eJournals System Universitas Mulawarman
Not a member yet
    4795 research outputs found

    Loneliness and Quarter-Life Crisis in Final Year Overseas Students from Outside Java

    Get PDF
    As time goes by there are more demands faced by students, especially when entering their final year. Feelings in the form of fear, anxiety, and worry about the future, including relationships, social life, and career, are also often experienced by individuals, where this phenomenon is called quarter-life crisis. One of the factors that influences a person's quarter-life crisis was their social relationships. For migrant students, loneliness often occurs due to living outside their hometown, far from their parents, and being unable to adapt to the social environment at their place of study. This can encourage someone to experience a quarter-life crisis because the individual feels that he is only fighting alone and there is no presence and support from people around. This study employs a quantitative approach with the objective investigating the correlation between loneliness and quarter-life crisis among final-year students originating from regions outside Java. The subjects in this study were 265 final-year student who have migrated from diverse regions within the country to persue their studies at various universities situated across the Java-island. To measure loneliness and quarter-life crisis, the study utilizes two estabilished instrument, the UCLA Loneliness Scale (Version 3) (α = 0,993) and The Developmental Crisis Questionnaire (α = 0,880). Both instruments are structured with Likert-type scales. The data collected are subjected to analysis using simple regression techniques, facilitated by the statistical software SPSS 25.0-for windows. The findings of this study reveal a statistically significant positive correlation between loneliness and quarter-life crisis, with correlation coefficient r = 0,891 and sig = 0,000 (p < 0,05). The suggest that higher levels of loneliness are associated with a higher likelihood of experiencing quarter-life crisis, whereas lower levels of loneliness are linked to reduced likelihood of encountering quarter-life crisis among final-year student originating from regions outside Java-island. The implications derived from this study underscore the importance for final-year migrant students to enhance the quality of their interpersonal relationship while studying outside their area. This endavor is essential to secure emotional support during challenging periods and to mitigate the risk of being ensnared in a quarter-life crisis.Seiring berjalannya waktu semakin banyak tuntutan yang dihadapi oleh mahasiswa, terutama ketika memasuki tingkat akhir. Perasaan berupa ketakutan, kecemasan, serta kekhawatiran akan masa depan termasuk relasi, kehidupan sosial, dan karier juga seringkali dialami individu, dimana fenomena tersebut disebut dengan quarter-life crisis. Salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya quarter-life crisis pada seseorang adalah relasi sosialnya. Pada mahasiswa perantau, loneliness seringkali terjadi dikarenakan tinggal di luar kampung halaman, jauh dari orang tuanya, dan tidak mampu untuk beradaptasi dalam lingkungan sosial di tempat studinya. Hal ini dapat mendorong seseorang mengalami quarter-life crisis karena individu merasa bahwa dirinya hanya berjuang sendiri dan tidak ada kehadiran serta dukungan dari orang-orang disekitarnya. Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara loneliness dengan quarter-life crisis pada mahasiswa perantau tingkat akhir yang berasal dari luar pulau Jawa. Subjek dalam penelitian ini adalah 265 mahasiswa tingkat akhir yang merupakan perantau dari berbagai daerah di Indonesia dan berkuliah di beberapa universitas yang tersebar di pulau Jawa.  Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah UCLA Loneliness Scale (Version 3) (α = 0,993) dan The Developmental Crisis Questionnaire (α = 0,880). Kedua skala tersebut disusun dengan skala model Likert dan diuji menggunakan analisis regresi sederhana dengan uji statistik SPSS 25.0-for windows. Adapun hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa terdapat hubungan positif signifikan antara loneliness dan quarter-life crisis, yang ditunjukkan dengan nilai r = 0,891 dan sig = 0,000 (p < 0,05). Artinya semakin tinggi tingkat loneliness, maka semakin tinggi juga tingkat quarter-life crisis, sebaliknya semakin rendah tingkat loneliness, maka semakin rendah juga tingkat quarter-life crisis pada mahasiswa perantau tingkat akhir yang berasal dari luar pulau Jawa. Implikasi dari penelitian ini diharapkan mahasiswa perantau tingkat akhir dapat meningkatkan kualitas relasinya dengan orang lain ketika berada di perantauan agar mampu menemukan dukungan emosional saat berada dalam masa sulit dan tidak terjebak dalam quarter-life crisis

