eJournals System Universitas Mulawarman
Not a member yet
    4795 research outputs found

    Overview of Digital Literacy in Parents with Children Who Have Online Resilience

    Get PDF
    The digital revolution has attracted digitally native children to become more actively involved as users. The role of parents in this context is crucial to assist children in facing and countering the various risks encountered in this digital world. Children, however, are vulnerable to psychological problems that may arise if digital risks are not properly anticipated. Several research papers prove that mentoring and assistance can help children to develop higher digital resilience. The main prerequisite for effective and proper assistance to children is a strong foundation of digital literacy. The study serves to provide an overview of digital literacy in parents with children who exhibit online resilience. This study employs a qualitative approach primarily using case studies. Data analysis was conducted using an interactive model technique. Research participants were gradually selected using a Google Form in an online selection process, aimed at parents with one or more children aged 6-12 years. Five participants were selected to become the subjects of this study. Data was collected through online interviews. The findings of this study indicate the strength of parent’s digital literacy in each aspect of skills. Characteristics of basic literacy skills influence the practice of mediation to children’s digital activity.Revolusi dunia digital telah menarik anak-anak digital native untuk terlibat semakin aktif sebagai penggunanya. Peran orangtua dalam kondisi ini menjadi krusial untuk mendampingi anak menghadapi dan menangkal pelbagai risiko yang ditemui di dunia digital. Anak-anak bagaimanapun memiliki kerentanan terhadap persoalan psikologis yang setiap saat dapat muncul apabila risiko digital tidak diantisipasi dengan baik. Beberapa publikasi penelitian membuktikan bahwa pendampingan yang tepat dapat membantu anak-anak mengembangkan resiliensi daring yang lebih tinggi. Syarat utama untuk melakukan pendampingan yang tepat pada anak adalah penguasaan literasi digital yang baik. Terkait hal itu, penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang literasi digital yang dimiliki orang tua dengan anak yang memiliki resiliensi daring. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Analisis data dilakukan dengan teknik model interaktif. Partisipan penelitian diperoleh secara bertahap melalui proses seleksi daring dengan Google Form kepada orangtua yang memiliki anak berusia 6-12 tahun dan diperoleh 5 partisipan yang menjadi subjek utama penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan kekuatan literasi digital orang tua pada masing-masing aspek keterampilan literasi digital. Karakteristik literasi digital orang tua memengaruhi strategi pendampingan aktivitas digital anak

    Quality of Friendship on Identity Formation in Adolescents in Surabaya

    Get PDF
    Adolescence is a transition period from childhood to adulthood that has a developmental task to shape their identity. Adolescence is a time when individuals spend more time with friends, interact more with peers and do many activities together with peers. The purpose of this study is to look at the relationship between the quality of friendship and the dimension of identity formation in adolescents. This research is a quantitative survey with the criteria for teenage respondents domiciled in Surabaya aged 12-21 years (N=489) as well as the provisions that have been set by the research in accordance with the research objectives. Data was obtained using open questionnaires related to demographic data and closed questionnaires with friendship quality scale (Friendship Quality Scale) and identity dimension scale (Utrecht-Management of Identity Commitmens Scale). The contained data was analyzed using the Spearman Non Parametic relationship test. The results of the analysis showed that there was a significant relationship between the quality of friendship and the commitment dimension (r=0,496 and p=0.001) and the depth exploration dimension (r=0,427 and p=0.001) but there was no significant relationship with the commitment review dimension (r=-0,049 and p=0,275). Commitment is an indicator of an individual's success in achieving identity based on an in-depth exploration process with the role of the quality of friends in the process so that the identity achieved by the individual is in accordance with.Remaja merupakan masa transisi dari kanak-kanak menjadi dewasa yang memiliki tugas perkembangan untuk membentuk identitas dirinya. Masa remaja merupakan masa individu menghabiskan waktu lebih banyak bersama dengan teman-teman, lebih banyak berinteraksi dengan teman sebaya serta melakukan banyak aktivitas bersama dengan teman sebaya. Tujuan penelitian ini untuk melihat hubungan antara kualitas pertemanan dan dimensi pembentukan identitas pada remaja. Penelitian ini bersifat kuantitatif survei dengan kriteria responden remaja berdomisili di Surabaya berusia 12-21 tahun (N=489) serta ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan oleh penelitian yang sesuai dengan tujuan penelitian. Data diperoleh dengan menggunakan angket terbuka terkait dengan data demografis dan angket tertutup dengan skala kualitas pertemanan (Friendship Quality Scale) dan skala dimensi identitas (Utrecht-Management of Identity Commitmens Scale). Data yang tertampung dianalisis dengan menggunakan uji hubungan Non Parametik Spearman. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas pertemanan dengan dimensi komitmen (r=0,496 dan p=0,001) dan dimensi eksplorasi mendalam (r=0,427 dan p=0,001) namun tidak terdapat hubungan yang signifikan dengan dimensi peninjauan kembali komitmen (r=-0,049 dan p=0,275). Komitmen merupakan indikator keberhasilan individu mencapai identitas berdasarkan proses eksplorasi mendalam dengan peran kualitas perteman dalam proses proses tersebut sehingga identitas yang dicapai oleh individu sesuai dengan dirinya.

