Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika
Not a member yet
1406 research outputs found
Sort by
Analisis Kemampuan Pemahaman Konsep Siswa dalam Memahami Materi Trigonometri Kelas X IPS
Kemampuan pemahaman konsep matematis merupakan salah satu tujuan pembelajaran matematika yang harus dicapai oleh siswa. Namun, kemampuan pemahaman konsep matematis siswa kelas X IPS SMAN 2 Padang belum menjadi perhatian secara maksimal. Cara yang dilakukan adalah dengan menganalisis kemampuan pemahaman konsep siswa melalui pemberian tes. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat kemampuan pemahaman konsep di kelas X IPS SMAN 2 Padang. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa kelas X IPS 1 SMAN 2 Padang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah observasi lapangan dan tes berbentuk essay. Tes kemampuan pemahaman konsep matematika dianalisis berdasarkan rubrik kemampuan pemahaman konsep matematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan pemahaman konsep 49,35 dikategorikan cukup, indikator yang tertinggi adalah mengembangkan syarat perlu dan syarat cukup suatu konsep, dan yang terendah mengaitkan berbagai konsep dalam matematika maupun di luar matematika
Pengembangan Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif dengan Pendekatan Kontekstual Pada Materi Bentuk Aljabar
Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan media pembelajaran interaktif yang dapat digunakan siswa melalui smartphone dengan pendekatan kontekstual materi bentuk aljabar untuk siswa SMP. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan media pembelajaran interaktif dengan pendekatan kontekstual yang valid dan praktis. Penelitian ini menggunakan model pengembangan 4D yang terdiri dari empat tahap yaitu define, design, develop dan disseminate. Jenis data dalam penelitian ini adalah data kualitatif dan kuantitatif. Uji ahli yang dilakukan dalam penelitian ini adalah memberikan penilaian terhadap komponen media dan materi. Media pembelajaran memperoleh kriteria sangat valid dengan skor 4,3 dan 4,4. Ini menunjukkan bahwa media pembelajaran mampu melakukan fungsi ukurnya sesuai dengan tujuan yang direncanakan dan layak untuk digunakan dalam kegiatan uji coba. Pada kegiatan uji coba, media pembelajaran mendapatkan kriteria sangat praktis dengan skor 4,3 yang menunjukkan bahwa media pembelajaran dapat digunakan dengan baik oleh pengguna
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika Berbasis Problem Based Learning untuk Memfasilitasi Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Pada Materi Barisan dan Deret Kelas X SMK/MAK
Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran yang valid dan praktis yaitu Silabus, RPP, dan Lembar Aktivitas Siswa (LAS) pada materi barisan dan deret kelas X SMK/MAK. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya perangkat pembelajaran yang dapat memfasilitasi kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Model pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan ADDIE (analysis, design, development, implementation, dan evaluation). Tahap analysis memuat analisis kebutuhan, analisis kurikulum, dan analisis karakteristik siswa. Pada tahap design, peneliti melakukan perancangan produk. Pada tahap development, peneliti mengembangkan perangkat pembelajaran lalu dilakukan validasi oleh 3 orang validator. Rata-rata hasil validasi silabus, RPP, dan LAS masing-masing sebesar 3,69, 3,67, dan 3,68 dengan kategori sangat valid. Pada tahap implementation dilakukan uji coba kelompok kecil terhadap 9 orang siswa kelas X SMK (5 orang perempuan, 4 orang laki-laki). Pada tahap evaluation, peneliti menganalisis angket respon siswa untuk menilai kepraktisan LAS yang dikembangkan. Setelah dinyatakan valid dilakukan uji coba coba kelompok kecil. Adanya keterbatasan pandemi Covid-19 menyebabkan uji coba kelompok besar tidak bisa dilaksanakan. Rata-rata hasil uji coba kelompok kecil untuk LAS sebesar 80,49% dengan kategori praktis. Pada penelitian ini, perangkat pembelajaran berbasis Problem Based Learning pada materi barisan dan deret telah memenuhi kriteria valid dan praktis
Analisis Kemampuan Representasi Matematis Ditinjau dari Karakteristik Cara Berpikir Peserta Didik
Kemampuan Representasi Matematis (KRM) adalah salah satu kompetensi matematis yang harus dikuasai oleh peserta didik. Salah satu faktor yang mempengaruhi KRM siswa adalah karakteristik cara berpikir yang dimiliki oleh siswa tersebut. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis KRM yang dimiliki oleh siswa ditinjau dari karakteristik cara berpikirnya dengan fokus materi pada Bangun Ruang Sisi Datar. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX SMP-IT ICBS Payakumbuh. Adapun jenis penelitian ini adalah penelitian analisis deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data berupa tes soal kemampuan representasi matematis, angket karakteristik cara berpikir peserta didik, dan wawancara. Seluruh data kemudian dianalisis melalui 3 tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, menarik simpulan dan verifikasi. Hasil akhir penelitian menunjukkan bahwa subjek dengan tipe berpikir Sekuensial Konkrit memiliki KRM visual dan simbolik yang tergolong cukup baik, namun KRM verbalnya masih tergolong kurang. Adapun subjek dengan tipe berpikir Sekuensial Abstrak memiliki KRM visual dan verbal yang masih sangat rendah sedangkan KRM simboliknya tergolong cukup baik. Subjek dengan tipe berpikir Acak Konkrit memiliki KRM visual dan verbal yang cukup baik pula, hanya saja, KRM simboliknya masih tergolong rendah. Adapun subjek dengan tipe berpikir Acak Abstrak memiliki KRM visual dan simbolik yang cukup baik, akan tetapi KRM verbal yang ia miliki masih tergolong rendah
