eJournals System Universitas Mulawarman
Not a member yet
4795 research outputs found
Sort by
Pendidikan Sebaya: Strategi Efektif Penguatan Manajemen Kesehatan Remaja dalam Pencegahan Stunting di Polteknik Negeri Madura
Stunting masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia, sehingga upaya pencegahan perlu dimulai sejak masa remaja sebagai kelompok calon orang tua yang berperan penting dalam menentukan kualitas generasi mendatang. Posyandu Remaja memiliki potensi strategis dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai gizi dan kesehatan melalui pendekatan partisipatif. Salah satu pendekatan yang dinilai efektif adalah peer education, yaitu metode pendidikan kesehatan yang melibatkan remaja sebagai fasilitator dan agen perubahan bagi teman sebayanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas peer education dalam meningkatkan pengetahuan remaja terkait pencegahan stunting sejak dini serta kontribusinya dalam memperkuat manajemen kesehatan masyarakat melalui kegiatan Posyandu Remaja. Penelitian ini menggunakan metode kuasi-eksperimen dengan desain pretest–posttest control group. Sebanyak 100 mahasiswa Politeknik Negeri Madura di Kabupaten Sampang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test untuk menilai perubahan skor pengetahuan dalam masing-masing kelompok dan uji Mann–Whitney U untuk membandingkan perubahan skor antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan yang signifikan pada kelompok intervensi setelah diberikan peer education (p < 0,05), sedangkan pada kelompok kontrol tidak ditemukan perubahan yang bermakna. Selain itu, perbandingan antar kelompok menunjukkan bahwa peningkatan skor pengetahuan pada kelompok intervensi secara signifikan lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Temuan ini menunjukkan bahwa peer education efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja terkait pencegahan stunting serta berperan dalam memperkuat fungsi Posyandu Remaja sebagai sarana pengelolaan kesehatan masyarakat berbasis komunita
STUDI KASUS POMPA TAMBANG PADA PIT SELOQLAI PT. MITRA INDAH LESTARI JOBSITE PT. LANNA HARITA INDONESIA KOTA SAMARINDA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
Kegiatan penambangan batubara yang dilakukan oleh PT Mitra Indah Lestari Jobsite PT Lanna Harita Indonesia menggunakan metode yaitu open pit yang menyebabkan terbukanya cekungan yang luas sehingga sangat potensial untuk menjadi daerah tampungan air, baik yang air limpasan permukaan maupun air tanah. Permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan ialah belum adanya evaluasi terkait sistem pemompaan serta belum adanya main sump. Oleh karena itu, perlu adanya studi pompa tambang agar dapat mengurangi dan optimalkan penanganan air yang masuk ke pit. Metode kajiannya yaitu hidrologi, ketentuan sesuai regulasi, dan penirisan. Berdasarkan hasil perhitungan debit limpasan yaitu 1.1221,48 m3/hari. Kapasitas sump pit seloqlai yaitu 49.140 m3 , kedalaman 10 m dan luas 4.914 m2. Pada neraca air sump evaporasi yaitu 5,41 m3/hari, infiltrasi yaitu 2,9 m3/hari, dan debit pompa sebesar 1.152 m3/hari, debit tersisa di sump sebesar 61,17 m3/hari dan waktu tinggal air pada sump 40 hari. Rancangan desain saluran mampu mengalirkan debit air 1,52 m3/detik, berbentuk trapesium dimensi kemiringan 45°, CW yaitu 2,3 m, H yaitu 1 m, b yaitu 0,3 m dan, kemiringan lantai 1%.
