Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika
Not a member yet
    1406 research outputs found

    Penerapan Model Pembelajaran LAPS-Heuristic Dengan Pendekatan RME Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa SMP

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan dan model yang lebih baik antara model pembelajaran LAPS-Heuristic dengan pendekatan RME, model pembelajaran LAPS-Heuristic, dan model pembelajaran langsung terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa SMP. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif eksperimen dengan jenis eksperimen berupa quasi eksperiment. Populasi dari penelitian yaitu seluruh siswa kelas VII SMP Islam Terpadu Nurul Falah dengan menggunakan teknik pengambilan sampel yaitu cluster random sampling. Sampel yang digunakan sebanyak tiga kelas dengan pembagian menjadi kelas eksperimen I, kelas eksperimen II, dan kelas kontrol. Instrumen yang digunakan berupa lima butir soal uraian dan lembar observasi. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu nilai  sehingga keputusan uji menolak . Sehingga, kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat perbedaan antara model pembelajaran LAPS-Heuristic dengan pendekatan RME, model pembelajaran LAPS-Heuristic dengan pendekatan RME dengan model pembelajaran langsung, dan model pembelajaran LAPS-Heuristic dengan model pembelajaran langsung terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa SMP. Sehingga diperoleh model yang lebih baik dari ketiga model yang diberikan yaitu model pembelajaran LAPS-Heuristic dengan pendekatan RME

    Karakterisasi Kesalahan Konsep Matematis Siswa dalam Menyelesaikan Soal Relasi dan Fungsi

    Get PDF
    Penelitian ini memiliki tujuan yakni untuk mengidentifikasi karakterisasi kesalahan pemahaman konsep matematis siswa. Materi di penelitian ini yaitu relasi serta fungsi. Sumber data pada penelitian ialah siswa dari kelas VIII yang berjumlah 21 siswa. Subjek yang dipilih pada penelitian ini adalah tiga siswa yang memiliki kategori jenis kesalahan fakta, prinsip, dan hitung. Pemilihan subjek tersebut dipilih berdasarkan kemunculan karakter kesalahan siswa. Pendekatan yang dipakai di penelitian ini yakni kualitatif deskriptif. Instrumen yang dipakai yakni tes pemahaman konsep matematis dan pedoman wawancara. Siswa diberikan empat butir soal yang sama dengan indikator pemahaman konsep matematis untuk dapat diidentifikasi karakteristik kesalahannya. Karakter tersebut kemudian dicocokkan dengan hasil dari wawancara pada masing-masing subjek. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh karakterisasi kesalahan siswa pada materi relasi serta fungsi adalah S1 memiliki jenis kesalahan fakta pada soal nomer 1 dan 2, kesalahan prinsip dan hitung pada soal nomer 3, sedangkan S2 dan S3 memiliki jenis kesalahan fakta pada soal nomer 1,2, 4 dan kesalahan prinsip pada soal nomer 3

    Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Ditinjau dari Perbedaan Gender di SMP N 1 Kuta Buluh

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) kemampuan pemecahan masalah matematis siswa ditinjau dari perbedaan gender di kelas VIII-A SMP N 1 Kuta Buluh; (2) perbedaan secara signifikan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa ditinjau dari perbedaan gender di kelas VIII-A SMP N 1 Kuta Buluh. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Penelitian ini dilakukan di SMP N 1 Kuta Buluh tahun pelajaran 2021/2022. Subyek penelitian terdiri dari 28 orang siswa, Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas VIII-A SMP N 1 Kuta Buluh di tinjau dari perbedaan gender menunjukkan, siswa perempuan lebih unggul, lebih baik dibandingkan siswa laki-laki. Kemampuan pemecahan masalah matematis siswa gender perempuan (tinggi, sedang dan rendah) lebih baik dari siswa gender laki-laki (tinggi,sedang dan rendah). Hal ini juga dapat dilihat dari rata-rata persentase kemampuan pemecahan masalah matematis siswa laki-laki tahap memahami masalah yaitu 41,67 %, tahap menyusun rencana pemecahan masalah yaitu 15,42 %, tahap melaksanakan rencana pemecahan masalah yaitu 25,83 %, dan tahap memeriksa kembali hasil pemecahan masalah yaitu 17,92 %. Sedangkan rata-rata persentase kemampuan pemecahan masalah matematis siswa perempuan tahap memahami masalah yaitu 64,29 %, tahap menyusun rencana pemecahan masalah yaitu 27,68 %, tahap melaksanakan rencana pemecahan masalah yaitu 25,89 %, dan tahap memeriksa kembali hasil pemecahan masalah yaitu 20,54 %; (2). Terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa laki-laki dan perempuan paling tinggi pada tahap memahami masalah dan menyusun rencanan pemecahan masalah, sedangkan pada tahap melaksanakan rencana pemecahan masalah dan memeriksa kembali hasil pemecahan masalah tidak terlalu terlihat

