eJournals System Universitas Mulawarman
Not a member yet
    4795 research outputs found

    ANALISIS PENDAPATAN USAHA PENANGKARAN BENIH PADI DI DESA KARANG TUNGGAL KECAMATAN TENGGARONG SEBERANG KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA (Analysis of Rice Seed Breeding Business Income in Karang Tunggal Village, Tenggarong Seberang District)

    No full text
    Seed breeding is an effort to produce superior seeds. Seeds play a big role in determining the success of crop production and productivity. One of the technological innovations that are expected to be introduced to improve paddy rice cultivation is the technology of breeding high-yielding varieties of rice seeds. The purpose of this study is to determine the production costs of rice seed breeding businesses, to determine the total receipts and income received, and to analyze the feasibility of rice seed breeding businesses in the Mekar Sari Seed Breeding Group, Karang Tunggal Village, Tenggarong Seberang District, Kutai Kartanegara Regency.The study was conducted from April to June 2022. The research location was determined intentionally (purposive) in the Mekar Sari Seed Breeding Group, Karang Tunggal Village, Tenggarong Seberang District, Kutai Kartanegara Regency. The data needed in this study are primary and secondary data. The method used in sampling is a saturated sampling method or census with a total of 15 respondents. The data analysis method used is the analysis of production costs, receipts, income, and R/C Ratio.The results showed that the rice seed breeding business in Karang Tunggal Village, Tenggarong Seberang District, obtained an average production cost of Rp. 9,408,574.76 mt⁻¹ with an average per hectare of Rp. 8,846,379.29 Ha⁻¹ mt⁻¹ average receipt of Rp. 25,360,000 mt ⁻¹ with an average per hectare of Rp. 23,520,000 Ha⁻¹ mt⁻¹ and an average income of Rp. 15,951,425.24 mt⁻¹ with an average per hectare of Rp. 14,673,620.71 Ha⁻¹ mt⁻¹.The result of the R/C Ratio analysis is 2.6. The R/C Ratio value shows that the rice seed business in the Mekar Sari Group is profitable and worth working on because of the R/C Ratio > 1. 

    Profil Kesehatan Gigi dan Mulut Lanjut Usia di Panti Sosial Tresna Werdha Nirwana Puri Samarinda

    Get PDF
    Kesehatan rongga mulut berperan penting dalam kesehatan umum dan kualitas hidup lanjut usia. Lanjut usia merupakan tahap akhir dari proses penuaan, yaitu terjadi perubahan  kumulatif  pada  makhluk  hidup dan perubahan pada rongga mulut. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui profil kesehatan gigi dan mulut lanjut usia di Panti Sosial Tresna Werdha Nirwana Puri Samarinda. Penelitian ini bersifat observasional dengan desain studi deskriptif dan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Responden penelitian adalah lanjut usia dari Panti Sosial Tresna Werdha Nirwana Puri Samarinda sebanyak 81 sampel. Penelitian dilakukan dengan menggunakan kuesioner tentang kesehatan gigi dan mulut. Data hasil penelitian diolah dan dianalisis dengan uji univariat. Hasil penelitian menunjukkan kesehatan gigi dan mulut responden terbanyak sebesar 49,4 % (40 orang lanjut usia) dengan kriteria sedang.

