eJournals System Universitas Mulawarman
Not a member yet
4795 research outputs found
Sort by
Faktor-Faktor Prediktor Keputusan Pembelian: Studi Pada Konsumen Percetakan Mbak-An Samarinda
Dampak dari Covid-19 dan persaingan usaha yang semakin meningkat pada tahun 2020 pendapatan di Percetakan Mbak-An mengalami penurunan yang sangat drastis yaitu 79.5%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh variabel independent terhadap variabel dependent. Jenis penelitian yang dilakukan peneliti adalah metode kuantitatif. Jumlah sampel yang digunakan adalah 100 responden, alat untuk mengukur data menggunakan skala likert. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan bantuan software statistic SPSS versi 25. Hasil uji t (parsial) menunjukkan setiap variabel independen berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel dependen. Hasil uji f (simultan) menunjukkan Kualitas Pelayanan, Persepsi Harga, dan Kualitas Produk secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian di Percetakan Mbak-An
Work Burnout Level Analysis Based on Administrative Employee Workload
This study aims to determine the effect of workload on work fatigue on administrative employees of PT. S. This study uses a quantitative approach with 150 administrative employees of PT. S as the subject in this study was selected using a purposive sampling technique. The data collection method used is a scale of work fatigue and workload. The data analysis technique used is a simple linear regression test. The results of this study indicate that there is a significant effect between workload on work fatigue in administrative employees of PT. S with a value of t count = 10,983 > t table = 1,976 and a value of p = 0.000 which has an influence contribution value (R2) of 44.9%.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beban kerja terhadap kelelahan kerja pada karyawan administrasi PT. S. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan 150 karyawan administrasi PT. S sebagai subjek dalam penelitian ini yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah skala kelelahan kerja dan beban kerja. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji regresi linier sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara beban kerja terhadap kelelahan kerja pada karyawan administrasi PT. S dengan nilai t hitung = 10.983 > t tabel = 1.976 dan nilai p = 0.000 yang memiliki nilai kontribusi pengaruh (R2) sebesar 44.9%
Effects of Self-Efficacy in the Life of Student Academic Procrastination
In psychology, the phenomenon of procrastination is called procrastination. Procrastination or procrastinating work that occurs in the academic area is commonly called academic procrastination. Academic procrastination is a frequent procrastinatory behavior in schools and universities that results in negative student performance. Procrastination behavior causes negative effects of anxiety or stress and rarely has a positive behavioral impact. The effect of procrastination behavior is the emergence of anxiety about fear of failure and decreased self-motivation. Another impact of procrastination behavior is lower academic self-esteem and lower learning effectiveness. Several studies have shown that there is a correlation between self-efficacy and academic procrastination. Therefore, this meta-analysis study serves to test the effect of size self-efficacy on academic procrastination. This study used 15 journals with a total of 2580 respondents. All of these journals describe the results of research with a negative correlation between self-efficacy and academic procrastination. This study also obtained random effect size results of -0.08 (95% CI= -0.38 to 0.22) with I2 (inconcruency) = 98.25% and egger regression of P=0.584. Calculations using moderates in the categories of self-efficacy measurement tools, academic procrastination measuring instruments and research areas showed that there was no publication bias. Based on the results of the meta-analysis analysis, it can be seen that