    Pengembangan E-LKPD untuk Mendukung Kemampuan Literasi Matematis pada Materi Aritmatika Sosial

    Get PDF
    Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan E-LKPD untuk mendukung kemampuan literasi matematis pada materi aritmatika sosial. Model pengembangan yang digunakan adalah model ADDIE yaitu Analisis (analisis), Desain (perancangan), Development (pengembangan), Implementasion (implementasi), dan Evaluasion (evaluasi). Subjek penelitian ini adalah 15 peserta didik kelas VIII SMPN 2 Balaraja. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah angket validasi uji ahli materi dan media, angket respon guru matematika dan peserta didik. Hasil penelitian ditunjukkan berdasarkan kelayakan media pembelajaran yang diperoleh dari valid, praktis dan efektif 1) valid: uji ahli materi memperoleh hasil sebesar 88% dengan kategori sangat baik, uji ahli media memperoleh hasil sebesar 75% dengan kategori baik, 2) praktis: respon guru memperoleh hasil sebesar 88% dengan kategori sangat baik, respon peserta didik memperoleh hasil sebesar 79,33% dengan kategori baik, 3) efektif dilihat dari ketuntasan peserta didik memperoleh hasil sebesar 80% dengan kategori sangat baik. Berdasarkan hasil tersebut, E-LKPD untuk mendukung kemampuan literasi matematis sudah layak digunakan sebagai salah satu referensi dalam pembelajaran serta mampu mendukung kemampuan literasi matematis

    Pengembangan MediazPembelajarankInteraktif Berbasis Canva padaiMateriiPecahan untuk Siswa Sekolah Dasar

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menhasilkan media interaktif berbantuan aplikasi canva untuk materi pecahan kelas III SD yang valid, praktis dan efektif. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang terdiri dari 5 tahapan yakni analysis, design, development, implementation, and evaluation. Data diperoleh melalui 3 cara yaitu dengan: observasi, wawancara, dan kuisioner. Media ini di validasi oleh ahli materi, ahli media serta melakukan uji kelayakan kepada siswa kelas III SD yang berjumlah 31 siswa. hasil validasi ahli materi memperoleh skor presentasi 93% dengan kategori sangat layak dan hasil validasi ahli media memperoleh skor presentasi 93% dengan kateggori sangat layak. Berdasarkan hasil respon peserta didik dapat diperoleh skor presentase 89% dengan kategori sangat layak. Maka dapat disimpulkan bahwa pada penelitian ini media pembelajaran interaktif berbasis canva sangat layak digunakan sebagai sumber belajar oleh siswa kelas III SD

    Komunikasi Matematis Siswa pada Materi Teorema Pythagoras Ditinjau dari Gaya Belajar Siswa

    Get PDF
    Komunikasi matematis merupakan transfer ide atau gagasan matematika dari satu pihak ke pihak lain. Ketika siswa berbagi pemikiran matematis mereka, mereka merujuk pada cara atau gaya siswa dalam menerima, memproses, dan menyusun informasi yang diperoleh selama pembelajaran. Dengan demikian perbedaan gaya belajar siswa dapat mempengaruhi kemampuan komunikasi matematisnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan komunikasi matematis tulis siswa dalam menyelesaikan soal Pythagoras ditinjau dari gaya belajar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Peneliti merupakan instrumen utama pada penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan dengan pemberian angket gaya belajar. tes komunikasi matematis, dan wawancara. Subjek penelitian sebanyak 3 siswa yang telah menempuh materi teorema Pythagoras. Hasil penelitian diperoleh 1) Siswa yang memiliki gaya belajar visual dapat memenuhi tiga indikator, 2) siswa yang memiliki gaya belajar auditorial dapat memenuhi dua indikator, dan 3) siswa yang memiliki gaya belajar kinestetik dapat memenuhi empat indikator. Penelitian ini memberikan informasi bahwa pentingnya untuk mengetahui gaya belajar masing-masing untuk dapat meningkatkan kemampuan komunikasi matematisnya

    Penerapan Pembelajaran Matematika Realistik intuk Mengembangkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Peserta Didik Sekolah Dasar