UJI EFEKTIVITAS ADSORBEN DARI KULIT DURIAN TERHADAP KADAR COD DAN TSS PADA LIMBAH CAIR INDUSTRI TAHU
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas adsorben arang aktif dari kulit durian dalam menurunkan kadar BOD dan COD pada limbah cair industri pengolahan rumput laut. Proses adsorpsi dilakukan dengan variasi massa adsorben dan waktu kontak untuk menentukan kondisi optimum. Hasil terbaik diperoleh pada perlakuan massa adsorben 100 gram dengan waktu kontak 2 jam, yang menghasilkan penurunan BOD sebesar 74,4 mg/L (6,06%) dan COD sebesar 224,1 mg/L (21,64%). Penurunan kadar BOD dan COD menunjukkan bahwa peningkatan massa adsorben dan waktu kontak memberikan pengaruh positif terhadap kemampuan adsorpsi. Namun demikian, efektivitas adsorpsi dapat dipengaruhi oleh faktor kejenuhan adsorben, fouling pada permukaan, serta proses desorpsi yang terjadi pada waktu kontak lebih lama. Karakteristik proses adsorpsi dianalisis menggunakan model isoterm Langmuir dan Freundlich. Hasil analisis menunjukkan bahwa data adsorpsi lebih sesuai dengan model isoterm Langmuir, yang mengindikasikan terjadinya adsorpsi monolayer pada permukaan homogen. Dengan demikian, optimasi massa dan waktu kontak diperlukan agar adsorpsi berlangsung efektif dalam menurunkan beban pencemar organik. Kata Kunci: adsorpsi, arang aktif, kulit durian, BOD, COD, isoterm LangmuirAbstract This study aims to evaluate the effectiveness of activated carbon adsorbent derived from durian peel in reducing BOD and COD levels in wastewater from the seaweed processing industry. The adsorption process was conducted by varying the adsorbent mass and contact time to determine the optimum conditions. The best result was achieved with 100 grams of adsorbent and 2 hours of contact time, resulting in a BOD reduction to 74.4 mg/L (6.06%) and COD to 224.1 mg/L (21.64%). The decrease in BOD and COD levels indicates that increasing adsorbent mass and contact time positively influences adsorption efficiency. However, the adsorption performance may be limited by adsorbent saturation, surface fouling, and desorption at prolonged contact times. The adsorption characteristics were analyzed using Langmuir and Freundlich isotherm models. The results revealed that the Langmuir isotherm better described the adsorption process, indicating monolayer adsorption on a homogeneous surface. Therefore, optimizing the adsorbent mass and contact time is crucial to achieving efficient organic pollutant removal. Keywords: adsorption, activated carbon, durian peel, BOD, COD, Langmuir isother
ANALISIS RISIKO KRITIS KONSTRUKSI DERMAGA PELABUHAN LAUT: PENDEKATAN HIRADC–FMEA
Konstruksi dermaga di wilayah kepulauan Indonesia memiliki kompleksitas risiko keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta lingkungan yang tinggi akibat dinamika gelombang, arus, angin, pasang surut, dan keterbatasan jendela kerja aman, sementara aktivitas banyak berlangsung di tepi air dan di atas ponton/barge. Penelitian ini bertujuan menyusun risk register terpadu K3 lingkungan pada fase konstruksi dermaga Pelabuhan Laut Banggai dan memprioritaskan risiko kritis. Penelitian studi kasus ini menggunakan observasi lapangan terstruktur dan telaah dokumen proyek (WBS/BOQ, method statement, lifting plan, izin kerja, laporan harian, inspeksi K3, catatan cuaca/downtime, serta dokumen pengelolaan lingkungan). Bahaya diidentifikasi berbasis WBS, dinilai dengan HIRADC melalui probabilitas dan dampak (R=P×I), kemudian risiko kategori tinggi ekstrem dianalisis lanjut menggunakan FMEA (S–O–D) untuk memperoleh RPN dan peringkat. Hasil menunjukkan risiko kritis didominasi kejadian jatuh ke laut/tenggelam pada pekerjaan tepi air dan ponton, diikuti kegagalan lifting/rigging (beban jatuh/mengayun) serta bahaya terjepit saat alignment/guiding; dari sisi lingkungan, prioritas mencakup peningkatan kekeruhan/TSS dan potensi tumpahan BBM/oli. Kesimpulannya, integrasi HIRADC FMEA menghasilkan prioritas mitigasi dan rekomendasi pengendalian, monitoring yang operasional untuk meningkatkan keselamatan dan perlindungan lingkungan pada proyek dermaga sejeni
104 / 5.000 Performance Analysis of the Electricity Production System of the Karang Asam Diesel Power Plant in Samarinda, East Kalimantan, for the 2024 Operational Year
