eJournals System Universitas Mulawarman
Not a member yet
    4795 research outputs found

    KUALITAS LAYANAN PUBLIK DIGITALISASI (Studi pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Palembang)

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kualitas layanan publik yang dilakukan secara digital di Kota Palembang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data dianalisis dengan menggunakan analisis data model interaktif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas dari pelayanan publik yang dilakukan secara digital di Kota Palembang secara umum sudah baik. Hal tersebut dapat dilihat dimensi-dimensi yang ada, yaitu: tangible (bukti nyata), sudah ada website Sistem Informasi Pelayanan Perizinan Online. Reliability, kemampuan pegawai dalam memberikan layanan digital sudah baik, dan pegawai memberikan layanan yang cepat dan tepat. Responsiveness, idealnya ada layanan melalui hotline service atau menggunakan nomor whatsapp yang bisa ditampilkan di websiete, namun itu belum terpenuhi. Assurance, layanan yang diberikan kepada Masyarakat sudah tepat waktu, adanya jaminan biaya dan adanya fitur pengaduan dan cek status. empathy, belum terpenuhi. Ini diakibatkan bahwa dengan pelayanan digital (online), maka pihak pemerintah tidak bisa bertatap muka dengan Masyarakat. Indikator empathy susah diukur karena indikator senyum, sapa salam belum bisa tercapai

    Illocutionary Act In Finding Dory Film

    Get PDF
    ABSTRACTThis study aims to find out the illocutionary acts uttered by the characters in the Finding Dory film based on Searle's theory and to identify the function of illocutionary acts uttered by the characters in the Finding Dory film based on Leech's theory. This study was conducted to further discuss how the characters convey the meaning from the utterances or dialogues. The utterances or dialogues convey the meaning that has a function that can turn speech into action. The forms of illocutionary acts represented by the characters in Finding Dory film were analyzed using the illocutionary acts by Searle's theory and also identified the function of illocutionary acts. This study was descriptive qualitative because the data were the utterances of the characters in the Finding Dory film. there were three-step that the researcher followed to complete this study. The first step is for the researcher selected the utterances or dialogues by three characters, which are Dory, Marlin, and Nemo in the Finding Dory film that contains illocutionary acts and categorized them; then the researcher identified the function. The second step is the researcher presented the findings by using the descriptive method. The last step is for the researcher to conclude from the findings. In this research, the researcher reveals that a good conversation can be called successful if each character can understand the meaning of the utterances conveyed by each other. In the Finding Dory film, the researcher found three types of illocutionary acts; they are assertive, directive, and expressive, and thus, the three types of functions of illocutionary acts; are collaborative, competitive, and convivial by the character’s utterances or dialogues. Keywords: Illocutionary Acts, Functions of Illocutionary Acts, The Finding Dory film ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui tindak ilokusi yang terdapat dalam tuturan para tokoh dalam film Finding Dory yang dilandasi oleh teori Searle dan untuk mengidentifikasi fungsi tindak ilokusi tuturan para tokoh dalam film Finding Dory yang dilandasi oleh teori Leech. Penelitian ini dilakukan untuk membahas lebih jauh bagaimana para tokoh menyampaikan makna melalui tuturan atau dialog.Tuturan atau dialog yang disampaikan mengandung makna yang memiliki fungsi yang dapat mengubah tuturan menjadi suatu tindakan. Bentuk-bentuk tindak ilokusi yang diwakili oleh para tokoh dalam film Finding Dory dianalisis dengan menggunakan teori tindak ilokusi Searle dan juga mengidentifikasi fungsi tindak ilokusi. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif Karenadatanya berupa tuturan-tuturan para tokoh dalam film Finding Dory. Ada tiga langkah yang peneliti lakukan untuk menyelesaikan penelitian ini. Langkah pertama peneliti memilih dialog ujaran dari tiga karakter, yaitu Dory, Marlin, dan Nemo dalam film Finding Dory yang termasuk tindak ilokusi dan mengkategorikannya; kemudian peneliti mengidentifikasi fungsinya. Langkah kedua, peneliti mempresentasikan temuannya dengan menggunakan metode deskriptif. Langkah terakhir adalah peneliti menarik kesimpulan dari temuan. Dalam penelitian ini, peneliti mengidentifikasi bahwa percakapan yang baik dapat dikatakan berhasil jika masing-masing karakter dapat memahami makna dari tuturan yang disampaikan oleh satu sama lain dalam film Finding Dory, peneliti menemukan tiga jenis tindak ilokusi, yaitu asertif, direktif, dan ekspresif, dan tiga jenis fungsi tindak ilokusi, yaitu kolaborasi, kompetitif, dan convivial berdasarkan tuturan atau dialog para tokoh. Kata Kunci: Tindak Ilokusi, Fungsi Tindak Ilokusi, film Finding Dor

