Al-Jami'ah - Journal of Islamic Studies (Islamic University Sunan Kalijaga Yogyakarta)
Not a member yet
    878 research outputs found

    Purifying the Faith, Acting for Progress: Reinterpreting Muhammadiyah

    Get PDF
    This paper investigates Muhammadiyah, specifically exploring the intricate relationship between purification and social activism and addressing the interpretive challenges inherent in their connection. It posits that ijtihad and progress, fundamental to Muhammadiyah’s theological underpinnings, broaden the understanding of purification beyond mere adherence to the Scriptures, aligning purification with the necessity of adapting to contemporary developments. The initial sections of the paper analyze Suara Muhammadiyah to shed light on the organization’s early theological framework that seamlessly integrates purification, social activism, ijtihad, and progress. Subsequent sections, drawing on diverse research findings, explore the evolution of these concepts and their implementations throughout Muhammadiyah’s history. The paper concludes that the fusion of ijtihad and progress has fostered diverse approaches to purification, reflecting various cultural and social contexts. This synthesis has prevented stagnation in the realm of social activism and infused it with vitality and dynamism.[Tulisan ini mengkaji ormas Muhammadiyah, khususnya tentang hubungan rumit antara pemurnian dan aktivisme sosial serta penafsiran-penafsiran dalam hubungan keduanya. Studi ini mengemukakan bahwa ijtihad dan kemajuan, yang merupakan landasan teologis Muhammadiyah, memperluas pemahaman tentang pemurnian lebih dari sekedar ketaatan pada kitab suci, tetapi menyelaraskan pemurnian dengan kebutuhan untuk beradaptasi dengan perkembangan kontemporer. Bagian awal makalah ini menganalisis Suara Muhammadiyah, menyoroti kerangka teologis awal organisasi yang mengintegrasikan pemurnian, aktivisme sosial, ijtihad, dan kemajuan. Bagian selanjutnya mengeksplorasi evolusi konsep-konsep tersebut dan implementasinya sepanjang sejarah Muhammadiyah, dengan memanfaatkan beragam temuan penelitian. Makalah ini menyimpulkan bahwa perpaduan ijtihad dan kemajuan telah mendorong beragam pendekatan terhadap pemurnian, yang mencerminkan berbagai konteks budaya dan sosial. Sintesis ini telah mencegah stagnasi di bidang aktivisme sosial serta menanamkan vitalitas dan dinamisme di dalamnya.

    Islam dan Lingkungan Hidup

    No full text
    Sejak tahun 1972 semua negara di dunia, termasuk Indonesia, mulai menangani masalah-masalah lingkungan Hidup. Dengan lingkungan hidup diartikan segala benda, kondisi-keadaan dan pengaruh yang terdapat dalam ruang yang kita tempati dan mempengaruhi semua hal yang hidup termasuk kehidupan manusia

    Khalifah dan Lingkungan Alam

    No full text
    “Dan Dialah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa dibumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikanNya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksaan-Nya, dan sesungguhnya Dia Maha pengampun lagi maha Penyayang”. Demikian al-Qur’an Surah 6, Al-An-aam, ayat 165 membuka kesempatan kepada manusia untuk menjadi Khalifah di bumi dengan memberinya kemampuaan yang berlebih dibandingkan dengan makhluk-makhluk lain di bumi.TRANSLATE with x EnglishArabicHebrewPolishBulgarianHindiPortugueseCatalanHmong DawRomanianChinese SimplifiedHungarianRussianChinese TraditionalIndonesianSlovakCzechItalianSlovenianDanishJapaneseSpanishDutchKlingonSwedishEnglishKoreanThaiEstonianLatvianTurkishFinnishLithuanianUkrainianFrenchMalayUrduGermanMalteseVietnameseGreekNorwegianWelshHaitian CreolePersian //  TRANSLATE with COPY THE URL BELOW Back EMBED THE SNIPPET BELOW IN YOUR SITE Enable collaborative features and customize widget: Bing Webmaster PortalBack/

