eJournals System Universitas Mulawarman
Not a member yet
4795 research outputs found
Sort by
KEANEKARAGAMAN MAKROZOOBENTOS DI PERAIRAN PESISIR DUSUN SELANGAN BONTANG LESTARI KOTA BONTANG
Macrozoobenthos are invertebrate animals that can be seen directly. The limited information about Macrozoobenthos in the waters of Selangan Village, prompted me to be more curious about the level of diversity of Macrozoobenthos in the waters of the village. This study aims to determine the diversity of macrozoobenthos found in the waters of the village of Selangan. Bontang City, East Kalimantan. This research is a quantitative descriptive research with an exploratory method that aims to determine the diversity of Macrozoobenthos. The time of the research was carried out during January - February 2022. The determination of the sampling station was carried out using the purposive sampling method (selectedly). Macrozoobenthos samples found in the 50 cm x 50 cm quadrant were the samples that were measured. Sample analysis was carried out at the PT. Global Environment Laboratory. The data obtained were analyzed descriptively and qualitatively described in the form of tables and figures. The description of the condition of the macrozoobenthos community structure was calculated for diversity (H'), uniformity (E), dominance (C). Based on the results of research at 3 macrozoobenthos observation stations in the waters of Selangan Village, 17 species and 204 individuals were found, consisting of 2 classes, namely gastropods and bivalves. The diversity index at station (1) shows a range of values 0.89 (H'), station (2) 2.53 (H'), station (3) 2.43 (H'). The uniformity index at station (1) shows a value range of 0.43 (E), station (2) 0.91, station (3) 0.90. The dominance index at station 1 shows a value of 0.61 (C), station (2) 0.10 (C), station (3) 0.11 (C). From the results of the research and discussion, it can be concluded that the polluted waters are moderate, because it can be seen from the table that the distribution of the number of individuals is not evenly distributed and there tends to be species that dominate. Keywords : Diversity, Macrozoobenthos, Water quality
Analysis of the Navy's Work Stress Factors in terms of Perception of the Physical Work Environment
TNI members in this decade experienced an increase in stress. The stress experienced by Navy members is likely to be directly proportional to the conditions of their work environment which requires them to be firm, hard, and full of pressure that causes stress to Navy members which causes Navy members to be easily provoked by their emotions. This is due to the perception that Navy members are selected humans who can overcome any condition but in fact when faced with a poor physical environment, it will affect the performance of Navy members so that there is an expectation of individual survival of the work environment that is not directly proportional to the reality where Navy members are people who are easily exposed to stress if the physical work environment is negativeThe purpose of this study was to determine the relationship between the perception of the physical work environment and work stress in members of the Navy in the Juanda area, Surabaya. The study population was 60 people with purposive sampling techniques. The criteria used are members of the Navy who are married and work in the Surabaya area. The data collection method uses a scale of perception of the physical work environment and a scale of work stress. Data analysis using Pearson's Product Moment analysis technique. The results of data analysis on the sample subjects found that the correlation test of the variable perception of the physical work environment with work stress was =-0.569 where the results stated < 0.05 where the results stated < from 0.05 so that it shows that there is a negative correlation between the perception of the physical work environment and work stress in Navy members, so that the higher the perception of the work environment, the lower the work stress, also vice versa when Navy members have a low perception of the work environment, it