self-efficacy is only slightly correlated with academic procrastination, which means the low influence between self-efficacy and academic procrastination. Therefore, it is expected that the research will contribute to further researchers in further studying the problem of academic procrastination. Dalam dunia psikologi, fenomena menunda-nunda disebut dengan prokrastinasi. Prokrastinasi atau menunda-nunda pekerjaan yang terjadi pada area akademik biasa disebut dengan prokrastinasi akademik. Prokrastinasi akademik merupakan perilaku penundaan yang sering terjadi di sekolah dan di Universitas yang mengakibatkan hal negatif pada kinerja siswa. Perilaku prokrastinasi menimbulkan dampak negatif yakni kecemasan atau stres dan jarang memberikan dampak perilaku positif. Pengaruh dari perilaku prokrastinasi tersebut adalah timbulnya kecemasan terhadap ketakutan akan kegagalan dan motivasi dalam diri yang menurun. Dampak lain dari perilaku prokrastinasi adalah harga diri akademik yang lebih rendah dan efektivitas belajar yang lebih rendah. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa terdapat korelasi antara self-efficacy dan prokrastinasi akademik. Maka dari hal itu studi meta analisis ini berfungsi untuk menguji tentang effect size self-efficacy terhadap prokrastinasi akademik. Studi ini memakai 15 jurnal dengan jumlah responden 2580 orang. Ke semua jurnal tersebut memaparkan tentang hasil penelitian dengan korelasi negatif antara self-efficacy dan prokrastinasi akademik. Penelitian ini juga mendapatkan hasil random effect size sebesar -0,08 ( 95% CI= -0,38 sampai 0,22) dengan I2 (inconcruency) = 98,25% dan egger regression sebesar P=0,584. Perhitungan menggunakan moderator kategori alat ukur self-efficacy, alat ukur prokrastinasi akademik dan wilayah penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat bias publikasi. Berdasarkan hasil analisa meta analisis dapat diketahui bahwa self-efficacy hanya sedikit berkorelasi dengan prokrastinasi akademik, yang artinya rendahnya pengaruh antara self-efficacy terhadap prokrastinasi akademik. Oleh sebab itu diharapkan dari penelitian memberikan sumbangsih terhadap para peneliti selanjutnya dalam mengkaji lebih lanjut mengenai permasalahan prokrastinasi akademik
ANALISIS ELEMEN STRUKTUR BALOK DAN KOLOM BETON BERTULANG (STUDI KASUS GEDUNG DEALER HONDA ASTRA KOTA SAMARINDA)
Perencanaan struktur merupakan hal yang penting dalam suatu konstruksi bangunan ditinjau dari segi kekuatan, keamanan dan keekonomiannya. Struktur bangunan secara keseluruhan terdiri dari struktur atas berupa lantai, balok, kolom, dinding dan atap; sedangkan struktur bawah terdiri dari pondasi dan balok sloof. Elemen struktur terpenting dalam struktur adalah kolom dan balok sehingga dimensi yang direncanakan dan penggunaan tulangan pada kolom dan balok perlu diketahui agar sesuai dengan persyaratan dalam kategori aman. Studi yang dilakukan dengan menganalisis tulangan balok dan kolom menurut SNI-2847-2019 berdasarkan persyaratan beton struktural untuk bangunan gedung. Kesimpulan dari penelitian yaitu tulangan utama pada balok dengan dimensi penampang 600 x 300 (tulangan atas 7D19; tulangan bawah 4D19) dan kolom dimensi 600 x 600 (tulangan utama 20D19) telah memenuhi persyaratan yang ditentukan. Adapun tulangan geser pada balok dimensi 600 x 300 (sengkang tumpuan D10-100 dan sengkang lapangan D10-150) dan kolom dengan dimensi 600 x 600 (tumpuan sengkang D10-100 dan sengkang lapangan D10-150) serta pengait D10-300 telah memenuhi persyaratan yang ditentukan
ANALISIS RISIKO K3 MENGGUNAKAN PENDEKATAN HIRADC DAN METODE JSA (STUDI KASUS : PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG BPKAD SAMARINDA)
