eJournals System Universitas Mulawarman
Not a member yet
    4795 research outputs found

    Implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2001 Tentang Pengendalian Kerusakan dan atau Pencemaran Lingkungan Hidup yang Berkaitan dengan Kebakaran Hutan dan atau Lahan di Kalimantan Barat Untuk Mengatasi Fenomena Deforestasi

    Get PDF
    Kebijakan mengenai perlindungan lingkungan hidup dari masalah deforestasi merupakan salah satu aksi untuk menyelamatkan bumi dari krisis iklim. Deforestasi merupakan salah satu dari berbagai masalah pencemaran lingkungan yang mengancam ekosistem lingkungah hidup. Analisis dalam penelitian ini berusaha melihat bagaimana implementasi kebijakan Pengendalian Kerusakan dan atau Pencemaran Lingkungan Hidup di Kalimantan Barat berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2001 tentang Pemerintah Nomor 4 Tahun 2001 Tentang Pengendalian Kerusakan dan atau Pencemaran Lingkungan Hidup yang berkaitan dengan kebakaran hutan dan atau lahan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan melakukan studi literatur untuk memperoleh data penelitian dari beberapa penelitian sebelumnya terkait pengendalian kerusakan lingkungan hidup, permasalahan deforestasi dan berbagai penelitian mengenai perlindungan hutan dan lahan. Indikator-indikator yang digunakan untuk menganalisis implementasi kebijakan ini adalah ukuran dasar pencapaian dan tujuan kebijakan. Berbagai sumber daya yang mendukung keberhasilan implementasi kebijakan. Kualitas komunikasi antarorganisasi. Karakteristik lembaga atau organisasi pelaksana. Lingkungan kebijakan pula sangat mempengaruhi implementasi yaitu pada bidang ekonomi, sosial dan politik serta bagaimana sikap para pelaksana dalam menyikapi permasalahan

    Posisi Perempuan dalam Pemilu 2024 pada Media Sosial X: Kajian Analisis Wacana Kritis Sara Mills

    Get PDF
    Penelitian ini mengkaji tentang bagaimana perempuan diposisikan dalam wacana media sosial, khususnya melalui cuitan/tuturan selama masa pemilu Indonesia 2024. Urgensi penelitian ini berdasarkan pada meluasnya permasalahan yang seharusnya dapat ditilik lebih jauh perihal perempuan di hadapan politik dan masa pemilu. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana perempuan diposisikan berdasarkan posisi subjek-objek dan pembaca melalui teks. Analisis ini akan dikaji menggunakan pisau analisis wacana kritis Sara Mills. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah cuitan/tuturan berupa teks yang mengandung diskurus mengenai isu perempuan selama pemilu 2024. Sedangkan sumber data yang digunakan ialah media sosial X. Data penelitian dikumpulkan menggunakan teknik sadap dan catat. Data penelitian dianalisis menggunakan teknik telaah baik secara teks maupun kontek, dan selanjutnya pemaparan mengenai aspek yang menjadi fokus utama pembahasan. Setelah pemaparan mengenai analisis data maka kemudian dilakukan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa cuitan mengenai isu-isu perempuan selama masa pemilu 2024 dalam media sosial X terdapat tiga isu yang mendominasi yakni (1) kebijakan/produk hukum terkait perempuan, (2) objektifikasi terhadap perempuan, (3) representasi perempuan dalam kontestasi politik. Berdasarkan masing-masing isu tersebut merefleksikan pemahaman patriarki serta narasi objektifikasi tentang perempuan selama masa pemilu 2024. Posisi subjek acapkali dipegang oleh orang atau sekelompok masyarakat dengan pemahaman patriarki. Kemudian posisi objek pada cuitan atau tuturan tersebut seringkali menggambarkan bagaimana perempuan terdegradasi menjadi peran yang pasif. Terkait posisi pembaca terlihat bahwa mayoritas memperkuat pandangan yang merendahkan perempuan, mengabaikan suara dan pengalaman mereka, serta mengukuhkan posisi inferior perempuan dalam masyaraka

    Analisis Geospasial Lahan Agroforestri Untuk Budidaya Lebah Kelulut (Trigona sp.) di Desa Karang Jaya, Kecamatan Merbau Mataram, Kabupaten Lampung Selatan

