eJournals System Universitas Mulawarman
Not a member yet
    4795 research outputs found

    Description of the Application of Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) on Anxiety in Adolescents Who Do Early Marriage

    Get PDF
    Background: According to Law No. 16 of 2019, the maximum age for marriage is 19 years to prepare for physical and psychological maturity so that married couples are expected to be happy. However, early marriage couples still occur, which can cause conflicts in the household and make the wife or husband experience anxiety. Anxiety, in principle, is the body's response to a threat and serves as a warning against threatening situations. Objective: To determine the application of SEFT to reducing the anxiety of adolescents who engage in early marriage Method: This study uses a case study. Results: Before the SEFT, the anxiety level was measured using the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) Questionnaire. It was found that four respondents experienced moderate anxiety and one experienced severe anxiety, and after three treatments, there was a decrease in anxiety levels; three experienced mild anxiety, and two experienced moderate anxiety. Conclusion: SEFT can reduce the anxiety of adolescents who marry earl

    MENYOAL MULTIKULTURALISME KONTEMPORER: POLITIK KERAGAMAN BUDAYA ATAU POLITISASI KERAGAMAN BUDAYA?

    Get PDF
    Dipenghujung abad ke-20, hampir di berbagai belahan dunia, persoalan keragaman “identitas” atau “pilihan hidup” kembali mengemuka menjadi wacana yang krusial dan politis. Persoalan keragaman budaya yang dahulunya dipinggirkan, kemudian mendapat ruang dan tempat untuk dibicarakan kembali dalam wacana-wacana kontemporer. Perihal keragaman tersebut kini hadir dalam wujud wacana multikulturalisme. Dalam konteks Indonesia, sejak berakhirnya era Orde Baru, wacana multikulturalisme hadir dalam bentuk politik rekognisi atau politik perbedaan. Hak-hak minoritas atau hak-hak kewarganegaraan pascanasional seperti hak ekologis, hak budaya, dan hak identitas asli menjadi bagian dari tuntutan utama dari sebagian masyarakat di tanah air. Artikel ini menganalisis secara kritis wacana multikulturalisme dalam berbagai praktiknya di era (pasca)modern Indonesia, dan meneroka praktik multikulturalisme kontemporer tersebut dalam relasinya terhadap praktik-praktik kuasa pada berbagai konteks bernegara. Metode yang digunakan adalah metode kepustakaan, yakni menggunakan beragam sumber kepustakaan yang membahas wacana keragaman di Indo nesia. Hasil pembahasan memperlihatkan bagaimana wacana multikulturalisme dapat menjadi tawaran alternatif atas berbagai cara pandang esensialis dan pergulatan keragaman di Indonesia, namun di sisi lain juga dapat menjadi persoalan krusial dan problematis khususnya dalam pembangunan wacana “keindonesian” di ruang-ruang publik dalam era kebebasan.

    Sistem Informasi Penjualan Pada Koperasi SMK Nabil Husein Samarinda Berbasis Website

    Get PDF
    Koperasi milik SMK Nabil Husein samarinda adalah badan usaha yang menjalankan fungsi sebagai koperasi penjualan atau pemasaran. Setiap barang masuk dan barang keluar pada koperasi ini digunakan untuk dan diatur oleh setiap guru dan karyawan yang ada pada sekolah tersebut. Dalam menjalankan kegiatan operasional sehari-hari, pihak koperasi masih mencatatakan setiap transaksi masuk dan keluar barang dalam bentuk pencatatan manual di buku transaksi yang tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk membuat Sistem Informasi Penjualan pada koperasi annahu berbasis web. Pembuatan Sistem Informasi Penjualan ini menggunakan metode pengembangan sistem Prototype 5 langkah, yaitu komunikasi, quick plan, pembentukan prototype, evaluasi prototype, dan perbaikan prototype serta menggunakan alat bantu analisis Berbasis Objek UML (Unified Modelling Language). Bahasa pemrograman HTML dan PHP. Server basis data menggunakan Xampp dengan bundle MySQL Server. Sistem Informasi Penjualan Berbasis Web ini dapat mengolah data penjualan serta data stock barang. Selain itu dapat mencetak laporan yang dibutuhkan oleh user

    Studi Klasifikasi Sifat Tahan Lekang Batuserpih Formasi Balikpapan dan Formasi Pulaubalang di Samarinda

