eJournals System Universitas Mulawarman
Not a member yet
    4795 research outputs found

    IMPELEMENTASI PROGRAM PELAYANAN POSYANDU TERHADAP PEMAHAMAN ANAK STUNTING DI DESA POHGADING KECAMATAN PRINGGABAYA KABUPATEN LOMBOK TIMUR

    Get PDF
    Masalah gizi stunting di Indonesia mengakibatkan gangguan pertumbuhan balita akibat kekurangan nutrisi sejak kehamilan hingga usia 24 bulan, berdampak pada perkembangan fisik, mental, dan kognitif anak serta meningkatkan risiko penyakit degeneratif. Pemerintah meluncurkan Rencana Aksi Nasional Penanganan Stunting pada Agustus 2017, menekankan intervensi gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan. Di Nusa Tenggara Barat (NTB), prevalensi stunting menurun dari 20,9% pada 2021 menjadi 18,9% pada 2022, namun masih di atas target nasional 14%. Kabupaten Lombok Timur telah menurunkan stunting dari 37,6% pada 2021 menjadi 17,63% saat ini. Bupati Lombok Timur optimis target nasional dapat tercapai dengan kolaborasi dan dukungan pendanaan. Penelitian ini mengkaji implementasi program Posyandu dan respon masyarakat terhadap penanggulangan stunting di Desa Pohgading, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Penelitian ini menggunakan teknik kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk mendeskripsikan kebijakan implementasi program pelayanan Posyandu terhadap pemahaman anak stunting di Desa Pohgading melalui studi kasus yang menghasilkan deskripsi kata-kata tertulis dan lisan dari informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program pelayanan Posyandu di Desa Pohgading efektif dalam menurunkan angka stunting dan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya gizi dan kesehatan anak, melalui komitmen dan koordinasi antara pemerintah desa, puskesmas, dan posyandu serta dukungan aktif dari masyaraka

    Gambaran Faktor Risiko Pasien Epilepsi Anak

    Get PDF
    Epilepsi adalah penyakit otak kronik karena aktivitas abnormal otak danmengakibatkan kejang berulang. Terdapat faktor risiko yang berkaitan dengan epilepsi anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko epilepsi anak meliputi usia awitan epilepsi, jenis kelamin, berat bayi lahir, usia gestasi, riwayat kejang demam, riwayat epilepsi pada keluarga, riwayat infeksi sistem saraf pusat, dan riwayat tumor otak. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif di Komunitas Epilepsi Indonesia. Data primer diperoleh melalui wawancara pendamping pasien anak dengan metode consecutive sampling  dan didapatkan 77 sampel. Hasil penelitian menunjukkan usia awitan epilepsi <1 tahun (42.9%), 1-5 tahun (39.0%), jenis kelamin laki-laki (54.5%) dan perempuan (45.5%). Faktor lain didapatkan riwayat berat bayi lahir rendah (13.0%), berat bayi lahir normal (84.4%), sedangkan riwayat usia gestasi preterm (18.2%), usia gestasi aterm (79.2%), riwayat kejang demam sederhana (7.8%), riwayat kejang demam kompleks (19.5%), dan tanpa riwayat kejang demam (72.7%), riwayat infeksi sistem saraf pusat (5.2%) dan tanpa riwayat infeksi sistem saraf pusat (94.8%), riwayat tumor otak  (3.9%) dan tanpa riwayat tumor otak (96.1%). Riwayat epilepsi pada keluarga didapatkan first degree relatives (2.6%), second degree relatives (6.5%), dan tanpa riwayat epilepsi pada keluarga (90.9%). Kesimpulan penelitian ini adalah didapatkan pasien epilepsi anak paling banyak usia awitan epilepsi <1 tahun, berjenis kelamin laki-laki, riwayat berat bayi lahir normal, riwayat usia gestasi aterm, tanpa riwayat kejang demam, tanpa riwayat epilepsi pada keluarga, tanpa riwayat infeksi sistem saraf pusat, dan tanpa riwayat tumor otak.Kata Kunci : epilepsi, anak, faktor risikoEpilepsi adalah penyakit otak kronik karena aktivitas abnormal otak danmengakibatkan kejang berulang. Terdapat faktor risiko yang berkaitan dengan epilepsi anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko epilepsi anak meliputi usia awitan epilepsi, jenis kelamin, berat bayi lahir, usia gestasi, riwayat kejang demam, riwayat epilepsi pada keluarga, riwayat infeksi sistem saraf pusat, dan riwayat tumor otak. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif di Komunitas Epilepsi Indonesia. Data primer diperoleh melalui wawancara pendamping pasien anak dengan metode consecutive sampling  dan didapatkan 77 sampel. Hasil penelitian menunjukkan usia awitan epilepsi <1 tahun (42.9%), 1-5 tahun (39.0%), jenis kelamin laki-laki (54.5%) dan perempuan (45.5%). Faktor lain didapatkan riwayat berat bayi lahir rendah (13.0%), berat bayi lahir normal (84.4%), sedangkan riwayat usia gestasi preterm (18.2%), usia gestasi aterm (79.2%), riwayat kejang demam sederhana (7.8%), riwayat kejang demam kompleks (19.5%), dan tanpa riwayat kejang demam (72.7%), riwayat infeksi sistem saraf pusat (5.2%) dan tanpa riwayat infeksi sistem saraf pusat (94.8%), riwayat tumor otak  (3.9%) dan tanpa riwayat tumor otak (96.1%). Riwayat epilepsi pada keluarga didapatkan first degree relatives (2.6%), second degree relatives (6.5%), dan tanpa riwayat epilepsi pada keluarga (90.9%). Kesimpulan penelitian ini adalah didapatkan pasien epilepsi anak paling banyak usia awitan epilepsi <1 tahun, berjenis kelamin laki-laki, riwayat berat bayi lahir normal, riwayat usia gestasi aterm, tanpa riwayat kejang demam, tanpa riwayat epilepsi pada keluarga, tanpa riwayat infeksi sistem saraf pusat, dan tanpa riwayat tumor otak.Kata Kunci : epilepsi, anak, faktor risik

