Al-Jami'ah - Journal of Islamic Studies (Islamic University Sunan Kalijaga Yogyakarta)
Not a member yet
    878 research outputs found

    Transformasi Sebuah Tradisi Intelektual: Asal Usul dan Perkembangan Pendidikan Islam

    Get PDF
    Historians noticed that Muslim intellectuals experienced "gold age". However, in the l8tb century, it felt into deep whole. There are three reasons proposed, by historians: First, there were no social order that support Islamic modernity. Second, Because the Muslims lost their spirit. Inherited from their ancestors, Third, Because of the isolation of religious knowledge from secular intellectualism. The current article tries to explore the third reason by describing the process of intellectual transformation throughout Islamic history. The author also discusses its impact in the development of Islamic intellectualism in Indonesian educational system

    Al-Taujīh al-Tahwī fi Takhrījī Ba’ḍu al-Masā’īla al-Fiqhiyya

    No full text
    No one disagrees on the role of Arabic grammar in determining of text, included the reiigious one so any Islamic Scholar cannot forget it in deducting legal classifications and ritualistic rule in this article, the writer brings six examples within which he demonstrates how grammatical arguments have been used to argue for or against such ritual or legal opinion. For instance, it is stated in the koran, al-Anām. 6:145, that among the prohibited food is “the fresh of swine for it is unclean’” the question is whether it is only the flesh which is unclean or all parts of the swine. For (in the Arabic text) the pronoun ‘it’ can refer either to the flesh or to the swine. One can argue for the uncleanness of all parts of the body of swine. Saying that pronoun must be referred to the closest precedent, but against it one can say that of the swine is a determiner of the flesh. The examples given in this article are taken from chapters of fiqh dealing with purification, prayer, pilgrimage, judgement, testament, and endowment. It is beyond any dout that the contribution of naḥu to the solving of each problem is great although not always decisive. [Kaitan nahw'u dengan pengertian nas-nas (dalam hal yang berhubungan dengan Islam selalu berupa teks berbahasa Arab) sedemikian erat, sehingga orang tidak dapat mengabaikannya dalam usaha untuk mendeduksikan sesuatu hukum dari nas-nas itu. Dalam tulisan ini diberikan beberapa contoh perdebatan beberapa ahli dalam 'Memenangkan' pendapat kefiqihan tertentu yang di dalamnya nahwu muncul sebagai senjata yang tak terbantah. Misalnya, dalam Al-Qur'an, Al-An'ām, 6:145, dinyatakan bahwa makanan yang diharamkan antara lain adalah " ... daging babi, karena sesungguhnya itu kotor". Persoalan yang muncul adalah, apakah yang kotor (najis) itu keseluruhan babi atau hanya dagingnya. Dasar pendapat pertama adalah bahwa kata ganti yang diterjemahkan dengan 'itu' meruiuk kepada 'babi', karena inilah preseden terdekat, sedangkan pendapat kedua Menuniukkannya pada 'daging babi', karena kata babi hanya merupakan pembatas bagi kata daging yang menjadi pokok frase. Contoh-contoh diambil dari bab bersuci, salat, haji, peradilan, wasiat, dan wakaf. Sudah barang tentu bahwa sumbangan nahwu dalam setiap masalah yang ditampilkan sebagai contoh cukup besar, walaupun tidak selamanya menentukan.

