eJournals System Universitas Mulawarman
Not a member yet
4795 research outputs found
Sort by
Breaking Silence: The Power of Peer Support in Alleviating Student Loneliness
University life is a transitional period that is vulnerable to loneliness due to changes in social environment, academic pressure, and demands for independence. This study aimed to examine the relationship between peer social support and the level of loneliness among students at Satya Wacana Christian University (UKSW). This research employed a quantitative approach with a correlational design. The sample consisted of 100 active students from UKSW, selected using accidental sampling. The instruments used were the Social Provisions Scale (SPS) to measure peer social support and the UCLA Loneliness Scale Version 3 to assess loneliness levels. Data analysis was conducted using Pearson correlation and partial correlation across dimensions. The results showed a significant negative relationship between peer social support and loneliness. The higher the perceived social support, the lower the level of loneliness experienced by the students. All aspects of social support, such as attachment, guidance, and reassurance of worth, were found to have significant correlations with various dimensions of loneliness. The implication of this study highlights the importance for higher education institutions to facilitate the strengthening of peer relationships through mentoring programs, social engagement activities, and the development of interpersonal skills to prevent social isolation and support students’ psychological well-being.Masa perkuliahan merupakan periode transisi yang rentan terhadap perasaan kesepian akibat perubahan lingkungan sosial, tekanan akademik, dan tuntutan kemandirian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dengan tingkat kesepian pada mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 100 mahasiswa aktif UKSW yang diambil menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen yang digunakan yaitu Social Provisions Scale (SPS) untuk mengukur dukungan sosial teman sebaya dan UCLA Loneliness Scale Version 3 untuk mengukur tingkat kesepian. Analisis data dilakukan menggunakan korelasi Pearson dan korelasi parsial antar aspek. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan negatif yang signifikan antara dukungan sosial teman sebaya dengan kesepian pada mahasiswa. Semakin tinggi dukungan sosial yang dirasakan, maka semakin rendah tingkat kesepian yang dialami. Seluruh aspek dukungan sosial seperti attachment, guidance, dan reassurance of worth memiliki hubungan yang signifikan terhadap berbagai dimensi kesepian. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya lembaga pendidikan tinggi untuk memfasilitasi penguatan relasi sosial antar mahasiswa melalui program mentoring, kegiatan sosial, dan pengembangan kapasitas interpersonal guna mencegah isolasi sosial dan mendukung kesejahteraan psikologis mahasiswa
The Psychological Effects of Boy’s Love Fanfiction on the Transformation of Male K-Popers Readers Belief about Same-Gender Romantic Relationships
Fanfiction is one of the popular media used by K-Popers in the field of literature through digital literacy activities as a means of building imaginative closeness to idols. K-Popers who like reading boy's love fanfiction will make reading activities a hobby that will cause feelings of pleasure and entertainment. Feelings of pleasure and comfort that are felt and sustained can cause addiction and have an impact on changing beliefs. This study aims to determine the process of changing the beliefs of fanfiction boy's love readers towards homosexual love relationships. This research uses a qualitative method with a case study approach. Data was collected through an interview process with two male primary respondents and two significant others as well as screenshots of respondents' social media. The results showed that there was a process of changing the beliefs of readers who were K-Popers and started from curiosity about the content of the story and the attractiveness of the unique storyline also caused respondents to have a great interest in fanfiction boy's love. While reading, the respondents felt the similarity between themselves and the main character of the story, making them fantasize while reading and making reading fanfiction boy's love a hobby and causing celebrity worship, this caused respondents who initially rejected homosexual romantic relationships to accept and start approaching individuals of the same sex and caused a sense of comfort and then decided to have a homosexual romantic relationship.Fanfiction merupakan salah satu media populer yang digunakan K-Popers dalam bidang sastra melalui aktivitas literasi digital sebagai sarana membangun kedekatan imajinatif dengan idola. K-Popers yang menyukai kegiatan membaca fanfiction boy’s love akan menjadikan kegiatan membaca sebagai hobi yang akan menimbulkan perasaan senang dan terhibur. Perasaan senang dan terhibur yang dirasakan dan berkelanjutan dapat menyebabkan kecanduan dan berdampak pada perubahan keyakinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses perubahan keyakinan pembaca fanfiction boy’s love terhadap hubungan percintaan homoseksual. