eJournals System Universitas Mulawarman
Not a member yet
4795 research outputs found
Sort by
Hierarki Kebutuhan Tokoh Utama dalam Novel Represi Karya Fakhrisina Amalia: Kajian Psikologi Sastra Abraham Maslow
Penelitian ini berfokus pada analisis hierarki kebutuhan tokoh utama dalam novel Represi (2018). Hierarki kebutuhan merupakan susunan kebutuhan bertingkat yang tersusun berdasarkan kebutuhan terendah hingga tertinggi. Tujuan penelitian ini ialah untuk: (1) mendeskripsikan fakta cerita dalam novel Represi karya Fakhrisina Amalia; (2) mendeskripsikan hierarki kebutuhan tokoh utama dalam novel Represi karya Fakhrisina Amalia. Penelitian ini merupakan penelitian studi pustaka dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data yang digunakan ialah kata, frasa, kalimat, dan wacana yang terdapat dalam novel Represi, sumber datanya ialah novel Represi karya Fakhrisina Amalia. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah teknik baca dan catat serta teknik analisis data, yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teori pendukung yang digunakan ialah teori fakta cerita Robert Stanton dan teori hierarki kebutuhan Abraham Maslow. Hasil dari penelitian ini, tokoh utama dalam novel Represi ialah Anna. Novel ini menggunakan alur campuran, latar tempat yang digunakan ialah Kota Yogyakarta. Berdasarkan hasil analisis hierarki kebutuhan pada tokoh utama, Anna memiliki lima kebutuhan manusia seperti dalam teori hierarki kebutuhan, yakni (1) kebutuhan fisiologis dipenuhi melalui makanan dan minuman yang dikonsumsi serta beristirahat yang cukup; (2) kebutuhan rasa aman melalui kepedulian orang tua dan sahabat-sahabatnya; (3) kebutuhan rasa cinta dan rasa memiliki dari Saka yang mencintainya; (4) kebutuhan harga diri dari pujian yang diberikan oleh Nabila saat sesi konsultasi serta; (5) kebutuhan aktualisasi diri dengan menerima masalah dan meyakini adanya pilihan hidup. Dengan terpenuhinya kelima hierarki kebutuhan tersebut maka Anna telah mencapai aktualisasi diri continued freshness of appreciation atau mensyukuri segala hal yang terjadi dalam hidupnya
Measurement of Parenting Types Based on Adolescent Perspective: Modification and Content Validity Analysis of the Parenting Styles and Dimensions Questionnaire (PSDQ)
Parents develop their own rules for their children by having appropriate parenting methods. Measurements of parenting style types from several studies were measured based on parents' perspectives, while very rarely measurements of parenting style types were assessed based on adolescents' perspectives. Therefore, this research aims to test content validity by modifying the Parenting Styles and Dimension Questionnaire (PSDQ) measuring instrument compiled by Robinson et al (1995) which has three factors, namely authoritative 15 items, authoritarian 12 items and permissive 5 items with a total of 32 items with the aim of this measuring tool can be used for teenagers. The research method used in this research is quantitative descriptive involving three expert panels in the fields of Developmental Psychology, Child and Adolescent Psychology and Psychometrics. Data analysis uses Content Validity Ratio (CVR). The research results show that each type of parenting style is invalid, because the average value of V Aiken is below 1.00. Based on these results, improvements to the scale were carried out in accordance with expert advice before conducting a reliability test analysis to measure the consistency of the PSDQ scale in adolescents. After the scale was revised and distributed to a number of 72 teenagers with an age range of 12-21 years, the results showed that this modified PSDQ modification scale for authoritative had a reliability of 0.935, authoritarian of 0.872 and permissive of 0.631. The implication of this research is that it can help in measuring the type of parenting style of parents from the perspective of adolescents by looking at parents' behavior in caring for them.Orang tua mengembangkan aturan-aturan tersendiri bagi anaknya dengan memiliki cara pengasuhan yang sesuai. Pengukuran tipe pola asuh dari beberapa penelitian diukur berdasarkan perspektif orang tua, sementara sangat jarang pengukuran tipe pola asuh dinilai berdasarkan perspektif remaja. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk melakukan uji validitas isi dengan memodifikasi alat ukur Parenting Styles and Dimension Questionnaire (PSDQ) yang disusun oleh Robinson et al (1995) yang memiliki tiga faktor yaitu otoritatif 15 item, otoriter 12 item dan permisif 5 item dengan total 32 item dengan tujuan alat ukur ini dapat digunakan untuk remaja. