Al-Jami'ah - Journal of Islamic Studies (Islamic University Sunan Kalijaga Yogyakarta)
Not a member yet
    878 research outputs found

    Manusia, Filsafat dan Tuhan

    No full text
    Dalam Ceramah yang  sekali sudah barangtentu tidak akan dibicarakan tentang pembagiaan konsep tentang manusia, filsafat dan tuhan, karena hal itu tentu sudah saudaraketahui. Saya kira akan lebih bermanfaat kalua dalam ceramah ini saya memusatkan hanya kepada satu atau dua masalah yang kini kita hadapi yang berhubugan dengan judul tersebut diatas

    Filsafat Sejarah

    No full text
    Garis besar tentang sejarah dan filsafat. Sejarah bagi suatu bangsa adalah amat penting. Amat janggal rupanya apabila suatu bangsa tidak mengetahui sejarah apalagi sejarah bangsanya sendiri. Membangun suatu bangsa, memperkembangkan suatu bangsa bahkan menyelenggarakan suatu pemerintahan orang harus memperlihatkan sejarah terutama sejarah bangsanya sendiri.

    Kata Pengantar

    Get PDF

    Pesan-Pesan Pada Penutupan Upacara Ujian Promosi Doktor Bagi Saudara Doktor Burhanuddin Daya (Kritik Terhadap Pemikiran Modernisme Islam)

    No full text
    Dengan ini saya bersama-sama dengan profesor Harun Nasution yang mendapat kehormatan membimbing saudara untuk penulisan disertasi mengucapkan Selamat atas keberhasilan saudara mencapai gelar doktor pada pagi hari ini. Juga saya dengan profesor Harun mengucapkan selamat kepada istri saudara dan keluarga, yang selain sabar, juga mendukung saudara untuk menyelesaikan disertasi ini. Satu tahun, yaitu antara tahun 1978 sampai tahun 1979 keluarga saudara tinggalkan ke negeri Belanda dan setelah itu juga banyak ditinggalkan untuk tugas-tugas penelitian dan tugas-tugas ilmiah lainnya. Sungguhpun demikian pengorbanan dan dukungan itu ada juga hasilnya, yaitu selesainya disertasi dan perolehan gelar doktor pada hari ini. Jika kita boleh mengatakan maka pembaharuan dalam dunia islam yang dilakukan oleh Muhammad Abduh (meninggal 1904) adalah merupakan pemikiran pembaharuan Islam yang paling komprehensif. Gerakan pembaharuan setelah itu banyak mengambil inspirasi dari Abduh, sekalipun hanya dalam bentuk parsial, diantaranya di Indonesia ini adalah Sumatera Thawalib di Sumatera Barat

    Pemahaman Kembali Tentang Islam dan Lingkungan Hidup

    No full text
    Ilmu yang menghasilkan teknologi, dapat membantu manusia untuk hidup lebih senang di dunia ini. Tetapi ilmu dan teknologi itu hanyalah alat yang berada ditangan manusia. Ilmu dan teknologi dapat dipergunakan untuk sesuatu yang bermanfaat bagi manusia, tetapi sebaliknya dapat pula dipergunakan oleh manusia untuk membencanakan sesame manusia. Juga ilmu dapat dipergunakan untuk menunjang kemajuan hidup beragama, tetapi ilmu dapat pula diperalat untuk menyerang agama dan merusak kehidupan beragama.TRANSLATE with x EnglishArabicHebrewPolishBulgarianHindiPortugueseCatalanHmong DawRomanianChinese SimplifiedHungarianRussianChinese TraditionalIndonesianSlovakCzechItalianSlovenianDanishJapaneseSpanishDutchKlingonSwedishEnglishKoreanThaiEstonianLatvianTurkishFinnishLithuanianUkrainianFrenchMalayUrduGermanMalteseVietnameseGreekNorwegianWelshHaitian CreolePersian //  TRANSLATE with COPY THE URL BELOW Back EMBED THE SNIPPET BELOW IN YOUR SITE Enable collaborative features and customize widget: Bing Webmaster PortalBack/

    Suatu Tinjauaan Psikologi Tentang Nilai Anak

    No full text
    Dewasa ini negara sedang melaksanakan “program Pembangunan Nasional”. Tujuan Pembangunan Nasioanal adalah untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan Makmur yang merata material dan spiritual berdasarkan Pancasila di dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang merdeka, berdaulat, Bersatu, dan berkedaulatan rakyat dalam suasana prikehidupan bangsa yang aman, tentram, bersahabat, tertib, dan damai. (TPPBBPPI, GBHN; 1978;39) Hakikat Pembangun Nasional adalah Pembangunan Manusia Indonesia seutuhnya dan Pembangunan seluruh rakyat Indonesia, maka landasan Pembangunan Nasional adalah Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945

    Jalan Mistik Tashawwuf dan Jalan Mistik Aliran Kebatinan

    No full text
    Aliran kebatinan adalah mistik kejawen, sedang tashawwuf adalah mistik islam. Keduanya akan diperbandingkan  jalan mistiknya, terlepas dari ikatan sejarah antara keduanya andaikan ada. Yang akan dipersoalkan adalah persamaan dan perbedaannya. Memang kalua ada persamaan tentu seterusnya akan timbul mengapa justru sama. Dan kalua berbedapun akan diikuti dengan pertanyaan mengapa berbeda padahal pengikut aliran kebatinan mengaku beragama Islam. Mengapa sama-sama Islam tetapi berbeda mistiknya. Tulisan ini tidak berusaha menjawab persoalan-persoalan tersebut

