eJournals System Universitas Mulawarman
Not a member yet
4795 research outputs found
Sort by
Spiritual Intelligence and Emotional Intelligence on the Spiritual Leadership Style of Government Structural Officials
There is a phenomenon of structural officials of the Government of Aceh Tamiang Regency, Aceh Province who have not fulfilled their capacity as leaders, because there are still actions that deviate and do not follow existing procedures. The aim of the research was to determine the relationship between spiritual intelligence and emotional intelligence with the spiritual leadership style of the structural officials of the Government of Aceh Tamiang District, Aceh Province. The population of 109 officials and a sample of 52 people was obtained from the slovin formula and using a lottery random sampling technique. The method used is instrument test, validity and reliability test, classical assumption test, heteroscedasticity test, and linearity test. The research results obtained are that there is a positive and significant relationship between spiritual intelligence and spiritual leadership style. There is a positive and significant relationship between emotional intelligence and spiritual leadership style. Together there is a relationship between spiritual intelligence and emotional intelligence with spiritual leadership style. Thus, leaders must be able to improve their leadership development in terms of spiritual intelligence and emotional intelligence. These two things are very important in order to increase the spiritual leadership style of the leader. So the hypothesis in this study can be accepted theoretically. It is suggested that officials can develop the ability of spiritual intelligence and emotional intelligence through various ways such as: participating in ESQ training, participating in various spiritual education so that it can be used as a basis for conducting coaching.Adanya fenomena pejabat struktural Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang Provinsi Aceh yang belum memenuhi kapasitasnya sebagai pemimpin, karena masih adanya tindakan yang melenceng dan tidak mengikuti prosedur yang ada. Tujuan penelitian dilakukan untuk mengetahui hubungan kecerdasan spiritual dan kecerdasan emosional dengan gaya kepemimpinan spiritual pejabat struktural Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang Provinsi Aceh. Populasi sebanyak 109 orang pejabat dan sampel 52 orang diperoleh dari rumus slovin dan menggunakan teknik random sampling secara lotere. Metode yang digunakan adalah uji instrumen, uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik, uji heteroskedastisitas, dan uji linearitas. Hasil penelitian yang diperoleh adalah ada hubungan positif dan signifikan antara kecerdasan spiritual dengan gaya kepemimpinan spiritual. Ada hubungan positif dan signifikan antara kecerdasan emosional dengan gaya kepemimpinan spiritual. Secara bersama ada hubungan kecerdasan spiritual dan kecerdasan emosional dengan gaya kepemimpinan spiritual. Dengan demikian pemimpin harus mampu meningkatkan pengembangan kepemimpinannya secara kecerdasan spiritualitas maupun kecerdasan emosional. Kedua hal ini sangat penting guna peningkatan gaya kepemimpinan spiritual pada pemimpin. Sehingga hipotesis dalam penelitian ini dapat diterima secara teoritis. Disarankan agar pejabat dapat mengembangkan kemampuan kecerdasan spiritual dan kecerdasan emosional melalui berbagai cara seperti: mengikuti training ESQ, meengikuti berbagai pendidikan spiritual sehingga dapat dijadikan sebagai dasar untuk melakukan pembinaan.