    Hardiness as a Predictor of Job Readiness in Final Year Students

    Get PDF
    Students generally undergo lecture activities to prepare themselves to enter the world of work. However, in reality there are still many college graduates who are not yet working. Personality hardiness is often associated with an individual's ability to deal with pressure, in this case faced by students, especially final year students, when entering the world of work. The aim of this research is to find out whether there is a relationship between hardiness and work readiness in final year students at University X in Yogyakarta. The proposed hypothesis is that there is a positive relationship between hardiness and work readiness. This research involved 78 final year students. Data was collected using two scales: work readiness scale and hardiness scale. The Pearson Product Moment correlation test was used to carry out the analysis of this research. The results show that the correlation coefficient of hardiness with work readiness for final year students at University X in Yogyakarta is 0.622, with sig. p = 0.000, and effective contribution of 38.69%. Additional analysis results: The challenge aspect was 5.52%, the control aspect was 19.66%, and the commitment aspect was 13.50%.Mahasiswa pada umumnya menjalani kegiatan perkuliahan untuk mempersiapkan dirinya dalam memasuki dunia kerja. Walau demikian, pada kenyataannya masih banyak dari lulusan perguruan tinggi yang belum bekerja. Kepribadian hardiness seringkali di kaitkan dengan kemampuan individu dalam menghadapi tekanan, dalam hal ini yang dihadapi oleh mahasiswa khususnya mahasiswa tingkat akhir dalam memasuki dunia kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara hardiness dan kesiapan kerja pada mahasiswa tingkat akhir di Universitas X di Yogyakarta. Hipotesis yang diusulkan bahwa ada hubungan positif antara hardiness dan kesiapan kerja. Penelitian ini melibatkan 78 mahasiswa tingkat akhir. Data dikumpulkan menggunakan dua skala: skala kesiapan kerja dan skala hardiness. Uji korelasi Pearson Product Moment digunakan untuk melakukan analisis penelitian ini. Hasilnya menunjukkan koefisien korelasi dari hardiness dengan kesiapan kerja pada mahasiswa tingkat akhir di Universitas X di Yogyakarta sebesar 0,622, dengan sig. p = 0,000, dan sumbangan efektif sebesar 38,69%. Hasil analisis tambahan Aspek tantangan adalah 5,52%, aspek kontrol adalah 19,66%, dan aspek komitmen adalah 13,50%.

    Millennials in the Workplace: How Well-Being Affects Work Morale

    Get PDF
    Work engagement is a form of employee behavior in working conditions where an employee shows hope, intention, and commitment to the work he is doing, so that the employee carries out the work more actively. One of the factors that influence employee engagement is workplace welfare. This study aims to determine the relationship between working well-being and attachment in millennial generation employees. This research method uses a quantitative approach. The subjects of this study were 250 millennial generation employees who were selected using a purposive sampling technique. The data collection method used is the scale of work welfare and work engagement. The data analysis technique used is the Kendall Tau correlation test. The results showed that the P value < 0.05 and the results of the correlation value of 0.241 which has meaning in this study show that there is a positive and significant relationship between workplace welfare and work attachment in millennial generation employees. The practical implication in this study is that workplace welfare has an effective role in increasing employee work engagement, with the existence of a supportive work environment, facilities, and superiors that can provide encouragement in employees to contribute more to work to achieve company goals.Work engagement merupakan bentuk perilaku karyawan dalam bekerja keadaan dimana seorang karyawan menunjukkan harapan, niat, dan komitmen dengan perkerjaan yang digelutinya, sehingga karyawan tersebut menjalankan pekerjaan dengan upaya yang lebih. Salah satu faktor yang memengaru work engagement pada karyawan adalah workplace well-being. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan workplace well-being dan keterikatan pada karyawan generasi milenial. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian ini berjumlah 250 karyawan generasi milenial yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah skala workplace well-being dan work engagement. Teknik analisa data yang digunkan adalah uji korelasi Kendall Tau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai P < 0.05 serta hasil nilai korelasi sebesar 0.241 yang memiliki arti dalam penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara workplace well-being dengan work engagement pada karyawan generasi milenial. Implikasi praktis dalam penelitian ini adalah workplace well-being memiliki peran efektif dalam meningkatkan work engagement karyawan, dengan adanya lingkungan kerja, fasilitas, serta atasan yang mendukung dapat memberikan dorongan dalam diri karyawan untuk berkontribusi lebih dalam bekerja sehingga tercapainya tujuan perusahaan

