eJournals System Universitas Mulawarman
Not a member yet
    4795 research outputs found

    DINAMIKA KETERLIBATAN BERBAGAI KELOMPOK KEPENTINGAN DI PULAU REMPANG SEBAGAI PROYEK STRATEGIS NASIONAL (PSN)

    No full text
    This study analyzes the dynamics of various interest groups' involvement in the conflict surrounding the development of Rempang Eco-City as a National Strategic Project in Rempang Island, Batam. Using a comparative study approach and political economy perspective, the research examines the roles of the government, local communities, and investors in influencing the conflict related to land acquisition and social rights. The main focus is the tension between pro-growth and anti-growth coalitions, as well as the role of mass media in shaping public perceptions. The study aims to provide insights into agrarian conflict dynamics and infrastructure development, with policy recommendations for resolving similar conflicts in the future

    Adsorpsi Karbon Aktif Tandan Kosong Kelapa Sawit dengan Variasi Massa dan Waktu Kontak pada Air Asam Tambang

    No full text
    Penambangan batubara berpotensi menimbulkan kerusakan ekosistem, salah satunya pencemaran akibat air asam tambang. Selain itu, Kalimantan Timur memiliki perkebunan kelapa sawit yang sangat luas, menghasilkan limbah padat berupa tandan kosong kelapa sawit (TKKS). Namun, pemanfaatan TKKS oleh pabrik kelapa sawit masih terbatas. Penelitian ini membahas pemanfaatan limbah TKKS menjadi karbon aktif yang berfungsi sebagai adsorben untuk menurunkan kadar Fe, Mn, TSS, serta menetralkan pH pada air asam tambang dengan variasi massa dan waktu kontak. Kualitas adsorben dianalisis melalui uji rendemen, proksimat, dan luas permukaan, serta studi kinetika adsorpsi berdasarkan persamaan Langmuir dan Freundlich. Proses pembuatan meliputi preparasi, karbonisasi pada suhu 450˚C selama 90 menit, dan aktivasi menggunakan larutan H3PO4 6 N. Karbon aktif yang dihasilkan kemudian dikontakkan dengan air asam tambang yang telah diendapkan selama 1 jam melalui metode jar test, dengan variasi massa (2, 4, 8 gram) dan waktu kontak (40, 80, 120, 160 menit) pada kecepatan 100 rpm. Hasil penelitian menunjukkan beberapa parameter proksimat, seperti kadar air dan abu, sesuai dengan SNI, sedangkan kadar volatil, karbon murni, dan daya serap iodin belum memenuhi standar. Suhu dan waktu karbonisasi serta jenis aktivator berpengaruh signifikan terhadap karakteristik karbon. Adsorpsi berhasil menurunkan Fe, Mn, dan TSS hingga di bawah baku mutu. Kondisi optimal untuk Fe dan Mn dicapai pada massa 8 gram dengan kontak 160 menit (efisiensi 44,95% dan 66,83%), sedangkan TSS optimal pada massa 4 gram dan kontak 80 menit dengan efisiensi 100%. Namun, adsorben tidak mampu menetralkan pH, bahkan peningkatan massa dan waktu kontak menurunkan pH lebih lanjut

    Potensi Basalt sebagai Material Pendukung Energi Hijau: Kajian Petrografi untuk Aplikasi pada Sistem Pembangkit dan Penyimpanan Energi

