Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika
Not a member yet
1406 research outputs found
Sort by
Proses Berpikir Kreatif Siswa SMP dalam Memecahkan Masalah Numerasi Ditinjau dari Adversity Quotient (AQ)
Proses berpikir kreatif merupakan kegiatan seseorang ketika melakukan aktivitas berpikir yang menghasilkan suatu kreativitas dalam memecahkan masalah yang tahapannya meliputi mensintesis ide, membangun ide, merencanakan penerapan, dan menerapkan ide. Proses berpikir kreatif setiap individu dalam memecahkan masalah berbeda satu dengan lainnya dan dapat dilihat melalui adversity quotient (AQ) yang dimilikinya. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan proses berpikir kreatif siswa SMP dengan AQ quitter, camper, dan climber dalam memecahkan masalah numerasi. Penelitian deskriptif kualitatif ini mengambil tiga subjek yaitu siswa dengan katergoti AQ berbeda. Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan angket ARP, tes pemecahan masalah numerasi, dan wawancara. Analisis data dilakukan menggunakan konsep tanda Pierce. Hasil penelitian menunjukkan pada tahap mensintesis ide subjek camper dan climber melakukan pemisahan informasi penting, pada tahap membangun ide subjek quitter dan climber mengaitkan konsep pengetahuan yang dimiliki, pada tahap merencanakan penerapan subjek camper dan climber membuat rancangan strategi berdasarkan informasi dan konsep pengetahuan yang dimiliki, pada tahap menerapkan ide subjek quitter mengambil keputusan menyerah, subjek camper memilih untuk menggunakan strategi lain yang dianggap lebih mudah, dan subjek climber memilih untuk menggunakan strategi yang telah ia rencanakan meski sulit. Melalui hasil penelitian, guru dapat menaikkan antusias siswa dengan memberikan motivasi khusus pada siswa sesuai dengan kategori AQ
Pengembangan E-Modul Berbantu Kodular pada Smartphone untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa SMP
Tujuan penelitian ini mengembangkan dan mengetahui kelayakan e-modul. Penelitian ini menghasilkan e-modul sehingga penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (R & D) dengan subjek penelitian siswa kelas VIII SMPN 1 Cikupa dan guru matematika. Metode penelitian yang digunakan adalah model pengembangan ADDIE. E-modul dibuat dengan materi segiempat dan segitiga pada smartphone android. Hasil penelitian diperoleh e-modul dengan kategori layak berdasarkan aspek kevalidan melalui uji ahli media dan ahli materi dengan persentase 81%, aspek kepraktisan melalui angket respon siswa dengan persentase 85% dan respon guru dengan persentase 83%, serta aspek keefektifan berdasarkan skor n-gain yakni 0,37 kategori sedang. Peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis diperoleh skor n-gain pada aspek menginterpretasi (0.53), aspek menganalisis (0.22), aspek mengevaluasi (0.49), dan aspek menginferensi (0.24). Maka disimpulkan bahwa e-modul berbantu kodular pada smartphone android menarik dan layak digunakan serta mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa SMP
Pembelajaran Matematika di Masa Pandemi COVID-19
Salah satu sektor yang terdampak pandemi Covid-19 adalah pendidikan. Pembelajaran yang biasa dilakukan dengan tatap muka, tidak dapat dilakukan lagi untuk menghambat penyebaran virus covid-19. Selama kurang lebih satu tahun, guru melaksanakan pembelajaran secara daring, sehingga guru memiliki tantangan maupun hambatan serta strategi tersendiri terhadap pelaksanaan pembelajaran daring itu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran matematika yang dilaksanakan guru selama masa pandemi covid-19. