eJournals System Universitas Mulawarman
Not a member yet
4795 research outputs found
Sort by
Analisis ketahanan pangan rumah tangga petani berdasarkan proporsi pengeluaran pangan dan kecukupan energi di Kecamatan Mantup Kabupaten Lamongan
Kabupaten Lamongan menunjukkan kondisi belum mencapai tingkat kesejahteraan jika dilihat dari proporsi pengeluaran pangan dan non pangan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis ketahanan pangan rumah tangga petani di Kecamatan mantup, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dengan lokasi penelitian adalah Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan, jawa Timur, melibatkan 51 responden petani padi. Analisis proporsi pengeluaran pangan dan non pangan merupakan alat analisis yang diterapkan. Aplikasi nutrisurvey digunakan untuk menganalisis tingkat kecukupan energi dan protein. Klasifikasi silang antara pangsa pengeluaran pangan dengan tingkat kecukupan energi digunakan untuk menentukan kategori ketahanan pangan rumah tangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi pengeluaran pangan lebih tinggi daripada pengeluaran non pangan, yang menunjukkan bahwa rumah tangga petani di Kecamatan Mantup belum mencapai tingkat kesejahteraan. Rumah tangga petani di Kecamatan Mantup memiliki kondisi ketahanan pangan yang belum merata, terdapat 17 rumah tangga (34%) telah tahan pangan sedangkan 34 rumah tangga petani (64%) belum mencapai ketahanan pangan
The Application of Classical Music Therapy in Reducing Pain Levels in Post Operative Fracture Patients
AbstractIntroduction: Fractures often cause postoperative pain that can hinder recovery. Classical music therapy, particularly Mozart’s compositions, has been proven effective as a non-pharmacological intervention to reduce pain through mechanisms involving the central nervous system and stress hormones. This method is non-invasive, safe, and easy to apply. This study aims to explore the application of Mozart’s classical music therapy in reducing pain intensity in post-operative fracture patients, as a means to support holistic nursing approaches and enhance patient comfort during the recovery period. Methode: The method used was a case study with an evidence-based nursing practice approach involving two post-operative fracture patients at Inche Abdoel Moeis Hospital. The pain level was measured using the Numeric Rating Scale (NRS) after the administration of classical music therapy by Mozart. Result: The pain levels of both clients showed a significant decrease after receiving Mozart classical music therapy for 20 minutes, once a day for three consecutive days. Before the intervention, Mr. D reported a pain level of 6 and Mr. I reported a level of 5 on the Numeric Rating Scale (NRS). After the intervention, both of their pain levels decreased to 3 on the third day of evaluation. Conclusion: Classical music therapy by Mozart in two post-operative fracture patients showed a reduction in pain both clinically and subjectively. The music promoted relaxation, diverted attention from pain, and stimulated the body's natural analgesics. This intervention is effective, low-risk, and suitable for implementation as a non-pharmacological strategy in holistic nursing care. Keywords: Pain, Post-Operative Fracture, Classical Music Therapy, Mozar
Analysis of performance and roasting quality in a rotary cylinder-type coffee roasting machine
The roasting process significantly impacts coffee's aroma and flavor profile, making it crucial in coffee processing. This study developed a rotating drum coffee roasting machine at laboratory scale with 2.0 - 2.5 kg batch capacity. Heat is provided by an LPG-powered pressure cooker burner. The research aimed to evaluate machine performance and assess roasted coffee quality. The roasting process is classified into light, medium, and dark levels. Tests show roasting temperatures from 192°C to 225°C, with times between 12 and 17 min. Moisture content of roasted coffee ranges from 2% to 7%, lower than SNI-7465:2008 standards. The motor requires 23.34 watts of electrical power to operate. Energy consumption for light and medium roasts is 4708.93 kJ, while dark roast needs 9417.86 kJ. Roasted coffee uniformity exceeds 90% at all roasting levels. The weight loss does not exceed 20%. The performance test results indicate the machine's suitability for small-scale coffee industries or laboratories to improve roasting efficiency. Future improvements should focus on better temperature and time control for enhanced flavor profiling
