Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika
Not a member yet
1406 research outputs found
Sort by
Analisis Kelayakan Butir Soal pada Media INTERMATHLY (Interesting Mathematic Monopoly)
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan kelayakan butir soal pada media intermathly berbasis power point yang diterapkan di kelas VIII SMPN 6 Jember ditinjau dari validitas, reliabilitas, daya pembeda dan tingkat kesukaran. Perangkat pendukung game ini menggunakan software Affinity Designer Versi 1.8.5.703. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Sampel yang digunakan sebanyak 31 siswa dengan triangulasi yang berupa triangulasi sumber. Metode pengumpulan datanya menggunakan tes dan metode analisis datanya menggunakan kolaborasi antara kualitatif yang meliputi reduksi, penyajian dan penarikan simpulan sedangkan kuantitatifnya menggunakan SPSS. Selanjutnya hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa soal yang digunakan pada media pembelajaran interaktif di kelas VIII SMPN 6 Jember termasuk dalam kategori validitas yang baik, reliabilitasnya sangat tinggi, dan memiliki daya pembeda yang baik namun belum memiliki tingkat kesukaran yang baik. Perlunya hasil penelitian ini agar media intermathly tetap memperhatikan kriteria soal yang baik dan menghasilkan soal yang berkualitas serta nantinya menjadi acuan dalam peningkatan kualitas soal mendatang. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan kualitas terbaiknya bagi dunia pendidikan di Indonesia khususnya pada pembelajaran matematika
Systematic Literature Review: Etnomatematika Kearifan Lokal Budaya Sasak
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsep-konsep matematika yang berhubungan dengan Etnomatematika kearifan lokal Budaya Sasak. Penelitian ini merupakan Systematic Literature Review yang dilakukan dengan mengidentifikasi, mengkaji, mengevaluasi, serta menafsirkan semua penelitian yang tersedia. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah merangkum, mereview, dan menganalisis 10 artikel dengan lingkup pembahasan Etnomatematika Budaya Sasak dengan rincian satu artikel yang diterbitkan di jurnal bereputasi Q2 dan sisanya dalam Jurnal Nasional terakreditasi Sinta. Penelusuran artikel-artikel ini dilakukan melaui Jurnal online seperti artikel jurnal dari Google Schoolar, Research Gate, SINTA, DOAJ, dan Scopus. Kesimpulan penelitian ini adalah temuan konsep-konsep matematika yang terkait Etnomatematika kearifan lokal Budaya Sasak adalah terdiri dari Geometri Bidang Datar, Bangun Ruang Geometri, Konsep Transformasi geometri, Pengukuran, Volume Benda Putar, Keliling dan Luas Bangun Bidang Datar
Peningkatan Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Menggunakan Model Pembelajaran Hybrid Learning
Kemampuan komunikasi merupakan potensi yang sangat penting untuk disanggupi oleh siswa, sama hal nya dengan pembelajaran matematika. Hybrid Learning adalah model pembelajaran yang menggabungkan komunikasi pembelajaran dengan tatap muka (face to face) dan online (forum diskusi/ chatting). Implementasi pembelajaran Hybrid Learning mampu manumbuhkan mutualisme serta mutu pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa dengan model pembelajaran Hybrid Learning. Analsis data peneltian ini uji non parametrik yaitu uji wilcoxon yang menggunakan uji prasyarat dengan uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis. Hasil Pengujian wilcoxon yang bernilai 0,000 yang berarti lebih kecil dari 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa “hipotesis diterima” artinya terdapat peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa dengan model pembelajaran Hybrid Learning. Berdasarkan hasil uji diatas dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa dalam pembelajaran matematika yang di ajarkan menggunakan model pembelajaran konvensional dan pembelajaran hybrid learning dan terdapat perbedaan kemampuan komunikasi matematis siswa dalam pembelajaran matematika dengan model pembalajaran konvensional dan model pembelajaran hybrid learning
Disposisi Matematis Langsung dan Tidak Langsung: Karakteristisasi Disposisi Matematis Berdasarkan Gestur
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi karakterisasi disposisi matematis siswa berdasarkan gestur siswa dalam menyelesaikan masalah program linear. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan desain grounded theory. Penelitian dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2020/2021 di kelas XI MAN Kota Batu. Instrumen yang digunakan meliputi soal tentang materi program linear, lembar observasi yang disusun berdasarkan tiga kategori gestur, dan pedoman wawancara dengan kisi-kisi yang dibuat berdasarkan karakterisasi disposisi matematis. Subjek terdiri dari dua siswa. Proses pemilihan subjek secara convenience sampling. Dua subjek dipilih dari 22 siswa yang melaksanakan tes kemampuan awal. Dua subjek yang kemampuan awalnya terpenuhi kemudian dieksplorasi mengenai karakterisasi disposisi matematisnya melalui tes penyelesaian masalah, wawancara dan observasi. Analisis data menunjukkan bahwa jenis gestur yang mendominasi adalah gestur representasi. S1 menunjukkan tiga kali gestur representasi, sedangkan S2 menunjukkan dua kali gestur representasi. Berdasarkan gestur yang muncul diperoleh petunjuk untuk mengungkapkan karakteristik disposisi matematis, yakni langsung dan tidak langsung. Dalam penelitian ini, S1 menunjukkan disposisi langsung, sedangkan S2 menunjukkan disposisi langsung dan tidak langsung. Disposisi langsung menggambarkan proses penyelesaian masalah yang terjadi seketika saat siswa menemui hambatan. Sedangkan, disposisi tidak langsung menunjukkan proses penyelesaian masalah yang baru terjadi beberapa saat setelah siswa menemui hambatan
