eJournals System Universitas Mulawarman
Not a member yet
4795 research outputs found
Sort by
Between Expectations and Demands: The Dynamics of Quarter-Life Crisis in the Sandwich Generation
Young adulthood is a developmental phase marked by identity exploration, career uncertainty, and future planning, which often gives rise to a quarter-life crisis. These challenges become more complex when individuals simultaneously carry dual responsibilities as part of the sandwich generation, supporting both parents and their own nuclear families. This study aims to explore the dynamics of quarter-life crisis among young adults in the sandwich generation. Using a qualitative phenomenological approach, three participants aged 22–25 were selected through purposive and snowball sampling. Data were collected through semi-structured interviews, non-participant observation, and documentation, and analyzed thematically. The findings indicate that the quarter-life crisis experienced by sandwich-generation individuals is shaped by three interrelated factors: individual factors (identity confusion, emotional exhaustion, and feelings of failure), social factors (family expectations, cultural pressures, and role-related conflicts), and economic factors (income instability, dual financial responsibilities, and unexpected expenses). The interaction of these factors creates an existential crisis characterized by feelings of being trapped, loss of direction, and postponement of personal aspirations in favor of family obligations. The study highlights the psychological vulnerability of young adults in the sandwich generation and underscores the importance of social support, emotional regulation skills, and targeted psychological interventions to help them manage role-related pressures more adaptively
Dark Triad Personality and Infidelity Intention: A Study on Individuals in Long-Distance Marriage
Individuals who live in a long-distance marriage have a greater challenge to maintain their relationship, one of them in terms of loyalty to their partner. This study is a cross-sectional quantitative study that aims to see whether the dark triad personality and relationship quality affect the infidelity intention. Sampling of participants using purposive sampling and collected research participants amounted to 310people aged 21-59 who are married and are undergoing a long-distance marriage with a minimum distance of 80 Km. The results of the multiple linear regression analysis, controlling for gender, indicate that within the dark triad personality dimensions, machiavellianism has a significant negative effect on infidelity intention, while psychopathy has a significant positive effect. However, narcissism does not significantly predict infidelity intention. Furthermore, the comparative analysis reveals a significant gender difference in infidelity intention, with males exhibiting higher levels than females. These findings suggest that infidelity intention is driven by impulsivity, weak self-control, and a focus on short-term gratification. Conversely, high self-control, deliberate planning, and a long-term orientation appear to diminish such intention
Development of a Psychological Well-Being Scale for Adolescents: A Contextual Study of High School Students in Indonesia
The high level of interest from researchers in the study of psychological well-being necessitates the development of psychological well-being measurement tools in various contexts and cultures, particularly among high school adolescents in Indonesia. This study aims to modify the Indonesian version of the adolescent psychological well-being scale so that it can be used in the context of high school student respondents in Indonesia. The researchers also want to confirm whether the measurement model fits the four-dimensional theory in the context of high school students. This quantitative study involved 420 high school students across all grade levels, residing in South Jakarta, both male and female, and aged around 14-19 years. This study examines three studies: content validity testing by expert judgment using the Gregory format, construct validity testing using the second-order Confirmatory Factor Analysis (CFA) technique, and composite reliability testing using the stratified alpha formula. After going through the modification and adjustment stages, the developed measurement tool can obtain fit and reliable results on 18 items with four dimensions. This can be proven by obtaining a model that meets the fit parameter criteria (CFI = 0.952; TLI = 0.943; SRMR = 0.0516; RMSEA = 0.0451; χ²/df index = 1.8), high Gregory content validity coefficient, and a composite reliability coefficient value of 0.844
IMPLEMENTASI PROGRAM PERLINDUNGAN PEREMPUAN DARI KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA OLEH DINAS PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK KOTA SAMARINDA
