Al-Jami'ah - Journal of Islamic Studies (Islamic University Sunan Kalijaga Yogyakarta)
Not a member yet
    878 research outputs found

    Sumbangan Islam Kepada Kebudayaan Dunia Di Masa yang Lampau Dan Di Masa yang Akan Datang

    No full text
    Sejak zaman Rasul Allah Muhammad s.a.w. kebudayaan Islam berkembang terus-menerus sejalan dengan perkembangan pikiran dan meluasnya kekusaan politik dan daerah penganut Islam. Terbentuk bermacam-macam struktur, ide, dan Lembaga-lembaga dalam lapangan ekonomi, lapangan social dan bermacam-macam lapangan kebudayaan yang lain. Kebudayaan yang baru berkembang dengan kebudayaan lain. Kebudayaan yang baru berkembang dengan berpokok kepada Qur’an dan contoh-contoh perbuatan dan pikiran Nabi Muhammad s.a.w dilanjutkan oleh Khalifah Rasidun dan Khalifah Raja-raja. Agama dan kebudayaan Islam yang berbahasa Arab itu meluas dari pantai Atlantik sampai ke atas kerajaan Cina. Dan dalam perkembangan agama dan kebudayaan Islam itu, dengan berani ahli-ahli pikir dan pemimpin Islam mengambil kekayaan dan unsur-unsur dari berbagai-bagai kebudayaan tua yang telah beribu-ribu tahun usianya seperti kebudayaan Parsi, kebudayaan Yunani dan Roma, kebudayaan India, malahan sampai-sampai kebudayaan Cina. Demikian pertama kali dapat kita katakana terjadilah penyatuaan unsur-unsur segala kebudayaan besar yang terkenal dewasa itu dalam suatu wadah yang dinamakan Islam, dijiwai oleh pikiran dan etik Qur’an dan memakai Bahasa Arab

    Apakah Benar ‘ Utsman Ibn ‘Affan Seorang Nepotist?

    No full text
    Utsman ibn ‘Affan ibn “Abdi Syams ibn “Abdi Manaf Ibn Qushai al-Quraisyi, lahir dimekah pada tahun kelima setelah kelahiran Rasulullah saw, berasal dari lingkungan bangsawan Quraisy. Beliau adalah Khalifah ketiga dalam deretan Khulafah al-Rasyidin. Memerintah selama dua belas tahun antara tahun 644-56. Sejak kecilnya termasyhur dengan budi pekerti yang utama dan perbuatan yang terpuji 1), yang oleh Francesco Gabrieli dilukiskan dengan “ a Gentle and a Piousman” 2). Beliau termasuk salah seoarang diantara assabiqun al-awwalun. 3) ikut berhijrah pertama  Abessinia (Habasyah) 4). Ikut dalam setiap peperangan Bersama Rasul, Kecuali Perang Badr. 5) Mewakafkan sumur Raumah yang dibelinya dari seorang Yahudi dengan harga dua puluh ribu dirham untuk keperluan persedian air untuk kaum muslimin 6). Menyumbangkan harata sebanyak  beban seribu ekor unta persiapan perang Tabug 7) pernah menjalankan tugas diplomatik  dalam masa yang sulit dan penuh ancaman bahaya, yakni Ketika bertindak sebagai utusan Rasulullah untuk melakukan perundingan dengan pemimpin  Quraisy di Makkah yang kemudian menelorkan perjanjian  damai hudaibiyah pada tahun 6 Hijriyah. Ketika menjalankan tugas ini beliau pernah diduga telah dibunuh atau setidaknya ditahan oleh orang-orang Quraisy yang karenanya kaum muslimin melakukan sumpah setia yang terkenal dengan nama Bai’at al-Ridwan. 8) Beliau adalah salah seorang penulis wahyu dan termasuk diantara sepuluh orang yang dijamin masuk Syurga

    Reformation From Within: A Contemporary Dynamics of Muhammadiyah Intellectuals in the Early 21st Century