Pelaksanaan pekerjaan konstruksi terdiri dari berbagai tahapan pekerjaan dan melibatkan banyak unsur. Hal ini menyebabkan kegiatan konstruksi memiliki risiko kecelakaan lebih tinggi. Oleh karena itu perlu diterapkan K3 yang baik pada setiap proyek konstruksi dan salah satu bentuk pengendaliannya adalah dengan sistem manajemen K3. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan level risiko dalam proyek pembangunan gedung BPKAD Samarinda. Serta membandingkan penerapan pengendalian risiko di lapangan dengan rencana kerja K3.Penelitian ini menggunakan metode Hazard Identification, Risk Assesment and Determining Control (HIRADC) dan Job Safety Analysis (JSA). Pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran kuesioner tertutup dan kuesioner terbuka, hasil kuesioner tertutup diolah menggunakan SPSS dan hasil kuesioner terbuka diolah menggunakan triangulasi. Selanjutnya dilakukan analisis risiko menggunakan severity index dan matriks risiko. Selanjutnya dengan menggunakan metode HIRADC dan JSA akan diketahui level risiko tertinggi pekerjaan dan dapat ditentukan rekomendasi pengendalian risiko. Tahapan terakhir dalam penelitian ini adalah mengetahui perbandingan penerapan pengendalian risiko di lapangan dengan dokumen RKK3.Hasil dari analisis risiko terdapat 4 pekerjaan dengan level risiko tinggi yaitu pekerjaan kolom dengan 3 level risiko extreme, acp dan kaca dengan 2 level risiko extreme, dan drainase dengan 2 level risiko extreme, sedang balok dan pelat lantai dengan 1 level risiko extreme. Berdasarkan hasil analisis kuesioner terbuka, didapatkan rekomendasi pengendalian risiko dengan menggunakan Alat Pelindung diri (APD), dilakukan pengecekan, dll. Untuk penerapan pengendalian risiko terhadap proyek secara umum telah dilaksanakan sesuai dengan dokumen RKK3, namun untuk penerapan pemakaian APD terhadap pekerja masih banyak pekerja yang belum menaati peraturan.
Pengaruh perbandingan sari nanas madu dan susu skim terhadap total asam tertitrasi, total BAL dan karakteristik sensoris yoghurt nanas madu
Susu skim adalah bagian susu yang tertinggal sesudah krimnya diambil sebagian hingga seluruhnya. Yoghurt merupakan salah satu produk pangan fungsional yang diolah dari fermentasi susu skim dengan penambahan kultur bakteri. Penelitian ini adalah penelitian faktor tunggal (perbandingan sari nanas madu dan susu skim) yang disusun dalam Rancangan Acak Lengkap. Lima perbandingan persentase sari nanas madu (SNM) dan susu skim (SS) dicobakan dalam penelitian ini, yaitu 30:70, 40:60, 50:50, 60:40 dan 70:30. Parameter yang diamati adalah total asam tertitrasi (TAT), total bakteri asam laktat (BAL) dan sifat sensoris dari Yoghurt nanas madu. Data dianalisis dengan menggunakan sidik ragam dilanjutkan dengan DMRT pada a 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan SN dan SS berpengaruh tidak nyata terhadap TAT dan nilai BAL, akan tetapi berpengaruh nyata terhadap sifat sensoris yoghurt nanas madu. Formulasi SNM dan SS sebesar 70:30 menghasilkan yoghurt nanas madu dengan sifat sensoris paling disukai yang memiliki total asam tertitrasi dan total bakteri asam laktat adalah 0,6 dan 7,90x107 CFU/mL
Analisis risiko dampak pembukaan lahan pada kegiatan pertambangan emas PT Meares Soputan Mining
Kegiatan pertambangan membawa berdampak negatif jika tidak dikelola dengan baik, seperti menurunnya kualitas air permukaan, kualitas udara ambien dan terganggunya flora dan fauna akibat pembukaan lahan untuk menunjang kegiatan pertambangan. Untuk itu diperlukan upaya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan dengan melaksankan program reklamasi lahan bekas tambang secara progresif, seperti pada kasus kegiatan pertambangan emas PT Meares Soputan Mining (PT MSM). Tujuan penelitian ini untuk menganalisis risiko dampak pembukaan lahan pada kegiatan pertambangan emas PT Meares Soputan Mining dalam meningkatkan kinerja pengelolaan lingkungan berkelanjutan melalui pelaksanaan program reklamasi lahan terganggu selama tahap operasi produksi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif melalui analisis numerik atau statistik menggunakan teknik Discounting dan Habitat Equivalency Analysis (HEA) untuk analisis risiko lingkungan yang memerlukan tahapan yang harus dilakukan secara cermat, dimana setiap tahapan merupakan langkah penting karena akan menetukan hasil akhir dari kompensasi kerusakan lingkungan yang dihitung dalam skala restorasi. Analisis data menggunakan rasio tutupan lahan dengan metode Habitat Equivalency Analysis (HEA). Perangkat lunak yang digunakan untuk analisis data statistik adalah MS-Excel 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil perhitungan analisis risiko terhadap rasio tutupan lahan menunjukkan bahwa untuk mengganti kerugian (debit) sebesar 1.876,16 DSHaYs, diperlukan program reklamasi (kredit) seluas 25,76 hektar setiap tahun selama 28 tahun untuk meningkatkan kinerja pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan
Self-Regulated Learning, Growth Mindset and Students’ Grit in Career Preparation
As a result of the closure of several workplaces and jobs during Covid-19 pandemic, many undergraduate students feel anxious and worried about the career prospects they want to pursue in the future. In this case, grit is needed by them so that they could be able to study diligently to prepare their goals. Furthermore, students' growth mindset and beliefs about their abilities contribute to grit. However, there is self-regulated learning (SRL) which plays a role in strengthening the relationship between growth mindset and grit in Covid-19 pandemic. This study investigated the mediating effect that self-regulated learning has on growth mindset and grit. This study is quantitative research using three questionnaires, i.e., Grit Short Scale (8 items, α=0.747); Theory of Intelligence Scale (4 items, α=0.846); and Motivated Strategies for Learning Questionnaire (44 items, α=0.918). The participants of this study were 207 undergraduate students from all over Indonesia. The analytical technique used in this study was Process Hayes in SPSS version 26.0. The result revealed that the growth mindset can increase student’s grit in career preparation during the Covid-19 pandemic and it is partially mediated by self-regulated learning. Furthermore, mediation emphasizes the relationship between growth mindset and grit. This research has practical implications for educational institutions, counsellors, and psychologists in career developmental centres to increase students’ grit by using a growth mindset and SRL as basis for intervention.Akibat adanya penutupan beberapa lapangan pekerjaan di masa pandemi Covid-19, tidak sedikit mahasiswa yang merasa cemas dan khawatir terhadap prospek karier yang ingin dijalaninya ke depan. Dalam hal ini, kegigihan diperlukan mahasiswa untuk untuk dapat tekun belajar dalam rangka mempersiapkankarier dan cita-citanya. Growth mindset yang dimiliki mahasiswa terhadap kemampuannya berkontribusi terhadap kegigihan. Namun demikian, terdapat peran self-regulated learning (SRL) yang menguatkan hubungan antara growth mindset dan kegigihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek mediasi yang dimiliki oleh SRL terhadap hubungan antara growth mindset dan kegigihan mahasiswa dalam persiapan karier di masa pandemi Covid-19. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan tiga kuesioner yaitu Grit Short Scale (8 item, α=0.747); Theory of Intelligence Scale (4 item, α=0.846); dan Motivated Strategies for Learning Questionnaire (44 item, α=0.918). Partisipan dari penelitian ini berjumlah 207 mahasiswa D3/D4/S1 dari seluruh Indonesia. Untuk menguji peran mediasi, digunakan teknik analisis menggunakan Micro Process Hayes pada SPSS versi 26.0. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa growth mindset dapat meningkatkan kegigihan mahasiswa dalam mempersiapkan karier di masa pandemi Covid-19 dan dimediasi secara parsial oleh regulasi dalam belajar. Lebih lanjut, mediasi yang dilakukan memiliki kontribusi untuk memperkuat hubungan antara growth mindset dengan kegigihan. Penelitian ini memiliki implikasi praktis yang dapat dilakukan lembaga pendidikan, konselor maupun psikolog yang praktik di klinik mahasiswa (career developmental center) untuk meningkatkan kegigihan mahasiswa dengan menggunakan growth mindset dan SRL sebagai landasan intervensi
Appreciative Inquiry, Can It Build a Sense of Community?
