Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika
Not a member yet
1406 research outputs found
Sort by
Pengembangan E-Modul Matakuliah Masalah Nilai Awal Syarat Batas Berbasis Experiential Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Penalaran Matematis Mahasiswa
Penalaran matematis merupakan salah satu kemampuan matematis yang perlu dan penting dimiliki oleh mahasiswa Pendidikan Matematika. Penalaran matematis merupakan proses berpikir matematik dalam memperoleh kesimpulan matematis berdasarkan fakta-fakta, konsep dan metode yang relevan. Dilain pihak, fakta menunjukkan bahwa kemampuan penalaran matematis mahasiswa program studi Pendidikan Matematika FKIP UNRI belum terlalu baik atau dapat dikatakan rendah terutama pada matakuliah Masalah Nilai Awal dan Syarat Batas (MNASB). Hal ini ditunjukkan oleh fakta rendahnya capaian hasil belajar mahasiswa pada matakuliah tersebut dalam tiga tahun terakhir. Kemudian, berhubung dengan wabah COVID-19 yang terjadi saat ini termasuk di Pekanbaru, Riau yang memaksa institusi-institusi pendidikan tatap muka untuk bertransformasi menjadi institusi pendidikan jarak jauh dengan sistim pembelajaran secara daring. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan tipe development studies dengan dua tahapan yaitu tahapan preliminary evaluation dan formative evaluation. Tujuan akhir penelitian ini adalah menghasilkan produk berupa E-Modul berbasis pendekatan experiential learning yang potensial untuk meningkatkan kemampuan penalaran matematis mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa E-Modul yang dikembangkan sudah memenuhi apek validitas dan praktikalitas serta potensial untuk mengembangkan kemampuan penalaran matematis mahasiswa. E-Modul yang dikembangkan ini diharapkan sebagai contoh dan pedoman oleh dosen, mahasiswa dan institusi pendidikan tinggi dalam menyelenggarakan pembelajaran matematika yang berorientasi kemampuan penalaran matematis sesuai dengan tuntutan kurikulum. Bentuk soal pada E-Modul matakuliah MNASB yang diterapkan dalam proses pembelajaran berupa soal-soal non rutin sehingga dapat mengasah kemampuan penalaran matematis mahasiswa
Analisis Hasil Belajar dan Respon Mahasiswa Terhadap Pembelajaran Matematika secara Blended Learning Saat Pandemi Covid-19
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar dan respon mahasiswa terhadap pembelajaran matematika secara blended learning pada masa pandemic covid-19. Penelitian ini merupakan Kuantitatif pre-experimental dengan desain one group pretest-postest. Instrumen dalam penelitian ini adalah tes hasil belajar mahasiswa peneliti menggunakan lembar tes dengan penerapan pembelajaran matematika blended learning, dan angket respon mahasiswa yang digunakan untuk mengetahui respon mahasiswa terhadap pembelajaran matematika blended learning. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran matematika blended learning cenderung meningkakan hasil belajar mahasiswa dengan nillai rata-rata 60,56, sedangkan respon mahasiswa terhadap pembelajaan daring diperoleh nilai rata-rata 3,02 dengan kategori Positif. Berdasarkan uraian diatas sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran matematika secara blended learning memberikan subangsih terhadap hasil belajar dan mahasiswa semester V program studi pendidikan matematika Universitas muhammadiyah Sorong merespon positif
Pengaruh Metode Pembelajaran Index Card Match Terhadap Kemampuan Mehamami Soal Cerita Matematika Siswa Kelas IV SDN Rambutan 02