    Full text link
    This article seeks to trace how Muhammadiyah cultivates its Muslim intellectuals, particularly in the early 21st century, and examines how their contributions promote intellectual and charitable initiatives. Through interviews with prominent Muhammadiyah leaders and scholars, as well as documentary research, the article reveals that the emergence of Muhammadiyah intellectuals in the early twenty-first century is rooted in two types of educational institutions. The first group consists of those who completed their education at pesantren, while the second comprises individuals educated within the national school system who also graduated from higher education institutions. Social and political conditions further contributed to the formation of Muhammadiyah intellectuals. The large number of Muhammadiyah charities has led to criticism that Muhammadiyah intellectual thought is stagnant. Their focus has largely been directed toward supporting regular and tangible organizational activities, including humanitarian efforts, social initiatives, and educational programs, among others. [Artikel ini menelusuri upaya Muhammadiyah membina intelektual Muslimnya, khususnya pada awal abad ke-21, serta mengkaji kontribusi mereka yang mendorong inisiatif keilmuan dan filantropis. Berdasarkan wawancara dengan tokoh dan cendekiawan terkemuka Muhammadiyah serta penelitian dokumen, tulisan ini mengungkap bahwa kemunculan intelektual Muhammadiyah pada awal abad ke-21 berakar pada dua jenis lembaga pendidikan: pertama, mereka yang menempuh pendidikan di pesantren dan, kedua, mereka yang memperoleh pendidikan melalui sistem sekolah nasional dan melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi. Kondisi sosial dan politik juga turut memengaruhi terbentuknya para intelektual Muhammadiyah. Banyaknya amal usaha Muhammadiyah memunculkan kritik bahwa pemikiran intelektual Muhammadiyah mengalami stagnasi. Fokus para intelektual Muhammadiyah lebih diarahkan untuk mendukung aktivitas organisasi yang bersifat rutin dan nyata, seperti kegiatan kemanusiaan, inisiatif sosial, dan program-program pendidikan.

    Ignace Goldziher (1850-1921)

    No full text
    “Karat emas dalam pengetahuaan dan karya-karyamu lebih tinggi dari karat emas medali ini. Walaupun demikian saya merasa Bahagia dapat menganugrahkannya sebagai imbangan dari prestasi yang kamu tunjukkan dalam bidang Oriental Studies”  kata-kata ini diucapkan oleh Raja Oscar II dari Sweden Ketika menganugrahkan dia medali pada tanggal 3 september 1889. Satu diantaranya kepada Ignace Goldziher dan satu medali lagi diserahkan kepada Theodor Noldeke bertepatan dengan diadakannya Internasional Congress of Orientalists yang ke VIII di Stockholm. Dasar pertimbangan untuk menyerahkan medali ini kepada Goldziher ialah karena prestasinya dalam Menyusun buku Muhammedanische Studien. Dikalangan sarjana-sarjana barat ucapan dari Raja Oscar II ini merupakan suatu kenangan indah yang memberikan dorongan bagi mereka untuk melakukan kegitan-kegiatan selanjutnya dalam bidang Oriental Studies

    Pandangan Agama Islam Tentang Anak (Suatu Studi Kepustakaan)

    Full text link
    Masalah demografi biasanya adalah jenis-jenis masalah penduduk insani yang berkaitan dengan proses fertilitas, mortalitas dan migrasi. Karena factor-faktor inilah yang secara langsung mempengaruhi jumlah, struktur dan jumlah penduduk. Demikian pulah size (jumlah penduduk), Komposisi dan distribusi penduduk dipengaruhi pula oleh keiga factor tersebut. Berdasarkan hasil Sensus Penduduk  tahun 1930, 1961 dan 1971, dapat diketahui bahwa besarannya jumlah penduduk di Indonesia telah berubah dari sekitar 60,7 juta, 97,0 juta dan 119,2 juta. Dengan demikian tingkat pertumbuhan pendiduk rata-rata ® pertahun dalam periode antara sensus pertama (1930-1961) adalah 1,5%, sebagai selisih antara tingkat kelahiran (CBR) pada kira-kira 45 per seribu dengan tingkat kematian (CDR) disekitar 30 per seribu (N. Iskandar No.9; 1978;3)

