, Fury(2014)ABSTRACTLanguage is an important thing in human life to interact with each other. Some people only speak anything that they want and sometimes use impolite words. The use of impolite words by them is to mock others, and those words are not comfortable to hear by others. Several factors cause people to act impolite, especially in their utterances, power, age, and other ways that make people think they have more power than others. According to that, there is a theory that focuses on how people use impolite words as a strategy in communication. Impoliteness strategies proposed by Jonathan Culpeper are used in this research to explain how impoliteness is portrayed in movies. This research focuses on Fury Movie (2014). The results of this study show how the main character uses impoliteness strategies in conversation, namely negative impoliteness strategies. Don, as the main character, mostly uses negative impoliteness strategies technique by condescending, mocking, and invading others' personal space as his strategies when gaining power when speaking with others.Keywords: language, utterance, impolite words, impoliteness strategies, Fury(2014

    The Effectiveness of Mindfulness in Improving Self-Regulation in Gadget-Addictive Adolescents

    No full text
    The increasing excessive use of gadgets among adolescents has led to a tendency toward addictive behavior, impacting psychological well-being and weakening emotional regulation. This situation demands effective psychological interventions to help adolescents manage themselves more adaptively. This study aims to test the hypothesis that these interventions, Mindfulness Attention Awareness, are effective in increasing mindfulness levels in adolescents with gadget addiction. The study used a quantitative approach with an experimental design. One group pretest-posttest research subjects were 25 teenagers aged 14–19 years who were screened using the Smartphone Addiction Scale–Short Version (SAS-SV). The intervention was administered over three weeks in six sessions (twice per week) with a duration of 60–90 minutes per session. The intervention materials included mindful breathing exercises, body scan, observation of thoughts and emotions, and the development of self-compassion. The mindfulness measurement instrument uses the Mindfulness Attention Awareness Scale (MAAS). The normality and homogeneity tests show that the data are normally and homogeneously distributed. The test results, paired sample t-testshowed a significant difference between the pretest and posttest scores (t(24) = -46.850, p = 0.000). This finding supports the hypothesis that the intervention Mindfulness Attention Awareness is effective in increasing full awareness and helping teenagers reduce the tendency towards addictive behavior towards gadgets.Fenomena meningkatnya penggunaan gadget secara berlebihan pada remaja telah menimbulkan kecenderungan perilaku adiktif yang berdampak pada kesejahteraan psikologis dan melemahkan fungsi regulasi emosi. Kondisi ini menuntut adanya intervensi psikologis yang efektif untuk membantu remaja mengelola diri secara lebih adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hipotesis bahwa intervensi Mindfulness Attention Awareness efektif dalam meningkatkan tingkat mindfulness pada remaja yang mengalami kecanduan gadget. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada meningkatnya fenomena perilaku adiktif terhadap penggunaan gadget pada kalangan remaja yang berdampak pada kesejahteraan psikologis dan fungsi regulasi emosi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen one group pretest-posttest. Subjek penelitian berjumlah 25 remaja berusia 14–19 tahun yang disaring menggunakan Smartphone Addiction Scale–Short Version (SAS-SV). Intervensi diberikan selama tiga minggu dalam enam sesi, dua kali per minggu, dengan durasi 60–90 menit per sesi. Materi intervensi berbasis modul meliputi latihan pernapasan sadar, pemindaian tubuh (body scan), pengamatan pikiran dan emosi, serta pengembangan self-compassion. Instrumen pengukuran mindfulness menggunakan Mindfulness Attention Awareness Scale (MAAS). Uji normalitas dan homogenitas menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan homogen. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest (t(24) = -46.850, p = 0.000). Hasil ini mendukung hipotesis bahwa intervensi Mindfulness Attention Awareness efektif dalam meningkatkan kesadaran penuh dan membantu remaja dalam mengurangi kecenderungan perilaku adiktif terhadap gadget

    Partisipasi masyarakat terhadap pengelolaan mangrove di Teluk Semanting, Kabupaten Berau, Indonesia

    Get PDF
    Mangrove memiliki banyak manfaat, tetapi luasnya semakin berkurang. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah melibatkan masyarakat dalam pengelolaan mangrove. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat tingkat partisipasi masyarakat di Kampung Teluk Semanting. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan metode kuesioner yang meliputi empat tahapan yaitu: pengambilan keputusan, tahapan pelaksanaan, pemanfaatan hasil dan pengawasan. Responden diambil dari seluruh segmentasi kelembagaan, pekerjaan, pendapatan, suku, lama menetap, jumlah keluarga, pendidikan, jenis kelamin dan usia sebagai faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi. Responden diberi 16 pertanyaan tentang partisipasi. Penilaian dilakukan dengan skala likert dengan jawaban; tidak pernah skor 1; kadang-kadang skor 2 dan sering skor 3. Kemudian dikonversi tingkat partisipasi sangat rendah (1-1,4), rendah (1,41-1,8), sedang (1,81-2,21), tinggi (2,22-2,62) dan sangat tinggi (>2,63). Dari hasil penelitian, partisipasi masyarakat dalam pengelolaan mangrove di Kampung Teluk Semanting umumnya rendah yaitu 1,71. Pada tahap pengambilan keputusan bernilai 1,62 (rendah), tahap pelaksanaan program bernilai 1,68 (rendah), tahap pemanfaatan hasil bernilai 1,89 (sedang) dan tahap pengawasan bernilai 1,65 (rendah). Pada setiap tahapan partisipasi sesuai dengan segmentasi, tidak ada perbedaan yang signifikan nilai partisipasi masyarakat. Untuk segmentasi, faktor-faktor kelembagaan, pendapatan, suku, jumlah anggota keluarga, pendidikan dan umur tidak memiliki perbedaan yang signifikan. Untuk segmentasi jenis kelamin dan lama tinggal di kampung memiliki perbedaan yang signifikan

