eJournals System Universitas Mulawarman
Not a member yet
4795 research outputs found
Sort by
KARAKTERISTIK DAN PENENTUAN FASIES PENGENDAPAN TURBIDIT PADA FORMASI KEREK, BANYUMENENG, KABUPATEN DEMAK, JAWA TENGAH
Lokasi penelitian ini berada di Sungai Dolok, Banyumeneng, Demak, Jawa Tengah. Daerah penelitian merupakan bagian dari Formasi Kerek yang memiliki umur Miosen tengah- akhir dengan penyebaran luas dari pegunungan Kendeng Barat dan Tengah. Formasi Kerek merupakan endapan turbidit yang diendapkan pada suatu lereng dari zona bathyal atas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lithofasies apa saja yang dijumpai dan mekanisme berserta urutan perubahan lingkungan pengendapan pada daerah penelitian dari tua ke muda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan cara melakukan observasi lapangan dan pengukuran stratigrafi terukur pada singkapan sepanjang jalur yang telah ditentukan di Sungai Dolok. Pengukuran stratigrafi terukur digunakan untuk menentukan pola, fasies, dan proses pengendapan. Berdasarkan data lapangan dari daerah penelitian menunjukkan keterdapatan beberapa litologi dan struktur sedimen yang dapat mencirikan suatu bagian dari lingkungan pengendapan kipas bawah laut. Keterdapatan beberapa fragmen skeletal pada suatu lapisan batuan sedimen mengindikasikan adanya material yang terbawa dari laut dangkal. Berdasarkan hasil penampang stratigrafi terukur pada daerah penelitian dari urutan tua ke muda secara umum menunjukan pola progradasi. Menurut hasil data analisis yang didasarkan unsur fisik, kimia, dan biologi dari enam lintasan penampang stratigrafi terukur dari sepanjang jalur pengukuran diperoleh beberapa variasi fasies pengendapan yakni berupa suprafan lobes hingga outer shelf
ANALISIS POTENSI PANAS BUMI PADA DAERAH G. KARANG, BANTEN, MENGGUNAKAN METODE PENGINDERAAN JAUH
Peningkatan pemanfaatan panas bumi di Indonesia sudah ditargetkan pada tahun 2015 sebesar 7.421,5 MWe atau sekitar 16,8%. Hal ini karena Indonesia memiliki potensi panas bumi yang sangat besar, salah satunya di Gunung Karang, Provinsi Banten. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui lebih lanjut mengenai potensi panas bumi di Gunung Karang dengan melakukan studi suhu permukaan tanah (LST) dan analisis pola kelurusan yang dimana keduanya berhubungan dengan potensi panas bumi di daerah penelitian. Berdasarkan data suhu permukaan tanah, menunjukan bahwa daerah penelitian memiliki suhu dengan intensitas yang tinggi di sekitar gunung. Hal ini disebabkan karena adanya pengaruh struktur yang memiliki densitas tinggi di sekitar gunung. Struktur ini diduga menjadi jalur fluida sehingga panas dari bawah permukaan dapat merambat ke permukaan Sedangkan, dari hasil analisis kelurusan, daerah penelitian menunjukan arah orientasi tenggara – barat laut. Intensitas yang tinggi juga ditunjukan pada analisis fault fracture density (FFD). Hal ini dapat disimpulkan bahwa anomali panas pada permukaan daerah penelitian berhubungan dengan keberadaan pola kerapatan kelurusan
KRITIK SOSIAL DALAM KUMPULAN CERPEN CORAT-CORET DI TOILET KARYA EKA KURNIAWAN (KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA)
Penelitian ini berfokus pada analisis terhadap bentuk kritik sosial yang meliputi aspek politik, ekonomi, dan sosial budaya dalam kumpulan cerpen Corat-Coret di Toilet karya Eka Kurniawan. Langkah kerja penelitian dimulai dari menganalisis kondisi sosial masyarakat Indonesia pada masa Orde Baru yang tercermin pada kumpulan cerpen Corat-Coret di Toilet karya Eka Kurniawan. Kemudian, menganalisis kritik sosial dalam kumpulan cerpen Corat-Coret di Toilet karya Eka Kurniawan.Jenis penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan, dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa kutipan kata, frasa, kalimat dalam kumpulan cerpen Corat-Coret di Toilet karya Eka Kurniawan. Sumber data primer adalah kumpulan cerpen Corat-Coret di Toilet karya Eka Kurniawan. Penelitian ini juga menggunakan sumber data sekunder, yaitu buku-buku nonfiksi yang