eJournals System Universitas Mulawarman
Not a member yet
4795 research outputs found
Sort by
Sosialisasi Dampak Game Online Bagi Anak Usia Sekolah Dasar
Game online adalah merupakan produk atau hasil dari perkembangan teknologi dan informasi yang sangat signifikan dewasa ini. Situasi ini berdampak terhadap berbagai lapisan masyarakat dan hingga ke seluruh wilayah terpencil tidak terkecuali. Sehingga memerlukan perhatian yang serius dan kebijakan bagi para orang tua sehubungan dengan keberadaan anak-anak di usia sekolah dasar. Kecanduan game online juga dewasa ini menjadi fenomena yang berkembang dengan pesat dan menjadi hal yang biasa. Dampak kemajuan teknologi ini perlu diantisipasi khususnya bagi anak-anak di usia sekolah dasar, khususnya pada Sekolah Dasar Negeri 001 Tenggarong Seberang. Suatu wilayah desa yang berada di tepian sangat Mahakam dan cukup terpencil namun tidak lepas dari jangkauan internet dan perangkat smartphone modern. Ada berbagai dampak, yaitu mulai dari hal yang positif dan hingga yang negatif terhadap perilaku dan kesehatan yang disebabkan dari adanya game online bagi anak usia sekolah dasar ini. Upaya sosialisasi dilakukan dengan cara mengumpulkan anak-anak Sekolah Dasar pada jenjang kelas 4, 5 dan 6 dalam satu tempat dengan metode interaktif. Selain itu disampaikan pula adanya beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi dampak negatif game online, dengan cara meningkatkan bakat kemampuan dalam bidang musik, seni, olah raga dan lainnya sebagai pengisi waktu luang. Selain itu kegiatan outdor rekreasi dan wisata alam dan rohani juga cukup menjanjikan dalam mengatasi situasi ini. Online games are a product or result of the very significant development of technology and information today. This situation impacts various levels of society, and all remote areas are no exception. So, it requires serious attention and policies for parents regarding the presence of children at elementary school age. Online game addiction has also recently become an overgrowing phenomenon and has become commonplace. The impact of technological advances needs to be anticipated, especially for children of elementary school age, especially at State Elementary School 001 Tenggarong Seberang. A village area that is on the banks of the Mahakam River and is quite remote but cannot be separated from the reach of the internet and modern smartphone devices. There are various impacts, ranging from positive to negative, on behavior and health caused by online games for elementary school-age children. Socialization efforts gather elementary school children in grades 4, 5, and 6 in one place using interactive methods. Apart from that, it was also conveyed that several things can be done to reduce the negative impact of online games by increasing talent in music, art, sports, and others to fill free time. Apart from that, outdoor recreation activities and natural and spiritual tourism are promising in overcoming this situation
Analisa Kebutuhan Tenaga Kesehatan Menggunakan Algoritma K-Means
Penempatan tenaga kesehatan yang bersesuaian keahlian pada Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) sangat diperlukan namun belum merata terdistribusi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa tenaga kesehatan yang sesuai bidang keahliannya untuk ditempatkan pada setiap Puskesmas di Provinsi Kalimantan Timur. Tenaga kesehatan yang bersesuaian keahlian dianalisa untuk ditempatkan pada 179 Puskesmas di kawasan perkotaan, kawasan pedesaan, dan kawasan terpencil/sangat terpencil dengan menggunakan algoritma cerdas yaitu algoritma K-Means. Berdasarkan percobaan, Puskesmas terbagai ke dalam 4 kelompok terdiri dari kelompok 1 sebanyak 82 Puskesmas kawasan pedesaan dengan fasilitas non rawat inap; kelompok 2 sebanyak 23 Puskesmas kawasan perkotaan dengan fasilitas non rawat inap; kelompok 3 sebanyak 59 Puskesmas kawasan pedesaan dengan fasilitas rawat inap; dan kelompok 4 sebanyak 15 Puskesmas kawasan perkotaan dengan fasilitas rawat inap. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa Puskesmas kelompok 1 masih kekurangan tenaga kesehatan dokter gigi dan ahli gizi; Puskesmas kelompok 2 masih kekurangan tenaga kesehatan farmasi; Puskesmas kelompok 3 masih kekurangan tenaga kesehatan ahli gizi; dan Puskesmas kelompok 4 sudah memenuhi standar minimal tenaga kesehatan. Hal ini menunjukkan bahwa pengelompokkan Puskesmas tersebut dapat dijadikan acuan dalam mengambil kebijakan yang diharapkan dapat menjawab permasalahan distribusi penempatan tenaga kesehatan yang tidak merata di Provinsi Kalimantan Timur
Relationship between Stress Level and Tension Type Headache among Medical Study Program, Faculty of Medicine, Mulawarman University