    Resilience in Emerging Adulthood Viewed from Social Support

    Get PDF
    At each stage of development, individuals have tasks and demands that must be met during the transition from adolescence to adulthood. Term Emerging adulthood introduced by Arnett (2000), namely the phase of self-exploration in various aspects during the transition from adolescence to adulthood. To overcome obstacles and challenges in the future emerging adulthood, individuals must have the strength to endure and develop positive emotions. This ability is referred to as resilience. Resilience is an individual's ability to survive and adapt to difficult circumstances in their life. In order for the transition to be successful in facing change, individuals need social support to reduce psychological pressure and control negative emotions. StudyThis aims to determine the impact of social support on resilience in emerging adulthood in Karawang. This quantitative research involved 100 early adults in Karawang using a purposive sampling technique. Data collection was carried out using questionnaires distributed randomly.daring. Resilience is measured using the Connor-Davidson scaleResilience Scale (CD-RISC) modified by Yu & Zhang (2007), while social support was measured using scala Multidimensional Scale Perceived Social Support (MSPSS) from Zimet (2015) theory. The significance value shows that social support has a significant positive influence of (F=13.615) with sig. 0.000 (p<0.05), proving that there is a significant positive influence between social support on resilience in emerging adulthood in Karawang. The analysis results prove the coefficient of determination (R2) of 0.491, which means that social support has an influence of 49.1 percent, the remaining 50.9 percent is influenced by other factors outside the scope of this research. It is hoped that individuals who are in the future emerging adulthood, not to hesitate to ask for physical and psychological support from the surrounding environment in facing a developmental crisis.Di setiap tahap perkembangan, individu mempunyai  tugas serta  tuntutan yang harus terpenuhi di masa transisi dari remaja menuju dewasa. Istilah emerging adulthood dikenalkan oleh Arnett (2000), yaitu fase mengekplorasi diri dalam berbagai aspek di masa peralihan dari remaja menuju dewasa. Untuk mengatasi hambatan dan tantangan di masa emerging adulthood, individu harus memiliki kekuatan untuk bertahan dan mengembangkan emosi positif. Kemampuan ini disebut sebagai resiliensi. Resiliensi adalah kemampuan individu untuk bertahan dan beradaptasi pada keadaan sulit dalam hidupnya. Agar arahtransisi sukses dalam menghadapi perubahan, individu memerlukan dukungan sosial untuk menurunkan tekanan psikologis dan mengontrol emosi negatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak dukungan sosial terhadap resiliensi pada emerging adulthood di Karawang. Penelitian kuantitatif ini melibatkan 100 dewasa awal di Karawang memakai teknik purposive sampling.Pengumpulan data dilakukan menggunakan penyebaran kuesioner secara daring. Resiliensi diukur menggunakan skala Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC) yang dimodifikasi oleh Yu & Zhang (2007), sedangkan dukungan sosial diukur memakai skala Multidimensional Scale Perceived Social Support (MSPSS) dari teori Zimet (2015). Nilai signifikasi menunjukkan bahwa dukungan sosial memiliki pengaruh positif dengan signifikan sebesar (F=13,615) dengan sig. 0.000 (p< 0,05), membuktikan bahwa adanya pengaruh positif yang   signifikan antara dukungan sosial terhadap resiliensi pada emerging adulthood di Karawang. Hasil analisis membuktikan nilai koefisiensi determinasi (R2) sebesar 0.491 yang berarti bahwa dukungan sosial memiliki pengaruh 49,1 persen, selebihnya sebesar 50,9 persen dipengaruhi faktor lain diluar cakupan penelitian ini. Diharapkan individu yang berada di masa emerging adulthood, untuk tidak ragu meminta dukungan secara fisik dan psikologis dari lingkungan sekitar dalam menghadapi krisis perkembangan.

    Analisis Penguatan Disiplin Siswa Kelas IV SD Negeri 03 Pangkalpinang

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan mendesripsikan penguatan disiplin siswa kelas IV SD Negeri 03 Pangkalpinang dan mendeskripsikan persepsi setelah dilaksanakan disiplin siswa kelas IV SD Negeri 03 Pangkalpinang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitataif dengan teknik pengumpulan data yaitu triangulasi data (observasi, partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi). Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa di kelas IV SD Negeri Pangkalpinang Kepulauan Bangka Belitung. Hasil penelitian ini menunjukkan implementasi penguatan disiplin siswa yang dilakukan melalui empat tahap yaitu tahap perencanaan berupa fenomena nyata dalam  rancangan membuat kesepakatan bersama dengan siswa mengenai disiplin kelas, tahap pelaksanaan berupa  aksi dalam mengimplementasikan disiplin siswa dikelas sesuai dengan norma yang telah disepakati, tahap hasil pengamatan dengan pengamatan selama pelaksanaan dari awal sampai akhir penegakan disiplin kelas, dan tahap refleksi dengan menilai bagaimana ciri khas guru dalam mengkoordinir kelas dan timbal baliknya terhadap siswa. Dan kendala yang ditemukan berupa bentuk implementasi kedisiplinan siswa terhadap penguatan dari guru dan tanggung jawab orang tua dalam menyetujui segala peraturan

    Analisis Daya Tarik Museum Mulawarman Sebagai Wisata Edukasi Sejarah.