membahas sejarah Indonesia di periode Orde Baru. Hasil penelitian dan analisis menunjukkan bahwa kondisi sosial masyarakat Indonesia pada masa orde baru, mengalami krisis ekonomi, pelanggaran HAM, serta peristiwa reformasi yaitu desakan masyarakat untuk penggantian presiden. Selanjutnya, bentuk kritik sosial dalam kumpulan cerpen Corat-Coret di Toilet ini menampilkan adanya kaitan antara karya sastra dengan kehidupan sosial di masyarakat Indonesia. Pada aspek politik pengarang mengkritik kebijakan pemerintah yaitu pada masa Orde Baru dan di masa kolonialisme. Pada aspek ekonomi, pengarang mengkritik kegagalan Orde Baru dalam pembangunan ekonomi nasional, persaingan ekonomi, dan tindakan korupsi pejabat, serta kekeliruan masyarakat dalam menyikapi kemiskinan. Sedangkan pada aspek sosial budaya, kritik ditujukan pada kehidupan perkotaan dan dampak dari budaya modern, tradisi perjodohan, serta adanya standar kecantikan di masyarakat.
Student Self-Regulation in Learning during Online Learning Judging from Self-Efficacy
This study aims to determine the correlation between self-efficacy and self-regulated learning in college students during online learning. This research method used a quantitative approach. The subjects in this study were 100 students of the Faculty of Social and Political Sciences, Mulawarman University who were selected using a random sampling technique. The data collection method used is a self-efficacy scale and self-regulated learning scale. The results showed that there was a significant positive correlation between self-efficacy and self-regulated learning in college students during online learning with a calculated r value of 0.474 > r table 0.197 and a sig of value of 0.000 (p r tabel 0.197 dan nilai sig 0.000 (p < 0.05), yang artinya bahwa semakin tinggi efikasi diri, maka semakin tinggi pula regulasi diri mahasiswa dalam belajar selama pembelajaran daring
How Tough Are Pencak Silat Student Athletes in the Face of Burnout
Student athlete in a dormitory is certainly a challenge because they are must to balance academic achievements and non-academic. These all challenges and demands become stressors that lead to burnout in pencak silat athletes, for that hardiness is needed to overcome the burnout. The purpose of this study is to see how hardiness describes pencak silat athletes who experience burnout. The subjects of this study were pencak silat athletes from SKOI East Kalimantan experiencing burnout. In data collection methods, researchers used in-depth interviews and observation data collection techniques. The toughness possessed by student pencak silat athletes is illustrated by their responsibility to complete a heavy training program, being able to overcome pressure in competing, viewing defeat as an opportunity to develop, being able to follow the rules and regulations in SKOI East Kalimantan. This is driven by the mastery of experience as a student martial arts athlete and the support of parents. This research can be used as evaluation for development of student martial arts athletes, especially those in the dormitory.Atlet pelajar yang berada di asrama tentu memiliki tantangan tersendiri karena dituntut untuk dapat menyeimbangkan prestasi akademik dan non akademik. Tantangan ini seringkali menjadi stresor yang mengakibatkan terjadinya burnout pada atlet pencak silat, untuk itu dibutuhkan ketangguhan untuk mengatasi burnout. Penelitian ini dilakukan untuk melihat bagaimana gambaran ketangguhan pada atlet pencak silat yang mengalami burnout. Subjek penelitian ini adalah atlet pencak silat SKOI Kaltim yang mengalami burnout. Pada metode pengambilan data, peneliti menggunakan teknik pengambilan data wawancara mendalam dan observasi. Ketangguhan yang dimiliki oleh atlet pencak silat pelajar digambarkan dengan adanya tanggung jawab untuk menyelesaikan program berat latihan, mampu mengatasi tekanan dalam bertanding, memandang kekalahan sebagai peluang untuk berkembang, mampu mengikuti aturan dan ketentuan yang ada di SKOI Kaltim. Hal ini didorong oleh adanya penguasaan pengalaman sebagai atlet pencak silat pelajar dan adanya dukungan dari orang tua. Penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi bagi pengembangan atlet pencak silat pelajar khususnya yang berada di asrama