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan instrument penelitian kuisioner online dengan bantuan google form. Kuisioner terdiri atas pertanyaan terbuka dan tertutup yang memuat aspek strategi pembelajaran yang dilakukan guru, tantangan atau hambatan, serta keuntungan yang diperoleh dari implementasi pembelajaran daring. Hasilnya menunjukkan bahwa strategi pembelajaran yang dilakukan guru selama pembelajaran daring di masa pandemi Covid-19 yaitu guru langsung mengajar siswa dengan menggunakan Google Meet ataupun Zoom, guru mengirimkan video pembelajaran kepada siswa baik yang direkam sendiri maupun video pembelajaran dari platform yang sudah ada, kemudian guru memberikan penugasan melalui platform online. Platform yang paling banyak digunakan guru dalam pembelajaran daring adalah whatshapp (90,5%), google clasroom (66,7%), youtube (28,6%), Zoom (23,8%), Google Meet (23,8%), telegram (14,3%), facebook (4,8%) dan instagram (4,8%). Tantangan atau hambatan yang dihadapi guru selama pembelajaran online, yaitu guru sulit beradaptasi dalam pelaksanaan pembelajaran online. Selanjutnya hambatan yang paling banyak dialami siswa adalah signal yang kurang baik, kurangnya motivasi dan kemandirian siswa dalam belajar. Sedangkan keuntungan yang diperoleh guru dalam pelaksanaan daring yaitu bertambahnya pengetahuan guru tentang teknologi dan efisiensi tempat dan waktu
Kemampuan Koneksi Matematis Siswa dalam Memecahkan Masalah Matematika Materi Trigonometri
Kemampuan untuk menghubungkan konsep dari beberapa konsep dapat disebut dengan kemampuan koneksi matematis. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan kemampuan koneksi matematis yang dimiliki oleh siswa dalam pemecahan masalah matematika materi trigonometri. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian yang dilaksanakan di SMA N 1 Ambarawa tingkat kemampuan koneksi matematis siswa dalam masing-masing aspek yaitu kemampuan koneksi matematis siswa pada satu topik berada di tingkat rendah (44,17%), kemampuan koneksi matematis siswa pada topik berbeda berada di tingkat cukup (62,5%), kemampuan koneksi matematis siswa pada kehidupan keseharian berada di tingkat cukup (69,17%). Maka disimpulkan kemampuan koneksi matematis siswa berada di tingkat cukup (58,61%)
The Use of Interactive PowerPoints to Increase Elementary School Student’s Learning Outcomes and Motivation in Mathematics during the Pandemic
The Covid-19 pandemic has been disturbing every human activity, including education. Schools are shifted to online learning, forcing teachers and students to teach and study from their homes. Several issues that arise due to this are problems with motivations and learning outcomes. In order to increase elementary school students’ learning outcomes and motivation in Mathematics, this research uses an interactive PowerPoint as the learning media. The subjects in this study are 25 students on the grade 6th of a private elementary school in Bekasi, Indonesia. The research methodology is mixed method, the quantitative data was taken by pretest and posttest and the qualitative data by survey questionnaire and interview with the students and mathematics teacher which is also the homeroom teacher. The data was analyzed using paired samples T-Test and thematic analysis. The quantitative results show that the interactive PowerPoint media is able to improve the students' learning outcomes. However, the results had shown an insignificant value of 0.377 and considered as not significant. At the same time, there are unexpected findings from the external factors that cause the result not to be significant, in which the student’s parents and family are involved during online learning. Despite the low significance results, through the interview, both of teachers and students stated that the interactive PowerPoint learning media that was used in mathematics during this pandemic has successfully engaged the students and increased their learning motivations. 