    Toxic Relationship: Its Effect on Mental Health in Adolescent Girls

    Get PDF
    A toxic relationship is a relationship that makes the partner feel underestimated, this will of course affect the mental health of a person. The purpose of this study is to determine the influence of toxic relationships on mental health in adolescent girls in Medan City. This study uses a quantitative method, and the research subjects are 118 adolescent girls aged 18-21 years who already have a partner and live in the city of Medan. The results of the study showed that there was an influence of r = 0.301 with p = 0.00

    Tactile Sensorimotor Intervention in Autistic Children to Reduce Tantrum Behavior

    Get PDF
    The WHO predicts that 1 in 600 children worldwide suffer from autism spectrum disorder. Sensory issues experienced by children with autism may be accompanied by an increase in temper tantrum behaviors, which can be managed through tactile sensorimotor intervention. This study aims to reduce tantrum behaviors related to sensory issues in children with autism through tactile sensorimotor intervention. This experimental research uses a single case experimental design with a single subject design. The subject criteria include being 3-4 years old, diagnosed with autism spectrum disorder (based on a psychological diagnosis), and having tactile sensory issues. Data collection methods include observation, interviews, and documentation. The results show that tactile sensorimotor intervention is effective in reducing tantrum behaviors in children with autism, with a reduction from 77 occurrences (40-minute duration) in the pre-test phase to 15 occurrences (10-minute duration) in the post-test. These findings have important implications for the development of sensory-based interventions for children with ASD. WHO memprediksikan bahwa 1 dari 600 anak di dunia menderita gangguan spektrum autisme. Permasalahan sensoris yang dialami anak autis dapat disertai dengan meningkatnya perilaku temper tantrum, yang dapat ditangani menggunakan intervensi sensorimotor taktil. Penelitian ini bertujuan menurunkan perilaku tantrum terkait masalah sensorik pada anak autis melalui intervensi sensorimotor taktil. Penelitian eksperimen ini menggunakan single case experimental design dengan single subject design. Subjek memiliki kriteria yaitu berusia 3-4 tahun, mengalami Autism Spectrum Disorder (berdasarkan diagnosa psikolog) dan problem sensoris taktil. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan intervensi sensorimotor taktil efektif menurunkan perilaku tantrum pada anak autis, dengan penurunan dari tahap pre-test sebanyak 77 kali (durasi 40 menit) menjadi 15 kali (durasi 10 menit) pada post-test. Temuan ini memiliki implikasi penting bagi pengembangan intervensi berbasis sensorik untuk anak dengan ASD