    Penerapan konsep data mining dengan Metode Seasonal ARIMA dalam Peramalan Produksi Padi

    Get PDF
    Pendekatan data mining menjadi elemen kunci dalam analisis data skala besar untuk mendapatkan informasi yang berguna dalam berbagai bidang, termasuk sektor pertanian. Melalui penerapan teknik data mining, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi, mengolah, dan menganalisis data produksi padi di kecamatan Denpasar Selatan dan kecamatan Denpasar Timur, Provinsi Bali, guna mendukung pengambilan keputusan yang lebih akurat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Seasonal ARIMA (SARIMA), yang secara khusus dirancang untuk menangani pola musiman pada data time series. Penelitian ini menitikberatkan pada proses pengolahan data, pemilihan model prediktif yang tepat, dan evaluasi kinerja model. Model SARIMA yang dipilih untuk kedua kecamatan yaitu SARIMA (0,0,1)(1,1,1)6 untuk kecamatan Denpasar Selatan dan SARIMA (0,0,0)(1,1,0)6 untuk kecamatan Denpasar Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model SARIMA mampu memberikan prediksi produksi padi yang baik, sehingga dapat menggambarkan tren kenaikan atau penurunan produksi pada periode berikutnya. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan metode SARIMA yang didukung oleh teknik data mining dapat menjadi alat bantu yang efektif untuk analisis data produksi padi

    Young Adults’ Help-Seeking Experiences in Dealing with Nonsuicidal Self-Injury

    Get PDF
    Nonsuicidal self-injury (NSSI) is a common mental health issue found among young adults. This study explored the experiences of help-seeking among Indonesian young adults with NSSI, as well as the supporting and inhibiting factors in the process. The approach used in this study is qualitative with a phenomenological research design. NSSI assessments, semi-structured interviews, and photo elicitation techniques were conducted on three participants through purposive sampling with the criteria being aged 18-24 who were indicated to have previously engaged in NSSI. The results of the interpretative phenomenological analysis revealed two themes in the participants’ help-seeking experiences: experiences that initiate seeking help and personal and professional support. Factors influencing help-seeking behavior were also identified, including perceptions of NSSI, perceptions of helpers and received support, public stigma, and social construction. The implications of this research focus on mental health education and the development of mental health service options in addressing negative stigmas and issues related to NSSI.Nonsuicidal self-injury (NSSI) merupakan isu kesehatan mental yang umum ditemui pada dewasa muda. Penelitian ini mengeksplorasi pengalaman mencari bantuan pada dewasa muda di Indonesia dengan NSSI, serta faktor pendukung dan penghambat dalam prosesnya. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dengan desain penelitian fenomenologi. Dilakukan asesmen NSSI, wawancara semi terstruktur dan teknik photo elicitation pada tiga partisipan melalui purposive sampling dengan kriteria usia 18-24 tahun dan terindikasi pernah melakukan NSSI. Hasil interpretative phenomenological analysis menemukan dua tema dalam pengalaman partisipan mencari bantuan, yaitu: pengalaman yang menginisiasi mencari bantuan dan bantuan personal dan profesional. Ditemukan juga faktor yang memengaruhi perilaku mencari bantuan, berupa: persepsi terhadap NSSI, persepsi terhadap helper dan bantuan yang diterima, stigma publik, dan konstruksi sosial. Implikasi penelitian berfokus pada edukasi kesehatan mental serta pengembangan opsi layanan kesehatan mental dalam menghadapi isu dan stigma negatif terhadap NSSI

    How Mothers of Children With Autism Spectrum Disorder Think About Their Quality of Life?

