eJournals System Universitas Mulawarman
Not a member yet
4795 research outputs found
Sort by
Implementation of Skinner's Behavioristic Learning Theory in Mathematics Learning in Increasing the Learning Interest of Grade 4 Elementary School Students
This study aims to evaluate the effectiveness of the implementation of Skinner's Behavioristic Learning Theory in increasing the interest in learning mathematics of grade 4 elementary school students. The study sample involved 27 students, and data analysis was conducted focusing on changes in students' learning interest after the intervention. Sample characteristics, implementation of behavioristic theory, and data on student learning interest before and after the intervention were analyzed descriptively. Inferential statistical tests, such as t-tests, are used to determine the significance of changes in learning interest. The results showed an increase in students' interest in learning after the application of Skinner's Behavioristic Learning Theory, with relevant standard deviation values. The conclusion of this study provides an in-depth understanding of the positive impact of Skinner's Behavioristic Learning Theory in increasing interest in learning mathematics at the elementary level, with important implications for the development of effective learning strategies.
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas implementasi teori belajar behavioristik skinner dalam meningkatkan minat belajar matematika siswa kelas 4 SD. Sampel penelitian melibatkan 27 siswa, dan analisis data dilakukan dengan fokus pada perubahan minat belajar siswa setelah intervensi. Karakteristik sampel, implementasi teori behavioristik, dan data minat belajar siswa sebelum dan sesudah intervensi dianalisis secara deskriptif. Uji statistik inferensial, seperti uji-t, digunakan untuk menentukan signifikansi perubahan minat belajar. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam minat belajar siswa setelah penerapan Teori Belajar Behavioristik Skinner. Uji t berpasangan menghasilkan nilai t = [nilai t], p = [nilai p] < 0,05, yang mengindikasikan perbedaan signifikan antara pre-test dan post-test. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan positif dalam pembelajaran dapat meningkatkan keterlibatan siswa, menciptakan lingkungan belajar yang lebih interaktif, serta menjadi landasan bagi pengembangan strategi pembelajaran matematika yang lebih efektif di tingkat sekolah dasar
Locus of Control and Resilience as Predictors of Prisoners Aggresiveness at Class IIB Detention Center Banyumas
Prisoners ace a loss of freedom and difficulty adapting, which increases stress and aggressiveness. Resilience is essential for survival, while locus of control plays a role in behavior regulation. This study aims to analyze the influence of locus of control and resilience on inmate aggressiveness at Class IIB Detention Center Banyumas. A quantitative method was used with a sample of 109 inmates selected through non-probability sampling. The results of the study showed that locus of control influenced aggressiveness, resilience influenced aggressiveness, and locus of control and resilience simultaneously influenced aggressiveness. The dimensions of locus of control (internality, external power and external chance) influenced as predictors in influencing the aggressiveness of prisoners in Class IIB Banyumas Penitentiary. The dimensions of resilience (emotion regulation, empathy and reaching out) influenced as predictors in influencing the aggressiveness of prisoners in Class IIB Banyumas Penitentiary. These findings emphasize the importance of psychological interventions to increase resilience and change the locus of control to suppress the aggressiveness of prisoners
Narapidana menghadapi kehilangan kebebasan dan kesulitan beradaptasi, yang meningkatkan stres dan agresivitas. Resiliensi diperlukan untuk bertahan, sementara locus of control berperan dalam pengendalian perilaku. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh locus of control dan resiliensi terhadap agresivitas narapidana di Rutan Kelas IIB Banyumas. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan sampel 109 narapidana melalui teknik non-probability sampling. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa locus of control berpengaruh terhadap agresivitas, resiliensi berpengaruh terhadap agresivitas, dan locus of control dan resiliensi secara bersamaan berpengaruh terhadap agresivitas. Dimensi locus of control (internality, external powerful dan external chance) berpengaruh sebagai prediktor dalam memberikan pengaruh agresivitas Narapidana di Rutan Kelas IIB Banyumas. Dimensi resiliensi (emotion regulation, empathy dan reaching out) berpengaruh sebagai prediktor dalam memberikan pengaruh agresivitas Narapidana di Rutan Kelas IIB Banyumas. Temuan ini menekankan pentingnya intervensi psikologis untuk meningkatkan resiliensi dan mengubah locus of control guna menekan agresivitas narapidana
Code-Switching in IsiXhosa Music: A Mechanism for Language Preservation or Shift?