East Kalimantan faces a growing electricity demand of 12% annually, while production increases only by 8.5%, posing a potential energy crisis. Diesel Power Plants (PLTD) remain the primary solution, despite their reliance on depleting fossil fuels. This study evaluates the performance of PLTD Karang Asam throughout 2024 using efficiency and reliability indicators.The analysis reveals that the average Capacity Factor (CF) is only 2.04%, significantly below PLN’s standard of 55–65%. The Output Factor (OF) is recorded at 7.25%, indicating low utilization of output energy relative to installed capacity. The Load Factor (LF) stands at 2.82%, fluctuating between 0.26% and 10.83%, reflecting low capacity usage and operational instability. In terms of reliability, the Operating Availability Factor (OAF) reaches 85.99%, showing good operational readiness. However, disruptions persist, with an Outage Factor (OF) of 6.96% and an Outage Rate (OR) of 1.1. Fuel consumption efficiency remains within PLN’s standard, with an average Specific Fuel Consumption (SFC) of 0.283. To improve efficiency and ensure sustainable electricity supply, PT PLN plans to implement a dieselization program, replacing PLTD with power plants based on New and Renewable Energy (NRE). This transition aims to reduce dependence on fossil fuels and enhance the stability of East Kalimantan’s power system
PERANCANGAN APLIKASI MANAJEMEN CLEANING SERVICE PADA PT. MAKRO BORNEO PLUSH BERBASIS WEBSITE
Perkembangan teknologi informasi yang pesat turut memengaruhi industri jasa kebersihan. PT. Makro Borneo Plush, sebagai perusahaan outsourcing di bidang ini, menghadapi tantangan dalam efisiensi operasional akibat penggunaan proses manual seperti pencatatan kehadiran, pengelolaan inventaris, dan pembuatan laporan. Untuk mengatasi masalah tersebut, penelitian ini bertujuan merancang dan mengembangkan aplikasi berbasis web yang dapat mengotomatiskan serta mengintegrasikan proses bisnis. Aplikasi ini dirancang sebagai solusi menyeluruh dengan fitur utama seperti absensi online, pengelolaan inventaris, laporan otomatis, dan sistem notifikasi. Dengan implementasi aplikasi ini, diharapkan perusahaan dapat meningkatkan efisiensi, mengurangi kesalahan manusia, dan memperoleh data yang akurat serta real-time guna mendukung pengambilan keputusan. Teknologi yang digunakan meliputi Laravel sebagai framework PHP, Bootstrap untuk antarmuka responsif, dan MySQL sebagai sistem basis data. Proses pengembangan dilakukan secara terstruktur, mulai dari analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi, hingga pengujian. Aplikasi ini diharapkan dapat meningkatkan layanan kebersihan sekaligus menjadi contoh penerapan teknologi informasi di sektor jasa
Gangguan Berbicara Gagap dan Bibir Sumbing Studi Kasus Mustofa dalam Kanal Youtube: Kajian Psikolinguistik
Kemampuan berbicara Mustofa mengalami gangguan berupa gagap dan bibir sumbing. Terhambatnya Mustofa dalam mengekspresikan pemikiran melalui sebuah tuturan. Tujuan penelitian mendeskripsikan modus kalimat, bentuk bahasa gagap dan performansi huruf konsonan tuturan Mustofa. Jenis penelitian adalah kepustakaan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data penelitian yaitu tuturan Mustofa. Sumber data unggahan kanal youtube. Pengumpulan data menggunakan teknik simak bebas libat cakap dan teknik dasar catat. Metode analisisnya menentukan data-data, kemudian dianalisis menggunakan teori psikolinguistik intralingual. Hasil penelitian menunjukkan 3 jenis modus kalimat, deklaratif, interogatif, dan imperatif. Bentuk bahasa gagap, pengulangan (repetisi) bunyi vokal dan konsonan, suku kata, kata, frasa. Bentuk perpanjangan, penyisipan/penambahan, penjedaan dan hambatan berbicara. Performansi bunyi konsonan tuturan Mustofa yaitu huruf [t], [k], [g], [c], [j], [b], [p], dan [h]. Modus interogatif, pengulangan kata dan performansi huruf konsonan [k] dan [g] merupakan dominan muncul. Gagap pada Mustofa termasuk gagap ringan, karena faktor psikologisnya membutuhkan penyesuaian terhadap lingkungan dan orang baru
Evaluasi Penerapan Standar Keselamatan Kebakaran pada Industri Pengolahan Kayu di Kalimantan Timur: Tinjauan Implementasi dan Implikasi Kebijakan
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat penerapan standar keselamatan kebakaran di industri pengolahan kayu lama di Kalimantan Timur. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif-evaluatif melalui observasi lapangan, wawancara, dan analisis dokumen. Tiga industri dijadikan sampel utama, masing-masing dinilai berdasarkan 15 parameter teknis mengacu pada Standar Nasional Indonesia dan pedoman KLHK. Hasil menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan bervariasi dari sedang hingga sangat tinggi. Faktor utama yang memengaruhi rendahnya penerapan standar modern adalah keterbatasan finansial dan usia perusahaan. Meskipun aspek seperti jalur evakuasi dan keberadaan APAR umumnya sudah terpenuhi, masih terdapat kelemahan dalam sistem dokumentasi, pelatihan, dan audit internal. Studi ini menyoroti perlunya kebijakan insentif dan pembinaan teknis adaptif untuk mendukung transformasi keselamatan kebakaran di sektor industri yang telah lama beroperasi. Temuan ini menjadi pijakan awal dalam merumuskan strategi keselamatan yang lebih responsif terhadap tantangan industri di Kalimantan Timu
