eJournals System Universitas Mulawarman
Not a member yet
4795 research outputs found
Sort by
Political Trust as a Predictor of Vote Buying Attitudes among New Voters
Vote buying activities that often occur close to general election contestations can influence the views of novice voters on politics in Indonesia, one of which is political beliefs. Therefore, this research aims to determine the relationship between political trust and vote buying attitude which was carried out using a correlational quantitative approach. The subjects used in the research were 347 novice voters in Palembang City who were obtained using a purposive sampling technique. The data was measured using the Political Trust Scale from Akhrani (2016), the Vote Buying Scale from Sumantri (2021). Data analysis in this research uses Pearson Product Moment correlation. The results of this study show that there is no relationship between political trust and vote buying attitude (r=-0.009, n=347, p=0.868). This means that there is no significant relationship between the two variables studied. Future research is expected to examine other variables that can influence political trust.Kegiatan vote buying yang sering terjadi mendekati kontestasi pemilihan umum dapat mempengaruhi pandangan pemilih pemula terhadap perpolitikan di Indonesia salahsatunya terhadap kepercayaan politik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan political trust dan vote buying attitude yang dilakukan menggunkan pendekatan kuantitatif korelasional. Subyek dalam penelitian yang digunakan adalah 347 pemilih pemula di Kota Palembang yang diperoleh dengan teknik purposive sampling. Data yang diukur menggunakan Skala Polotical Trust dari Akhrani (2016), Skala Vote Buying dari Sumantri (2021). Analisis data dalam penelitian ini menggunakan korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian ini menunjukan tidak adanya hubungan antara political trust dengan vote buying attitude (r=-0,009, n=347, p=0.868). Hal ini bermakna bahwa tidak adanya hubungan yang signifikan antara kedua variabel yang diteliti. Penelitian selanjutnya diharapkan untuk meneliti variabel lain yang dapat mempengaruhi political trust.
Exploring the Impact: Understanding Employees' Innovative Work Behaviors Reviewed from Work Autonomy
The increasingly rapid development of organizational culture encourages companies to create competitive products by innovating. The important role of innovation for companies causes companies to demand the contribution of adaptive and creative human resources through innovative work behavior. This study aims to determine the relationship between job autonomy and innovative work behavior. This research method uses a quantitative approach. The subjects of this study were 139 employees of PT. Pupuk Kalimantan Timur and selected using a simple random sampling technique. The data collection method used is the scale of innovative work behavior and job autonomy. The data collected was analyzed with Kendall’s tau-b analysis test. The result of this research show that there is a significant positive correlation between job autonomy and innovative work behavior of employess in PT. Pupuk Kalimantan Timur (r = 0.494; p < 0.05 which means that the higher the job autonomy, the higher the innovative work behavior produced. The practical implication in this research is that through job autonomy which will produce innovative work behavior in employees, it will have an impact on the company in the form of competitive advantage and facing sustainable developments in the global market.Perkembangan budaya organisasi yang semakin cepat mendorong perusahaan untuk menciptakan produk yang bersaing dengan cara berinovasi. Pentingnya peran inovasi bagi perusahaan menyebabkan perusahaan menuntut kontribusi sumber daya manusia yang adaptif dan kreatif melalui perilaku kerja inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan otonomi kerja dan perilaku kerja inovatif. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah 139 karyawan PT. Pupuk Kalimantan Timur dan dipilih dengan menggunakan teknik simple random sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dengan skala perilaku kerja inovatif dan skala otonomi kerja. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan uji analisis Kendall’s tau-b. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara otonomi kerja dengan perilaku kerja inovatif pada karyawan PT. Pupuk Kalimantan Timur (r = 0.494; p < 0.05) yang berarti bahwa semakin tinggi otonomi kerja, maka akan semakin tinggi pula perilaku kerja inovatif yang dihasilkan. Implikasi praktis dalam penelitian ini adalah melalui otonomi kerja yang akan menghasilkan perilaku kerja inovatif pada karyawan akan memberikan dampak pada perusahaan berupa keunggulan dalam bersaing dan menghadapi perkembangan berkelanjutan di pasar global