    Get PDF
    AbstrakBatuserpih merupakan batuan sedimen yang sangat banyak di lapisan kulit bumi. Penelitian tentang batuserpih akhir – akhir ini semakin banyak dilakukan, karena banyaknya infrastruktur yang berada di atas batuserpih dengan komposisi yang rumit, bertekstur sangat halus dan sulit diamati. Batuserpih umumnya memliki daya tahan rendah, namun beberapa batuserpih memiliki daya tahan yang tinggi. Oleh sebab itu sangat diperlukan pengujian terhadap daya tahan batuserpih, salah satu metode untuk menguji ketahanan batuan adalah uji sifat tahan lekang (Id2). Pada pengujian sifat tahan lekang (Id2) batuserpih Formasi Balikpapan didapatkan 19,36% sampai 53,48%. Berdasarkan nilai tersebut maka batuserpih formasi Balikpapan memiliki ketahan sangat rendah hingga rendah. Sedangkan nilai Id² pada formasi Pulaubalang 29,15% sampai 62,48%, sehingga klasifikasi ketahanannya rendah hingga menengah.Kata Kunci : batuserpih, sifat tahan lekan

    PENGARUH SUBSTITUSI AGREGAT HALUS DENGAN SERBUK CANGKANG KERANG DARAH TERHADAP KUAT TEKAN BETON

    Get PDF
    Penelitian ini dilakukan untuk memanfaatkan limbah cangkang kerang sekaligusmenyelamatkan lingkungan pantai dari pencemaran sekaligus mencari inovasi baru padateknologi beton, dan ingin mengetahui bagaimana pengaruhnya sebagai bahan substitusiagregat halus pada campuran beton.Substitusi cangkang kerang halus dengan variasi 5%, 10%, 15%, 20% dan 25% darivolume agregat halus, dengan FAS 0,4 dan sampel berbentuk silinder 15 cm x 30 cmmasing-masing 5 buah sehingga berjumlah 35 sampel. Sampel-sampel tersebut akandilakukan pengujian setelah berumur 28 hari. Pengukuran slump pada masing-masingcampuran menunjukkan nilai slump yang bervariasi : beton normal = 14 cm, betonsubstitusi 5% = 17 cm, beton substitusi 10% = 14 cm, beton substitusi 15% = 14 cm,beton substitusi 20% = 18 cm, dan beton substitusi 25% = 15 cm.Hasil pengetesan beton diperoleh kuat tekan sebesar: 21,31 MPa, 16,14 MPa, 20,31Mpa, 20,55 MPa, 22,63 MPa, dan 25,05 MPa. Dari hasil di atas dapat disimpulkanbahwa substitusi cangkang kerang 25% meningkatkan kuat tekan maksimum (25,05 %)dari beton normal, sedangkan substitusi cangkang kerang 10%, 15%, dan 20%memenuhi kuat tekan rencana beton, maka substitusi serbuk cangkang kerang 10%,15%, 20%, dan 25% dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan kuat tekanbeton , sedangkan substitusi 5% mengalami penurunan kuat tekan sebesar 5,17 % daribeton norma

    PEMBANGUNAN BERBASIS MASYARAKAT DESA KURANJI DALANG MELALUI PROGRAM BANK SAMPAH

    Get PDF
    Permasalahan sampah kini telah menjadi isu yang penting dalam masalah lingkungan perkotaan. Timbulan sampah pun tidak akan berkurang atau habis, bahkan bisa saja terus bertambah seiring dengan pertumbuhan populasi manusia yang semakin tinggi dan kompleksnya aktivitas manusia.Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui Pembangunan Berbasis Masyarakat Melalui Program Bank Sampah di Desa Kuranji Dalang, Kecamatan Labu Api Kabupaten Lombok barat. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pembangunan masyarakat melalui program bank sampah sejauh ini sudah berjalan dengan baik, tetap belum menunjukkan perubahan yang signifikan di lingkungan masyarakat. Dilihat dari kemandiriannya, nasabah bank sampah sudah cukup mandiri dalam memilah sampah. Tetapi untuk masyarakat yang bukan nasabah bank sampah masih belum mampu mengelola sampahnya dengan baik, masih ada yang buang sampah di kali, dan membakarnya di lingkungan rumah. Belum ada bantuan sarana prasarana dari pemerintah untuk menunjang kegiatan bank sampah. Dilihat dari segi ekonominya, masyarakat sudah cukup terbantu tetapi belum memberikan perubahan yang signifikan hal ini dikarenakan kurangnya partisipasi masyarakat untuk mengelola sampah di bank sampah dan melihat keuntungan dari segi ekonomi di bank sampah sangat sedikit  sehingga membuat mereka acuh tak acuh terhadap sampah

