eJournals System Universitas Mulawarman
Not a member yet
4795 research outputs found
Sort by
RESPONS PEMBACA TERHADAP CERPEN “MAKAM” KARYA HERMAN RN KAJIAN: RESEPSI SASTRA
Cerpen “Makam” karya Herman RN menarik untuk dijadikan objek penelitian karena cerpen ini memberikan pelajaran untuk menepati janji dan berbakti kepada orangtua terhadap pembaca. Adapun rumusan masalah pada penelitian ini, yaitu respons pembaca melalui unsur intrinsik pada cerpen “Makam“ Karya Herman RN di analisis menggunakan teknis analisis sinkronik eksperimental. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan respons pembaca melalui unsur intrinsik pada cerpen “Makam” karya Herman RN. Pendekatan resepsi sastra yang digunakan adalah teori resepsi sastra menurut Hans Robert Jauss.Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data penelitian ialah responden terhadap cerpen dan sumber data ialah 16 siswa kelas XI SMAN 2 Longikis. Teknik pengumpulan data merupakan teknik wawancara, teknik catat, teknik rekam, dan transkripsi. Teknik analisis data menggunakan metode resepsi sinkronis secara eksperimental.Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan, bahwa secara keseluruhan responden dapat memahami unsur intrinsik cerpen “Makam” karya Herman RN dengan baik dan tidak ada kendala. Mulai dari tokoh, latar, alur, tema, sudut padang, dan amanat. Siswa memberikan tanggapan yang berbeda-beda pada unsur intrinsik amanat, ada yang memberikan tanggapan mengenai amanah, berbakti, dan pekerja keras pada cerpen “Makam” karya Herman RN. Hal tersebut dikarenakan setiap pembaca memiliki horizon harapan tersendiri berdasarkan pengetahuan dan pengalamannya, bahkan juga ideologinya, maka mereka akan menanggapi sebuah karya sastra secara berbeda- beda.Kata Kunci : cerpen, resepsi sastra, respons pembaca, Herman R
Analisis finansial dan strategi pengembangan usaha budidaya burung walet (Aerodramus fuciphagus)
Membudidayaan burung walet bukan hal yang mudah untuk dilakukan walaupun harga jual sarangnya memiliki nilai tinggi, namun tentu ada faktor yang harus diperhatikan. Sedangkan untuk perumusan strategi dilakukan dengan menentukan faktor internal dan eksternal dimana responden yang diambil adalah seluruh pemilik usaha ternak (metode sensus), kemudian dimasukkan kedalam matriks SWOT dan ditentukan strategi yang tepat dalam pengembangan usaha tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi pada bangunan rumah walet dengan luasan 98 m2 memiliki produksi optimal pada tahun ke-7 dengan produksi 4,3 kg dengan produktivitas 3,66 g/m2dan produksi maksimal sebesar 6,2 kg pada tahun ke-12 dengan produktivitas 5,27 g/m2. Sedangkan pada bangunan dengan luasan 144 m2, produksi maksimal di tahun ke-14 dengan produksi 18,5 kg dengan produktivitas 10,71 g/m2 dan produksi optimal dicapai di tahun ke-9 dengan produksi 14 kg dengan produktivitas 8,10 g/m2.