Code-switching, the alternation between two or more languages within a discourse, is a prevalent linguistic phenomenon in multilingual societies. In South Africa, where English often coexists with indigenous languages such as isiXhosa, music has become a key medium for linguistic and cultural expression. This qualitative research paper examines the role of code-switching in Xhosa music, specifically analysing Amanda Black’s song Kutheni Na featuring Kwesta, to determine whether such linguistic alternations contribute to language preservation or language shift. Using discourse analysis, this study looks at how isiXhosa, English, and isiZulu are used together in the song's lyrics, looking at the language patterns and the sociocultural reasons for these choices. The analysis is framed by Myers-Scotton’s Markedness Model, Fishman’s Domain Theory, and Critical Discourse Analysis (CDA) to assess the implications of code-switching for Xhosa preservation or shift. Findings indicate that code-switching in Kutheni Na serves expressive and functional purposes. While this interplay of language fusion in the song helps sustain isiXhosa in contemporary music, the growing use of English in South African music is worrying. It might lead to people gradually preferring English in mainstream discourse, which could cause shifts in language use over time
Analisis QoS Menggunakan Load Balancing Dengan Metode Nth Dan Failover Pada Mikrotik Di SMKN 1 PPU
A fast and stable internet connection is the hope of all agencies and companies in their efforts to improve online performance. However, sometimes there are many obstacles to getting the desired connection quality, especially if we expect it from only 1 internet service provider. Adding an ISP in an effort to improve connection quality could be a solution if configured correctly. Load Balancing is a way to combine two network connections into one. The solution that can be taken to overcome this problem is by implementing the Nth method of load balancing and failover techniques which function to divide and balance the traffic load on the two existing connection lines and failover functions to back up if one of the ISPs goes down. The failover method test results showed that Indihome was 1 second and Indosat LTE was 2 seconds, with these results being categorized as very fast. For the Nth method load balancing results, the average Throughput results were 14472 kbps for 360p, 45501 kbps for 480p, and 27678 kbps for 720p. These results can be categorized as very good from the TIPHON standard, for an average delay of 87.25 ms for 360p, 340.6 ms for 480p and 375 ms for 720p from these results can be categorized as sufficient from the TIPHON standard, finally the average packet loss is 0.6% for 360p, 0.4% for 480p and 0.3% for 720p from these results can be categorized as very good by TIPHON standards
Toponimi Nama-Nama Desa di Kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan Kabupaten Kutai Timur Kajian: Antropolinguistik
Nama daerah atau wilayah tidak boleh dibuat sembarangan karena setiap nama memiliki sejarah dan budaya yang unik yang pernah digunakan oleh orang- orang yang tinggal di sana. Penamaan tempat tertentu mungkin berubah dari waktu ke waktu, dan hal ini biasanya disebabkan oleh perubahan dari waktu ke waktu dalam kegiatan sosial dan keadaan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji asal muasal penamaan dari suatu wilayah. Ilmu yang digunakan dalam mengkaji penelitian adalah antropolinguistik. Dalam penelitian ini wilayah spesifik yang akan dikaji adalah Desa yang terdapat di Kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian etnografi, yang mendeskripsikan tentang budaya, praktik sosial, dan interaksi manusia dalam konteks alami. Metode Penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif yakni suatu penelitian yang bertujuan menerangkan suatu fenomena sosial atau suatu peristiwa, dan dalam analisisnya dibantu dengan menggunakan teori toponimi kemudian dikaji dengan ilmu antropolinguistik. Data yang digunakan merupakan hasil tuturan dari wawancara narasumber dibeberapa desa di Kecamatan Sangatta. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat tiga aspek yang mendasari penamaan nama-nama desa di Kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan aspek tersebut adalah aspek kebudayaan yang mencakup desa Sangatta utara, Teluk Lingga, Sangatta Selatan, Sangkima dan Sangkima lama, aspek kedua yaitu aspek kemasyarakatan yang mencakup desa Singa Gembara dan Singa Geweh, dan terakhir aspek perwujudan lingkungan alam yang mencakup desa Sangatta Utara, Teluk Lingga, Sangatta Selatan, Sangkima Lama, dan Swarga Bara.
