eJournals System Universitas Mulawarman
Not a member yet
    4795 research outputs found

    Keterasingan manusia dari alam dalam cerpen Sumir karya Eka Kurniawan kajian: ekokritik sastra Greg Garrard

    No full text
    Penelitian ini menganalisis keterasingan manusia dari alam dalam cerpen Sumur karya Eka Kurniawan melalui pendekatan ekokritik Greg Garrard. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pencatatan kutipan teks yang relevan. Analisis difokuskan pada enam unsur ekokritik Garrard: binatang, polusi, hutan belantara, bencana, tempat tinggal, dan bumi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerusakan alam di dalam cerpen dipicu oleh perubahan iklim yang mengganggu siklus musim, disebabkan oleh aktivitas manusia seperti kontaminasi dan penebangan liar. Faktor penyebab kerusakan lingkungan terbagi menjadi faktor alam (kemarau panjang, hujan badai, banjir bandang, angin topan) dan faktor manusia (pembangunan bendungan tidak terencana, penebangan liar). Temuan ini menegaskan bahwa aktivitas manusia tanpa mempertimbangkan aspek lingkungan menjadi penyumbang bencana dan kerusakan alam terbesarKata kunci: : Cerpen, Ekokritik Sastra, Keterasingan Manusia, Alam

    Penilaian Kesesuaian Lahan Untuk Pengembangan Tanaman Padi Sawah Irigasi (Oryza Sativa L.) di Kota Samarinda

    No full text
    Sektor pertanian pada negara-negara berkembang termasuk Indonesia memiliki pengaruh besar dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan ketahanan pangan. Namun, pada saat yang sama lahan pertanian semakin tergerus akibat terjadinya alih fungsi lahan. Perubahan ini menyebabkan lahan-lahan sawah produktif berubah yang menuntut penggunaan lahan sawah eksisting digunakan secara intens untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat yang menyebabkan menurunnya kondisi kesesuaian lahan dan  bervariasinya kemampuan produksi lahan sawah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian lahan aktual dan potensial tanaman padi sawah di Kota Samarinda dan memberikan arahan untuk mengatasi faktor-faktor pembatas. Penelitian ini menggunakan metode metode matching yaitu mencocokkan karakteristik lahan dengan persyaratan tumbuh tanaman berdasarkan Petunjuk Teknis Evaluasi Lahan untuk Komoditas Pertanian. Hasil evaluasi kesesuaian lahan aktual komoditas padi di Kota Samarinda secara keseluruhan tergolong kelas S2 (cukup sesuai) berada pada subkelas S2nr,na dan S2nr dengan faktor pembatas KTK, P-Tersedia, KB dan pH tanah. Perbaikan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesesuaian lahan yaitu dengan pengapuran tanah, penambahan bahan organik dan pemupukan yang akan meningkatkan kelas kesesuaian lahan potensialnya menjadi S1 (sangat sesuai)

    Analisis Stabilitas Lereng dan Penanganan Longsor pada Desa Gurimbang Kabupaten Berau Kalimantan Timur

    No full text
    Jalan poros utama di Desa Gurimbang yang menghubungkan Desa Gurimbang, Sukan Tengah, dan Tanjung Perangat mengalami longsor, mengakibatkan terganggunya akses transportasi darat dan berpotensi menghambat pasokan air bersih karena lokasi longsor berdekatan dengan intake Perumda Tirta Segah Unit Gurimbang. Diperlukan analisis geoteknik untuk menilai stabilitas lereng dan merancang perkuatan yang efektif. Oleh karena itu dilakukan penelitian ini untuk menganalisis penanganan longsor menggunakan perkuatan sheet pile dan dinding kantilever, mencakup stabilitas terhadap geser, guling, daya dukung tanah, serta stabilitas global. Tekanan tanah dihitung menggunakan teori Rankine, dengan analisis kapasitas dukung berdasarkan metode U.S. Army Corps untuk sheet pile dan teori Meyerhof serta Hansen untuk dinding kantilever. Analisis dilakukan pada empat model kondisi lereng, yaitu sebelum dan sesudah longsor dengan dua variasi muka air tanah (aktual dan penurunan 3 m), menggunakan metode Bishop dan Finite Element Method (FEM). Hasil menunjukkan faktor keamanan (SF) metode Bishop berturut-turut 1,411; 1,453; 1,517; dan 1,517, sedangkan metode FEM menghasilkan 1,408; 1,430; 1,509; dan 1,511. Karena SF < 1,5, lereng dinyatakan tidak stabil dan memerlukan perkuatan sepanjang 35 m. Analisis perkuatan menunjukkan sheet pile memiliki stabilitas geser 17,502; guling 5,29; daya dukung 5,269; dan SF global 1,568–1,534, sedangkan dinding kantilever menghasilkan 3,595; 4,268; 19,366; dan SF global 1,569–1,529. Perbandingan RAB menunjukkan biaya sheet pile Rp740.150.000,00 dan kantilever Rp604.442.285,33. Dengan demikian, perkuatan dinding kantilever dinilai lebih ekonomis dan menjadi solusi alternatif untuk penanganan longsor di lokasi tersebut