Sifat sensoris, kadar air dan angka kapang khamir pada cookies yang diformulasi dengan terigu, umbi singkong dan tepung daun singkong (Manihot utilissima) selama penyimpanan
Singkong mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin C, vitamin B1, zat besi, fosfor, kalsium, serat makanan, serta memiliki indeks glikemik rendah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh kadar air, perubahan sifat sensoris, dan pertumbuhan mikroorganisme kapang dan khamir pada cookies yang diformulasikan dengan tepung terigu, umbi singkong, dan tepung daun singkong selama penyimpanan. Penelitian ini menggunakan jenis kuasi eksperimen dengan desain posttest only control design menggunakan perlakuan terbaik dari penelitian sebelumnya yaitu 98 g tepung terigu, umbi singkong (1:1) : 2 g tepung daun singkong. Cookies disimpan pada suhu kamar selama 1, 7, 15, 30, 45, dan 60 hari. Data dianalisis dengan analisis non parametrik Kruskal-Wallis dan One way ANOVA. Hasil menunjukkan sensoris mutu hedonik warna pada hari ke-1 hijau sedangkan hari ke-7,15 dan 30 agak kehijauan. Mutu hedonik aroma dan rasa adalah beraroma cookies dan manis. Mutu hedonik tekstur pada hari ke-1 dan 7 renyah sedangkan hari ke-15 dan 30 agak renyah. Kadar air cookies di hari ke-1,7,15 dan 30 yaitu 4.46, 4.96, 5.22 dan 5.96 (%). Nilai tersebut berdasarkan SNI 2973:2011 mampu bertahan sampai hari ke-7. Hasil uji mikrobiologi Angka Kapang Khamir (AKK) tidak memenuhi syarat mutu SNI 2973:2011 yaitu maksimal 2 x 102 koloni/gram
Analisis Perubahan Penggunaan Lahan di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus Hutan Penelitian Dan Pendidikan Universitas Mulawarman
Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan teknologi penginderaan jauh atau Sistem Informasi Geografis Geographic Information System (GIS) yang merupakan suatu sistem informasi berbasis komputer, yang digunakan untuk memproses data spasial yang bergeoreferensi (berupa detail, fakta, kondisi di lapangan). Menganalisis perubahan penggunaan lahan pada areal KHDTK Hutan Penelitian Dan Pendidikan Universitas Mulawarman dengan menggunakan citra satelit landsat 8 pada perekaman tahun 2014, 2018, dan 2022 melalui analisis data dan pengelolaan citra landsat secara visual dan mengetahui perubahan luas penggunaan lahan pada tahun 2014,2018 dan 2022 dengan menggunakan software ArcGIS 10.8 dalam pengolahan dan analisis data menggunakan klasifikasi visual berdasarkan kunci-kunci interpretasi, dan dilanjutkan overlay untuk mendapatkan nilai perubahan penggunaan lahan. Analisis perubahan penggunaan lahan dengan memanfaatkan data spasial yang bersifat temporal sangat bermanfaat, khususnya untuk mengetahui lokasi- lokasi tempat dimana adanya perubahan hutan menjadi lahan yang digunakan untuk pertambangn dapat menyebabkan terjadi kecenderungan yang meningkatkan erosi,kerusakan lingkungan. Berdasarkan hasil penelitian ini, KHDTK Hutan Penelitian dan Pendidikan Universitas Mulawarmian dengan aktivitas pertambangan terus terjadi peningkatan setiap Tahun. Pada periode tahun 2014 luas pertambangan sebesar 382,98 ha, kemudian Tahun 2018 seluas 560,14 ha yang dimana terjadi pertambahan luas sebesar 177,18 ha, dan Tahun 2022 seluas 702,6 ha dimana terjadi pertambahan luas sebesar 144,46 ha. Diperlukan tindakan yang bijak berupa monitoring dan patroli serta pemeliharaan tata batas Kawasan secara berkala dan pendekatan pihak pihak terkait tentang KHDTK HPPBS Universitas Mulawarma
Pengkayaan Unsur P Pada Pupuk Organik Limbah Budidaya Jangkrik Untuk Tanaman Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.)