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui proses wawancara kepada dua responden primer berjenis kelamin laki-laki dan dua significant others serta tangkapan layar media sosial responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat proses perubahan keyakinan pembaca yang merupakan seorang K-Popers dan berawal dari rasa penasaran terhadap isi cerita serta adanya daya tarik alur cerita yang unik juga menyebabkan responden memiliki ketertarikan yang besar pada fanfiction boy’s love. Saat membaca, responden merasakan adanya kesamaan dirinya dengan tokoh utama cerita membuatnya berfantasi saat membaca hingga menjadikan kegiatan membaca fanfiction boy’s love sebagai hobi dan menimbulkan celebrity worship, hal ini menyebabkan responden yang awalnya menolak hubungan percintaan homoseksual menjadi menerima dan mulai melakukan pendekatan dengan individu sesama jenis dan menimbulkan rasa nyaman kemudian memutuskan untuk menjalin hubungan percintaan homoseksual
Parents Effectiveness Training (PET) as a Strategy for Improving the Interpersonal Relationship between Foster Parents and Children in Alternative Care Settings
Building effective communication between parents and children within the family can be a challenging task. This is also the case for foster mothers at SOS Children’s Village Semarang, who face unique challenges in establishing communication with their foster children from diverse backgrounds and age groups. These circumstances present specific difficulties in achieving effective interpersonal communication in their caregiving roles. This training program aims to improve the interpersonal communication skills of foster mothers when interacting with children. The training was conducted over four sessions using key concepts from the Parents Effectiveness Training (PET) program, namely Active Listening, I-Messages, the Behavior Window, and No-Lose Conflict Resolution. The training program is expected to enhance the interpersonal communication skills of foster mothers. This study employed a quantitative method using a quasi-experimental approach. The research design followed a one-group pre-test–post-test format, comparing scores before and after the intervention within the same group. The analysis results showed a significant difference between the pre-test and post-test scores (Z = -2.80, p = 0.0019 < 0.05), indicating that the PET training program had a highly significant impact and demonstrated strong effectiveness in improving the interpersonal communication abilities of foster mothers.Membangun komunikasi yang efektif antara orang tua dan anak-anak dalam suatu keluarga bukanlah hal yang mudah. Hal ini terjadi juga bagi Ibu asuh di SOS Children’s Village Semarang yang menghadapi permasalahan dalam membangun komunikasi dengan anak-anak asuh nya yang memiliki latar belakang dan rentang usia yang berbeda. Hal ini menjadi tantangan tersendiri untuk memiliki komunikasi interpersonal yang efektif saat memberikan pengasuhan. Tujuan program pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan komunikasi interpersonal ibu asuh dalam berkomunikasi dengan anak-anak. Pelatihan dilakukan selama 4 kali pertemuan dengan menggunakan konsep kunci yang ada dalam program pelatihan Parents Effectivess Training (PET) yaitu Active Listening, I-Messages, Behavior Window dan No-Lose Conflict Resolution. Ada kemungkinan program pelatihan ini dapat meningkatkan kemampuan komunikasi interpersonal pada ibu asuh. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan pendekatan kuasi eksperimen. Desain yang digunakan adalah one group pretest-posttest, yaitu dengan membandingkan skor sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok yang sama. Dari hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara skor pre-test dan post-test (Z = -2.80, p = 0.0019 < 0.05), yang mengindikasikan bahwa intervensi program pelatihan PET memberikan pengaruh yang sangat signifikan dan memiliki efektivitas yang tinggi dalam peningkatan keterampilan komunikasi interpersonal ibu asuh
An Analysis of Code-Switching in Speaking for Academic Purposes Class at PGRI Wiranegara University