    No full text
    Transisi energi global dari bahan bakar fosil menuju energi baru terbarukan menuntut ketersediaan material pendukung yang andal, berkelanjutan, serta berbiaya efisien. Salah satu material yang memiliki potensi besar adalah basalt, batuan beku ekstrusif yang melimpah di Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi basalt sebagai material pendukung energi hijau melalui kajian petrografi, dengan fokus pada dua aplikasi utama: sebagai material struktural pada sistem pembangkit energi, khususnya fondasi turbin angin, serta sebagai media penyimpanan energi panas (Thermal Energy Storage, TES). Metode penelitian menggunakan pendekatan mixed-method, yaitu analisis kualitatif untuk identifikasi sifat optik mineral melalui mikroskop polarisasi, dan analisis kuantitatif dengan metode point counting untuk menentukan komposisi modal batuan. Sampel basalt diambil dari dua lokasi di Kutai Barat, Kalimantan Timur, kemudian dipreparasi menjadi sayatan tipis untuk pengamatan mikroskopis. Hasil analisis menunjukkan dominasi mineral olivin, piroksen, dan feldspatoid dengan tekstur trachytic yang khas. Kehadiran olivin dan piroksen mengindikasikan kekuatan mekanik tinggi serta stabilitas terhadap suhu ekstrem, sementara feldspatoid mendukung kapasitas panas spesifik yang besar. Temuan ini menegaskan kelayakan basalt sebagai material konstruksi berkelanjutan untuk fondasi turbin angin, serta sebagai media penyimpanan energi panas yang stabil hingga suhu tinggi. Selain itu, kandungan mineral mafik pada basalt memberi potensi tambahan dalam sekuestrasi karbon melalui mineralisasi alami. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa basalt adalah material strategis yang mampu mendukung transisi energi nasional maupun global, baik melalui aplikasi struktural maupun penyimpanan energi, sekaligus berkontribusi pada upaya dekarbonisasi

    Pengaruh pH terhadap Biosorpsi Timbal Pb(II) oleh Pseudomonas putida Terimobilisasi pada Matriks Kalsium Alginat

    No full text
    ABSTRAK Penelitian ini mengevaluasi pengaruh pH terhadap biosorpsi Pb(II) menggunakan Pseudomonas putida yang diimobilisasi dalam matriks kalsium alginat. Biosorben disiapkan dengan mencampurkan suspensi sel (±10⁸ CFU/mL) ke dalam larutan alginat steril dan meneteskan campuran ke larutan CaCl₂ 0,1 M untuk membentuk bead, diikuti pengeringan dan pengayakan. Uji batch dilakukan pada C₀=25 mg/L (100 mL), massa biosorben 0,15 g, pengadukan 60 menit pada suhu kamar, dan variasi pH 3–8 konsentrasi akhir diukur dengan AAS. Karakterisasi dilakukan menggunakan FTIR dan SEM-EDX sebelum dan sesudah adsorpsi. Hasil menunjukkan kapasitas meningkat dari pH 3–4 dan optimum pada pH sekitar 5, kemudian menurun/menetap pada pH lebih tinggi. FTIR mengindikasikan pergeseran/peluruhan pita –COO⁻ dan –OH/–NH yang konsisten dengan kompleksasi dan pertukaran ion pada matriks alginat/biomassa, sedangkan SEM memperlihatkan permukaan yang lebih kasar pasca-adsorpsi.  Temuan ini menegaskan bahwa imobilisasi P. putida pada kalsium alginat efektif untuk penghilangan Pb(II), dengan pH sebagai variabel kunci untuk mengoptimalkan kinerja.Kata kunci: Biosorpsi; Pseudomonas putida;Imobilisasi; pH; Pb(II).ABSTRACT  This study examines the effect of pH on Pb(II) biosorption by calcium–alginate–immobilized Pseudomonas putida. The biosorbent was prepared by mixing a cell suspension (≈10⁸ CFU/mL) with sterile alginate and dripping the mixture into 0.1 M CaCl₂ to form beads, followed by drying and sieving.  Batch tests used an initial Pb(II) concentration of 25 mg/L (100 mL), biosorbent mass of 0.15 g, 60 min contact at room temperature, and pH variation from 3 to 7; residual Pb(II) was quantified by AAS.  FTIR and SEM-EDX characterizations were performed before and after adsorption.  Results show increasing capacity from acidic conditions to a maximum at around pH 5, followed by a decrease/plateau at higher pH.  FTIR reveals shifts/intensity changes of –COO⁻ and –OH/–NH bands indicative of complexation and ion-exchange within the alginate/biomass matrix, while SEM images show roughened, heterogeneous surfaces after adsorption.These findings confirm that immobilized P. putida is effective for Pb(II) removal and that pH control is critical to optimize performance. Keywords: Biosorption; Pseudomonas putida; Immobilization; pH; Pb(II)