    SPEECH ERRORS ANALYSIS PRODUCED BY AUTISTIC CHARACTER IN WHAT’S EATING GILBERT GRAPE? FILM

    Get PDF
    This study is aimed to find out the types and the causes of speech error in the autism character named Arnie in What’s Eating Gilbert Grape? film. The theory used to find out the speech errors of Arnie was Clark and Clark’s theory, they are repeats, false starts, pause, corrections, stutters and slips of the tongue. Words, phrases and sentences in the form of dialogues by Arnie were the data in this study. The research design of this study was qualitative. The results showed the speech errors in Arnie’s utterances were identified into four types namely repetitions, false starts, pause and stutter. The speech errors are caused by cognitive difficulty and social factors which are divided again into situational anxiety and social circumstances. Arnie produced speech errors that were caused by cognitive difficulty that happen because the speaker has autism disorder and there is a problem in his brain to process his speech properly. Furthermore, the social factor, which are situational anxiety factor of speech error happen when Arnie feels anxious and nervous, then social circumstances influenced the speech error when Arnie uncomfortable with his circle

    What Makes Generation Y Employees Embbeded in Organisation? The Role of Self-Leadership, Job Crafting and Psychological Capital

    Get PDF
    Organisations are currently faced with phenomenon of generation Y employees who easly leave the organisastion. In fact, generation Y employees still dominate the total number of employees in the organisation. Some previoes research focused on what factors cause someone to leave an organisastion, but there is still little research that focused on what factors can make someone stay in organisation. This study aims to determine the effect of self-leadership and job crafting on job embeddedness with psychological capital as a mediating variable on Y generation employees. A total of 190 generation Y employees participated in this study. This study uses the revised self-leadership questionnaire developed by Neck and Houghton (2002) with a reliability of 0,923, job crafting scale developed by Tims, Bakker dan Derks (2011) with a reliability of 0,755, psychological capital questionnaire short version developed by Luthans, et al. (2007) with a reliability of 0,876 and job embeddedness scale developed by Mitchel, et al. (2001) with a reliability of 0,867. Hypothesis testing in this research is Partial Least Square method. The result of this research show that job crafting has an influence on job embeddedness in generation Y employees, while self-leadership and psychological capital have no effect on job embeddedness in generation Y employees. The result of this research can be used as suggestion for organisations to use job crafting as a tool to make generation Y employees embbeded with organisation.Organisasi saat ini sedang dihadapkan pada fenomena karyawan generasi Y yang mudah meninggalkan organisasi. Padahal hingga saat ini karyawan generasi Y masih mendominasi dari total keseluruhan karyawan di suatu organisasi. Beberapa penelitian terdahulu lebih berfokus pada faktor apa yang menyebabkan seseorang meninggalkan organisasi, namun masih sedikit penelitian yang berfokus pada faktor apa yang dapat mempengaruhi seseorang untuk tetap berada di organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh self-leadership dan job crafting terhadap job embeddedness dengan psychological capital sebagai variabel mediator pada karyawan generasi Y. Sebanyak 190 karyawan generasi Y berpartisipasi dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan revised self-leadership questionnaire yang dikembangkan oleh Neck dan Houghton (2002) dengan reliabilitas sebesar 0,923, job crafting scale yang dikembangkan oleh Tims, Bakker dan Derks (2011) dengan reliabilitas sebesar 0,755, skala psychological capital questionnaire short version yang dikembangkan oleh Luthans, dkk. (2007) dengan reliabilitas sebesar 0,876 dan job embeddedness scale yang dikembangkan oleh Mitchel, dkk. (2001) dengan reliabilitas sebesar 0,867. Pengujian hipotesi dalam penelitian ini metode Partial Least Square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa job crafting memiliki pengaruh terhadap job embeddedness pada karyawan generasi Y, sedangkan self-leadership dan psychological capital tidak berpengaruh terhadap job embeddedness karyawan generasi Y. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai saran bagi prganisasi untuk menggunakan job crafting sebagai salah satu cara agar karyawan generasi Y embbeded dengan organisasi

    COMPARISON OF GOTHIC SETTING IN TELEVISION SERIES WEDNESDAY (2022) AND THE CHILLING ADVENTURES OF SABRINA (2018)