Psychological Dynamics in Long-Distance Relationships: Anxious and Avoidant Attachment Styles as Predictors of Relationship Satisfaction in Early Adulthood
Long-distance relationships are often considered to have a lower success rate compared to close-distance relationships. Attachment style is one of the factors that influence relationship satisfaction. This study aims to determine the correlation between anxious and avoidant attachment styles with relationship satisfaction in early adults who are in long-distance relationships. The subjects in this study were early adults who were in long-distance relationships with a sample of 204 respondents obtained through accidental sampling techniques. This study used a quantitative method with a measurement scale used Experiences in Close Relationships Revised (ECR-R) and Relationship Assessment Scale (RAS). The research data were analyzed using the Spearman Rank correlation technique. The results showed that there was a significant negative relationship between anxious and avoidant attachment styles with relationship satisfaction in early adults who were in long-distance relationships with a correlation coefficient value of anxious attachment style of r = -0.233 (p = 0.001) and for the correlation coefficient value of avoidant attachment style of r = -0.584 (p = 0.000) which indicates a negative relationship with relationship satisfaction. This means that the higher the anxious and avoidant attachment style, the lower the relationship satisfaction, and vice versa, the lower the anxious and avoidant attachment style, the higher the relationship satisfaction in young adults in long-distance relationships.Hubungan jarak jauh sering kali dianggap memiliki tingkat keberhasilan yang lebih rendah dibandingkan dengan pacaran jarak dekat. Gaya kelekatan merupakan salah satu faktor yang berkaitan dengan kepuasan hubungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi gaya kelekatan cemas dan menghindar dengan kepuasan hubungan pada dewasa awal yang sedang menjalani hubungan jarak jauh. Subjek dalam penelitian ini adalah dewasa awal yang sedang menjalani hubungan jarak jauh dengan sampel berjumlah 204 responden yang diperoleh melalui teknik accidental sampling. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan skala pengukuran yang digunakan Experiences in Close Relationships Revised (ECR-R) dan Relationship Assessment Scale (RAS). Data penelitian dianalisis dengan menggunakan teknik korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara gaya kelekatan cemas dan menghindar dengan kepuasan hubungan pada dewasa awal yang menjalani hubungan jarak jauh dengan nilai korelasi koefisien gaya kelekatan cemas sebesar r= -0.233 (p= 0,001) dan untuk nilai korelasi koefisien gaya kelekatan menghindar sebesar r= -0,584 (p= 0,000) yang menunjukkan arah hubungan negatif dengan kepuasan hubungan. Artinya, semakin tinggi gaya kelekatan cemas dan menghindar maka semakin rendah kepuasan hubungan, dan sebaliknya, semakin rendah gaya kelekatan cemas dan menghindar maka semakin tinggi kepuasan hubungan pada dewasa awal yang menjalani hubungan jarak jauh
Relasi kuasa dalam materi promosi pariwisata Dayak
Promosi pariwisata seharusnya menjadi sarana untuk menampilkan budaya masyarakat adat secara adil dan menghormati keberadaan mereka sebagai subjek aktif. Namun, praktik promosi pariwisata di Kalimantan Timur masih merepresentasikan masyarakat Dayak sebagai figur tradisional yang terikat pada ritual dan pakaian adat, sementara keberadaan mereka dalam konteks modern sering diabaikan. Penelitian ini bertujuan mengkaji secara kritis representasi budaya Dayak dalam promosi pariwisata Mahakam Ulu serta implikasinya terhadap relasi kuasa kolonial non-pribumi. Penelitian dilakukan dengan menggunakan analisis wacana kritis terhadap teks, gambar, dan video promosi pariwisata yang diproduksi lembaga non-Dayak, serta dilengkapi dengan wawancara semi-terstruktur bersama komunitas Dayak Bahau. Sebanyak 7 sampel dipilih secara purposif dari media daring dan arsip lembaga promosi berdasarkan relevansinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa promosi pariwisata cenderung membingkai identitas Dayak dalam bentuk eksotisme dan historisasi, yang pada akhirnya memperkuat legitimasi pihak non-Dayak sebagai pemegang otoritas atas narasi kebudayaan. Di sisi lain, masyarakat Dayak mulai membangun representasi tandingan melalui konten yang menampilkan peran, mata pencaharian, dan identitas kontemporer mereka. Kesimpulannya, promosi pariwisata bukanlah ruang yang netral, melainkan arena kuasa yang dapat memperkuat marginalisasi atau sebaliknya membuka peluang perlawanan masyarakat adat