Speaking is the most important skill that must be mastered by students majoring in English education. Considering that English is a foreign language, the practice of code-switching can occur during the learning process by both lecturer and students. In this research, the researchers applied a descriptive qualitative method which aimed to know the types and functions of code-switching used by the lecturer and students in the Speaking for Academic Purposes Class. The result of this study showed that there are three types of code-switching that occurred in the class in accordance with Poplack’s theory, including tag-switching, intra-sentential switching, and inter-sentential switching. The researchers found 33 data of tag-switching, 102 data of intra-sentential switchig, and 32 data of inter-sentential switching. While, the code-switching functions included (1) filling in the blanks to sound fluent in speaking, (2) facilitating interaction, (3) conveying materials easier, (4) restating unknown words, and (5) reducing misunderstandings. The conclusion from this study is that code-switching often occurred in the Speaking for Academic Purposes class and the use of code-switching has several functions that make it easy for lecturer and students in the learning process
Formulasi Strategi Bisnis Gula Aren Berbasis Marketing Mix (11P) Menuju Target SDGs Economic Growth di KTH Buttu Puang
Kelompok Tan Hutan (KTH) Buttu Puang, Desa Mirring, Kabupaten Polewali Mandar merupakan KTH yang mengelola Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) berupa gula aren. Meskipun produksinya masih menggabungkan metode tradisional dan menggunakan peralatan canggih, gula aren telah muncul sebagai komoditas utama. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi bisnis yang perlu diterapkan pada usaha garen ini dengan mengacu pada 11P Marketing Mix sebagai alternative strategi untuk mengembangkan usaha gula aren secara berkelanjutan. Pengumpulan data yang berkaitan dengan penelitian dilakukan dengan teknik tinjauan pustaka, observasi lapangan, dan wawancara mendalam untuk memperoleh data atau informasi yang relevan dengan topic penelitian. Analisis deskriptif kualitatif dipilih sebagai metode analisis data dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa elemen dari 11P telah diterapkan, tetapi belum optimal. Aspek kemasan ramah lingkungan, janji merek (terutama untuk produk gula aren), efektivitas promosi, dan perluasan kemitraan perlu ditingkatkan. Dengan memperkuat unsur-unsur tersebut, gula aren dari KTH Buttu Puang memiliki potensi besar untuk menjadi produk lokal unggul yang berdaya saing di pasar nasional dan internasional
Inovasi Digital Pembelajaran Budaya: Aplikasi Mobile Berbasis Gamifikasi untuk Unggah- Ungguh Bahasa Jawa
Indonesia merupakan negara yang kaya keberagaman budaya, salah satunya bahasa daerah, dengan total 718 bahasa. Bahasa Jawa, yang digunakan di Jawa Tengah, Yogyakarta, dan sekitarnya, merupakan salah satu bahasa daerah yang memiliki peran penting dalam komunikasi sehari-hari masyarakat Jawa. Terdapat aturan dan etika berkomunikasi, seperti cara menyapa orang yang lebih tua, sebaya, maupun yang memiliki status sosial berbeda. Tantangan muncul karena pengaruh globalisasi, generasi muda semakin mengabaikan praktik etika berbahasa Jawa. Perlu adanya adaptasi pembelajaran yang sesuai dengan karakter generasi muda agar nilai-nilai kesopanan berbahasa Jawa tetap dapat dipahami dan diterapkan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan pembelajaran etika berbahasa jawa melalui aplikasi mobile berbasis gamifikasi untuk mempelajari unggah-ungguh bahasa jawa.. Penelitian ini menggunakan pendekatan gamifikasi untuk menciptakan pengalaman belajar interaktif melalui misi, kuis, dan tantangan. Desain prototipe difokuskan pada pengalaman pengguna dengan mengintegrasikan elemen game mechanics dan game dynamics. Uji desain prototype dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada 35 responden. Hasilnya menunjukkan 87% responden setuju dengan desain prototype yang diusulkan berdasarkan empat variabel yaitu kegunaan, kemudahan penggunaan, kemudahan belajar, dan kepuasan. Aplikasiini diharapkan dapat menjadi media pembelajaran yang menarik dan relevan bagi generasi muda serta berkontribusi dalam pelestarian nilai-nilai kesopanan budaya Jaw
Hubungan Pengetahuan Pengelolaan Sampah Terhadap Kejadian Diare Di Wilayah Puskesmas Air Putih Kota Samarinda
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan pengetahuan pengelolaan sampah dan kejadian diare di Puskesmas Air Putih. Metode yang digunakan adalah metode Kuantitatif dengan pendekatan Cross-sectional, melibatkan 82 responden yang diambil secara acak. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur tingkat pengetahuan pengelolaan sampah dan catatan medis mengenai kejadian diare. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara pengetahuan pengelolaan sampah dan kejadian diare, Dimana responden dengan pengetahuan baik tetap terkena penyakit diare. Temuan ini menekankan pentingnya edukasi mengenai pengelolaan sampah sebagai langkah pencegah penyakit diare, sehingga diharapkan dapat meningkatkan Kesehatan Masyarakat di wilayah tersebut