Pembelajaran Berbasis Masalah-High Order Thinking Skill (HOTS) pada Materi Translasi
Mengembangkan dan meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi atau higher order thinking skills (HOTS) siswa adalah salah satu tujuan utama pembelajaran pada abad 21. HOTS merupakan suatu proses berpikir peserta didik dalam level kognitif yang lebih tinggi yaitu kemampuan pemecahan masalah, kemampuan berpikir kreatif, berpikir kritis, kemampuan berargumen, dan kemampuan mengambil keputusan. Untuk mengetahui kemampuan HOTS matematika siswa, dibutuhkan instrumen yang memenuhi kriteria HOTS dan instrumen tersebut dapat mengembangkan dan meningkatkan kemampuan HOTS siswa. Oleh karena ini, penelitian ini bertujuan untuk menciptakan instrumen pembelajaran berbasis HOTS dengan bantuan model pembelajaran berbasis masalah pada materi translasi. Instrumen yang dikembangkan memenuhi kriteria valid dan efektif sehingga diharapkan instrumen ini bisa menjadi inspirasi bagi guru dan mahasiswa calon pendidik matematika. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan prosedur ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Hasil dari penelitian ini berupa RPP, LKPD, instrument asesmen berupa soal HOTS, dan meningkatnya kemampuan HOTS siswa yang terlihat dari hasil perbandingan nilai siswa sebelum dan setelah diterapkannya model pembelajaran berbasis masalah-HOTS. Selain itu, siswa menjadi terbiasa berpikir tingkat tinggi sehingga mampu menyelesaikan setiap permasalahan matematika yang diberikan. Karakteristik produk pembelajaran berbasis masalah-HOTS yang dikembangkan adalah 1) mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi, dimana dibutuhkan kreativitas siswa dalam menyelesaikan soal-soal HOTS, 2) berbasis kontekstual, dan 3) menggunakan bentuk soal yang beragam
Students’ Engagement dalam Proses Pembelajaran Daring Melalui Lesson Study pada Mata Kuliah Kalkulus Integral
Students' engagement in the learning process is very important to identificate because it affects student success in the learning process. Students’ engagement is a psychological process that shows the attention, interest, investment, effort, and involvement of students which is poured into learning work includes emotional, cognitive, and behavioral engagement. This study aimed to see students' engagement in the online learning process through lesson study because from the beginning, the learning process had good planning (plan, do & see). This study used a qualitative-quantitative approach where the qualitative approach in this study aimed to produce an in-depth description of student engagement based on speech, writing and behavior observed by the observer during the stage of "do" lesson study while the quantitative approach aimed to determine students’ engagement from the point of students' views through a survey. Based on the results of the study, it was found that there were differences in the qualitative and quantitative results of student engagement in integral calculus students. In the qualitative analysis, only 12 out of 22 people showed student engagement during class discussions and/or group discussions. The rest are classified as not showing visible participation, only being seen taking notes, writing, or counting as well as facial expressions that show trying to understand the material presented, but there is still no involvement even though they are in a smaller group. Meanwhile, based on the results of quantitative analysis, there are no students who feel that their student's engagement is low both from the emotional, cognitive, and behavioral aspects
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berdasarkan Model Pembelajaran Berbasis Masalah untuk Meningkatkan Kemampuan Koneksi Matematis dan Metakognisi Siswa SMP Swasta Budi Insani Medan
Penelitian bertujuan untuk: (1) memperoleh perangkat pembelajaran yang valid, praktis dan efektif, (2) mengetahui bagaimana peningkatan kemampuan koneksi matematis dan metakognisi siswa dengan menggunakan perangkat pembelajaran yang dikembangkan. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Model pengembangan yang digunakan adalah model 4-D yang terdiri dari empat tahap yaitu pendefinisian, perancangan, pengembangan dan penyebaran. Hasil tahap pendefinisian digunakan untuk merancang perangkat pembelajaran, selanjutnya draf hasil rancangan divalidasi dan diuji coba untuk melihat efektivitasnya. Perangkat pembelajaran yang valid, praktis dan efektif disebarkan ke forum MGMP untuk digunakan saat mempelajari materi perbandingan. Uji coba dilakukan pada siswa kelas VII SMP Swasta Budi Insani Medan. Uji coba dilakukan pada siswa kelas VII-2 dan kelas VII-3. Dari hasil pengembangan ini diperoleh bahwa: (1) Perangkat pembelajaran yang dikembangkan valid dengan rata-rata total validitas RPP = 4,45, buku siswa = 4,29, LKPD = 4,40; (2) perangkat pembelajaran yang dikembangkan praktis dengan respon para validator dan praktisi kriteria kepraktisan dapat digunakan sedikit revisi; (3) perangkat pembelajaran yang dikembangkan efektif, dilihat dari ketercapaian ketuntasan belajar siswa, aktivitas siswa dalam batas toleransi yang ditetapkan dan respon siswa terhadap pembelajaran dalam kategori baik; (4) peningkatan kemampuan koneksi matematis dilihat dari nilai N-gain yaitu pada uji coba I adalah 0,52 dalam kategori sedang dan pada uji coba II adalah 0,60 dalam kategori sedang; dan (5) Metakognisi siswa setelah pembelajaran menggunakan perangkat pembelajaran berdasarkan model pembelajaran berbasis masalah yang telah dikembangkan berdasarkan kategori KAM (Atas, sedang dan bawah) rata-rata metakognisi siswa pada ujicoba II lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata metakognisi siswa pada ujicoba I yakni 41,95 menjadi 46,91
Etnomatematika dalam Proses Pembuatan Tempe
Penelitian ini menelaah konsep matematika dalam proses pembuatan tempe. Tempe sebagai salah satu makanan khas Indonesia memiliki unsur etnomatematika di dalam proses pembuataannya, etnomatematika yang ditelaah adalah konsep-konsep matematika yang berhubungan dengan matematika yang dipelajari di sekolah. Sehingga, matematika yang ditemukan dalam proses pembuatan tempe ini dapat dijadikan sebagai pendekatan dalam kegiatan pembelajaran matematika. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengemukakan konsep-konsep matematika sebagai sebuah aktivitas, yaitu dalam proses pembuatan tempe. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnografi, data diperoleh melalui proses wawancara, observasi dan dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi teknik. Teknik analisis data mengacu pada model Miles dan Huberman yakni reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Adapun hasil dari penelitian ini ditemukan konsep-konsep matematika dalam proses pembuatan tempe di antaranya konsep operasi bilangan, aritmetika sosial, berhitung, perbandingan, geometri ruang, debit air, volume dan waktu, pengukuran, kesebangunan dan kekongruenan, pola bilangan, serta peluang. Konsep matematika yang ditemukan adalah matematika yang juga dipelajari di sekolah
Pengembangan Media Pembelajaran Matematika SMA dengan Aplikasi Animaker pada Materi Vektor
Penelitian pengembangan dilandasi dengan terdapatnya kasus yang ditemui di SMA Negeri 13 Medan. Berdasarkan pada hasil pengamatan, kasus yang ditemui mencakup belum adanya pemakaian media berbasis website seperti Animaker dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengembangkan produk berbentuk media pembelajaran matematika SMA dengan aplikasi Animaker pada materi vektor. (2) Mengetahui kelayakan serta kepraktisan media pembelajaran aplikasi Animaker dengan tes validasi oleh ahli materi, ahli media, guru, serta respon yang di dapat dari peserta didik. Penelitian ini menggunakan model ADDIE, mencakup Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluation. Subjek penelitian yang diuji cobakan merupakan murid kelas X MIA 2 SMA Negeri 13 Medan. Hasil penelitian pengembangan ini berupa persentase dari penskoran uji validasi oleh validator ahli materi serta ahli media. Pada kelayakan didapat persentase dari ahli materi sebesar 90,9% dan 80,5% dari ahli media serta 77,68% dari guru mata pelajaran matematika. Hasil kepraktisan media pembelajaran dengan aplikasi Animaker bisa diamati dari angket respon guru serta peserta didik. Hasil penelitian membuktikan bahwa media pembelajaran dengan aplikasi Animaker praktis serta layak untuk digunakan. Respon guru serta peserta didik membuktikan reaksi positif dengan persentase nilai yang didapat. Berdasarkan angket respon guru sebesar 80% serta angket reaksi peserta didik sebesar 78%
Analisis Meta: Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Terhadap Kemampuan Penalaran Matematis Siswa
Penalaran matematis sebagai bagian dari kemampuan penting milik siswa. Contoh model pembelajaran yang tepat untuk menambah kemampuan siswa menalar sistematis dengan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Dari google cendekia, portal garuda, dan sintaristekbrin, penulis memperoleh 72 artikel yang membahas pengaruh penerapan Model PBL. Penelitian berikut menggunakan desain analisis meta sehingga untuk mengetahui besar pengaruhnya dari penerapan Model PBL terhadap kemampuan penalaran matematis. Dari semua artikel yang didapatkan, ada 11 artikel masuk pada kriteria inklusi untuk dianalisis dengan website meta-mar hingga didapatkan besar ukuran efek gabungan. Dari interpretasi ukuran efek gabungan ini, maka dapat diambil kesimpulannya jika keseluruhan penerapan Model PBL memberi pengaruh kuat pada kemampuan penalaran matematis siswa. Karakteristik studi dipenelitian berupa jenjang pendidikan serta tahun penelitiannya. Dari statistik, jika diterapkannya Model PBL untuk meningkatkan kemampuan penalaran matematis siswa dipengaruhi oleh jenjang pendidikan dan tahun penelitian