Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika
Not a member yet
1406 research outputs found
Sort by
Persepsi Mahasiswa Pendidikan Matematika UNIPA Terhadap Pembelajaran Analisis Riil Menggunakan elearningfkipunipa.org
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa terhadap pembelajaran pada mata kuliah analisis riil melalui elearningfkipunipa.org. Aplikasi ini digunakan dalam pembelajaran di FKIP Universitas Papua dalam masa pandemi covid19. Menu pada aplikasi ini sudah sangat lengkap mulai dari menu video konverensi, menu diskusi melalui chat, unggah dan unduh file, pengiriman tugas, ujian secara daring dan masih banyak lagi. Selain lengkap aplikasi ini juga terintegrasi dengan aplikasi–aplikasi popular seperti youtube dan google. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deksripstif dengan teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi dan wawancara tidak terstruktur melalui media online. Observasi dilakukan dengan mengamati aktivitas mahasiswa di elearningfkipunipa.org. sedangkan wawancara dilakukan kepada mahasiswa melalui telefon dan chat WA. Berdasarkan hasil penelitian, persepsi mahasiswa terhadap elearningfkipunipa.org sangat beragam. Ada yang memiliki persepsi negatif dan adapula yang memiliki persepsi positif. Persepsi negatif di antaranya tampilan web yang kurang menarik sehingga mahasiswa tidak tertarik untuk mengikuti pembelajaran. Terkait dengan proses pembelajaran pada mata kuliah Analisis Riil, persepsi mahasiswa sangat baik terutama dalam proses pembelajaran, penugasan dan pemaparan materi. Namun proses perkuliahan kurang inovasi dalam penyajian materi yang menjadi kendala dalam pembelajaran serta fasilitas internet yang kurang memadai. Kekurangan aplikasi ini dapat di tutupi dengan cara menambah menu yang lebih Variatif, inovatif dan komunikatif. Misalkan memperbanyak menu diskusi yang mengangkat isu-isu terkini
Penulisan Karya Ilmiah Melalui Perkuliahan Seminar Pendidikan Matematika Berbantuan E-Learning dan Media Sosial
Mahasiswa harus memiliki kemampuan untuk menulis karya ilmiah karena ini adalah kompetensi yang harus dimiliki. Pendampingan penulisan karya ilmiah menjadi penting untuk diberikan kepada mahasiswa, sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan proses pendampingan penulisan karya ilmiah dalam perkuliahan Seminar Pendidikan Matematika berbantuan e-learning dan media sosial. Penelitian ini adalah studi kasus tipe holistic. Prosedur analisis konten untuk data kualitatif dikumpulkan untuk melakukan penyelidikan interpretatif. Partisipan terdiri dari satu kelas mahasiswa semester VII di Departemen Pendidikan Matematika di salah satu universitas di Jawa Barat, Indonesia. Instrumen penelitian ini adalah peneliti, angket terbuka dan lembar observasi. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pendampingan penulisan karya ilmiah dapat dilakukan dengan baik oleh mahasiswa melalui perkuliahan Seminar Pendidikan Matematika berbantuan e-learning dan media sosial. Selain itu, mahasiswa juga memberikan respons positif terhadap perkuliahan sehingga perkuliahan yang dibantu oleh e-learning dan media sosial dapat dilanjutkan dalam perkuliahan berikutnya dan diujikan pada penelitian lainnya
Profil Pemecahan Masalah Matematika Berdasarkan Teori Polya Ditinjau dari Kemampuan Matematika Siswa
Kemampuan dalam memecahkan masalah perlu dimiliki seluruh siswa. Selama ini yang menjadi masalah ialah bagaimana kemampuan memecahkan masalah dikembangkan pada proses belajar mengajar terutama matematika. Terdapat kesulitan siswa memecahkan masalah perlu mendapatkan perhatian dan di identifikasi secara lanjut. Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan profil pemecahan masalah matematika berdasarkan teori Polya dengan tinjauan kemampuan matematika siswa. Metode penelitian yang dipergunakan yaitu kualitatif, sedangkan jenisnya deskriptif. Subjek penelitian ini terdiri atas subjek berkemampuan matematika tinggi, sedang, dan rendah. Teknik pengumpulan data yang dipakai yaitu teknik tes dan wawancara. Analisis data yang digunakan yakni hasil tes kemampuan matematika, hasil tes pemecahan masalah dan dikuatkan dengan hasil wawancara. Hasil penelitian menerangkan siswa dengan kemampuan matematika tingkat tinggi bisa mengatasi permasalahan, dan mengumpulkan informasi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Tetapi pada akhir perhitungannya siswa kurang teliti. Siswa yang berkemampuan matematika tingkat sedang dapat mengumpulkan informasi pada soal yang disediakan, namun siswa melakukan kekeliruan dalam menentukan rumus. Sedangkan siswa dengan berkemampuan matematika tingkat rendah belum mampu memahami permasalahan dan mengumpulkan informasi secara jelas. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa subjek penelitian tetap berada pada posisi pemahaman pemecahan masalah yang baik pada setiap tingkat kemampuan matematika siswa. Meskipun saat ini siswa melakukan sekolah dari rumah dikarenakan keadaan pandemi Covid-19