Background: Tension Type Headache (TTH) is the most common type of primary headache. TTH has a major impact on the productivity and social activities of the sufferers, especially students. The most common risk factor for TTH is stress, risk of getting TTH increased along with the stress level. Aims: This study aims to determine the relationship between stress levels and TTH among students of the Medical Study Program, Faculty of Medicine, Mulawarman University. Methods: A questionnaire-based cross-sectional study was conducted among Medical Study Program, Faculty of Medicine, Mulawarman University. The stress levels in this study were measured with the Perceived Stress Scale-10 (PSS-10) questionnaire. The incidence of TTH was assessed with the Headache Screening Questionnaire-Dutch Version (HSQ-DV). 217 respondents from the academic year 2018-2021 carried out with stratified random sampling technique.Results: The results showed that the majority of respondents experienced moderate stress (82.5%) and TTH was 54.4%. Bivariate analysis using the Chi-Square obtained p-value 0,565. Conclusions: There was no relationship between stress level and the incidence of TTH among students of the Medical Study Program, Faculty of Medicine, Mulawarman University
Pengaruh Supply Chain Management terhadap Kinerja Operasional Perusahaan Studi Kasus Pada Pizza Hut Kota Samarinda
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis supply chain management melalui variabel information sharing, longterm relationship, cooperation, dan process integration terhadap kinerja operasional Pizza Hut Kota Samarinda. Dengan menerapkan sistem supply chain management yang baik, restoran bisa terhindar dari stok berlebihan dan terjaganya stok bahan baku pada penyimpanan sehingga kepuasaan pelanggan meningkat karena produk yang dihasilkan berkualitas dan sesuai dengan keinginan pelanggan. Supply chain management adalah sekumpulan kegiatan aliran barang mulai dari kegiatan pengiriman barang dari pemasok, pemrosesan bahan baku hingga mendistribusikannya ke konsumen. Populasi dalam penelitian adalah 4 outlet Pizza Hut di Kota Samarinda. Menjadikan 43 orang sampel yang terdiri dari manajer dan karyawan BOH back of house. Penelitian menggunakan metode pendekatan kuantitatif dan menggunakan kuesioner untuk mengumpulkan data setelahnya menggunakan aplikasi SPSS dalam mengelola data. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini variabel information sharing dan process integration berpengaruh signifikan terhadap kinerja operasional Perusahaan sedangkan variabel longterm relationship, dan cooperation tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja operasional perusahaan. Berdasarkan hasil penelitian rekomendasi yang diberikan adalah outlet dan supplier dapat membuat perjanjian yang detail dan transparan sehingga produktifitas perusahaan selalu terjaga dengan baik
Differences in Self-Regulated Learning Strategies Between Students Who Follow Organizations and Do Not Follow Organizations
The purpose of this study was to look at the differences in self-regulated learning (SRL) strategies for students who join and do not join organizations in Universitas HKBP Nommensen (UHN). The hypothesis in this study is that there are differences in SRL strategies between students who join organizations and students who do not join organizations. This study used quantitative approach, with research subjects consisting of 130 students who join the organization and 130 students who do not join the organization. The instrument used in this study is the SRL strategy scale. Based on hypothesis testing using the independent t-test, it was found that there were significant differences in SRL strategies between students who join organizations and those who do not join organizations (t = 2.63, p <0.05) in which students who join organizations were significantly higher in using SRL strategies compared to students who do not join the organizations. Based on the results of this study, it can be concluded that active involvement in the organization provides self-regulation training experiences for students so that the use of SRL strategies is higher in the learning process.Tujuan dari penelitian ini adalah dalam melihat perbedaan strategi self-regulated learning (SRL) pada mahasiswa yang mengikuti organisasi dan tidak mengikuti kegiatan organisasi di Universitas HKBP Nommensen (UHN). Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah terdapat perbedaan dalam strategi SRL antara mahasiswa yang mengikuti organisasi dan mahasiswa yang tidak mengikuti organisasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif, dengan subjek penelitian yang terdiri dari 130 mahasiswa yang mengikuti organisasi dan 130 mahasiswa yang tidak mengikuti organisasi. Instrument pengumpulan data menggunakan skala strategi SRL dari teori Zimmerman (1898). Berdasarkan pengujian hipotesis dengan menggunakan independent t-test diperoleh hasil bahwa terdapat perbedaan signifikan dalam strategi SRL antara mahasiswa yang mengikuti organisasi dan yang tidak mengikuti organisasi (t = 2.63, p < 0.05) dimana mahasiswa yang mengikuti organisasi lebih tinggi secara signifikan dalam menggunakan strategi SRL dibandingkan dengan mahasiswa yang tidak mengikuti organisasi. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa keterlibatan aktif dalam organisasi memberikan pengalaman latihan pengaturan diri bagi mahasiswa sehingga penggunaan strategi SRL semakin tinggi dalam proses pembelajarannya
