eJournals System Universitas Mulawarman
Not a member yet
    4795 research outputs found

    Collaborative Governance dalam pengembangan wisata Telaga Sewu di Desa Duren Sewu Kecamatan Pandaan Kabupaten Pasuruan

    Get PDF
    This research describes, analyzes and interprets collaborative governance in the form of a partnership pattern between the Village Government, the Private Sector and the Community in the development of Telaga Sewu Tourism in Duren Sewu Village, Pandaan District, Pasuruan Regency. The research method used is a qualitative method with a case study approach. The results of the research show that the basis or reason for the partnership between the Village Government, the Private sector and the Community in developing Telaga Sewu Tourism in Duren Sewu Village is political reasons, all parties entered into a partnership based on the interest of gaining profits. The village government can improve the realization of a democratic government, while the private sector can increase income and the community can increase family income or economy. Then there are economic reasons, where partnerships are implemented to improve the welfare of the Duren Sewu community, reduce inequality and poverty and increase income. Meanwhile, for administrative reasons, the village government entered into a partnership because it was constrained by a lack of budget for developing Telaga Sewu tourism, while the private sector entered into a partnership because they did not have complete equipment and recruited people as employees at Telaga Sewu Tourism due to a lack of natural resources. Meanwhile, the partnership pattern between the village government, the private sector and the community in developing Telaga Sewu tourism in Duren Sewu Village is more inclined towards a mutualistic partnership pattern

    Correlation between Food Consumption Frequency, Protein Intake, and Micronutrients with Anemia in Young Girls at SMAN 2 Tambun Selatan.

    No full text
    The term anemia refers to a condition when the number of red blood cells or erythrocytes in the body is insufficient to meet a person's physiological needs. Diet, infection, and genetics are some of the multifactors that contribute to the pathogenesis of anemia. Hemoglobin levels are influenced by dietary intake and the type of food consumed by a person. This study aims to determine the relationship of food consumption frequency and intake to anemia. This type of research is analytic observational research with cross sectional design. The research was conducted at SMAN 2 Tambun Selatan with a sample of 147 respondents taken using simple random sampling. Data analysis used gamma test. The results showed that there was a significant relationship between the frequency of food consumption of heme iron (p-value = 0.001) and vitamin B12 (p-value = 0.022). The frequency of consumption of other foods such as non-heme iron, iron inhibitors, folic acid, and vitamin C had no relationship or p-value >0.05. In the food intake variable, there was a relationship, namely protein intake (p-value = 0.015), iron (p-value = 0.004), and folic acid (p-value = 0.004). Dietary intake of vitamin B12 and vitamin C had no association or p-value >0.05. The conclusion in this study is that the frequency of food consumption that has a relationship is only heme iron and vitamin B12. The intake that is related is the intake of protein, iron, folic acid

    Automasi Kontrol Suhu, Pencahayaan, Feeder pada Aquascape Berbasis Internet Of Things

    Get PDF
    Aquascape adalah seni merancang akuarium dengan menggabungkan unsur -unsur tanaman air, ikan, dan ornamen untuk menciptakan estetika. Perawatan aquascape bukan tanpa tantangan, kendala sering terjadi dalam pemantauan kondisi lingkungan seperti suhu air yang tidak stabil dan pencahayaan optimal. Untuk mengatasi ini, sistem sistem otomatis dirancang berdasarkan Internet of Things (IoT) dan dapat mengendalikan kontrol lingkungan akuarium. Sistem ini menggunakan tampilan informasi tentang NODEMCU ESP8266 untuk koneksi WLAN, sensor suhu DS18B20 untuk pengukuran suhu air, modul RTC untuk membaca, LCD dan platform Dingen.io. Saat suhu tercapai pada suhu di atas 28 ° C dan pemanasan relai terjadi, sistem secara otomatis mengaktifkan relai kipas mencapai ≥28°C dan relay heater jika suh

