eJournals System Universitas Mulawarman
Not a member yet
    4795 research outputs found

    Rancang Bangun Prototipe Sistem Fertigasi dan Refill Larutan Nutrisi Otomatis Tanaman Selada Hidroponik Berbasis IoT

    No full text
    ABSTRAK Pertumbuhan penduduk dan alih fungsi lahan pertanian mendorong kebutuhan teknologi modern untuk meningkatkan efisiensi lahan dan produktifitas. Salah satu solusi adalah penerapan smart farming berbasis internet of things (IoT) melalui sistem hidroponik. Penelitian ini bertujuan mereplikasi penelitian sebelumnya sekaligus mengembangkan sistem fertigasi  dan refill larutan nutrisi otomatis pada tanaman selada dengan konsentrasi naik secara bertahap sesuai usia tanam yaitu 300-500 ppm (1-7 HST), 570-745 ppm (8-21 HST), dan 800-900 ppm (22-35 HST). Sistem dirancang menggunakan mikrokontroler NodeMCU ESP32 dengan sensor TDS, Sensor ultrasonik HC-SR04, serta modul RTC, dan monitoring dilakukan secara real-time melalui aplikasi Thinger.io. Hasil pengujian menunjukkan sistem mampu memonitoring, membuat, dan mengirigasikan larutan nutrisi sesuai usia tanam dengan hasil simulasi 463,71-526,28 ppm (1-7 HST), 490,88-768,48 ppm (8-21 HST), dan 668,15-969,83 ppm (22-35 HST). Terdapat 55 data yang melewati batas interval dengan perhitungan MAPE 3,727% dan sensor TDS memiliki nilai MAPE 7,568% sehingga sistem dan sensor TDS dikatakan memiliki keakuratan yang sangat baik. Selain itu sistem mampu menstabilkan konsentrasi larutan setelah melakukan proses fertigasi dengan cara proses pencampuran atau pengenceran larutan nutrisi. Kata Kunci: Fertigasi, Hidroponik, Refill, ESP32, Sensor TDSABSTRACT Population growth and the conversion of agricultural land have created thr need for modern technology to improve efficiency and productivity. One solution is the implementation of smart farming based on the internet of things (IoT) through hydroponic systems. This study aims to replicate previous research while further developing an automatic fertigation and nutrient refill system for lettuce plants, with nutrient concentrations adjusted gradually according to plant growth stages: 300-500 ppm (1-7 DAP), 570-745 ppm (8-21 DAP), and 800-900 ppm (22-35 DAP). The system was designed using a NodeMCU ESP32 microcontroller equipped with a TDS sensor, ultrasonic sensor HC-SR04, and RTC module, while monitoring was carried out in real time through the thinger.io appliction. Experimental results showed that the system was capable of monitoring, preparing, and irrigating nutrient solutions according to plant age, with simulated outcomes of 463,71-526,28 ppm (1-7 DAP), 490,88-768,48 ppm (8-21 DAP), and 668,15-969,83 ppm (22-35 DAP). A total of 55 data points exceeded the defined interval limits, with a calculated MAPE of 3,727%, indicating that the system achieved a very high level of accuracy. The TDS sensor also demonstrated very good accuracy with a MAPE value of 7,568%. In addition, the system was able to stabilize nutrient concentrations after fertigation through a mixing or dilution process.Keyword: Fertigation, Hydroponic, Refill, EDP32, TDS Senso

    Revitalisasi Embung Sebagai Ruang Publik Inklusif Berbasis Desain Biophilia: Studi Kasus pada Embung Sempaja, Samarinda

