eJournals System Universitas Mulawarman
Not a member yet
    4795 research outputs found

    Investigasi Strategi PODPWM dan APODPWM untuk Meminimalkan Total Harmonic Distortion pada Sistem Inverter Tiga Fasa

    No full text
    Penelitian ini membahas analisis kinerja dua strategi modulasi pulsa lebar (PWM), yaitu Phase Opposition Disposition PWM (PODPWM) dan Alternate Phase Opposition Disposition PWM (APODPWM), dalam upaya meminimalkan Total Harmonic Distortion (THD) pada sistem inverter tiga fasa. Simulasi dilakukan menggunakan MATLAB/Simulink dengan parameter identik untuk kedua metode, mencakup tegangan DC sebesar 100 V, frekuensi pembawa 5 kHz, dan beban R–L. Analisis dilakukan terhadap bentuk gelombang keluaran, spektrum harmonisa, dan nilai THD berdasarkan hasil Fast Fourier Transform (FFT). Hasil menunjukkan bahwa metode APODPWM secara konsisten menghasilkan nilai THD yang lebih rendah dibandingkan PODPWM pada seluruh rentang indeks modulasi. Pada Ma=1.0, THD PODPWM mencapai 10%, sedangkan APODPWM hanya 8,3%. Setelah diterapkan filter LC (L = 5 mH, C = 22 μF), nilai THD menurun drastis menjadi 2,1% untuk PODPWM dan 1,2% untuk APODPWM, memenuhi batas standar IEEE Std. 519-2014. Selain itu, APODPWM menunjukkan bentuk gelombang keluaran yang lebih halus dan nilai RMS tegangan yang lebih tinggi, menandakan efisiensi konversi daya yang lebih baik. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa strategi APODPWM lebih unggul dalam menghasilkan kualitas daya yang tinggi pada inverter tiga fasa dan dapat diimplementasikan secara efektif pada sistem penggerak motor, konversi energi terbarukan, serta kendaraan listrik

    Peran Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Mataram Dalam Menangani Penyalahgunaan Narkoba

    No full text
    Penyalahgunaan narkotika merupakan masalah dan ancaman bagi keberlangsungan kehidupan masyarakat dan negara pada umumnya. Oleh karena itu, peran Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Mataram sebagai lembaga yang bertugas untuk menanggulangi masalah penyalahgunaan narkotika sangatlah penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran BNN Kota Mataram dalam menangani penyalahgunaan narkotika dan upaya apa saja yang dilakukan oleh BNN Kota Mataram dalam mengatasi permasalahan tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif-deskriptif dengan melakukan wawancara kepada beberapa pihak terkait BNN Kota Mataram. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa BNN Kota Mataram telah memainkan peran yang cukup signifikan dalam menangani penyalahgunaan narkotika di Kota Mataram melalui program-program Pencegahan, Penindakan, dan Rehabilitasi. Beberapa upaya yang dilakukan oleh BNN Kota Mataram di antaranya adalah pembentukan komunitas anti narkoba, kampanye anti narkoba melalui media sosial, dan pemberian pendampingan dan rehabilitasi bagi para penyalahguna narkotika. Walaupun secara umum sudah terjadi penurunan dalam angka penyalahgunaan narkotika di Kota Mataram, namun tindakan nyata dan konsisten masih diperlukan untuk mengurangi dan mencegah penyalahgunaan narkotika di masa mendatang

    Optimasi Powder Factor dengan Penerapan Bottom Air Deck pada Kegiatan Peledakan di PT Kaltim Prima Coal