Efektivitas E-Modul Model Pembelajaran Problem Solving pada Pelajaran Matematika
Penelitian ini dilatar belakangi oleh pembelajaran yang masih bersifat teacher center. Perkembangan teknologi informasi beberapa tahun belakangan ini berkembang dengan kecepatan yang sangat tinggi, sehingga dengan perkembangan ini telah mengubah paradigma masyarakat dalam mencari dan mendapat informasi. Dengan berkembangnya teknologi dan informasi juga berpengaruh terhadap media pembelajaran. Media pembelajaran yang biasanya digunakan oleh guru berupa media belajar cetak, dengan adanya perkembang teknologi ini sumber belajar cetak juga dapat di transformasikan penyajiannya ke dalam bentuk elektronik sehingga diberi istilah modul elektronik.Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan E-Modul dengan model pembelajaran problem solving yang efektif dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini dapat digolongkan ke dalam penelitian kuantitatif dengan pendekatan kuantitatif serta menggunakan metode quasi experiment. Penelitian ini si laksanakan pada siswa kelas VIII SMP N 2 Ranah pesisir. Intrumen penelitian ini dikembangkan untuk menilai keefektifan dari E- modul pembelajaran dengan model problem solving. Hasil dari penelitian ini adalah pada tahap efektivitas menggunakan analisis statistika yaitu persamaan Paired Sample Test dengan hasil sig (2-tailed) 0,000 < nilai alfa 0,05 artinya bahwa nilai Sig.2 tailed (0,000) kecil dari nilai alfa (0,05) sehinggadapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Hi diterima, artinya terdapat perbedaan signifikan antara hasil belajar matematika siswa sebelum dan sesudah menggunakan E-modul dengan model pembelajaran Problem solving
Penerapan Media Pembelajaran Takbar Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Matematika Di Sekolah Dasar
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan motivasi belajar siswa pada pelajaran matematika yang masih rendah. Permasalahan ini disebabkan kurangnya penggunaan media pelajaran karena keterbatasan alat untuk membuat media dan kondisi sekolah berada di wilayah 3T. Guru mengajar hanya memberikan penjelasan dengan memanfaatkan papan tulis dan buku paket. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses pembelajaran dan mendeskripsikan peningkatan motivasi belajar siswa menggunakan media takbar dalam pelajaran matematika. Metode penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian ini yaitu pada kelas IV SDN Tegalbuleud tahun ajaran 2021/2022 dengan jumlah partisipan 10 siswa, terdiri dari 4 siswa perempuan dan 6 siswa laki-laki. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan teknik observasi, wawancara, dan angket. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar siswa pada pra siklus memperoleh nilai rata-rata 62,04 kategori cukup, pada siklus I meningkat menjadi 76,96 kategori baik, dan pada siklus II meningkat menjadi 85,67 kategori sangat baik. dengan demikian dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran takbar dapat meningkatkan motivasi belajar siswa pada pelajaran matematika di SDN Rambay Kecamatan Tegalbuleud
Validitas dan Praktikalitas Perangkat Pembelajaran Berbasis Discovery Learning Bagi Siswa Kelas VIII SMP pada Materi Lingkaran
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tuntutan kurikulum 2013 yaitu guru tidak hanya sekedar mengajar dan mendidik, tetapi harus mampu menjadi fasilitator sehingga peran pendidikan menjadi lebih bermakna. Guru harus mampu merancang proses pembelajaran yang interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang dan memotivasi siswa untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Perencanaan pembelajaran dirancang dalam bentuk Silabus dan RPP. Pada kenyataannya guru belum mampu merancang proses pembelajaran dengan baik sehingga kemampuan penalaran matematis siswa masih rendah. Masih terdapat kekurangan dalam bahan ajar pada materi lingkaran juga menjadi latar belakang penulis mengembangkan LKPD. Solusi memperbaiki proses pembelajaran dan penalaran matematis siswa adalah dengan mengembangkan perangkat pembelajaran berbasis model discovery learning. Metode yang digunakan adalah dengan jenis penelitian research and development (R&D) melalui pengujian validalitas dan praktikalitas perangkat