    Prawacana

    Get PDF

    Eksistensi dan Pranan Sekolah Dalam Pengembangan Kehidupan Sosial-Politik

    Get PDF
    Beberapa orang tokoh seperti Ivan Illich dengan karyanya Deschooling Society maupun Paulo Freire sudah meragukan peranan sekolah sebagai lembaga pendidikan dalam mempersiapkan generasi masa depan. Tetapi sebagian besar masyarakat, nampaknya tetap menaruh harapan besar dan mempunyai tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap sistem persekolahan sebagai pusat pendidikan. Bahkan ada: semacam kecenderungan bahwa sekolah sebagai taruhan, sementara di sisi lain, seperti sistem pondok pesantren relatif kurang diminati masyarakat jika dibandingkan dengan sekolah. Sikap dan pandangan seperti itu muncul sebagai konsekuensi dari tuntutan perubahan masyarakat yang terjadi. Sebagai masyarakat yang sedang bergerak ke arah kehidupan moderen dihadapkan pada peningkatan tuntutan kebutuhan dasar manusia, seperti sandang, pangan, papan, dan juga kesehatan. Dalam kenyataannya, "orang-orang sekolahan" lebih banyak mempunyai kesempatan dan kemampuan untuk mencapai kebutuhan-kebutuhan tersebut. Akibatnya, fenomena itu yang juga merupakan fenomena masyarakat moderen telah memusatkan perhatian masyarakat terhadap peranan sekolah. Bahkan kecenderungan seperti itu telah menempatkan harapan masyarakat yang terlalu besar terhadap persekolahan, mereka mengira bahwa sekolah mampu membereskan segala persoalan. Memperhatikan kecenderungan tersebut, tulisan ini dimaksudkan untuk menelaah persoalannya, terutama berkaitan dengan eksistensi dan pranan sekolah dalam prkembangan kehidupan social dan politik.

    IAIN dan Pengembangan Ilmu

    No full text
    IAIN adalah suatu Lembaga Pendidikan Tinggi yang berbentuk Institut yang bergerak dalam bidang Pendidikan dan Pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (tridarma perguruan Tinggi). Pendidikan dan pengajaran adalah kegiatan mempersiapkan termasuk bagaimana Menyusun konsep-konsep dasar dan perencanaan yang terpadu tentang informasi Ilmiah, menyampaikan dan mengevaluasi termasuk penyusunan dan pengembangan metodologi yang tepat dan terarah, konsep-konsep dasar penelitian dan pengembangan ilmu yang merupakan upaya kesinambungan pengembangan yang dinamis dan evaluasi yang tepat terhadap informasi ilmiah. Informasi ilmiah adalah keseluruhan usaha yang berkenaan dengan pengembangan ilmu pengetahuaan. Ilmu pengetahuan adalah kumpulan berbagai hasil penelitiaan dan karya ilmiah dengan menggunakan metodologi (metode) yang tepat, obyektif atau intersubyektif atau communicable tentang nilai-nilai ilmu yang bersifat ilmiah. Penelitian adalah suatu kegiatan penyelidikan yang dilakukan menurut metode keilmuan yang sintematis untuk menemukan informasi ilmiah, membuktikan kebenaran atau ketidak benaran hipotesa sehingga dapat dirumuskan teori dan atau proses gejala-gejala yang dihadapinya