    PEMBINAAN SUMBER DAYA APARATUR DALAM RANGKA PENINGKATAN KINERJA PEGAWAI DI BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH KOTA BONTANG

    Get PDF
    Tujuan Penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis pembinaan sumber daya aparatur dalam rangka peningkatan kinerja pegawai pada kantor BPKAD Kota Bontang serta mengidentifikasi kendalanya. Penelitian inimerupakan jenis penelitian kualitatif yang berlokasi di BPKAD Pemerintah Kota Bontang. Fokus Penelitian mengacu pada pembinaan sumber daya aparatur dalam rangka peningkatan kinerja pegawai pada kantor BPKAD Kota Bontang, meliputi Kebijakan pembinaan sumber daya aparatur, pendidikan, pelatihan, sekolah kader dan kendala yang dihadapi. Datadiperoleh denganteknikwawancara,observasi,dandokumentasi,yang kemudiandianalisis denganmenggunakanmodelanalisisinteraktif melaluitahap reduksidata, penyajiandata, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pembinaan sumber daya aparatur dalam rangka peningkatan kinerja pegawai pada kantor BPKAD Kota Bontang secara umum telah terlaksana namun belum maksimal, hal dapat diketahui bahwa kebijakan dalam pembinaan SDM belum optimal terutama  melalui alokasi anggaran, hal ini karena program pembinaan pegawai belum menjadi program prioritas selain itu belum ada kebijakan khusus dan konsisten untuk menetapkan alokasi anggaran untuk pembinaan melalui pengembangan sumber daya manusia di BPKAD Kota Bontang. Pelaksanaan pembinaan pegawai melalui pendidikan telah dilakukan namun belum optimal, hal ini dikarenakan saat ini pelaksanaan pembinaan melalui tugas belajar belum dilakukan, namun untuk ijin belajar telah dilakukan dan berjalan dengan baik. Kegiatan pelatihan yang pernah diikuti oleh para pegawai melalui pelatihan klasikal dalam bentuk Bimtek dilakukan secara tatap muka dan memberikan hasil baik karena efektif untuk dapat menambah wawasan serta pengetahuan pegawai, namun belum dilakukan secara berkala dan berjenjang. Sementara itu untuk peningkatan keahlian melalui kompetensi fungsional dilakukan  melalui pelaksanaan Bimtek dan pelatihan teknis sesuai dengan kompetensi pegawai namun masih sangat terbatas lembaga pelaksannya. Kemudian untuk kompetensi manajerial dan kompetensi sosial kultural dilakukan  oleh LAN telah dilaksanakan dengan baik dan sesuai harapan. Pelaksanaan kegiatan untuk sekolah kader sebelumnya telah dilaksanakan namun saat ini belum kembali dilaksanakan di BPKAD Kota Bontang.  Kemudian Kendala yang dihadapi dalam pembinaan sumber daya aparatur dalam rangka peningkatan kinerja pegawai yaitu belum adanya pembinaan pegawai yang efektif, Pelaksanaan Bimtek dan sosialisasi belum merata ke semua bagian dan masih adanya pegawai yang mengikuti bimtek tidak sesuai dengan tupoksinya serta keterbatasan anggaran pembinaan

    Radical Feminism of Natalie Artemis' Character in Monster Hunter Film

    Get PDF
    Feminism issues are often radically depicted in literary works, especially in a film today. Filmmakers emphasize these issues to raise women’s awareness about the oppression that might happen to them. This radical movement happens because they try to create an idealistic society for women. From this premise, radical feminism was born because the previous movement could not undo the women’s oppression as time goes throughout the decades. Adjusting to the patriarchal system, women are often portrayed as unique and unusual to be treated as equal to men. This study aims to analyze the radical feminism of Natalie Artemis’ character in Monster Hunter film using Tong’s radical feminism and Petrie and Boggs’ characterization theories. This research used Uwe’s qualitative descriptive method and Mikos’ film analysis theory. The researcher confirms that Natalie Artemis’ character is portrayed as a radical feminist through radical libertarians and radical cultural feminists’ ideas in the Monster Hunter film. These ideas are portrayed through Natalie Artemis’ androgynous appearance and gender portrayal

    Cognitive flexibility as Mediator the Effect of Loneliness on Celebrity worship in Early adult Korean Wave Fans in Indonesia