will have an impact on high work stress.Anggota TNI dalam dekade ini mengalami peningkatan dalam stres. Stres yang dialami anggota TNI AL tersebut memiliki kemungkinan berbanding lurus dengan keadaan lingkungan kerja mereka yang mengharuskan untuk tegas, keras, dan penuh dengan tekanan sehingga menimbulkan stres pada anggota TNI AL yang menyebabkan anggota TNI AL tersebut mudah sekali untuk terpancing emosinya. Hal tersebut disebabkan oleh persepsi mengenai anggota TNI AL adalah manusia pilihan yang bisa mengatasi kondisi apapun tapi kenyataannya ketika dihadapkan dengan lingkungan fisik yang kurang baik, maka akan mempengaruhi kinerja anggota TNI AL sehingga terjadi harapan akan keberlangsungan hidup individu terhadap lingkungan kerja yang tidak berbanding lurus dengan realita dimana anggota TNI AL adalah orang yang mudah untuk terpapar stres jika lingkungan kerja fisiknya negatif. Populasi penelitian berjumlah 60 orang dengan teknik sampling purposive sampling. Kriteria yang digunakan adalah anggota TNI AL yang sudah menikah dan bekerja di wilayah Surabaya. Metode pengumpulan data menggunakan skala persepsi lingkungan kerja fisik dan skala stres kerja. Analisis data menggunakan teknik analisis Product Moment Pearson. Hasil analisis data pada subjek sampel diketahui bahwa uji korelasi variabel persepsi lingkungan kerja fisik dengan stres kerja sebesar =-0,569 dimana hasil yang dikemukakan < dari 0,05 sehingga hal itu menunjukkan bahwa adanya korelasi yang sifatnya negatif antara persepsi lingkungan kerja fisik dengan stres kerja pada anggota TNI AL, sehingga semakin tinggi persepsi lingkungan kerja maka semakin rendah stres kerja, juga sebaliknya ketika anggota TNI AL memiliki persepsi lingkungan kerja yang rendah maka akan berdampak pada stres kerja yang tinggi
Meningkatkan Penulisan Karya Ilmiah Mahasiswa dengan Menggunakan Mendeley Sebagai Referensi Manager
The purpose of perpetuating the Society To increase knowledge for participants, namely students, the importance of the benefits of the mendeley application as reference management of library sources in research. To improve the ability of the participants, namely students, to be able to operate the mendeley application properly and correctly. As a reference database, reference files such as books or articles from journals in PDF form can be stored and given appropriate information to help facilitate searching. Saved PDF files can also be opened, read, and annotated with sticky notes or highlights. Writings created with Microsoft Word, Open Office or LaTex can be linked to Mendeley software so that citations and bibliographies can be compiled automatically.Tujuan dari pengabadian Masyarakat Untuk meningkatkan pengetahuan bagi para peserta yakni mahasiswa pentingnya manfaat aplikasi mendeley sebagai manajemen referensi sumber-sumber pustaka dalam penelitian. Untuk meningkatkan kemampuan para peserta yakni mahasiswa agar dapat mengoperasikan aplikasi mendeley dengan baik dan benar.Sebagai database referensi, file referensi seperti buku atau artikel dari jurnal dalam bentuk PDF bisa disimpan dan diberi keterangan yang tepat untuk membantu mempermudah pencarian. File-file PDF yang disimpan juga bisa dibuka, dibaca, dan diberi catatancatatan dengan sticky notes atau highlight. Tulisan yang dibuat dengan Microsoft Word, Open Office atau LaTex bisa dihubungkan dengan software Mendeley sehingga sitasi dan daftar referensi (bibliography) bisa disusun secara otomati
PENGARUH PENAMBAHAN ABU CANGKANG KELAPA SAWIT PADA BATA RINGAN