Post-pandemic has a long-lasting impact on social organizations in a community. The involvement of members of social organizations is the primary factor that is highly required. In social organizations, a core value known as a sense of community is essential to ensuring the organization's long-term viability and promoting the active participation of all its constituent parts. This study aims to determine the effectiveness of appreciative inquiry in building a sense of community in organizations. A total of 30 participants from all social organizations in Malang Regency were involved in this study. Data analysis used the Paired Sample T-Test based on the pretest and post-test results. The results showed that the value of T = 3.092 > 1.701 with p = 0.000 1,701 dengan p= 0,000 < 0,005 sehingga dapat diartikan bahwa Appreciative Inquiry memiliki peran signifikan terhadap peningkatkan sense of community yang dapat ditunjukkan dengan anggota organisasi berhasil merancang impian organisasi serta merancang perubahan berupa GOAT Strategy. Implementasi Appreciative Inquiry oleh organisasi diharapkan dapat memberikan pengalaman bagi anggota organisasi sosial sehingga mampu mengembangkan organisasi
Life Satisfaction of Emerging Adulthood in Indonesia: In the Shadow of Affluenza
Life satisfaction is what every human being craves. Meanwhile, lifestyles and desires are increasingly dynamic and increasing day by day. In today's social environment, there is a phenomenon called affluenza, as a form of fulfilling a lifestyle during one's social environment. This study aims to introduce the phenomenon of affluenza in Indonesia, especially in its effect on life satisfaction itself. The research design was carried out quantitatively, by measuring variables using the affluenza scale which totaled 21 items and Cronbach's alpha of 0.840 as well as the life satisfaction scale with 5 items and Cronbach's alpha of 0.827. Respondents in this study were 110 people, who were taken using the snowball sampling technique. The presented data was processed using the linear regression test and r square, where the results of the data analysis showed P = 0.425 with an r square of 0.006. It can be interpreted that affluenza has no significant effect on life satisfaction and contributes 0.6%. So that it can be concluded that there is a need for further studies related to the affluenza phenomenon in Indonesia and exploration with other variables, considering that this research one of the first study to examine the affluenza phenomenon empirically in Indonesia.Kepuasan hidup merupakan hal yang didambakan setiap manusia. Sementara itu, gaya hidup dan keinginan semakin dinamis dan meningkat kian harinya. Dalam lingkungan sosial saat ini, terdapat fenomena yang disebut affluenza, sebagai bentuk pemenuhan gaya hidup ditengah-tengah lingkungan sosial seseorang. Penelitian ini bertujuan guna mengenalkan fenomena affluenza di Indonesia, terkhusus dalam pengaruhnya terhadap kepuasan hidup itu sendiri. Desain penelitian dilakukan secara kuantitatif, dengan mengukur variabel menggunakan skala affluenza yang berjumlah 21 aitem dan alpha cronbach sebesar 0,840 Serta skala kepuasan hidup dengan aitem sebanyak 5 dan alpha cronbach sebesar 0,827. Responden dalam penelitian ini sebanyak 110 orang, yang diambil dengan menggunakan teknik snowball sampling. Data yang tersaji diolah menggunakan uji regresi linear dan r square, dimana hasil analisa data menunjukkan P = 0,425 dengan r square sebesar 0,006. Dapat diartikan bahwa affluenza tidak terlalu berpengaruh terhadap kepuasan hidup, dan memberikan kontribusi sebesar 0,6%. Sehingga dapat disimpulkan perlu adanya kajian lebih lanjut terkait fenomena affluenza di Indonesia serta eksplorasi dengan variabel-variabel lainnya, mengingat penelitian ini merupakan salah satu yang pertama dalam mengkaji fenomena affluenza secara empiris di Indonesia