    Is it true that interventions based on parent training are effective in helping parents who experience parental stress?

    Get PDF
    Various interventions based on parent training have been proven to assist parents in addressing their children's issues. However, as an intervention approach aimed at helping parents develop effective skills and strategies in raising their children, the effectiveness of parent training still needs to be reassessed. Further analysis will be conducted in this study. This research is a meta-analysis aiming to examine the effectiveness of parent training interventions in reducing parental stress. The total number of participants in this study is 1,072 individuals, accumulated from nine relevant literature sources and divided into 532 individuals in the experimental group and 540 individuals in the control group. It has been found that among the nine scientific literatures, parent training only has a small effect size on reducing parental stress. The analysis results indicate that parent training interventions have a small effect in reducing parental stress, with an effect size of g = -0.038. This suggests that despite the interventions being implemented, their impact is minimal. Therefore, it can be concluded that parent training interventions do not significantly reduce parental stress levels. These findings highlight the need for a review or enhancement of intervention methods to be more effective in addressing parental stress.Berbagai intervensi berdasarkan parent training telah terbukti dapat membantu orang tua mengatasi permasalahan yang dimiliki oleh anak mereka. Namun, sebagai suatu pendekatan intervensi yang memiliki tujuan untuk membantu orang tua dalam mengembangkan keterampilan dan strategi yang efektif dalam mendidik anak mereka, efektivitas parent training masih perlu dianalisis kembali. Analisis akan dilakukan lebih lanjut dalam penelitian ini. Penelitian ini merupakan penelitian meta-analiasis yang bertujuan untuk melihat efektivitas penggunaan intervensi berdasarkan parent training untuk menurunkan parental stress (stres orang tua).  Jumlah keseluruhan partisipan dalam penelitian ini sebanyak 1.072 orang yang merupakan hasil akumulatif dari sembilan literatur penelitian yang sesuai dan  terbagi menjadi 532 orang ke dalam kelompok eksperimen, 540 orang ke dalam kelompok kontrol. Telah diketahui bahwa dari sembilan literatur ilmiah, parent training hanya memiliki efek yang kecil (small effect size) bagi menurunnya parental stress. Hasil analisis menunjukkan bahwa intervensi berbasis pelatihan orang tua memiliki efek yang kecil dalam menurunkan stres orang tua, dengan ukuran efek sebesar g = -0,038. Hal ini menandakan bahwa meskipun intervensi dilakukan, dampaknya hanya sedikit. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa intervensi berbasis pelatihan orang tua tidak secara signifikan mengurangi tingkat stres orang tua. Hasil ini menyoroti perlunya peninjauan ulang atau peningkatan metode intervensi yang lebih efektif dalam mengatasi stres orang tua

    Scoping Review: The Relationship between Screen Time and Behavioral Problems in Preschool-Age Children

