Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika
Not a member yet
1406 research outputs found
Sort by
Pengembangan Soal Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) Matematika Pada Materi Pola Bilangan untuk Siswa SMP
Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) dirancang untuk menilai kemampuan mendasar siswa dalam bidang literasi dan numerasi yang menjadi fondasi berpikir kritis di era global saat ini. Meski demikian, pelaksanaannya masih menghadapi kendala, seperti rendahnya kemampuan siswa dalam menjawab soal berbasis literasi numerasi dan keterbatasan soal yang sesuai dengan karakteristik AKM. Penelitian ini bertujuan mengembangkan perangkat soal AKM matematika pada topik pola bilangan yang memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas bagi siswa SMP. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan pendekatan model Tessmer yang mencakup tahapan preliminary, self-evaluation, expert review, one-to-one, small group, dan field test. Subjek penelitian melibatkan 20 siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Betung. Data dikumpulkan melalui tes, angket, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan penilaian ahli serta uji statistik dengan bantuan SPSS. Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh soal dinyatakan valid dengan rata-rata skor validitas 85,7% dan reliabel dengan nilai koefisien reliabilitas sebesar 0,870, yang termasuk kategori sangat tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa soal yang dikembangkan mampu mengukur kemampuan numerasi siswa secara konsisten. Proses revisi berdasarkan masukan dari validator dan siswa juga turut berperan dalam penyempurnaan instrumen. Oleh karena itu, soal-soal ini dinilai layak digunakan untuk memperkuat kemampuan literasi dan numerasi siswa, khususnya dalam pembelajaran materi pola bilangan
Membandingkan dan Menganalisis Homeschooling dan Sekolah Umum: Memecahkan Masalah Matematika Pecahan
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan dan menganalisis pemecahan masalah matematika bilangan pecahan terhadap siswa yang homeschooling dan sekolah umum. Pemecahan masalah pecahan merupakan keterampilan yang sangat penting karena merupakan salah satu dasar dalam sistem operasi hitung bilangan bulat yang sangat mempengaruhi proses penyelesaian masalah matematika di kemudian hari. Kemudian perbandingan homeschooling dan sekolah negeri kurang dieksplorasi karena orang tua dan lingkungan kurang menyadari pentingnya pengaruh keterampilan pemecahan masalah matematika anak usia sekolah antara mereka yang menerima pembelajaran di homeschooling dan sekolah negeri. Penelitian ini dilakukan dengan memberikan permasalahan berkaitan dengan pemecahan masalah bilangan pecahan kepada 20 orang siswa yang belajar di rumah dan 20 orang siswa yang belajar di sekolah umum. Selanjutnya dilakukan analisis cara belajar siswa dari kedua sekolah yang berbeda dan berbagai faktor yang mempengaruhi perbedaan siswa dalam menyelesaikan masalah matematika bilangan pecahan. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif untuk mengumpulkan informasi dan wawasan yang mendalam tentang pembelajaran matematika yang diperoleh siswa di homeschooling dan sekolah umum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cara siswa menyelesaikan soal matematika pecahan berbeda antara homeschooling dan sekolah umum karena adanya perbedaan metode dan kurikulum yang diterapkan, sehingga capaian pembelajaran yang diperoleh siswa yang diajarkan oleh kedua sekolah ini juga berbeda. Penelitian selanjutnya dapat meneliti faktor-faktor lain yang menyebabkan adanya perbedaan konsep penyelesaian soal pecahan. Secara khusus konsep yang digunakan dan langkah-langkah yang dilakukan dalam menyelesaikan pecahan juga berbeda antara siswa yang belajar di homeschooling dan sekolah umum
Analisis Kemampuan Literasi Matematika Siswa SMA Negeri 5 Samarinda Ditinjau dari Adversity Quotient Tipe Climber