    Get PDF
    Dalam mengoptimalisasikan pengelolaan dan pemanfaatan budidaya lebah kelulut terdapat beberapa faktor yang harus diperhatikan, antara lain kondisi iklim dan vegetasi; ketersediaan sumber pakan; dan praktik serta inovasi dalam budidaya lebah kelulut. Melalui analisis daya dukung, kegiatan budidaya lebah kelulut dapat dioptimalisasikan berdasarkan kesesuaian antara syarat hidup lebah kelulut dengan kondisi ruang yang menjadi lokasi budidaya lebah kelulut melalui pencermatan terhadap faktor lingkungan, faktor habitat, faktor iklim, dan faktor vegetasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dan potensi daya dukung dari lahan agroforestri di Desa Karang Jaya, Kecamatan Merbau Mataram, Kabupaten Lampung Selatan. Hasilnya menunjukkan bahwa berdasarkan uji Maxent kesesuian habitat dan daya dukung untuk budidaya lebah kelulut di Desa Karang Jaya dapat diklasifikasikan Tinggi, dengan variabel ketinggian (36,2%), variabel NDVI (24,3%), dan variabel suhu (19,4%) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat kehadiran dan kesesuaian habitat lebah kelulut

    ADSORPTION OF LAUNDRY WASTEWATER POLLUTANS WITH A MIXTURE OF PDAM SLUDGE AND DURIAN PEEL ADSORBENT (Durio Zibethinus)

    Get PDF
    High levels of phosphates and surfactants will cause rapid organism growth, which can lead to dissolved oxygen depletion, reduce water environment quality, and be harmful to biota. One of the treatments that can be performed to process laundry wastewater is the adsorption process. The wastewater treatment conducted in this study uses adsorbents from durian peels and PDAM sludge. Research about the adsorbents is related to the carbonization temperature, chemical activator, stirring speed, and contact time of the adsorbents with the laundry wastewater. This study aims to determine the effectiveness of durian peel adsorbent, PDAM sludge, and a mixture both of adsorbents . The adsorbents that have been made were tested for characteristics such as moisture content, ash content, volatile matter, pure carbon, iodine absorption, surface area, and specific pores. The variations used were contact times of 15, 30, 45, and 60 minutes and types of adsorbents: durian peel, PDAM sludge, and a mixture both of adsorbents. The results showed that durian skin and PDAM sludge adsorbents meet the SNI 06-3730-1995 adsorbent characteristics, except that iodine absorption did not meet. The most effective contact time of durian peel adsorbent in reducing phosphate and surfactant levels was 15 minutes. The most effective contact time of PDAM sludge adsorbent and a mixture of the two adsorbent in reducing phosphate levels is 15 minutes, and for surfactant, it is 45 minutes. Further research that can be done is to make adsorbents at different temperatures from this study