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan melibatkan tiga panel ahli di bidang Psikologi Perkembangan, Psikologi Anak dan Remaja serta Psikometri. Analisis data menggunakan Content Validity Ratio (CVR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap tipe pola asuh tidak valid, karena nilai rata-rata V Aiken dibawah 1,00. Berdasarkan hasil tersebut, perbaikan skala dilakukan sesuai dengan saran ahli sebelum dilakukan analisis uji reliabilitas untuk mengukur konsistensi dari skala PSDQ pada remaja. Setelah skala direvisi dan disebarkan kepada sejumlah 72 remaja dengan rentang usia 12-21 tahun, didapatkan hasil bahwa skala modifikasi PSDQ untuk otoritatif memiliki reliabilitas sebesar 0.935, otoriter sebesar 0.872 dan permisif sebesar 0.631. Implikasi penelitian ini dapat membantu dalam mengukur tipe pola asuh orang tua dalam perspektif remaja dengan melihat perilaku orang tua dalam mengasuh mereka.Orang tua mengembangkan aturan-aturan tersendiri bagi anaknya dengan memiliki cara pengasuhan yang sesuai. Pengukuran tipe pola asuh dari beberapa penelitian diukur berdasarkan perspektif orang tua, sementara sangat jarang pengukuran tipe pola asuh dinilai berdasarkan perspektif remaja. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk melakukan uji validitas isi dengan memodifikasi alat ukur Parenting Styles and Dimension Questionnaire (PSDQ) yang disusun oleh Robinson et al (1995) yang memiliki tiga faktor yaitu otoritatif 15 item, otoriter 12 item dan permisif 5 item dengan total 32 item dengan tujuan alat ukur ini dapat digunakan untuk remaja. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan melibatkan tiga panel ahli di bidang Psikologi Perkembangan, Psikologi Anak dan Remaja serta Psikometri. Analisis data menggunakan Content Validity Ratio (CVR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap tipe pola asuh tidak valid, karena nilai rata-rata V Aiken dibawah 1,00. Berdasarkan hasil tersebut, perbaikan skala dilakukan sesuai dengan saran ahli sebelum dilakukan analisis uji reliabilitas untuk mengukur konsistensi dari skala PSDQ pada remaja. Setelah skala direvisi dan disebarkan kepada sejumlah 72 remaja dengan rentang usia 12-21 tahun, didapatkan hasil bahwa skala modifikasi PSDQ untuk otoritatif memiliki reliabilitas sebesar 0.935, otoriter sebesar 0.872 dan permisif sebesar 0.631. Implikasi penelitian ini dapat membantu dalam mengukur tipe pola asuh orang tua dalam perspektif remaja dengan melihat perilaku orang tua dalam mengasuh mereka
Teen Anger Management and Education: Anger Management for Adolescent Perpetrators of Violence in Special Child Development Institutions Class II Jakarta
Cases of violence committed by adolescents are quite high, indicating that violence behavior in adolescents often occurs. One of many causes of violent behavior is unmanaged anger. Acts of violence are considered as a crime, hence the perpetrators could be punished and put in a Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Class II Jakarta. This study aims to investigate the effectiveness of the Teen Anger Management and Education (TAME) intervention program to improve anger management on perpetrators in Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Class II Jakarta. The sampling technique used for this research is purposive sampling with the criteria of adolescents aged 17-19 years old who are the perpetrators of violence. The method used is a mixed method, an approach that combines quantitative and qualitative research methods. Data collected through a State-Trait Anger Expression Inventory - 2 (STAXI-2) questionnaire are analyzed by paired sample t-test using the SPSS program. The result is that the value of Sig. (2-tailed) is 0.170 > 0.05, which explains that the TAME intervention program given to perpetrators at LPKA Class II Jakarta is less significant in increasing anger management on participants. Meanwhile, the qualitative result shows changes in participant’s anger management through activeness and changes in behavior while participating in the program. Data kasus kekerasan yang dilakukan oleh remaja terbilang cukup tinggi, menandakan bahwa perilaku kekerasan pada remaja marak terjadi. Salah satu penyebab perilaku kekerasan adalah karena emosi marah yang tidak dikelola dengan baik. Tindakan kekerasan merupakan pelanggaran hukum sehingga pelakunya dapat dikenakan hukuman yang membuatnya berada di Lembaga Pembinaan Khusus Anak. Penelitian ini memiliki tujuan untuk melihat efektivitas program intervensi Teen Anger Management and Education (TAME) untuk meningkatkan anger management pada remaja pelaku kekerasan yang berada di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Jakarta. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan kriteria anak binaan yang menjalani masa pidananya karena kasus kekerasan dan berumur 17-19 tahun. Metode yang digunakan adalah mixed-method, yakni pendekatan yang menggabungkan antara metode penelitian kuantitatif dan kualitatif. Data yang tertampung melalui kuesioner alat ukur State-Trait Anger Expression Inventory - 2 (STAXI-2) dianalisis dengan uji paired sample t-test menggunakan program SPSS. Diperoleh hasil bahwa nilai Sig. (2-tailed) adalah sebesar 0.170 > 0.05 sehingga dapat dijelaskan bahwa program intervensi TAME yang diberikan kepada pelaku kekerasan di LPKA Kelas II Jakarta kurang signifikan dalam meningkatkan anger management partisipan. Sedangkan berdasarkan hasil metode kualitatif, menunjukkan bahwa anger management dari partisipan menunjukkan adanya perubahan melalui keaktifan dan perubahan perilaku selama mengikuti kegiatan.