    Get PDF
    Kemampuan pemecahan masalah kelas V SD Mardi Yuana Cilegon masih terhitung rendah. Hal ini disebabkan karena peserta didik kurang memahami maksud dari soal serta bagaimana cara menyelesaikannya dan kurangnya diterapkan model pembelajaran pada proses pembelajaran. Kemudian dilakukan pendekatan untuk mengatasi permasaahan tersebut dengan menerapkan model pembelajaran matematika realistik di kelas tersebut. Dalam penelitian menggunakan jenis penelitian quasi eksperimen dengan menggunakan dua kelas percobaan. Kelas eksperimen diberikan model pembelajaran, sedangkan kelas control tanpa perlakuan. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas V SD Mardi Yuana Cilegon dengan jumlah 72 peserta didik, sampel adalah kelas VA berjumlah 24 peserta didik sebagai kelas kontrol dan kelas eksperimen adalah kelas VB dengan jumlah 24 peserta didik. Analisis data yang digunakan adalah Uji independent sample t-tes menunjukkan bahwa nilai Sig.(2-tailed) sebesar 0,001 < 0,05, maka sesuai dasar pengambilan keputusan dalam uji independent sample. Dari uji data tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan antara kelas yang diberikan perlakuan dan yang tidak diberikan perlakuan. Peserta didik yang belajar dengan matematika realistic, mampu menyelesaikan soal yang berkaitan dengan pemecahan masalah. Terbukti dari hasil tes yang meningkat

    Pengembangan Perangkat Pembelajaran Pada Materi Transformasi Berbasis Problem Based Learning

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran matematika berbasis problem-based learning (PBL) yang memenuhi syarat valid dan praktis dalam memasilitasi kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada materi transformasi. Jenis penelitian adalah penelitian pengembangan. Model yang digunakan adalah model 4D, terdiri dari empat fase yaitu define, design, develop, desseminate yang dirancang oleh Thiagarajan, Semmel, dan Semmel. Instrumen yang digunakan untuk validasi adalah lembar validasi perangkat pembelajaran (silabus, RPP, dan LKPD) dan instrumen kepraktisan adalah angket respon siswa. Subjek penelitian yaitu siswa kelas IX MTsN 3 Kuansing tahun ajaran 2020/2021. Instrumen penelitian yang digunakan dalam artikel ini adalah lembar validasi (aspek kevalidan berupa angket), lembar penilaian dua orang dosen dan satu orang guru matematika serta lembar penilaian (aspek kepraktisan berupa angket). Analisis data yang digunakan dalam artikel ini adalah analisis deskriptif melalui skor skala likert. Berdasarkan hasil analisis data disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran matematika sudah valid. Hasil validasi silabus mencapai 86,98 dengan kategori sangat valid, RPP mencapai 90,84 dengan kategori sangat valid, LKPD mencapai 90,10 dengan kategori sangat valid, artinya perangkat pembelajaran yang dikembangkan dapat diujicobakan. Hasil uji coba kelompok kecil disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran matematika memenuhi syarat praktis dengan rata-rata hasil angket respon siswa mencapai 91,73 dengan kategori sangat praktis, artinya perangkat yang diujicobakan dapat digunakan dengan baik oleh siswa.&nbsp

    Pengembangan Instrumen Tes Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Berbasis Taksonomi SOLO pada Materi Barisan dan Deret

    Get PDF
    Kualitas kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik dan pembelajaran sangat penting untuk ditingkatkan, maka perlu adanya sebuah instrumen yang bisa mengukur taraf pemecahan masalah peserta didik. Salah satunya instrumen tes kemampuan pemecahan masalah matematis berbasis taksonomi SOLO. Jenis penelitian yang dipakai adalah penelitian pengembangan memakai model formative research. Model ini terdiri dari self evaluation, expert review, one-to-one (low resistance to revision), small group, dan field test (high resistance in revision). Penelitian dilakukan pada subjek uji coba, yaitu SMAN 15 Pekanbaru, SMAN 12 Pekanbaru, dan MAN 3 Kota Pekanbaru. Analisis data yang digunakan yaitu data kuantitatif. Hasil penelitian pada penelitian ini bisa disimpulkan terdapat 18 soal pemecahan masalah matematis berbasis taksonomi SOLO yang valid dan reliabel. Instrumen tes yang dikembangkan dapat melatih kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik pada materi barisan dan deret. Instrumen tes juga dapat digunakan oleh guru saat mengumpulkan data dan menilai kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didiknya

    Validity of Mathematical Critical Thinking Ability Asessment Instruments

    Get PDF
    This study aims to produce an instrument for assessing mathematical critical thinking skills on material derived from algebraic functions that have been tested for validity. The form of research carried out is research and development and the development model used is a 4-D model (Define, Design, Develop, Disseminate). The research location is at SMAN 1 Tembilahan Hulu in the even semester of the 2021/2022 academic year. The object of research is an instrument for assessing mathematical critical thinking skills in class XI class derivatives of algebraic functions. The data collection instrument used an instrument validation sheet. Data analysis shows that the results of the validation of the mathematical critical thinking ability assessment instrument obtained an average value of the Aiken index of 0.811 with a very valid category and content validity with an average of 0.723 with a valid category. In terms of discriminating power, there are 2 questions with poor discriminating power and 6 questions that can be used to measure the level of students' mathematical critical thinking skills. So, it can be concluded that the development of an instrument for assessing mathematical critical thinking skills is to produce an instrument that has been tested for validity

    1,364

    full texts

    1,406

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