The utilization of cricket farming waste as a base material for organic fertilizer enriched with various phosphorus (P)sources aims to fulfill the phosphorus requirements of peanut plants (Arachis hypogaea L.) and thereby enhance crop production.This study aimed to determine the best combination of phosphorus-enriched organic fertilizer based on cricket farming waste forpeanut cultivation. The treatments consisted of: K1 = SP36 fertilizer; K2 = 20 tons/ha of cricket waste organic fertilizer; K3 = 20tons/ha of cricket waste organic fertilizer enriched with 5% SP36; K4 = 20 tons/ha of cricket waste organic fertilizer enrichedwith 5% rock phosphate; and K5 = 20 tons/ha of cricket waste organic fertilizer enriched with 50 ml of Pseudomonas-basedbiofertilizer. The observed data were analyzed using ANOVA at the 5% significance level, and if significant differences werefound, Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) at the 5% level was applied. The K5 treatment produced the highest results inplant height across all observation times, number of leaves at 14 days after planting (dap), flowering duration, number of filledpods, weight of filled pods, and seed weight. The K2 treatment showed the highest number of leaves and branches at 21 and 28days after planting (dap).Keywords: enrichment, cricket farming waste organic fertilizer, rock phosphate, Pseudomona
Current Safety Behavior: Is it Influenced by Knowledge, Climate, and Stres?
Creating a safe and healthy work environment requires a company's commitment to prioritising workplace safety. This study aims to determine whether safety knowledge, safety climate, and work stress influence safety behaviour. The research method used is convenient sampling. The study involved 243 workers employed in Karawang Regency. The research instruments used were the Safety Behaviour Scale developed by Neal and Griffin, Safety Knowledge developed by Vinodkumar and Bhasi, Safety Climate measured using the LSCAT developed by Cox and Cheyne, and Work Stress measured using the PSS-10 developed by Cohen (1983). The study was analysed through a series of reliability tests, normality tests, determination tests, multiple regression tests, and simple regression tests. The results showed that safety knowledge, safety climate, and work stress significantly influence safety behaviour, contributing 33,2%. Regression analysis revealed a significance value of 0.000 (p < 0.05), indicating that the regression model is statistically significant. It can be concluded from this study that safety knowledge, safety climate, and work stress effectively have a positive influence on safety behaviour
Karakterisasi ikan asin Bilis (Stolepherus sp.) di beberapa pasar tradisional Kota Cirebon secara kimiawi dan mikrobiologis
Penelitian ini bertujuan mengkarakterisasi ikan asin bilis (Stolephorus sp.) yang dijual di lima pasar tradisional Kota Cirebon secara kimiawi dan mikrobiologis. Pasar yang dipilih yaitu Pasar Kramat, Pasar Pagi, Pasar Kanoman, Pasar Jagasatru, dan Pasar Harjamukti. Sampel diambil secara purposive sampling dari dua penjual berbeda di setiap pasar. Uji formalin dilakukan secara kualitatif, sedangkan uji mikrobiologi menggunakan metode Angka Lempeng Total (ALT) mengacu SNI 8273:2016 dengan ambang batas maksimum 1×10⁵ koloni/g. Hasil menunjukkan 2 dari 10 sampel (20%) positif mengandung formalin dari Pasar Kramat dan Pasar Jagasatru. Kedua sampel tersebut menunjukkan jumlah bakteri tinggi (9,3×10⁵ dan 3,0×10⁵ koloni/g). Sebanyak 9 dari 10 sampel (90%) melebihi batas maksimum jumlah bakteri menurut SNI 8273:2016 dengan nilai tertinggi 8,4×10⁶ koloni/g dari Pasar Pekalipan. Hanya 1 sampel (10%) dengan jumlah bakteri terendah dari Pasar Pagi tidak melebihi batas maksimum SNI 8273:2016 dengan nilai 0,3×10⁵ koloni/g. Hasil penelitian menunjukkan formalin masih ditemukan pada sebagian sampel, mengindikasikan praktik pengawetan ilegal dan bertentangan dengan Permenkes No. 33 Tahun 2012. Tingginya jumlah bakteri pada sebagian besar sampel yang melebihi ambang batas SNI 8273:2016 menunjukkan kondisi penanganan, sanitasi, dan penyimpanan produk ikan asin bilis belum memenuhi standar. Variasi nilai jumlah bakteri antar sampel menegaskan mutu ikan asin bilis dipengaruhi praktik pengolahan dan distribusi pada tingkat pedagang
