eJournals System Universitas Mulawarman
Not a member yet
4795 research outputs found
Sort by
Maskulinitas pada Budaya Kejahatan Geng Klitih: Sebuah Analisis Konstruksi Sosial
This study aims to examine the social construction of masculinity in the phenomenon of klitih gang crime in Yogyakarta. Klitih crimes, involving male adolescents, are viewed as a form of criminal subculture oriented towards violence as a means of gaining recognition and social existence. This research employs a qualitative method with a case study approach. Data were obtained through document analysis, media reports, and online platforms used by klitih gang members. This descriptive qualitative approach provides in-depth insights into the motivations and perceptions of klitih perpetrators in constructing their masculine identity through violence. The findings reveal that hegemonic masculinity plays a significant role in the violent actions committed by the klitih gang. Klitih gang members tend to use violence not for economics gain but as a tool to enhance their social status and reinforce an aggressive and dominant masculine identity. This phenomenon reflects how societal norms surrounding masculinity can drive violent behavior among adolescents. This study is expected to contribute to cultural criminology studies and help in formulating social intervention strategies to address youth violence in Yogyakarta.Keywords: Cultural criminology, hegemonic masculinity, klitih gang, social construction,youth violenc
The Use of Adjacency Pairs in Big Hero 6 Film
This research analyzed the conversation of the characters using adjacency pairs and insertion sequences. The purposes of the research are to identify the types of adjacency pairs and to find out the types of insertion sequences in the Big Hero 6 film. The approach used in this research is conversation analysis, specifically using the adjacency pairs theory of Paltridge and the insertion sequence theory of Levinson. This research is classified into descriptive qualitative research, while the data are words and sentences in the conversation. Based on the result of the analysis, the researchers found seven types of adjacency pairs in the film. The seven types are complaint-apology, greeting-greeting, offer-acceptance, assessment-agreement, blame-denial, request-agreement, and question-answer sequence. This research also found two types of insertion sequences which are request-question-answer-acceptance and repair sequence. The result of the research showed that Baymax can adapt to the human environment with their limited language by hearing explanations given by the other characters in the film. This research revealed that the use of adjacency pairs can make the conversation clearer and insertion sequence can help to understand the meaning of the expression in words by the explanation
Dynamics Of Employee Organizational Commitment Reviewed from Role Conflict
Role conflict in sales marketing employees can potentially cause an employee to have low organizational commitment, resulting in failure to follow processes, inconsistent and inconsistent with what is expected by the company where they work. The purpose of this research is to examine the relationship between role conflict and organizational commitment in sales marketing employees. This research uses quantitative research methods. The sampling technique used was purposive sampling. The number of participants was 57 respondents. The research results show that the Pearson correlation value is -0.577 with sig. = 0.000 (p < 0.05). This means that there is no relationship between role conflict and organizational commitment in sales marketing employees. The implication of this research is that there needs to be intervention to reduce role conflict in employees so that it forms organizational commitment. Role conflict pada karyawan bagian penjualan (sales marketing) bisa berpotensi menyebabkan seorang karyawan memiliki organizational commitment yang rendah sehingga menyebabkan kegagalan dalam mengikuti proses, inkonsisten dan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh perusahaan tempatnya bekerja. Tujuan dari penelitian ini untuk menguji hubungan role conflict dengan organizational commitment pada karyawan bagian penjualan (sales marketing). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Teknik pengambilan Sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Jumlah partisipan sebanyak 57 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai pearson correlation sebesar -0,577 dengan sig. = 0,000 ( < 0,05). Hal ini berarti bahwa tidak terdapat hubungan antara role conflict dengan organizational commitment pada karyawan bagian penjualan (sales marketing). Implikasi dari penelitian ini yaitu perlu ada intervensi terhadap role conflict pada karyawan agar rendah sehingga membentuk organizational commitment
Pengaruh Modal Eksternal, Pengetahuan Kewirausahaan, dan Pelatihan Kewirausahaan terhadap Kinerja Usaha Mikro di Kecamatan Palaran