    No full text
    Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan nilai powder factor (PF) melalui penerapan metode Bottom Air Deck (BAD) di PT. Kaltim Prima Coal, Kalimantan Timur. Metode BAD memanfaatkan kolom udara pada dasar lubang ledak untuk menggantikan sebagian bahan peledak sehingga diharapkan dapat mengurangi konsumsi bahan peledak tanpa menurunkan kualitas peledakan. Penelitian dilakukan dengan menganalisis parameter geoteknik, antara lain Rock Mass Rating (RMR), Uniaxial Compressive Strength (UCS), dan Rock Quality Designation (RQD), untuk menentukan Air Deck Factor (ADF) serta Air Deck Length (ADL) yang sesuai. Uji coba peledakan dilaksanakan pada HR Seam B2. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata RMR sebesar 56, yang sesuai dengan rentang ADF 0,10–0,20, sehingga ADL optimal diperoleh 0,5 meter. Penerapan BAD menghasilkan PF aktual sebesar 0,261 kg/m³, lebih rendah dibandingkan PF tanpa BAD yaitu 0,266 kg/m³, dengan reduksi rata-rata 1,7%. Hasil fragmentasi batuan dengan ukuran lolos ≤30 cm telah memenuhi target perusahaan sebesar 50%, meskipun efisiensi penggalian tetap terjaga dengan kondisi lantai penggalian yang rata tanpa undulasi. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah penerapan metode BAD berpotensi menurunkan penggunaan bahan peledak dan meningkatkan efisiensi operasional, meskipun perlu optimalisasi lebih lanjut untuk meningkatkan kualitas peledakan

    Analisis Kinerja Operasinal Bus Angkutan Kota Dalam Provinsi Pada Trayek Samarinda-Balikpapan

    No full text
    Penelitian ini menganalisis kinerja operasional bus AKDP pada trayek Samarinda-Balikpapan. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi parameter yang menentukan kinerja operasional seperti, load factor, headway, kecepatan perjalanan, waktu perjalanan, waktu pelayanan, frekuensi kendaraan, dan jumlah kendaraan yang beroperasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi survei, observasi langsung, dan wawancara dengan pengemudi, awak bus, serta operator terminal. Hasil penelitian menunjukkan kesamaan kinerja yang signifikan di kedua terminal. Secara spesifik dari tujuh parameter yang dianalisis, empat diantaranya menunjukkan kinerja yang baik, sementara tiga parameter lainnya dinilai kurang baik

    Menakar Peran Serta Masyarakat dalam Pelestarian Mangrove: Analisis Faktor Pendukung dan Tantangannya di Kalimantan Timur

    No full text
    Penelitian ini secara sistematis meninjau peran partisipasi masyarakat dalam konservasi mangrove di Kalimantan Timur, dengan memperhatikan nilai ekologi dan socio-ekonomi yang tinggi dari mangrove serta ancaman serius yang dihadapi akibat konversi lahan dan perubahan iklim. Studi ini bertujuan untuk menggambarkan bentuk-bentuk partisipasi masyarakat, menganalisis faktor-faktor pendukung dan penghambat, serta merumuskan rekomendasi kebijakan untuk memperkuat konservasi mangrove berbasis masyarakat. Dengan menggunakan metodologi tinjauan kualitatif, penelitian ini mensintesis literatur untuk mengidentifikasi isu-isu kunci, tema-tema lintas studi, dan pendekatan kebijakan terkait keterlibatan masyarakat. Temuan menunjukkan bahwa konservasi dan restorasi yang sukses sangat bergantung pada partisipasi masyarakat yang aktif, dengan model seperti Pengelolaan Mangrove Berbasis Masyarakat (CBMM) terbukti lebih efektif. Secara ringkas, makalah ini menyimpulkan bahwa partisipasi masyarakat yang aktif dan berkelanjutan sangat kritis untuk konservasi mangrove yang efektif. Partisipasi ini didukung oleh kerangka institusional yang kuat, pendidikan berkelanjutan, dan upaya kolaboratif lintas sektor, yang semuanya berkontribusi pada pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan yang lebih luas, terutama SDG 14 yang menekankan konservasi ekosistem laut dan pesisir, serta SDG 13 melalui peran mangrove dalam mitigasi perubahan iklim

    Job Boredom and Cyberloafing Behavior: The Dynamics of Generation Z in the Digital Workplace