    Description of Student Self-Disclosure as Active Instagram Users

    Get PDF
    In venting the feelings experienced, students often vent in various ways, one of which is using Instagram as a place to express the feelings of self that are being experienced.  The purpose of this study is to study the overview of self-disclosure of Faculty of Psychology, Padjadjaran University students through instagram story. The research was a qualitative study with the sampling technique used was convenience sampling. Research data was obtained in two stages. The first stage was carried out by distributing online questionnaires via google form and the second stage was conducted online interviews. The number of respondents in this study were 4 respondents of Faculty of Psychology, Padjadjaran University batch 2021, who had the criteria to upload instagram stories more than 4 times a week. The result of this study was found that the students of Faculty of Psychology at Padjadjaran University conducted self- disclosure through Instagram stories with the aim of expression, self-clarification, social validation, relationship development and social control. . In relation to the uploaded content, the account followers of the four respondents make interactions in the form of feedback on the uploaded Instagram content which can improve previously established relationships or even foster new relationships. This benefit is also felt by all respondents in this study where they feel that by opening themselves up on Instagram social media, they can build interactions both with discussions, simple chats, and also exchange experiences with old friends or new friends that can strengthen their relationships.Dalam melampiaskan perasaan yang dialami, mahasiswa kerap melampiaskan dengan berbagai cara, salah satunya menggunakan instagram sebagai wadah untuk mengungkapkan perasaan diri yang sedang dialami. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gamabaran self-disclosure sejumlah mahasiswa berdasarkan pada Instagram story yang diposting oleh seluruh responden. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan teknik sampling yang digunakan adalah convenience sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan dua tahap, tahap pertama dilakukan dengan membagikan kuesioner online melalui google form yang bertujuan sebagai screening untuk menjaring responden yang sesuai dengan kriteria. Kemudian, tahap  kedua dilakukan wawancara secara online bagi responden yang sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan sebelumnya. Teknik analisis data yang digunakan ialah analisis tematik dengan jumlah responden yang terlibat sebanyak 4 orang responden dengan kriteria mengunggah instagram story lebih dari empat kali dalam satu minggu. Hasil penelitian menemukan bahwa seluruh responden melakukan self-disclosure melalui instagram story dengan tujuan untuk expression, self- clarification, social validation, relationship development dan social control. Berkaitan dengan konten yang diunggah, pengikut akun dari keempat responden membuat interaksi berupa feedback terhadap konten instagram yang diunggah yang mana hal tersebut dapat meningkatkan hubungan yang terjalin sebelumnya atau bahkan menumbuhkan hubungan baru. Manfaat ini juga dirasakan oleh seluruh responden dalam penelitian ini dimana mereka merasa dengan membuka diri di sosial media instagram, dapat membangun interaksi baik dengan diskusi, obrolan sederhana, dan juga bertukar pengalaman dengan teman-teman lama ataupun teman baru yang dapat mempererat hubungan mereka

    Building Bridges to the Workforce: The Role of Career Decision-Making Self-Efficacy in Vocational Students' Work Readiness

    Get PDF
    The open unemployment rate (TPT) of vocational school graduates in February 2025 will reach 8%, the highest compared to other levels of education. In Yogyakarta, the unemployment rate of vocational school graduates in Sleman Regency was recorded at 5.02%. This high unemployment rate reflects a serious challenge in optimizing the role of vocational education as a bridge to the world of work. This study aims to determine the relationship between career decision-making self-efficacy (CDMSE) and work readiness in grade XII students of SMK X. This study uses a quantitative method with a correlational design. The research sample amounted to 152 students who were selected through a population study. Data collection was carried out using the CDMSE scale and the work readiness scale. Data analysis using the Pearson Product Moment correlation test showed a positive and significant relationship between CDMSE and work readiness in grade XII students of SMK X (r = 0.469, p < 0.05). The results of this study show that the higher the CDMSE, the higher the student's job readiness. These findings indicate the importance of strengthening self-efficacy in career decision-making to improve the work readiness of vocational school students.Tingkat pengangguran terbuka (TPT) lulusan SMK pada Februari 2025 mencapai 8%, tertinggi dibandingkan jenjang pendidikan lain. Di Yogyakarta, tingkat pengangguran lulusan SMK di Kabupaten Sleman tercatat sebesar 5,02%. Tingginya angka pengangguran ini mencerminkan tantangan serius dalam mengoptimalkan peran pendidikan vokasi sebagai jembatan menuju dunia kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara career decision-making self-efficacy (CDMSE) dengan work readiness pada siswa kelas XII SMK X. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 152 siswa yang dipilih melalui studi populasi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala CDMSE dan skala work readiness. Analisis data menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara CDMSE dengan work readiness pada siswa kelas XII SMK X (r = 0,469, p < 0,05). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi CDMSE, maka semakin tinggi pula kesiapan kerja siswa. Temuan ini mengindikasikan pentingnya penguatan efikasi diri dalam pengambilan keputusan karir untuk meningkatkan kesiapan kerja siswa SMK.