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana daya tarik, Museum Mularwarman sehingga dapat di katakan sebagai wisata edukasi sejarah. Dasar yang dipakai pada penelitian berlandaskan mengenai rencana peningkatan ketertarikan wisata yaitu: Something to See  apa yang dapat dilihat dan dinikamti di objek wisata sebagai ketertarikan wisata, Something to do apa yangdapat membuat pengunjung betah di objek wisata Museum Mulawarman. Something to buy apa yang dapat di beli pada objek wisata Museum Mulawarman. Prosedur penelitian yang dipakai yaitu kualitatif yang dimana jenis penelitian melalui interviu dan observasi langsung dengan key informan serta informan, dan tehnik analisa data yang digunakan peniliti yaitu Miles dan Humberman. Hasil penelitian ini menyimpulakan rencana peningkatan daya tarik Museum Mulawarman melalui promosi yaitu sekolah masuk museum, museum goes to mall untuk kedepannya di harapkan Museum dapat meningkatkan lagi daya tarik agar pengunjung menjadi betah di objek wisata Museum Mulawarman. Kata Kunci: Analasis daya tarik; Museum Mulawarman; edukasi sejarah

    Pengaruh Passion Kerja, Motivasi Intrinsik Dan Motivasi Ekstrinsik Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan RSIA Aisyiyah Samarinda

    Get PDF
    Sumber daya manusia merupakan faktor penting didalam perusahaan dalam mencapai tujuan dari organisasi. Peran dan fungsinya harus menjadi perhatian bagi manajemen di dalam perusahaan. RSIA Aisyiyah Samarinda merupakan organisasi yang bergerak dibidang kesehatan yang memiliki 62 karyawan. Dalam mengelola sumber daya manusia RSIA Aisyiyah Samarinda dituntut untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar dapat menciptakan kepuasan kerja sehingga akan berdampak kinerja dan pelayanan di rumah sakit. Adapun penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh passion kerja, motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik terhadap kepuasan kerja pada karyawan di RSIA Aisyiyah Samarinda. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Dimana dalam pengumpulan data penelitian menggunakan kuesioner yang disebarkan kepada responden. Untuk jumlah sampelnya sendiri sebanyak 62 responden dengan metode sampel jenuh. Adapun hasil penelitian ini adalah passion kerja secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja. Begitu juga dengan motivasi ekstrinsik secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja. Sebaliknya motivasi intrinsik berpengaruh negatif terhadap kepuasan kerja RSIA Aisyiyah Samarinda

    Studi Pengaruh Densitas Batu Pasir Terhadap Nilai Kuat Tekan Pada Formasi Pulau Balang, Di Daerah Kalimantan Timur

    Get PDF
    Kuat tekan uniaksial (σc) adalah gambaran dari nilai tegangan maksimum yang dapat ditanggung sebuah contoh batuan sesaat sebelum contoh batuan tersebut runtuh (failure). Kuat tekan uniaksial digunakan untuk memilih metode pemberaian batuan pada kegiatan penambangan baik sistem tambang terbuka maupun bawah tanah apakah menggunakan metode peledakan atau menggunakan alat mekanis. Lokasi penelitian dilakukan pada tiga lokasi yang berbeda dengan formasi batuan yang sama. Lokasi pertama dilakukan pada lokasi penambangan batupasir tradisional milik warga setempat. Lokasi tersebut berada pada Tenggarong jalur 1 Jalan loa duri ilir, lokasi ke dua loa kulu, dan Lokasi ke tiga berada pada Jalan Kadrioning samarinda, tempatnya di pinggir jalan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dengan melakukan perhitungan pada uji kuat tekan uniaksial untuk mendapat nilai kuat tekan dan uji fisik untuk mendapatkan nilai densitasnya.  Nilai densitas dari tiga lokasi Formasi Pulau Balang  jenis batu pasir loa duri berada pada rentan nilai 1,72gr/cm3 – 1,94gr/cm3, loa kulu yaitu 1,78gr/cm3–1,87gr/cm3 dan kadrioning 1,81 gr/cm3 – 1,91 gr/cm3.  Sedangkan nilai kuat tekan rata-rata loa duri 6,78 Mpa, loa kulu 6,33 Mpa dan kadrioning 2,98 Mpa. Hubungan antara densitas  terhadap hasil uji kuat tekan yang didapat, Semakin tinggi Nilai kuat tekan batu pasir maka nilai densitas batu pasir yang dimiliki akan ikut meningkat.