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya terdapat pengaruh metode pembelajaran Index Card Match terhadap kemampuan memahami soal cerita matematika. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan non-equivalent control group design. Penelitian dilakukan dengan melakukan pengamatan dan memberikan pretest-posttest berupa 16 butir soal pilihan ganda pada siswa kelas IV SDN Rambutan 02. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa metode pembelajaran Index Card Match berpengaruh terhadap kemampuan memahami soal cerita matematika yang dimana siswa menjadi lebih mudah menyelesaikan soal cerita matematika khususnya pada materi bangun datar. Selain itu siswa juga berperan aktif dalam pembelajaran sehingga suasana pembelajaran menjadi menyenangkan. Hal tersebut didukung pada pengujian hipotesis menggunakan uji- t memperoleh thitung > ttabel yaitu 3,925 > 2,001 dan nilai signifikan < 0,05 sebesar 0,000 < 0,005 sehingga H1 diterima yang menyatakan bahwa adanya pengaruh yang signifikan pada pemahaman soal cerita matematika
KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL PROGRAMME FOR INTERNATIONAL STUDENT ASSESSMENT DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF REFLEKTIF-IMPULSIF
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan representasi matematis siswa dalam menyelesaikan soal Programme for International Student Assessment (PISA) ditinjau dari gaya kognitif reflektif dan impulsif. Penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Informan penelitian berjumlah 2 orang siswa kelas VIII SMPN 1 Teluknaga dengan gaya kognitif reflektif dan impulsif. Instrumen penelitian ini berupa Matching Familiar Figure Test (MFFT), tes soal tipe PISA dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan siswa yang bergaya kognitif reflektif dan impulsif dalam menyelesaikan soal PISA termasuk kedalam kategori tingkat kemampuan representasi matematis yang rendah. Hal tersebut dikarenakan kedua siswa tidak memenuhi indikator menyelesaikan masalah menggunakan representasi baik aspek representasi simbolik, kata, maupun visual. Sedangkan pada indikator membuat situasi masalah, siswa reflektif memenuhi indikator tersebut pada tiap aspek representasi tetapi siswa impulsif hanya memenuhi indikator tersebut pada aspek representasi simbolik
Struktur Berpikir Siswa Terhadap Kesalahan Membaca Berdasarkan Teori Newman dalam Menyelesaikan Masalah Matematika Melalui Defragmentasi
Struktur berpikir merupakan refresentasi internal dari aktifitas mental siswa yang menggambarkan alur penyelesaian masalah matematika. Struktur berpikir ialah salah satu faktor yang mempengaruhi kesalahan penyelesaian masalah matematika siswa. Oleh karena itu, kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan masalah matematika, membutuhkan solusi yang tepat, salah satunya dengan melakukan defragmentasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan defragmentasi struktur berpikir siswa sekolah menengah pertama terhadap kesalahan membaca berdasarkan teori newman dalam menyelesaikan masalah matematika. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pemilihan subjek dilakukan dengan teknik purposive sampling dengan kriteria, yaitu siswa yang memiliki kesalahan membaca (reading error). Data penelitian terdiri atas jawaban, rekaman hasil wawancara semi terstruktur dan hasil think aloud siswa. Adapun teknik analisis yaitu mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa defragmentasi dapat membantu siswa untuk menata ulang struktur berpikir yang dimiliki. Hal ini dibuktikan dengan lengkapnya struktur berpikir siswa dari tahap menafsirkan/memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi
LKS Matematika Berbasis Kontekstual Terintegrasi Budaya Melayu Riau untuk Siswa SMP/MTs di Pekanbaru