Miskonsepsi Mahasiswa STKIP Rokania pada Materi Limit Fungsi
Artikel ini membahas miskonsepsi mahasiswa STKIP Rokania pada materi limit fungsi. Limit fungsi merupakan materi yang sangat penting untuk mempelajari kalkulus, namun yang terjadi adalah banyak mahasiswa yang masih miskonsepsi terhadap materi tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat miskonsepsi mahasiswa Pendidikan Teknologi Informasi STKIP Rokania tentang konsep limit fungsi. Metode yang dilakukan adalah metode kualitatif deskiptif. Yaitu penelitian yang memanfaatkan data kualitatif dan dijabarkan secara deskrptif. Penelitian kualitatif deskriptif bertujuan untuk menggambarkan, melukiskan, menerangkan, menjelaskan dan menjawab secara lebih rinci permasalahan yang akan diteliti dengan mempelajari semaksimal mungkin seorang individu, suatu kelompok atau suatu kejadian. Penelitian dilakukan terhadap hasil tes kalkulus mahasiswa tahun akademik 2021/2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa miskonsepsi mahasiswa Pendidikan Teknologi Informasi tentang konsep limit fungsi tergolong pada kriteria sedang yaitu sebesar 33%. Mahasiswa dengan paham konsep sebesar 45% dan mahasiswa dengan tidak paham konsep sebesar 22%. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar untuk perbaikan pembelajaran kalkulus dimasa akan dating, misalnya dosen dapat menggunakan software matematika untuk memvisualisasikan konsep limit fungsi
Pengaruh Persepsi Mahasiswa Tentang Penggunaan Media Pembelajaran dan Metode Mengajar Dosen Terhadap Prestasi Mahasiswa Terintegrasi Nilai Karakte
Prestasi belajar merupakan hasil akhir dari pencapaian sebuah proses yang sampai saat ini masih dijadikan sebagai tolak ukur sebuah keberhasilan. Namun demikian selama diselenggarakannya pembelajaran daring ini prestasi yang terinegrasi dengan nilai-nilai karakter tidak dapat melalui aktivitas pembelajaran secara langsung. Oleh karena itu, diperlukan penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh persepsi mahasiswa tentang media pembelajaran dan metode mengajar yang digunakan dosen terhadap prestasi mahasiswa dalam pembelajaran matematika di FKIP UIR yang terintegrasi dengan nilai karakter. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan metode kausal komparatif yaitu ex post facto. Populasi terdiri dari seluruh mahasiswa semester 6 matematika FKIP UIR yang mengambil mata kuliah analisis data statistik berbasis IT. Sampel untuk penelitian ini terdiri dari 45 siswa yang diidentifikasi melalui teknik purposive random sampling. Pengumpulan data digunakan angket dan data hasil ujian mahasiswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linier sederhana dan analisis regresi linier sederhana menggunakan bantuan program SPSS versi 22.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan uji regresi sederhana maupun ganda, diperoleh nilai F hitung signifikan sebesar 4,993, sehingga disimpulkan bahwa persepsi mahasiswa terkait penggunaan media pembelajaran dan metode mengajar dosen berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi mahasiswa yang terintegrasi dengan nilai karakter. Oleh karena itu, sebagai seorang dosen, mestinya menggunakan media pembelajaran dan menerapkan metode pembelajaran yang sesuai agar mahasiswa dapat memberikan pengaruh positif terhadap prestasi belajar mahasiswa
Lembar Kerja Peserta Didik Matematika Berbasis Penemuan Terbimbing Terintegrasi Nilai Keislaman
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan dan menghasilkan Lembar Kerja Peserta Didik Matematika berbasis Penemuan Terbimbing terintegrasi Nilai Keislaman untuk siswa SMP/MTs yang memenuhi kriteria valid, praktis dan efektif. Jenis penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation). Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII, ahli materi pembelajaran dan ahli teknologi pendidikan yang berasal dari dosen dan guru. Objek penelitian ini adalah LKPD Matematika berbasis Penemuan Terbimbing terintegrasi Nilai Keislaman. Instrumen pengumpulan data berupa angket dan soal tes. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan teknik analisis data kualitatif untuk menganalisis data yang diperoleh dari hasil saran dan komentar para ahli dan subjek lainnya dan teknik analisis data kuantitatif untuk menganalisis data yang diperoleh dari hasil angket dan tes siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan uji validitas, LKPD Matematika berbasis Penemuan Terbimbing terintegrasi Nilai Keislaman dinyatakan sangat valid dengan persentase ahli teknologi 96,30%, Ahli materi pembelajaran 97,03% dan ahli materi keislaman 83,4%. Hasil uji praktikalitas kelompok kecil diperoleh bahwa LKPD Matematika berbasis Penemuan Terbimbing terintegrasi Nilai Keislaman dinyatakan sangat praktis dengan persentase tingkat kepraktisan 84%. Hasil Uji keefektifan memiliki keefektifan yang rata-rata 81,81%. Dari hasil tersebut mengidentifikasi bahwa LKS yang dikembangkan valid, praktis dan efektif untuk dapat digunakan siswa
