Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika
Not a member yet
1406 research outputs found
Sort by
Pengaruh Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) Terhadap Kemampuan Komunikasi Matematika Berdasarkan Disposisi Matematis Siswa di SD Negeri 87 Palembang
Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya PengaruhPendekatan Pendidikan MatematikaRealistik Indonesia (PMRI) Terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis Berdasarkan Disposisi Matematis Siswa Di SD Negeri 87 Palembang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen jenis Quasi. Populasi yang diambil adalah seluruh kelas V yang berjumlah 93 orang. Sampel yang diambil yaitu kelas V.A sebagai kelas eksperimen berjumlah 31 siswa yang digunakan dengan pendekatan PMRI, dan Kelas V.B sebagai kelas kontrol berjumlah 32 siswa yang diajar dengan menggunakan pendekatan konvensional. Dalam pengambilan sampel menggunakan cluser random sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes digunakan untuk kemampuan komunikasi matematis dan angket digunakan untuk disposisi matematis. Teknik analisis data menggunakan uji ANAVA duajalur. Kesimpulan dari hasil penelitian:1. Terdapat pengaruh yang signifikan pendekatan PMRI terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa; 2. Terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata kemampuan komunikasi matematis berdasarkan disposisi matematis siswa; 3. Tidak terdapat interaksi yang signifikan antara pendekatan PMRI dan disposisi matematis terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa
Analisis Pemecahan Masalah Siswa Artisan Ditinjau Dari Pengetahuan Prosedural
Pemecahan masalah merupakan tujuan utama proses pendidikan. Kemampuan ini memiliki hubungan dengan pengetahuan prosedural. Kedua hal tersebut pada dasarnya memiliki keterkaitan dengan karakteristik pada siswa. Salah satu kareakteristik yang menarik untuk dikaji adalah siswa artisan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui bagaimana pemecahan masalah siswa artisan dalam menyelesaikan masalah keliling dan luas segitiga berdasarkan pengetahuan prosedural. Penelitian ini merupakan penelitian Kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah dua orang siswa dengan kepribadian artisan di SMP Negeri 1 Kuala Tungkal, Jambi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar tes pemecahan masalah, pedoman wawancara, dan lembar tes MBTI. Tes kepribadian Myers-Bringgs Type Indicator (MBTI) digunakan untuk memilih subjek. Lembar tes pemecahan masalah digunakan untuk mengungkap kemampuan pemecahan masalah siswa. pedoman wawancara digunakan untuk mengetahui proses berpikir siswa dalam menyelesaikan soal pada lembar tes pemecahan masalah. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa siswa dengan kepribadian artisan mampu menyelesaikan soal pemecahan masalah keliling dan luas segitiga ditinjau dari kemapuan proseduralnya. Hal ini ditunjukkan dari terpenuhinya keempat indikator pemecahan masalah dan indikator pengetahuan prosedural oleh kedua subjek
Penerapan Lesson Plan Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa Sekolah Unggul Di Bandung Pada Materi Refleksi
Pendidikan yang berkualitas akan mewujudkan generasi bangsa yang berkualitas pula. Namun, pembelajaran yang tidak terencana akan membentuk generasi yang tidak unggul bahkan takut bersaing. Salah satu penyebab pembelajaran menjadi tidak efektif dan efisien dalam mencapai tujuan adalah guru tidak memiliki lesson plan sehingga pembelajaran tidak dipersiapkan dengan matang dan tidak bermutu. Hal ini terlihat dari hasil belajar siswa, tepatnya pemahaman konsep geometri dimana 80% siswa belum tuntas KKM baik siswa kelas X dan XI SMAN 5 Bandung ataupun SMAK 1 BPK Penabur sebagai sekolah unggul. Oleh karena itu peneliti ingin mengetahui lebih lanjut mengenai dampak dari penerapan lesson plan terhadap peningkatan pemahaman konsep siswa pada materi refleksi. Metode penelitian yang digunakan ialah deksriptif-kuantitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui kuesioner, observasi, dokumentasi dan wawancara. Jumlah responden yaitu kelas X dan XI SMAN 5 Bandung yakni 150 dan 125 sedangkan kelas X dan XI SMAK 1 BPK Penabur berjumlah 50 dan 60. Total responden pada penelitian ini yaitu 385 responden. Analisis data menunjukkan bahwa lesson plan dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran siswa sehingga pembelajaran pada pemahaman akan konsep geometri menjadi meningkat. Hasil belajar siswa pada kedua sekolah tersebut meningkat 60% untuk SMAN 5 Bandung dan 65% untuk SMAK 1 BPK Penabur juga rasa senang siswa untuk mengikuti pembelajaran matematika meningkat 88% untuk SMAN 5 Bandung dan 70% untuk SMAK 1 BPK Penabur
Penerapan Model Pembelajaran Collaborative Problem Solving (CPS) Dalam Meningkatkan Higher Order Thinking Skills (HOTS) Siswa Kelas VII