The Relationship between Fiber Intake, Physical Activity, and Waist Circumference with Total Blood Cholesterol Levels (Case Study of MTs Teachers in Sukatani District)
Background : The prevalence of hypercholesterolemia in Sukatani District in 2021 was 6.018%. Hypercholesterolemia can be prevented by adequate fiber intake and physical activity so that there is no fat accumulation, especially in the abdomen, so that the waist circumference is average or not at risk of obesity. This study analyzes the relationship between fiber intake, physical activity, and waist circumference with total blood cholesterol levels. Method: This research method uses a cross-sectional design, and the sampling technique uses a purposive sampling technique. Data analysis used the Spearman rank test. Results: The results of this study showed no relationship between fiber intake and physical activity with total blood cholesterol levels (p>0.05), and there was a significant positive relationship between waist circumference and total blood cholesterol levels in MT teachers in Sukatani District (p<0.05).Conclusion : There is no relationship between fiber intake and physical activity with cholesterol levels Keywords: teacher, fiber intake, physical activity, waist circumference, total cholestero
PERAN PUSAT PELATIHAN PERTANIAN DAN PEDESAAN SWADAYA DALAM MENINGKATKAN HASIL PRODUKSI DAN PENDAPATAN PETANI HORTIKULTURA STUDI: P4S BULUBALLEA, KECAMATAN TINGGI MONCONG, KABUPATEN GOWA, SULAWESI SELATAN (The Role of the Self-Help Agricultural and Rural Training Center in Increasing Production Yields and Income of Horticultural Farmers Case : P4S Buluballea, Subdistrict Tinggi Moncong , Gowa Regency, South Sulawesi)
This study aims to 1) analyze the role of P4S in increasing the production and income of farmers, 2) determine the production and income of horticultural farming and 3) analyze the relationship between the role of P4S with the level of production and income of horticultural farmers in Tinggi Moncong District. This research was conducted with descriptive quantitative method with data collection using survey method conducted in Tinggi Moncong sub-district. The results concluded that 1) the production level of farmers in Tinggi Moncong Sub-district increased by 2-3 tons per hectare after joining P4S, proving that after becoming a member of P4S the productivity and income of farmers increased. 2) From the results of the correlation test using Sperman analysis, the significance value between the facilitator variable and the increase in production and income is 0.685, which indicates a strong relationship between the two variables. For the motivator variable is 0.681, which means that the level of strength of the relationship (correlation) between the motivator variable and the increase in production and income of farmers is at a strong level. From the results of the correlation test using Sperman analysis, the significance value between the facilitator variable and the increase in production and income is 0.685, which indicates a strong relationship between the two variables. For the motivator variable is 0.681, which means that the level of strength of the relationship (correlation) between the motivator variable and the increase in production and income of farmers is at a strong level
Pemanfataan Tepung Jagaq ( Setaria italica) Sebagai Subsitusi Tepung Tapioka Terhadap Kualitas Fisik dan Organoleptik Bakso Sapi
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh filler tepung jagaq (Setaria italica) sebagai subsitusi tepung tapioka terhadap kualitas fisik dan organoleptik bakso daging sapi. Adapun parameter yang diukur meliputi uji daya ikat air, uji pH, uji susut masa, uji tekstur dengan menggunakan alat texture analyzer, uji warna dengan pengujian alat Colorimeter hunter lab. Kualitas Organolpetik meliputi skala hedonik dan mutu hedonik warna, aroma, tekstur, keempukan dan rasa. Penelitian ini dilakukan di Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman pada pulan September 2023. Percobaan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan lima ulangan. Hasil penelitian pada uji fisik menunjukkan bakso sapi dengan penambahan tepung jagaq berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap nilai daya ikat air, pH, tekstur, dan warna kecerahan (L*) dan warna kekuningan (b*). Hasil penelitian pada organolepik berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap skala hedonik dan mutu hedonik aroma, tekstur, keempukan dan rasa