    Get PDF
    Raising a child with autism spectrum disorder (ASD) can be challenging for mothers in many ways, their quality of life: social, physical, psychological, etc. This research explored how mothers with ASD perceive their quality of life and what influences those perceptions. This study employed qualitative research design. A total of 3 mothers were participated, using convenience sampling method in Bandung, West Java. This study using a semi-structured interview with a prepared guideline by the researchers, based on strong framework and theory. A method called content analysis was used to systematically understand the challenges they faced, the coping mechanisms they developed, and finally, the factors they believed would improve their quality of life. The data were analyzed using the content analysis approach. The participants reported a variety of difficulties and their way of coping with the problems, following factors that could help them to raise their quality of life. Results reported into 5 themes, following with 13 sub-themes. The main themes included “challenges”, “fears about the future”, “changes in social interactions”, “happiness & gratitude” and “factors to improve QOL”.Hidup berdampingan dengan anak autism spectrum disorder (ASD) dapat memberikan beberapa dampak negatif pada orang tua termasuk kualitas hidup mereka yang terdiri atas aspek sosial, fisik, psikologis, dll. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi persepi orang tua terkait kualitas hidup yang dimiliki serta hal yang melatarbelakanginya. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dan teknik convenience sampling. Sebanyak 3 orang tua dari Bandung, Jawa Barat berberpartisipasi dalam penelitian ini. Guna mengumpulkan data, penelitian ini menggunakan semi-structured interview dengan panduan yang telah disusun berdasarkan teori. Selanjutnya, data di analisis menggunakan pendekatan content analysis. Hasilnya diperoleh bahwa Ibumerasakan beberapa kesulitan dan upaya menghadapinya diikuti dengan beberapa faktor yang dapat membantu Ibu meningkatkan kualitas hidupnya. Hasil dari penelitian ini dikelompokkan kedalam 5 tema utama, diikuti dengan 13 sub-tema. Tema utama terdiri atas “tantangan”, “ketakutan tentang masa depan”, “perubahan dalam interaksi sosial”, “kebahagiaan & rasa syukur” dan “faktor untuk meningkatkan QOL”.

    The Impact of TikTok Social Media on Users: A Neuropsychological Perspective

    Get PDF
    TikTok has a personalized algorithm and is designed with a user-centered approach, which raises concerns about the impact it will have on cognitive function and user behavior. There is a lack of literature that discusses the integration of topics between the impact of TikTok algorithms on cognitive function and user behavior. This study uses the literature review method by collecting and selecting relevant literature from various databases to compile information about the impact of using TikTok on cognitive function and individual behavior in one scientific article. Based on the results of a review of 14 literatures, TikTok has a negative impact on several areas in the brain. The areas affected by using Tiktok are the user's reward system, activation of the default mode network (DMN) and ventral tegmental area (VTA), decreased gray matter volume (GMV) in the amygdala, and affect the hippocampus. Then, the impact of Tiktok on individual behavior includes decreased concentration, impulsivity in making decisions, and addictive behavior. Therefore, the use of TikTok needs to be balanced with awareness of the potential impact behind it and wise choices for its use.TikTok memiliki Algoritma yang dipersonalisasi dan dirancang dengan pendekatan yang berpusat pada pengguna atau user-centered, hal ini menimbulkan kekhawatiran pada dampak yang akan dihasilkan pada fungsi kognitif dan perilaku pengguna. Kurangnya literatur yang membahas mengenai integrasi topik antara dampak algoritma Tiktok pada fungsi kognitif dan perilaku pengguna. Studi ini menggunakan metode literature review dilakukan dengan mengumpulkan dan menyeleksi literatur yang relevan dari berbagai database untuk menghimpun informasi mengenai dampak penggunaan Tiktok pada fungsi kognitif dan perilaku individu dalam satu artikel ilmiah. Berdasarkan hasil tinjauan dari 14 literatur, Tiktok memberi dampak negatif terhadap beberapa area di otak. Area yang terdampak dari penggunaan Tiktok yaitu reward system pengguna, aktivasi area default mode network (DMN) dan ventral tegmental area (VTA), penurunan grey matter volume (GMV) pada amygdala, dan mempengaruhi hippocampus. Kemudian, dampak Tiktok terhadap perilaku individu di antaranya menurunnya konsentrasi, impulsif dalam mengambil keputusan, dan perilaku adiktif. Karenanya, penggunaan Tiktok perlu diimbangin dengan kesadaran akan dampak potensial dibaliknya serta pilihan-pilihan bijak untuk penggunaannya

    Positive Parenting Training on the Quality of Maternal Care with Early Childhood at SPS Teratai

