eJournals System Universitas Mulawarman
Not a member yet
4795 research outputs found
Sort by
The Role of Customer Satisfaction in Optimizing the Influence of E-WOM on Repurchase Interest
The aluminum and glass industry in Indonesia, especially in Pontianak, West Kalimantan, is experiencing rapid growth, driven by high demand in the infrastructure, housing, and commercial sectors. This growth creates significant opportunities for companies, but also presents challenges in maintaining customer loyalty and improving competitiveness. This study aims to analyze the effect of e-WOM on repurchase intention, with customer satisfaction as a mediating variable. Using a quantitative approach with explanatory research, the sample consists of 210 consumers who have made purchases. Data were analyzed using path analysis regression. The results show that e-WOM has a significant positive effect on customer satisfaction, but does not directly affect repurchase intention. Conversely, customer satisfaction was found to play a mediating role in strengthening the effect of e-WOM on repurchase intention. The implications of this study suggest that companies need to manage e-WOM carefully and ensure customer satisfaction is achieved to increase loyalty and repurchase. Future research can deepen the understanding of factors influencing the effect of e-WOM in specific industries, such as aluminum and glass.Industri aluminium dan kaca di Indonesia, khususnya di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, mengalami perkembangan pesat, didorong oleh permintaan yang tinggi di sektor infrastruktur, perumahan, dan komersial. Pertumbuhan ini menciptakan peluang besar bagi perusahaan, namun dihadapkan pada tantangan dalam mempertahankan loyalitas pelanggan dan meningkatkan daya saing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh e-WOM terhadap minat beli ulang konsumen, dengan kepuasan pelanggan sebagai variabel mediasi. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan explanatory research, sampel penelitian terdiri dari 210 konsumen yang pernah melakukan pembelian. Data dianalisis menggunakan regresi path analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-WOM memiliki pengaruh positif signifikan terhadap kepuasan pelanggan, namun tidak berpengaruh langsung terhadap minat beli ulang. Sebaliknya, kepuasan pelanggan terbukti berperan sebagai mediator yang memperkuat pengaruh e-WOM terhadap minat beli ulang. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa perusahaan perlu mengelola e-WOM dengan hati-hati dan memastikan kepuasan pelanggan tercapai untuk meningkatkan loyalitas dan pembelian ulang. Penelitian berikutnya dapat memperdalam pemahaman mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi pengaruh e-WOM dalam konteks industri spesifik, seperti aluminium dan kaca
Service Quality and Customer Satisfaction: The Key to Repurchase Intention for Travel Packages
Service quality is one of the key factors in the tourism industry as it shapes customer satisfaction and fosters consumer loyalty. Positive experiences perceived by tourists through direct interactions with service providers strengthen their intention to make repeat purchases (repurchase intention). This study analyzes the effect of service quality on customer satisfaction and repurchase intention in tour packages, with customer satisfaction as a mediating variable. The research employed a quantitative approach using Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS). The sample was obtained through purposive sampling from consumers who had used tour package services. The results show that service quality has a positive and significant effect on customer satisfaction (coefficient = 0.442; T-Statistic = 7.947; P-Value = 0.000) and repurchase intention (coefficient = 0.592; T-Statistic = 9.380; P-Value = 0.000). In addition, customer satisfaction also positively influences repurchase intention (coefficient = 0.393; T-Statistic = 6.968; P-Value = 0.000). The f-square analysis indicates that the direct effect of service quality on repurchase intention falls into the large category with 51.76%, while the mediating contribution of customer satisfaction is 22.71% with a medium effect size. These findings highlight that service quality influences repurchase intention not only directly but also indirectly through customer satisfaction. The practical implication of this study emphasizes the