Self-esteem in Fatherless Adolescent is reviewed by Parental Attachment and Peer Relationship
The family is the smallest social unit in society that includes a father, mother, and children who are characterized by living together. However, not all families live with fathers due to the loss of fathers (death), divorced parents, this is called fatherless. This study was conducted to determine the effect of parental attachment and peer relationships on self-esteem in fatherless adolescents in Karawang Regency. The population studied was fatherless adolescents aged 12-21 years who live in Karawang Regency. Therefore, the sampling technique used was non-probability sampling through snowball sampling technique, the number of respondents in this study were 193 respondents. The measuring instruments used were the IPPA (Inventory of Parent and Peer Attachment) scale, CA-PRS (Children Adolescent Peer Relationship Scale) and RSES (Rosenberg Self-esteem Scale). The methods applied are normality test, linearity test, and multiple regression analysis. The results showed a significance value of 0.001 <0.05, which means that there is an influence of parental attachment and peer relationships on self-esteem in fatherless adolescents in Karawang Regency. The test results of the coefficient of determination with R Square 0.075. Therefore, the amount of influence of parental attachment and peer relationship together on self-esteem is 7,5%.Keluarga dianggap sebagai unit sosial terkecil dalam lingkungan masyarakat yang mencakup ayah, ibu, serta anak yang memiliki ciri khas seperti tinggal bersama. Namun, tidak semua keluarga tinggal bersama ayah yang disebabkan kehilangan ayah (meninggal), orang tua bercerai hal ini disebut dengan fatherless. Penelitian ini dilakukan guna mengetahui pengaruh kelekatan orang tua dan peer relationship terhadap self-esteem pada remaja fatherless di Kabupaten Karawang. Populasi yang diteliti yaitu remaja fatherless yang berumur 12-21 tahun yang berdomisili di Kabupaten Karawang. Oleh karena itu, teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu non-probability sampling melalui teknik sampel snowball sampling, jumlah responden dalam penelitian ini adalah 193 responden. Alat ukur yang digunakan skala IPPA (Inventory of Parent and Peer Attachment), CA-PRS (Children Adolescent Peer Relationship Scale) dan RSES (Rosenberg Self-esteem Scale). Metode yang diterapkan yaitu uji normalitas, uji linearitas, serta analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi yaitu 0,001 < 0,05 yang berarti ada pengaruh kelekatan orang tua dan peer relationship terhadap self-esteem pada remaja fatherless di Kabupaten Karawang. Hasil uji koefisien determinasi dengan R Square 0,075. Oleh karena itu, besaran pengaruh kelekatan orang tua dan peer relationship secara bersama-sama terhadap self-esteem yaitu sebesar 7,5%
Implementasi Metode WebQual 4.0 dan Customer Satisfaction Index (CSI) Untuk Analisis Tingkat Kepuasan Mahasiswa Terhadap Layanan Website AIS Universitas Mulawarman
Universitas Mulawarman (Unmul) merupakan salah satu perguruan tinggi negeri yang ada di Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Unmul memiliki portal akademik berbentuk aplikasi web yang dapat diakses oleh civitas akademik yang ada di Unmul. Unmul memilki Sistem Informasi Akademik (SIA) yang beralih menjadi Academic Integrated System (AIS). Selama penerapan AIS belum ada yang melakukan pengukuran terhadap tingkat kepuasan Mahasiswa terhadap layanan website AIS secara menyeluruh dari berbagai aspek dan perspektif pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Tingkat kepuasan mahasiswa terhadap layanan website akademik AIS Unmul, serta kualitas layanan website dari perspektif pengguna. Penelitian ini menggunakan 100 kuesioner dengan variabel penelitian menggunakan metode webqual 4.0 yang terdiri dari usability, information quality, service interaction quality dan untuk analisis data digunakan metode customer satisfaction index. Metode webqual 4.0 bertujuan mengetahui valid, reliabel nya data dan mengetahui persepsi responden, untuk tingkat kinerja yang memilih sangat tidak setuju sebesar 4%, tidak setuju sebesar 12%, cukup setuju 38%, setuju sebesar 38% dan sangat setuju sebesar 9%, atau bisa dikatakan cukup puas terhadap kualitas layanan website AIS