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penentu Kinerja Usaha Mikro di Kecamatan Palaran Kota Samarinda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan mendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Pursosive Sampling dengan rumus Slovin sehingga dihasilkan sebanyak 86 responden. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi, kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Alat analisis yang digunakan yaitu regresi linier berganda dengan bantuan Software Statistik SPSS versi 21. Hasil penelitian ini juga menunjukan bahwa variabel Modal Eksternal dan Pelatihan Kewirausahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Usaha Mikro. Temuan lain dari penelitian menunjukkan Pengetahuan Kewirausahaan berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Usaha Mikro
Keputusan Berkunjung Wisatawan Pada Destinasi Wisata Pemancingan Warip Di Kabupaten Paser
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh secara parsial dan secara simultan variabel Lokasi dan Fasilitas terhadap Keputusan Berkunjung wisatawan pada Destinasi Wisata Pemancingan Warip di Kabupaten Paser. Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasi dengan pendekatan kuantitatif. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan penetuan responden oleh kriteria tertentu, Jumlah populasi dalam penelitian ini tidak diketahui. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 80 responden wisatawan yang pernah berkunjung pada Destinasi Wisata Pemancingan Warip. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya dengan menggunakan skala Likert 1-5. Analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda. Hasil pengujian menunjukan lokasi tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan berkunjung. Sedangkan variabel Fasilitas berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Berkunjung
Zingiber officinale (Ginger) Candy Therapy as an Antiemetic in Primiparous Pregnant Women with Emesis Gravidarum: Experimental Study
Emesis Gravidarum is nausea and vomiting experienced by pregnant women, especially in the first trimester. The prevalence of this condition reaches 73.1% in the first trimester and 47.1% in primigravida. WHO data from 2018 shows that 21.5% of pregnant women in the world experience emesis gravidarum at eight weeks of pregnancy. In Indonesia, the prevalence of nausea and vomiting increased from 5.31% in 2018 to 5.42% in 2019. Proper handling is important to prevent more serious conditions such as hyperemesis gravidarum, which occurs in 31% of pregnant women in NTB Province. Ginger (Zingiber officinale) contains gingerol and shogaol, which relieve nausea and vomiting. This study aims to assess the effectiveness of ginger candy as an antiemetic in primiparous pregnant women in Reriu Hamlet, Bagik Payung Village, East Lombok. This study used a one-group pretest-posttest pre-experimental design with 31 respondents. The results showed a significant decrease in the Rhodes Index of Nausea, Vomiting, and Retching (RINVR) score from 14.8 to 7.6 after two weeks of giving ginger candy. The Paired T-Test showed a significant difference with a p-value = 0.0001. These results indicate that ginger candy is effective in reducing nausea and vomiting in pregnant women, so it can be used as a safe, non-pharmacological alternative.Keywords: emesis gravidarum, ginger candy, antiemetic, pregnant wome
SINTESIS HIDROGEL CMC PEKTIN (1:2) DENGAN METODE FREEZE-THAW DAN MANFAATNYA SEBAGAI ADSORBEN
Telah dilakukan penelitian tentang pembuatan hidrogel dari CMC dan Pektin (1:2). Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan hidrogel yang akan digunakan sebagai adsorben pada limbah sungai citarum. Sungai citarum termasuk kedalam kategori sungai paling tercemar di dunia. Bahan kimia yang masuk ke dalam sungai dapat menurunkan kualitas air. Salah satu pencemar berbahaya yaitu logam Cu2+ tepatnya di titik pintu masuk sungai citarum yang melebihi ambang batas. Logam Cu2+ tidak dapat terurai secara hayati dan sangat sulit dihikangkan secara alami dan dapat terakumulasi di dalam tubuh manusia yang akan menyebabkan masalah kesehatan parah seperti keterbelakangan mental, anemia, hipertensi dan sebaginya. Selain itu, logam Cu2+ dapat menyebabkan efek toksik pada jaringan tubuh ikan yang dapat menginduksi produksi Reactive Oxygen Species (ROS). Sehingga perlu dilakukan pengurangan kandungan logam Cu2+ hingga mencapai ambang batas aman. Karboksimetil selulosa dan pektin merupakan bahan organik yang dimanfaatkan sebagai pembuatan hidrogel untuk mengadsorpsi ion logam Cu2+. Karakteristik gugus fungsi kimia menggunakan FTIR (Spektroskopi fourier transform infrared) dan karakteristik pori dan surface area menggunakan BET (Brunauer Emmet Teller). Hasil FTIR dari sampel CMC, Pektin dan hidrogel terdapat gugus fungsi O-H, C=O, C-H, OH bending dan C-O-C. Sedangkan hasil dari BET bahwa hidrogel CMC/Pektin 1:2 memiliki surface area sebesar 3,706 m²/g dan tergolong type 1 grafik isotherm yang artinya proses adsorpsi berikatan secara kimia dan memiliki pori kecil. Kondisi optimum proses adsorpsi terjadi pada konsentrasi 700 ppm dengan model isoterm Langmuir dengan R2 0,9038 dan memiliki kapasitas adsorpsi sebesar 19,76 mg/g dengan efisiensi penyerapan logam sebesar 68,60%
PEMANFAATAN PLTS TERHADAP PENGGUNAAN PRASARANA KEGIATAN PERTAMBANGAN