    Jumlah total bakteri dan identifikasi bakteri Salmonella sp. pada bakso ikan di Pasar Induk Gedebage Kota Bandung

    No full text
    Bakso ikan termasuk salah satu produk olahan perikanan yang mudah terkontaminasi mikroorganisme, disebabkan oleh tingginya kadar protein dan kandungan air di dalamnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai kualitas mikrobiologi bakso ikan yang diperjual belikan di Pasar Induk Gedebage Kota Bandung, dengan melakukan uji jumlah total bakteri menggunakan metode Total Plate Count (TPC) serta mengidentifikasi keberadaan bakteri Salmonella sp. sebagai indikator kontaminasi bakteri patogen. Sebanyak delapan sampel bakso ikan yang terdiri dari produk yang telah dikemas dan produk yang curah diambil dengan metode purposive sampling. Pengujian mikrobiologi dilakukan berdasarkan acuan SNI 2332.3:2015 untuk TPC dan SNI 01-2332.3:2006 untuk identifikasi Salmonella sp. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh sampel memiliki jumlah total bakteri yang melebihi ambang batas maksimum menurut SNI 7266:2017, yaitu 1 × 105 CFU/gram. Rata-rata nilai TPC pada bakso ikan curah tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan bakso ikan kemasan. Selain itu, dua dari delapan sampel diketahui positif mengandung bakteri Salmonella sp. Temuan ini mengindikasikan adanya faktor-faktor yang mengharuskan pengawasan, perbaikan sanitasi, serta edukasi bagi seluruh elemen terkait termasuk pengelola pasar, produsen, distributor, penjual, dan konsumen untuk meningkatkan keamanan produk perikanan di pasar tradisional

    Pemanfaatan bubur kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) sebagai pensubstitusi tepung beras ketan dalam pembuatan dodol

    No full text
    Buah naga sering dimanfaatkan dagingnya, sedangkan kulitnya dibuang dan jarang dimanfaatkan. Kulit buah naga masih memiliki beberapa senyawa gizi bermanfaat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan bubur kulit buah naga merah pada pengolahan dodol ketan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan perlakuan perbandingan tepung ketan (S) dan kulit buah naga merah (N) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 4 kali ulangan, sehingga didapatkan 20 unit percobaan. Lima perlakuan tersebut yaitu tanpa buah naga (0%), 15% N, 20% N, 25% N, dan 30% N. Hasil penelitian menunjukkan perbandingan tepung ketan dan kulit buah naga berpengaruh nyata terhadap kadar air, kadar abu, kadar asam lemak bebas, kadar serat kasar, kadar gula total, aktivitas IC50, penilaian organoleptik deskriptif (warna, aroma, rasa dan tekstur) dan penilaian organoleptik mutu hedonik. Hasil terbaik diperoleh dari perlakuan 30% N yang menghasilkan dodol dengan kadar air 15,68%, kadar abu 1,22%, kadar asam lemak bebas 0,05%, kadar serat kasar 3,17%, kadar gula total 10,66%, dan nilai IC50 antioksidan 143,31 ppm. Hasil penilaian organoleptik kesukaan secara keseluruhan terhadap dodol yang dihasilkan adalah suka, dengan karakteristik mutu hedonik berwarna agak cokelat, beraroma agak harum khas kulit buah naga, berasa manis, dan bertekstur kenyal

    A stylistics analysis of figurative language in Inside Out 2 (2024)

    No full text
    This study aimed to explore the use of figurative language in the dialogues of the film Inside Out 2 (2024). The research used a qualitative descriptive method to describe the types of figurative language based on Perrine’s theory. The data consisted of words and phrases found in the dialogues spoken by the two main characters, Joy and Anxiety. The data was collected by repeatedly watching and observing the film, capturing relevant scenes, highlighting dialogues that exhibited figurative language, analyzing and classifying the types of figurative language. The study revealed six types of figurative language: metaphor, apostrophe, synecdoche, metonymy, hyperbole, and irony, with irony appearing as the most frequently type. The findings showed that figurative language in the film functioned not only as a stylistic effect but also as a means to represent emotional complexity in a more concrete and relatable form. By examining the film’s stylistic choices, the study demonstrated how figurative expressions contributed to deeper character portrayal and emotional nuance, especially in reflecting the internal struggles of Riley as she undergoes emotional development. This research contributes to the field of stylistics by illustrating how figurative language can be effectively used in animated films to visualize abstract emotions and enhance audience understanding