Role of Health Belief Model on Preparedness of Trenggalek Community in Facing Earthquake Disasters: Study in ‘Desa Tangguh Bencana’ Program
Desa Tangguh Bencana (Destana) is a community-based disaster risk reduction program developed by the Indonesian government to increase community preparedness against disaster. Destana is a village that can recognize threats in its territory, able to organize community resources to reduce vulnerability, and increase capacity to reduce disaster risk. This study aims to determine the role of the aspects of the Health Belief Model in the preparedness of the Destana community in Trenggalek Regency in dealing with earthquakes. This research was conducted on 65 participants with an age range of 18-59 years, have received the Destana program and has a high risk of earthquakes in Trenggalek Regency. Data collection used two questionnaires, namely, the Earthquake Readiness Scale (ERS) to measure community preparedness in dealing with earthquakes, and the General Disaster Preparedness Belief (GDPB) to measure people's confidence in preparedness which was designed based on the Health Belief Model. The process of collecting data is done by field survey. The data analysis technique used in this study is the Multiple Linear Regression Test. The results of the study show that there are 2 aspects of HBM that have a role in preparedness, namely Self-Efficacy and Perceived Severity. Self-efficacy has a positive role in preparedness, which means that the higher the community's confidence in dealing with the impact of a disaster, the more likely the community is to behave in a prepared manner. Perceived severity has a negative role in preparedness, meaning that the lower the public's perception of the impact of an earthquake hazard, the higher the probability that the community will take preparedness. Future research can conduct the research by incorporating other theory or approach considering Health Belief Model simultaneously do not consistently influence behavior.Desa Tangguh Bencana (Destana) merupakan program pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat yang dikembangkan pemerintah Indonesia sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat. Destana adalah sebuah desa atau kelurahan yang memiliki kemampuan untuk mengenali ancaman di wilayahnya, mampu mengorganisir sumber daya masyarakat untuk mengurangi kerentanan, dan meningkatkan kapasitas demi mengurangi risiko bencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran aspek-aspek Health Belief Model terhadap kesiapsiagaan masyarakat Destana di Kabupaten Trenggalek dalam menghadapi gempa bumi. Penelitian ini dilakukan pada 65 orang partisipan dengan rentang usia 18-59 tahun dari salah satu yang telah menerima program Destana dan memiliki risiko gempa bumi tinggi di Kabupaten Trenggalek. Pengambilan data menggunakan dua kuesioner yaitu, Earthquake Readiness Scale (ERS) untuk mengukur kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi gempa bumi, dan General Disaster Preparedness Belief (GDPB) untuk mengukur keyakinan masyarakat terhadap kesiapsiagaan yang dirancang berdasarkan Health Belief Model. Proses pengambilan data dilakukan dengan survey lapangan. Teknik analisis data yang dilakukan pada penelitian ini adalah Uji Regresi Linier Berganda. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terdapat 2 aspek HBM yang memiliki peran terhadap kesiapsiagaan yaitu Self-Efficacy dan Perceived Severity. Self-efficacy memiliki peran yang positif terhadap kesiapsiagaan, yang berarti semakin tinggi keyakinan masyarakat dalam menghadapi dampak bencana, semakin besar kemungkinan masyarakat berperilaku siap siaga. Percieved severity memiliki peran yang negative terhadap kesiapsiagaan, artinya, semakin turun persepsi masyarakat terhadap dampak bahaya gempabumi, semakin tinggi kemungkinan masyarakat melakukan kesiapsiagaan. Penelitian selanjutnya diharapkan bisa menggunakan pendekatan model atau teori lain karena aspek Health Belief Model secara bersamaan tidak konsisten mempengaruhi perilaku
Analisis Komparasi Kinerja Keuangan Sebelum Dan Saat Terjadi Pandemi Covid-19 Pada Perusahaan Farmasi Milik BUMN Yang Terdaftar Di BEI Periode 2019-2020