    Wanita dan Proses Industrialisasi

    No full text
    Gejala proses industrialisasai di negara kita, yang merupakan bagian tak terpisahkan dari pertumbuhan peradaban modern akhir-akhir ini, semakin kentara. Naiknya tingkat taraf hidup masyarakat pada sepuluh dasa warsa terakhir ini mulai dapat dilihat. Kemudahan-kemudahan masyarakat pada sepuluh dasa watsa terakhir ini mulai dapat dilihat. Kemudahan-kemudahan masyarakat dengan adanya peralatan hasil teknologi modern, misalnya alat-alat rumah tangga, tranportasi, pertaniaan, mulai dapat dirasakan. Itulah proses perubahan social dari masyarakat agraris menuju masyarakat Industri. Namun kenyataannya juga, proses perubahan social itu membawa juga dampak social budaya berupa perubahan bentuk dari system nilai, pola piker, serta sikap hidup dan prilaku masyarakat yang terjadi secara evolotif. Dampak social budaya dalam proses industrialisasi dapat terjadi apabila suatu bangsa kurang memiliki landasan pemikiran yang kuat. Landasan pemikiran merupakan syarat mutlak  bagi setiap perubahan besar-besaran di Indonesia ini. (Prof. Soedjito S.SH.MA., Transformasi Sosial, 1986, Hal.79). dampak social yang timbul dalam masyarakat antara lain munculnya sikap individualistis, yang berlawanan dari ciri khas masyarakat antara lain munculnya sikap individualistis, yang berlawanan dari ciri khas masyarakat agraris yang memiliki sakap gotong royong. Di samping itu sikap menuju masyarakat industry juga dapat menimbulkan sikap hidup kwantitatif, kompetitif, serta konsumtif, yang merupakan akibat dari proses obyektifasi manusia. Pada perkembangan selanjutnya sikap hidup tersebut akan menumbuhkan pola piker rasionalitas dan pragmatis, yang kemudian akan berkembang kepada sikap hidup  matrealistis. Keadan selanjutnya akan mendorong timbulnya filsafat hidup non-metafisis, yang hanya mementingkan unsur materi, tidak ada penekanan pada hubungan antar manusia dengan tuhan dan manusia dengan manusia, yang pada akhirnya akan menimbulkan rasa ‘hampa jiwa’ pada manusia

    Post Modernisme Perspektif Pemikiran Kultural Keagamaan

    No full text
    Dunia pemikiran biasanya dihadapkan kepada dua kubu yang dikhotomis, yaitu tradisionalisme dan modernism, baik yangmenyangkut pemikiran keagamaan maupun social budaya. Tradisionalisme diidentikkan dengan sikap budaya dan pemikiran keagamaan yang konservatif, tertutup, kurang menghargai waktu, percaya pada tahayul, lamban dalam mengantisipasi perubahan, dan sebgainya. Sementara itu, modernism diidentikkan dengan progress, terbuka, menghargai waktu, mempunyai perencanaan program yang matang, melihat kedepan, cepat mengantisipasi perubahan, dan seterusnya. Ada kesan, seakan-akan tradisionalisme itu lambing keterbelakangan, sementara modernism lambing kemajuaan, tanpa melihat lebih dalam, filosofi yang melatari pemikiran tradisionalisme dan modernism itu, bahkan juga buta terhadap kebaikan yang terdapat dalam tradisionalisme dan kelemahan modernism

    Fithrah Manusia dalam Persepektif Al-Qur’an

    No full text
    Kalau kita selidiki brbagai kata yang digunakan dalam Al-Qur’an ternyata sangat bervariasi, baik jenis maupun bentuknya. Dalam Al-Qur’an sering ditampilkan suatu kata yang memiliki arti Bahasa sama dalam bentuk yang bermacam-macam. Demikian pula sering digunakan kata muradif diberbagai surat dan ayat tentang suatu hal yang secara lafdiyah dapat diartikan “sama”. Misalnya, kata yang menunjukkan penciptaan manusia dalam Al-Qur’an dapat dijumpai dalam berbagai jenis dan bentuk, yaitu; “khala”(Q.s 95:4, 76: 2, 64: 2, 21:37, dan lain-lainnya), “ja’ala” (Q.S 16: 78, 2: 30, 43: 28), “ansya’a”(Q.S 23: 14, 11:61,6:98,67:23),”shawwara” (Q.S 64:3, 40:64, 7: 20, 3: 6), dan “fathara” (Q.S 30:30,11:51,17:51,36:22, 20:72). Berbagai kata tentang penciptaan itu dalam Al-Qur’an diungkapakan dalam bermacam-macam bentuk. Dari segi bilangannya, adakalanya dalam bentuk mufrad dan kadang-kadang dalam bentuk jamak. Sedang dari segi shighatnya, kadang-kadang diungkapkan dengan fi’il, dan kadang-kadang dengan mashdar maupun isim fa’il.perbedan penggunaan kata dalam Al-Qur’an itu pasti mengandung makna tertentu yang berbeda-beda pula, sekalipun dalam arti secara Bahasa sama, sebagai sinonim (muradif). Diantara berbagai kata yang menunjukkan penciptaan manusia adalah “fathara” yang bentuk masdarnya adalah “fithrah”. Dalam Al-Qur’an terdapat 20 bentuk kata yang berakar dari “fathara” yang diungkapkan dalam berbagai bentuk. Sedang kata firthrah itu sendiri hanya diungkap sekali, yaitu surat al-Rum : 30. Istilah fithrah tersebut pasti mempunyai makna tertentu