Batu bata merupakan material sturuktur dinding untuk konstruksi yang banyak digunakan, namun seiringberjalannya waktu terdapat perubahan pada batu bata konvensional antara lain yaitu bata ringan. Bataringan digunakan karena berat jenis bata ringan lebih ringan tetapi lebih kuat dari batu bata padaumumnya sehingga membuat struktur pondasi bangunan akan menerima beban yang lebih kecil. AbuCangkang Kelapa sawit adalah salah satu bahan material yang memiliki berat jenis yang rendah. Dengandigunakannya batu apung pada campuran, maka diharapkan dapat membawa pengaruh sebagai bahantambah pada bata ringan.Penelitian ini dimulai dengan melakukan pengujian terhadap masing-masing bahan penyusun campuranbata ringan dan membuat rancangan bata ringan berdasarkan metode SNI 03-6882-2014 menggunakanabu cangkang kelapa sawit sebagai bahan tambah dengan variasi 0%, 5%, 8%, 10% dan 15%. Pengujianbata ringan meliputi kuat tekan, kuat tarik dan permeabilitas. Total benda uji sebanyak 50 buah bataringan dengan ukuran yang berbeda-beda menyesuaikan pengujian bata ringan, dalam perawatan selama28 hari.Hasil penelitian kuat tekan bata ringan pada umur 28 hari rata-rata variasi 0% menghasilkan kuat tekan5,63 MPa, pada variasi 5% menghasilkan kuat tekan 7,02 MPa, pada variasi 8% menghasilkan kuat tekan7,41 MPa, pada variasi 10% menghasilkan kuat tekan 7,88 MPa dan pada variasi 15% menghasilkan kuattekan 8,21 MPa. Terjadi penambahan kekuatan pada kuat tekan sebesar 0,52%. Hasil kuat tarik belahrata-rata dari bata ringan umur 28 hari variasi 0% adalah 0,46 MPa, pada variasi 5% adalah 0,46 MPa,pada variasi 8% adalah 0,56 MPa, pada variasi 10% adalah 0,63 MPa dan pada variasi 15% adalah 0,69MPa. Terjadi penambahan kekuatan pada kuat tarik sebesar 0,011% Berdasarkan hasil penelitianpermeabilitas didapatkan nilai tertinggi pada variasi 0% (0,236 mm/menit) dan terendah pada variasi 15%(0,154 mm/menit)
Religiousity and Psychological Well-Being of the Parmalim Community
Parmalim is a belief in the Mulajadi Debate of Na Bolon, and this doctrine has existed since ancient times. As adherents of religious beliefs, parmalim adherents often receive different treatment from the society. The study aims to understand and describe the influence of religiousity on the psychological well-being of the Parmalin community in North Sumatra. This research uses quantitative research methods. Sampling techniques in this study are non-random sampling with purposive sampling techniques. The research sample consisted of 78 people from the Parmalim Community in North Sumatra who had adhered to the Parmalim belief system for at least 11 years. Data collection was directly to the participants at Parmalim’s place of worship in Medan, and by online. Data analysis using a double linear regression test with the help of SPSS for Windows 17 The method of data collection using a psychological scale is the scale of Religiousness and the psychological well-being scale. The psychological scale used is the Religiosity scale and the Psychological Well-Being scale. In this study, religiosity was measured using The Centrality of Religiosity Scale-15 (CRS-15) while Psychological well-being used The Scales of Psychological Well-being. The results of this study found that there was a positive influence of religion on psychological well-being among Parmalim believers, the contribution is 25.9%. Religiosity in the Parmalim Community is in the high category (85.9%). Psychological well-being in supporters of parmalim beliefs is mostly in the high category of 68%, where individuals with high psychological wellness are able to be warm in relationships with others, have empathy, have a purpose in life and understand the principle of giving and receiving in a relationship.Parmalim merupakan sebuah aliran kepercayaan terhadap Debata Mulajadi Na Bolon dan ajaran ini sudah ada sejak dahulu kala. Sebagai penganut aliran kepercayaan, para penganut parmalim seringkali mendapatkan perlakuan yang berbeda dari lingkungan sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh religiusitas terhadap Psychological Well-Being Komunitas Parmalin di Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah non random sampling dengan teknik purposive sampling. Sampel penelitian terdiri dari 78 orang dari Komunitas Parmalim di Sumatera Utara yang telah menganut aliran kepercayaan Parmalim minimal 11 tahun. Pengumpulan data dilakukan secara langsung di 2 rumah ibadat Parmalim di Medan dan melalui online. Analisis data menggunakan uji regresi linear berganda bantuan SPSS for Windows 17. Metode pengumpulan data menggunakan skala psikologi, Skala psikologi yang digunakan adalah skala Religiusitas dan skala Psychological Well-Being. Dalam penelitian ini Religiusitas diukur menggunakan The Centrality of Religiosity Scale-15 (CRS-15) sementara Psychological well-being menggunakan skala The Scales of Psychological Well-being. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa ada pengaruh positif religiusitas terhadap psychological well -being pada penganut kepercayaan parmalim yaitu sebesar 25.9%. Religiusitas pada Komunitas Parmalim berada pada kategori tinggi (85.9 %). Psychological well-being pada penganut kepercayaan parmalim kebanyakan berada pada kategori tinggi yaitu 68%, dimana individu dengan psychological well-being tinggi mampu bersikap hangat dalam berhubungan dengan orang lain, memiliki empati, memiliki tujuan hidup dan memahami prinsip memberi dan menerima di dalam suatu hubungan
Body Image and Body Dysmorphic Disorder Tendency of Women Social Media Users
Body image is a psychological factor that causes body dysmorphic disorder tendencies. Where, individuals feel satisfied or dissatisfied with the shape of the body so that they try to achieve the desired body. The purpose of the study was to determine the relationship between body image and the tendency of body dysmorphic disorder in female social media users. The survey of this study was 202 subjects. The study used quantitative methods using Spearman rho correlation data analysis techniques with a coefficient of -0.469 with p=0.00 (p<0.05). The results show that there is a very significant negative relationship between body image and the tendency of body dysmorphic disorder in female social media users. This means that the lower the body image, the higher the tendency of body dysmorphic disorder and vice versa, the higher the body image, the lower the tendency of body dysmorphic disorder in social media users. So, a female social media user may feel satisfied with herself. However, she can also unconsciously develop an obsession to be better, cover up flaws and continue to change her appearance.Body image merupakan faktor psikologi penyebab terjadinya kecenderungan body dysmorphic disorder. Dimana, individu merasa puas ataupun kurang puas dengan bentuk tubuh sehingga mengusahakan tercapaianya tubuh yang di inginkan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan body image dengan kecenderungan body dysmorphic disorder pada perempuan pengguna media sosial. Survei penelitian ini adalah 202 subjek. Penelitian menggunakan metode kuantitatif menggunakan teknik analisis data korelasi Spearman rho dengan hasil koefisien sebesar -0,469 dengan p=0,00 (p<0,05). Hasil menunjukkan terdapat hubungan negatif yang sangat signifikan body image dengan kecenderungan body dysmorphic disorder pada perempuan pengguna media sosial. Hal ini berarti bahwa semakin rendah body image, semakin tinggi kecenderungan body dysmorphic disorder begitupun sebaliknya, semakin tinggi body image, semakin rendah kecenderungan body dysmorphic disorder pada pengguna media sosial. Jadi, perempuan pengguna media sosial bisa saja merasakan kepuasan terhadap dirinya. Tetapi, dia juga bisa tidak sadar mengembangkan obsesi untuk menjadi lebih baik, menutupi kekurangan dan terus mengubah penampilan dirinya
Sistem Pendukung Keputusan Rekomendasi Tanaman Obat Menggunakan ROC-MOORA
Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi termasuk tumbuhan berkhasiat obatnya yang telah lama dikenal dan digunakan masyarakat sekitar. Tumbuhan berkhasiat obat (TBO) yaitu jenis tumbuhan dimana pada bagian tertentu seperti akar, daun, kulit, batang, maupun hasil ekstrak diyakini dapat digunakan sebagai obat untuk penyembuhan suatu penyakit. Peneliti mengembangkan sebuah aplikasi Sistem Pendukung Keputusan (SPK) menggunakan kombinasi metode ROC dan MOORA yang digunakan dalam pemilihan TBO untuk penyakit kulit. Metode ROC digunakan untuk memberikan nilai bobot pada setiap kriteria sesuai dengan ranking yang dinilai berdasarkan tingkat prioritas. Sedangkan MOORA digunakan untuk penentuan rangking dan alternative rekomendasi sistem. Penyakit kulit yaitu penyakit yang ditimbulkan karena kurangnya kesadaran yang bisa terjadi disebabkan oleh faktor iklim, lingkungan, alergi, binatang, kebiasaan hidup yang kurang sehat dan