    Exploring the Role of Consumer Satisfaction in Online Herbal Skincare Purchases

    No full text
    The development of digital technology has brought significant changes in consumer behavior worldwide, including in Indonesia. E-commerce, as one of the main digital platforms, has transformed the way consumers shop, offering greater convenience, effectiveness, and personalization. This phenomenon is reflected in the increasing demand for herbal skincare products, which are becoming more popular among consumers. Along with this behavioral shift, understanding the factors that influence purchasing decisions is crucial for business development, especially in the online market. This study aims to analyze the relationship of consumer satisfaction on purchase decisions for herbal skincare products purchased online. This research uses a quantitative approach with a correlational design. The research population consists of consumers who purchase herbal skincare products online, with a sample of 100 respondents selected using purposive sampling. Data was collected using a Likert scale to measure consumer satisfaction and purchase decisions. The results show that consumer satisfaction significantly influences purchase decisions, with most respondents falling into the medium satisfaction category. External factors such as brand loyalty and social media influence also play a role in purchase decisions. This study suggests that businesses should focus on improving consumer satisfaction through product quality and an enjoyable shopping experience, while also considering external factors such as promotions and recommendations from other consumers to enhance purchase decisions

    Keanekaragaman Serangga pada Pertanaman Padi Varietas IR-64 dan Ciherang di Desa Wijirejo, Kecamatan Pandak, Bantul, Yogyakarta

    No full text
    Varietas unggul merupakan teknologi untuk meningkatkan produktivitas padi. Varietas IR-64 dan Ciherang merupakan varietas pilihan masyarakat sekitar di wilayah Desa Wijirejo, Kecamatan Pandak, Yogyakarta. Penelitian menggunakan dua perangkap yaitu perangkap sweep net dan perangkap pitfall. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu melihat analisis kestabilan ekosistem arthropoda di pertanaman padi varietas IR-64 dan Ciherang. Analisis yang digunakan adalah indeks Shannon-Wienner untuk keragaman dan analisis menggunakan segitiga fiktorial untuk melihat kestabilan eksositsem pertanaman menggunakan perangkap sweep net dan pitfall. Hasil penelitian mendapatkan rerata Indeks keragaman (Shannon-Wienner) pada perangkap sweep net varietas IR-64 2.78, varietas Ciherang 2.72 dengan kategori sedang. Perangkap pitfall memperoleh indeks keragaman varietas IR-64 2.2 dan varietas Ciherang 2,20 dengan kategori sedang. Titik koordinat segitiga fiktorial memiliki kategori stabil. Kestabilan ekosistem pertanaman padi berdasarkan fungsi dan struktur artropoda pada perangkap sweep net tidak stabil dan pitfall termasuk kategori stabil dengan posisi titik koordinat berada pada titik musuh alami.Kata Kunci: Pitfall, Sweep net, IR-64, Ciherang, Phictorial triangl

    Pengaruh Green product dan Green packaging Terhadap Keputusan Pembelian Dengan Green perceived value Sebagai Variabel Intervening

    No full text
    Keputusan pembelian produk ramah lingkungan semakin menjadi perhatian utama konsumen seiring dengan meningkatnya kesadaran akan isu lingkungan. Konsumen kini cenderung memilih produk yang tidak hanya memenuhi kebutuhan mereka, tetapi juga mendukung keinginannya. Faktor-faktor seperti produk ramah lingkungan, kemasan ramah lingkungan , serta nilai persepsi lingkungan memainkan peran penting dalam mempengaruhi keputusan pembelian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh green product dan green packing terhadap keputusan pembelian dengan green perception value sebagai variabel intervening. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen Peony Ecohouse dengan sampel sebanyak 100 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling . Jenis penelitian ini merupakan eksplanatori dengan pendekatan kuantitatif. Data dianalisis menggunakan analisis jalur (path analysis ) untuk menguji hubungan langsung antar variabel. Adapun hasil penelitian sebagai berikut: (1). Produk ramah lingkungan (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai persepsi hijau (Y1). (2). Kemasan ramah lingkungan (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai persepsi ramah lingkungan (Y1). (3). Green product (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian (Y2). (4). Green Packaging (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian (Y2). (5). Nilai persepsi hijau (Y1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian (Y2)

    An analysis of slang words in Mean Girls (2024) movie

    No full text
    This research aims to identify the types of slang words used by the characters in Mean Girls (2024) and analyse their functions through social dimensions. This research applied a qualitative approach, with data collected from the dialogues of the four main characters: Regina, Cady, Gretchen and Karen, focusing on slang expression found in their conversations. The slang words were classified based on Allan and Burridge’s (2006) theory, which includes Fresh and Creative, Flippant, Imitative, Acronym, and Clipping. Additionally, Holmes’ (2013) social dimension theory was used to explore how slang functioned in different social contexts, particularly in terms of solidarity, status, formality, and functional meaning. From the analysis, the findings showed that all five slang types appeared in the film, each serving different purposes depending on the situation. Some slang words were used to establish group identity and reinforce friendships, while others helped characters reinforce dominance or add humor. Moreover, the use of slang was not only a reflection of informal speech but also a means of strengthening friendships, gaining control, and maintaining social identity

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    eJournals System Universitas Mulawarman
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