Kata Kunci: toponimi, antropolinguistik, sangatta utara, sangatta selata
An Analysis of Slang Words on TikTok by Gen Z
In order to interact and exchange conversation with Gen Z we need to fully understand their language. The constant flow of trends on the internet affected the development of language and slang. With the rate which language changes it also means that it is easily forgotten. This research served as an inventory for newly invented slang words by Gen Z on TikTok. This research main objective analyzed the type and function of slang words that are used by Gen Z on the infamous social media platform TikTok. This research applied Allan and Burridge's theory of slang type and function that are used on the TikTok platform by Gen Z from October to December of 2023. This research employed qualitative research as the methodology with a sociolinguistics approach. The analysis involved in this research are data condensation, coding process, and meaning interpretation. The analysis revealed that there are occurrences of fresh and creative, flippant, imitative, acronym, and clipping, with occurrences of the function to address, to humiliate, and to express impression. Based on the analysis, the most dominant slang type is imitative with to address as the most used slang function on the TikTok platform. It could be concluded that, Gen Z tends to reuse an already existing vocabulary and used them to address a situation or activity.
What Drives Innovative Work Behavior? Exploring the Roles of Business Acumen, Person-Job Fit, and Intrinsic Work Motivation
PT RF, as one of the companies in Indonesia, faces challenges in the era of globalization and increasingly intense business competition. Innovative work behavior has become one of the critical factors determining the sustainability and competitive advantage of the organization. The phenomenon of dynamic changes in the business environment, technological advancements, and evolving consumer demands require organizations to continuously innovate in creating better products, services, or processes. This study aimed to identify factors influencing innovative work behavior by testing whether business acumen, person job fit, and intrinsic motivation could be predictors. Hypothesis testing used multiple regression analysis involving 239 employees at PT RF. The hypothesis testing involved multiple regression analysis and utilized a convenience sampling technique. The research data was collected using a questionnaire that was distributed online. The results prove that business acumen acumen (β = .038, t = 10.318, p = .05) was not able to be a predictor. These findings provide implications for PT RF to give stimulus to improve employees' business acumen and perception of person job fit, encouraging them to behave innovatively.
PT RF sebagai salah satu perusahaan di Indonesia mengadapi tantangan pada era globalisasi dan persaingan bisnis yang semakin ketat. Perilaku kerja inovatif menjadi salah satu faktor kritis yang menentukan keberlangsungan dan keunggulan kompetitif organisasi. Fenomena perubahan lingkungan bisnis yang dinamis, kemajuan teknologi, dan tuntutan konsumen yang terus berkembang menuntut organisasi untuk terus berinovasi dalam menciptakan produk, layanan, atau proses yang lebih baik. Untuk itu, penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi perilaku kerja inovatif dengan menguji apakah business acumen, person job fit, dan motivasi kerja intrinsik mampu berperan sebagai prediktor. Pengujian hipotesis menggunakan analisis multiple regression dengan melibatkan 239 pegawai di PT RF dari berbagai jenjang jabatan. Partisipan diperoleh dengan teknik pengambilan sampel menggunakan convenience sampling dan data dihimpun melalui kuesioner yang disebarkan secara daring. Hasil penelitian membuktikkan bahwa business acumen (β = .038, t = 10.318, p = .05) tidak mampu menjadi prediktor. Temuan ini memberikan implikasi bagi PT RF untuk memberikan stimulus dalam meningkatkan business acumen serta persepsi person job fit pegawai agar mereka terdorong untuk berperilaku inovatif
The Relationship Between Job Demands and Burnout in Terms of Personality Type in Employees
Every organisation hopes to expand and achieve its objectives, hence it demands optimal performance from each employee. An individual's performance at work will be affected by high demands. Employee productivity will decrease because of the physical and psychological issues experienced. The decrease in employee productivity and quality of work is related to various personality types, resulting in different stress management strategies for each individual. This study aims to determine the relationship between job demands and burnout regarding employee personality types. This study involved 144 employees selected by nonprobability sampling, specifically utilising incidental sampling techniques. The instruments employed included the burnout scale (α = 0.891), the job demands scale (α = 0.922), and the personality type scale (α = 0.689). The data analysis results, derived from the ANCOVA test, obtained a significance level of 0.000 (p < 0.05). The results showed a significant relationship between job demands and burnout regarding employee personality types. This research serves as evaluative material for employers to create a better work environment and reduce the occurrence of burnout.