Strategi Pengembangan Daya Tarik Wisata Taman Borneo Kota Samarinda
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengembangan daya tarik wisata yang dilakukan oleh Taman Borneo serta faktor pendukung dan penghambat dalam pengembangan daya tarik wisata Taman Borneo. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi dengan teknik analisis data yang melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Adapun hasil penelitian dengan komponen pariwisata 4A yaitu Atraksi, Aksesibilitas, Amenitas, Ansilari. Diketahui bahwa pihak pengelola akan melakukan perbaikan terlebih dahulu pada beberapa atraksi wisata yang mengalami kerusakan dan sedang berupaya untuk merealisasikan pembangunan waterboom serta menambahkan satwa-satwa sehingga lebih variatif, lalu aksesibilitas terkait lokasi mudah untuk ditemukan sebab telah tersedianya petunjuk arah akan tetapi kondisi lalu lintas di kawasan tersebut cukup mengkhawatirkan pengunjung sebab banyaknya truk bermuatan besar yang melintas sehingga dibutuhkannya juru parkir yang dapat membantu penyebrangan. Amenitas pada Taman Borneo pun terbilang masih kurang memadai sebab pos informasi dan penerapan protokol kesehatan masih belum tersedia atau diterapkan, anilari yang merupakan bentuk dukungan dari organisasi/kelembagaan pariwisata juga terbilang cukup mendorong dalam hal pengembangan Taman Borneo adanya dari pihak Dinas Pariwisata dan Asosiasi PUTRI (Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia)
Perancangan Sistem Informasi Dalam Rangka Strategi Pemasaran Digital Dengan Pendekatan Marketing Mix’s
Pemasaran adalah sarana yang digunakan dalam upaya untuk menginformasikan, membujuk, dan mengingatkan konsumen baik secara langsung maupun tidak langsung tentang produk dan merek yang mereka jual. Sedangkan pemasaran digital (digital marketing) merupakan suatu keadaan dimana pemasar harus menguasai tiga hal dari konsumen yaitu pikiran, hati dan semangat mengacu kepada pemasaran yang bersifat elektronik berbasis internet. Dalam penelitian ini, yang menjadi fokus adalah bagaimana merancang strategi komunikasi pemasaran digital yang dilakukan bisa menambah jumlah pengunjung desa wisata Sade sebagai penggerak perekonomian. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menjawab ketertarikan peneliti terhadap komunikasi pemasaran digital yang dilakukan masyarakat pengelola desa wisata berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab. Lombok Tengah untuk menjelaskan fenomena dengan sedalam-dalamnya melalui pengumpulan data yang bertujuan membuat deskriptif secara sistematis, faktual, dan akurat tentang fakta-fakta dan sifat-sifat populasi atau objek tertentu. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode SWOT dengan pendekatan marketing mix’s 7P. Pada tahap akhir dikembangkan sistem informasi desa wisata Sade berbasis web yang digunakan sebagai sarana kumunikasi pemasaran digital
Analisis Efisiensi Metode K-Nearest Neighbor dan Forward Chaining Untuk Prediksi Stunting Pada Balita
Permasalahan gizi buruk yang terjadi di Indonesia menjadi sebuah tantangan yang nyata bagi pemerintah maupun masyarakat. Salah satu gizi buruk kronis yang menyerang balita di Indonesia yaitu stunting (tubuh pendek). Masalah stunting sering dialami oleh anak-anak di Indonesia. Dalam satu dekade terakhir, balita yang terindikasi stunting cenderung tidak mengalami perbaikan. Jika terus dibiarkan stunting akan mengakibatkan masalah serius yang dapat mengganggu pertumbuhan dari anak. Oleh karena itu, diperlukan pencegahan sejak dini terkait masalah stunting pada anak. Pada penelitian kali ini akan dibuat sebuah website untuk melakukan deteksi stuntung pada balita. Penelitian dilakukan dengan membandingkan metode sistem pakar forward chaining yang menggunakan pengkondisian manual pada bahasa pemrograman python dan machine learning menggunakan K-Nearest Neighbor. Hasil dari sistem pakar forward chaining memiliki akurasi prediksi yang lebih baik karena dapat memprediksi dengan benar 10/10 pengujijan yang diberikan, sedangkan dengan menggunakan machine learning K-Nearest Neighbour hanya dapat memprediksi benar 8/10 pengujian yang telah diberikan. Kemudian metode yang terpilih akan dilakukan deploying kedalam website. Pada tahap deploying, metode yang digunakan adalah forward chaining