    The Moderating Role of Social Support in Relationships Self-Disclosure and Loneliness in Adolescents: A Systematic Literature Review

    Get PDF
    Adolescents are a group that is vulnerable to experiencing feelings of loneliness. Loneliness in adolescents is influenced by two factors: trigger factors and predisposing factors. These are difficulties in establishing social relationships and the neglect of adolescent self-disclosure. This condition suggests that inadequate social interaction and lack of emotional support can increase the risk of loneliness in adolescents. Therefore, it is important to understand and address these factors as essential to supporting the overall health and well-being of adolescents.The aim of this study was to determine whether social support plays an important moderating role in the relationship between self-disclosure and loneliness in adolescents. Systematic Literature Review (SLR) was used as a method to find results showing that social support plays an important moderating role in the relationship between self-disclosure and loneliness in adolescents. The number of journals that have been reviewed is 12 out of 293 after the selection stage was carried out. The study's results showed that social support had a significant role in moderating the relationship between self-disclosure and loneliness. This research provides valuable insights and intervention strategies that can be applied in adolescent education and development to reduce loneliness through increased social support and effective self-disclosure

    Rancang Bangun Sistem Monitoring pada Aquascape Berbasis Internet Of Things

    Get PDF
    Aquascape merupakan seni merancang akuarium dengan menggabungkan elemen tanaman air, ikan, dan dekorasi untuk menciptakan estetika yang harmonis. Namun, pemeliharaannya menghadapi tantangan seperti perlunya pemantauan secara rutin. Untuk mengatasi hal tersebut, dirancang sistem otomatis berbasis Internet of Things (IoT) yang memungkinkan pemantauan kondisi lingkungan akuarium secara jarak jauh. Sistem ini menggunakan NodeMCU ESP8266 untuk konektivitas WiFi, modul RTC untuk pembacaan waktu, serta tampilan informasi melalui LCD dan platform Thinger.io. Hasil pengujian menunjukkan sistem monitoring yang telah dibangun mampu menampilkan hasil pengukuran data suhu yang terbaca oleh sensor DS18B20 dan kondisi relay pada alat dimana apabila berwana hijau memiliki arti kondisi relay sedang on dan warna merah memiliki arti kondisi relay sedang off. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dashboaord thinger.io yang digunakan dapat bekerja dengan baik dalam menampilkan data pengukuran dari sensor dan kondisi relay yang digunakan pada alat. Kata kunci: Aquascape, Internet of Things (IoT), Monitoring

    Perancangan Kontrol LED Menggunakan Aplikasi Suara

    No full text
    Teknologi internet dan smartphone telah berkembang pesat, membuka peluang untuk mengintegrasikan mereka dalam berbagai bidang, termasuk kontrol perangkat elektronik. Artikel ini membahas perancangan prototipe kontrol LED menggunakan aplikasi smartphone. Prototipe memungkinkan pengguna mengontrol LED dari jarak jauh melalui aplikasi smartphone. Sistem terdiri dari perangkat keras dan perangkat lunak. Perangkat keras terdiri dari modul LED, mikrokontroler, dan modul Bluetooth. Perangkat lunak berupa aplikasi smartphone yang terhubung ke mikrokontroler melalui Bluetooth. Aplikasi memungkinkan pengguna memilih lampu ruangan yang hendak dinyalakan. Prototipe diuji dan terbukti berfungsi dengan baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem ini dapat menjadi solusi praktis dan mudah digunakan untuk mengontrol LED dari jarak jauh

    The Interpretation on Metaphors Presented in "Good 4 U" Song Lyrics by Olivia Rodrigo