importance for tourism service providers to maintain consistent, reliable, and customer-oriented service quality in order to create sustainable satisfaction and enhance repurchase intention.Kualitas pelayanan merupakan salah satu faktor kunci dalam industri pariwisata karena mampu membentuk kepuasan dan mendorong loyalitas konsumen. Pengalaman positif yang dirasakan wisatawan dari interaksi langsung dengan penyedia layanan akan memperkuat niat untuk melakukan pembelian ulang (repurchase intention). Penelitian ini menganalisis pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan konsumen dan repurchase intention pada paket wisata, dengan kepuasan konsumen sebagai variabel mediasi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS). Sampel diperoleh melalui teknik purposive sampling dari konsumen pengguna jasa paket wisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen (koefisien = 0,442; T-Statistik = 7,947; P-Value = 0,000) dan repurchase intention (koefisien = 0,592; T-Statistik = 9,380; P-Value = 0,000). Selain itu, kepuasan konsumen juga berpengaruh positif terhadap repurchase intention (koefisien = 0,393; T-Statistik = 6,968; P-Value = 0,000). Analisis f-square menunjukkan pengaruh langsung kualitas pelayanan terhadap repurchase intention termasuk kategori besar sebesar 51,76%, sedangkan kontribusi kepuasan konsumen sebagai mediator sebesar 22,71% dengan kategori efek sedang. Temuan ini menegaskan bahwa kualitas pelayanan tidak hanya memengaruhi niat beli ulang secara langsung, tetapi juga melalui kepuasan konsumen. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah perlunya penyedia jasa wisata menjaga kualitas pelayanan yang konsisten, ramah, dan sesuai kebutuhan pelanggan agar tercipta kepuasan yang berkelanjutan serta meningkatkan repurchase intention
RESISTING THE OTHER: WOMEN’S EXISTENTIALISM AGAINST PATRIARCHAL CULTURE IN SELECTED DISNEY PRINCESS SONG LYRICS
This study, “Resisting the Other: Women’s Existentialism Against Patriarchal Culture in Selected Disney Princess Soundtrack Lyrics”, examines existentialist feminist themes in three Disney Princess songs: “Reflection” (Mulan), “Speechless” (Aladdin), and “Touch the Sky” (Brave). Using Simone de Beauvoir’s concept of “the Other” in Feminist Existentialism, the research analyzes how the lyrics reflect women’s struggles against patriarchal culture by asserting identity, autonomy, and freedom. The findings reveal distinct forms of resistance in each song. “Reflection” portrays women’s rejection of objectification and their demand for self-definition against restrictive gender roles. “Speechless” emphasizes an outright refusal of patriarchal silencing, expressing determination to voice resistance and claim agency. “Touch the Sky” highlights the pursuit of individual liberty, underscoring women’s ability to transcend imposed roles and choose their own paths. Collectively, these songs construct narratives of empowerment that resist the relegation of women to “the Other.” They affirm existential freedom and authenticity as essential to women’s self-realization, illustrating how popular culture can serve as a medium of resistance. By foregrounding women’s voices, Disney Princess soundtracks not only reflect evolving portrayals of women but also contribute to wider discourses on gender equality and female agency in contemporary society
Implementasi Double Diamond Model pada Pengembangan User Interface User Experience Sistem Informasi Pariwisata Terintegrasi
Sistem informasi pariwisata terintegrasi merupakan wujud solusi dari permasalahan yang saat ini banyak dihadapi oleh pengelola objek wisata. Saat ini, banyak objek wisata yang memisahkan transaksi parkir, tiket, persewaan dan penjualan dalam sistem terpisah. Selain mengurangi efisiensi, tidak terintegrasinya sistem juga mengurangi tingkat efektivitas dan akurasi data. Penelitian ini dilakukan untuk mengatasi masalah ketidakefesiensienan, ketidakefektivitasan, dan kurangnya akurasi sistem menggunakan pendekatan Double Diamond Model. Double Diamond Model memiliki empat tahapan didalam merancang sistem diantaranya discover, define, develop dan deliver. Hasilnya menunjukkan bahwa user interface sistem informasi pariwisata terbaru mempunyai tampilan yang konsisten, menu navigasi yang mudah dijalankan, ukuran tombol dan komponen website konsisten, kecepatan akses antarmuka lebih ringan dan responsin, waktu penyelesaian tugas menjadi lebih cepat 50% dibandingkan sistem lama. Hasil pengujian user experience dilakukan oleh enam responden terhadap sistem informasi pariwisata yang baru didapatkan kepuasan pengguna mendapatkan skor 4,6 dari skala 5 atau naik sebanyak 64%, kesalahan input turun menjadi 0,5 atau turun sebanyak 83%, rasa percaya operator sistem menjadi lebih tinggi, efisiensi alur kerja menjadi lebih cepat dan akurat, dan pengguna lebih cepat beradaptasi