PERENCANAAN TEMPAT PENGOLAHAN SAMPAH TERPADU DI KECAMATAN ANGGANA KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Jumlah penduduk Kecamatan Anggana pada tahun 2018 sebanyak 45.710 jiwa, jumlah penduduk ini akan mempengaruhi jumlah timbulan sampah yang dihasilkan. Salah satu praktik pengelolaan sampah di Kecamatan Anggana adalah merencanakan pembangunan fasilitas pengolahan sampah berdasarkan prinsip 3R atau dikenal dengan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu. TPST yang akan dibangun harus berada di lokasi bebas banjir dan berada di pinggir jalan lokal. Pada penyelenggaraan TPST akan diarahkan dengan menggunakan konsep 3R dimana dilakukan upaya untuk mengurangi sampah sejak dari sumbernya pada skala komunal atau kawasan, untuk mengurangi beban sampah yang harus diolah secara langsung di TPA, dimana sampah organik akan diproses menjadi kompos, dan sampah non organik disalurkan ke pihak ketiga yang kemudian akan dilakukan proses daur ulang, sedangkan sampah yang akan dibuang ke TPA hanyalah sampah residu yang berupa popok bayi, pembalut wanita dan sterofoam, dan juga sampah yang tidak layak kompos. Direncanakan rancangan TPST ini akan mengelola sampah sebanyak 20.211,113 kg/hari dan juga volume sebesar 293,638 m3/hari dengan estimasi dana yang dibutuhkan untuk membangun TPST direncanakan sebesar Rp 14.301.992.110 (Empat Belas Milyar Tiga Ratus Satu Juta Sembilan Ratus Sembilan Puluh Dua Ribu Seratus Sepuluh Rupiah)
Opportunities and Rationality Against Academic Cheating
Although it is thought that the educational system will generate moral heirs to the country, the reality is that academic fraud is causing the nation's morale to crumble right now. scholastic fraud is an intentional act of dishonesty or fraud that is done in order to satisfy or finish scholastic requirements and/or duties. Opportunity and logic are two factors that contribute to academic dishonesty. Students commit academic fraud due to logic and abundant opportunities. The purpose of this study is to ascertain how opportunity and reason affect academic fraud. The study participants were current psychology faculty students. 191 participants were sampled via purposive random sampling. Data was gathered utilizing measuring instruments in the form of a Google Form, including opportunity scales, rationality scales, and academic fraud measures. employing multiple regression to analyze data. The examination of the data yields the significant value of p = 0.000 (0.000 0.005), which indicates that opportunity and rationality have an effect on academic cheating. The study's findings indicate that academic fraud occurs more frequently the more options and rationality pupils have.Sistem pendidikan dianggap akan melahirkan pewaris moral bagi negara, kenyataannya kecurangan akademik menyebabkan moral bangsa runtuh saat ini. penipuan skolastik adalah tindakan ketidakjujuran atau penipuan yang disengaja yang dilakukan untuk memenuhi atau menyelesaikan persyaratan dan / atau tugas skolastik. Peluang dan logika adalah dua faktor yang berkontribusi terhadap ketidakjujuran akademik. Mahasiswa melakukan kecurangan akademik karena logika dan kesempatan yang melimpah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memastikan bagaimana peluang dan alasan mempengaruhi kecurangan akademik. Peserta penelitian adalah mahasiswa fakultas psikologi saat ini. 191 peserta diambil sampelnya melalui purposive random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan alat ukur berupa Google Form, meliputi skala peluang, skala rasionalitas, dan ukuran kecurangan akademik. menggunakan regresi berganda untuk menganalisis data. Pengujian data menghasilkan nilai signifikan p = 0,000 (0,000 0,005), yang menunjukkan bahwa peluang dan rasionalitas berpengaruh terhadap kecurangan akademik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kecurangan akademik lebih sering terjadi, semakin banyak pilihan dan rasionalitas yang dimiliki siswa