Universitas Mulawarman, sedangkan untuk persepsi responden pada tingkat kepentingan yang memilih sangat tidak penting sebesar 0%, tidak penting sebesar 0%, cukup penting sebesar 10%, penting 58%, dan untuk sangat penting 58%. Metode customer satisfaction index bertujuan untuk mengetahui tingkat keseluruhan baik tingkat kesesuaian, antara tingkat kinerja dengan tingkat kepentingan dan mengetahui tingkat kepuasan pengguna secara menyeluruh. Dari hasil perhitungan CSI didapatkan 67,33% puas dikarenakan skor yang berada pada rentang 66% sampai dengan 80,99% puas, hasil uji kesesuaian antara tingkat kinerja dengan nilai tingkat kepentingan didapatkan dari ke tiga variabel sebesar 80% dan dari ke tiga variabel ini perlu ada perbaikan, variabel usability terutama kemudahan akses website AIS, variabel information quality, prioritas perbaikan adalah menyajikan informasi yang lengkap dan terperinci. Variabel service interaction quality perbaikan diperlukan untuk meningkatkan reputasi website dengan memperbaiki kinerja
Perancangan Desain Jaringan Dengan Konsep VLSM Menggunakan Metode PPDIOO di SMAN 1 Taman
Penggunaan teknologi informasi (TI) dan peran internet dalam pembangunan SMAN 1 Taman Sidoarjo menunjukkan betapa pentingnya memiliki infrastruktur jaringan yang andal untuk mendukung pendidikan dan pengelolaan sekolah. Studi ini memaparkan proses perancangan ulang jaringan mulai dari analisis kebutuhan, perencanaan, desain, implementasi, operasi, dan optimalisasi, menggunakan metode PPDIOO sebagai panduan. Perancangan jaringan ini menggunakan Cisco Packet Tracer dan menggunakan topology hybrid. Dengan data observasi dan wawancara, penelitian menunjukkan bahwa jaringan yang merata di seluruh ruangan sekolah diperlukan untuk mendukung pendidikan. Analisis dan perencanaan ini bertujuan untuk meningkatkan konektivitas jaringan untuk memastikan akses yang lebih luas ke sumber daya pendidikan online serta aplikasi penting seperti DAPODIK, e-raport, dan e-learning, serta untuk memenuhi kebutuhan akses siswa, guru, dan karyawan sekolah. Diharapkan rencana ini akan meningkatkan efisiensi dan aksesibilitas internet untuk siswa, guru, dan staf sekolah
Analisis Tingkat Pencemaran Logam Berat pada Air Limbah Pengolahan Mangan (Mn)
Aktivitas pertambangan merupakan salah satu sumber pencemaran penghasil logam berat jika tidak dikelola dengan baik. Logam berat dalam jumlah tertentu sangat dibutuhkan oleh setiap organisme hidup, namun jika dalam jumlah yang berlebihan dapat menimbulkan efek racun. Dalam penelitian ini bertujuan untuk menganalisa tingkat pencemaran logam berat pada kolam pengendapan limbah hasil pencucian bijih mangan. Metode yang digunakan yaitu penilaian kualitas air dengan CF (contamination factor) dan penilaian kualitas air terkait pencemaran logam berat indeks pencemaran logam (metal pollution index, MPI). Kemudian diseusaikan dengan baku mutu air limbah berdasarkna PP No 82 Tahun 2001. Hasil analisis diperoleh bahwa air limbah hasil pencucian bijih mangan pada kolam pengendapan mengandung logam berat Fe, Mn, Cu, Pb dan Zn yang masih melebihi baku mutu dan memiliki indeks pencemaran logam dari tingkatan tinggi sampai dengan sngat tinggi.Kata Kunci: Air Limbah, CF, Kolam Pengendapan, Logam berat, MP
Metode Pengendalian Suhu Beton Massa Pekerjaan Pengecoran Pile Cap Jembatan dengan Pengaliran Air Laut Menggunakan Pipa-pipa PVC didalam Beton Studi Kasus : Pengecoran Pile Cap Jembatan Pulau Balang Bentang Pendek
Pengecoran konstruksi beton volume besar dan tebal yang diklasifikasikan sebagai beton massa perlu perlakuan khusus, mulai dari proses persiapan dan pelaksanaan. Maksimum temperature puncak dibatasi sampai sebesar 70 ºC dan perbedaan temperature ≤ 20 ºC. Pada umumnya perbedaan suhu (lebih dari 20℃) diantara layer beton akan menyebabkan retak thermal. Pile cap pondasi Jembatan Pulau Balang Bentang Pendek termasuk jenis beton massa karena ukuran Ketebalan lebih dari 4 kaki atau 1,3 m (ACI,2010). Berdasarkan hasil analisa temperature puncak yang terjadi sebesar 78.860C melebihi temperature maksimum beton 700C, sehingga perlu dilakukan system pendingin beton pada pile cap. Sistem pendingin yang digunakan adalah metode penyiraman agregat dan pengaliran air melalui pipa-pipa didalam beton. Dari hasil pengamatan thermocouple, suhu dilapisan atas tertinggi yang terjadi mencapai 56 ºC, sedangkan suhu dilapisan tengah tertinggi mencapai 67ºC, dan suhu lapisan bawah adalah 61ºC. hal ini masih masuk dalam syarat maksimum temperature puncak sebesar 70 ºC dan perbedaan temperature ≤ 20 º