    No full text
    ABSTRAK Embung merupakan infrastruktur penyedia dan pengolahan air yang memiliki banyak fungsi, seperti sebagai sarana konservasi, pengolahan air hujan, dan ruang terbuka untuk kegiatan publik. Salah satu contoh embung yang digunakan sebagai sarana konservasi dan pengolahan air hujan adalah Embung Sempaja, Samarinda, Kalimantan Timur. Namun dari hasil observasi lapangan, infrastruktur tersebut berpotensi sebagai fasilitas umum untuk kegiatan publik seperti kegiatan sosial, budaya, dan juga sebagai sarana edukasi pengolahan air di Samarinda. Berdasarkan hasil observasi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk merumuskan konsep revitalisasi kawasan Embung Sempaja melalui pendekatan biophilic design sebagai kerangka konsep perencanaan bangunan hijau. Agar tujuan penelitian tercapai, metode studi literatur digunakan sebagai data sekunder, sedangkan observasi lapangan dan analisis kebutuhan ruang berbasis perilaku pengguna dan potensi lokal digunakan sebagai data primer. Hasil penelitian dari analisis tersebut menunjukan bahwa perlu adanya penambahan zona edukasi yang interpretatif, pemanfaatan vegetasi lokal sebagai peneduh, dan ruang terbuka sebagai sarana publik yang multi fungsi. Maka dari itu, konsep bangunan arsitektur tropis dengan pendekatan biophilic desain dikolaborasikan dengan konsep wisata edukasi, kreatif, dan kultural dalam satu kawasan. Kata Kunci: arsitektur tropis 1, biophilic design 2, revitalisasi embung 3, wisata edukasi 4ABSTRACT The embung (retention pond) is an infrastructure for water supply and management that serves multiple functions, such as conservation, rainwater harvesting, and providing open spaces for public activities. One example is the Embung Sempaja in Samarinda, East Kalimantan, which is used for conservation and rainwater management. However, field observations indicate that this infrastructure also has the potential to function as a public facility for social and cultural activities, as well as an educational space for water management in Samarinda. Based on these observations, this study aims to formulate a revitalization concept for the Embung Sempaja area through a biophilic design approach as a framework for green building planning. To achieve this objective, literature studies were employed as secondary data, while field observations and space requirement analyses—based on user behavior and local potential—were utilized as primary data. The findings suggest the need for additional interpretive educational zones, the use of local vegetation as shading, and multifunctional open spaces for public use. Consequently, the proposed concept integrates tropical architectural design with a biophilic approach, combined with educational, creative, and cultural tourism within the area.Keyword: tropical architecture 1, biophilic design 2, retention pond revitalization 4, educational tourism

    Optimalisasi Koagulan Untuk Penurunan Kadar Fe dan Cu Pada Air Sumur Bor Fakultas Teknik Universitas Mulawarman

    No full text
    Air merupakan kebutuhan vital bagi kehidupan, namun kualitas air sumur bor seringkali tidak memenuhi standar baku mutu karena kandungan logam berat seperti besi (Fe) dan tembaga (Cu) yang tinggi. Paparan jangka panjang terhadap logam ini dapat menimbulkan dampak kesehatan serius, termasuk gangguan ginjal, hati, serta potensi karsinogenik. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan koagulan, khususnya tawas dan poly aluminium chloride (PAC), dalam menurunkan kadar Fe dan Cu pada air sumur bor Fakultas Teknik Universitas Mulawarman. Metode yang digunakan adalah uji jar test dengan variasi dosis koagulan (10–50 mg/L), waktu kontak (1–5 menit), dan kecepatan pengadukan (50–250 rpm). Parameter yang diamati meliputi pH, total suspended solid (TSS), serta konsentrasi Fe dan Cu menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom (AAS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan dosis koagulan berpengaruh signifikan terhadap penurunan kadar Fe dan Cu, dengan dosis optimum sebesar 50 mg/L untuk kedua jenis koagulan. PAC terbukti lebih efektif dibandingkan tawas dalam menurunkan kadar logam karena sifat polimerisasi tinggi dan gugus aktif aluminat yang mempercepat pembentukan flok padat. Waktu pengadukan 3–5 menit dan kecepatan 100–200 rpm merupakan kondisi optimal untuk menghasilkan flok yang stabil tanpa pecah. Nilai pH relatif stabil pada penggunaan PAC, sedangkan tawas cenderung menurunkan pH. Secara keseluruhan, penelitian ini membuktikan bahwa koagulasi menggunakan PAC lebih unggul dibandingkan tawas dalam meningkatkan kualitas air sumur bor agar mendekati standar air bersih. Temuan ini dapat dijadikan acuan dalam pengelolaan air bersih dengan metode sederhana dan ekonomi