Literasi matematika memiliki peranan penting dalam memfasilitasi pemahaman mengenai peran matematika dalam kehidupan sehari-hari. Hasil pengamatan dan wawancara dengan guru matematika SMA Negeri 5 Samarinda menunjukkan sebagian besar siswa belum mengerti dan mengenal baik istilah literasi matematika. Di kelas, siswa hanya mengerjakan soal rutin dan ketika diberikan bentuk soal yang berbeda maka siswa akan kesulitan dalam menyelesaikan soal tersebut. Adversity quotient (AQ) berkaitan erat dengan kemampuan literasi matematika, karena AQ merupakan kecerdasan yang sangat dibutuhkan siswa untuk menghadapi kesulitan dan mengubahnya menjadi tantangan yang harus diselesaikan. Tujuan penelitian ini adalah menilai dan menjelaskan keterampilan literasi matematika siswa di SMA Negeri 5 Samarinda yang memiliki AQ tipe climber. Dua siswa tipe climber menjadi subjek penelitian deskriptif kualitatif ini. Wawancara, ujian literasi matematika, dan kuesioner profil respons adversitas (ARP) digunakan untuk mengumpulkan data. Berdasarkan indikasi yang diakui dari proses literasi matematika, hasil penelitian dianalisis melalui merangkum data, menyusun data secara sistematis, dan menarik kesimpulan. Temuan penelitian ini, siswa tipe climber menunjukkan kemahiran dalam ketiga bidang literasi matematika: merumuskan, menerapkan, dan menafsirkan. Dengan memecah pertanyaan menjadi bagian-bagian komponennya, menerapkan prinsip-prinsip matematika untuk menghasilkan solusi yang jelas dan koheren, dan kemudian menerapkan konteks untuk memahami solusi tersebut. Literasi matematika siswa cenderung mencerminkan tipe kepribadian AQ mereka; dengan kata lain, siswa dengan tingkat semangat juang yang lebih tinggi cenderung memiliki tingkat literasi matematika yang lebih tinggi. Peneliti menyarankan agar siswa lebih sering berlatih soal literasi matematika dan agar instruktur memperhatikan tingkat AQ siswa saat mereka belajar
Penerapan Pendekatan Matematika Realistik untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Matematis Siswa Kelas VIII SMP Negeri 27 Medan
Penelitian ini bertujuan untuk (1) menerapkan pendekatan matematika realistik untuk meningkatkan kemampuan literasi matematis siswa kelas VIII SMP Negeri 27 Medan; (2) menganalisis peningkatan kemampuan literasi matematis siswa setelah penerapan pendekatan pendidikan matematika realistik. Penelitian ini menggunakan pendekatan matematika realistik untuk melihat peningkatan kemampuan literasi matematis dengan jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek pada penelitian ini yakni 32 orang siswa kelas VIII-6. Hasil penelitian ini adalah (1) berdasarkan pembahasan dan analisis data yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa untuk meningkatkan kemampuan literasi matematika siswa ada beberapa penerapan pendidikan matematika realistik yang dilakukan antara lain membiasakan siswa dengan masalah-masalah kontekstual yang relevan, siswa didorong untuk mengkonstruksi pengetahuannya sendiri, melihat kegunaan matematika dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kolaborasi dan diskusi yang difasilitasi pendidik telah memperkuat kemampuan literasi matematis siswa, mereka juga bisa menyampaikan ide dan penalaran secara lebih jelas. Pendekatan ini secara signifikan memfasilitasi dalam peningkatan kemampuan literasi matematis. Dengan demikian penerapan pendekatan matematika realistik tidak hanya berfokus pada penguasaan konsep, tetapi juga berhasil menumbuhkan kepercayaan diri siswa, yang merupakan hal penting bagi peningkatan literasi matematika. (2) hasil penelitian pada siklus I diperoleh nilai rata-rata sebesar 73,70 dengan kategori sedang dan nilai N-Gain sebesar 0,34 dengan kategori sedang. Pada siklus II, diperoleh nilai rata-rata kemampuan literasi matematis peserta didik sebesar 85,59 dengan kategori tinggi dan nilai N-Gain sebesar 0,46 dengan kategori sedang. Selanjutnya hasil pengamatan diperoleh aktivitas guru dan peserta didik berada dalam kategori baik. Kesimpulan dari penelitian ini penerapan pendekatan pendidikan matematika realistik dapat meningkatkan kemampuan literasi matematis peserta didik kelas VIII-6 di SMP Negeri 27 Medan
Penerapan Pendekatan TPACK Berbantuan Cabri 3D untuk Meningkatkan Kemampuan HOTS Siswa SMP
Salah satu keterampilan utama yang harus diasah dalam pembelajaran matematika abad ke-21 adalah kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS). Pembelajaran di sekolah saat ini masih berorientasi pada penerapan rumus dan langkah-langkah prosedural semata, sehingga siswa kesulitan memahami konsep secara menyeluruh. Untuk itu, penelitian ini bertujuan menelaah efektivitas pendekatan Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK) berbantuan Cabri 3D dalam upaya meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa SMP dalam pembelajaran geometri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen semu dengan rancangan pretest-posttest control group. Penelitian dilakukan pada siswa kelas IX SMPN 24 Kota Jambi, yang terdiri