Self-Efficacy as a Mediation the Influence of Proactive Personality on Career Adaptability in Early Adults
Early adulthood, as defined by Huclock (2012), is a transitional period from adolescence to adulthood, spanning the age range of 18 to 40 years. The fact that 80% of Indonesian students do not work in fields related to their college majors indicates a discrepancy between graduates' qualifications and the job demands in the labor market. Furthermore, data stating that only about 27% of graduates have jobs in their field of study highlights a high level of incongruity between graduates' qualifications and the job demands in specific industries or sectors. This research aims to explore the role of self-efficacy as a mediator of the influence of proactive personality on career adaptability among young adults in Kabupaten Karawang. The distribution of questionnaire data is conducted electronically. The instruments used in this study include the Career Adapt-Abilities Scale (CAAS), The General Self-Efficacy Scale (GSES-12), and the Proactive Personality Scale (PPS), all of which have been translated into Indonesia. The results of the analysis indicate that proactive personality significantly influences career adaptability. However, self-efficacy does not have a significant influence on career adaptability. Neither proactive personality nor self-efficacy individually has an impact on career adaptability. Data analysis using mediation analysis shows that there is no mediating role of self-efficacy between proactive personality and career adaptability among young adults in Kabupaten Karawang.Dewasa awal, menurut Huclock (2012), adalah periode peralihan dari masa remaja menuju dewasa dengan rentang usia 18 hingga 40 tahun. Fakta bahwa 80% mahasiswa Indonesia tidak bekerja sesuai dengan jurusan kuliahnya menunjukkan adanya kesenjangan antara kualifikasi yang dimiliki oleh lulusan dengan kebutuhan dan permintaan pekerjaan di pasar kerja. Selain itu, data yang menyatakan hanya sekitar 27% lulusan yang memiliki pekerjaan sesuai dengan bidang ilmunya menunjukkan tingginya tingkat ketidaksesuaian antara kualifikasi lulusan dengan tuntutan pekerjaan di industri atau sektor tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran efikasi diri sebagai perantara dari pengaruh kepribadian proaktif terhadap adaptabilitas karir pada dewasa awal di Kabupaten Karawang. Penyebaran data kuesioner melalui media elektronik. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini mencakup Skala Adaptabilitas Karir (CAAS), Skala Efikasi Diri Umum (GSES-12), dan Skala Kepribadian Proaktif (PPS), yang semuanya telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. Hasil analisis menunjukkan bahwa kepribadian proaktif memiliki pengaruh signifikan terhadap adaptabilitas karir. Namun, efikasi diri tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap adaptabilitas karir. Baik kepribadian proaktif maupun efikasi diri secara individual tidak memiliki pengaruh pada adaptabilitas karir. Analisis data menggunakan analisis mediasi menunjukkan bahwa tidak ditemukan peran mediasi dari efikasi diri antara kepribadian proaktif dan adaptabilitas karir pada dewasa awal di Kabupaten Karawang
Organizational Commitment Is Viewed From The Perception Of Organizational Support For Students Who Study While Working
Students who decide to study while working have to take on a tougher role than students who don't work. The negative impact of studying while working is feeling that the work they do has no meaning, there are students who choose to resign from the company for several reasons, such as wanting to focus on completing their final assignment, choosing to look for a new job because of the long shift system, there are also students who often refuse to work overtime when asked by their superiors, it is in this situation that students' commitment is tested. Meanwhile, companies need employees who are proactive and have a high commitment to work. This research looked at the influence of organizational support on organizational