    Masuknya Kisah-Kisah Israiliyyat Dalam Penaf-Siran Al-Qur'an dan Langkah-Langkah Pengamannya

    Full text link
    Masuknya kisah-kisah Israiliyyat dalam penafsiran Al-Qur’an dengan berbagai bentuk dan manifestasinya, sebenarnya sudah sejak abad-abad pertama Islam, menjadi salah satu bahan pembicaraan dan pemikiran para cendikiawan Islam, dimana banyak diantara mereka yang mensinyalir bahwa kisah-kisah itu banyak mengandung unsur-unsur yang membahayakan dan mengancam citra kemurniaan ajaran Islam. Apabila dikalangan kaum muslimin yang hidup dimasa kita sekarang ini masih banyak bermunculan kritik-kritik dan penolakan-penolakan, seperti dinyatakan oleh J.J.G. Jansen dalam bukunya ,,The interpretation of the Koran in Modern Egypt” bahwa: ,,Modernist Moeslems often reject the Israiliyyat traditions because of the irrational, miraculous and fantastical character” maka sebenarnya itu bukanlah sesuatu yang baru, melainkan hanyalah sebagai kelanjutan belaka dari apa  yang telah dirintis oleh Ulama-Ulama kita terdahulu

    Max Weber Hidupnya, Karya-Karyanya dan Sumbangannya

    Full text link
    Di dalam usaha untuk memahami bentuk-bentuk tertentu dari pengertiaan tawakkal dalam berbagai golongan agama dalam hubungannya dengan kegiatan ekonomi, barangkali saja fikiran-fikiran kemasyarakatan dari Max Weber (1864-1920) merupakan jalan pintas untuk itu. Karena jasanya dalam bidang ini, maka Namanya mendadak sontak mendapat reputasi internasional 1 dan secara keseluruhan jasa-jasanya dianggap tidak dapat dinilai.  Tujuan tulisan ini ialah untuk mengenalkan -meskipun sangat sedikit- siapa Max Weber ini dan bagi pembaca yang arif sudah tentu akan sangat beruntung jika dia dapat mengikuti fikiran-fikiran Weber dalam Bahasa aslinya, Bahasa Jerman. Banyak sarjana-sarjana ternama bertekun menterjemahkan karya-karya Weber, tetapi belum berhasil secara keseluruhan, yang antara lain disebabkan oleh karena karya-karyanya memang sangat banyak dan juga sebagaimana dikatakan oleh Talcott Parsons; ,,In the more than forty years since Max Weber’s untimely death, recognition of his stature as one of the principal founders of modern social science, in particular modern sociology, has slowly been growing. But the magnitude of his contribution has not yet been fully appreciated; barriers to the understanding of Weber’s thought are still presented by technical difficulties and by  cultural resistance

    Zuhud dan Para Zahid dalam Kalangan Kaum Muslim

    Full text link
    Dalam penulisan tentang tasauf orang selalu memperhubungkan antara kehidupan zuhud dengan tumbuhnya tasuf dalam islam. Misalnya mengenal masalah “apa sebenarnya tasauf itu?” ternyata segolongan penulis-penulis ada yang menyamakan antara tasauf dan zuhud dan dengan demikian mereka memasukkan Nabi Muhammad s.a.w., Abu Bakar, Umar dan banyak sahabat-sahabat Nabi sebagai pemuka-pemuka sufi (penganut tasauf). Akibatnya pengertian dan gambaran mereka tentang hakikat tasauf jadi kabur (confuse), tidak jelas. Karena semua para Zahid, termasuk kita sekaliaan yang hidup sederhana, bisa disebut sufi, sedang nyatanya bukan sufi. Untuk menghindarkan kekacauan penggunaan istilah-istilah diatas perlu diberi pengertian yang definitive/tegas apakah memang tasauf itu sama dengan atau tidak sama dengan zuhud. Dan bagaimanakah pengertian zuhud itu? Disamping itu menurut teori yang secara tradisionil dikembangkan oleh penulis-penulis tentang tasauf selalu dikatakan bahwa tasauf itu timbul dari perkembangan peraktek-praktek kehidupan zuhud yang terdapat dalam sementara kehidupan tokoh-tokoh muslim semenjak masa Nabi sendiri. Memang teori evolusi ini sangat menarik karena memberikan dasar-dasar pegangan bagi orang-orang yang ingin mempertahankan suatu teori bahwa tasauf itu tumbuh dari kodrat ajaran Islam sendiri dan bersumber dan dikembangkan dari sumber-sumber agama (al Qur’an dan Sunnah) sendiri. Akan tetapi apakah teori-teori ini betul dan masih bisa dipertahankan