    Get PDF
    Good quality care can mean that parents are able to provide care that suits their child's needs. Good quality in parenting is related to parents' knowledge about positive parenting. Positive parenting is a parenting style that balances warmth and appreciation with the rules and discipline that parents apply to their children. This research aims to determine the effect of positive parenting training on the quality of care for mothers of early childhood at SPS Teratai. The subjects of this research were mothers of early childhood children aged 2-6 years at SPS Teratai. The measuring tool used is the parenting quality scale from Efnita (2014). The results of the research show that the statistical test using the Wilcoxon Signed Rank Test using the SPSS 21.00 for Windows application shows a probability value of 0.027 (p<0.05). This shows that there is a change in the quality of parenting between the groups before and after positive parenting training. The results of the FGD also showed that participants learned about positive parenting which focuses on reducing negative parental behavior in caring for children, increasing attention to positive behavior in children and establishing empathetic closeness to children, carrying out more positive discipline so that they do not use violence either physically. verbal and emotional.Kualitas pengasuhan yang baik dapat bermakna bahwa orangtua mampu memberikan pengasuhan yang sesuai dengan kebutuhan dari anaknya. Kualitas yang baik dalam pengasuhan berkaitan dengan pengetahuan orangtua tentang pengasuhan yang positif. Pengasuhan positif adalah pola asuh yang menyeimbangkan antara kehangatan serta pengahargaan dengan aturan dan disiplin yang diterapkan orangtua kepada anaknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan pengasuhan positif terhadap kualitas pengasuhan ibu dari anak usia dini di SPS Teratai. Subjek penelitian ini adalah ibu dari anak usia dini yang berusia 2-6 tahun di SPS Teratai. Alat ukur yang dipakai adalah skala kualitas pengasuhan dari Efnita (2014). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari uji statistik dengan uji beda Wilcoxon Signed Rank Test dengan bantuan aplikasi SPSS 21.00 for windows menunjukkan nilai probabilitas 0,027 (p<0,05). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perubahan kualitas pengasuhan antara kelompok sebelum dan sesudah pelatihan pengasuhan positif. Hasil FGD juga menunjukkan bahwa peserta belajar tentang pengasuhan positif yang berfokus untuk mengurangi perilaku negatif orangtua dalam melakukan pengasuhan kepada anak, meningkatkan perhatian pada perilaku positif pada anak dan menjalin kedekatan yang penuh empati kepada anak, melakukan disiplin yang lebih positif sehingga tidak menggunakan kekerasan baik secara verbal maupun emosional

    Socialization and Simple Bookkeeping Practice in Joint Business Dasa Wisma Rosella, Lempake Village

    Get PDF
    Dasa Wisma Rosella is one of the business groups in RT 19, Lempake Village, North Samarinda District. This joint venture group produces various products made from rosella flowers, including syrup and jam. The production activities of the Dasa Wisma business group still use simple financial management, there is no neatly organized bookkeeping system so that there are no financial statements produced every month that can be used as material for business evaluation and supervision due to limited knowledge of members about financial statements so that the results of the business are not too visible, because without good financial management a business group will find it difficult to understand the conditions his own efforts well. This community service activity aims to educate and provide direct counseling on the importance of good and correct bookkeeping in financial recording techniques or proper business bookkeeping to Dasa Wisma Rosella 1 business actors. The method used is observation and direct practice to the field. The results of these community service activities are 1) increased knowledge about the importance of recording Dasa Wisma Rosella's business financial transactions, 2) increased knowledge about forms of financial recording tools such as bookkeeping, income statements including by calculating the cost of goods produced from the products they produce. The benefit of this community service activity is that the community can know how to do good and correct bookkeeping with simple accounting. After conducting counseling with direct practice, now the members of Dasa Wisma can understand and understand how to record financial transactions into accounting bookkeeping simply.Dasa Wisma Rosella dapat dikatakan sebagai bagian dari kelompok usaha yang ada di RT 19 Kelurahan Lempake Kecamatan Samarinda Utara. Kelompok usaha bersama ini memproduksi berbagai produk yang berbahan dasar bunga rosella, antara lain ada sirup dan selai. Kegiatan produksi kelompok usaha Dasa Wisma ini masih menggunakan pengelolaan keuangan secara Belum ada sistem pembukuan yang terorganisir dengan baik, sehingga belum tersedia laporan keuangan bulanan yang bisa digunakan untuk evaluasi dan pengambilan keputusan. Pengawasan usaha karena keterbatasan pengetahuan anggota tentang laporan keuangan sehingga hasil dari usaha tersebut  tidak terlalu tampak, karena tanpa adanya pengelolaan keuangan yang baik suatu kelompok usaha akan sulit memahami kondisi usahanya sendiri dengan baik.  Kegiatan pengabdian pada Program pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan penyuluhan langsung tentang pentingnya pencatatan keuangan yang tepat kepada pelaku usaha di Dasa Wisma Rosella 1. Metode yang digunakan meliputi observasi dan praktik lapangan. Hasil dari kegiatan ini meliputi: 1) peningkatan pengetahuan mengenai pentingnya pencatatan transaksi keuangan usaha Dasa Wisma Rosella, 2) peningkatan pemahaman tentang berbagai alat pencatatan keuangan seperti pembukuan, laporan laba rugi, serta cara menghitung harga pokok produksi dari produk yang dihasilkan. Manfaat dari kegiatan ini adalah para anggota Dasa Wisma kini dapat memahami dan menerapkan pembukuan sederhana dengan menggunakan konsep akuntansi dasar setelah mengikuti penyuluhan dan praktik langsung