    Get PDF
    Celebrity worship is an obsessive-addictive disorder where a person becomes involved in every detail of their idol's activities (Maltby et. al, 2005). This study aims to determine cognitive flexibility as a mediator of the effect of loneliness on celebrity worship in early adult korean wave fans in Indonesia. The research method uses quantitative and causality approaches. The measuring instruments used are the Cognitive Flexibility Inventory (CFI) scale by Dennis & Vander Wal (2010, the UCLA Loneliness Scale (ULS-20) scale by Russel (1996), and the Celebrity Attitude Scale (CAS) scale by Maltby et al (2004). The population of this study was early adult korean wave fans in Indonesia, with a sample of 496 participants including 113 men and 383 women. Mediation analysis was used using the SEM mediation analysis feature of the JASP software version 16. The results showed the value of the direct effect of the loneliness variable on celebrity worship, with a p value of 0.001 <0.05, which indicates that the loneliness variable has a significant effect on celebrity worship. On the other hand, the value of the indirect effect between the variable loneliness on celebrity worship and cognitive flexibility as a mediator was obtained, with a p value of 0.001 <0.05, which shows that cognitive flexibility functions as a mediator of the effect of loneliness on celebrity worship. which means that the cognitive flexibility variable can reduce celebrity worship caused by the loneliness variable.Celebrity worship merupakan gangguan obsesif-adiktif dimana seseorang menjadi terlibat pada setiap detail aktivitas idolanya (Maltby et. al, 2005). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cognitive flexibility sebagai mediator pengaruh loneliness terhadap celebrity worship pada dewasa awal penggemar korean wave di Indonesia. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dan kausalitas. Alat ukur yang digunakan adalah skala Cognitive Flexibility Inventory (CFI) oleh Dennis & Vander Wal (2010, skala UCLA Loneliness Scale (ULS-20) oleh Russel (1996), dan skala Celebrity Attitude Scale (CAS) oleh Maltby et al (2004). Populasi penelitian ini merupakan dewasa awal penggemar korean wave di Indonesia, dengan sampel sebanyak 496 partisipan diantaranya 113 laki-laki dan 383 perempuan. Analisis mediasi digunakan menggunakan fitur SEM mediation analysis dari perangkat lunak JASP versi 16. Analisis mediasi digunakan menggunakan fitur SEM mediation analysis dari perangkat lunak JASP versi 16. Hasil penelitian menunjukkan nilai pengaruh langsung variabel loneliness terhadap celebrity worship. Di sisi lain, nilai pengaruh tidak langsung antara variabel loneliness terhadap celebrity worship dan cognitive flexibility sebagai mediator diperoleh, dengan nilai p 0,001 < 0,05, yang menunjukkan bahwa cognitive flexibility berfungsi sebagai mediator pengaruh loneliness terhadap celebrity worship. yang berarti variabel cognitive flexibility dapat penurunan celebrity worship yang disebabkan oleh variabel loneliness

    Analisis Preferensi Konsumen terhadap Pembelian Daging Sapi di Perumahan Bumi Sambutan Asri Kota Samarinda

    Get PDF
    Daging sapi merupakan sumber protein hewani yang banyak diminati masyarakat. Selain bergizi tinggi, daging sapi juga mudah ditemukan di berbagai tempat seperti pasar, minimarket, dan mall. Berbagai macam atribut pada daging sapi akan menjadi hal yang penting bagi konsumen sebagai pertimbangan mereka dalam membuat keputusan untuk membeli. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja atribut yang menjadi preferensi atau kesukaan konsumen dalam mengambil keputusan dalam membeli daging sapi. Penelitian ini menggunakann form kuesioner sebagai pengambilan data sampel kemudian dianalisis menggunakan metode analisis chi square dan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang orang yang membeli daging sapi berjenis kelamin perempuan sebanyak 73,1%, dengan kelompok umur 40-49 tahun, tingkat pendidikan SMA, jenis pekerjaan sebagai ibu rumah tangga, pendapatan per bulan Rp2.500.000-Rp5.000.000. Berdasarkan hasil analisis chi square dapat dilihat bahwa semua atribut daging sapi yang diamati dalam penelitian ini berbeda nyata. Daging sapi yang menjadi preferensi konsumen di Perumahan Bumi Sambutan Asri adalah daging berwarna merah cerah, kandungan lemak sedikit, dan bagian daging golongan pertama (has dalam, has luar, lamosir)

    4,239

    full texts

    4,795

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    eJournals System Universitas Mulawarman
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