    Masyarakat R.T.005 Dan 007 Kelurahan Ciputat (Suatu Study Pengaruh Timbal Balik Antara Agama dan Masyarakat)

    No full text
    Kelurahan ciputat adalah salah satu dari 13 desa yang berada dalam lingkungan kecamatan ciputat, kabupaten Tangerang. Desa ini dilalui oleh kendaraan yang menuju arah ke Bogor dan Jakarta. Ciputat adalah ibu kota kecamatan yang mempunyai luas daerah kurang 400 ha dengan penduduk yang berjumlah 10.237 jiwa. Ciputat sebagai daerah peralihan dan sedang memekarkan diri mempunyai berbagai macam lingkungan social dan fasilitas modern seperti pasar, bioskop, puskesmas, apotik, masjid, gereja, terminal bus, madrasah, P.GA., SD, SMP, SMA, IAIN, dan sebagainya. Daerah ini tidak luput dari pengaruh yang dating dari luar, khususnya RT 005 dan RT 007 yang menjadi objek penelitiaan ini, Masyarakat Ciputat adalah masyarakat religious dengan penduduk mayoritas beragama islam 95%, sedang agama lain: Kristen dan Budha 5% masyarakat ini sedang dihadapkan dengan berbagai macam pengaruh, hal ini sangat terasa setelah daerah ini terbuka bagi pendatang-pendatang baru dan tergolong kedalam salah satu desa atau kecamatan yang tergolong baik menurut penelitiaan team kemajuan daerah tahun 1976 dalam hal pembinaan tempat-tempat ibadah, sehingga memenangkan juara pertama lomba tempat ibadah, yaitu dengan masjid jami’ yang berarsitek modern. Masjid ini dapat menampung lebih kurang 1400 orang jamaah

    Al-Qur’an Tentang Jagad Raya “ Bagi Allah-lah Timur dan Barat”

    No full text
    Selalu saja terjadi keluhan pemuda-pemuda kita yang tidak mengerti agama, juga ketidak acuhan mereka akan al-Qur’an, jauh jarak mereka dari Kilabullah ‘Azza wa Jalla, dan ketidak mengertiaan ini mempunyai akibat besar dikalangan mereka, dan menurunkan martabat kemulyaan Islam dikalangan pemeluknya, juga membuat jenuh manusia-manusia yang lain. Dan ini terjadi, suatu Ketika seorang pemuda muslim menghadap kepadaku dengan perasaan yang sempit serta jengkel, sambal berkata: Ah, didalam al-Qur’an itu terdapat kontradiksi, bahkan al-Qur’an itu menentang dirinya sendiri. Akupun segera bertanya kepadanya: Oh, apakah hal itu engkau peroleh sendiri lantaran pembahasanmu, atau apakah lantaran sesuatu yang dikatakan oleh orang lain kepadamu ataukah lantaran ada sesuatu yang tersembunyi pada dirimu…..? Pemuda tadi menjawab: Tidak. Hal itu karena diberitahukan kepadaku tetapi tokh tidak penting apakah sesuatu itu dikatakan kepadaku oleh orang lain atau saya peroleh sendiri. Yang penting kan memang di dalam al-Qur’an terdapat kontradiksi (at-tanaaqudl)

    581

    full texts

    878

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Al-Jami'ah - Journal of Islamic Studies (Islamic University Sunan Kalijaga Yogyakarta)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