    No full text
    Job boredom is one of the negative psychological conditions that can result from monotonous and less challenging work, especially among Gen Z. The purpose of this study is to determine the correlation between job boredom and cyberloafing behavior among Gen Z employees. This research uses a quantitative approach with a correlational analysis method. The subjects of this study were 101 Gen Z employees with 29 males and 72 females selected using purposive sampling technique. Data collection was conducted using a questionnaire consisting of Work Boredom Scale (Eid, 2018) and Employee's Workplace Cyberloafing Scale (EWCS) (Nurtjahjanti et al., 2024). Data analysis was performed using Spearman's Rho correlation using SPSS 26 software. The results showed a positive relationship between work boredom and cyberloafing behavior with a value of ρ = 0,252 and p = 0,011, R2 of 0,085 which indicates that the work boredom variable has a contribution of 8.5% to the cyberloafing behavior variable. The need for companies or organizations to reduce work boredom by increasing job variety, job identity clarity, job meaningfulness, autonomy, and also by providing constructive feedback.Kebosanan kerja merupakan salah satu kondisi psikologis negatif yang dapat muncul akibat pekerjaan yang monoton dan kurang menantang, terutama pada generasi Z. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi kebosanan kerja terhadap perilaku cyberloafing pada karyawan Gen Z. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis korelasional. Subjek penelitian ini adalah 101 karyawan Gen Z dengan 29 laki-laki dan 72 perempuan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang terdiri dari Skala Kebosanan Kerja (Eid, 2018) dan Employee’s Workplace Cyberloafing Scale (EWCS) (Nurtjahjanti et al., 2024). Analisis data menggunakan korelasi Spearman’s Rho dengan bantuan software SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif antara kebosanan kerja dengan perilaku cyberloafing dengan nilai ρ = 0,252 dan p = 0,011, R2 sebesar 0,085 yang menunjukkan bahwa variabel kebosanan kerja memiliki kontribusi 8,5% terhadap variabel perilaku cyberloafing. Perlunya perusahaan atau organisasi untuk mengurangi kebosanan kerja melalui peningkatan variasi pekerjaan, kejelasan identitas pekerjaan, kebermaknaan pekerjaan, otonomi, dan juga pemberian umpan balik yang konstruktif

    Metode Perendaman Telur Ayam Ras Strain Isa Brown dengan Larutan Kopi Arabika (Coffee arabica L.) terhadap Uji Kualitas Internal Telur

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh larutan kopi terhadap kualitas interior telur ayam dan menentukan konsentrasi larutan yang terbaik. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 15 kali ulangan sehingga terdapat 60 unit percobaan. Konsentrasi larutan kopi yang digunakan adalah 0% (kontrol), 10%, 20%, dan 30%. Dengan parameter penelitian susut bobot telur, indeks putih telur, indeks kuning telur, dan tebal kerabang telur. Analisis data diolah dengan Ms Excel dilanjutkan dengan SPSS 25 dengan uji ANOVA yang memperoleh hasil berbeda nyata (P<0,05) pada variabel penyusutan berat telur, indeks putih telur, indeks kuning telur, haugh unit telur. Data yang berbeda nyata diuji lanjut dengan DMRT. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa perlakuan perendaman telur dengan larutan kopi P3 (3,035%) dapat menurunkan persentase penyusutan berat telur lebih baik dibandingkan dengan P1 (8,11%) dan P2 (4,96%). Indeks putih telur pada P2 (0,0366) lebih tinggi dibandingkan P1 (0,0313) dan P3 (0,0273). Indeks kuning telur pada P2 (0.2360) lebih tinggi dibandingkan dengan P1 (0.2220) dan P3 (0.2240). Haugh unit telur pada P2 (73.9633) lebih tinggi dibandingkan dengan P1 (68.3907) dan P3 (66.8860). Sedangkan perlakuan perendaman telur dengan larutan kopi tidak berpengaruh terhadap ketebalan kerabang telu