    Get PDF
    This research focuses on the interpretation of the use of metaphor in the Good 4 U song lyrics written by Olivia Rodrigo. The purpose of the study is to know what the interpretations of metaphors presented in Good 4 U song lyrics by Olivia Rodrigo are. This research is qualitative research and the results show that 6 categories of metaphors can be captured in Good 4 U song lyrics. Out of the 27 data, there are 2 absolute or paralogical metaphors, 1 dead metaphor, 4 extended metaphors, 5 indirect metaphors, 4 contextual metaphors, 10 root metaphors, and 1 metaphor that does not belong to the metaphor category. The researcher can conclude that the root metaphor is the most common metaphor found in the lyrics of the song Good 4 U. The interpretation of the lyrics of the song deals with (1) The destruction of the relationship, (2) The warmth of a past relationship, and (3) the sadness of the singer because she was ignored by her ex-boyfriend who achieved extraordinary success. From this research, it can be concluded that metaphors greatly affect the meaning of lyrics because they can convey a certain meaning better, which can help the listener understand what the composer is trying to say.Keywords: Metaphors, Song lyrics, Good 4 U, Olivia Rodrig

    Presupposition Analysis in The Help Film (2011)

    Get PDF
    ABSTRACT This research examines the use of presupposition in the dialogue and script of the film The Help (2011) through George Yule's presupposition theory. Presuppositions are background assumptions held by the speaker and play a role in communication to convey information indirectly. George Yule identifies six types of presuppositions: existential, factive, lexical, structural, non-factive, and counterfactual. The Help film is set in 1960s Mississippi during the Civil Rights Movement and explores the complex relationship between black maids and their white employers. This research focuses on the dialogues and scripts of three film characters, Aibileen Clark, Minny Jackson, and Eugenia Phelan (Skeeter), to investigate how types of presuppositions are represented in the dialogues and scripts. This research shows how presuppositions contribute to understanding implicit information using a pragmatic approach. Socio-cultural contexts are used to understand the way presuppositions interpret utterances. In this study, all six types of presuppositions: existential, factive, lexical, structural, non-factive, and counterfactual were found in the film's dialogue. Structural presuppositions were the most common type, and non-factive presuppositions were the least found by the researcher. This study shows that presuppositions are essential to convey messages implicitly, enhancing the researcher's understanding of character interactions through the context of the unfolding situation and the characterization of Aibileen as the main character. Keywords: context, film, presupposition, The Help fil

    Persepsi Masyarakat Terhadap Pengelolaan Kegiatan Wisata di Taman Wisata Alam Buluh Cina Kabupaten Kampar Provinsi Riau

    Get PDF
    Taman Wisata Alam Buluh Cina merupakan kawasan konservasi yang berasal dari hutan adat yang dihibahkan oleh masyarakat adat Desa Buluh Cina dengan harapan dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan mereka. Namun, terdapat beberapa kendala dan permasalahan dalam pengelolaan kegiatan wisata alam di TWA Buluh Cina seperti belum terorganisir pengelolaan kegiatan wisata alam dan adanya konflik antara masyarakat Desa Buluh Cina dengan pihak pengelola TWA Buluh Cina. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian mengenai persepsi masyarakat terhadap pengelolaan kegiatan wisata alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis kegiatan wisata alam, mengetahui persepsi masyarakat terhadap pengelolaan kegiatan wisata alam dan mengetahui faktor yang mempengaruhi persepsi masyarakat Desa Buluh Cina. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Sampel berasal dari pihak pengelola dan masyarakat sekitar kawasan TWA Buluh Cina yang dipilih secara purposive sampling. Analisis data dilakukan secara campuran deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Variabel eksogen yang diuji dalam penelitian ini adalah: sikap masyarakat, peran serta masyarakat, lapangan pekerjaan, dan sumber pendapatan bagi masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan wisata yang telah dikembangkan di TWA Buluh Cina adalah kegiatan wisata edukasi satwa yang dilindungi, berkemah, hiking, bersampan di danau, dan fotografi alam. Persepsi masyarakat terhadap pengelolaan kegiatan wisata alam termasuk dalam kategori baik dan faktor yang berpengaruh nyata terhadap persepsi masyarakat tersebut adalah sikap masyarakat

    4,239

    full texts

    4,795

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    eJournals System Universitas Mulawarman
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