commitment in 319 students who studied while working at UBPK. The sampling method uses quota sampling. In this study, 2 scales were used: the Allen and Meyer organizational commitment scale with 24 items and the Eisenberger perceived organizational support scale with 8 items. The SPSS 25 statistical program was used to analyze this research data. The results of the hypothesis test show a significance of 0.000 P <0.05. With an R coefficient value of 0.752, it is clear that the variable perception of organizational support has a positive impact on organizational commitment. This means that the more positive the perception of organizational support, the higher the level of commitment to the organization.Mahasiswa yang memutuskan untuk kuliah sambil bekerja harus menempuh peran yang lebih berat daripada mahasiswa yang tidak bekerja. Dampak negatif dari kuliah sambil bekerja adalah merasa bahwa pekerjaannya yang dilakukan tidak memiliki makna, adanya mahasiswa yang memilih untuk mengundurkan diri dari perusahaan dengan beberapa alasan, seperti ingin memfokuskan diri untuk menyelesaikan tugas akhir, memilih mencari pekerjaan baru karena sistem shift yang berkepanjangan, ada juga mahasiswa yang sering menolak lembur ketika diminta oleh atasan, di situasi tersebutlah komitmen mahasiswa diuji. Sedangkan perusahaan membutuhkan karyawan yang proaktif dan memiliki komitmen yang tinggi dalam bekerja. Penelitian ini melihat pengaruh dukungan organisasi terhadap komitmen organisasi pada 319 mahasiswa yang kuliah sambil bekerja di UBPK. Metode pengambilan sampelnya menggunakan kuota sampling. Dalam penelitian ini, digunakan 2 skala: skala komitmen organisasi Allen dan Meyer dengan 24 item dan skala persepsi dukungan organisasi Eisenberger dengan 8 item. Program statistik SPSS 25 digunakan untuk menganalisis data penelitian ini. Hasil uji hipotesis menunjukkan signifikansi 0.000 P <0,05. Dengan nilai koefisien R sebesar 0,752, jelas bahwa variabel persepsi dukungan organisasi berdampak positif pada komitmen organisasi. Artinya semakin positif persepsi dukungan organisasi maka semakin tinggi tingkat komitmen pada organisas
Desain Internet of Things Pada Sistem Monitoring Kendali Lampu Berbasis Web Dan Mobile Application
Pada era sekarang ini internet sudah berkembang dengan sangat pesat dan tentunya dengan perkembangan tersebut munculah istilah internet of things yang mana dapat mengendalikan segala sesuatu yang tidak terpengaruh jarak asalkan dapat terhubung dengan internet. Untuk itu dengan adanya internet of things dapat dimungkinkan untuk melakukan kendali pada lampu yang berada pada sebuah rumah yang dapat dikontrol dari manapun melalui aplikasi mobile yang sudah terpasang pada smartphone baik pada sistem operasi Android maupun iOS. Sehingga dengan adanya sistem ini akan menjadikan risiko lupa mematikan/menyalakan lampu pada suatu ruangan dapat memberikan solusi dan juga setiap melakukan menyalakan atau mematikan lampu akan tercatat atau tersimpan pada sistem. Pada sistem nantinya memiliki 2 user level yaitu user operation dan user admin dimana user operation untuk akses mobile application dan user admin dapat melihat data log melalui website yang dilakukan oleh semua user operasiona
Implementasi Metode Certainty Factor Untuk Diagnosis Kerusakan Software Pada Smartphone Berbasis Web
Smartphone merupakan alat komunikasi antara dua orang atau lebih, saat ini tidak hanya berkomunikasi, beberapa fungsi lainnya sudah tersedia, serta beberapa smartphone memiliki kinerja layaknya komputer. Komponen teknologi umumnya tidak dapat terhindar dari kerusakan. Kerusakan yang terjadi pada smartphone sebagian besar masyarakat awam tidak tahu pasti kerusakan apa yang dialami. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah membentuk sebuah sistem yang dapat melakukan diagnosis terhadap suatu kerusakan smartphone berdasarkan pola pikir pakar atau ahli. Penelitian ini menggunakan metode Certainty Factor untuk mengakomodasi ketidakpastian seorang pakar. Data yang digunakan merupakan hasil wawancara bersama pakar selaku teknisi Smartphone Care dan ditemukan 6 jenis kerusakan yang dapat disebabkan oleh software yaitu Light Bootloop, Medium Bootloop, Hard Bootloop, Soft Brick, Hard Brick, dan Freeze. Hasil pengujian dari 6 data, diperoleh hasil diagnosis jenis kerusakan yang terjadi berdasarkan gejala yang dialami oleh user. Hasil akurasi dari perhitungan manual dan sistem memiliki tingkat akurasi 83,3%, sedangkan hasil akurasi dari perhitungan sistem dengan hasil diagnosis pakar memiliki tingkat akurasi 100%. Hasil diagnosis kerusakan metode certainty factor ini bisa menjadi bahan pertimbangan untuk para pengguna smartphone awam menggunakan sistem dalam melakukan diagnosis pada smartphone lebih dini tanpa datang ke teknisi untuk melakukan perbaikan
PEMANFAATAN LIMBAH FLY ASH UNTUK BAHAN TAMBAH PEMBUATAN BATU BATA RINGAN
Di Indonesia penggunaan limbah fly ash masih kurang optimum. Fly ash dapat digunakan sebagai fillerkarena ukuran partikel yang sangat lembut sehingga dapat sebagai pengisi rongga antar agregat. Salah satucara dalam mengatasi masalah tersebut yaitu dengan menggunakan kembali limbah fly ash pada pembuatanbata ringan Cellular Lightweight Concrete (CLC).Berkaitan dengan hal tersebut, diadakan penelitian yang menggunakan limbah fly ash sebagai bahan tambahpada campuran bata ringan dengan variasi sebesar 15%, 30%, 45%, 60% dan variasi 0% sebagai kofisienpembanding terhadap berat semen. Pengujian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pengujian kuattekan dengan dimensi benda uji 5 cm x 5 cm x 5 cm; pengujian kuat tarik belah dengan dimensi benda ujiberdiameter 10 cm dan tinggi 20 cm; dan pengujian kuat tarik belah dengan dimensi benda uji 40 cm x 40cm x 5 cm pada waktu 28 hari.Hasil dari pengujian pada penelitian ini yaitu kuat tekan tertinggi berada pada variasi 15% dengan nilairata-rata 8,73 MPa; nilai kuat tarik belah tertinggi berada pada variasi 15% dengan nilai rata-rata 0,53 MPadan untuk nilai permeabilitas tertinggi berada pada variasi 0% dengan nilai 0,164 mm/menit. Berdasarkanhasil tersebut, maka penambahan fly ash pada pembuatan benda uji sangat berpengaruh terhadap hasilpengujian kuat tekan, kuat tarik belah dan permeabilitas
Produksi Hijauan Pakan di Perkebunan Kelapa Sawit Kecamatan Muara Wis Kabupaten Kutai Kartanegara
Komoditas kelapa sawit di Indonesia telah menjadi tanaman primadona dan memiliki prospek masa depan yang sangat cerah. Dalam penelitian ini akan dikaji mengenai produksi hijuan, identifikasi hijauan, dan kapasitas tampung antar tanaman sawit sebagai hijauan pakan ternak dari umur tanaman kelapa sawit yang berbeda. Penelitian ini menggunakan metode eksploratif yaitu mengamati vegetasi di lahan perkebunan sawit. Produksi hijauan antara tanaman di perkebunan kelapa sawit menghasilkan berat segar pada umur 5 tahun sebesar 9.976,16 Kg ha-1, dan berat kering sebesar 1.326,16 Kg ha-1, pada umur 10 tahun berat segar sebesar 5.326,16 Kg ha-1, dan berat kering sebesar 726,16 Kg ha-1. Hal ini digambarkan oleh produksi hijauan yang tumbuh di bawah tanaman kelapa sawit antara lain Borreria latifolia, Paspalum conjugatum, Ottochloa nodosa, Macuna bracteate, Cyperus rotundus, dan Panicum sarmentosum yang dapat tumbuh dilahan perkebunan sawit. Berdasarkan produksi hijauan tersebut, dapat menampung 1,11 ST ha-1 pada tanaman umur 5 tahun, dan menurun menjadi 0,75 ST ha-1. pada tanaman umur 10 tahun
Analisis Mutu Organoleptik Dangke dengan Penerapan Aspek Keamanan Pangan Pengolahannya di Kecamatan Cendana Kabupaten Enrekang