    Get PDF
    This research’s objective is to find the comparison of two television series, Wednesday (2022) and The Chilling Adventures of Sabrina (2018) of their setting in Gothic element using the theory of Fred Botting. Based on Botting’s theory, the setting in Gothic fiction was divided into two types, natural sublime and synthetic sublime. This research answered the question of what Gothic’s setting in the television series Wednesday (2022) and The Chilling Adventure of Sabrina (2018) and the comparison between the two television series regarding the Gothic’s setting. This research’s objective requires a deep understanding of the topic, so the qualitative descriptive method is applied in this research. Based on this reseach, it was found that there are nine Gothic setting in Wednesday (2022) and six in The Chilling Adventures of Sabrina (2018).  On that note, four similarities and seven differences was also found regarding the Gothic setting between the two television series. Based on the analysis, Wednesday (2022) has more Gothic setting compared to The Chilling Adventures of Sabrina (2018) both in natural and synthetic sublime, with with one more data on natural sublime and four more data on synthetic sublime

    Pengenalan Pola Untuk Mengetahui Jumlah Target Pengunjung Mall Metode EDA, K-Means, Hierarchial Clustering, dan Confusion Matrix

    No full text
    Mall merupakan jenis dari pusat perbelanjaan yang memiliki banyak pengunjung tiap harinya dengan jumlah pengunjung yang banyak maka dibutuhkan sebuah sistem untuk mengetahui target pasar dari investor investor toko yang berada di mall.Oleh karena itu pada makalah ini akan membahas tentang pembuatan sistem yang mengetahui jumlah targetpengunjung mall berdasarkan usia, gender, pendapatan pertahun pengunjung, serta pengeluaran mereka selama berbelanja. Tujuannya adalah untuk mempermudah mengetahui target pengunjung yang sering berbelanja di mall. Menggunakan metode EDA sebagai analisis awal data kemudian K-means dan Hierarchial Clustering sebagai pengelompokan data, dan Confusion matrix pengujian sistem

    KONSEP BERBURU BATU AKIK SEBAGAI GEOWISATA BERBASIS EDUKASI GEOLOGI DI DESA SAWAHAN, KECAMATAN PONJONG, KABUPATEN GUNUNGKIDUL

    Get PDF
    Desa Sawahan terletak di Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunungkidul. Pada daerah tersebut, tersingkap batuan dari tiga formasi, yakni retas dasit dan breksi vulkanik Formasi Mandalika, batuan piroklastik Formasi Semilir, serta batugamping Formasi Wonosari. Keindahan perbukitan karst dan keterdapatan batu akik, yakni jasper atau yang umum dikenal sebagai batu pancawarna, menambah kekayaan geologi pada daerah tersebut. Kondisi geologi yang unik ditambah dengan keindahan geomorfologi menjadikan daerah tersebut dapat dikembangkan sebagai kawasan geowisata yang berbasis edu-wisata. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif yang dilakukan melalui observasi lapangan yang meliputi keragaman geologi dan kondisi sosio-masyarakat. Hasil observasi lapangan menunjukkan bahwa keterdapatan jasper dapat berupa fragmen breksi vulkanik dan berupa singkapan batuan in-situ. Selain itu, didapatkan pula agate, kalsedon, dan kuarsa botyroidal yang menambah keberagaman batu akik di sana. Keterdapatan jasper pada daerah tersebut telah dimanfaatkan secara terbatas oleh masyarakat lokal dan dapat dikembangkan menjadi lokasi geosite untuk berburu jasper dan batu akik lainnya yang berbasis edukasi. Pengembangan prospek geowisata pada daerah tersebut akan memberikan dampak positif kepada sosio- ekonomi masyarakat sekitar

    Online Counseling Services: The Role of Opinion Leaders in Purchase Intentions

    Get PDF
    The declining mental health condition due to the Covid-19 pandemic raises the need for counseling. The pandemic situation and the era of digitalization have encouraged the re-emergence of online counseling services know as e-counseling. The limitations of the online counseling process do not reduce consumers' intention to use this service. Intention to use e-counseling services can be determined by positive thoughts and perceptions of the information provided by individuals or organizations who have credibility and can be trusted (opinion leaders) regarding the quality of services offered. This study aims to analyze the relationship between the perception of opinion leaders and purchase intentions on e-counseling services. This research is a quantitative research with purposive sampling technique. Data from 101 research subjects were processed using Kendall's Tau B non-parametric statistics. A significant value of 0.000 (p <0.05) indicates there is a positive relationship between perceptions of opinion leaders and purchase intention with an effective contribution of 33.5%.Kondisi kesehatan mental yang menurun akibat pandemi Covid-19 memunculkan kebutuhan melakukan konseling. Situasi pandemi dan era digitalisasi mendorong munculnya kembali jasa konseling secara online yang dikenal dengan e-counseling. Keterbatasan proses konseling yang dilakukan secara online tidak menurunkan niat konsumen untuk menggunakan jasa ini (purchase intention). Niat menggunakan jasa konseling online dapat ditentukan oleh pemikiran dan persepsi yang positif atas informasi yang diberikan oleh individu atau organisasi yang memiliki kredibilitas dan dapat dipercaya (opinion leader) mengenai kualitas jasa yang ditawarkan. Penelitian ini bertujuan menganalisa hubungan persepsi terhadap opinion leader dan purchase intention pada jasa konseling online. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Data dari 101 subyek penelitian diolah menggunakan statistik non-parametrik Kendall’s Tau B. Nilai signifikan sebesar 0,000 (p <0,05) menunjukkan ada hubungan positif antara persepsi terhadap opinion leader dan purchase intention dengan sumbangan efektif sebesar 33,5%