atas dua kelompok: kelas eksperimen yang memperoleh pembelajaran TPACK berbantuan Cabri 3D dan kelas kontrol yang menerima pembelajaran secara konvensional. Data dikumpulkan menggunakan instrumen berupa tes HOTS dan lembar observasi aktivitas belajar. Analisis data menggunakan uji-t pada SPSS menghasilkan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,000, lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05. Temuan ini mengindikasikan adanya perbedaan bermakna antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan pendekatan TPACK berbantuan Cabri 3D efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. Integrasi antara aspek teknologi, pedagogi, dan konten melalui penggunaan Cabri 3D memudahkan pemahaman konsep geometri secara visual, memperkuat kemampuan analitis dan kritis, serta menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna dan melibatkan peserta didik secara aktif
Pengaruh Pembelajaran Etnomatematika Melalui Permainan Dakon Terhadap Kemampuan Pemahaman Matematis Materi Perkalian Siswa Kelas III Sekolah Dasar
Artikel ini membahas rendahnya kemampuan pemahaman matematis siswa Sekolah Dasar mengenai materi perkalian, hal ini secara sebab karena ketidakmampuan siswa dalam memahami konsep abstrak dan minimnya variasi metode pembelajaran yang dipergunakan oleh guru. Penelitian ini secara tujuan untuk melakukan pengukuran pengaruh metode pembelajaran etnomatematika melalui permainan dakon apabila diperbandingkan dengan metode ekspositori terhadap kemampuan pemahaman matematis siswaa. Penelitian ini mempergunakan pendekatan berupa โeksperimen kuantitatif dengan desain non- equivalent control group designโ. Populasi dari cakupan penelitian ini yakni SDN Serang 7, sampel yang digunakan yaitu kelas III SDN serang 7 . Hasil analisis t-test pada data posttest didapati nilai Sig.(2-tailed) angka desimal yang besarannya 0,001 < 0,05 hal ini mengindikasikan adanya suatu perbedaan rata-rata dari hasil belajar dari siswa yang secara nilai signifikan, kelas eksperimen yang menggunakan permainan dakon memiliki rata-rata posttest sebesar 73,33 lebih tinggi apabila diperbandingkan dengan kelas kontrol hanya 60,56. Respon angket menunjukkan angka dalam persentase dengan besaran 79% siswa menyukai metode permianan dakon. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa pembelajaran etnomatematika melalui permainan dakon secara signifikan lebih efektif dalam memberi peningkatan pada kemampuan pemahaman matematis siswa apabila diperbandingkan dengan metode ekspositori
Pengembangan E-Modul Interaktif Sebagai Upaya Meningkatkan Kemampuan Problem Solving dalam Pembelajaran Matematika
Penelitian dilakukan bertujuan untuk mengatasi tantangan pembelajaran matematika di sekolah dasar, khususnya berfokus pada pengembangan dan evaluasi e-modul interaktif untuk mengajarkan perkalian bilangan bulat kepada peserta didik kelas III. Penelitian ini menggunakan metodologi Penelitian dan Pengembangan (R&D) dengan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) untuk memastikan pengembangan produk yang sistematis dan penilaian yang komprehensif. Penelitian ini melibatkan 20 peserta didik kelas tiga dari SDN Lidah Kulon I Surabaya, yang dipilih berdasarkan kriteria representatif untuk menguji efektivitas e-modul. Pengumpulan data menggunakan berbagai instrumen, termasuk observasi kelas, wawancara guru dan peserta didik, kuesioner respons pengguna, dan tes kecakapan (pra-tes dan pasca-tes). Analisis mengikuti pendekatan metode campuran, menggabungkan analisis kualitatif pengalaman belajar dengan pengukuran kuantitatif peningkatan pemahaman konseptual. Hasilnya mengungkapkan temuan yang signifikan: Pertama, e-modul interaktif meningkatkan keterlibatan peserta didik, seperti yang ditunjukkan oleh peningkatan partisipasi dan antusiasme selama sesi pembelajaran. Kedua, analisis Skor N-Gain menunjukkan peningkatan pemahaman yang substansial, dengan 65% peserta didik mencapai peningkatan sedang dan 30% menunjukkan peningkatan tinggi, sementara hanya 5% yang mengalami peningkatan rendah. Ketiga, respons kuesioner menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi, dengan lebih dari 65% peserta didik melaporkan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan dan pemahaman yang lebih baik melalui penggunaan e-modul. Studi ini menyimpulkan bahwa e-modul interaktif secara efektif meningkatkan pemahaman matematika dan keterampilan problem solving peserta didik