    Self-Compassion: The Power of Self- Compassion as a Path to Students Psychological Well-being

    Get PDF
    Students often face various challenges in their academic and social lives, such as academic pressure, uncertainty about the future, and social and economic demands. These challenges can affect students' mental health. During the course of their studies, psychological well-being becomes highly important, as it relates to how satisfied individuals are with their lives, whether they have a clear sense of purpose, and how well they manage stress and emotions. This study aims to examine the effect of self-compassion on psychological well-being among university students in North Sumatra. The research used a quantitative method, with stratified cluster sampling as the sampling technique. The sample consisted of 202 active students from public and private universities across the province of North Sumatra. Data analysis was carried out using simple linear regression with the help of SPSS for Windows 20. The instruments used were the Self-Compassion Scale (SCS) by Neff and Ryff’s Psychological Well-Being Scales (PWB-42). The regression analysis showed a positive and significant effect of self-compassion on psychological well-being (p < 0.05), accounting for 43% of the variance. The level of self-compassion among active university students in North Sumatra was in the moderate category (49%), as was their psychological well-being (60.9%). The findings indicate that the higher the level of self-compassion, the higher the level of psychological well-being among students. This study highlights the importance of developing self-compassion as an effort to enhance students’ psychological well-being. Mahasiswa banyak menghadapi tantangan dalam kehidupan akademik dan sosial, seperti tekanan akademik, ketidakpastian masa depan, dan tuntutan sosial dan ekonomi. Tantangan-tantangan ini dapat mempengaruhi kesehatan mental mahasiswa. Ketika mengikuti proses perkuliahan, kesejahteraan psikologis menjadi sangat penting karena berkaitan dengan seberapa puas seseorang dengan hidupnya, memiliki tujuan yang jelas, dan mampu mengelola stres dan emosi dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh self-compassion terhadap psychological well-being pada mahasiswa di Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah Stratified Cluster Sampling. Sampel penelitian terdiri dari 202 orang mahasiswa yang merupakan mahasiswa aktif dari PTN dan PTS yang tersebar di provinsi Sumatera Utara. Analisis data menggunakan uji regresi linear sederhana dengan bantuan SPSS for Windows 23. Instrumen yang digunakan adalah Self-Compassion Scale (SCS) oleh neff dan Ryff’s Psychological Well-Being Scales (PWB-42). Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan self-compassion terhadap psychological well-being (p < 0,05) sebesar 43%. Self-compassion pada mahasiswa aktif Sumatera Utara berada pada kategori sedang (49%). Psychological Well-Being pada mahasiswa aktif Sumatera Utara berada pada kategori sedang (60,9%). Semakin tinggi tingkat self-compassion, maka semakin tinggi pula tingkat psychological well-being mahasiswa. Penelitian ini menunjukkan pentingnya mengembangkan self-compassion dalam upaya meningkatkan kesejahteraan psikologis mahasiswa

    Self-Regulation as a Protective Factor Against Work Stress in Special Education Teachers

    Get PDF
    Inclusive education is a service provided to students with special needs in regular schools, including those who experience learning difficulties. During the learning process, these students are accompanied by special education teachers who possess the necessary qualifications to fulfill this role. The demands and pressures of the job can potentially lead to work stress, making self-regulation skills essential for teachers to perform their duties effectively. This study aims to examine the relationship between self-regulation and work stress among special education teachers. The study involved 70 teachers in the Special Region of Yogyakarta, selected using a convenience sampling technique. Data were collected using self-regulation and work stress scales developed by the researchers. Data analysis was conducted using Pearson’s product-moment correlation with the aid of SPSS version 24.0 for Windows. The results showed a highly significant negative correlation between self-regulation and work stress (r = -0.548; p = 0.001), with an effective contribution of 41.55%. Further analysis of the components of self-regulation revealed that self-reactive influences contributed the most (18%), followed by self-monitoring (15.2%) and the judgemental subfunction (8.4%). These findings indicate that self-regulation plays an important role in reducing work stress among special education teachers.Pendidikan inklusi merupakan layanan bagi peserta didik berkebutuhan khusus di sekolah reguler, termasuk mereka yang mengalami hambatan belajar. Dalam proses pembelajaran, peserta didik tersebut didampingi oleh guru pembimbing khusus yang telah memiliki kualifikasi pendidikan untuk menjalankan peran tersebut. Tuntutan dan tekanan dalam pekerjaan berpotensi menimbulkan stres kerja, sehingga diperlukan kemampuan regulasi diri yang baik agar guru dapat menjalankan tugas secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara regulasi diri dan stres kerja pada guru pembimbing khusus. Subjek penelitian berjumlah 70 orang guru di Daerah Istimewa Yogyakarta yang dipilih menggunakan teknik convenience sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala regulasi diri dan skala stres kerja yang disusun oleh peneliti. Analisis data menggunakan korelasi product moment dengan bantuan program SPSS versi 24.0 for Windows. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan negatif yang sangat signifikan antara regulasi diri dan stres kerja (r = -0,548; p = 0,001), dengan sumbangan efektif sebesar 41,55%. Uji lanjutan terhadap aspek regulasi diri menunjukkan bahwa self-reactive influences memberikan kontribusi paling besar (18%), diikuti oleh self-monitoring (15,2%) dan judgemental subfunction (8,4%). Temuan ini menunjukkan bahwa regulasi diri berperan penting dalam menurunkan tingkat stres kerja pada guru pembimbing khusus