    Get PDF
    Screen use has become a significant part of daily life for today’s preschool aged children. Gadgets are used for playing, watching, learning, and communicating. Previous research has found that the screen time of preschool aged children in Indonesia is well above the recommended duration. This may lead to the emergence of problem behaviors. The purpose of this scoping review is to study the relationship between screen time and problem behavior in Indonesian preschool aged children. The literature search in this study is done through several electronic databases, including Garuda, Sinta, and Google Scholar. We found 9 papers that focused on screen time and problem behavior in preschool aged children, with 2 qualitative studies and 7 quantitative studies. The results showed that there is a relationship between screen time and problem behaviors, specifically ones related to emotion, social skills, and hyperactivity/attention. Therefore, screen time in preschool aged children needs to be monitored in order to reduce the risk of problem behaviors. Di era digital ini, anak usia prasekolah sudah mempergunakan media layar untuk berbagai kegiatan sehari-hari, seperti bermain, menonton, belajar, dan berkomunikasi. Riset sebelumnya menemukan bahwa screen time anak prasekolah di Indonesia berada diatas rata-rata durasi yang direkomendasikan. Hal tersebut mungkin mempengaruhi kemungkinannya muncul masalah perilaku. Tujuan dari scoping review ini adalah untuk mempelajari hubungan antara screen time dan masalah perilaku pada populasi anak usia prasekolah di Indonesia. Pada penelitian ini, pencarian literatur dilakukan melalui database Garuda, Sinta, dan Google Scholar. Berdasarkan pencarian, ditemukan 9 studi yang mendalami topik screen time dan masalah perilaku dalam anak usia prasekolah. Studi terdiri dari 2 penelitian kualitatif dan 7 penelitian kuantitatif. Hasil menunjukan bahwa terdapat hubungan antara screen time dan masalah perilaku, khususnya yang berkaitan dengan emosi, sosialisasi, dan hiperaktivitas/atensi. Oleh karena itu, sangat penting untuk memperhatikan screen time pada anak usia prasekolah untuk mengurangi resiko masalah perilaku

    Stress Perception in Adolescents: The Role of Dispositional Mindfulness in Early Adolescence and Late Adolescence

    Get PDF
    Adolescence is a period characterized by transitions, some of which have been found detrimental to one’s mental health. One of the effects brought by these changes is increased in adolescent’s perceived stress. Studies showed that adolescents’ sociocognitive development as well as increased exposure to stressor exacerbates the stress. Moreover, this phenomenon can be different across age in adolescence. Meanwhile, dispositional mindfulness is found to be a protective factor, which works by modulating one’s reactivity to stressor. This study aims to find if dispositional mindfulness interacts with age in affecting adolescents’ perceived stress. Analysis using Two-Way ANOVA to 361 adolescents aged 13-18 (M=16) found that there is indeed an interaction effect: dispositional mindfulness was determined to have a greater relationship with perceived stress in early adolescents as opposed to late adolescents. Theoretical implications of the findings are discussed.Masa remaja ditandai dengan berbagai transisi, yang sebagian ditemukan memiliki dampak negatif terhadap kesehatan mental individu. Salah satu dampak dari perubahan yang terjadi adalah peningkatan persepsi stress. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa stress remaja diperparah oleh perkembangan sosial-kognitif dan pemaparan terhadap stressor yang meningkat. Penelitian juga menemukan bahwa persepsi stress memiliki kaitan dengan usia remaja. Sementara itu, dispositional mindfulness ditemukan sebagai faktor protektif, yang bekerja dengan meregulasi reaktivitas individu terhadap stressor. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan apakah dispositional mindfulness berinteraksi dengan usia dalam memengaruhi persepsi stress remaja. Analisa menggunakan Two-Way ANOVA pada 361 remaja berusia 13-18 tahun (M=16) menemukan bahwa terdapat efek interaksi yang signifikan: dispositional mindfulness ditemukan memiliki hubungan yang lebih erat dengan persepsi stress pada remaja awal dibandingkan dengan remaja akhir. Diskusi teoritis dari hasil penelitian kemudian didiskusikan

    Edukasi Pencegahan Karies pada Siswa Sekolah Dasar dengan Media Permainan Ular Tangga