    Falsafah mistik Syeikh hamzah Fansuri dalam Sanggahan Syeh Nuruddin Ar-Raniry

    No full text
    Penentuan abad yang pasti tentang masuknya Islam di daerah Aceh memang tidak muda dilakukan, dari adanya kegiatan lalulintas perdagangan antara negara-negara timur tengah dengan kepulauaan Indonesia melalui selat malaka sejak permulaan abad-abad pertama tahu masehi, maka dapatlah diperkirakan bahwa islam telah masuk ke daerah ini, untuk pertama kali, pada masa sekitar abad-abad permulaan tahun hijriah. Para pembawah agama baru ini adalah pedagang-pedagang arab yang, karena sifat dan wataknya sebagai pedagang, lebih banyak memberikan perhatiannya kepada hasil usaha dagangnya dari pada mencatat peristiwa peng-islaman penduduk pribumi yang dilakukan secara insidentil. Ketergantungan kapal-kapal dagang pada waktu itu kepada angin musim telah menyebabkan para pedagang muslim itu tinggal beberapa bulan lamanya pada Pelabuhan-pelabuhan dagang di utara daerah Aceh, sehingga mereka didapatkan pada keharusan memperistri Wanita-wanita setempat yang tentunya sesudah di islamkan lebih dahulu. Demikian suatu metode alamiyah yang sangat sederhana dan mudah dilakukan oleh para pedagang yang masih awam itu pada masa-masa permulaan islam didakwakan, sementara menunggu datangnya para mubalig yang berpengalaman pada abad-abad berikutnya. Berkat kesungguhan dan kegigihan dalam berdakwah, terutama setelah jatuhnya Bagdad ketangan mongol pada tahun 1258 Masehi, para muballigh telah berhasil memperoleh kemajuaan yang mengagumkan dengan lahirnya kerajaan Islam Samudra-pasai, sebagai kerajaan Islam pertama di Kawasan Asia Tenggara, pada Pertengahan abad 13 Masehi

    Citra Status Sosial Para Haji Di Kalangan Masyarakat Pedesaan Madura

    No full text
    Penduduk asli Madura dikenal sebagai masyarakat yang kuat dan Tangguh dalam memegangi identitas mereka sebagai pemeluk-pemeluk agama Islam. Oleh karenaya dapat dianggap sebagai suatu penghinaan dan pencemaran yang berat apabila kepada mereka dilontarkan tuduhan sebagai orang yang bukan Islam. Apakah keteguhan memegangi identitas Islam ini sudah diikuti pula dengan kesadaran yang tinggi dalam menghayati dan mengamalkan butir-butir nilai ajaran Islam dalam perilaku kehidupan mereka sehari-hari, baik dalam hal-hal yang berkaitan dengan aspek peribadatan maupun yang berkaitan dengan aspeksosial kemasyarakatan (mu’amalah) dan lain sebagainya; hal inimemerluken suatu penelitian tersendiri

    Sumatera Thawalib dalam Gerakan Pembaharuan Pemikiran Islam Di Sumatera Barat

    No full text
    Awal abad 19 Islam Minangkabau memasukkan pikiran dan gerakan Islam baru dari luar. Catatan klasik yang belum ada gantinya selalu menyebutkan adanya peranan tiga orang haji. Waktu itu sampai saat menjelang perang dunia kedua,  tradisi pergi ke Mekkah bagi umat Islam Indonesia, bukan cuma untuk menunaikan rukun Islam yang kelima melainkan lebih dari itu. Mereka pergi ke Mekah dan berada di sana selama waktu tertentu, umumnya berbilang tahun untuk belajar Islam dan memahami ilmu ke-Islaman. Bagi umat Islam Sumatera Barat, naik haji berarti juga melanjutkan pelajaran atau “mempertinggi kaji” yang sudah mereka peroleh dari surah-surah di kampung halaman masing-masing. Mereka timba ajaran Islam dari sumbernya itu secara mendalam dengan bermukim bertahun-tahun di Mekkah. keberadaan mereka di Mekkah bukan cuma untuk kepentingan haji dan belajar ilmu ke-Islaman, tapi juga sekaligus mereka memanfaatkan untuk menjalin ukhuwah islamiyah dengan umat Islam dari berbagai negara lain, saling tukar menukar pengalaman dan informasi serta membicarakan kepentingan bersama. Oleh sebab itu waktu pulang kembali ke kampung, mereka telah memberkati diri dengan ilmu, kitab-kitab serta pengetahuan tentang perkembangan dunia Islam pada umumnya

    Peranan Agama Memotivasi Pembangunan Masyarakat Pancasila Perspektif Dari Sudut Konsultasi dan Konsolidasi Umat Beragama

    No full text
    Kunjungan ke IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang dilakukan oleh saudara-saudara kita para mahasiswa Fakultas Keguruan dan Pendidikan Agama Institut Hindu Dharma (IHD) pada 11 September 1984, mengingatkan saya pada kunjungan ke Bali tanggal 25 s/d 30 Maret 1979. Kunjungan dimaksud diorganisir oleh Jurusan Perbandingan Agama pada Fakultas Ushuluddin IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Sudah menjadi tradisi bagi Jurusan itu untuk setiap tahunnya mengadakan kunjungan kepada umat beragama lain, seperti mengadakan kunjungan ke parisada Hindu Dharma (PHD), institut Hindu Dharma (IHD), MATAKIN (Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia) yang berpusat di Solo. Juga tidak dilupakan kunjungan ke pusat-pusat pengolahan kegiatan agama di Yogyakarta dan sekitarnya, seperti Sekolah Tinggi Teologi (STT) Duta Wacana Yogyakarta, Institut Filsafat Teologi (IFT) Driyakara Yogyakarta, untuk menyebut beberapa saja diantaranya