    The Dynamics of Burnout in Elementary School Teachers: The Role of Work Stress and Emotional Intelligence

    No full text
    Work stress and emotional intelligence were crucial factors in determining individual performance dynamics in various environments, especially in work and academic contexts. High levels of work stress negatively impacted individual well-being, while emotional intelligence played a role in effectively managing pressure. This study aimed to analyze the influence of work stress and emotional intelligence on the dependent variable to understand how these two factors interacted in shaping individual responses to pressure. This study used a quantitative approach with regression analysis to identify the relationship between the examined variables. The results showed that work stress had a positive and significant influence on the dependent variable, while emotional intelligence had a negative and significant influence. Individuals with high levels of work stress tended to experience an increase in the dependent variable, whereas individuals with high emotional intelligence were better able to manage pressure and reduce its impact on the dependent variable. The implications of this study emphasized the importance of organizational strategies in managing work stress and enhancing emotional intelligence to create a healthier and more productive environment in both the workplace and academic settings, as well as opening opportunities for further research by adding other relevant variables. Stres kerja dan kecerdasan emosional menjadi faktor krusial dalam menentukan dinamika kinerja individu di berbagai lingkungan terutama dalam konteks pekerjaan dan akademik. Tingginya tingkat stres kerja berdampak negatif terhadap kesejahteraan individu sedangkan kecerdasan emosional berperan dalam mengelola tekanan secara efektif. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh stres kerja dan kecerdasan emosional terhadap variabel dependen guna memahami bagaimana kedua faktor tersebut berinteraksi dalam membentuk respons individu terhadap tekanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi untuk mengidentifikasi hubungan antara variabel yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan stres kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap variabel dependen sedangkan kecerdasan emosional memiliki pengaruh negatif dan signifikan. Individu dengan tingkat stres kerja tinggi cenderung mengalami peningkatan dalam variabel dependen sedangkan individu dengan kecerdasan emosional tinggi lebih mampu mengelola tekanan dan mengurangi dampaknya terhadap variabel dependen. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya strategi organisasi dalam mengelola stres kerja dan meningkatkan kecerdasan emosional untuk menciptakan lingkungan lebih sehat dan produktif baik di dunia kerja maupun dalam setting akademik serta membuka peluang penelitian lanjutan dengan menambahkan variabel lain yang relevan