Klasterisasi Kesehatan Gizi Bayi dan Balita Dengan Menggunakan Metode K-Means (Case Study : Kec. Deket Lamongan)
Klasterisasi kesehatan gizi bayi dan balita di Kecamatan Deket menggunakan metode K-Means. Kesehatan gizi anak merupakan indikator penting dalam menentukan kualitas kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat gizi bayi dan balita serta mempermudah pengelompokan data kesehatan yang diperoleh dari Puskesmas dan Posyandu. Metode K-Means dipilih karena kesederhanaan dan efisiensinya dalam mengelompokkan data. Data yang digunakan mencakup 3 atribut yaitu Stunting, Wasting, dan Underweight dari data kecamatan Deket dikumpulkan secara resmi pada tahun 2023. Proses penelitian melibatkan beberapa tahap, termasuk pengumpulan, pembersihan, dan analisis data untuk memastikan kualitas informasi yang optimal. Dengan menggunakan metode K-Means, penelitian ini menghasilkan tiga kategori utama status gizi, yaitu gizi butuk rendah, gizi buruk sedang, dan gizi buruk tinggi. Hasil klasterisasi diharapkan dapat memberikan informasi yang berguna bagi tenaga kesehatan dan pengambil keputusan dalam merumuskan kebijakan intervensi yang lebih efektif. Dengan adanya pemetaan status gizi yang jelas, diharapkan dapat meningkatkan perhatian terhadap kesehatan gizi anak di Kecamatan Deket. Penelitian ini juga menyarankan pentingnya kolaborasi antara Puskesmas, Posyandu, dan masyarakat dalam upaya meningkatkan kesehatan gizi balita. Melalui implementasi yang tepat, diharapkan masalah gizi buruk dapat diatasi secara efektif demi masa depan anak-anak yang lebih sehat dan berkualitas
UJI FORMULASI BRIKET ARANG DARI CAMPURAN SEKAM PADI DAN CANGKANG KELAPA SAWIT DENGAN VARIASI PENGGUNAAN BAHAN PEREKAT TEPUNG TAPIOKA
AbstrakGlobalisasi mendorong pertumbuhan penduduk dan ekonomi, meningkatkan permintaan energi namun mengurangi ketersediaan bahan bakar fosil. Solusinya adalah energi alternatif, seperti biobriket dari limbah organik seperti sekam padi dan cangkang kelapa sawit. Penelitian ini menguji formulasi briket arang dari campuran sekam padi dan cangkang kelapa sawit dengan variasi perekat tepung tapioka. Proses uji dilakukan dengan mencakup pengeringan, pengarangan, penumbukan, pencampuran, pencetakan, dan pengeringan, dengan pengujian kadar air, abu, zat menguap, densitas, dan laju pembakaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kadar air (15.91-40.63%) dan kadar abu (51.35-64.71%) dari seluruh sampel tidak memenuhi SNI 01-6235-2000. Namun, kadar zat menguap (6.90-14.78%) dan densitas (1.25-1.83 g/cm³) memenuhi standar. Nilai kalor tertinggi (5242.76 cal/g) diperoleh pada briket 100% sekam padi. Secara keseluruhan, penelitian ini membuktikan bahwa limbah biomassa dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku briket yang ramah lingkungan
IDENTIFIKASI RISIKO KETERLAMBATAN DALAM PEMBANGUNAN PERUMAHAN CLUSTER VERDI SUMMARECON
Risiko dalam proyek merupakan hasil dari kombinasi antara bahaya, tingkat paparan, dan dampak yang ditimbulkan. Umumnya, risiko dikaitkan dengan hal-hal negatif seperti kerugian atau keterlambatan. Proyek pembangunan perumahan, termasuk Cluster Verdi Summarecon, memiliki tingkat kompleksitas yang tinggi, sehingga rentan terhadap berbagai jenis risiko. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi serta mengevaluasi faktor-faktor risiko yang berpotensi menyebabkan keterlambatan, menentukan pekerjaan yang paling berisiko tertunda, serta mengetahui jenis risiko yang paling sering terjadi selama pelaksanaan proyek. Metode yang digunakan mencakup pemetaan struktur pekerjaan (Work Breakdown Structure), observasi lapangan, dan wawancara. Penilaian risiko dilakukan dengan pendekatan risk = likelihood × consequence dan divisualisasikan dalam matriks risiko. Hasilnya menunjukkan bahwa pekerjaan atap memiliki tingkat risiko keterlambatan tertinggi dengan nilai rata-rata 6,75. Dari total risiko yang teridentifikasi, risiko kategori rendah paling dominan sebanyak 96 kasus, disusul risiko sedang sebanyak 56 kasus