    Gerardus van der Leeuw (Sebagai Seorang Theoloog Dan Phenomenoloog)

    No full text
    Data biografi dan aktifisnya. Gerardus van der Leeuw dilahirkan pada tanggal 19 Maret 1980 di kotaDen Haag, Negeri Belanda. Putera Sulung Gerardus van der Leeuw Senior, seorang collectant dan diaken Nederlands Hervormde Kark (Gereja Harvormde Belanda) di Den Haag. Setelah tamat sekolah dasar dia melanjutkan belajar pada Stedelijk Haags Gymnasium dari tahun 1902 sampai 1908. Gymnasium tersebut didirikan tahun 1832 dan pada waktu itu direkturnya dr. Th van Aalit. Dan diantara para gurunya antara lain: Dr. A.J Barnouw, Edward B. kostar dan dr. E.F. Korsmann. Dan diantara teman teman sebayanya pada waktu itu antara lain P.J. van Eijck (yang kemudian menjadi Guru besar dalam studi Grafika di Universitas Groningen), Martinus Nijhiff (seorang penyair), Victor van Vriesland (seorang author) dan Alexander Loundon (seorang diplomat). Juga berkenan dengan H.C. Rukma yang kemudian menjadi Guru besar dalam psiater dan neurologi di Universitas Utrecht

    Al Mawardi dan Teorinya Tentang Khilafah

    No full text
    Ada kenyataan historis bahwa masalah yang pertama-tama muncul dalam Islam sepeninggalan nabi Muhammad bukanlah masalah teologi, melainkan justru masalah politik, walaupun kemudian persoalan politik ini segera menjelma menjadi perbincangan teologis. Problem yang paling mengenai khilafah atau imamah yang dilukiskan oleh al-Syahrastani (479 - 548 H)  sebagai “pertentangan paling besar di kalangan umat Islam, sebab”, lanjut ahli ilmu perbandingan agama ini, “tidak pernah terjadi sebuah pedang dihunuskan karena suatu masalah dasar agama seperti yang terjadi karena masalah imamah di setiap zaman”.)

    Exploring Push-Pull Factors Affecting Iranian Jews’ Emigration to Palestine, 1925-1954: A Social History Approach

    Get PDF
    One of the controversial issues in the twentieth century was the mass immigration of Jews around the world to Palestine/Israel. For the majority of Jews who immigrated from Europe to Palestine/Israel, immigration represented an ideological paradigm constituted by two significant factors, namely race/religion and land. However, for the large proportion of Jews coming from eastern territories, such as Iranian Jews, immigration was mainly a phenomenon affected by conflicts between socio-economic conditions in their countries of origin and those in the destination. The purpose of this study is to investigate the emigration of Iranian Jews to Palestine by relying on a pull-push framework. The study argues that socio-economic turmoil in Iran and the unfavourable economic conditions affecting Jews, along with discrimination against them, were the push factors in their country of origin. Meanwhile, the pull factors in the destination were Palestine’s economic attractiveness, Jews’ need for an increasing Jewish population in Palestine to deal with Arab nations’ sanctions, and the importance of employing an incoming workforce to handle the country’s domestic problems in terms of economy, agriculture, and materials management in the first six years after the establishment of the Israel state.[Salah satu isu kontroversial di abad kedua puluh adalah imigrasi massal orang-orang Yahudi di seluruh dunia ke Palestina/Israel. Bagi mayoritas orang Yahudi yang berimigrasi dari Eropa ke Palestina/Israel, imigrasi mewakili paradigma ideologis yang dibentuk oleh dua faktor penting, yaitu ras/agama dan tanah. Namun, bagi sebagian besar orang Yahudi yang datang dari wilayah timur, seperti orang Yahudi Iran, imigrasi terutama merupakan fenomena yang dipengaruhi oleh kesenjangan antara kondisi sosial ekonomi di negara asal dan negara tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui emigrasi Yahudi Iran ke Palestina berdasarkan faktor-faktor pendorong-penariknya. Penulis berpendapat bahwa gejolak sosial-ekonomi di Iran dan kondisi ekonomi yang tidak menguntungkan orang-orang Yahudi, serta diskriminasi terhadap mereka, merupakan faktor pendorong di negara asal mereka. Sementara itu, faktor penarik dari destinasinya adalah daya tarik ekonomi Israel, kebutuhan masyarakat Yahudi akan peningkatan populasi Yahudi di Israel untuk menghadapi sanksi negara-negara Arab, dan pentingnya menambah tenaga kerja baru untuk menangani permasalahan domestik negara tersebut dari segi perekonomian. pertanian, dan pengelolaan material dalam enam tahun pertama setelah berdirinya negara Israel.

    581

    full texts

    878

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Al-Jami'ah - Journal of Islamic Studies (Islamic University Sunan Kalijaga Yogyakarta)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