Efektivitas Penggunaan LKS Problem Based Learning (PBL) Materi Aritmatika Ditinjau dari Kemampuan Berpikir Kreatif Matematika
Kemampuan berpikir kreatif menjadi salah satu aspek kognitif yang harus dimiliki siswa. Kemampuan bepikir kreatif dibutuhkan ketika seseorang menghadapi masalah atau tantangan yang tidak biasa. Saat ini telah banyak berkembang berbagai pendekatan pembelajaran yang dapat digunakan untuk menciptakan kondisi belajar yang ideal dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran, termasuk untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa. Salah satu strategi yaitu menggunakan LKS Problem Based Learning (PBL). Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan keefektifan LKS PBL ditinjau dari kemampuan berpikir kreatif matematis. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu. Kelas kontrol menggunakan pendekatan konvensional. Subjek penelitian yaitu siswa SMP Darussalam Islamic Boarding School, Wonosobo. Penelitian dilaksanakan pada Maret 2021. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu instrumen tes. Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan LKS Problem Based Learning (PBL) lebih efektif ditinjau dari kemampuan berpikir kreatif matematis dibandingkan dengan pendekatan konvensional
Kemampuan Representasi Simbolik Mahasiswa Calon Guru dalam Menyelesaikan Masalah Matematika Ditinjau dari Perbedaan Gender
BNSP telah mengatur standar profesionalitas guru dalam mengajar. Standar tersebut antara lain, guru wajib menguasai materi, struktur konsep, dan pola pikir keilmuan yang dapat mendukung proses pembelajaran matematika. Standar profesionalitas guru tersebut ditujukan agar guru mampu membantu dan membimbing peserta didik dalam mencapai tujuan belajarnya. Namun, hasil observasi mahasiswa calon guru matematika di salah satu universitas yang berada di Malang menunjukkan jika mereka masih mengalami kesulitan dalam membuat representasi matematis. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan kemampuan representasi simbolik mahasiswa calon guru ditinjau dari perbedaan gender. Perbedaan gender dalam penelitian ini untuk mendeskripsikan apakah perbedaan gender dapat mempengaruhi kemampuan seseorang dalam membuat representasi matematis. Pendekatan Mixed Methods dengan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dipilih untuk menjabarkan tujuan penelitian. Data dikumpulkan melalui kegiatan dokumentasi dan tes. Tes diberikan kepada 35 mahasiswa calon guru dengan jurusan Pendidikan Matematika di salah satu universitas yang ada di Malang. Sebanyak 4 mahasiswa yang terdiri dari 2 mahasiswa perempuan dan 2 mahasiswa laki-laki dipilih untuk dikaji lebih rinci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa perempuan lebih ulet dan teliti dalam menyelesaikan masalah matematis. Mereka mampu membuat representasi simbolik dari masalah yang diberikan. Mahasiswa perempuan juga membuat interpretasi dari simbol-simbol yang digunakan dalam selesaian masalah. Berbeda dengan mahasiswa laki-laki. Mereka lebih cenderung langsung menginputkan bilangan-bilangan yang termuat di soal kedalam algoritma selesaian masalah
Development of Electronic Students’ Worksheet Linear Function-Problem Based Using Desmos Application
One effort to facilitate students in online learning and face-to-face learning during Covid-19 pandemic is the use of digital student worksheets, as an effort to practice students’ cognitive in mathematics. These research goals are to develop digital students’ worksheet of linear function-problem based using Desmos to decrease learning loss effect in students’ motivation and comprehension. And, also to know, the eligibility analysis result of worksheet that has already been made. Desmos is a web-based application, which specially created to be used in mathematics learning. It combines features of graphic calculator and classroom activities to help students study and love math. Research model in this study used ADDIE with a small group experiment using six students of SMPN 3 Surabaya as subjects. Eligibility analysis from the worksheet gains a validity score of 3.71, with very valid criteria. Practical score 3.74, with very practical criteria. And effective, since all six subjects in Study Result Test, gain higher score than the minimum score criteria of SMPN 3 Surabaya. It may take note that, it needs bigger experiments with more subjects to evaluate effective aspect further and comprehensively. This worksheet can be an alternative media for secondary students to practice linear function
Case Study Studi Kasus: Metode Pembelajaran Drill Berbantuan Open-Ended Problem untuk Mengembangkan Kemampuan Penalaran Matematis Siswa SMP