    Annick’s anxiety and defense mechanisms in Trees of Peace (2022)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakter Annick dalam film Trees of Peace (2022), yang berdasarkan peristiwa nyata genosida Rwanda, dengan menggunakan teori psikoanalisis Sigmund Freud, khususnya konsep kecemasan dan mekanisme pertahanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Annick mengalami tiga jenis kecemasan, yaitu kecemasan realistis, kecemasan neurotic, dan kecemasan moral. Untuk menghadapi kecemasan psikologisnya, Annick secara tidak sadar menggunakan berbagai mekanisme pertahanan seperti penyangkalan, represi, proyeksi, regresi, rasionalisasi, pemindahan. Selain itu, penelitian ini juga menunjukkan bahwa Annick tidak menggunakan mekanisme pertahanan seperti sublimasi dan reaksi formasi, yang menunjukkan bahwa ia lebih mengandalkan pertahanan yang bersifat emosional dan spontan. Temuan ini menunjukkan bagaimana respon psikologis manusia terbentuk dalam situasi traumatis ekstrim. Penelitian ini juga menampilakan karakterisasi melalui dialog dan tindakan internal, yang menggambarkan kondisi emosional tokoh secara mendalam

    An analysis of adjacency pairs in Purple Hearts (2022) film

    No full text
    This study focuses on the use of adjacency pairs in dialogues between characters in the film Purple Hearts (2022). This study uses conversation analysis theory from Hutchby and Wooffitt as the main framework. The aim is to explore the types of adjacency pairs and how adjacency pairs are used in the dialogues of the film Purple Hearts (2022). The research data consists of film dialogues containing adjacency pairs, which are analyzed using qualitative methods. The Findings show that adjacency pairs are frequently used to shape interactions. These adjacency pairs are not only a structural part of conversation but also reflect emotional dynamics and relationship development. Early dialogues demonstrate conflict, sarcasm, and mistrust, while subsequent interactions highlight intimacy, care, and mutual support. This study indicates that adjacency pairs carry deeper meaning about how characters negotiate emotions, relationships, and social roles through communication

    Development and validation of an Organizational Citizenship Behaviour measurement scale for Indonesian employees: Exploratory and Confirmatory Factor Analysis

    No full text
    This study aims to develop a measurement tool for organizational citizenship behaviour (OCB) that is grounded in the cultural values of Indonesian workers. Utilising a quantitative research design focused on instrument construction, the study involved 381 participants selected through accidental sampling. Data analysis employed content validity indices (I-CVI and S-CVI), as well as exploratory and confirmatory factor analyses. The results of content validity indicated that the statement items were appropriate for use, and the developed instrument demonstrated good validity and reliability. The instrument's structure consists of four dimensions: willingness to help coworkers, adherence to social norms, tolerance, and maintaining social harmony. The organizational citizenship behavior measuring tool consists of 12 items, with a reliability value of 0.782. The findings enrich the concept of OCB, particularly with the emergence of new dimensions, such as maintaining social harmony and tolerance, which reflect the collectivist values and workplace harmony inherent in Indonesian work culture. This instrument can be utilised by organizations in Indonesia to measure employee OCB more accurately, which can assist in human resource development planning.Penelitian ini bertujuan mengembangan alat ukur organizational citizenship behavior yang berbasis pada nilai-nilai budaya pekerja Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan fokus pada konstruksi alat ukur, dengan jumlah partisipan sebanyak 381 dipilih dengan teknik accidental sampling. Analisis data menggunakan indeks validitas isi (I-CVI dan S-CVI), eksploratory factor analysis dan confirmatory factor analysis. Hasil validitas isi menunjukkan bahwa item pernyataan layak untuk digunakan, dan instrumen yang dikembangkan memiliki validitas dan reliabilitas yang baik, dengan struktur empat dimensi yaitu kesediaan membantu rekan kerja, kepatuhan terhadap norma sosial, toleransi dan menjaga harmoni sosial. Alat ukur organizatioonal citizenship behavior memiliki 12 item dengan nilai reliabilitas 0,782. Temuan penelitian memperkaya konsep OCB khususnya dengan munculnya dimensi baru seperi menjaga harmoni sosial dan toleransi yang mencerminkan nilai-nilai kolektivisme dan kerukunan dalam budaya kerja Indonesia.  Instrumen yang dikembangkan dapat digunakan oleh organisasi di Indonesia untuk mengukur OCB pegawai secara lebih akurat, yang nantinya dapat membantu dalam perencanaan program pengembangan SDM