    Ajaran dan Pemikiran dalam Akidah Islam

    No full text
    Memang tidak pernah dan tidak jelas dinyatakan,tetapi dari gejala dan sikap yang Nampak diantara kaum muslimin dapat ditarik makna tentang adanya anggapan,  bahwa seluruh aspek permasalahan dan pemikiran para ahlinya (mutakallimin) di dalam ilmu kalam, merupakan ajaran akidah Islam. Sebenarnya tidak demikian. Tidak semua aspek permasalahan dan pemikiran para mutakallimin itu sebagai ajaran (ajaran akidah Islam) tetapi ada pula yang pemikiran (pemikiran akidah Islam). Antara keduanya berbeda dan harus dibedakan. Sebab, ajaran sebagai “divine acts” merupakan kebenaran mutlak dan mengikat secara mutlak. Sedangkan pemikiran sebagai “human acts” tentu  hanya merupakan kebenaran relative dan mengikat secara relative pula. Atas dasar adanya gejala anggapan seperti diungkapkan diatas itulah, maka tulisan ini disampaikan

    Menelusuri Munasabah Antar Ayat

    No full text
    Perkataan “Munasabah” menurut Bahasa artinya: sesuai, cocok atau patut. Menurut istilah dikalangan ahli ilmu Al-Qur’an, ada macam macam rumusannya atau pengertiannya. Menurut Dr. Mana’ Qathan dalam kitabnya yang bertitel “Mabahis fi Ulumil Qur’an” disebitka pengertian munasabah sebagai berikut: “ segi pertalian anatar kalimat dengan kalimat dalam satu ayat atau antar ayat dengan ayat dalam banyak ayat atau antar surat dengan surat”. Menurut definisi tersebut, segi persesuaiaan pada garis besarnya ada tiga macam: pertama: persesuaiaan antar kalimat (Jumlah), yaitu persesuaiaan anatar Kalimat-kalimat dalam satu ayat. Kedua: persesuaiaan antar ayat. Artinya persesuaiaan antar satu ayat dengan ayat berikutnya atau dengan ayat sebelumnya. Ketiga: persesuaiaan antar surat. Artinya persesuaiaan antara pembuka surat dengan penutup surat sebelumnya atau antar penutup surat dengan pembuka surat berikutnya

    Phenomenologi Agama

    No full text
    Phenomenologi agama, dalam Bahasa Inggris Phenomenology of religion, dalam Bahasa Jerman Religiansphanomenologie, dan dalam Bahasa Belanda Godsdiensfenomenologie. Nama ini sering dipakai oleh para sarjana continental, dalam artian benua Eropah, dalam studi yang disebut Perbandingan Agama atau yang secara sematik Studi Perbandingan Agama. Selanjutnya Perbandingan Agama atau studi Perbandingan Agama ini dikalangan sarjana yang berminat mempelajari Agama-agama Bernama Sejarah Agama-agama. Dalam hal ini ada dua dasar pertimbangan  pemberian nama Sejarah Agama-agama ini. Pertimbangan pertama  adalah merupakan hasil keputusan salah satu kongresnya yang membentuk sebuah perhimpunan Internasional yang Bernama  “Interternasional Association for the History of Religion” yang dalam Bahasa Indonesia lebih kurang “Perhimpunan Sejarah Agama-agama Internasional”. Pertimbangan lain adalah tidak begitu mudah menterjemahkan ungkapan Bahasa Jerman Religionswissenschaft ke dalam bahas Inggris. Para sarjana memaksakan penggunaan ungkapan History of Religions, Sejarah Agama-agama, dalam artian yang paling luas. Dalam ungkapan atau istilah ini mencakup bukan saja sejarah tetapi juga studi perbandingan agama, morphologi agama dan Phenomenologi agama. Oleh karena itu dalam proses perkembangannya kemudian sejarah Agama-agama ini telah diakui sebagai salah satu cabang ilmu pengetahuaan.Add to Phrasebook No word lists for Malay → Indonesian... Create a new word list...Cop

    581

    full texts

    878

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Al-Jami'ah - Journal of Islamic Studies (Islamic University Sunan Kalijaga Yogyakarta)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