    Assessment of Potential Review in Organizations through HAV MATRIX

    No full text
    The background of this research is the importance of Talent Management in Human Resource Management (HRM). The purpose of Talent Management is to aim at ensuring employees are placed in roles that align with their potential and capabilities (Cummings & Worley, 2015a; Mondy & Martocchio, 2016). Organizations must adopt a systematic approach to identifying employee potential as a basis for strategic decision-making, including promotions, training, and succession planning (Gibson & Mitchell, 2011; Jooss et al., 2021). Potential review serves as a relevant method for objectively assessing individual strengths and weaknesses (Ardhi & Darusmin, 2020; Munandar, 2008). This study aims to support the talent management strategy at PT Z by evaluating employee potential through the Human Asset Value (HAV) Matrix. Amid increasingly complex business dynamics, the strategic management of human resources, particularly in identifying and developing talent, has become increasingly critical. PT Z conducted individual assessments as an initial step to map employee competencies and capacities to support optimal career development planning. A mixed-method approach, comprising psychological testing and interviews, was applied to analyze the data descriptively and qualitatively, resulting in a comprehensive employee profile of an individual serving as an Assistant Analyst for Organizational Culture. The study's findings indicate that the employee possesses strong developmental potential, categorized as "promotable," with a medium performance level and optimal capacity based on the HAV Matrix assessment. These results suggest that the employee is recommended for inclusion in the company's talent pool, with strategic implications for succession planning and sustainable career development at PT Z.Latar belakang dari penelitian ini adalah pentingnya Pengelolaan Talenta dalam Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM). Pengelolaan Talenta bertujuan memastikan karyawan berada pada posisi yang sesuai dengan potensi dan kapabilitasnya (Cummings & Worley, 2015b; Mondy & Martocchio, 2016b). Perusahaan perlu memiliki pendekatan yang sistematis dalam mengidentifikasi potensi karyawan sebagai dasar pengambilan keputusan strategis, seperti promosi, pelatihan, atau suksesi jabatan (Gibson & Mitchell, 2011; Jooss et al., 2021). Potential review menjadi salah satu metode yang relevan dalam mengungkap kekuatan dan kelemahan individu secara objektif (Ardhi & Darusmin, 2020; Munandar, 2008). Penelitian ini bertujuan untuk mendukung strategi manajemen talenta di PT Z dengan mengevaluasi potensi karyawan melalui Human Asset Value (HAV) Matrix. Di tengah dinamika bisnis yang semakin kompleks, pengelolaan sumber daya manusia secara strategis, khususnya dalam identifikasi dan pengembangan talenta, menjadi semakin penting. PT Z melaksanakan asesmen individual sebagai langkah awal untuk memetakan kompetensi dan kapasitas karyawan guna mendukung perencanaan pengembangan karier yang optimal. Pendekatan metode gabungan yang terdiri atas tes psikologi dan wawancara diterapkan untuk menganalisis data secara deskriptif dan kualitatif, sehingga menghasilkan profil karyawan secara komprehensif, yaitu individu yang menjabat sebagai Assistant Analyst Budaya Organisasi Temuan penelitian menunjukkan bahwa subjek memiliki potensi pengembangan yang kuat, dikategorikan sebagai "promotable" dengan tingkat kinerja sedang dan kapasitas optimal berdasarkan hasil asesmen HAV Matrix. Hasil ini mengindikasikan bahwa subjek direkomendasikan untuk dimasukkan ke dalam talent pool perusahaan, dengan implikasi strategis terhadap perencanaan suksesi dan pengembangan karier yang berkelanjutan di PT Z

    Kondisi sosial ekonomi dan pemanfaatan pekarangan oleh masyarakat kawasan hutan mangrove, Desa Bumi Dipasena Utama Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung

    Get PDF
    Pekarangan memberi potensi untuk meningkatkan ekonomi, perbaikan kualitas lingkungan, dan sosial masyarakat.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk pemanfaatan lahan pekarangan oleh petani tambak udang di Desa Bumi Dipasena Utama, Kabupaten Tulang Bawang.  Penentuan responden dilakukan dengan metode Simple Random Sampling. Analisis data dilakukan dengan metode deskriptif analitik.  Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar (64,3%) petani tambak di Bumi Dipasena berada pada usia dewasa madya (40—60 tahun).  Berdasarkan jenis kelamin, semua petani tambak berjenis kelamin laki-laki.  Petambak di bumi dipasena terdiri dari berbagai suku, yaitu suku Jawa, Lampung, Palembang, dan Melayu.  Sebagaian besar (92,9%) petani tambak memiliki tingkat pendidikan sekolah menengah.  Masyarakat bumi dipasena sebagian besar (78.6%) tidak memiliki pekerjaan sampingan.  Berdasarkan kriteria BPS (2021) sebagian besar (78,6%) masyarakat di Bumi Dipasena Utama tergolong berpendapatan sedang.  Seluruh petani tambak Bumi Dipasena memiliki lahan pekarangan seluas 1.000 m².  Sebagian besar (57,1%) lahan pekarangan di Desa Bumi Dipasena Utama dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai kebun pekarangan, diikuti oleh pemanfaatan untuk kandang ternak, taman, dan kolam ikan, dengan persentase berturut-turut adalah 42,8%, 21,4%, dan 7,1%.  Tidak terdapat korelasi antara etnik dengan bentuk pemanfaatan lahan pekarangan oleh masyarakat

    4,239

    full texts

    4,795

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    eJournals System Universitas Mulawarman
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