pembelajaran dengan instrumen lembar validasi terhadap silabus, RPP, LKPD, dan lembar angket respon terhadap LKPD pada 9 orang peserta didik kelas VIII SMPN 4 Tambang. Hasil pengujian validitas dan praktikalitas perangkat pembelajaran ini menunjukkan bahwa validitas dan praktikalitas perangkat pembelajaran ini termasuk kategori sangat valid dan sangat praktis dengan nilai uji valliditas secara berurutan sebesar 87,06%, 87,39%, 87,02% untuk validitas dan 95,68% untuk praktikalitas. Artinya perangkat pembelajaran berbasis discovery learning pada materi lingkaran dapat diimplementasikan pada pengguna sebagai alternatif pembelajaran berbasis discovery learning terhadap kemampuan penalaran matematis siswa pada materi lingkaran
Analisis Kesalahan Mahasiswa dalam Menyelesaikan Soal Kalkulus Integral Berdasarkan Newman's Error Analysis dan Upaya Pemberian Scaffolding
Kalkulus integral merupakan salah satu mata kuliah matematika yang memerlukan tingkat penalaran, kemampuan komunikasi serta kemampuan berpikir tingkat tinggi yang memadai untuk dapat memahami dan menyelesaikan soal. Oleh karena itu, banyak mahasiswa mengalami kesulitan saat mempelajarinya sehingga melakukan banyak kesalahan saat memecahkan masalah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kesalahan mahasiswa berdasarkan Newman’s Error Analysis (NEA) dalam menyelesaikan soal kalkulus integral disertai dengan pemberian scaffolding. Subjek penelitian adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Unika Santu Paulus yang mengikuti perkuliahan kalkulus integral. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan wawancara tidak terstruktur. Analisis data dilakukan dengan cara mereduksi data, menyajikan data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada kesalahan yang dilakukan mahasiswa pada tipe indikator 1 (reading error), mahasiswa rata-rata melakukan kesalahan pada indikator 2 (comprehension error) sebesar 39%, rata-rata kesalahan pada indikator 3 (transformation error) sebesar 71%, rata-rata kesalahan pada indikator 4 (process skills error) sebesar 76% dan rata-rata kesalahan yang paling banyak dilakukan pada indikator 5 (encoding error) sebesar 87%. Scaffolding yang digunakan untuk mengatasi semua kesalahan mahasiswa hanya sampai pada scaffolding level 2 yaitu explaining, reviewing, dan restructuring. Pemberian scaffolding yang dilakukan dosen bersifat menjelaskan, meninjau dan merestrukturisasi sehingga mendorong mahasiswa untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan tersebut. Bertolak dari hasil penelitian ini, maka dosen diharapkan untuk melakukan kegiatan perkuliahan yang bermakna bagi mahasiswa sehingga tidak mudah untuk melupakan konsep-konsep materi yang telah dijelaskan
Analisis Kemampuan Pemahaman Matematis Siswa SMP Ditinjau Dari Minat Belajar
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis kemampuan pemahaman matematis siswa SMP ditinjau dari minat belajar dalam menyelesaikan soal matematika. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 186 orang siswa kelas IX SMP yang ada di Kab. Tangerang. Instrumen penelitian ini adalah tes kemampuan pemahaman matematis sebanyak 6 soal uraian dan angket minat belajar sebanyak 8 pernyataan dengan skala semantic differential. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan persentase, nilai rata-rata dan ANOVA satu jalur. Berdasarkan hasil analisis data deskriptif menunjukkan bahwa kemampuan pemahaman matematis siswa SMP termasuk dalam golongan rendah sedangkan data minat belajar siswa termasuk dalam golongan baik. Hasil analisis data dengan uji ANOVA satu jalur adalah adanya perbedaan kemampuan pemahaman matematis ditinjau dari tingkat rendah, sedang dan tinggi minat belajar. Siswa dengan minat belajar tinggi memberikan jawaban yang sitematis dan tepat, siswa dengan minat belajar sedang memberikan jawaban tidak tepat seluruhnya karena masih terdapat kesalahan dalam operasi perhitungannya, sedangkan siswa dengan minat belajar rendah memberikan jawaban yang tidak tepat karena masih terdapat kesalahan dalam menentukan rumus dan proses operasi hitung menyelesaikan soal yang diberikan. Hal ini menunjukkan bahwa siswa yang mempunyai minat belajar tinggi dalam belajar akan semakin tinggi kemampuan pemahaman matematis yang dimilikinya