9 Box Model Talent Management: Potential Review Assessment on Bank Employees
Potential review individual assessment research is carried out as a form of talent management activity to obtain a comprehensive picture of the subject's potential and what competencies that still need to be developed. The tool used to determine potential competencies and their current and long-term contribution to the organization is the 9-box model. The subjects in this study were 1 person who was an employee at PT Bank X. The subject had just served as a Corporate Culture Supervisor. This study used two data collection methods, the test method (psychological test kits and work samples) and non-test (interview). Data were analyzed using descriptive analysis and qualitative analysis. The results of the study show that in the 9-box model analysis, the subject is included in the "future star" category, which is in the range of moderate performers and high potential in the talent pool of PT Bank X. This proves that the subject is a potential cadre to occupy the position of Corporate Culture Supervisor at PT Bank X. Penelitian asesmen individu potential review dilakukan sebagai bentuk kegiatan talent management untuk memperoleh gambaran secara komprehensif mengenai potensi yang dimiliki oleh subjek serta kompetensi apa yang masih perlu untuk dikembangkan. Tools yang digunakan untuk menentukan potensi kompetensi dan kontribusi mereka saat ini dan jangka panjang bagi organisasi adalah 9-box model. Subjek pada penelitian ini sebanyak 1 orang yang merupakan karyawan pada PT Bank X. Subjek baru saja menjabat sebagai Penyelia Corporate Culture. Penelitian ini menggunakan dua metode pengumpulan data, yaitu metode tes (alat tes psikologi dan work sample) dan non tes (wawancara). Data dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif dan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam analisis 9-box model, subjek termasuk dalam kategori “future star”, yang berada pada rentang moderate performer dan high potential dalam talent pool PT Bank X. Hal tersebut membuktikan bahwa subjek termasuk kader potensial untuk menduduki jabatan Penyelia Corporate Culture pada PT Bank X
ANALISIS HUBUNGAN PANJANG BERAT DAN FAKTOR KONDISI IKAN GELODOK (Pseudapocryptes elongatus) PADA KAWASAN MANGROVE MARGO MULYO KOTA BALIKPAPAN
This research to determine the biological aspects of the relationship between the length of the weight and the condition of the fish condition in the Mangrove area of the village of the Margo Mulyo, West Balikpapan, Balikpapan City. Be Held for 60 Days, Limited Informations regarding the fish biota. Measurement of the relationship between the Length and weight of the fish using a precision weighing 0,1 grams and a precision ruler of CM, using a fishing gear made by fisherman in the from of modified paralon pipes. Long and heavy relationship obtained is isomtric growth, growth in the length and weight of balanced fish, known the length and weight relationship of the research W= 0.00001679L2.826 and the smallest factor value of 0.0801 and the largest 1.43
STRUKTUR KOMUNITAS IKAN BADUT (Amphiprion sp.) DI PULAU KANIUNGAN KECAMATAN BIDUK-BIDUK KABUPATEN BERAU