    Optimizing Employee Work Commitment through Effective Feedback Interventions

    Get PDF
    Generation Z had unique characteristics in the workplace that required specific management strategies to enhance job commitment. Feedback was one of the crucial factors that influenced employee engagement and loyalty to the organization. This study aimed to analyze the role of feedback in shaping employees' job commitment by considering psychological, social, and organizational aspects. The research employed a quantitative approach using survey techniques on Generation Z employees across various industrial sectors. The findings indicated that consistently and constructively delivered feedback contributed to increased self-efficacy, intrinsic motivation, and emotional attachment to the organization. Moreover, supportive feedback was proven to enhance job satisfaction and reduce turnover intentions. The implication of this study emphasized that organizations needed to develop a sustainable feedback system based on effective communication to improve employee engagement and loyalty.Generasi Z memiliki karakteristik unik dalam lingkungan kerja yang memerlukan strategi manajemen khusus untuk meningkatkan komitmen kerja. Feedback menjadi salah satu faktor penting yang dapat memengaruhi keterlibatan dan loyalitas karyawan terhadap organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran feedback dalam membentuk komitmen kerja karyawan, dengan mempertimbangkan aspek psikologis, sosial, dan organisasi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik survei pada karyawan Generasi Z di berbagai sektor industri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa feedback yang diberikan secara konsisten dan konstruktif berkontribusi terhadap peningkatan efikasi diri, motivasi intrinsik, serta keterikatan emosional terhadap organisasi. Selain itu, feedback yang bersifat mendukung terbukti mampu meningkatkan kepuasan kerja dan mengurangi niat untuk berpindah kerja. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa organisasi perlu mengembangkan sistem feedback yang berkelanjutan dan berbasis komunikasi efektif guna meningkatkan keterlibatan serta loyalitas karyawan

    Penerapan Digital Marketing dalam Penguatan UMKM Berkelanjutan melalui Peran Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Kabupaten Cianjur

    Get PDF
    Pemasaran dengan metode digital atau yang disebut dengan digital marketing merupakan suatu alternatif pemasaran yang banyak digunakan oleh para pelaku usaha di era ini. UMKM di Kabupaten Cianjur menjadi salah satu pelaku usaha yang menerapkan metode digital marketing dalam memasarkan produknya. Dalam hal ini, Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah atau disingkat menjadi PLUT-KUMKM memiliki peran penting dalam proses penerapan digital marketing bagi UMKM di Kabupaten Cianjur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran PLUT dalam menerapkan digital marketing bagi UMKM yang dibina oleh PLUT Kabupaten Cianjur. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data yang dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menyatakan bahwa PLUT-KUMKM Kabupaten Cianjur berperan penting dalam proses perkembangan UMKM binaan. Strategi yang dilakukan oleh PLUT dalam menerapkan digital marketing yaitu dengan membuat program khusus yaitu inkubator bisnis. Program ini bertujuan untuk membantu perusahaan baru dalam tahap awal perkembangan usahanya. Dan salah satu cara pemerintah Kabupaten Cianjur dalam memberdayakan UMKM yaitu melalui Aplikasi Sistem Informasi Pemasaran Produk UMKM Unggulan atau yang disebut Simpul Manjur, dimana aplikasi ini bertujuan untuk membantu para pelaku UMKM agar dapat memasarkan produknya secara online

    4,239

    full texts

    4,795

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    eJournals System Universitas Mulawarman
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