Latar belakang penelitian ini adalah adanya prinsip pembelajaran yang efektif yaitu mencipkakan pembelajaran yang menyenangkan, kontekstual, efektif, efisien dan bermakna. Untuk itu perlu adanya bahan ajar yang didalamnya mengandung unsur-unsur kontekstual untuk mendukung proses pembelajaran agar berjalan efektif serta meberikan pengetahuan tentang budaya melayu Riau kepada siswa dengan adanya integrasi budaya melayu Riau di dalamnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan produk berupa LKS Matematika berbasis kontekstual terintegrasi budaya melayu Riau. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development) dengan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation). Subjek penelitian adalah Peserta didik kelas VIII dan para ahli yang terdiri dari dosen dan guru. Objek dalam penelitian ini adalah LKS Matematika berbasis kontekstual terintegrasi budaya melayu Riau. Instrumen pengumpulan data berupa angket uji validitas, angket respon siswa dan soal tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kuantitatif untuk menganalisis data yang diperoleh dari angket dan hasil tes siswa dan analisis kualitatif untuk menganalisis data berupa saran dan komentar dari para ahli. Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan tersebut dapat disimpulkan bahwa LKS Matematika berbasis kontekstual terintegrasi budaya melayu Riau yang dikembangkan telah valid dengan persentasi valid secara keseluruhan yaitu 87,8% dengan kategori valid, telah praktis dengan persentasi kepraktisan secara keseluruhan yaitu 78,58% dengan kategori praktis dan telah efektif dengan rata-rata persentasi ketuntasan dari 2 sekolah yaitu 85,45%. Hal ini berarti LKS matematika yang dikembangkan telah dapat digunakan dalam proses pembelajaran
Analisis Kesalahan Siswa SD Kelas V dalam Menyelesaikan Masalah Soal Cerita pada Materi Pecahan Berdasarkan Prosedur Newman
Dalam matematika, tidak jarang siswa mengalami kesalahan dalam menyelesaikan masalah soal cerita. berdasarkan observasi awal, peneliti menemukan bahwa keterampilan siswa ketika memecahkan soal cerita pecahan tidak cukup baik. Oleh sebab itu, menemukan kesalahan siswa dalam upaya meminimalisir kesalahan tersebut sangat diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan siswa SD dalam menyelesaikan masalah soal cerita pecahan berdasarkan prosedur Newman serta menemukan penyebab kesalahan tersebut. Peneliti menjadi instrumen utama dalam penelitian deskriptif kualitatif ini. Enam siswa kelas V SDS Muhammadiyah 4 Jakarta dengan masing-masing dua siswa dari setiap kategori berkemampuan matematika tinggi, sedang, dan rendah berdasarkan skor hasil tes menjadi subjek penelitian. Dokumen tes serta wawancara dilakukan untuk pengumpulan data. Berdasarkan temuan analisis data, siswa berkemampuan tinggi melakukan kecenderungan kesalahan pada tahap keterampilan pemrosesan dan menulis jawaban akhir. Siswa dengan kemampuan matematika sedang dan rendah cenderung salah dalam tahap memahami, transformasi, keterampilan pemrosesan, dan menulis jawaban akhir. Siswa dapat membuat kesalahan karena beberapa penyebab, seperti tidak menambahkan satuan di akhir jawaban, salah dalam menafsirkan masalah, terburu-buru, dan menerapkan rumus yang tidak tepat. Temuan ini dapat menjadi solusi serta bahan pertimbangan dalam merencanakan pengajaran untuk meminimalisir terjadinya kesalahan serupa pada siswa dengan berbagai tingkat kemampuan
Validitas Perangkat Pembelajaran Geometri Berbasis Etnomatematika Rumah Gadang
Berdasarkan observasi, wawancara dan analisis pendahuluan yang dilakukan di beberapa sekolah menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang digunakan selama ini baik itu RPP ataupun LKPD belum dikaitkan dengan budaya sekitar peserta didik, pendidikan tidak bisa dilepaskan dari peran serta budaya dan masyarakat karena proses perkembangan individu peserta didik sangat memerlukan lingkungan belajar yang baik. Tujuan penelitan ini adalah untuk mengetahui validitas perangkat pembelajaran geometri berbasis etnomatematika rumah gadang berupa RPP dan LKPD. Penelitian iniimerupakan bagian dari penelitian Research and Development (R&D). Tujuan penelitian pengembangan adalah untuk menciptakan dan memvalidasi produk pendidikan. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang dilakukan dengan menggunakan model pengembangan Plomp. Tahap analisis awal, tahap pengembangan prototipe, dan tahap penilaian adalah tiga langkah yang membentuk model pengembangan Plomp. Komponen RPP yang divalidasi adalah validitas isi dan validitas konstruk. Sedangkan komponen LKPD yang divalidasi berupa faktor penyajian, waktu, bahasa, dan isi. Hasil validasi ahli menggunakan instrumen lembar uji validitas berupa angket digunakan untuk menghasilkan data uji validitas. Skala Likert digunakan untuk memeriksa data yang dikumpulkan. Hasil uji validitas untuk RPP geometri berbasis etnomatematika rumah gadang secara keseluruhan memperoleh nilai kevalidan yaitu 3,88 pada kategori sangat valid, sedangkan hasil uji validitas LKPD memperoleh nilai kevalidan 3,67 pada kategori sangat valid sehingga dapat disimpulkan bahwa RPP dan LKPD valid dan dapat digunakan
Pengembangan Bahan Ajar Interaktif dengan Pendekatan Etnomatematika Berbasis Budaya Lokal di Banten pada Pokok Bahasan Barisan dan Deret untuk Siswa SMP
Perkembangan teknologi yang semakin maju menuntut guru untuk megikuti perkembangan teknologi dalam proses belajar dan mengajar. Pendekatan etnomatematika yang digunakan dalam bahan ajar ini digunakan untuk mengenalkan potensi budaya lokal di Banten. tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan bahan ajar dengan pedekatan etnomatematika berbasis budaya lokal di Banten pada pokok bahasan barisan dan deret. Penelitian ini merupakan penelitian Research and Developmen. Bahan ajar pada pendekatan etnomatematika berbasis budaya lokal di Banten divalidasi oleh para ahli yang terdiri dari ahli pendidikan matematika, ahli media pembelajaran, ahli bahasa, dan ahli budaya. Selanjutnya, bahan ajar diujicobakan pada siswa kelompok kecil. Subjek uji coba adalah 18 siswa kelas VIII SMP IT Darussalam. Hasil validasi penelitian ini menunjukkan bahwa validasi ahli pendidikan matematika berada pada kualifikasi sangat baik dengan 87,12%, validasi ahli media pembelajaran berada pada kualifikasi sangat baik dengan 87,5%, validasi ahli bahasa berada pada kualifikasi sangat baik dengan 94,23%, validasi ahli budaya berada dikualifikasi sangat baik dengan 93,75%, dan uji coba kelompok kecil berada kualifikasi sangat baik dengan 82,23%. Dengan demikian, bahan ajar dengan pendekatan etnomatematika berbasis budaya lokal di Banten dapat digunakan sebagai alternatif pilihan pada pokok bahasan barisan dan deret di kelas VIII SMP
Analisis Kesulitan Siswa dalam Pembelajaran Matematika Menggunakan Learning Management System Selama Pandemi
Pandemi yang dihadapi oleh dunia menyebabkan banyak perubahan. Salah satu perubahan yang terjadi adalah pembelajaran yang dulunya tatap muka menjadi pembelajaran jarak jauh. Pembelajaran jarak jauh ini mengharuskan guru dan siswa mulai menggunakan Learning Management System (LMS) yang terintegrasi secara online. Suasana pembelajaran yang baru dan harus melakukan penyesuaian mengalami beberapa kendala. Dengan demikian tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kesulitan yang dirasakan oleh siswa selama pembelajaran matematika menggunakan LMS. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan menyebarkan angket melalui google form dan wawancara dengan beberapa siswa. Subjek penelitian yang digunakan adalah siswa SMPN 1 Gunung Sahilan. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan beberapa kesulitan yang dialami oleh siswa selama pembelajaran matematika dengan menggunakan LMS yaitu kesulitan teknis, kesulitan adaptasi, keterbatasan bahan ajar dan media pembelajaran. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran matematika menggunakan LMS selama pandemi masih memiliki banyak kekurangan