Pengaruh Model Elciting Activities Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Representasi Matematis Peserta Didik
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis dan representasi matematis. Dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di era modern, kemampuan berpikir kritis dan representasi matematis menjadi dua aspek penting yang harus dimiliki peserta didik untuk dapat berpikir, memecahkan masalah, serta mengkomunikasikan ide-ide matematika secara efektif. penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui pengaruh Model Eliciting Activities (MEAs) terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis dan representasi matematis peserta didik, (2) Untuk mengetahui pengaruh Model Eliciting Activities (MEAs) terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis peserta didik, dan (3) Untuk mengetahui pengaruh Model Eliciting Activities (MEAs) terhadap peningkatan kemampuan representasi matematis peserta didik. Penelitian ini dilakukan di SMP Al-Huda Jati Agung dengan jenis penelitian ini adalah quasy experimental dan menggunakan pendekatan Model Elicitng Activitie . Populasi penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VIII SMP Al-Huda Jati Agung. Sampel penelitian yaitu kelas VIII B sebagai kelas eksperimen dengan pembelajaran menggunakan Model Elicitng Activities dan kelas VIII C sebagai kelas kontrol dengan pembelajaran langsung. Teknis analisis data yang digunakan adalah uji MANOVA dengan taraf signifikansi 0,05 diperoleh dari hasil H0AB ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa (1) terdapat pengaruh Model Elicitng Activities terhadap kemampuan berpikir kritis dan representasi matematis peserta didik, (2) terdapat pengaruh Model Elicitng Activities terhadap kemampuan berpikir kritis, (3) terdapat pengaruh Model Elicitng Activities terhadap kemampuan berpikir kritis
Pengembangan Bahan Ajar E-Modul untuk Memfasilitasi Kemampuan Literasi Matematika Siswa
Bahan ajar pembelajaran matematika masih didominasi oleh buku teks cetak dan LKS, sedangkan siswa lebih antusias ketika proses pembelajaran melibatkan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar modul matematika elektronik untuk memfasilitasi literasi matematis siswa SMK kelas X. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan yang digunakan adalah model ADDIE dengan subjek penelitian 35 siswa SMK kelas X. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara tidak terstruktur, kuesioner dan tes. Hasil dari penelitian ini adalah (1) Bahan ajar berupa e-modul pada materi barisan dan deret aritmatika untuk memfasilitasi literasi matematis siswa. (2) Hasil validasi ahli dengan kriteria sangat valid. (3) Hasil penilaian kepraktisan berada pada kriteria praktis. (4) Hasil penilaian keefektifan berada pada kriteria sangat baik. Dapat disimpulkan bahwa e-modul yang dikembangkan valid, praktis dan efektif untuk memfasilitasi kemampuan literasi matematika siswa SMK kelas X
Peranan Integral dan Diferensial terhadap Kalkulus
Matematika merupakan jenis pengetahuan hasil interaksi sosial dan budaya yang dimanfaatkan sebagai alat berpikir untuk menyelesaikan masalah. Matematika mencakup berbagai teorema, aksioma, definisi, bukti, masalah, solusi, dan jenis pengetahuan lainnya. Kalkulus adalah salah satu bidang matematika yang sangat penting dan banyak digunakan dalam bidang ilmu pengetahuan lainnya. Mempelajari perubahan yang terjadi secara instan adalah dasar dari kalkulus. Kalkulus dibagi menjadi dua cabang utama: kalkulus integral dan kalkulus diferensial. Tujuan dari artikel ini adalah untuk memberikan pemahaman yang baik mengenai konsep dasar kalkulus diferensial dan integral, serta peran keduanya, sejarahnya, hubungan keduanya, dan pengaruhnya terhadap perkembangan ilmu ekonomi dan ilmu pengetahuan secara keseluruhan. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur dimana peneliti mengumpulkan buku-buku artikel, jurnal, dan website yang berkaitan dengan topik yang dimaksud. Penelitian ini menggunakan instrumen analisis dokumen dengan menilai dan mengumpulkan tulisan tentang topik yang dituju, serta sumber lain yang membahas mengenai Integral dan Diferensial. Analisis data dilakukan dengan pendekatan kuantatif. Hasil dari penelitian ini berisi Sejarah Integral dan Diferensial, serta pengaruhnya pada Ilmu Pendidikan. Teorema dasar kalkulus yang menghubungkan kedua ide ini. Ini menunjukkan bahwa integral dan diferensial adalah bagian yang sama dari analisis matematis, bukan dua ide yang berbeda