Tujuan yang mendasari penulisan artikel ini untuk mengetahui kemampuan penalaran matematis siswa selama proses pembelajaran dengan metode drill (latihan) yang memanfaatkan soal open-ended problems pada materi SPLDV. Subjek penelitian ini adalah 20 siswa kelas VIII SMP Dharma Lestari di Desa Pulutan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan tes uraian open-ended problems sebanyak empat soal. Teknik analisis data yang adalah penskoran, siswa yang telah memenuhi indikator akan diberikan skor 1 dan siswa yang belum memenuhi indikator diberikan skor 0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa siswa yang belum memiliki beberapa indikator kemampuan penalaran matematis. Hal ini dapat dilihat pada tabel instrumen penskoran. Hal tersebut diakibatkan siswa kurang teliti dan kurang memahami materi SPLDV yang dijelaskan guru pada pertemuan sebelumnya
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together pada Materi Aritmatika Sosial
Tujuan penelitian ini untuk menghasilkan produk perangkat pembelajaran matematika berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) dengan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together pada materi aritmatika sosial kelas VII SMP yang teruji kevalidannya. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan atau Research and Development (R&D) dengan mengembangkan perangkat pembelajaran menggunakan model ADDIE yang terdiri dari 5 tahap, yaitu tahap Analysis (analisis), tahap Design (desain), tahap development (pengembangan), tahap Implementation (Pelaksanaan), dan tahap Evaluation (evaluasi). Pada model ADDIE peneliti tidak menggunakan tahap Implementation (Pelaksanaan), dan tahap Evaluation (evaluasi) dikarenakan pada tahun ajaran 2020/2021 sedang terjadi pandemi Covid-19 sehingga proses pembelajaran dilaksanakan secara online atau daring. Instrumen pengumpulan data berupa lembar validasi RPP dan lembar validasi LKPD. Adapun teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik nontes dengan menggunakan lembar validasi. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian diperoleh rata-rata validasi RPP sebesar 87,76% dengan kategori sangat valid, dan rata-rata validasi LKPD sebesar 88,52% dengan kategori sangat valid. Sedangkan rata-rata validasi RPP setiap aspek penilaian diperoleh sebesar 88,32% dengan kategori sangat valid, dan rata-rata validasi LKPD setiap aspek penilaian diperoleh sebesar 89,19% dengan kategori sangat valid. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa penelitian pengembangan ini menghasilkan perangkat pembelajaran matematika berupa RPP dan LKPD yang teruji kevalidannya
Analisis Kesulitan Komunikasi Matematis Siswa Dalam Penerapan Model Pembelajaran Think Pair Share
Penelitian ini bertujuan untuk menganailisis: (1) Kemampuan komunikasi matematis siswa dalam penerapan model pembelajaran kooperatif Think Pair Share; dan (2) Kesulitan komunikasi matematis dan berpikir kreatif siswa dalam menyelesaikan masalah matematika melalui model pembelajaran kooperatif Think Pair Share. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek dalam penelitian ini melibatkan siswa kelas VII-1 SMP Wiraswasta Batangkuis tahun ajaran 2020/2021 yang berjumlah 35 orang. Berdasarkan data hasil penelitian diperoleh bahwa: (1) Tingkat kemampuan komunikasi matematis siswa pada materi pesegi panjang dan persegi pada siswa berkemampuan sedang memiliki proporsi tertinggi kemudian diikuti oleh siswa berkemampuan rendah dan tinggi; dan (2) Kesulitan kemampuan komunikasi matematis siswa dalam penerapan model pembelajaran Think Pair Share adalah kesulitan fakta, konsep, operasi, dan prinsip
Representasi Siswa dengan Kemampuan Matematis Tinggi dalam Memecahkan Masalah Matematika
Representasi adalah salah satu kemampuan yang digunakan siswa untuk memecahkan suatu masalah karena representasi merupakan alat pendukung siswa untuk mengonstruksi suatu masalah menjadi lebih konkret. Oleh karena itu guru perlu mengetahui kemampuan representasi siswa sebagai kemampuan dasar untuk memecahkan suatu masalah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menganalisis representasi siswa dengan kemampuan matematis tinggi dalam memecahkan masalah matematika. Instrumen dari penelitian ini adalah peneliti sebagai instrumen utama, tes kemampuan matematika dan nilai tugas siswa pada materi persamaan dan fungsi kuadrat, dan pedoman wawancara. Subjek penelitian terdiri dari 3 siswa kelas IX SMP Negeri 16 Surabaya yang memiliki kemampuan matematis tinggi. Hasil penelitian yang dianalisis menggunakan indikator yang diadaptasi dari tipe representasi Castellanos dan tahapan pemecahan masalah Polya, menunjukkan siswa dengan kemampuan matematis tinggi dapat menggunakan 3 bentuk representasi dalam memecahkan masalah, yaitu representasi verbal, simbolik dan visual. Pada tahap memahami masalah, S1 dan S3 memunculkan tipe representasi yang sama yaitu representasi verbal, visual dan, sementara itu S2 memunculkan representasi visual dan simbolik. Pada tahap menyusun rencana, S2 dan S3 memunculkan tipe representasi yang sama yaitu representasi verbal, visual dan simbolik, sementara itu S1 menggunakan representasi verbal dan simbolik. Pada tahap menyelesaikan masalah, S1 dan S2 menggunakan tipe representasi yang sama yaitu representasi simbolik, sementara itu S3 menggunakan representasi verbal dan simbolik. Pada tahap memeriksa kembali, S1, S2 dan S3 menggunakan representasi yang sama yaitu representasi verbal, visual dan simbolik