sebagainya. Penelitian ini terkait penyakit disebabkan bakteri dan jamur yaitu bisul, kurap, panu, dan jerawat. SPK merupakan sistem informasi interaktif yang menyediakan informasi, pemodelan dan manipulasi data untuk penyelesaian masalah semi terstruktur. Metode ROC digunakan untuk menghasilkan bobot pada setiap kriteria, sedangkan metode MOORA untuk menghasilkan perangkingan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan beberapa rekomendasi tumbuhan obat yang dapat digunakan oleh masyarakat. Pada contoh kasus penyakit panu, menggunakan SPK ini diperoleh hasil rekomendasi TBO adalah jambu biji, gelinggang, kemangi, meniran, dan kelapa. Pada hasil implementasi sistem, tanaman dengan rangking teratas adalah daun jambu biji dengan nilai perhitungan ROC-MOORA sebesar 0.459. Pada tampilan sistem terdapat cara penggunaan dan cara pengolahan dari TBO untuk penyakit kuli
The Role of PERMA+4 in Increasing Happiness at Work in BUMN X
Prioritizing happiness at work is a phenomenon in every company. In the fast-paced digital era, work demands are getting higher, and workloads are always arriving. This makes companies and employees required to quickly and be ready to adapt. PT X is a BUMN that has a large responsibility and workload related to energy generation and distribution, where this is prone to making employees easily burn out and stressed. To prevent and reduce the impact of high job demands, PT X issued a PerDir to implement a life balance program that aims to increase employee Happiness at Work. PERMA+4 can be used as a framework in compiling programs to increase employee Happiness at Work. The aim is to increase Happiness at Work at PT X so that employees are better prepared to face all changes and are ready to contribute more to PT X. The Research & Development method is used to produce programs that are right on target and test the effectiveness of the program. The results of the research are that the Happiness at Work program with the PERMA framework makes it possible to increase employee happiness at work, where the program is in the form of four types of programs, namely two programs that are carried out in companies, and two programs that can be carried out independently. The subjects of this study were all employees at PT X.Memprioritaskan kebahagiaan dalam bekerja menjadi sebuah fenomena di setiap perusahaan. Di era digital yang serba cepat membuat tuntutan pekerjaan semakin tinggi dan workload yang selalu berdatangan. Hal tersebut membuat perusahaan dan karyawan dituntut untuk secara cepat dan siap beradaptasi. PT X merupakan BUMN yang memiliki tanggung jawab dan beban kerja yang besar terkait pembangkit dan distribusi energi, dimana hal tersebut rentan membuat pegawai menjadi mudah burnout dan stress. Untuk mencegah dan mengurangi dampak dari tuntutan pekerjaan yang tinggi, maka PT X mengeluarkan PerDir untuk menerapkan program keseimbangan hidup yang bertujuan untuk meningkatkan Happiness at Work pegawai. PERMA+4 dapat digunakan sebagai sebuah framework dalam menyusun program untuk meningkatkan Happiness at Work pegawai. Tujuan meningkatkan Happiness at Work pada PT X agar pegawai semakin siap untuk menghadapi segala perubahan dan siap berkontribusi lebih untuk PT X. Metode Research & Development digunakan untuk menghasilkan program-program yang tepat sasaran, dan menguji keefektifan program tersebut. Hasil dari penelitian adalah bahwa program Happiness at Work dengan framework PERMA memungkinkan untuk meningkatkan kebahagiaan pegawai dalam bekerja, dimana program tersebut berupa empat jenis program yaitu dua program yang dilakukan di perusahaan, dan dua program yang dapat dilakukan secara mandiri. Subjek penelitian ini adalah seluruh pegawai pada PT X
Equitable Reward with Job Satisfaction for Non-Management Employees