College Students’ Anxiety in Facing the World of Work in terms of Self–Efficacy and Gender
College students are expected to complete their studies and achieve a bachelor's degree on time. They also expected to get prepared to enter the world of work. The purpose of this study was to obtain empirical data regarding the effect of self-efficacy and gender on student anxiety in facing the world of work. This research is a quantitative study with self-efficacy scale and anxiety scale. The population of this study were final year students at public and private universities in Medan with 300 respondents. Results from this research are there is a negative effect of self-efficacy on students' anxiety in entering the world of work as much as 42.9 percent. It also found that there was no difference in anxiety between men and women in facing the world of work. Both male and female students feel anxiety about facing the world of work, specifically they are worried about whether they will immediately get a job after graduate from university. Suggestions from this research are to provide input to universities regarding the importance of preparing students for how to enter the world of work. This is also compatible with the Main Performance Indicator (IKU) by The Ministry of Education and Culture Indonesia in 2020 that graduates are expected to have a waiting period for work of less than six months after graduated and have a salary of more than 1.2 (one point two) times the minimum wage early in their early career.Mahasiswa sebagai calon pekerja memiliki tuntutan yang lebih berat dibandingkan siswa SMU. Tuntutan tersebut antara lain adalah menyelesaikan studi dalam jangka waktu yang telah ditentukan dan mencapai gelar sarjana. Tuntutan lainnya adalah mahasiswa diharapkan untuk memiliki kesiapan mental dalam memasuki dunia kerja yang penuh tantangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan data empiris mengenai pengaruh dari self efficacy dan jenis kelamin terhadap kecemasan mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan alat ukur self efficacy dan alat ukur kecemasan menghadapi dunia kerja. Populasi dari penelitian ini adalah mahasiswa tingkat akhir di Universitas Negeri dan Universitas Swasta di kota Medan dengan jumlah responden sebanyak 300 orang. Penelitian ini memberikan hasil yaitu terdapat pengaruh negatif self efficacy terhadap kecemasan mahasiswa dalam memasuki dunia kerja sebanyak 42.9 persen. Selain itu ditemukan bahwa tidak ada perbedaan kecemasan antara laki-laki dan perempuan dalam menghadapi dunia kerja. Mahasiswa laki-laki dan perempuan secara bersama merasakan kecemasan menghadapi dunia kerja, secara spesifik mereka cemas apakah akan segera mendapatkan pekerjaan setelah menyelesaikan perkuliahan. Saran yang dapat diberikan dari hasil penelitian ini adalah memberikan masukan kepada Perguruan Tinggi mengenai pentingnya mempersiapkan mahasiswa sejak dini untuk memasuki dunia kerja. Hal ini sesuai dengan Indikator Kinerja Utama (IKU) I yang diwacanakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia tahun 2020. Indikator Utama 1 menjelaskan bahwa lulusan diharapkan memiliki masa tunggu kerja kurang dari 6 (enam) bulan setelah tanggal terbit ijazah dan memiliki gaji lebih dari 1.2 kali lipat upah minimum di awal kariernya
Diet Adherence among Elderly with Diabetes Melitus in Health Care Center Rapak Mahang Tenggarong, East Borneo: A Kuantitative Descriptive Study
Latar Belakang: Diabetes Mellitus merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan ciri-ciri berupa tingginya kadar gula (glukosa) darah. Kepatuhan diet merupakan faktor penting dalam pelaksanaan diet diabetes mellitus. Penurunan fungsi tubuh pada populasi lansia lebih rentan terkena komplikasi diabetes. Tujuan: Mendiskripsikan tingkat kepatuhan diet diabetes mellitus pada lansia. Metode: Penelitian menggunakan metode desain deskriptif dan menggunakan Teknik sampling total sampling sehingga didapatkan sampel berjumlah 100 responden lansia. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner kepatuhan diet. Hasil: Kepatuhan diet penderita diabetes mellitus di Pusat Pelayanan Kesehatan Rapak Mahang Tenggarong sebagian besar kategori patuh (55%), didapatkan hasil usia responden terbanyak pada usia 55-66 tahun dengan jenis kelamin Wanita 64%. Responden yang mengalami diabetes mellitus pendidikan terakhir SMA sebesar 40%. Responden yang mengalami diabetes mellitus dan tidak bekerja sebesar 75% dam responden yang mengalami lama menderita diabetes mellitus 1-10 tahun sebesar 56%. Kesimpulan: Tingkat kepatuhan diet DM pada lansia menunjukkan hasil lebih banyak responden yang patuh dibandingkan yang tidak patuh di Pusat Pelayanan Kesehatan Rapak Mahang Tenggarong. Bagi penelitian selanjutnya diharapkan dapat lebih mengembangkan penelitian ini dan desain penelitian ini
Perancangan dan Implementasi Load Balance Menggunakan Metode Policy Based Routing pada Laboratorium Dasar Pemrograman Fakultas Teknik Universitas Mulawarman
Bidang Pendidikan yang berkembang saat ini, Informasi merupakan hal sangat penting untuk menunjang ilmu pengetahuan. Internet digunakan untuk belajar akan menambah kemampuan membaca, berpikir kritis, dan mengintegrasikan atau mengasosiasikan sumber bacaan yang satu dengan yang lainnya (Salmerón et al., 2017). Oleh karena itu dunia pendidikan harus memperhatikan ketersediaan akses internet setiap saat untuk memudahkan mahasiswa dalam kegiatan belajar mengajar menggunakan akses internet. Penelitian ini dilakukan Pada laboratorium Dasar Pemrograman Program Studi Informatika Fakultas Teknik, terdapat sebuah sebuah jalur internet yang digunakan di laboratorium ini, dengan menggunakan satu jalur internet tidak ada jaminan internet akan tersedia selama 7×24 jam sehingga bisa saja saat sedang digunakan jaringan internet terputus yang disebabkan oleh berbagai faktor. Selain daripada itu, ruang praktikum dan ruang pengelola laboratorium keduanya terhubung dalam satu jaringan Local Area Network (LAN) yang sama sehingga dapat membuat kepadatan trafik. Dengan menerapkan jaringan menggunakan teknik load balancing memungkinkan untuk mendapatkan jalur internet alternatif untuk backup jika jalur internet mengalami masalah. Menggunakan metode Policy Based Routing pada router mikrotik dapat menggunakan kebijakan routing yang ditetapkan berdasarkan keadaan pada laboratorium. Pada penelitian ini dilakukan pembagian koneksi paket menuju server nasional dan internasional, pengalihan gateway pada client ketika mengakses website memliki connection rate yang dianggap berat ditentukan agar menuju gateway ISP1 dan manajemen bandwidth untuk menyeimbangkan bandwidth yang didapat oleh komputer client. penerapan teknik diatas didapatkan hasil berupa throughput yang meningkat semula rata-rata sebesar 39,68549% menjadi 81,570199% pada LAN 1 dan 90,122876% pada LAN 2
Prediksi dan Visualisasi Data Tingkat Kebutuhan Minyak dan Gas (MIGAS) PT. Prima Putra Agung dengan Metode Trend Projection
PT. Prima Putra Agung mengalami permasalahan dalam penyedian stok BBM ke SPBU dan hal ini ternyata terjadi dikarenakan penjualan BBM yang kurang lancar di beberapa SPBU yang dimiliki oleh PT. Prima Putra Agung sehingga menyebabkan terjadinya kelangkaan antara SPBU yang satu dengan yang lainnya sementara SPBU yang lain membutuhkan lebih banyak dari jumlah yang diberikan oleh PT. Prima Putra Agung berdasarkan kebutuhan. Berdasarkan latar belakang tersebut peneliti tertarik untuk merancang dan membuat sebuah“Prediksi dan Visualisasi Data Tingkat Kebutuhan Minyak dan Gas (MIGAS) PT. Prima Putra Agung dengan Metode Trend Projection“. Untuk membangun sebuah sistem yang di inginkan peneliti menggunakan metode Trend Projection yang merupakan sebuah metode yang termasuk ke dalam bagian peramalan / prediksi. Peneliti memberikan solusi kepada PT. Prima Putra Agung dalam mengambil keputusan dari hasil penelitian ini tentunya sebuah sistem yang dapat memprediksi dan memvisualisasi data peningkatan kebutuhan di masing – masing SPBU. Hasil dari penelitian ini berupa sebuah produk digital yang berbentuk sebuah sistem berbasis website yang memberikan hasil prediksi di waktu yang akan datang kepada bagian manajemen, dari sistem ini data di visualisasi dalam bentuk grafik batang (bar) dan garis (line) untuk MIGAS dan setiap cabang