    Get PDF
    Karies gigi adalah penyakit yang umum terjadi di masyarakat.  Anak-anak merupakan usia yang rentan terjangkit karies gigi, yaitu sebesar 54%. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap tentang pencegahan karies dini dengan sasaran pada siswa kelas satu sekolah dasar yang berjumlah 22 orang. Salah satu upaya untuk menurunkan tingkat kejadian karies adalah melalui penyuluhan dan demonstrasi menggunakan ular tangga. Kegiatan dilaksanakan di SDN 010, Kecamatan Sangasanga, Kabupaten Kutai Kartanegara selama satu hari pada tanggal 24 Juli 2023. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah peningkatan rata-rata skor pengetahuan tentang pencegahan karies dari sebelum intervensi (pretest) yaitu 44,09 dan pengetahuan setelah intervensi (post test) yaitu 77,27. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi berbasis permainan perlu ditingkatkan dan dilaksanakan secara berkesinambungan.Dental caries is a prevalent condition in modern society. Children are the age most susceptible to contracting dental caries, as many as 54%. This program aims to increase knowledge and behavior about preventing early caries, targeting 22 first grade at elementary school students. One effort to reduce the incidence of caries is  education and demonstrations using snakes and ladders simulation games. The activity was performed at SDN 010, Sangasanga District, Kutai Kartanegara Regency for one day on July 24 2023. The results of this study is the caries prevention knowledge before intervention (pre test) is 44,09 and after (post test) is 77,27. This founding shows that game-based education needs to be improved and implemented continuously

    GAMBARAN GANGGUAN KOGNITIF PADA PASIEN PASCA SEMBUH COVID-19 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PALARAN SAMARINDA

    Get PDF
    Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Setelah masa pemulihan, dilaporkan adanya gejala sisa berupa gangguan memori, konsentrasi, maupun perhatian. SARS-CoV-2 dapat langsung menginfeksi SSP, melepaskan mediator inflamasi dan meningkatkan permeabilitas Brain Blood Barrier dan mengaktifkan mikroglia dan stres oksidatif, yang dapat menyebabkan terjadinya penurunan fungsi kognitif. Daerah otak yang terkait dengan fungsi kognitif, seperti hipokampus rentan alami kerusakan yang diinduksi hipoksia dan infeksi virus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran gangguan kognitif pada pasien pasca sembuh COVID-19 di wilayah kerja Puskesmas Palaran Samarinda. Penelitian ini merupakan penelitian survei deskriptif dengan menggunakan instrumen berupa Modified Telephone Interview for Cognitive Status-M (TICS-M). Pada penelitian ini didapatkan 66 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan responden sebanyak 74,2% (n=49) tidak mengalami gangguan kognitif, gangguan kognitif ringan 19,7% (n =13) dan demensia 6,1% (n= 4). Gangguan kognitif paling banyak ditemukan pada umur 40-49 tahun 28,6% (n=6 dari 21), didominasi oleh laki-laki 31% (n=11 dari 35), berpendidikan SMA 24,3% (n=9 dari 37), dan gangguan kognitif paling banyak terjadi pada penderita dengan gejala klinis ringan 23,5% (n=12 dari 51). Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi praktisi kesehatan untuk mengupayakan pencegahan terjadinya gangguan kognitif pada pasien COVID-19, melakukan screening gangguan kognitif pada saat terinfeksi serta follow up berkala hingga pasca sembuh COVID-19, dan melakukan pemberian informasi mengenai gangguan kognitif dan cara menanggulanginya

    Factors Associated With the Behavior of Implementing Health Protocols Among Students at SMP Negeri 29 North Samarinda

    Get PDF
    Background: The Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) pandemic in Indonesia has not ended yet.  Efforts to accelerate the prevention of Covid-19 transmission in Indonesia apart from accelerating vaccination efforts are also public discipline in implementing health protocols,  to break the chain of transmission of COVID-19. Obtained the presence was non-compliance with  the behavior of the community, including adolescents, in implementing health protocols for the prevention of Covid-19, this could increase the risk of transmission of Covid-19. Objectives: Research to analyze Factors Associated with the Behavior of Implementing Health Protocols among Students at SMP Negeri 29 North Samarinda. Methods: Research using a cross-sectional design. The population is students of SMPN 29 North Samarinda, the sampling technique uses stratified random sampling and a sample of 189 students. The research instrument was a questionnaire. and data analysis using Chi-square test. Result: The results showed that the behavior of students in implementing the health program was good (50.8%) and bad behavior (49.2%). Factors  that were significantly related to student health program implementation behavior were gender (Pvalue=0.016), Knowledge (Pvalue=0.000) and family support (Pvalue=0.001). Meanwhile, the variables of age, information acquisition and vaccination status are not related to the behavior of implementing the Prokes in SMPN 29 students. Conclusion: In conclusion, the factors of gender, knowledge and family support are related to student behavior in implementing health programs. It is recommended that schools still need to provide education on the implementation of the health protocol for adolescents during the Covid-19 pandemic that has not yet been declared over

    4,239

    full texts

    4,795

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    eJournals System Universitas Mulawarman
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