Pomacentridae Coral Fish, especially clown fish species (Amphiprion sp.) is one of the groups of coral fish that live in the area of coral reefs that are usually also used as ornamental fish. One of the genus Amphiprion sp., the most dominating in indonesian sea waters is the species Amphiprion ocelaris, or commonly called clown fish. This research aims to find out the structure of clown fish community (Amphiprion sp.) in Kaniungan island of Biduk-Biduk sub-district of Berau district. The study was conducted in July – August 2019. Observations were conducted at 3 stations using UVC method by stretching the transek line along 50 meters following the coastline, with data retrieval 2.5 meters to the right and left. The results of the study on Kaniungan Island species obtained at Station I as many as 6 species and the number of species Amphiprion sp. station II of 3 species. While the abundance of Amphiprion sp. the highest is found in Station I which is 75 individuals and the lowest abundance is also found in Station II which is 40 individuals, while the average diversity index obtained at 1.34 belongs to the medium category value, the average uniformity index value obtained at 0.75 belongs to the category of stable community, and the average dominance index obtained by 0.30 belongs to the low category. The results of t-test analysis conducted at each station showed that the number of Amphiprion sp. in between stations did not differ significantly
KARAKTERISTIK KOMUNITAS TERUMBU KARANG DI PERAIRAN BERAS BASAH KECAMATAN BONTANG SELATAN KOTA BONTANG
Buried in the waters of Bontang City has a diverse reef ecosystem, which grows around the seashore, based on the results of a survey that has been Conducted by the Marine Service and Fisheries Bontang City, has been found types of corals are hard coral and soft coral. Hard Coral is more dominant found than soft coral. This research aims to determine the types of coral lifeform found in the wet Rice island of the Bontang City and to know the percentage cover of coral reefs in the wet rice island of Bontang City. The research was held in June-July 2019 observations Carried out on 4 stations using the method of LIT (Line intersept transect) by holding the transect for 50 meters parallel to the coastline. Research results The types of coral reef lifeforms found in the waters of Beras Basah Island are: Acropora Branching (ACB), AcroporaDigitate (ACD), Acropora Tabulate (ACT), Coral Massive (CM), CoralEncrusting (CE), Coral Mushroom (CMR), danCoral Foliose (CF) and average coral cover percentage in Wet Rice Island is 29.1% with medium coral cover category, Diversity index (H ') in research area included in low category, index Uniformity (E) is included in the high category and the Dominancy Index (C) belongs to the low category which means no lifeform dominates on the observation area
Pengaruh porsi komposit Singkong Gajah dan Jamur Tiram dengan buah naga terhadap kandungan proksimat dan sensoris naget vegetarian
Umumnya naget diolah dari daging yang mengandung lemak jenuh dan kolesterol. Makanan rendah serat dan tinggi lemak dapat meningkatkan risiko kelebihan berat badan, sulit buang air besar, kolesterol tinggi dan berbagai penyakit lainnya seperti jantung koroner dan stroke. Penelitian ini dilakukan untuk menyediakan alternatif naget dengan kandungan bahan nabati yang diharapkan dapat mengurangi risiko kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh porsi komposit singkong gajah dan jamur tiram (3:2) dengan buah naga terhadap kandungan proksimat, serat dan sifat organoleptik naget vegetarian. Percobaan faktor tunggal dalam Rancangan Acak Lengkap dilakukan dengan enam taraf perlakuan, yaitu perbandingan porsi komposit (100, 95, 90, 85, 80, dan 75%) dalam bahan baku (komposit dan buah naga), masing-masing dilakukan dengan tiga ulangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Anova dilanjutkan dengan uji BNT, kecuali data sifat sensoris dianalisis dengan uji Friedman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa porsi komposit singkong gajah dan jamur tiram berpengaruh nyata (p0,05) terhadap kadar lemak, protein dan serat naget vegetarian. Naget ini mempunyai penampakan berwarna kuning, agak beraroma jamur tiram, berasa agak gurih, dan bertekstur agak kenyal dengan kadar air 53,82-55,23%, abu 1,13-1,74%, lemak 2,20%, protein 3,33%, karbohidrat 37,51-39,52%, dan serat 3,31%. Naget matang (setelah digoreng) yang dihasilkan dari komposit Singkong Gajah dan Jamur Tiram 95% mempunyai kadar karbohidrat 39,24%, serat 12,76%, lemak 11,30%, abu 3,5% dan air 33,2%