    Transformasi Pedestrian sebagai Infrastruktur Pendukung Peningkatan Konektivitas, Aksesibilitas, dan Kualitas Hidup di Kota Samarinda

    No full text
    Kota Samarinda sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Timur menghadapi tantangan urbanisasi yang pesat, yang berdampak pada tingginya ketergantungan terhadap kendaraan bermotor dan menurunnya kualitas ruang publik. Dalam konteks tersebut, infrastruktur pejalan kaki memegang peranan strategis sebagai elemen kunci dalam perancangan kota yang berkelanjutan dan manusiawi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan merancang transformasi jalur pejalan kaki di wilayah perkotaan Samarinda sebagai pendekatan desain kota guna meningkatkan konektivitas, aksesibilitas, dan kualitas hidup masyarakat. Metode yang digunakan meliputi studi literatur dan observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi eksisting jalur pedestrian di Samarinda masih belum optimal dari segi kenyamanan, keselamatan, dan keterhubungan antar area publik. Melalui pendekatan desain kota yang berbasis prinsip inklusivitas, keberlanjutan, dan keterpaduan fungsi ruang, dirumuskan strategi transformasi jalur pejalan kaki yang mencakup peningkatan infrastruktur fisik, penataan lanskap, integrasi dengan moda transportasi publik, serta revitalisasi ruang interaksi sosial. Dengan demikian, transformasi infrastruktur pejalan kaki tidak hanya berperan sebagai sarana mobilitas, tetapi juga sebagai instrumen untuk membentuk karakter kota yang sehat, responsif, dan berkelanjutan

    Pertunjukan Udoq (Hudoq Kiba): Strategi keberlanjutan budaya Dayak Kenyah oleh masyarakat Desa Budaya Sungai Bawang

    No full text
    The Sungai Bawang Cultural Village in Kutai Kartanegara serves as a preservation site for traditional Dayak Kenyah music and dance, particularly the Udoq (Hudoq Kiba) performance. Held weekly at the Pemung Madun Traditional Lamin, this dance originally functioned as a ritual to ward off pests during rice cultivation but has transitioned into a form of entertainment while retaining its traditional musical accompaniment—limited to the Tawek (gong) and Jatung Utang. This functional shift reflects the cultural adaptation strategies of the Dayak Kenyah community.Using qualitative methods and descriptive analysis, this study examines the musical structure of Udoq through figures, motifs, and phrasing, as well as its sociocultural transformation based on C.A. van Peursen’s cultural strategy theory. Data was collected through observation, interviews, and documentation. The analysis reveals three evolutionary stages: (1) the mythical phase, where Hudoq Kiba was a sacred ritual tied to ancestral beliefs; (2) the ontological phase, marking its shift to entertainment and education; and (3) the functional phase, where it now supports cultural tourism, the creative economy, and annual events. These findings highlight the dynamic interplay between tradition and modernity, demonstrating how cultural practices can retain significance while adapting to contemporary contexts

    Hibriditas Damarwulan oleh Kelompok Keham Balai Tambek di Desa Lebak Cilong

    No full text
    Pertunjukan teater tradisional Damarwulan oleh Kelompok Keham Balai Tambek di Desa Lebak Cilong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, merepresentasikan bentuk kesenian lokal yang memadukan unsur Mamanda Kutai. Fenomena ini mencerminkan proses hibriditas budaya sebagai hasil pertemuan dan percampuran dua identitas budaya berbeda. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis proses hibriditas dalam pertunjukan Damarwulandari aspek naratif, musikal, dan visual, dengan menggunakan perspektif teori hibriditas budaya Homi Kharshedji Bhabha. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan studi kasus, melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan adanya adaptasi naratif yang memasukkan elemen lokal Kutai, penggunaan instrumen tradisional seperti babon dan piul yang dipadukan dengan vokal, serta strategi visual yang memadukan unsur dua tradisi. Pertunjukan ini menjadi ruang negosiasi identitas budaya masyarakat Kutai sekaligus contoh seni pertunjukan tradisional yang membentuk identitas budaya secara dinamis dan dialogis di tengah masyarakat multikultural