Transformasi energi pada industri pertambangan adalah hal terpenting guna mengikuti perkembangan zaman. Hal ini guna mendukung kegiatan pertambangan yang berkelanjutan. Tidak dapat dipungkiri bahwa kegiatan pertambangan membutuhkan energi yang besar agar mendukung tercapainya target produksi. Salah satu bentuk transformasi energi yang dapat digunakan adalah dengan membangun PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) di lingkungan pertambangan. Dengan penggunaan PLTS, maka dapat meminimalisir biaya operasional. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui implementasi PLTS terhadap prasarana dalam mendukung kegiatan pertambangan sehingga tercapainya target produksi dan efisiensi biaya operasional dapat diwujudkan. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan metode kualitatif dan menggunakan data sekunder dalam menganalisis permasalahan yang sesuai dengan pokok pembahasan. Adapun hasil dari penelitian ini yaitu berupa peran penting PLTS dalam mendukung kegiatan pertambangan yang berkelanjutan serta penerapan teknologi yang selaras dengan perkembangan zaman. Maka dari itu, penggunaan PLTS dapat menjadi solusi terhadap kegiatan pertambangan yang berkelanjutan. Kata Kunci: Kegiatan, Prasarana, PLTS
ANALISIS ISU LINGKUNGAN PRIORITAS PADA MASALAH KEBENCANAAN KOTA SAMARINDA TAHUN 2024
Bencana merupakan suatu peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan oleh faktor alam dan atau faktor non alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis. Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana Kota Samarinda Provinsi Kalimantan Timur dari tahun 2008 – 2022 persentase bencana terbesar yang terjadi di Kota Samarinda yaitu terjadi pada tanah longsor sebesar 44%, kebakarn hutan dan lahan 27%, dan banjir 25%. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui masalah kebencanaan yang terjadi di Kota Samarinda dan upaya perbaikan berkelanjutan dari kebencanaan yang terjadi di Kota Samarinda. Penelitian ini menggunakan metode DPSIR (Driving Forces, Pressure, State, Impact, dan Response) dimana dalam pengambilan sampel di lapangan berupa wawanacara menggunakan teknik pengambilan sampel tujuan tertentu (purposive sampling). Berdasarkan hasil analisis kebencanaan dengan metode Driving Force, Pressure, State, Impact, dan Response (DPSIR), didapatkan hasil untuk faktor pemicu (driving force) pada Kota Samarinda meliputi pertumbuhan jumlah penduduk, kondisi geologi dan geomorfologis, kondisi topografi dan kemiringan lereng. Hal ini dipengaruhi oleh tekanan (pressure) berupa adanya pembukaan lahan, dan aktivitas penambangan. Adanya pressure, menyebabkan kondisi saat ini (state) pada lingkungan meliputi luas wilayah potensi risiko bencana banjir, tanah longsor, dan kebakaran hutan dan lahan di kota Samarinada, serta kasus kebencanaan kota di Samarinda tahun 2023. dampak (impact) yang dihasilkan berupa munculnya potensi kerugian bencana di kota samarinda, dan munculnya lahan kritis. Upaya (response) yang diberikan untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu pemerintah kota Samarinda membuat kebijakan administratif dan kebijakan teknis guna mencegah terjadinya bencana seperti penguatan kapasitas kelembagaan penanggulangan bencana, pembentukan kelurahan tangguh bencana (katana), sosialisas dan peningkatan masyakat penanganan bencana, dan pembuatan masterplan drainase
The Role of Self-Regulation Psychoeducation in Increasing Student Learning Motivation at Madrasah Tsanawiyah
This study aims to see the significance of Self-Regulation Psychoeducation in improving learning motivation in students at MTS Hasyim Asy'ari Gempol, Researchers found a phenomenon that occurred in MTS in the less conducive learning environment during learning, to explore the cause of the problem researchers conducted interviews with 3 students and 3 teachers, from the results of the interviews researchers found problems with learning motivation in students, This study uses a quantitative experimental method with data collection techniques through pretest and posttest questionnaires compiled from a learning motivation scale, respondents in this study were 34 respondents who were selected using purposive sampling techniques based on predetermined criteria. The data analysis technique used the Paired T Test technique which was analyzed using JASP with the results stating that students received self-regulation psychoeducation material well as indicated by an increase with a large change in their learning motivation, it is concluded that Self-Regulation Psychoeducation has an influence in improving learning motivation of students at MTS Hasyim Asy'ari Gempol.Penelitian ini bertujuan untuk melihat signifikasi Psikoedukasi Regulasi Diri dalam meningkatkan motivasi belajar pada siswa di MTS Hasyim Asy’ari Gempol, Peneliti mendapati fenomena yang terjadi pada MTS pada kurang kondusifnya lingkungan pembelajaran pada saat pembelajaran berlangsung, untuk mendalami penyebab permasalahan peneliti melakukan wawancara kepada 3 orang siswa dan 3 orang Bapak dan Ibu Dewan Guru, dari hasil wawancara peneliti menemukan terjadinya masalah pada motivasi belajar pada siswa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif eksperimen dengan teknik pengambilan data melalui kuesioner pretest dan posttest yang disusun dari skala motivasi belajar, responden pada penelitian ini sejumlah 34 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria yang sudah ditentukan. Teknik analisis data menggunakan teknik Uji T yang dianalisis menggunakan JASP dengan hasil yang menyatakan bahwa siswa menerima dengan baik materi psikoedukasi regulasi diri dengan ditunjukkan adanya peningkatan dengan perubahan yang besar pada motivasi belajarnya, hal ini disimpulkan bahwa Psikoedukasi Regulasi diri memberikan pengaruh dalam meningkatkan motivasi belajar siswa MTS Hasyim Asy’ari Gempol