    Intimacy in Teenage Roleplay Players Problematic Internet Use Judging from Loneliness Factors

    Get PDF
    This study aims to determine the effect of loneliness and intimacy on problematic internet use among adolescent roleplay players. This study uses a quantitative approach. The subjects of this study were 200 roleplay players selected through purposive sampling technique. The measuring instrument used in this study used a loneliness scale, intimacy scale, and problematic internet use scale. The data analysis technique used multiple model regression statistical test. The results showed that: (1) There was a significant effect between loneliness and intimacy on problematic internet use, with F count = 27,864 > F table = 3.04, R square = 0.509, and p = 0.000. The influence contribution (R2) of loneliness and intimacy on problematic internet use is 0.509; (2) There is a significant effect between loneliness and problematic internet use, namely the value of beta (β) = 0.551, t count = 2.785 > t table = 1.972, and p = 0.000. Then on intimacy with problematic internet use, it shows that there is a significant effect with the value of beta (β) = 0.293, th count = 1.993 > t table = 1.972, and p = 0.000. The rapid development of the internet makes it easier for users to access social media, one of which is teenagers. Excessive use of the internet can result in problematic internet use, namely the multidimensional syndrome. One of the factors that influence PIB is loneliness.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kesepian dan intimasi terhadap penggunaan internet bermasalah pada remaja pemain roleplay. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah 200 orang pemain roleplay dipilih melalui teknin purposive sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan skala kesepian, skala intimasi, dan skala penggunaan internet bermasalah. Teknik analisa data menggunakan uji statistik regresi model berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat pengaruh yang signifikan antara kesepian dan intimasi tehadap penggunaan internet bermasalah yaitu dengan nilai F hitung = 27.864 > F tabel = 3.04, R square = 0.509, dan p = 0.000. Kontribusi pengaruh (R2) kesepian dan intimasi terhadap penggunaan internet bermasalah sebesar 0.509; (2) Terdapat pengaruh yang signifikan antara kesepian dengan penggunaan internet bermasalah yaitu nilai beta (β) = 0.551, t hitung = 2.785 > t tabel = 1.972, dan p = 0.000. Kemudian pada intimasi dengan penggunaan internet bermasalah menunjukkan terdapat pengaruh signifikan dengan nilai beta (β) = 0.293, th hitung = 1.993 > t tabel = 1.972, dan p = 0.000. Adanya perkembangan pesat pada internet memudahkan para penggunanya untuk mengakses media sosial, salah satunya remaja. Penggunaan internet yang berlebihan dapat mengakibatkan penggunaan internet bermasalah, yaitu sindrom multidimensional. Salah satu faktor yang memengaruhi PIB adalah kesepian

    Transformasi dalam Organisasi: Membangun Pembicara yang Berani dan Berpengaruh Melalui Pelatihan Public Speaking