Kinerja keuangan merupakan gambaran informasi yang sangat penting dalam menilai kondisi perusahaan atas aktivitas yang telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan kinerja keuagan antara sebelum dan saat terjadi pandemi covid-19 pada perusahaan farmasi milik BUMN yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian komparatif pendekatan kuantitatif dengan membandingkan kinerja keuangan tahun 2019 yang menggambarkan sebelum pandemi covid-19 dan kinerja keuangan tahun 2020 yang menggambarkan saat terjadinya pandemi covid-19. Dalam penelitian in data yang digunakan adalah data skunder dikumpulkan dengan metode dokumentasi yang sumber datanya berasal dari website Bursa Efek Indonesia (BEI) www.idx.co.id. Hasil pengujian mengguna uji wilcoxon signed rank test yang menunjukkan tidak ada perbedaan kinerja keuangan antara sebelum dan saat terjadi pandemi covid-19 yang diukur dengan rasio likuiditas, rasio solvabilitas, rasio profitabilitas, rasio aktivitas dan rasio nilai pasar
Analisis Strategi Dinas Pariwisata Dalam Meningkatkan Layanan Informasi Kepariwisataan Daerah Melalui Tourism Information Centre (TIC) Kota Samarinda
Tourism Information Centre berfungsi sebagai penyedia informasi terkait dengan destinasi wisata di suatu daerah. Sejak pembangunan selesai pada tahun 2018 lalu diresmikan pada tahun 2020, Tourism Information Centre Kota Samarinda tidak memiliki banyak pengunjung dikarenakan pandemi covid-19. Namun kembali beroperasi secara normal pada pertengahan tahun 2021 hingga sekarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi Dinas Pariwisata dalam meningkatkan kualitas pelayanan serta menganilisis faktor pendukung dan penghambat dalam pengelolaan Tourism Information Centre (TIC) kota Samarinda. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik purposive sampling untuk pengambilan sampel sumber datanya. Data diperoleh dengan teknik wawancara, observasi langsung, dan dokumentasi. Teknik analisis data melalui empat alur kegiatan, yaitu pengumpilan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan simpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi dinas pariwisata dalam meningkatkan kualitas pelayanan informasi kepariwisataan daerah melalui Tourism Information Centre sudah terpenuhi dari segi fasilitas yang tersedia dan pelayanan informasi namun belum maksimal dari segi pengelolaannya. Hal tersebut dapat dilihat dari sumber daya manusia yang kurang memadai. Dukungan dari pemerintah kota dalam penganggaran, penyediaan sarana dan prasarana serta kemitraan dengan pelaku bisnis pariwisata menjadi faktor pendukung dalam pengelolaan Tourism Information Centre, sedangkan faktor penghambatnya adalah sumber daya manusia dan pandemic covid-1
The Relationship between Diabetes Mellitus with Senile Cataracts
A cataract is any condition of cloudiness of the eye lens (lens opacity) caused by denaturation of lens proteins, lens hydration, or both. Senile cataract refers to cataracts suffered by patients aged > 50 years. Cataract is a multifactorial disease. About 90% of cataract incidence is related to age. Other factors such as radiation exposure, trauma, medicine, or the presence of systemic disorders are also involved in diabetes melitus. The study’s goal was to analyze the relationship between diabetes mellitus and the incidence of senile cataract. The research was carried out using an analytical observational method and utilized a case-control study approach with individual matching. The data was taken from the medical record installation at the Eye Clinic of SMEC Samarinda with a purposive sampling method. The sample in this study included patients with eye disorders or diseases.The patients with a cataract diagnosis were involved as the case group, while non-cataract patients as the control group. All patients were received treatment at the SMEC Samarinda Eye Clinic in the period January to December 2021 and already met the research sample criteria. The data then tested using the Chi-Square test with a significance value of p <0.05, which was considered significant. A total of 334 samples were obtained, consisting of 167 case samples and 167 control samples. The results indicated that there was a relationship between diabetes mellitus and senile cataract (p = 0.000) with an odds ratio (OR) value of 3.150. It can be concluded that diabetes mellitus had a relationship with the incidence of senile cataract, since patients with diabetes mellitus were 3.150 times more at risk of suffering senile cataracts than non-diabetics patients
Application of Transformational Leadership Method to Increase Job Satisfaction