    GAMBARAN KEJADIAN MALARIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SOTEK KECAMATAN PENAJAM KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA

    No full text
    Malaria merupakan penyakit infeksi parasit Plasmodium yang ditularkan oleh nyamuk Anopheles betina yang terinfeksi. Malaria memberikan morbiditas cukup tinggi dan merupakan penyebab mortalitas ke-3 tertinggi di dunia. Penajam Paser Utara (PPU) menjadi salah satu daerah endemis Malaria, khususnya Puskesmas Sotek dengan 729 kasus pada tahun 2022. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui gambaran faktor yang berhubungan dengan kejadian Malaria di wilayah kerja Puskesmas Sotek Kecamatan Penajam Kabupaten PPU Tahun 2023. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif. Sampel sebanyak 84 orang, dengan metode total sampling. Data dikumpulkan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Sebanyak 45 responden dari 84 sampel menderita Malaria. Sebagian besar responden ialah laki-laki (76,2%), berusia dewasa ≥19 tahun (89,3%), berpendidikan rendah (58,3%), memiliki pekerjaan berisiko (57,1%), dan berpengetahuan baik (88,1%). Sebagian responden menggunakan kelambu berinsektisida (51,2%), terdapat 75 (89,3%) responden yang menggunakan obat anti nyamuk, 43 rumah responden tidak menggunakan kawat kasa, responden yang memiliki kebiasaan berada di luar rumah pada malam hari sebanyak 45 (53,6%), sebanyak 50 (59,5%) responden di sekitar rumahnya terdapat tempat perindukan nyamuk dan terdapat 12 (14,3%) responden yang di sekitar rumahnya terdapat kandang ternak. Kesimpulan penelitian sebagian besar penderita malaria memiliki pekerjaan yang berisiko, responden sudah berpengetahuan baik, masih ada responden tidak menggunakan kelambu berinsektisida dan obat anti nyamuk, banyak responden yang ventilasi rumahnya tidak menggunakan kawat kasa, sebagian besar masyarakat masih beraktivitas di luar rumah pada malam hari, dan banyak masyarakat yang di sekitar rumahnya terdapat tempat perindukan nyamuk, serta hanya beberapa yang di sekitar rumahnya memiliki kandang ternak. Malaria is a Plasmodium parasitic infection transmitted by infected female Anopheles mosquitoes. Malaria causes high morbidity and 3rd highest cause of mortality in the world. Penajam Paser Utara (PPU) is one of the endemic areas for Malaria, especially the Sotek Community Health Center with 729 cases in 2022. This research aims to describe factors related to Malaria’s incidence in the working area of the Sotek Community Health Center, Penajam District, PPU Regency in 2023. Research design This uses a descriptive approach. The sample was 84 people, with a total sampling method. Data was collected by interview using a questionnaire. 45 respondents from 84 samples suffered from Malaria. Most of the respondents were men (76.2%), adults aged ≥19 years (89.3%), low education (58.3%), risky jobs (57.1%), and good knowledge (88, 1%). Some respondents used insecticide-treated mosquito nets (51.2%), 75 respondents used mosquito repellent, 43 respondents' houses did not use wire mesh, 45 respondents had the habit of being outside the house at night, 50 respondents had mosquito breeding areas around their house and 12 respondents had livestock pens. The research conclusion is that most malaria sufferers have risky jobs, respondents have good knowledge, there are still respondents who do not use insecticide-treated mosquito nets and anti-mosquito medication, many respondents do not ventilate their houses using wire mesh, majority of people still do activities outside the house at night, many people have mosquito breeding areas around their houses, only a few people have livestock pens