Setiap Perusahaan berharap dapat berkembang dan mencapai tujuan yang telah direncanakan, sehingga Perusahaan menginginkan performa kerja yang baik dari setiap karyawannya. Performa kerja seseorang akan dipengaruhi oleh tuntutan kerja yang tinggi. Produktivitas karyawan akan menurun dikarenakan permasalah fisik dan permasalahan psikologis yang dirasakan. Penurunan produktivitas serta kualitas kerja pada karyawan juga disebabkan karyawan memiliki tipe kepribadian yang berbeda, sehingga dalam mengelola stress pada masing-masing individu berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan job demands dengan burnout ditinjau dari tipe kepribadian pada karyawan. Subjek penelitian ini sebanyak 144 karyawan dengan Teknik pengambilan sampling menggunakan nonprobability sampling dengan jenis Teknik sampling yang digunakan adalah sampling insidental. Instrument yang digunakan yaitu skala burnout (a=0,891), skala job demands (a=0,922) dan skala tipe kepribadian (a=0,689). Berdasarkan hasil analisis data menggunakan uji ancova didapatkan hasil dengan taraf signifikansi sebesar 0.000 (
Hubungan Tingkat Pengetahuan Perawatan Saluran Akar Dengan Kepatuhan Pasien Saat Menjalani Perawatan Berulang
Latar Belakang: perawatan saluran akar merupakan perawatan untuk meredakan rasa nyeri serta mengembalikan fungsi dan estetika gigi. Perawatan saluran akar secara garis besar terdiri dari tiga tahap yaitu preparasi biomekanis, sterilisasi dan pengisian sehingga dilakukan dalam beberapa kali kunjungan. Berdasarkan studi pendahuluan dibeberapa rumah sakit di Samarinda, ditemukan permasalahan banyaknya pasien yang tidak patuh untuk menyelesaikan perawatan saluran akar hingga tuntas. Salah satu faktor yang memengaruhi ketidakpatuhan adalah kurangnya pengetahuan pasien tentang perawatan yang sedang dijalani sehingga cenderung menghentikan perawatan setelah pasien merasa pengobatannya sudah cukup dan keluhannya sudah hilang. Adanya tingkat pengetahuan yang tinggi dapat meningkatkan keyakinan diri pasien mengenai manfaat yang akan diperoleh jika mengikuti masa perawatan secara rutin dan teratur Tujuan: untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan perawatan saluran akar dengan kepatuhan pasien saat menjalani perawatan berulang. Metode: penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional pada 68 responden yang merupakan pasien yang sedang menjalani perawatan saluran akar di RSUD. Inche Abdoel Moeis, RS Dirgahayu dan RS Pupuk Siaga Ramania. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, kartu kontrol dan checklist kepatuhan. Data diolah dan dianalisis dengan uji Kendall Tau b. Hasil: hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan responden termasuk kategori tinggi sebesar 51,5% dan kepatuhan responden termasuk kategori tinggi sebesar 42,6%. Korelasi tingkat pengetahuan dengan kepatuhan menunjukkan p=0,0000 (p<0,05); r=0,879. Kesimpulan: Disimpulkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara tingkat pengetahuan perawatan saluran akar dengan kepatuhan pasien saat menjalani perawatan berulang
Pemilihan Asuhan Nutrisi Untuk Menjaga Kadar Kolesterol Menggunakan Metode Weighted Aggregated Sum Product Assessment (WASPAS)
Di Indonesia sebagian besar masyarakat memiliki angka kadar kolesterol melebih batas normal. Pola makan yang tidak seimbang dan gaya hidup yang tidak sehat menjadi penyebab terbesar masyarakat mengalami peningkatan kadar kolesterol. Pengaturan pola makan yang memperhatikan zat gizi yang terkandung di dalam suatu makanan dapat menjadi solusi untuk mengurangi kadar kolesterol dalam tubuh. Namun, pemilihan asupan nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan tubuh masih susah dilakukan oleh masyarakat. Sistem pendukung keputusan pemilihan asupan nutrisi yang optimal untuk menjaga kadar kolesterol menggunakan metode Weighted Aggregated Sum Product Assessment (WASPAS) menjadi solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Metode WASPAS dipilih karena kemampuannya dalam mengintegrasikan keunggulan metode Weighted Sum Model (WSM) dan Weighted Product Model (WPM), sehingga mampu memberikan penilaian yang lebih akurat dan fleksibel terhadap alternatif nutrisi berdasarkan berbagai kriteria. Kriteria yang digunakan meliputi kandungan lemak jenuh, lemak tak jenuh, asam lemak omega-3, serat, dan vitamin C. Data diperoleh dari sumber literatur gizi terpercaya berupa jenis asupan nutrisi sebanyak 25 jenis untuk menghasilkan peringkat alternatif nutrisi terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode WASPAS mampu memberikan pilihan asupan makanan yang mendukung pengendalian kadar kolesterol