Permasalahan penelitian ini adalah guru mengalami kesulitan dalam pembelajaran yang berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi dan lemahnya keterampilan siswa dalam berpikir tingkat tinggi. Tujuan penelitian adalah mengetahui respon siswa dalam belajar menggunakan model pembelajaran CPS dan mengetahui seberapa besar peningkatan HOTS siswa dengan menerapkan model pembelajaran CPS. Metode penelitian yang digunakan eksperimen dengan pendekatan pre-experimental design yaitu penelitian dengan satu kelompok pretes-posttes. Sampel penelitian adalah kelas VII A. Instrumen yang digunakan angket dan tes. Berdasarkan analisis data, respon angket siswa terhadap penerapan model pembelajaran CPS adalah 69%. Sebagian besar respon siswa menyatakan setuju terhadap penerapan model pembelajaran CPS sebesar 40,42%. Sementara itu, analisis skor pretest dan posttest siswa menggunakan N-gain, dengan nilai rata-rata pretest dan posttest siswa yaitu 44,875 dan 71,250 maka diperoleh nilai N-gain adalah 0,47. Setelah itu, uji hipotesis menggunakan rumus product moment, diperoleh nilai signifikansi antara angket dan nilai posttest adalah 0,820. Dengan demikian, seluruh data menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran CPS dapat meningkatkan HOTS siswa kelas VII
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Model PJBL Berbantuan Marcomedia Flash Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa
Pemecahan masalah merupakan proses mental tingkat tinggi dan memerlukan proses berpikir yang lebih kompleks. Kemampuan pemecahan masalah merupakan salah satu kemampuan kognitif tingkat tinggi yang memungkinkan siswa memperoleh pengetahuan dan keterampilan. Namun kenyataan di lapangan berbanding terbalik dengan teori-teori tersebut. Ketika siswa sedang menyelesaikan soal pemecahan masalah siswa masih sulit memahami inti soal dengan baik, kurang bisa memahami perihal yang ditanyakan dalam soal, masih kesulitan dalam menuliskan yang diketahui dan ditanyakan saat menyelesaikan soal, tidak teliti dalam mengerjakan operasi hitung dan tidak menuliskan kesimpulan dari permasalahan tersebut Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) perangkat pembelajaran berbasis PjBL berbantuan macromedia flash yang valid, praktis dan efektif (2) peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dengan penerapan perangkat pembelajaran berbasis PjBL berbantuan macromedia flash yang dikembangkan. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan model Thiagarajan. Subjek uji coba penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 30 Medan tahun ajaran 2021/2022, objek dalam peneltian ini adalah perangkat pembelajaran berbasis model berbasis model PjBL berbantuan macromedia flash. Berdasarkan data hasil penelitian diperoleh bahwa (1) Perangkat pembelajaran berbasis model PjBL berbantuan macromedia flash yang dikembangkan dinyatakan valid, praktis dan efektif; (2) Terdapat peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa setelah dibelajarkan dengan perangkat pembelajaran berbasis model PjBL berbantuan macromedia flash yang dikembangkan
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika Berbasis Pendekatan Contextual Teaching Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah dan Disposisi Matematis Siswa SMP
Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan disposisi matematis siswa melalui pemanfaatan alat peraga pembelajaran yang mapan dan proses jawaban siswa dalam proses pemecahan masalah. pertanyaan. Investigasi dalam 4-D. Pemanfaatan RPP, buku siswa, penilaian masalah matematika, dan survei disposisi matematika semuanya dilaksanakan. Berdasarkan temuan penelitian ini: (1) perangkat Contextual Teaching and Learning yang telah ditetapkan adalah valid; (2) alatnya bermanfaat; dan (3) alat-alat tersebut meningkatkan penguasaan klasikal siswa. Padahal pretest siswa pada uji coba II adalah 20,83 dan posttest 87,50%, lebih dari 80% siswa memberikan respon positif terhadap perangkat pembelajaran yang dikembangkan, dan lebih dari 85% setiap komponen keterlibatan siswa menunjukkan keaktifan. siswa. dalam pembelajaran; (4) Kemampuan pemecahan masalah dan disposisi matematis siswa meningkat, dengan skor N-gain sebesar 0,63 untuk kemampuan ini
Pengembangan Media Pembelajaran Matematika Berbasis CTL Berbantuan Macromedia Flash untuk Meningkatkan Kemampuan Visual Thinking Siswa SMP
Visual thinking skills play a role in solving problems from questions that require high-level reasoning. Based on the facts in the field, it can be seen that students' visual thinking abilities are still low, students are still unable to visualize the components contained in a flat-sided shape. This research has several objectives: (1) To determine the validity, practicality, and effectiveness of developing learning media assisted by Macromedia Flash using CTL-based learning; and (2) to find out the increase in visual thinking skills of junior high school students through CTL-based mathematics learning media assisted by Macromedia Flash. This research includes development research. This study uses the 4-D Thiagarajan development model. The subjects in this study were students of class VIII-A at Al-Manar Private Middle School, Medan, Johor. Meanwhile, the object of this study is the learning media assisted by Macromedia Flash, the materials developed for Flat Sided Spaces (Cubes and Blocks). The results of this study indicate that: (1) The developed mathematics learning media also meets valid, practical, and effective criteria; (2) Improving students' visual thinking abilities using learning media developed on cube and block material, the average value increased from trial I of 67.91 to 74.16 in trial II. The developed Macromedia Flash-assisted learning media has fulfilled the aspects of validity, practicality, effectiveness, so it is recommended for teachers to be able to use this learning media to develop visual thinking skills, especially for class VIII of Al-Manar Private Middle School Medan