    Metafora penyembuhan dalam mantra Sembur Meruo ritual Besambur masyarakat Paser

    No full text
    Ritual besambur dalam masyarakat Paser merupakan salah satu bentuk pengobatan tradisional yang mengandalkan kata, bunyi, dan simbolisme budaya dalam proses penyembuhan bentuk pengobatan tradisional. Pengobatan ini mengandalkan matra sebagai medium penyembuhan spiritual. Dalam banyak tradisi lisan, mantra memiliki strutuktur linguistik khas, penuh dengan metafora, simbol, dan konotasi sakral. Kajian linguistik terhadap matra besambur dapat mengungkapkan: 1) Bagaimana bahasa membangun makna penyembuhan. 2) Bagaimana metafora digunakan untuk memahami penyakit dan proses penyembuhan. 3) Bagaimana hubungan makna mantra dan efektivitas ritual dalam konteks sosial budaya masyarakat Paser. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis semantik dan studi etnografi. Analisis semantik digunakan untuk mendekonstruksi makna bahasa dalam mantra ritual besambur terutama pada penggunaan metafora sebagai pola bahasa simbolik penyembuhan. Data diperoleh dari observasi partisipasif saat pelaksanaan ritual besambu, wawancara serta dokumentasi rekaman mantra. Pendekatan etnografi digunakan sebagai pemahaman holistic terhadap konteks sosial budaya masyarakat Paser, yang jadi landasan pemaknaan dan praktik ritual.

    Metaphor of Transformation: Symbolic Representation of Tragedy in Loro Jonggrang Folklore and Pyramus-Thisbe

    No full text
    As in the Greek story of Pyramus-Thisbe and the Javanese folklore of Loro Jonggrang which symbolize a physical transformation as the concept of love tragedy. By using comparative literature studies, this research aims to 1) Analyze and describe the symbol of physical transformation in the stories Loro Jonggrang and Pyramus-Thisbe representing the concept of tragedy and 2) Analyzing and describing the cultural values underlying the symbols of tragedy that appear in Loro Jonggrang and Pyramus-Thisbe. The method used in this research is qualitative with a text analysis approach and refers to Clifford Geertz's symbolic anthropology theory. The results of the study found that, 1) There are several elements analyzed using several aspects of form comparison consisting of aspects of literary genre, narrative structure, language style, poetic form, theme & motif, and adaptation and intertextuality in the stories Loro Jonggrang and Pyramus-Thisbe. Then, 2) there is a cultural meaning behind the physical transformation of the two stories. In the Greek story Pyramus-Thisbe represent the concept of tragedy symbolized by the fruit of the mulberry tree. Meanwhile, the folk tales of Loro Jonggrang represent the concept of tragedy symbolized by the statue of Prambanan Temple

    Sistem Informasi Monitoring Evaluasi APBD Untuk Probebaya di Kota Samarinda

    No full text
    Penelitian ini dilatar belakangi oleh arahan Walikota Samarinda Andi Harun dengan salah satu program unggulannya yaitu probebaya (Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat) sebagai upaya mewujudkan kemampuan dan kemandirian masyarakat dalam pembangunan infrastruktur, peningkatan ekonomi masyarakat, dan sosial kemasyarakatan, probebaya yang dikembangkan oleh Pak Walikota memberikan alokasi dana signifikan, berkisar antara 100 hingga 300 juta rupiah per RT di seluruh wilayah kota Samarinda. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk membangun Sistem Informasi Monitoring Evaluasi APBD untuk Probebaya di Kota Samarinda yang bisa menjadi solusi dalam pelaporan perencanaan dan realisasi terhadap program probebaya di Kota Samarinda sebagaimana Probebaya telah menjadi salah satu program unggulan Walikota Samarinda Andi Harun dan Bapak Wakil Walikota Samarinda Rusmadi Wongso. Metode pembangunan sistem yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode Waterfall yang terdiri dari tahap analisis, desain, implementasi kode, pengujian, pemeliharaan. Sistem ini dibangun dengan menggunakan bahasa pemrograman Hypertext Preprocessor (PHP) dengan framework Laravel. Hasil dari penelitian ini adalah terbentuknya Sistem Informasi Monitoring Evaluasi untuk Program Probebaya Berbasis Web di Kota Samarinda yang telah menjadi solusi dalam pelaporan perencanaan dan realisasi terhadap program probebaya serta dapat menyajikan visualisasi data berupa persentase kinerja suatu program dalam probebaya itu sendiri

    4,239

    full texts

    4,795

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    eJournals System Universitas Mulawarman
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