    The Relationship of The Delivery Process to The Risk of Postpartum Depression at RSIA Pucuk Permata Hati

    Get PDF
    Background : Pregnancy and childbirth are periods of life full of potential stress. A woman in the period of pregnancy and the postpartum period tends to experience considerable stress due to limited physical conditions that make her have to limit activities and undergo the process of adaptation to become a mother. This period has the potential for postpartum depression. This study aims to determine the relationship between postpartum depression in mothers who gave birth normally and mothers who gave birth through Sectio Caesarea. Methods: The research subjects were 30 mothers who gave birth and experienced postpartum depression at Pucuk Permata Hati Hospital. This study used the Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) questionnaire. The data were analyzed by statistical product and service solution (SPSS) using the chi square test method. Results: The prevalence of postpartum depression at RSIA Pucuk Permata Hati using EPDS scoring, most of the respondents who experienced postpartum depression were 26 people (72.2%) through cesarean section and 4 people (16.7%) went through normal delivery. Conclusion: The significance value obtained is 0.000 so that the p value <0.05. This indicates that there is a significant relationship between the delivery process and the risk of postpartum depression at RSIA Pucuk Permata Hati. The OR value was found to be 13, which indicates that respondents who delivered caesarean section had a 13 times chance of experiencing depression

    Determinants of Factors Affecting Timeliness of Measles Rubella Immunization During the Covid-19 Pandemic

    Get PDF
    Cakupan imunisasi measles rubella (MR) di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah tahun 2017 sampai 2019 mengalami peningkatan dengan puskesmas yang memiliki cakupan tiga terendah berturut – turut di Puskesmas Tempuran. Tahun 2020 terjadi penurunan yang signifikan cakupan imunisasi MR di Puskesmas Tempuran dengan sebanyak 22% ibu tidak tepat waktu dalam imunisasi. Penelitian bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan ketepatan waktu imunisasi MR selama pandemi Covid-19 di Puskesmas Tempuran Kabupaten Magelang. Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini ibu yang memiliki bayi usia 9 – 12 bulan, dengan teknik sampling cluster sampling pada 100 responden di seluruh kelurahan. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner, data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil menunjukkan bahwa ketepatan waktu dalam imunisasi MR selama pandemi Covid-19 masih rendah (8%) hasil uji Chi-Square menunjukkan bahwa variabel sikap ibu terhadap imunisasi berhubungan dengan ketepatan waktu imunisasi MR, sedangkan pengetahuan ibu, persepsi beban kerja, akses ke layanan imunisasi, persepsi sistem layanan imunisasi, dukungan kader, keanggotaan dalam grup whatsapp imunisasi, dan persepsi kebutuhan imunisasi tidak berhubungan dengan ketepatan waktu imunisasi MR. Pandemi Covid-19 membuat sikap ibu tidak dapat optimal dikarenakan ketakutan orang tua akan tertular virus Covid-19 di tempat pelayanan, keterbatasan stok vaksin dan pelaksanaan imunisasi tidak sesuai jadwal sehingga pihak puskeskmas perlu melakukan berbagai upaya dengan memberikan promosi terkait imunisasi yang aman dimasa pandemi serta pentingnya melakukan imunisasi secara tepat waktu  dengan memanfaatkan media whatsapp dan sosial lain dan berkoordinasi dengan dinas kesehatan terkait pengadaan stok vaksi

    ANALISIS KETERKAITAN KELIMPAHAN MIKROPLASTIK DENGAN SAMPAH PLASTIK PADA SUNGAI MAHAKAM DI DESA SEBULU MODERN KECAMATAN SEBULU