This study used meta-analysis through a literature review of 20 international research journals involving 5,047 participants from various professional backgrounds according to the research. This study aims to look at the relationship between leadership style (transformational leadership) and job satisfaction. The method used is meta-analysis with jamovi 1.2.27.0 using the Multifactor Leadership Questionnaire, Minnesota Satisfaction Questionnaire, Path-Goal Theory of Leadership Questionnaire and Job Satisfaction Survey/Scale measurement tools. The results obtained are that Transformational Leadership is effective in increasing job satisfaction (d=0.68; large effect size). The results of this study indicate that the transformational leadership style has a significant effect on increasing job satisfaction. The style of transformational leadership has a significant effect on job satisfaction in a good work environment, a good salary system, and certainty of the status of employees. It will be different if this leadership style is applied to organizations that still need a good work environment, a salary system that is not yet good, and the status of employee is uncertain.Penelitian ini menggunakan meta-analisis melalui review literatur 20 jurnal penelitian internasional melibatkan 5.047 partisipan dari berbagai latar belakang profesi sesuai penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara leadership style dan job satisfaction. Metode yang digunakan adalah meta-analisis dengan jamovi 1.2.27.0 menggunakan alat ukur Multifactor Leadership Questionnaire, Minnesota Satisfaction Questionnaire, Path-Goal Theory of Leadership Questionnaire dan Job Satisfaction Survey/Scale. Hasil yang didapatkan ialah Transformational Leadership efektif dalam meningkatkan job satisfaction (d=0,68; large effect size). Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa gaya kepemimpinan transformasional (transformational leadership) berpengaruh signifikan untuk meningkatkan kepuasan kerja (job satisfaction). Gaya kepemimpinan transformasional (transformational leadership) berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja (job satisfaction) pada lingkungan kerja yang bagus, sistem penggajian yang bagus, dan kepastian status pegawai/karyawan. Akan berbeda apabila gaya kepemimpinan tersebut diterapkan pada organisasi yang masih membutuhkan lingkungan kerja yang bagus, sistem penggajian yang belum bagus, dan status karyawan/pegawai yang belum pasti
PENDUGAAN UMUR UDANG BINTIK PUTIH (Metapenaeus lysianassa) HASIL TANGKAPAN SIANG HARI DI PERAIRAN SAMBOJA KUALA KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
The waters of Samboja Kuala are areas rich in fishery resources. Bird Shrimp (Metapenaeus lysianassa) is one of the biggest catches in Samboja Kuala, Kutai Kartanegara Regency, this shrimp is caught using trawl during the day. The purpose of this study is to determine the sex ratio, estimated age of shrimp, estimated mortality, and recruitment patterns. This research was conducted in November-December 2019. The result showed that the sex ratio of male and female Bird Shrimp (Metapenaeus lysianassa) was 1.00: 26.78. The growth rate (K) of male Bird Shrimp was 0.39 and in female Bird Shrimp was 0.86 and the estimated value of length in nature (L∞) of male Bird Shrimp was 66.59 and in female Bird Shrimp was 80,11. Mortality rates in male Bird Shrimp die faster than female shrimp caused by factors of natural conditions. The new addition (Recruitment) of Bird Shrimp occurred at the peak of August with the proportion in male shrimp of 22.88%, and in female shrimp of 22.17%
KANDUNGAN LOGAM BERAT Pb Cu DAN Hg PADA IKAN GAGOK (Mystus wolffii) DI SUNGAI MAHAKAM DESA JEMBAYAN KECAMATAN LOA KULU KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA KALTIM
The Mahakam River is the largest river that divides the province of East Kalimantan, where its flow circles the areas of Kutai Kartanegara Regency, Kutai Barat Regency and Samarinda City. Community activities such as household activities, plantations, fishery cultivation and mining are daily activities along the river. The existence of Gagok fish (Mystus wolffii) which is easily found by the community as a result of their daily catch in the Mahakam had been made an object used as an indicator organism of heavy metal pollution due to activities along the river. This research was conducted for 6 months, at 5 stations based on where the Gagok fish (Mystus wolffii) was caught by analyzing the heavy metal content in the gills, kidneys and meat of Gagok fish (Mystus wolffii) and related to the influence of water quality using atomic absorption analysis (AAS) and Chi-square test. The conclusion showed that the heavy metal content found in the kidneys was dominated by Cu with a value ranging from 0.33 mg / kg - 0.76 mg / kg, in the gills was dominated by Pb, with a value ranging from 0.34 mg / kg - 0.90 mg / kg, and in the meat the Pb and Cu values were not dominant, while Hg was not found in all parts. However, after being compared with the metal quality standard in organisms (SK Dirjen POM no 072/B/SK/VII/89) it is below the maximum contamination limit