Pemerintah Kota Samarinda melaksanakan Program Perlindungan Perempuan untuk mencegah, memfasilitasi, dan menangani korban agar memperoleh layanan terkait kekerasan dalam rumah tangga. Tujuan penelitian ini untuk menguraikan implementasi Program Perlindungan Perempuan pada kekerasan dalam rumah tangga oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2PA) Kota Samarinda serta mengidentifikasi faktor penghambatnya. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif yang berfokus pada implementasi Program Perlindungan Perempuan pada kekerasan dalam rumah tangga oleh DP2PA Kota Samarinda dan faktor penghambatnya. Penelitian ini menggunakan teori implementasi kebijakan George C. Edward III. Data diperoleh dari key infoman Kepala Bidang Perlindungan Perempuan DP2PA Kota Samarinda serta informan Kepala UPTD PPA Kota Samarinda dan masyarakat (Forum Perkasa). Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program perlindungan perempuan pada kasus kekerasan dalam rumah tangga sudah berjalan cukup baik. Komunikasi antar pelaksana, baik DP2PA, UPTD PPA, maupun Forum Perkasa, dilakukan melalui sosialisasi, penyebaran leaflet, dan video layanan masyarakat. Struktur birokrasi dirancang sederhana agar mudah dipahami serta menghindari proses berbelit. Namun demikian, terdapat hambatan berupa keterbatasan sumber daya manusia akibat banyaknya pegawai pensiun, keterbatasan anggaran, serta disposisi pelaksana yang belum rutin mendampingi masyarakat atau Forum Perkasa dalam penanganan kasus di lapangan
Identifikasi Spesies Jangkrik (Gryllidae) di Kawasan Merapi Valley Melalui Analisis Bioakustik
Merapi Valley merupakan lanskap vulkanik pasca erupsi yang telah ditransformasi menjadi ekosistem buatan melalui analisis bioakustik calling song. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi spesies jangkrik (Gryllidae) di kawasan ini. Pendekatan yang digunakan adalah studi kasus ekologi dengan desain deskriptif komparatif. Data dikumpulkan melalui observasi langsung berupa perekaman suara pada empat plot 10 m × 10 m, pengukuran faktor abiotik serta dokumentasi morfologi spesimen. Rekaman dianalisis menggunakan Audacity dan Raven Pro untuk mengekstrak parameter akustik (frekuensi rendah-tinggi, frekuensi puncak, frekuensi pusat, durasi, dan pulse per chirp), dibandingkan dengan database serta literatur Teleogryllus. Sebanyak 11 calling song berkualitas tinggi diperoleh dan terkelompok menjadi dua tipe: Tipe A (9 rekaman) dengan pola 3 pulse per chirp dan Peak Frequency 4,27 ± 0,17 kHz, serta Tipe B (2 rekaman) dengan 4-5 pulse per chirp dan Peak Frequency 4,72 ± 0,19 kHz. Analisis komparatif menunjukkan bahwa Tipe A mendekati Teleogryllus mitratus namun frekuensi secara konsisten lebih tinggi, berkaitan dengan kondisi mikroklimat lembap dan isolasi geografis Merapi Valley sedangkan Tipe B merepresentasikan T. occipitalis. Temuan ini memberikan data dasar keanekaragaman jangkrik vulkanik, menegaskan potensi bioakustik sebagai metode non-invasif identifikasi spesies dan biomonitoring
ANALISIS KANDUNGAN LOGAM BERAT (Fe, Zn, Cd, Cu, dan Mn) PADA TANAH SAWAH DI KECAMATAN TENGGARONG SEBERANG
Pertanian adalah merupakan sektor penting dalam Pembangunan suatu daerah, pada Kawasan Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara ini banyak sekali aktifitas pertambangan yang mencemari lingkungan dan merusak kesehatan tanah yang dapat merugikan industri pertanian. Tujuan penelitian ini menetapkan kawasan desa yang terdampak kontaminasi logam berat dan mendapati nilai batas kritis, pencemaran logam berat yang terjadi ini mengakibatkan berbagai kerugian terhadap manusia dan mahluk hidup lainnya. Dalam pengambilan sampel dilakukan dengan metode random sampling dan dilakukan pengujian dengan menggunakan alat AAS (atomic absorption spectrophotometerm) Shimadzu AA7000. nilai logam Fe tertinggi didapati pada Desa Kerta Buana dengan nilai 1552,05 ppm, nilai logam Zn tertinggi pada Desa Bukit Pariaman dengan nilai 52,68 ppm, nilai logam Cd tertinggi terdapat di Desa Separi dengan nilai 0,72 ppm, logam Cu tertinggi terdapat di Desa Separi dengan nilai 19,43 ppm dan nilai Mn tertinggi terdapat pada Desa Buana Jaya dengan nilai 461,48 ppm
Reducing Consumptive Behavior in Adolescents Through Increased Inhibitory Control
Uncontrolled consumptive behavior can lead to wasteful lifestyles and poor financial decision-making abilities. The purpose of this study is to design a game media based on the teachings of neng ning nung nang, test the effectiveness of the game book to increase inhibitory control as an effort to reduce consumptive behavior, and analyze the differences in inhibitory control levels before and after using the developed game book. This study uses a quantitative method with the RnD approach. The RnD approach refers to the concept of Richey and Klein which consists of 3 stages, namely the development stage, internal validity testing, and external validity testing. Testing the effectiveness of the game media uses a quasi-experimental method. This study uses a game-based intervention conducted at SMK Negeri South Sumatra with 25 subjects selected using a purposive sampling technique. Research data collection uses observations and tests designed to determine differences in inhibitory control and in research subjects. The collected data will be analyzed using a paired sample t-test. The results of the study indicate that the designed game book is feasible to be implemented, the game book media is proven to be effective in reducing inhibitory control, and there are significant differences before and after the intervention using the game book