    Get PDF
    Salah satu permasalahan sampah nasional yaitu adanya sampah plastik yang dapat menyebabkan pencemaran lingkungan dan diperparah dengan pembuangan sampah yang tidak pada tempatnya. Akumulasi sampah plastik dalam waktu lama menyebabkan plastik tersebut terurai menjadi kepingan partikel dengan ukuran yang lebih kecil dan tak kasat mata atau biasa disebut mikroplastik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan bentuk mikroplastik dan jenis sampah plastik, mengetahui jenis polimer, serta mengetahui korelasi antara kelimpahan mikroplastik dengan jenis sampah plastik. Identifikasi mikroplastik dilakukan dengan penyaringan menggunakan plankton net dan kertas saring kemudian dianalisis secara visual menggunakan mikroskop serta instrumen FTIR. Pendataan jenis sampah dilakukan dengan metode monitoring yang dikembangkan oleh CSIRO.  Hasil analisis ditemukan mikroplastik dengan bentuk fiber, fragmen dan film dengan kelimpahan bentuk terbanyak yaitu fiber sebanyak 21 partikel/L. Jenis polimer yang ditemukan berdasarkan hasil analisis FTIR yaitu nylon dan politetraflouoroetilena (PTFE). Kelimpahan sampah plastik yang ditemukan yaitu PET, PVC, PP, LDPE, HDPE dan Other. Jenis sampah plastik yang paling mendominasi adalah LDPE sebesar 85,48%. Korelasi antara jenis sampah plastik dan kelimpahan bentuk mikroplastik yaitu adanya fluktuasi naik dan turun yang dipengaruhi oleh kegiatan masyarakat sekitar Sungai Mahakam selain itu dipengaruhi oleh proses degradasi yang lama dan waktu retensi yang rendah pada sungai sehingga kelimpahan yang ditemukan sedikit dibanding jenis sampah yang ditemukan

    Penggunaan ekstrak Bawang Tiwai (Eleutherine americana Merr) sebagai penghambat ketengikan minyak goreng curah

    Get PDF
    Bawang Tiwai (Eleutherine americana Merr) merupakan tanaman khas Kalimantan. Senyawa bioaktif dan antioksidan. Senyawa-senyawa tersebut memiliki kemampuan antioksidan yang dapat menghambat dan mereduksi radikal bebas. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap non faktorial (penambahan ekstrak bawang tiwai, EBT) dengan 4 taraf perlakuan (0, 15, 30 dan 40 g per 250 mL minyak) dengan 3 kali pengulangan. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam dilanjutkan dengan uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan penambahan ekstrak bawang tiwai berpengaruh nyata (p0,05) terhadap indeks biasnya. Penambahan EBT sebesar 30-45 g per 250 mL menaikkan titik asap minyak goreng curah hingga 155oC, sebaliknya menurunkan bilangan peroksidanya. Penambahan EBT hingga 30 g dapat mempertahankan mutu minyak goreng berdasarkan standar bilangan peroksidanya. Penambahan ekstrak bawang tiwai sebesar 15 g dan 30 g dapat mempertahankan bilangan peroksida sesuai SNI 3741:2013, yaitu maksimal 10 Mek O2/kg. Penambahan EBT pada minyak goreng curah mampu mempertahankan minyak goreng dari kerusakan walaupun telah beberapa kali digunakan pada proses penggorengan.

    PENYUSUNAN SCENARIO PLANNING TERKAIT PEMINDAHAN IBU KOTA NEGARA (IKN)