    Get PDF
    Student organizations are gathering places for individuals with systematic goals. One of the important skills in organizing is public speaking. However, not all members of the organization have this ability. Therefore, public speaking training was conducted to help LDK CESIMA members of Widyagama Mahakam University. This training involves several stages, including pre-activities, training activities, and evaluation. Pre-activity involves goal setting, material preparation, and facilities. Training activities involve lectures, discussions, and practice sessions. Evaluation involves assessing participants' skills and feedback. With this method, the training successfully improves the public speaking skills of members of the organization. The training results showed an increase in members' public speaking skills with an average pre-test score of 71.61 increased to 90.17 on the post-test. A Sig. (2-tailed) value of 0.000 indicates that this increase is significant. Thus, this training is successful in improving the public speaking skills of members of the organization. The implication is that members of the organization can communicate more effectively and confidently in a variety of situations, both in internal meetings and in interacting with external parties. It can also enhance the credibility of the organization and strengthen relationships between members and other stakeholders. In addition, good public speaking skills can also open career and leadership opportunities for members in the future.Organisasi kemahasiswaan adalah tempat berkumpulnya individu dengan tujuan yang sistematis. Salah satu keterampilan penting dalam berorganisasi adalah public speaking. Namun, tidak semua anggota organisasi memiliki kemampuan ini. Oleh karena itu, pelatihan public speaking dilakukan untuk membantu anggota LDK CESIMA Universitas Widyagama Mahakam. Pelatihan ini melibatkan beberapa tahapan, termasuk pra-kegiatan, kegiatan pelatihan, dan evaluasi. Pra-kegiatan melibatkan penentuan tujuan, penyiapan materi, dan fasilitas. Kegiatan pelatihan melibatkan sesi ceramah, diskusi, dan praktik. Evaluasi melibatkan penilaian keterampilan dan umpan balik peserta. Dengan metode ini, pelatihan berhasil meningkatkan keterampilan public speaking anggota organisasi. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan kemampuan public speaking anggota dengan nilai rata-rata pre-test 71.61 meningkat menjadi 90.17 pada post-test. Nilai Sig. (2-tailed) 0.000 menunjukkan bahwa peningkatan ini signifikan. Dengan demikian, pelatihan ini berhasil dalam meningkatkan kemampuan public speaking anggota organisasi. Implikasinya, anggota organisasi dapat berkomunikasi lebih efektif dan percaya diri dalam berbagai situasi, baik dalam pertemuan internal maupun dalam berinteraksi dengan pihak eksternal. Ini juga dapat meningkatkan kredibilitas organisasi dan memperkuat hubungan antara anggota dan pemangku kepentingan lainnya. Selain itu, keterampilan public speaking yang baik juga dapat membuka peluang karier dan kepemimpinan bagi anggota di masa depan

    Profil Status Gizi Remaja Putri di SMK Baitul Hikmah Jember Menggunakan Indeks Masa Tubuh

    Get PDF
    latar belakang: Status gizi adalah suatu ukuran terhadap kondisi sesorang yang dapat di dinilai secara langsung dengan antropometri, klinis, biokimia dan biofisik. Antropometri merupakan salah satu yang sering digunakan yaitu menggunakan para meter berat badan dan tinggi badan (Arifianti et al. 2023). Periode terjadi puncak pertumbuhan pada remaja, yang terjadi banyak perubahan secara cepat seperti perubahan fisik, kognitif dan psiko-sosial atau tingkah laku (Pangow, Bodhi, and Budiarso 2020). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui status gizi pada remaja di SMK Baitul Hikmah Jember. Desain pada penelitian ini adalah deskriptif, dengan pendekatan secara cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh remaja puteri di kelas X di SMK Baitul Hikmah Jember berjumalah 79 remaja putri dengan teknik pengambilan sampel total sampel responden. Alat pengumpulan data dengan mengukur status gizi melalui BB dan TB. Analisis data menggunakan uji distribusi frekuensi dengan pengolahan data SPSS. Hasil penelitian menunjukkan Status gizi responden dalam kategori normal sebanyak 43 responden (54%), responden dalam kategori Kurus sebanyak 6 responden (8%), kategori Sangat Kurus sebanyak 30 responden (38%).Kesimpulan bahwa Status gizi pada remaja puteri di SMK Baitul Hikmah Kabupaten Jember sebagian besar masuk dalam kategori normal sebanyak 43 (54%)

    4,239

    full texts

    4,795

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    eJournals System Universitas Mulawarman
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