    Synthesis of Maltodextrin from Comercial Corn Starch with Variation of Alpha Amylase Concentration, Temperature and Hydrolisis Period for Determining Dextrose Equivalen Value

    Get PDF
    Maltodextrin is defined as a partial starch hydrolysis product prepared by the addition of an acid or an enzyme, which contains α-D-glucose units which are mostly bound by - (1,4) glycosidic bonds. Maltodextrin is usually described by DE (Dextrose Equivalent). The commercial use of starch is affected by the DE value. The greater DE value means the more percentage of starch that turns into reducing sugars. This research was conducted by testing the DE value with maltodextrin production using alpha amylase enzyme catalyst by varying the enzyme concentration (0.2 ml; 0.4 ml; 0.6 ml), hydrolysis time (60 min; 90 min) and hydrolysis temperature (70°C ; 80°C). The results of the research give some point  that's the DE value obtained with the independent variables, which is  the time of hydrolysis and the concentration of the enzyme catalyst, experienced data fluctuations because the sample still had a lot of water. Also the higher of hydrolysis temperature, the greater DE value of maltodextrin was obtained

    Effectiveness of READY (Reading with Daddy) Training to Improve Fathers' Involvement in the Parenting and Language Skills of Preschool-Aged Children

    Get PDF
    Parents who consist of father and mother should carry out co-parenting to provide an optimal parenting model to support child development. However, the role of fathers in parenting in most Indonesian families is still far from being balanced with the role of mothers, so that Indonesia is one of the countries that is called a ‘fatherless country’. An intervention program aimed at increasing paternal involvement is needed. The READY (Reading with Daddy) program is an intervention program based on the three-step approach model of Lewin's Field Theory, which not only aims to increase fathers' involvement in parenting but is also beneficial for improving the language skills of preschoolers. The program intervention carried out in one of the kindergartens in Bengkulu was proven to increase fathers' involvement in parenting and improve children's language skills. This program can be a reference for the development of father parenting programs in the future.Orang tua yang terdiri terdiri dari pasangan ayah dan ibu seyogyanya perlu melakukan pengasuhan bersama (co-parenting) untuk memberikan model pengasuhan yang optimal dalam mendukung perkembangan anak. Namun demikian, peran ayah dalam pengasuhan anak di sebagian besar keluarga Indonesia dirasakan masih jauh dari keseimbangan dengan peran ibu, sehingga Indonesia merupakan salah satu negara yang disebut sebagai fatherless country. Oleh karena itu, sebuah program intervensi yang bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan ayah diperlukan. Program READY (Reading with Daddy) merupakan sebuah program intervensi yang berdasarkan pada pendekatan three-steps model dari Teori Medan Lewin (Lewin’s Field Theory), tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan ayah dalam pengasuhan, namun juga bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan bahasa anak usia prasekolah. Program intervensi yang dilakukan di salah satu sekolah PAUD di Bengkulu ini terbukti dapat meningkatkan keterlibatan ayah dalam pengasuhan dan juga meningkatkan kemampuan bahasa anak. Program ini dapat menjadi acuan untuk pengembangan program-program parenting bagi ayah selanjutnya

    Klasifikasi K-Nearest Neighbor pada Penderita Insomnia berdasarkan Sinyal Elektroensefalogram

    Get PDF
    Pengukuran insomnia saat ini, umumnya dilakukan oleh para ahli medis dengan melihat kondisi pasien disertai gejala yang merujuk pada insomnia. Sebaliknya, pengukuran secara kuantitatif masih sangat minim ditemukan. Penelitian ini mengusulkan pengukuran alternatif dengan akuisisi aktivitas gelombang otak melalui electroencephalogram (EEG) dalam mengidentifikasi tidur gangguan. Insomnia adalah gangguan tidur umum yang dapat membuat sulit untuk tertidur, sulit untuk tetap tertidur, atau menyebabkan bangun terlalu dini dan tidak bisa kembali tidur. Tidak hanya melemahkan tingkat energi dan suasana hati, tetapi insomnia juga berdampak pada kesehatan, kinerja, dan kualitas hidup seseorang. Gangguan tidur ini muncul karena beberapa faktor, seperti kecemasan, stres, depresi, gangguan bipolar, atau trauma. Stimulasi fotik diberikan sebagai upaya untuk menemukan respon tubuh seseorang terhadap cahaya. Remaja akhir yang memiliki gejala insomnia dengan rentang usia 17-25 tahun dimasukkan sebagai responden, sebelumnya telah diberikan screening test terkait gangguan tidur 2 minggu yang lalu sehingga dapat diidentifikasi termasuk insomnia berat, sedang, ataupun ringan. Studi ini mengusulkan pendekatan baru menggunakan EEG sebagai alat ukur kuantitatif. Pendekatan baru ini membandingkan beberapa jenis metode perolehan data insomnia dari penelitian sebelumnya. Diharapkan pola penderita insomnia dapat terlihat dan dapat di klasifikasi menggunakan metode KNN, sehingga dapat mempermudah proses pendiagnosaan gangguan tidur insomnia secara kuantitatif

    4,239

    full texts

    4,795

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    eJournals System Universitas Mulawarman
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