Nilai Moral Dalam Cerpen Percakapan Singkat Tentang Cinta Karya Yetti A.KA: Kajian Resepsi Sastra
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan respons pembaca terhadap cerpen Percakapan Singkat Tentang Cinta karya Yetti A.KA dengan menggunakan pendekatan resepsi sastra. Fokus penelitian adalah bagaimana pembaca memaknai fakta cerita yang terdiri dari karakter, alur, dan latar, serta bagaimana mereka menangkap nilai moral yang tersirat dalam cerpen. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik wawancara terhadap sepuluh responden dari mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia Universitas Mulawarman. Responden dipilih karena dinilai memiliki latar belakang yang mendukung untuk memahami makna karya sastra secara mendalam.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembaca memberikan tanggapan yang beragam namun konsisten terhadap karakter Lasinta dan Big yang dinilai kompleks, realistis, dan emosional. Alur campuran yang digunakan dalam cerita dinilai memperkuat suasana reflektif dan kontemplatif. Latar lingkungan sekitar yang digunakan turut mempertegas nuansa emosional dan konflik relasional dalam cerita. Adapun nilai moral yang ditangkap pembaca meliputi pentingnya komunikasi, kejujuran emosional, penerimaan, dan kedewasaan dalam menyikapi perpisahan.Penelitian ini menegaskan bahwa makna karya sastra bersifat terbuka dan sangat dipengaruhi oleh horizon harapan pembaca. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa pembaca berperan aktif dalam membentuk makna karya sastra berdasarkan pengalaman dan cara pandang mereka sendiri
Kontribusi Agroforestri terhadap Pendapatan Petani Hutan Kemasyarakatan di KPH Batutegi, Provinsi Lampung
Agroforestri merupakan pola tanam yang dikembangkan petani di KPH Batutegi dengan mengkombinasikan tanaman kehutanan, pertanian, dan peternakan dalam satu lahan yang sama. Penerapan agroforestri mampu meningkatkan keanekaragaman tanaman, merehabilitasi lahan, dan meningkatkan pendapatan. Untuk mengetahui seberapa besar kontribusi agroforestri terhadap pendapatan petani diperlukan penelitian tentang kontribusi agroforestri terhadap pendapatan petani di KPH Batutegi. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil sampel di tiga Gabungan kelompok tani atau Gapoktan yaitu Gapoktan Sumber Makmur, Gapoktan Wana Tani Lestari, dan Gapoktan Mandiri Lestari di KPH Batutegi pada bulan November 2023. Pengumpulan data menggunakan wawancara terstruktur dan observasi. Data yang digunakan adalah jumlah produksi agroforestri, pendapatan agroforestri, dan pendapatan non-agroforestri. Agroforestri yang diterapkan responden umumnya memiliki komoditas utama kopi dengan pohon buah atau tanaman Multi-Purpose Tree Species sebagai penaungnya. Jenis tanaman yang memberikan kontribusi terhadap pendapatan antara lain kopi, lada, cengkeh, pisang, durian, alpukat, dan kemiri. Dalam jumlah terbatas petani mengembangkan ternak sebagai tambahan pendapatan agroforestri. Pendapatan dari agroforestri didominasi dari tanaman pertanian/perkebunan dan memberikan kontribusi yang besar (72-89%) terhadap pendapatan total petani
PENGOLAHAN AIR LIMBAH DOMESTIK (GREY WATER) DALAM MENURUNKAN PARAMETER TSS, BOD, DAN COD DENGAN METODE FILTRASI MULTIMEDIA
Pertumbuhan penduduk yang pesat di Indonesia, khususnya di Kota Samarinda, meningkatkan kebutuhan air bersih sekaligus menghasilkan limbah domestik (grey water) yang signifikan. Perumahan Bukit Mediterania di Samarinda merupakan salah satu contoh lokasi yang menghasilkan limbah domestik tanpa melalui pengolahan lanjutan, sehingga lokasi tersebut dapat menjadi sumber pencemaran air. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk merencanakan dan merancang pengolahan air limbah domestik (grey water) dengan metode filtrasi multimedia serta mengetahui efektivitas unit filtrasi multimedia dalam menurunkan konsentrasi BOD, COD, dan TSS pada air limbah domestik (grey water) Perumahan Bukit Mediterania. Metode yang diterapkan melibatkan penggunaan media filtrasi yang terdiri dari kerikil, pasir zeolit, karbon aktif, dan ijuk dengan ketebalan media yang berbeda-beda. Proses penelitian dimulai dengan observasi awal, identifikasi masalah, dan persiapan alat serta bahan, diikuti dengan pengujian hasil filtrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem filtrasi memiliki efektivitas dalam menurunkan konsentrasi BOD dan COD secara berturut-turut sebesar 71,19% dan 71,24%. Namun, terjadi peningkatan konsentrasi TSS sebesar 42,86% yang disebabkan adanya partikel dari media yang larut saat proses pengolahan. Meskipun demikian, hasil pengolahan masih memenuhi standar baku mutu yang tercantum pada Permen LHK No. 68 Tahun 2016 tentang Baku Mutu Air Liimbah Domestik