Employee job satisfaction is an important thing in the company to create positive conditions in the organizational environment. In addition to providing benefits for employees, the company also benefits through increased production and reduced costs incurred in the company's operations by improving the attitude and behavior of its employees. Thus, work is one of the ways to achieve employee satisfaction by providing fair rewards to employees. If the salary is perceived as fair based on job demands, individual skill levels and salary standards that apply to certain job groups, then there will be job satisfaction. This study aims to determine the relationship between equitable rewards and job satisfaction of non-management employees at Al-Islam Hospital H.M. Mawardi. This research is quantitative research with a correlational method. The data collection technique used the Job Satisfaction Survey scale and the equitable reward scale taken from the equitable reward aspects. Spearman's correlation results show a significant correlation between equitable rewards and job satisfaction (r=0.571, p<.001). the magnitude of the effect of equitable reward on satisfaction is high (r=0.571). The higher the equitable reward, the higher the level of employee job satisfaction. Even reward can explain 32.6% of the variance of job satisfaction, which means that there is still 67.4% of the influence of other factors not seen in this study.Kepuasan kerja karyawan merupakan hal penting dalam perusahaan agar tercipta kondisi positif dalam lingkungan organisasi. Selain memberikan keuntungan bagi karyawan, perusahaan juga mendapatkan keuntungan melalui peningkatan produksi dan pengurangan biaya yang dikeluarkan dalam operasional perusahaan dengan adanya perbaikan sikap dan tingkah laku karyawannya. Dengan demikian salah satu cara untuk mewujudkan kepuasan kerja karyawan dengan memberikan reward yang adil kepada karyawan. Jika gaji dipersepsikan adil didasarkan tuntutan-tuntutan pekerjaan, tingkat keterampilan individu dan standar gaji yang berlaku untuk kelompok pekerjaan tertentu, maka akan ada kepuasan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara equitable reward dengan kepuasan kerja pada karyawan non manajemen di RSU Al-Islam H.M. Mawardi. penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis metode korelasional. Teknik pengumpulan data menggunakan skala Job Satisfaction Survei dan skala equitable reward yang diambil dari aspek-aspek equitable reward. hasil Korelasi Spearman’s menunjukkan korelasi yang signifikan antara equitable reward dan kepuasan kerja (r=0.571, p<.001). Besaran efek equitable reward terhadap kepuasan kerja tergolong tinggi (r=0.571). Semakin tinggi equitable reward maka semakin tinggi tingkat kepuasan kerja karyawan. Equitable reward dapat mejelaskan sebesar 32.6% dari varians kepuasan kerja yang artinya masih terdapat 67,4% pengaruh dari faktor lain yang tidak terlihat dalam penelitian ini
Peramalan Stok Barang Percetakan dan ATK Menggunakan Single Moving Average
Setiap badan usaha yang berorientasi pada penjualan produk mayoritas memerlukan informasi tentang produk yang dijualnya, termasuk informasi stok barang. Setiap usaha memiliki caranya tersendiri untuk mengelola data tersebut. Masalah yang biasanya dihadapi adalah ketika terlalu banyak menyiapkan stok banyak untuk produk yang pada periode tertentu sedang tidak banyak peminatnya dan sebaliknya menyiapkan stok seadanya untuk produk yang pada periode tertentu sedang banyak yang membutuhkan. Penumpukan stok produk menyebabkan produk tersebut bisa rusak karena termakan waktu dan kekurangan stok produk menyebabkan kepercayaan konsumen menurun dan memilih membeli produk tersebut di tempat lain. Salah satu solusi dari masalah tersebut adalah meramalkan stok produk yang harus disediakan pada periode berikutnya. Metode peramalan yang dipilih pada penelitian ini adalah Single Moving Average (SMA) yang dihitung nilai error-nya menggunakan beberapa matriks evaluasi diantaranya Mean Absolute Error (MAE), Mean Squared Error (MSE), Root Mean Squared Error (RMSE), dan Mean Absolute Percentage Error (MAPE). Penelitian ini bertujuan untuk meramalkan penjualan di periode selanjutnya menggunakan data penjualan pada periode sebelumnya. Hasil peramalan SMA menggunakan orde 3 pada bulan Juli 2023 yaitu 1359,3333 dengan perhitungan MAE sebesar 303,0667, MSE sebesar 153873,1, RMSE sebesar 392,2666, dan MAPE sebesar 39,0342% yang masuk ke dalam kategori wajar