    Factors of Resilience among Employees at Charlie Hospital Demak

    No full text
    New hospitals such as Charlie Hospital Demak face major challenges related to high work pressure and structural uncertainty that risk reducing employee performance. This study aims to identify the dominant factors that influence employee resilience using Grotberg's theoretical framework. A descriptive qualitative approach was used through in-depth interviews, non-participant observation, and literature study of five key informants from various work units. The results show that the dominant factors influencing resilience are self-efficacy, social support from superiors, coworkers, and family, and an attitude of optimism. The three interact to form a positive loop that strengthens employees' adaptive abilities. Resilience is proven to be a strong predictor of employee performance. It is recommended that management implement a structured model of strengthening resilience through training and a multilevel support system.Rumah sakit baru seperti Charlie Hospital Demak menghadapi tantangan besar terkait tekanan kerja tinggi dan ketidakpastian struktural yang berisiko menurunkan performa pegawai. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor dominan yang memengaruhi resiliensi pegawai dengan menggunakan kerangka teori Grotberg. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan melalui wawancara mendalam, observasi non-partisipan, dan studi pustaka terhadap lima informan kunci dari berbagai unit kerja. Hasil menunjukkan bahwa faktor dominan yang memengaruhi resiliensi adalah self-efficacy, dukungan sosial dari atasan, rekan kerja, dan keluarga, serta sikap optimisme. Ketiganya berinteraksi membentuk loop positif yang memperkuat kemampuan adaptif pegawai. Resiliensi terbukti sebagai prediktor kuat terhadap kinerja pegawai. Disarankan manajemen menerapkan model penguatan resiliensi secara terstruktur melalui pelatihan dan sistem dukungan multilevel

    Organizational Climate and Civil Servant Performance: The Mediating Role of Work Engagement in Agricultural Agencies in West Java

    No full text
    The agricultural sector plays a vital role in Indonesia’s food security and economy, yet it often faces challenges such as limited resources, budget efficiency policies, and suboptimal employee performance. Within agricultural institutions, human resources are critical for the success of strategic programs, making it essential to examine how organizational climate and work engagement influence employee performance. This study aims to analyze the effect of organizational climate on performance with work engagement as a mediator. Using a quantitative cross-sectional design, the research involved 75 civil servants in agricultural institutions in West Java through a total sampling technique. Data were collected using questionnaires measuring organizational climate (LSOCQ), work engagement (UWES), and job performance (IWPQ), and analyzed with regression and mediation testing via Hayes PROCESS Macro. The findings indicate that organizational climate positively and significantly influences work engagement, work engagement significantly affects performance, and fully mediates the relationship between organizational climate and performance. Thus, the positive effect of organizational climate on performance occurs indirectly through work engagement. These results support the Job Demands-Resources (JD-R) theory, positioning organizational climate as a crucial job resource that fosters vigor, dedication, and absorption, thereby enhancing employee performance. Practically, this study highlights the importance of creating a supportive organizational climate and strengthening work engagement strategies to improve productivity and food security in the agricultural sector.Sektor pertanian memiliki peran vital dalam ketahanan pangan dan perekonomian Indonesia, namun sering menghadapi tantangan berupa keterbatasan sumber daya, efisiensi anggaran, dan kinerja pegawai yang belum optimal. Dalam konteks instansi pertanian, kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu aktor penentu keberhasilan program strategis, sehingga pemahaman mengenai peran iklim organisasi dan keterlibatan kerja terhadap kinerja pegawai pertaniaN enjadi penting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh iklim organisasi terhadap kinerja pegawai dengan keterlibatan kerja sebagai mediator. Menggunakan desain kuantitatif cross-sectional, penelitian melibatkan 75 Pegawai Negeri Sipil pada instansi pertanian di Jawa Barat dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur iklim organisasi (LSOCQ), keterlibatan kerja (UWES), dan kinerja (IWPQ), lalu dianalisis menggunakan regresi dan uji mediasi Hayes PROCESS Macro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklim organisasi berpengaruh positif signifikan terhadap keterlibatan kerja, keterlibatan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai, serta keterlibatan kerja memediasi secara penuh hubungan iklim organisasi dan kinerja. Artinya, pengaruh positif iklim organisasi terhadap kinerja tidak langsung, melainkan melalui keterlibatan kerja. Temuan ini memperkuat teori Job Demands-Resources JD-R) yang menempatkan iklim organisasi sebagai job resource penting yang menumbuhkan vigor, dedication dan absorption sehingga meningkatkan kinerja pegawai. Secara praktis, hasil penelitian menekankan pentingnya menciptakan iklim organisasi yang kondusif dan strategi peningkatan keterlibatan kerja untuk mendukung produktivitas dan ketahanan pangan di sektor pertanian