    Get PDF
    Ibu Kota Negara Republik Indonesia (IKN) saat ini diperankan oleh provinsi DKI Jakarta. Jakarta bukan hanya sebagai ibu kota negara Indonesia yang dalam hal ini berfungsi sebagai pusat administrasi instansi pemerintah dengan berbagai lokasi dan fungsi , namun juga sebagai pusat perdagangan dan bisnis yang serba guna. Selain itu banyak kegiatan perekonomian domestic dan internasional berlangsung di Jakarta terkait potensi dan kerentanan lingkungan hidup kota Jakarta, seperti banjir, tanah longsor, erosi air laut, pencemaran sungai yang sangat parah, dan kemacetan lalu lintas. Berdasarkan persoalan tersebut maka pemindahan ibu kota negara (IKN) harus dipersiapkan secara matang. Oleh karenanya penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi penyusunan scenario planning ( Alat Formulasi strategi untuk menghadapi masa depan) pemerintah dalam pemindahan ibu kota negara. Hasil dari penelitian ini  bahwa penyusunan scenario planning terkait pemindahan ibu kota negara dilihat dari banyak aspek, yaitu aspek sosiologis, geografis, geopolitik dan ekonomi serta strategi yang diuganakan dalam proses pemindahan ibu kota negara diharapkan dapat memberikan kontribusi terkait perbaikan tata kelola pemerintahan dan prosedur kolaboratif antara masyarakat dan pemerintah. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini menggunakan metode penelitian studi kepustakaan atau biasa disebut dengan studi literatur (library research)

    EFEKTIVITAS PENERAPAN METODE COMPUTER ASSISTED TEST (CAT) DALAM SELEKSI CASN DI PEMERINTAH KOTA BONTANG

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah penerapan metode Computer Assisted Test (CAT) dalam seleksi CASN Di Lingkungan Pemerintah Kota Bontang telah efektif dan faktor-faktor penghambat dan upaya mengatasi hambatan efektifitas penerapan metode tersebut. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Fokus pada penelitian ini yaitu efektivitas penerapan metode Computer Assisted Test (CAT) dalam seleksi Calon Aparatur Sipil Negara Di Lingkungan Pemerintah Kota Bontang dimana penerapan metode tersebut diharapkan dapat mencapai tujuan yang diinginkan secara efektif. Data yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis secara deskriptif melalui tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektifitas penerapan metode Computer Assisted Test (CAT) dalam seleksi Calon Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemerintah Kota Bontang diukur dengan menggunakan teori Duncan melalui : (a) pencapaian tujuan, (b) integrasi dan (c) adaptasi. dalam hal ini panitia seleksi daerah termasuk Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Kota Bontang menerapkan  metode Computer Assisted Test (CAT) dalam seleksi Calon Aparatur Sipil Negara sejak tahun 2014 dan telah ditemukan beberapa faktor penghambat efektifitas namun Pemerintah Kota Bontang telah melakukan berbagai upaya dalam mengatasi hambatan tersebut sehingga seleksi dapat berjalan secara efektif. Kata Kunci : Computer Assisted Test (CAT), Seleksi CASN, Efektifita