Development of an Ewuh Pakewuh Scale Instrument Based on Javanese Cultural Values
The ewuh pakewuh culture in Javanese society reflects a feeling of hesitation or reluctance to express opinions in order to maintain social harmony. This study aims to develop a measurement instrument or ewuh pakewuh scale based on Javanese cultural values that meets the criteria of validity and reliability. The research process involved both qualitative and quantitative stages. The qualitative stage aimed to collect data on the concept of ewuh pakewuh through open-ended questionnaires. A total of 41 respondents were involved to explore the cultural meaning of the concept, which resulted in six conceptual aspects: social interaction, social norms, hierarchy, communication, social conformity, and self-expression. Based on these aspects, 35 items were constructed and tested in the quantitative phase. The quantitative stage involved 763 respondents and was analyzed using Exploratory Factor Analysis (EFA). The results identified three main dimensions: self-expression, indirect social communication, and conformity to hierarchy. The scale showed high reliability (Cronbach’s Alpha > 0.89; KMO = 0.951). These findings indicate that the developed scale is construct-valid and reliable for measuring ewuh pakewuh tendencies within the Javanese cultural context
Analisis Strategi Bisnis Berbasis SWOT dalam Mempertahankan Usaha (Studi pada CV. Kun Jaya Motor, Samarinda)
CV. Kun Jaya Motor merupakan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang bergerak dibidang usaha otomotif dalam menjual motor bekas layak pakai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, menganalisis dan mengevaluasi penerapan strategi bisnis yang tepat yang berdasar dari analisis SWOT dan hasil analisis SWOT pada CV. Kun Jaya Motor Samarinda. Secara tidak langsung strategi bisnis yang diterapkan oleh CV. Kun Jaya Motor sudah dapat menganalisis SWOT pada perusahaan. Jenis penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara mendalam kepada Key Informant dan Informant, serta dokumentasi. Teknik analisis data dengan menyusun matriks analisis SWOT untuk mendapatkan alternatif strategi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penerapan startegi bisnis pada CV. Kun Jaya Motor dapat mempertahankan usaha dari pesaing – pesaing usaha sejenis seperti: memberikan pelayanan yang baik, melakukan perpindahan tempat usaha, memberikan harga yang terjangkau, menjaga kuantitas dan kualitas motor bekas, mengutamakan kelengkapan dokumen motor bekas yang akan di jual, memperbaiki sistem organisasi perusahaan, menyediakan banyak pilihan jenis motor, melakukan permbersihan umum untuk toko dan kendaraan 1x dalam sebulan dan memperkenalkan produk di media sosial Instagram. Sehingga, pada penyusunan matriks analisis SWOT terdapat 4 elemen strategi alternatif yang dapat dilakukan oleh CV. Kun Jaya Motor untuk mempertahankan usaha dari pesaing – pesaing usaha sejenis
Profil sensori susu kecambah kedelai berdasarkan sediaan bahan baku dan pemanis menggunakan metode Check-All-That-Apply (CATA)
Minat terhadap sari nabati terus meningkat, namun penerimaan terhadap sari kedelai masih terbatas akibat karakteristik sensorinya. Germinasi diketahui mampu menurunkan aktivitas lipoksigenase dan memodifikasi atribut sensori, namun pengaruh bentuk bahan baku dan penambahan pemanis terhadap persepsi konsumen belum banyak dikaji secara aplikatif. Penelitian ini menggunakan RAL dua faktor (basis kecambah segar dan tepung kecambah; tanpa dan dengan pemanis) dengan dua ulangan. Kecambah berumur 36 jam diolah menjadi minuman dan dievaluasi oleh 100 panelis tidak terlatih menggunakan metode Check-All-That-Apply (CATA) dan uji hedonik. Hasil menunjukkan bahwa formulasi berbasis kecambah segar berpemanis memiliki tingkat kesukaan tertinggi dan paling mendekati profil “produk ideal”. Atribut manis, umami, creamy, smoothness, aftertaste clean, dan putih gading menjadi penentu utama preferensi, sedangkan langu, green, pahit, astringency, starchy, dan kekuningan menurunkan penerimaan. Formulasi berbasis tepung menghasilkan sensasi starchy dan beany yang hanya sebagian tertutupi oleh pemanis. Temuan ini merekomendasikan penggunaan kecambah segar dengan pemanis yang tepat, serta fokus formulasi pada penguatan atribut positif dan penekanan off-flavor untuk meningkatkan daya terima dan potensi komersial produk