    Sistem Informasi Administrasi Data Kependudukan Berbasis Web Pada Kantor Desa Benua Puhun

    Get PDF
    Pelayanan kepada masyarakat di kantor desa masih terdapat beberapa masalah yang saat ini pendataan kependudukan dan pencatatan sipil berupa data atau laporan belum dapat secara maksimal didayagunakan untuk pelayanan publik. Banyak peristiwa seperti kelahiran, kematian, data penduduk pindah, dan data penduduk datang belum ditata secara benar bahkan masih adanya penduduk yang belum memiliki dokumen kependudukan selain itu juga permasalahan yang ada adalah belum terintegrasinya database kependudukan untuk kepentingan-kepentingan yang lain yang pada dasarnya setiap informasi yang diperoleh adalah  dari data penduduk, karena pada sistem yang lama sering terjadinya kehilangan arsip- arsip penting sehingga sering terlambatnya data dan informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat sehingga pelayanannya pun menjadi kurang baik dan maksimal. Menjadi sangat penting bagi pihak kantor desa adanya suatu sistem yang terintegrasi dengan baik, diperlukan “Sistem Informasi Administrasi Data Kependudukan Berbasis Web Pada Kantor Desa Benua Puhun Kecamatan Muara Kaman”.   Penelitian ini menggunakan model siklus hidup pengembangan sistem waterfall dan sistem informasi pelayanan kependudukan berbasis web. Hasil penelitian adalah bahwa sistem informasi administrasi pelayanan kependudukan ini dapat mempermudah dalam aktifitas pelayanan kependudukan di tingkat desa, dengan fasilitas membuat surat pengatar pengajuan baru kartu keluarga, kartu tanda pendudukan dan surat keterangan kelahiran, kematian, pindah serta domisili

    EVALUASI TARIF BERDASARKAN BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN (BOK) PADA ANGKUTAN UMUM TRAYEK G1 DI KOTA SAMARINDA

    Get PDF
    Kota Samarinda memiliki pengguna kendaraan bermotor dan mobil sebanyak 811.194 kendaraan pada tahun 2018 dan pada tahun 2019 sebanyak 906.032 kendaraan (Badan Pusat Statistik Kota Samarinda, 2021). Peningkatan jumlah penggunaan kendaraan dari tahun ke tahun akan berdampak pada kondisi jalan raya, dimana akan terjadi kemacetan. Salah satu solusi untuk mengurangi tingkat kemacetan adalah dengan beralih dari penggunaan kendaraan pribadi ke penggunaan angkutan umum. Penggunaan angkutan umum dapat mengurangi tingginya volume kendaraan di jalan raya dikarenakan mampu membawa banyak penumpang dan mengangkut banyak barang secara bersamaan sehingga lebih efisien terutama bagi masyarakat yang tergolong dalam kelompok captive atau kelompok yang bergantung pada angkutan umum karena tidak memiliki pilihan untuk menentukan kendaraan yang akan digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tarif yang sesuai dengan Biaya Operasional Kendaraan (BOK).Pada penelitian ini digunakan 3 metode survei untuk pengambilan data yaitu survei statis, survei dinamis dan wawancara. Survei statis yaitu survei yang dilakukan dengan mencatat plat kendaraan untuk mengetahui jumlah kendaraan yang beroperasi, sedangkan survei dinamis dilakukan dengan cara mengikuti kendaraan sehingga dapat mengetahui waktu perjalanan dan jumlah penumpang naik dan turun di dalam kendaraan. Metode wawancara dilakukan kepada operator angkutan umum untuk mengetahui biaya yang dikeluarkan untuk mengoperasikan angkutan umum. Data hasil wawancara tersebut kemudian dihitung dan dianalisis berdasarkan Biaya Operasional Kendaraan (BOK).Hasil dari analisis perhitungan tarif diperoleh biaya pokok sebesar Rp 3.790,24/ kendaraan-km dan diperoleh tarif berdasarkan Biaya Operasional Kendaraan (BOK) sebesar Rp 8.800,00/ penumpang

    4,239

    full texts

    4,795

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    eJournals System Universitas Mulawarman
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