Mandala Art Therapy for Adults with Generalized Anxiety Disorder
Anxiety is a psychological problem that is often experienced by individuals, especially when facing stressful situations. One of the anxiety disorders is generalized anxiety disorder (GAD). This disorder can be characterized by excessive worry about something. Mandala art therapy is an art therapy by coloring a circle shape that contains various geometric symbols. The circular shape of the mandala can help reduce anxiety. Several studies have shown that mandala art therapy is widely used to treat generalized anxiety disorder, especially in the adult age group. It’s necessary to have systematic literature to find how the therapy plays a role. However, there has been no literature review regarding the effectiveness of mandala art therapy on generalized anxiety disorder in the adult age group. The purpose of this study is to determine the effectiveness of mandala art therapy in reducing anxiety in adult individuals with generalized anxiety disorder. This study is a systematic literature review using the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) protocol. The review was conducted using 12 journals determined through inclusion and exclusion criteria. The results obtained from the review show that mandala art therapy is effective in reducing anxiety in adult age groups. This is mainly because mandala art therapy combines art and therapy and has a therapeutic impact on generalized anxiety disorder in adults.Kecemasan merupakan masalah psikologi yang sering dialami oleh individu terutama dalam menghadapi situasi menekan. Salah satu gangguan kecemasan adalah generalized anxiety disorder (GAD). Gangguan ini dapat ditandai dengan kekhawatiran berlebih terhadap suatu hal. Mandala art therapy merupakan terapi seni dengan mewarnai sebuah bentuk lingkaran yang terdapat berbagai simbol geometris didalamnya. Bentuk lingkaran pada mandala dapat membantu menurunkan kecemasan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mandala art therapy banyak digunakan untuk mengatasi generalized anxiety disorder terutama pada kelompok usia dewasa. Untuk mengetahui bagaimana terapi tersebut berperan, maka diperlukan telah literatur sistematis. Namun, belum terdapat telaah literatur tentang efektivitas mandala art therapy secara khusus terhadap generalized anxiety disorder pada kelompok usia dewasa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas mandala art therapy untuk menurunkan kecemasan pada individu dewasa dengan generalized anxiety disorder. Penelitian ini merupakan telaah literatur sistematis dengan menggunakan protokol Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Review dilakukan dengan menggunakan 12 jurnal yang telah ditetapkan melalui kriteria inklusi dan ekslusi. Hasil yang didapat dari review menunjukkan bahwa mandala art therapy efektif dalam menurunkan kecemasan pada kelompok individu usia dewasa. Hal ini terutama karena mandala art therapy mengkombinasikan seni dan terapi yang memiliki dampak teraupetik generalized anxiety disorder pada individu dewasa.
Nursing Preparedness for Disaster Management in Bima, West Nusa Tenggara Province: An Assessment of Readiness Among Nurses
Background: Indonesia has a high potential for disaster due to its geological and hydrometeorological location; as a result, community and government preparedness is needed, in this case, nurses at the community health centers. Bima City is one of Indonesia's cities with a high risk of floods and earthquakes. Objectives: This study aims to identify the current level of preparedness contain knowledge, skills, and disaster management of nurses in the city of Bima. Method: Quantitative non-experimental research method with a descriptive cross-sectional approach. Data collected by using an online research platform consist of Preparedness Evaluation Tools (DPET) questionnaire. Inclusion criteria included all nurses employed in health centers within Bima City with the minimum educational requirement of a Diploma Three in Nursing and expressing willingness to participate as respondents. Results: of the 97 respondents, there are 62.9% of nurses included in the category of being moderate prepared in dealing with disasters. Based on preparedness domain namely the level of knowledg, skill and disaster management, each are in the moderate prepared category with percentage of 67 %, 52,6%, 61,9 % respectively. Conclusion: the level of preparedness includes knowledge, skills and disaster management of nurses in Bima identified in the moderate prepared category. Suggestion: Nurses should read more literature about disasters and actively seek and attend disaster seminars and trainin