Reversible Thinking Ability in Solving Mathematics Problems
Reversible thinking is the process of thinking by reversing the order of actions. Reversible thinking is an important aspect in helping to improve students' problem-solving ability. This research aims to analyze qualitative studies related to students' reversible thinking ability at elementary, middle, and high school levels in the period 2002 - 2022. The research method uses a Systematic Literature Review (SLR) that collects primary data that has been published in Sinta and Scopus indexed journals. Data extraction was adjusted to the selection criteria so that 19 articles were collected. Data analysis used a qualitative approach. Data grouping was done based on publication year, education level, demographics, journal indexer, material analyzed, and research results. The results shows that research related to reversible thinking ability became a trend in research in 2015-2022 with the topic of algebra. The studies related to this reversible thinking process are mostly conducted in the Java region at the elementary school level. However, this reversible thinking ability at all levels of education is still low. Based on the three aspects of reversible thinking, working backwards is the most difficult aspect for students to do. One of the reasons is because students do not understand the concept thoroughly. This is a concern for researchers and educators to conduct research related to students' reversible thinking ability, especially outside the region with topics that are still rarely studied
Meta-Sintesis: Penggunaan Design Research dengan Pendekatan Matematika Realistik dalam Mengembangkan Media Pembelajaran Matematika untuk Meningkatkan Pemahaman dan Motivasi Siswa
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kembali penggunaan design research dengan pendekatan matematika realistik dalam mengembangkan media pembelajaran matematika untuk meningkatkan pemahaman dan motivasi siswa. Design research adalah salah satu model penelitian yang bertujuan untuk mengembangakan teori pembelajaran (Intructional theory) yang didasarkan pada pengembangan teori yang sudah ada (theori-driven) dan percobaan secara empirik (empirically based). Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah meta sintesis sebagai systematic review kualitatif yakni dengan menganalisis 10 jurnal yang relevan dengan judul penelitian. Langkah pertama ialah merumuskan masalah penelitian, kemudian dilanjutkan dengan menelusuri penelitian-penelitian yang sudah ada dan relevan dengan judul penelitian yang selanjutnya dianalisis secara mendalam. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan non-tes dengan cara mengkaji penelitian terdahulu dengan masalah yang serupa sehingga diperoleh hasil dan kesimpulannya. Jurnal yang dianalisis dalam penelitian ini sebanyak 10 jurnal yang terdiri dari 8 jurnal nasional dan 2 jurnal internasional. Hasil analisis dari 10 jurnal terkait diperoleh kesimpulan bahwa penggunaan Design Research dengan pendekatan matematika realistik dalam pengembangan pembelajaran matematika mampu meningkatkan pemahaman dan motivasi siswa dalam belajar matematika
Pengembangan E-Modul Berbantuan Software Sigil dengan Pendekatan Kontekstual pada Materi Program Linear Peserta Didik Kelas XI
Terbatasnya buku paket, tidak bervariasinya pendekatan pembelajaran dan kurangnya pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran merupakan penyebab rendahnya hasil belajar peserta didik. Hal inilah yang melatarbelakangi penulis untuk melakukan penelitian pengembangan E-Modul dengan pendekatan kontekstual materi program linear. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana proses pengembangan .E-.Modul berbantuan software sigil. dengan. pendekatan kontekstual pada materi program linear. peserta. didik kelas XI yang valid, praktis, dan efektif. Penelitian ini merupakan jenis penelitian Research and Development. Model pengembangan. yang digunakan adalah ADDIE. Subjek uji coba adalah peserta didik kelas XI. Penelitian ini menggunakan lembar validasi ahli, lembar observasi. keterlaksanaan E-Modul, lembar angket respon guru dan angket respon peserta didik, lembar observasi aktivitas. peserta didik dan tes hasil belajar. Berdasarkan hasil uji. coba diperoleh hasil validasi E-Modul dan.instrumen penelitian dengan nilai rata-rata kategori sangat valid; Praktis, keterlaksanaan E-Modul yang meliputi komponen sintaks, prinsip dan reaksi terlaksana seluruhnya, Selain itu, angket respon peserta didik dan respon guru dinyatakan sangat positif; dan Efektif, hasil observasi aktivitas peserta didik berada kategori baik. Selain itu, tes hasil belajar yang dilakukan berada standar ketuntasan. Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan E-Modul berbantuan software sigil dengan pendekatan kontekstual materi program linear, maka penulis memliki beberapa saran diantaranya: 1) Produk yang dihasilkan dari penelitian ini diharapkan dapat diterima disetiap sekolah menengah kejuruan dan dijadikan sebagai pedoman bagi guru dan peserta didik dalam proses pembelajaran