Dangke merupakan makanan khas Sulawesi Selatan khususnya di Kabupaten Enrekang yang dibuat dari susu kerbau atau susu sapi. Dangke memiliki keunggulan sebagai produk Kabupaten Enrekang, sehingga ciri khas dari produk tersebut tetap dipertahankan, sehingga proses produksinya masih dilakukan secara tradisional yang berdampak pada aspek keamanan pangan kurang diperhatikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan aspek keamanan pangan terhadap mutu organoleptik dangke. Parameter yang diukur dalam penelitian ini yaitu keamanan pangan meliputi pengadaan bahan baku susu segar, pekerja, peralatan pengolahan, bahan baku dan produk dangke; dan organoleptik meliputi warna, aroma, rasa, dan tekstur. Penelitian dilakukan di Desa Cendana, Kecamatan Cendana, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan pada bulan September 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan lima ulangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan One Way Anova dilanjutkan dengan uji Duncan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan aspek keamanan pangan tertinggi pada tiga lokasi, berturut – turut adalah peternakan di dekat lereng gunung (63%) dengan mutu hedonik warna (3,55), aroma (3,66), rasa (3,99) dan tekstur (3,74); peternakan di dekat pemukiman (61%) dengan mutu hedonik warna (3,23), aroma (3,54), rasa (3,99), dan tekstur (3,55); dan peternakan di dekat perairan (58%) dengan mutu hedonik warna (3,02), aroma (3,50), rasa (3,66), dan tekstur (3,35)
Hubungan Kelimpahan Mega Gastropoda dengan Padang Lamun di Desa Selangan Kota Bontang
Goesti Mohammad Adam, 2022. Relationship between Mega Gastropod Abundance and Seagrass Beds in Selangan Village, Bontang City (Supervised by Aditya Irawan and Lily Inderia Sari).Mega Gastropods is one of the aquatic animals that can be seen with the naked eye. The purpose of this study was to determine the relationship between the abundance of Mega Gastropods and seagrass beds in Selangan village, Bontang city. This research was conducted in January 2022. There were 3 types of samples taken during the research, namely Mega Gastropods, Seagrass and Soil Substrate. Soil Substrate Testing was analyzed at the Laboratory of Soil Science, Faculty of Agriculture and for the identification of Mega Gastropods and Seagrass using a guidebook. The parameters used include abundance, diversity, uniformity and dominance. The method used in determining the research location is purposive sampling which there are 2 stations, namely North and South, each of which is divided into 3 quadrant transects, viz Low Surface Water, Middle Surface Water and High Surface Water using the 50 x 50 cm quadrant transect method. Based on the results of research at 2 research stations in the waters of Selangan Village, 14 species were found with a total of 174 individual Mega Gastropod species, at the North Station 164 individual species were found while at the South Station 10 individual Mega Gastropod species were found. The results obtained at the North station at all three quadrant transect points, namely at point MSW had the highest species abundance, namely 65 individuals/m² and the highest relative abundance, namely 80.2% of species Storm pitcher. The results obtained at the South station in the three quadrant transects, namely at the LSW point, had the highest species abundance, namely 4 individuals/m² and had a relative abundance value of 80% of the species Pseudovertagus aluco. Based on the results obtained, the range of diversity index values at all research stations was 0.01 - 1.69. The north station had the highest diversity results when compared to the south station, this value was included in the medium category. The uniformity index values obtained from all stations have a range of 0.01 - 0.75. The north station at the three stations has a more diverse uniformity value, while the south station has a lower uniformity value. Based on the results obtained at the northern station, the dominance index results were obtained with a value range of 0.25 – 0.65, with species Storm pitcher dominating. The results obtained for the dominance index value at the south station have a value range of 0.01 – 0.38, at the three research points with species Pseudovertagus aluco dominating. At the North and South stations, a correlation of 0.93 was obtained, where this value almost reached 1, indicating that the abundance of individual Mega Gastropods and the density of seagrass had a very strong relationship. Based on the results of observations on Seagrass found species Enhalus acoroides