Analisis Pengelolaan Community-Based Forest Conservation Sebagai Upaya Pengembangan Ekowisata Berkelanjutan: Studi Kasus Taman Wisata Alam Guci, Kabupaten Tegal
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengelolaan community-based forest conservation sebagai upaya pengembangan ekowisata berkelanjutan di Taman Wisata Alam Guci, Kabupaten Tegal. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan analisis korelasional. Data diperoleh melalui observasi lapangan, penyebaran kuesioner kepada 46 responden yang melibatkan masyarakat lokal, pengelola wisata, dan pemangku kepentingan konservasi, serta wawancara mendalam dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah. Analisis data dilakukan menggunakan skala Likert dan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan community-based forest conservation berada pada kategori tinggi dengan tingkat pencapaian sebesar 79,57%, sedangkan pengembangan ekowisata berkelanjutan mencapai 85,13%. Partisipasi masyarakat tergolong sebagai partisipasi fungsional, di mana masyarakat berperan aktif dalam kegiatan konservasi lapangan, sementara perencanaan dan pengambilan keputusan strategis masih didominasi oleh BKSDA. Uji korelasi Spearman Rank menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikansi antara community-based forest conservation dan pengembangan ekowisata berkelanjutan (ρ = 0,604; p < 0,001). Temuan penelitian ini memiliki implikasi praktis sebagai dasar penguatan strategi pengelolaan kawasan konservasi berbasis kolaborasi, khususnya dalam meningkatkan peran masyarakat tidak hanya pada tataran operasional, tetapi juga dalam perencanaan pengelolaan ekowisata. Hasil penelitian ini dapat menjadi rujukan bagi pengelola kawasan konservasi dan pemerintah daerah dalam merancang kebijakan pengelolaan ekowisata yang berorientasi pada keberlanjutan ekologis dan peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal.
All the Bright Places: Rasch Analysis of PERMA (Positive Emotion, Engagement, Relationship, Meaning, and Accomplishment) Model on Students
Well-being in the concept of positive psychology is referred to as flourishing or PERMA, which consists of five pillars: Positive Emotion, Engagement, Relationship/Positive, Meaning, and Accomplishment/Achievement. By possessing these five pillars of PERMA, individuals tend to live a happier, more meaningful, and more beneficial life, develop positive relationships with others, and cultivate a positive mindset that fosters positive emotions while reducing negative ones. As a result, individuals are more likely to feel satisfied, happy, and able to live their lives to the fullest. This study aims to obtain a fit model between Positive Emotion, Engagement, Relationship/Positive, Meaning, and Accomplishment/Achievement and to examine the correlations among the PERMA constructs. The research employed a quantitative method by conducting model testing using Structural Equation Modeling (SEM). The subjects were 325 male and female university students. The measurement instruments used in this study were the Dispositional Positive Emotion Scale (DPES) to measure positive emotions, the Meaning in Life Questionnaire (MLQ) to measure meaning in life, the Life Engagement Test (LET) to assess engagement, the Positive Relationship Questionnaire (PRQ) to measure positive relationships, and the Achievement Goal Questionnaire Revised (AGQR) to measure the achievement construct. The results indicate that the PERMA model (positive emotion with engagement, meaning, and accomplishment) fits, meaning that the modified model shows no differences between the model and the data. Thus, the theorized model fits the research data. These findings show that increasing mental health literacy plays an important role in encouraging healthy behavior and strengthening family resilience. Therefore, the implications of this study can serve as a foundation for developing more targeted educational programs and public policies to build healthy and resilient families