Microbially Induced Calcite Precipitation (MICP) Meningkatkan Stabilitas Lereng Tanah Lempung Plastisitas Rendah
Indonesia sebagai wilayah tropis memiliki curah hujan tinggi. Kondisi ini membuat tanah lempung berplastisitas rendah (CL), yang dominan mengandung mineral kaolinit mudah kehilangan kekuatan saat kadar air meningkat. Kondisi ini meningkatkan risiko keruntuhan lereng. Metode stabilisasi konvensional mahal dan berdampak lingkungan. Microbially Induced Calcite Precipitation (MICP) menjadi alternatif ramah lingkungan karena menghasilkan kalsium karbonat (CaCO₃) yang dapat mengikat partikel tanah. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh MICP biostimulasi terhadap perilaku lereng tanah lempung melalui model skala kecil. Model lereng dibuat dari tanah CL dalam box kaca berukuran 60 × 14 × 25 cm dengan sudut 60°. Dua kondisi diuji, yaitu normal (air) dan MICP (larutan sementasi) dengan inkubasi 7 hari pada suhu ruangan. Dilakukan pengujian pembebanan serta uji geser langsung pada tiga tegangan normal. Parameter yang dianalisis meliputi load–deformation, modulus elastisitas (E₀, E₅₀, Eₜ), kohesi (c), sudut geser dalam (φ), serta validasi statistik dengan ANOVA. Hasil menunjukkan MICP mampu meningkatkan respon beban sebesar 105,4 % dengan p-value 0,000. Nilai E₅₀ meningkat 24.5%, dan Eₜ meningkat sebesar 35%. Kohesi meningkat sebesar 96,9%, sedangkan sudut geser meningkat sebesar 11% dengan p-value 0,001. Temuan ini menunjukkan MICP mampu meningkatkan kapasitas respon beban lereng, kekakuan, dan kuat geser tanah serta berpotensi sebagai teknologi stabilisasi lereng tanah lempung yang efektif berkelanjutan
ANALISIS PENGARUH PEMBEBANAN TERHADAP EFISIENSI GENERATOR DI PLTU EMBALUT UNIT 3
Penelitian ini membahas pengaruh variasi pembebanan terhadap efisiensi generator pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Embalut unit 3. Generator merupakan komponen utama dalam sistem pembangkit yang mengubah energi mekanik dari turbin menjadi energi listrik. Efisiensi generator dipengaruhi oleh besarnya beban yang diterima dan rugi-rugi daya yang terjadi selama proses konversi energi. Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan data pembebanan dan parameter operasi generator selama periode 7-13 Oktober 2024. Selanjutnya, dilakukan perhitungan rugi-rugi generator meliputi rugi tembaga, rugi besi, rugi mekanik, dan rugi beban stray, kemudian dianalisis untuk memperoleh efisiensi aktual pada berbagai tingkat pembebanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi generator cenderung meningkat seiring bertambahnya beban hingga mendekati kapasitas nominal. Nilai efisiensi tertinggi mencapai sekitar 98,4% pada beban mendekati 60 MW, sedangkan pada beban rendah efisiensi berada dikisaran 98,7%. Perubahan kecil pada efisiensi, seperti penurunan dibeban tertentu, dipengaruhi oleh fluktuasi arus dan kondisi operasional generator. Secara keseluruhan, kinerja generator PLTU Embalut unit 3 masih memenuhi standar efisiensi berdasarkan IEC 60034-1:2004 dan spesifikasi pabrikan. Penelitian ini dapat menjadi acuan dalam pemantauan kinerja generator serta optimasi operasi pembangkit.
Kajian Banjir di Jalan Ir. H. Juanda, Samarinda, Kalimantan Timur
Penanganan banjir yang berulang di daerah perkotaan menjadi tantangan utama dalam pengelolaan sistem drainase. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas perbaikan sistem drainase di Jalan Ir. H. Juanda, Samarinda, Kalimantan Timur melalui pemetaan wilayah aliran banjir menggunakan perangkat lunak ArcGIS. Metode yang digunakan meliputi survei lapangan untuk mengumpulkan data kondisi drainase eksisting, pengamatan kejadian banjir, dan pemodelan aliran banjir. Analisis deskriptif serta pemetaan aliran banjir digunakan untuk menilai perubahan fungsi sistem drainase sebelum dan sesudah perbaikan. Hasil menunjukkan bahwa perbaikan drainase dapat meningkatkan kapasitas aliran dan mengurangi frekuensi genangan, namun terdapat titik rawan yang masih mengalami genangan akibat faktor lingkungan seperti penumpukan sampah dan kemiringan saluran. Penelitian menekankan pentingnya pengelolaan lingkungan dan pemeliharaan berkelanjutan untuk memaksimalkan efektivitas pengendalian banjir. Kesimpulan menyatakan bahwa pendekatan evaluasi melalui pemetaan aliran banjir memberikan gambaran yang komprehensif dalam mengelola sistem drainase yang lebih efektif dan berkelanjuta