    Visi Hos Tjokroaminoto Tentang masa Depan Indonesia Merdeka

    Get PDF
    Dalam konteks pembangunan Nasional yang bercita-cita membangun manusia Indonesia seutuhnya dan masyarakat Indonesia seluruhnya, maka penelusuran sejarah pemikiran dan perjuangan tokoh-tokoh pergerakan Nasional yang dikenal sebagai era kebangkitan nasional amat menarik untuk dikaji ulang secara kritis dan konstruktif. Sebab pemikiran dan perjuangan mereka mengandung nilai-nilai luhur yang dapat disumbangkan untuk memandu jalannya pembangunan nasioanl serta masih memiliki relevansi dengan tuntutan-tuntutan aktual dewasa ini. Selain itu karena kehadiran mereka merupakan titik tolak dan mata rantai yang tak terpisahkan bagi peristiwa-peristiwa sejarah berikutnya, yaitu: Pertama, era proklamasi, dimana bangsa Indonesia melalui Soekarno dan Hatta menyatakan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17-8-1945. Kedua, era Integrasi, dimana bangsa Indonesia berjuang menghadapi serangan kolonial Belanda yang bercita-cita untuk kembali menjajah Indonesia serta rongrongan pemberontakan dari dalam. Kemudian ketiga adalah era transformasi, yaitu era pembangunan nasional yang berencana, sejak pemerintahan Orde Baru dikenal dengan pembangunan Jangka panjang yang terbagi kedalam pembangunan Lima Tahun (PELITA)

    Arti Kehadiran Mu’tazilah Bagi Dunia Islam

    Get PDF
    Mu'tazilah adalah aliran yang tertua di antara aliran-aliran mutakallimin lainnya. Dari kenyataan ketertuaannya itu, tidak mustahil kalau di dalamnya terkandung arti tersendiri bagi dunia Islam pada umumnya yang tidak terdapat pada aliran-aliran yang lain. Penampilannya sebagai yang pertama di antara sederetan aliran-aliran yang lain, paling sedikit mempunyai arti sikap responsive mereka terhadap gejala yang terjadi di lingkungannya. Dengan judul yang secara khusus ingin mengangkat arti kehadiran Mu'tazilah sebagai aliran yang tertua itu, maka di sekitar pokok-pokok ajarannya (konsepsi teologisnya) tidak ditempatkan pada inti pembicaraan, walaupun pada tempat dan permasalahan tertentu hal tersebut perlu diungkapkan, apalagi diketahui bahwa di dalam konsepsi teologis itulah sebenarnya terletak jatidiri dan karakteristik suatu aliran. Sebagaimana diketahui, pada umumnya aliran mutakallimin mempunyai metode berpikir dan konsepsi teologis tersendiri yang berbeda dengan aliran mutakallimin lainnya. Hal itu terjadi, karena sebab yang melatarbelakangi dan mendorong lahirnya setiap aliran serta problema keakidahan yang timbul dan dihadapi oleh setiap aliran itupun, berbeda-beda. Dengan demikian juga berarti, bahwa metode berpikir yang dipergunakan dan konsepsi teologis yang diformulasikan oleh suatu aliran, dipandang yang paling tepa

    581

    full texts

    878

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Al-Jami'ah - Journal of Islamic Studies (Islamic University Sunan Kalijaga Yogyakarta)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