    ANALISIS MANTRA PESTA PANEN ADAT LOMPLAI SUKU DAYAK WEHEA DI DESA NEHAS LIAH BING KABUPATEN KUTAI TIMUR KAJIAN SEMIOTIKA

    Get PDF
    Aslam Cahya Putra, Kiftiawati, PurwantiProgram Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu BudayaUniversitas MulawarmanEmail: [email protected]  ABSTRAKKata kunci: suku dayak wehea, mantra, lomplai, sastra lisanSuku Dayak merupakan salah satu dari banyaknya suku di Indonesia. Selain terdiri dari banyak sub-suku, Suku Dayak juga kaya budaya. Salah satunya, Suku Dayak Wehea yang memiliki sebuah upacara pesta panen yang diadakan setahun sekali yaitu Lomplai. Tari-tarian dan pembacaan mantra yang menjadi salah satu keunikan acara ini. Penelitian ini berjudul “Analisis Mantra Pesta Panen Adat Lomplai Suku Dayak Wehea di Desa Nehas Liah Bing Kabupaten Kutai Timur Kajian Semiotik”. Rumusan masalah dalam penelitian ini ialah (1) bagaimana bentuk mantra yang digunakan dalam upacara adat Lomplai?, dan (2) bagaimana makna mantra yang digunakan dalam upacara adat Lomplai? Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Data dalam penelitian ini ialah kata, frasa, klausa, ataupun kalimat yang terdapat dalam objek penelitian yaitu mantra. Sumber data dalam penelitian ini adalah informan-informan yang diwawancarai oleh peneliti yang memenuhi kriteria yang telah ditentukan sehingga menghasilkan keputusan narasumber yaitu kepala adat Suku Dayak Wehea, para pelaku tetap upacara adat Lomplai, dan kepala Desa Nehas Liah Bing. Waktu penelitian di lapangan menghabiskan waktu selama 12 hari kerja. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, kemudian wawancara. Kemudian dilakukan pula dokumentasi untuk pengambilan beberapa gambar dan video (jika ada) dan selanjutnya mentranskrip data. Transkripsi data yaitu mengubah bentuk data dari lisan menjadi tulisan. Hasil wawancara yang telah diperoleh yang diolah menjadi teks yang selanjutnya dianalisis menggunakan teori yang ada.Hasil yang didapatkan dari penelitian ini yaitu (1) bentuk mantra berbentuk puisi. Analisis bentuk membawa peneliti pada kesimpulan bahwa semua mantra dalam upacara ini memiliki sifat mengeksplorasi bunyi, mengandung repetisi, memiliki rima yang hampir sama di tiap barisnya, dan diyakni masyarakat memiliki efek perubahan, dan (2) makna yang terkandung dalam mantra-mantra yang ada yaitu memuji dan meminta kehadiran para leluhur dalam upacara, memohon untuk melindungi padi dari hama, mengantar “pulang” roh-roh padi yang telah mati karena hama, penolak bala atau doa agar dijauhkan dari hal-hal buruk, dan berserah diri kepada leluhur dan dewa-dewa yang mereka yakini.   ABSTRACT Key Words: dayak wehea tribe, spell, lomplai, oral literature The Dayak tribe is one of many tribes which exist in Indonesia. Not only it has a sub-tribe, but the Dayak tribe is also rich in its culture. One of them was the Dayak Wehea tribe which has their harvest ceremony which was celebrated once a year, named Lomplai. The choreographies and the spell reading are one of the uniqueness that exists in this ceremony. This research entitled “The Analysis of The Harvest Ceremony’s Spell Lomplai Tradition The Dayak Wehea Tribe in Nehas Liah Bing village Kutai Timur Regency The Semiotic Study”. Research questions that formed in this research are (1) How the form of the spell was used in the Lomplai tradition ceremony?, and (2) How the meaning of the spell was used in the Lomplai tradition ceremony?This research is based on field research by using qualitative research as an approach. The data in this research is based on the words, phrases, clauses, or sentences that exist in the object of this research, which is the spell. The source of the data in this research is based from the informants interviewed by the writer selected based on the predetermined criteria hence to obtain the decision of the said informants, which are the Head Village of the Dayak Wehea tribe, The permanent executor of the ceremony Lomplai tradition, and the head Village Nehas Liah Bing. Research time took 12 working days in the field. The data collection techniques used required observation techniques and then interviews. Documentations are also carried out by taking several pictures and videos (if necessary or needed) and then transcribing the data. On top of that, the data transcription is changing the form of the data from spoken to interview. The interview managed to give its results obtained to be processed into the text, which is then analyzed by using the existing theory.The result from this research indicates that (1) The form of the spell is based on the poem. The analysis of the form leads the writers to conclude that each spell in this ceremony event has its personality to exploit the sound, contains repetition, has similar rhyme in each of its linear, and believed by the people that it has the effectiveness to change, and (2) The meanings contained in the spells are praising and asking for the presence of the ancestors of the ceremony, to beg them to protect their rice field from the pests, therefore to take “home” the spirits of the rice which have died because of the pests, thus repelling reinforcements or praying to be kept away from bad things. Which hope to surround themselves with their ancestors and the Gods they believe in

    4,239

    full texts

    4,795

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    eJournals System Universitas Mulawarman
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