Korelasi Tingkat Pengetahuan Tentang Anemia dengan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah pada Siswi Madrsah Aliyah Al Khoiriyah Kabupaten Malang
Prevalensi anemia pada remaja di Indonesia mencapai 32%. Upaya penanganan dan pencegahan penyakit anemia salah satunya pemerintah mengeluarkan program tablet penambah darah yang dikonsumsi setiap seminggu sekali. Pengetahuan tentang anemia dapat mempengaruhi kepatuhan konsumsi tablet penambah darah pada remaja putri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentang anemia dengan kepatuhan konsumsi tablet darah pada remaja putri. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pemilihan sampel dilakukan melalui metode total sampling. Jumlah subjek dalam penelitian ini adalah siswa MA AL Khoiriyah Kabupaten Malang yang berjumlah 73 orang. Instrumen yang digunakan untuk mengukur variabel pengetahuan tentang anemia adalah kuesioner, sedangkan untuk mengukur tingkat kepatuhan konsumsi tablet penambah darah menggunakan Morinsky Medication Adherence Scale 8 (MMAS-8). Analisis data dilakukan dengan menggunakan Uji Korelasi Rank Spearman. Tingkat pengetahuan tentang anemia pada remaja putri diperoleh sebesar 45,2% dengan kategori sedang dan kepatuhan konsumsi tablet penambah darah pada remaja putri sebesar 74% dengan kategori rendah. Terdapat hubungan antara pengetahuan tentang anemia dengan kepatuhan konsumsi tablet penambah darah dengan nilai p value 0,001 dan nilai koefisien korelasi 0,387 dengan arah positif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pengetahuan tentang anemia mempunyai hubungan dengan kepatuhan konsumsi tablet penambah darah pada remaja putri MA AL Khoiriyah Kabupaten Malang
PERENCANAAN JARINGAN DRAINASE MENGGUNAKAN APLIKASI SIG (SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS) DI KECAMATAN MUARA ANCALONG, KABUPATEN KUTAI TIMUR, PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
Kecamatan Muara Ancalong sering terjadi beberapa genangan saat hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi. Dampaknya yaitu terganggunya kegiatan masyarakat Muara Ancalong yang disebabkan tidak adanya jaringan drainase. Daerah tangkapan air di wilayah ini menjadi perhatian dikarenakan terdapat cukup banyak kebun sawit. Maka dari itu, penentuan jaringan drainase di wilayah ini menjadi fokus dalam penelitian ini. Pada penelitian ini, digunakan peta yang berisikan kondisi spasial di lingkungan yang dianalisis seperti pada peta drone dari hasil penginderaan jauh, dalam merepresentasikan dimensi saluran drainase, serta menggunakan metode berbasis SIG untuk membantu mempresentasikan perubahan penggunaan lahan, area limpasan dari data curah hujan yang digunakan serta elevasi di lokasi penelitian yang digunakan untuk membantu dalam mengestimasi debit air limpasan. Hasil penelitian menunjukan curah hujan rancangan dengan metode gumbel kurun waktu 5 tahun pada catchment area Desa Kelinjau Ulu dan Ilir sebesar 114.91 mm. Debit limpasan di catchment area Desa Kelinjau Ulu dan Ilir, dengan intesitas hujan kurun waktu 5 tahun 114.91 mm, luas catchment area sebesar 699 Ha dan nilai komposit (C) 0,17312, didapatkan debit limpasan (Q) sebesar 4.6 m3/detik. Jaringan drainase pada Desa Kelinjau Ulu dan Ilir terdapat 2 jaringan pembuangan air limpasan pada saat hujan yaitu pada jalan utama di Jalan Poros Muara bengkal atau disebut jalur 3 pada masyarakat setempat dan pada jaringan kedua pada Jalan Senyiur atau disebut jalur 2 pada masyarakat setempat. Dimensi yang didapatkan dari perhitungan Q rancangan debit saluran drainase yang telah didapatkan dimensi, dengan ukuran untuk tinggi 1.2 m dan lebar 1.5 m
Effect of fermented jicama extract with Lactobacillus plantarum B1765 as the starter culture on the product quality and total phenolic
This research studied the effect of fermented jicama extract with Lactobacillus plantarum B1765 as a starter culture on the product qualities and Total Phenolic (TP). Fermentation was carried out for 0, 12, 24, and 36 hours at 37oC with 5% (v/v) of starter culture then determine the Total Lactic Acid Bacteria (LAB) were measured using the Total Plate Count (TPC) method, pH, and TTA were measured using a pH meter and acid-base titration, and TP was measured using the Folin-Ciocalteu method. These results showed that the length of fermentation affected increasing total LAB, TTA, TP, and decreasing pH. The best fermentation time in jicama extract was fermented is 24 hours with a total LAB of (9.7±0.31)x107 CFU/mL, pH of 4.21±0.22, TTA of 0.220±0.069%, and TP of 16.22±0.31 mg GAE/g. This value is following the criteria for fermented beverage products. Fermented jicama extract with L. plantarum B1765 potentially increases the TP