    Behind the Scenes of Civil Servants: Unveiling the Factors Triggering Cyberloafing Through a Literature Review

    No full text
    Cyberloafing refers to the behavior of using the internet for personal purposes during working hours, which can reduce productivity, including among civil servants (ASN). This study aims to examine and identify the various factors that influence cyberloafing among ASN through a literature review method. Literature searches were conducted using Google Scholar, Semantic Scholar, and Garuda, with inclusion criteria covering the years 2015–2025. Based on an analysis of 13 journal articles, the factors influencing cyberloafing were classified into two main categories: internal and external factors. Internal factors consist of individual characteristics, psychological aspects, and role-related elements inherent to employees as members of an organization. In contrast, external factors involve aspects of the work environment shaped by organizational systems and conditions. The findings indicate that cyberloafing among ASN is predominantly influenced by internal factors, although external factors also play a significant role. This review is expected to serve as an initial foundation for understanding the causes of cyberloafing among civil servants and to guide the development of more targeted policies. Furthermore, the results open opportunities for future research to explore similar factors in sectors beyond the public service.Cyberloafing merupakan perilaku menggunakan internet untuk keperluan pribadi selama jam kerja yang dapat menurunkan produktivitas, termasuk di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mengidentifikasi berbagai faktor yang memengaruhi cyberloafing pada ASN melalui metode kajian literatur. Pencarian literatur dilakukan melalui portal Google Scholar, Semantic Scholar, dan Garuda dengan kriteria inklusi rentang tahun 2015–2025. Berdasarkan 13 jurnal yang telah dianalisis, ditemukan bahwa faktor-faktor yang memengaruhi cyberloafing dapat digolongkan ke dalam dua kategori utama, yaitu kategori internal dan eksternal. Kategori internal terdiri dari faktor individual, psikologis, serta peran di tempat kerja yang melekat pada diri individu sebagai bagian dari organisasi. Sementara itu, kategori eksternal mencakup faktor lingkungan kerja yang berasal dari sistem dan kondisi yang dibentuk oleh organisasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa cyberloafing pada ASN lebih dominan dipengaruhi oleh faktor internal, meskipun faktor eksternal juga memberikan kontribusi yang signifikan. Kajian ini diharapkan menjadi landasan awal dalam memahami penyebab cyberloafing pada ASN serta memberikan arah bagi perumusan kebijakan yang lebih tepat sasaran. Selain itu, hasil ini juga membuka peluang bagi penelitian selanjutnya untuk menelaah faktor-faktor serupa dalam konteks sektor lain di luar ASN

    4,239

    full texts

    4,795

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    eJournals System Universitas Mulawarman
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