    Bullying Behaviour Intensity Reviewed from the Perception of School Climate on High School Students

    Get PDF
    This study examines the intensity of bullying behaviour based on the perception of school climate among high school students. The sample of this study is 243 students from grades 10 and 11 of one of the private schools in Kecamatan Medan Sunggal, Medan who were randomly selected by using disproportionate stratified random sampling. Data were collected using an Indonesian adaptation and translation of the MDS3 Climate Survey scale to measure school climate perception and the Bullying and Cyberbullying Scales for Adolescents (BCS-A) perpetration dimension to measure the intensity of bullying behaviour. The collected data were then analysed using correlational statistical techniques and Spearman's rho correlation test. The data analysis showed a negative correlation with the value of -0.508 (p < 0.05), which indicates a moderate correlation between the variable of school climate perception and bullying behaviour intensity, where the negative correlation means that the better the perception of school climate, the lower the bullying behaviour intensity, and vice versa, where the lower the perception of school climate, the higher the bullying behaviour intensity. Penelitian ini meneliti tentang intensitas perilaku bullying ditinjau dari persepsi iklim sekolah pada peserta didik tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Sampel pada penelitian ini adalah 243 peserta didik tingkat X dan XI salah satu SMA Swasta yang terletak di Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan. Sampel dipilih secara acak menggunakan teknik disproportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan adaptasi dan terjemahan Bahasa Indonesia dari skala MDS3 Climate Surey untuk mengukur persepsi iklim sekolah dan skala Bullying and Cyberbullying Scales for Adolescents (BCS-A) dimensi perpetration untuk mengukur intensitas perilaku bullying. Data dianalisis menggunakan teknik statistik korelasional Spearman’s rho. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat korelasi negatif sebesar -0,508 (p < 0,05) yang dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi sedang variabel persepsi iklim sekolah dengan intensitas perilaku bullying, dengan korelasi negatif yang berarti semakin baik persepsi iklim sekolah maka semakin rendah intensitas perilaku bullying dan sebaliknya, rendah persepsi iklim sekolah maka semakin tinggi intensitas perilaku bullying

    Linguistic Anthropological Analysis of Toponymy of the Names of Tukung Island and Babi Island in Balikpapan, East Kalimantan

    No full text
    This study examines the toponymy of Tukung Island and Babi Island in Balikpapan waters, East Kalimantan, through a linguistic anthropology approach. The research objective is to reveal the relationship between language, culture, and environment reflected in naming the two islands. The method used is descriptive qualitative analysis with an ethnographic approach. Data were obtained through a literature study of folklore manuscripts and secondary sources. The results show that Tukung Island comes from the word “tokong” in Malay, which means rowing pole. It is related to the legend of Panglima Sendong or refers to a small coral island according to its physical characteristics. The name Pulau Babi is associated with the presence of wild pig habitat, the shape of the island resembling a pig, or the legend of transforming humans into pigs. The analysis reveals that naming the two islands reflects the local wisdom of Balikpapan coastal communities in observing the environment and perpetuating collective experiences through language. The study also found a shift in the meaning and perception of the people towards the two island names, along with socio-cultural changes

    Perancangan Sistem Informasi Penjualan di Toko Haytech Computer Berbasis Web

    Get PDF
    Teknologi web kini sudah tidak asing lagi, kebutuhan masyarakat akan informasi yang cepat sangatlah mudah, dapat diakses oleh siapa saja, kapan saja dan dimana saja. Teknologi web mempunyai efek yang sangat besar pada perdagangan dapat mengakses informasi barang dari mana saja, dan melakukan transaksi pembelian. Penelitian ini menggunakan metode pengemabangan sistem yaitu metode waterfall. Penelitian ini menghasilkan sebuah aplikasi berbasis web yang membantu toko Haytech Computer dalam melakukan pencatatan penjualan dan memberikan laporan penjualan untuk pemilik. Laporan penjualan dapat diberikan secara periodik sehingga membantu pemilik untuk dapat memutuskan langkah untuk melanjutakan proses bisnisnya

    Pengambilan Keputusan Rekomendasi Prioritas Bantuan IKM di Kota Samarinda dengan metode AHP dan TOPSIS

    Get PDF
    Industri usaha kecil menengah (IKM) di Kota Samarinda terbilang belum mengalami perkembangan yang maksimal, dengan salah satu hambatannya ialah faktor finansial. Pemerintah mengusulkan program bantuan yang harus tepat sasaran, memerlukan keputusan yang tepat untuk menyeleksi IKM penerima bantuan. Metode yang digunakan adalah Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan bobot kriteria dan Technique for Other Reference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) untuk menentukan prioritas bantuan sebagai rekomendasi penerima bantuan. Kriteria penentuan penerima bantuan adalah tenaga kerja, investasi, kapasitas produksi, nilai produksi, dan bahan baku. Penelitian ini dilakukan melalui tahap Input, Proses, dan Output. Hasil penelitian membuktikan rasio konsistensi yang dihasilkan sebesar 0,0961 atau <0,1, yang sesuai dengan teori perhitung CR dalam metode AHP. Ranking hasil menggunakan metode TOPSIS menunjukkan bahwa IKM Agus Salim Variasi menempati urutan pertama, UD. Hamas di urutan kedua, dan Bengkel Langgeng Teknik di urutan ketiga, sehingga direkomendasikan sebagai prioritas bantuan. Penelitian ini menemukan bahwa integrasi metode AHP dan TOPSIS efektif untuk pengambilan keputusan rekomendasi prioritas bantuan IKM di Kota Samarinda

    4,239

    full texts

    4,795

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    eJournals System Universitas Mulawarman
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