Respon Respon Mahasiswa terhadap Metode Meresume di Youtube sebagai Metode Pembelajaran Daring Matematika
Mayoritas pengguna media sosial mengakses platform Youtube tidak lepas dari kelebihan di dalamnya. Kelebihan yang utama yaitu kemudahan dalam mengakses dan mengunggah video yang tersedia di Youtube dengan internet secara gratis tanpa ada batasan ruang dan waktu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan respon mahasiswa ketika menggunakan metode meresume via media sosial Youtube dalam pembelajaran matematika. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan mengumpulkan angket kepada mahasiswa yang mengambil mata kuliah matematika. Hasil rata-rata persentase skor keseluruhan respon mahasiswa terhadap meresume video di Youtube mencapai 80%. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif sedangkan untuk menguji validitas angket dengan Pearson Correlation dan reliabilitas angket dengan Cronbach Alpha menggunakan SPSS. Hal ini menunjukkan bahwa respon mahasiswa ketika metika meresume video di Youtube pada pembelajaran matematika adalah positif
Analisis Technological Pedagogical Content Knowledge Terhadap Kemampuan Menyusun Perangkat Pembelajaran Matematika Daring Calon Guru SD
Peningkatan penggunaan teknologi dalam pembelajaran matematika di Sekolah Dasar menuntut calon guru SD untuk harus menguasai teknologi, pengetahuan konten materi dan kemampuan pedagogi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis technological pedagogical content knowledge (TPACK) terhadap kemampuan menyusun perangkat pembelajaran matematika daring calon guru SD. Sampel pada penelitian merupakan mahasiswa PGSD Universitas Bung Hatta yang sedang mengambil mata kuliah pembelajaran matematika II pada semester genap tahun 2020/2021. Desain penelitian yang digunakan adalah mixed method embedded experimental model. Instrumen perlakuan adalah enam buah satuan acara perkuliahan (SAP), angket TPACK yang terdiri dari TK, CK, PK, PCK, TCK, TPK dan rubrik penilaian perangkat pembelajaran matematika. Hubungan antara variabel TPACK dengan kemampuan menyusun perangkat pembelajaran dilihat menggunakan SEM AMOS. Dari hasil penelitian terdapat peningkatan kemampuan TPACK mahasiswa calon guru SD sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Kemudian diperoleh hasil dari confirmatory factor analysis bahwa kemampuan TPACK sangat dipengaruhi oleh kemampuan menyusun RPP. Dari hasil analisis secara keseluruhan diperoleh hasil bahwa calon guru yang mempunyai kemampuan TPACK yang tinggi akan berpengaruh positif terhadap kemampuan menyusun perangkat pembelajaran matematika secara daring
Pengaruh Penggunaan Bahan Ajar Berbasis Website Terhadap Peningkatan Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh didalam penggunaan bahan ajar berbasis website terhadap peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis pada siswa. Jenis penelitian ini ini adalah kuantitatif dengan jumlah sampel penelitian 30 siswa di SMA Swasta Kemala Bhayangkari 2 Rantauprapat, dengan teknik purposive sampling Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik Data tes yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan Uji T yaitu Paired Sample T-Test. Hasil dari penelitian yang dilakukan bahwa dapat dikatakan sebagai jenis tinggi, dimana interval kategori tinggi tersebut yaitu nilai pemahaman konsep matematis siswa lebih dari 25,158. peserta didik yang mempunyai kemampuan pemahaman konsep matematis siswa pada jenis sedang dengan interval pemahamankonsep matematis yaitu diantara 17,98 dan 25,158. Dan peserta didik telah mempunyai keahlian dalam pemahaman konsep matematis peserta didik jenis rendah k dengan interval pemahaman konsep rendah yaitu kurang dari 17,98. Sedangkan hasi pada kelas control adalah kelas yang tidak diberi penggunaan bahan ajar berbasis website interval pemahaman konsep matematis tinggi yaitu lebih dari 23,6. Siswa yang memiliki kemampuan pemahaman konsep matematis jenis sedang interval pemahaman konsep matematis kategori sedang yaitu diantara 16,88 dan 23,6. Dan siswa yang memiliki pemahaman konsep matematis jenis rendah dengan interval pemahaman konsep matematis rendah yaitu kurang dari 16,88. Dapat disimpulkan ada perbedaan didalam penggunaan bahan ajar berbasis website pada kemampuan didalam pemahaman konsep matematis peserta didi